Home Blog Page 13552

Ribuan Kapsul Berisikan Daging Bayi Ditemukan

SEOUL – Pihak bea dan cukai Korea Selatan (Korsel) mendapat temuan yang mengejutkan. Ribuan kapsul berisi daging bayi yang sudah diubah menjadi bubuk berhasil mereka sita.

Lebih dari 17 ribu kapsul tersebut diselundupkan dari China ke Korsel. Kapsul-kapsul itu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit keras, tetapi ternyata usai diselidiki kapsul itu justru dianggap berbahaya.

Penemuan mengerikan memang berasal dari China, para petugas medis yang korup diyakini menyelundupkan bayi tak bernyawa hasil aborsi atau pun bayi yang baru lahir. Kemudian, mayat dari tubuh kecil itu dibeli dan disimpan dalam lemari pendingin dari pelaku.

Modus berikutnya lebih mengerikan lagi, saat pelaku pembuat kapsul ini membawa bayi-bayi tersebut ke klinik dan ditempatkan di semacam oven khusus untuk kepentingan medis. Setelah kulit dari mayat mengering, para pelaku kemudian menghancurkannya dan memerosesnya ke dalam kapsul.
Pembuat kapsul ini mencampurkan daging yang sudah dihancurkan itu dengan berbagai macam ramuan. Itu dimaksudkan agar petugas bea dan cukai serta penyelidikan, tidak dapat mengetahui bahan asli dari kapsul mengerikan ini. Demikian diberitakan AFP, Selasa (8/5).

Penemuan ini sebenarnya sudah didapatkan sejak Agustus tahun lalu. Namun pihak bea cukai Korsel terus melakukan penyelidikan guna mencari bukti kuat, bahwa isi kapsul itu memang berisi daging bayi tak berdosa.

Pihak Pemerintah China diyakini mengetahui penjualan ini, dan mereka pun berusaha untuk menghentikan kapsul-kapsul di jual keluar Negeri Tirai Bambu. Tetapi puluhan ribu paket berhasil masih ke wilayah Korsel.

Warga China memang amat menyukai pengobatan alternatif, termasuk mengkonsumsi tanduk badak yang sudah dibuat menjadi bubuk. Secara historis, beberapa dari mereka juga masih mengkonsumsi plasenta manusia untuk meningkatkan kinerja pembuluh darah. (net)

Samantha Stosur Terus Melaju

SAMANTHA Stosur dan Li Na berhasil memenangi laga keduanya di Madrid Open 2012. Di partai lainnya, eks petenis nomor satu dunia Venus Williams dihentikan oleh Angelique Kerber.

Usai bermain tiga set di laga pembuka, Stosur lagi-lagi dibuat kerja keras. Melakoni duel babak kedua kontra Christina McHale dalam yang berakhir Selasa (8/5) dinihari WIB, Stosur menang susah payah 6-2 4-6 6-0.

Petenis non unggulan asal Republik Ceko Petra Cetkovska akan menjadi lawan Stosur selanjutnya untuk satu tempat di perempatfinal.
Sementara itu, langkah Li Na masih mulus di turnamen ini dengan kemenangan mudah 6-3 6-1 atas petenis wild card tuan rumah Silvia Soler-Espinosa.
Juara bertahan Prancis Terbuka akan menghadapi Kerber di babak ketiga. Di partai sebelumnya, petenis unggulan 12 asal Jerman itu menghantam Venus 6-4 6-1.

Di kelompok putra, sebagian petenis udah menyelesaikan babak pertama. Mereka yang lolos adalah Mikail Youhzny, Victor Troicki, Ryan Harrison, Nicolas Almagro dan Igor Andreev. Marcos Baghdatis langsung tersingkir usai menyerah dari Guillermo Garcia-lopez dan setali tiga uang dengan Victor Hanescu yang ditundukkan Daniel Gimeno-Traver. (bbs/jpnn)

Ledakan di Kolam Renang Rumah Hatta Rajasa

JAKARTA – Sebuah insiden ledakan terjadi di kediaman pribadi Menko Perekonomian Hatta Rajasa kemarin (8/5). Peristiwa tersebut terjadi di kolam renang di rumah Hatta Rajasa di Perumahan Golf Mansion Nomor 26, Jalan RS Fatmawati, Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Informasi di Polres Jakarta Selatan menyebutkan, suara ledakan terdengar sekitar pukul 17.30. Dalam peristiwa tersebut, seorang pekerja bernama Caca mengalami luka. “Terjadi (ledakan) di kolam renang milik beliau (Hatta Rajasa),” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombespol Imam Sugiyanto saat dihubungi kemarin.

