Home Blog Page 13543

Perubahan Manajemen Kuatkan BUMD PD Pembangunan

MEDAN- Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan menggelar diskusi sehari bertajuk “Strategi Managemen Perubahan” dalam rangka kemandirian dan penguatan BUMD PD Pembangunan, di Hotel Royal Perintis, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (7/5).

Direktur Umum/Keuangan/SDM PD Pembangunan Medan, Besri Nazir, yang juga ketua panitia pelaksana, mengatakan, kunci utama peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) adalah kinerja. ”Diskusi ini bisa menambah nilai SDM staf dan jajaran direksi PD Pembangunan Medan,” ungkapnya.

Besri mengharapkan diskusi ini dapat meningkatkan disiplin dan potensi SDM sehingga memiliki wawasan berpikir dan bekerja lebih baik, dan ini menjadi faktor  utama peningkatan kinerja PD Pembangunan Medan. Diskusi yang dikuti 80 peserta dari jajaran PD Pembangunan Kota Medan dihadir mewakili Pemko Medan, Irwansyah, dengan menampilkan tiga narasumber, yakni Dr Indra Jaya, Drs Jhon Tafbu Ritonga, Direktur PD Pembangunan Kota Medan, HM Harmen Ginting SSos, dan moderator Direktur Operasional Ir M Ichwan Husein Siregar, dan Direktur Pengembangan Rafriandi Nasution MT.

John Tafbu Ritonga memaparkan untuk mencapai hasil kinerja yang baik, jangan protektif dan posesif. Tidak boleh bekerja untuk diri sendiri dan harus didasari kemauan.

“Kuncinya adalah kemauan, dan bekerja tidak boleh untuk diri sendiri. Bekerjalah untuk institusi. Bila ini dilakukan, BUMD mempunyai image yang baik di tengah masyarakat,” pesan Jhon.

Dr Indra Jaya mengatakan PD Pembangunan Kota Medan harus menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menjadi motor penggerak dunia usaha di daerah. Fenomena pembentukan BUMD pada pemerintahan model otonomi daerah dimaksudkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil deviden BUMD yang disetorkan kepada kas daerah.

“Untuk itu diperlukan komitmen semua pihak untuk melakukan perubahan. Perubahan paling mendasar adalah jiwa kepemimpinan setiap individu yang ingin melakukan perubahan bukan didasarkan intervensi pihak luar melainkan kesadaran melakukan perubahan,” katanya. (azw)

Pusat Pemerintahan Bakal Dipindah

Sukseskan Program Mebidangro

BINJAI- Penyatuan wilayah Mebidangro (Medan-Binjai Deliserdang-Karo) terus digagas Pemko Binjai. Guna mendekatkan diri ke wilayah tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bakal memindahkan pusat pemerintahannya ke Kecamatan Binjai Timur yang berbatasan langsung dengan Deliserdang dan Kota Medan. Wilayah yang bakal digunakan yaitu lahan eks PTPN2 Sei Semayang seluas 120 hektar.

Lahan tersebut dirancang sebagai pusat pemerintah yang baru menggantikan sejumlah kantor pemerintah lama yang tersebar di Kecamatan Binjai Kota, Binjai Utara, dan Binjai Barat.

Dalam draf rancangan pembangunan komplek kantor pemerintah di Binjai Timur itu, juga bakal dibangun terminal angkutan kota, hutan kota, taman dan berbagai fasilitas umum lainnya.

Saat ini, Pemko Binjai sudah melakukan studi dan pemetaan wilayah terkait lahan yang bakal dijadikan komplek pemerintahan tersebut.
“Kita sudah lakukan studi kelayakan dan pemetaan di lokasi eks PTPN2 yang bakal dijadikan komplek pemerintahan itu,” ujar Kepala Bappeda Binjai melalui Kasi Perencanaan dan Tata Ruang Zulfan, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/5).

Lebih jauh Zulfan menjelaskan, rencana pemindahan kantor pusat pemerintah dari Binjai Kota ke Binjai Timur, sudah sejak lama dicanangkan. Namun, masih terkendala pelepasan lahan karena masih dalam HGU. “Rencana ini sudah mulai dirancang sejak 1995, tapi belum bias terealisasi karena lahan masih berstatus HGU,” ujarnya.

Dan sekarang, lanjutnya, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian BUMN, belum melepaskan wilayah eks HGU PTPN2 Sei Semayang itu, sehingga pembangunannya belum bisa di anggarkan. “Kita masih mengharapkan pemerintah pusat segera melepaskan areal yang kita mintakan itu, sehingga bisa langsung kita rancanganggaran yang bakal dikucurkan untuk pembangunan komplek pemerintahan itu,” bebernya. Tapi sejauh ini, sambungnya, belum ada keputusan pemerintah pusat terkait pelepasan wilayah eks PTPN2 itu ke Pemko Binjai.

Pun begitu, semua rancangan atau gagasan yang bakal dibuat sudah disiapkan. “Rancangan pembangunnya sudah kita siapkan, tinggal menunggu pelepasan lahan saja,” urai Zulfan.

Menurutnya, pemindahan kantor pemerintahan ke Binjai Timur itu, merupakan bentuk penghematan dan evisiensi waktu bagi masyarakat yang ingin berurusan ke Pemko Binjai. Karena, dengan disatukannya sejumlah kantor pemerintahan di suatu lokasi, lebih memudahkan masyarakat untuk menjangkaunya. “Tidak seperti saat ini, kantor-kantor SKPD terpisah di lima kecamatan di Kota Binjai, sehingga menyulitkan dan memperlambat segala pengurusan,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, dengan pindahnya pusat pemerintahan di suatu wilayah, masyarakat bisa dengan mudah mendatangi kantor yang ingin disambanginya plus kemudahan pula bagi pegawai pemerintah Kota Binjai untuk berurusan ke Kota Medan dan Deliserdang, karena berbatasan langsung dengan kedua wilayah tersebut. “Jadi dua kemudahan yang bisa dicapai dari perencanaan pemindahan pusat pemerintahan ini,” tuturnya.
Sejauh ini, Pemko Binjai sudah mengajukan rancanangan pembangunan pusat pemerintahan itu ke Mendagri sebagai syarat pelepasan areal eks PTPN2. “Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan Kemendagri terkait usulan itu,” sebutnya.

Dikatakannya pula, dengan adanya perluasan wilayah ini, diharapkan dapat mengurai kepadatan Kota Binjai. “Tujuan utamanya untuk memudahkan masyarakat dan mengurai kepadatan wilayah, karena saat ini jalan-jalan utama di pusat Kota Binjai cukup padat dan menyulit pengendara,” tegasnya.
Terkait kabar bakal dijualnya eks kantor Pemko Binjai dan sejumlah kantor lainnya, Zulfan tak menampik kabar tersebut. “Memang kabarnya ada, tapi saya rasa tidak seperti kabar yang merebak itu, karena itukan asset pemerintah,” katanya. (ndi)

Urus SIM Pakai Simulator Kendaraan

BINJAI- Satuan polisi  lalulintas (satlantas) Polresta Binjai, meluncurkan alat simulator kendaraan roda dua dan roda empat yang dilengkapi layar monitor untuk memahami dan mematuhi rambu-rambu lalulintas sebelum terjun langsung ke lapangan dalam berkendaraan.

Selain itu, alat ini mempermudah masyarakat untuk melakukan uji kendaraan sebelum mengikuti ujian pembuatan SIM. Alat ini juga dilengkapi dengan panduan petunjuk bagi pemula untuk menaiki kedaraan dengan cara yang baik dan benar.

Kasat Lansat Polres Binjai AKP Agus didampingin Kanit Rek Iden Ipda Ali Umar, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (7/5) menerangkan, peluncuran alat simulator kendaraan roda dua dan roda empat ini merupakan bantuan Dir Lantas Poldasu.

“Alat ini  untuk menunjang  kinerja kita dalam menjalankan Undang-Undang No 2 tahun 2002 dan Undang-Undang 22 tahun 2009 tentang keterampilan mengemudi,” tegas AKP Agus.

Menurutnya, hal ini dilakukan guna mempermuda masyarakat sebelum melakukan uji tes draiver untuk mengurus SIM. “Alat ini akan diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mengurus SIM,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, bagi pemohon SIM, tidak lagi diuji di lapangan terbuka, cukup dengan mengendarai alat simulator ini, pemohon sudah bisa mengurus SIM baru, disamping  masyarakat melengkapi persyaratan lainnya.