Menurut Imam, ledakan terjadi saat Caca membersihkan kolam. Kolam itu berjarak sekitar 50 meter dari rumah ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kepastian penyebab ledakan. Yang jelas, saat itu Caca mengaduk kaporit dan air di sebuah ember. “Kami masih dalami, bahan sedang dikirim ke labfor. Seharusnya kaporit dengan air tidak meledak. Kami duga, itu potasium klorat atau karbit,” kata Imam.   Akibat ledakan tersebut, Caca mengalami luka dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Fatmawati, Jakarta Selatan.(jpnn)

Kapolresta Medan Ogah Komentari Tangkap Lepas Palar

Kasus Judi Leng yang Melibatkan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat

MEDAN- Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Medan, Komisaris Besar (Kombes) Pol Monang Situmorang tidak merespon pertanyaan wartawan terkait dilepaskannya anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat Sumut, Palar Nainggolan yang tertangkap bermain judi leng beberapa hari lalu.
Sikap itu ditunjukkan Monang, seusai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi A DPRD Sumut dan pihak Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Selasa (8/5).

Perwira pangkat tiga melati ini, lebih banyak diam dan hanya sedikit mengeluarkan jawaban.
Monang sempat berjanji, pihaknya akan terus menangani kasus tersebut.
“Kepolisian sudah menangani. Kita lanjutkan,” jawabnya singkat.

Sementara itu, puteri Palar Nainggolan yang juga anggota dewan Kota Medan, Damai Yona Nainggolan marah ketika dikonfirmasi Sumut Pos, melalui seluler.

Dikatakannya, tidak perlu lagi konfirmasi atau klarifikasi kepadanya terkait masalah itu. Terlebih berita ayahnya, Palar Nainggolan yang tertangkap petugas kepolisian saat bermain judi leng.

“Untuk apalagi saya komentari, sudah terbit di koran. Harusnya klarifikasi ke saya dulu. Jadi mau apa yang saya komentari,” jawabnya.
Saat disinggung, kebebasan ayahnya setelah ditangkap polisi Damai Yona langsung mematikan ponselnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Sumut, Tahan Manahan Panggabean memberikan jawaban diplomatis.

“Proses tengah berjalan di kepolisian. Partai Demokrat (PD) serahkan ke Dewan Pengawas PD. Biarlah polisi yang menangani. Statement resmi Kapolresta Medan, Kasat Reskrim Polresta Medan kan sudah ada, katanya akan ditangani. Ya, komisi pengawas yang berstatement,” jawabnya.
Lebih lanjut, Tahan mengaku, akan ada pembahasan di partai dan akan ditindaklanjuti, untuk pemberian sanksi tegas kepada Palar Nainggolan. Namun, Tahan tidak bersedia menyebutkan sanksi tegas seperti apa.

“Pastinya akan ada sanksi tegas. Proses hukumnya dilakukan kepolisian,” ujarnya lagi.
Sedangkan Palar Nainggolan yang berulang-ulang dihubungi Sumut Pos tidak mengangkat teleponnya. Begitu juga, layanan pesan singkat yang dilayangkan wartawan ke ponselnya, hingga berita diturunkan belum juga dibalas.

Sementara itu, pengamat sosial Wara Sinuhaji menilai, kinerja Polresta Medan dalam memberantas judi di Kota Medan patut dipertanyakan. “Saya heran, kenapa polisi tidak menahan mereka? Padahal barang bukti sudah lengkap dan mereka tertangkap tangan. Polresta jangan diskriminatif dalam menegakkan hukum. Kenapa orang kecil yang tertangkap main judi leng di pinggir jalan langsung ditahan, sementara Palar Nainggolan Cs tidak ditahan. Inikan aneh? Ada apa sebenarnya? Apa karena dia anggota dewan?” kata Wara Sinuhaji. Pengamat Hukum dan Kriminolog Fakultas Hukum UMSU, Nursariani Simatupang mengatakan, kasus Palar in seharusnya dihindarinya. Ia menganggap Palar bak pahlawan bertopeng. (ari/ade)

3 Gaya Bercinta yang Bisa Bikin Langsing

Posisi bercinta ternyata tidak hanya bisa memuaskan hasrat Anda saja dalam berhubungan intim, tetapi ada manfaat lain yang bisa diambil dari penggunaan posisi bercinta dengan pasangan anda.

Penelitian yang dilakukan oleh pakar seks di Jerman,  mengungkap fakta menarik dari penggunaan posisi bercinta dengan pasangan anda.
Hasil penelitian yang dilakukan kepada 5000 pasangan suami istri menunjukan bahwa ada beberapa jenis gaya bercinta yang dapat menurunkan berat badan yang fantastis.

Sebanyak 5000 pasangan suami istri itu diminta melakukan seks dengan posisi berdiri paling sedikit sekali dalam sehari selama satu minggu. Dan hasilnya luar biasa, setelah 14 hari peserta wanita mengalami penurunan berat badan sebanyak 3/5 kg.
Selain bercinta dengan posisi berdiri, hasil penelitian merekomendasikan tiga posisi bercinta agar tubuh jadi langsing sebagaimana di kutip dari situs askdanandjennifer berikut ini.

Posisi 69

Saat melakukan posisi ini biasanya Anda menahan tubuh dan kepala terangkat ke atas. Agar bisa sekalian berolahraga, cobalah sedikit bervariasi, ganti posisi Anda melakukan seks oral pada pasangan dengan posisi seperti setengah push up.

Gerakkan seluruh pundak dan dada Anda, bukan hanya kepala dan leher. Gunakan lengan Anda untuk menahan berat tubuh.

Posisi Squat

Posisi squat sebenarnya variasi dari posisi bercinta woman on top. Pada posisi ini Anda seperti berjongkok saat berada di atas pasangan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sekaligus sambil olah tubuh, posisi jongkok tadi diubah seperti squat jump. Memang melakukan posisi tersebut akan sedikit melelahkan, namun sudah pasti bisa membakar kalori Anda.

Lakukan posisi tersebut berulang-ulang, sampai Anda lelah atau sampai pasangan mencapai klimaks. Dengan posisi ini, Anda bisa sekalian membuat otot kaki lebih kuat

Posisi partisipatif misionaris

Saat melakukan posisi bercinta misionaris, wanita cenderung pasif. Wanita membiarkan pasangannya bekerja sendiri. Untuk menurunkan berat badan, cobalah posisi partisipatif misionaris.

Dalam posisi ini Anda dituntut aktif berperan serta dalam bercinta. Saat si dia menurunkan badannya, cobalah Anda angkat setengah badan Anda seperti akan sit up. Tahan posisi tersebut selama beberapa waktu. (bbs/net)

Roh Pendidikan Semakin Hilang

Benni Sinaga

Di zaman yang semakin edan ini tidaklah sesuatu hal yang mengherankan jika kita melihat bahwa biaya pendidikan relatif mahal. mulai pendidikan dasar, pendidikan menengah sampai perguruan tinggi tengah beroperasi layaknya perusahaan yang berorientasi pada priofit (keuntungan).
Di berbagai tingkatan sekolah, saat ini kita kenal  dengan sekolah berbiaya tinggi seperti jalur internasional, ekstensi dan mandiri. Sayangnya biaya yang mahal itu justru dibebankan kepada rakyat.

Maka jalur-jalur seperti ini jelas tidak bersahabat dengan rakyat miskin karena penuh dengan diskriminasi antara yang miskin dan yang kaya, paling tidak kita dapat lihat dengan munculnya kelas-kelas sosial dalam sekolah. Dari tingkatan yang paling mahal yang diduduki oleh yang kaya sekaligus elit yakni Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Jatah masyarakat kelas miskin hanyalah mengharapkan sekolah bertaraf lokal dan nasional (reguler). Benarkah pembukaan jalur-jalur bertaraf internasional ini menunjukkan langkah keseriusan pemerintah  dalam rangka peningkatan  kualiltas pendidikan nasional sehingga mampu mengejar ketertinggalan dan sejajar dengan kualitas pendidikan internasional atau malah hanya sekadar usaha menaikkan biaya pendidikan menjadi setara dengan harga internasional? (bertaraf internasional atau bertarif internasional?).