Bagi pemohon yang tidak lulus dalam ujian menggunkan alat simulator ini, diterangkannya, pemohon SIM diberikan kesempatan mengulang tanpa mengajukan permohonan baru. Dan kesempatan pertama itu dilakukan empat belas hari setelah pemohon dinyatakan tidak lulus. “Ujian menggunkan alat simulator ini dinyatakan lulus, jika nilai minimal setiap pemohon SIM minimal 60 disetiap jenis materi yang diujikan,” tegas AKP Agus. (ndi)

Khawatir Mantan

Persegres vs PSMS

GRESIK – Persegres Gresik membutuhkan kemenangan untuk menjawab kepercayaan manajemen. Persegres pun harus bisa membuktikannya saat menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di stadion Petrokimia Gresik, sore ini.

Kemenangan atas PSMS nanti bias bermakna ganda bagi Persegres. Tiga poin tambahan dari laga tersebut bisa menjaga peluang Persegres masuk ke posisi sepuluh besar. Selain itu, kemenangan dipercaya bisa mengembalikan kepercayaan publik Gresik kepada klub berjuluk Laskar Joko Samudro itu.
Menghadapi PSMS, Uston Nawawi dkk memiliki bekal bagus untuk mengamankan tiga poinnya. Sebab, di putaran pertama lalu mereka mampu mempermalukan PSMS di Medan dengan skor tipis 1-0. Namun, pelatih Persegres Abdurrahman Gurning tidak mau terlalu sesumbar dengan target tersebut.

“Walaupun dulu kami bisa menang, belum tentu untuk besok (hari ini, Red) kami bisa mengulanginya. Mereka sekarang secara komposisi sudah berbeda dari yang dulu. Pasti mereka juga sudah tahu kekuatan kami,” ujar Gurning usai sesi coba lapangan, pagi kemarin (7/8).
Selain berbekal rekor bagus, Gurning juga dipastikan bisa menurunkan skuad full team. Beberapa pemain seperti Anang Ma’ruf, Rachmat “Poci” Rivai dan Claudio Pronetto yang sebelumnya absen kemungkinan besar sudah bisa dimainkan. Hanya, persiapan mereka relatif pendek pasca melakoni laga tandang di Papua.

Gurning mengakui, timnya tidak memiliki banyak waktu latihan persiapan di Gresik. Mereka baru tiba di Gresik pada Sabtu malam lalu (5/5). “Praktis kami hanya memiliki waktu sehari saja. Komposisi tim saja baru kami siapkan dalam latihan sore kemarin (Minggu sore, Red),” ungkap Gurning.
Menurut Gurning, timnya sudah siap meladeni perlawanan PSMS. Dua pemain langsung menjadi perhatiannya. Yaitu penyerang asing Osas Marvelous Ikpefua dan gelandang eks timnas Slovenia Nastja Ceh. “Keduanya motor tim. Kami siap mematikan pergerakan kedua pemain itu,” pelatih yang pernah menjadi pemain pilar PSMS itu.

Persegres sah-sah saja berambisi mempertahankan tiga poin demi memperbaiki rekor kandangnya. Tapi, PSMS tentu memiliki ambisi besar untuk mengalahkan Persegres. Sekalipun Persegres nantinya bakal didukung puluhan ribu Ultras, sebutan pendukung Persegres.

“Kami kesini tidak untuk kalah. Kami bertekad untuk revans dari kekalahan putaran pertama lalu. Minimal kami akan berusaha mencuri poin di sini,” tutur caretaker pelatih PSMS Suharto. Duo mantan penggawa PSMS Gustavo Chena dan Gaston Castano pun menjadi perhatiannya.

Sayang, untuk memuluskan ambisi tersebut amunisi Suharto gembos di  lini pertahanan dan tengahnya. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu tidak akan diperkuat Zulkarnain dan Denny Rumba yang masih dalam pemulihan cedera. Sedangkan Anton Samba dan Alamsyah Nasution terkena akumulasi kartu kuning. (ren/jpnn)

Dihantam Ombak, Nelayan Hilang

BELAWAN- Badai di laut kembali menelan korban. Setelah dihantam ombak besar, seorang nelayan, Abdul Halid (22) warga Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan dikabarkan hilang, setelah kapal ikan yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak di Perairan Selotong Jaring Halus Kabupaten Langkat Senin (7/5) kemarin.