Keluarga besar guru di negeri ini patut berduka atas sandiwara ujian nasional (UN) yang sampai hari ini tetap dilaksanakan serta dijadikan “syarat mutlak” kelulusan dan satu-satunya penentu kelulusan siswa.

Pengalaman dari tahun ke tahun (sejak tahun 2003) ujian nasional jelas tidak meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan seperti yang dimaksudkan para pejabat yang terhormat yang memprakarsai program dan sistem ujian nasional ini.

Bahkan sebaliknya, cukup banyak pihak (sekolah, guru, siswa, orangtua siswa dan pihak lain) yang menjadi korban sebagai dampak dari ujian nasional tersebut. Banyak pihak terkait yang ikut ambil bagian “dipaksa” tunduk dan akhirnya berbuat curang bahkan menghalalkan segala cara untuk lulus dan meluluskan siswa di atas 90 persen.

Sehingga hal itu dianggap prestasi dalam pendidikan kita. Guru-guru dipaksa sistem untuk mengingkari hati nuraninya, dengan sadar ikut berbuat curang dengan membantu membocorkan soal, menjawab soal dan memberikan jawaban atau setidaknya mendiamkannya karena takut pada sistem dan ketidak berdayaan.

Di sisi lain guru-guru yang berani melawan kecurangan tersebut tidak mendapat jaminan perlindungan dari panitia penyelenggara UN ataupun pemerintah. Mereka dianggap pemberontak sehingga wajar bila diintimidasi, dilemahkan bahkan diberhentikan dari profesinya. Layakkah kecurangan dan pembodohan seperti ini dilakukan di lembaga pendidikan sebagai lembaga pembentuk generasi bangsa?

Sudah selayaknya kaum guru berduka atas beberapa kebijakan salah kaprah pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas guru, utamanya sertifikasi guru yang sampai kini masih berlangsung.

Sesungguhnya jika kita melihat secara langsung bahkan dari luar sekalipun tidak ada pihak bahkan seorang guru sekalipun yang berani dapat membuktikan peningkatan kualitas pendidikan melalui sertifikasi guru seperti saat ini.
Sertifikasi ini ternyata tidak menjawab lahirnya guru-guru berkualitas. Sebaliknya yang terjadi adalah bergesernya nilai-nilai keguruan yang sejatinya adalah pengabdian menjadi ke arah pengerukan uang semata, bahkan menimbulkan kesenjangan sosial di kalangan para guru yang mengakibatkan kemalasan dan melemahnya semangat guru dalam mengabdi di sekolah.

Betapa tidak, panitia penyelenggara tidak serius dalam mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Bahkan dalam serangkaian proses sertifikasi itu sendiripun hampir seluruhnya kita temukan praktik-praktik korupsi, kolusi maupun nepotisme. Sering juga disebut bahwa sertifikasi guru adalah ajang menghambur-hamburkan uang rakyat yang notabene berasal dari APBN. Hal senada juga marak terjadi dalam penyelengaraan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sarat dengan penyimpangan dan penggunaan dana yang tidak tepat sasaran.

Bantuan yang diberikan pemerintah ke sekolah-sekolah mencapai Rp557.000/siswa/tahun. Coba kita bayangkan bila sebuah sekolah berjumlah 500 siswa maka uang yang diterima mencapai Rp278.500.000/tahun. Dana yang begitu menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah tersebut. Namun apa yang kita lihat, dan apa yang berubah dari sekolah tersebut, bukannya semakin maju atau jalan di tempat, melainkan semakin bobrok.

Daftar hitam prestasi pemerintah, yang sekaligus duka bagi guru-guru ditambah dengan kegagalan Lembaga Penghasil Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam memproduksi serta menghasilkan guru-guru yang berkualitas.