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika kapal ikan dengan alat tangkap pukat (jaring) langgai ditumpangi sekitar 4 orang nelayan berlayar dari Perairan Belawan menuju ke arah perairan Langkat untuk menangkap ikan dan udang, meski kondisi cuaca saat itu kurang bagus.
Setibanya di Perairan Selotong Jaring Halus Kabupaten Langkat, sekira pukul 03.00 WIB para korban kemudian menurunkan pukat ke laut. Tak berapa lama, ombak diperkirakan setinggi dua meter datang dan langsung menghantam kapal ikan yang mereka tumpangi. Akibat hempasan ombak tersebut, para nelayan terlempar ke laut.

Setelah beberapa jam berang di laut, tiga orang nelayan diselamatkan oleh kapal ikan milik nelayan lainnya yang kebetulan melintas disekitar perairan tersebut. Sedangkan, Abdul Halid dinyatakan hilang setelah upaya pencarian telah dilakukan oleh para nelayan, namun tak kunjung ditemukan.
Kasubdit Penegak Hukum (Gakkum) Direktorat Polair Polda Sumut, AKBP Burhanuddin Desky ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengaku belum ada menerima laporan terkait hilangnya seorang nelayan akibat kapal ikan yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak. “Saya belum ada menerima laporan soal nelayan hilang dihantam ombak di laut,” tandas Desky.

Terpisah, Irwansyah salah seorang petugas Basarnas Belawan saat ditanyai seputar tragedi yang menenggelamkan kapal ikan nelayan usai dihantam gelombang laut dimaksud membenarkan. Dikatakannya, petugas kapal patroli Basarnas saat ini masih melakukan upaya pencarian terkait hilangnya seorang nelayan.”Upaya pencaharian masih dilakukan terhadap seorang nelayan yang dinyatakan hilang,” kata Iwan saat dihubungi. (mag-17)

Seleksi Timnas U-22 tak Maksimal

MEDAN- Seleksi timnas U-22 masih belum juga berjalan maksimal. Padahal tim U-22 akan dipersiapkan menghadapi Piala AFF U-22 Zona Asia Grup E pada 23 Juni-3 Juli mendatang di Riau. Banyak pemain yang dipanggil mengikuti seleksi belum hadir karena tidak mendapat izin klub.

Kondisi ini diakui Asisten pelatih Timnas U-22, Widodo C Putro sangat menghambat persiapan timnas. Seleksi yang sudah berjalan seminggu baru dihadiri 17 pemain dari target 30 pemain. Para pemain yang bersedia hadir masih dari kompetisi IPL maupun Divisi Utama. Sementara para pemain ISL belum bergabung.

“Seleksi susah berjalan satu minggu. Masih  17 orang yang gabung sambil seleksi berjalan, karena kompetisi masih cukup padat. Sebenarnya target 30 orang dengan para pemain dari ISL. Tapi mereka belum bergabung ke Yogya,”  ujar Widodo C Putra, Asisten Pelatih Timnas U-22 di Stadion Teladan, Medan, Minggu (6/5) kemarin.

Namun Widodo tidak mau ambil pusing dengan para pemain yang enggan bergabung. Ia memilih memaksimalkan pemain yang ada karena cedera. “Yang jelas kami mengundang. Itu yang penting. Mau datang atau enggak, seleksi jalan terus,” ungkapnya.

Meskipun AFF Cup U-22 bukanlah target utama pembentukan tim ini namun Widodo tak ingin sekadar numpang lewat tanpa prestasi. “Target kami bukan di AFF, melainkan Sea Games tahun depan. Tapi, tentu saja kami enggak mau berusaha di ajang AFF. Dan, bukan hanya sekadar ikut di AFF,” jelasnya.
Tidak hanya pemain ISL, klub Divisi Utama seperti Pro Duta sempat enggan memberikan pemainnya karena tidak mendapat izin pelatih. Alasannya Kuda Pegasus masih membutuhkan dua pilarnya itu di kompetisi.

Namun Ghozali dan Rahmat Hidayat akhirnya bergabung pasca menjalani pertarungan Divisi Utama PSSI kontra Persitara kemarin. Mereka tidak ikut rombongan ke Medan namun langsung ke Yogyakarta. “Saya sudah ke Yogyakarta untuk seleksi timnas. Jadi tidak ikut rombongan ke Medan,” ujar Ghozali kemarin. (mag-18)

Rumah Penjual Bensin Eceran Hangus

MEDAN-Akibat tidak berhati-hati, Nurmala Tampubolon (30) tahun harus menanggung sial. Tumpahan bensin menyulut api hingga membakar rumahnya Jalan Turi No 131 persimpangan Jalan Bahagia By Pass Kelurahan IX Kecamatan Medan Kota.  Tiga rumah hangus dilahap si jago merah dan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian berawal pukul 19.30 WIB ketika Nurmala yang sehari-hari menjual bensin eceran di depan rumahnya membawa bensin hasil dagangannya ke rumah. Ketika itu tengah terjadi pemadaman listrik di rumahnya sehingga harus menyalakan lilin untuk penerangan. Namun bensin yang tidak di bawa dengan hati-hati tumpah mengenai api lilin dan menyulut api sehingga dengan cepat api membakar dua rumah semi permanen.

“Kebakaran awalnya tidak besar hanya mengenai pintu belakang. Tapi ada seorang yang mencoba memadamkan api menyiramkan dirigen berisi bensin yang dikiranya air. Rupanya stok bensin untuk jualan. Setelah itu api semakin membesar,” kata Rivaldi (17) salah seorang warga. Tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi 15 menit berselang akhirnya memadamkan api di sekitar pukul 21.00 WIB. Dibantu beberapa warga yang ikut membantu mengeluarkan barang-barnag. “Dua rumah di belakang semi permanen sehingga habis terbakar,”katanya.(mag-18)

Polisi Minta Warga tak Terprovokasi

KARO- Pasca perseteruan dua  kubu pemuda  lain desa, yang mengakibatkan luka tusukan benda tajam, Minggu (6/6) kemarin di kawasan Taman Mejuah-juah, pihak kepolisian menghimbau agar warga tidak terprovokasi.

Informasi yang  diperoleh Sumut Pos, Senin (7/5), ketiga korban yang mengalami luka,  Dedi Karo- Karo dan Oktavianus Sembiring warga Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Merdeka, serta  Pilip Pelawi penduduk Desa Aji Buhara, Kecamatan Tiga Panah, dirawat di RSU A Malik Medan.
Kondisi ketiganya, sesuai keterangan warga (kerabat korban,red) yang enggan namanya dikorankan, mengaku berangsur pulih.
Pasca peristiwa, sesuai keterangan sumber yang layak terpercaya,  desa kedua belah pihak, telah mendapat penyuluhan dari  unsur Muspika dan jajaran PolresTanah Karo.

“Kita masih melakukan penjagaan, namun bukan berarti ada eskalasi lanjutan yang membahayakan. Hanya  mengantisipasi pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. Sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat (Polmas,red),” ujar Kapolsek Tiga Panah AKP.L Ambarita ketika dihubungi melalui telepon selularnya.(wan)

Kasus Limbah B3 Diserahkan ke KLH

BELAWAN- Sedikitnya 40 kontainer limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) berupa besi bekas serta cairan mengandung pelumas (oli) bekas yang diimpor dari Belanda, Amerika Serikat, dan Rusia oleh PT Growth Sumatra Industri (GSI), penanganan kasusnya kini sudah diserahkan aparat Bea dan Cukai Belawan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk diproses lebih lanjut.

“Kita sudah koordinasikan ke KLH, dan prosesnya saat ini diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” kata Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Belawan, Teguh Priyono saat dihubungi Sumut Pos, Senin (7/5) kemarin.
Kantor Pelayanan Bea Cukai Belawan sebelumnya melakukan pengamanan atas dasar dugaan tidak lengkapnya dokumen PIB (Pengajuan Impor Barang) terkait masuknya barang rongsokan bekas impor dimaksud. “Kalau di kita (BC) hanya soal penanganan dokumen PIB nya saja yang tidak lengkap maka dilakukan pengamanan,” ucapnya. (mag-17)

Tantri Widyasari Terobsesi Medali Emas PON

Memori SEA Games 2011 di Jakarta November lalu menjadi kenangan kelam baginya. Karateka andalan Indonesia asal Sumut, Tantri Widyasari harus mengubur dalam-dalam tekadnya meraih emas pada kiprah keduanya di ajang multieven Asia Tenggara itu karena cedera.

DONI HERMAWAN-Medan

Di Se aGames itu Tantri walk out di semifinal dari pertarungannya dengan karateka Laos, Lokhampahn di kelas under 61 kg dan harus menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari kursi roda.

Lima bulan berlalu pasca Tantri masuk meja operasi. Kini ia kembali bersiap masuk arena pertarungan. Sumut berharap banyak pada mental petarung Tantri untuk meraih emas di PON XVIII September nanti.

“Sudah pulih. Sejak keluar dari meja operasi perkembangan cedera saya cepat. Sekarang dalam masa penguatan dengan bersepeda dan lari. Untuk tahapan 100 persen pun belum. Sekitar 75 persenlah tapi September nanti sudah ready untuk PON,” katanya ditemui di sela-sela perhelatan Kejurda Forki Sumut Minggu (6/5) kemarin.

Karateka kelahiran Juli 1985 ini menyimpan rasa penasaran yang tinggi karena kegagalan di SEA Games itu. Pun juga dengan emas PON. Pasalnya empat tahun lalu, Tantri juga harus puas dengan perunggu karena cedera.
“Empat tahun lalu hanya dua perunggu. Itu pun juga saya cedera di rahang. Jadinya tidak maksimal. Ya sangat penasaran dengan emas PON di keikutsertaan saya yang kedua ini,” ujar karateka asal Perguruan Inkanas Sumut ini.

Persiapan pun sudah digeber Tantri. Meski tidak dibebankan emas dari Forki Sumut namun mental juara membuat tekadnya tertuju pada posisi teratas. Mental yang telah dibentuk sejak terjun di karate di usia 9 tahun. Prestasi menjadi harga mati ketika sudah banyak yang dikorbankan. Kuliahnya di UMSU jurusan Manajemen terbengkalai. Begitu juga dengan pekerjaan di Bank Sumut yang tidak bisa dilakukannya dengan maksimal karena harus berlatih dan bertanding.

“Sudah banyak yang dikorbankan. Kuliah saya belum selesai. Kerjaan juga terpaksa izin karena harus berlatih. Jadi harus menjadi yang nomor satu. Tidak ada dibebankan emas dari Forki Sumut. Tapi dari pribadi kita tetap mau emas. Apalagi semua tentu punya gengsinya sendiri-sendiri,” tambahnya.

Bersama yang lain Tantri terus berlatih intens demi mencapai targetnya dibawah asuhan pelatih Delphinus dan Mika. “Seminggu kita latihan dua kali. Hanya libur di Kamis dan Senin pagi. Kabarnya juga akan ada latih tanding ke luar negeri dan beberapa try out lainnya,” katanya.

Apalagi ia menyadari peta kekuatan cukup kompetitif. Ia menyebut Jateng dan Sulawesi Selatan sebagai rival yang harus diwaspadai. “Ada Puspita dari Jawa Tengah dia rival saya sejak junior. Di PON 2008 lalu saya kalah di semifinal dari dia. Tapi di Piala Kasad sebagai even paling bergengsi di karate saya menang. Juga ada Ayu Syahfitri dari Sulsel. DKI dan Jabar juga harus diwaspadai. Termasuk tuan rumah,” tambah Best of The Best Piala Kasad 2010 itu.
Sebagai senior di tim karate Sumut, Tantri juga tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Meski terkadang jenuh dengan dunia yang digelutinya, namun ia harus menjadi panutan bagi para juniornya. “Jenuh itu pasti ada. Terkadang mau latihan rasanya malas. Tapi saya harus menjadi motivator bagi para atlet muda. Apalagi saya termasuk senior. Jadi ada tanggung jawab dan disiplin,” pungkasnya. (*)