Dalam hal ini demi kemajuan bangsa serta lahirnya guru-guru berkualitas, sudah seharusnya setiap lembaga penghasil guru baik swasta maupun negeri dengan rendah hati berani introspeksi diri dan mengevaluasi lembaganya masing-masing serta bangkit melakukan perubahan lebih baik.
Dampak rusaknya dunia pendidikan. Apakah demikian rusaknya dunia pendidikan kita saat ini? benarkah manusia-manusia yang dihasikan oleh dunia pendidikan kita saat ini adalah orang-orang yang kerdil, pesimis, pecundang, buas dan serakah?, mengapa demikian? akan seperti apakah pendidikan di bangsa ini nantinya? kontribusi apa yang bisa kuberikan demi kemajuan pendidikan di bangsa ini? Sebagai guru khususnya serta sebagai anak-anak bangsa yang diproduksi dari dunia pendidikan, sudah selayaknya pertanyaan-pertanyaan serupa terlontar di benak kita, dan mari kita jawab bersama.
Pendidikan sejatinya adalah memanusiakan manusia. Namun semuanya itu tinggal simbol belaka dan menyisakan kehancuran yang berdampak kompleks dan sistemik, bukan hanya pada dunia pendidikan itu sendiri, melainkan ke seluruh sektor di negeri ini. Berbagai permasalahan serius di negeri ini yang tak kunjung usai.

Kemiskinan yang semakin beranak-pinak, kejahatan yang semakin merajalela, ketidakpastian hukum yang seenaknya diperjual-belikan, kepemimpinan yang tidak mau melayani, para wakil rakyat yang tidak peduli dengan jeritan rakyat, dipeliharanya para kaum kapitalis dan raja-raja kecil yang tidak memperdulikan nasib rakyat kecil dan masih banyak lagi. kalau saya boleh mengatakan bahwa kesemuanya itu adalah potret dari produk gagal dunia pendidikan kita.

Saatnya guru indonesia berani bangkit dan bertindak

Guru adalah ujung tombak pendidikan. Dari sekian banyak pelaku pendidikan di negeri ini hanya para gurulah yang bersentuhan langsung degan siswa. Setiap hari Selama enam tahun duduk di bangku Sekolah Dasar, tiga tahun di SMP, dan  tiga tahun dibangku SMA, siswa bersama-sama dengan guru, bercengkrama menghabiskan hari-hari dalam kegiatan belajar mengajar di dalam dan di luar kelas, bahkan di luar sekolah sekalipun. Peran seorang guru tentu cukup berpengaruh dan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

Karena itu jika kita (para guru) masih punya hati nurani, masih punya akal sehat, jika guru indonesia hari ini masih punya mimpi besar bahwa suatu saat  cepat atau lambat pendidikan di bangsa ini akan mencapai titik puncak demokratis, pendidikan menjadi milik semua kalangan, maka bukan hal mustahil pendidikan kita  akan menghasilkan manusia-manusia cerdas, bermoral, beradab dan membebaskan maka peran strategis sang guru itu harusnya di kembalikan pada fungsi dan jalurnya tanpa mau diombang-ambingkan oleh pihak-pihak yang “berkepentingan”. (*)

Penulis adalah Dosen dan Ketua Investigasi
KAMG aktif di campus Concern Medan

Untuk Kaki Indah dan Sehat

Leg Paraffin Wax

Penampilan seseorang tak hanya tergantung dari wajah yang cantik, mulus, dan kulit putih. Karena tiap jengkal dari tubuh kita juga perlu perhatian, selain kesehatan juga keindahan. Salah satu bagian tubuh yang acap mendapat perhatian khusus karena menjadi pendukung penampilan adalah kaki.

Karena banyak masalah yang bisa timbul gara-gara kurang peduli terhadapkesehatan kaki.Sebut saja kaki yang lelah mungkin karena kelebihan berat badan sehingga tidakmampu menopang aktivitas yang berlebih dan pemakaian alas kaki yang kurang sesuai. Problem lainnya juga kerap ditemui seperti kaki kering, kapalan, berbau, tidak sedap, berkeringat, berjamur, mata ikan serta tumit pecah-pecah.

Ada beberapa cara dalam dunia kecantikan untuk membantu meringankan keluhan dan mengembalikan keindahan kaki. Khusus untuk perawatan kaki, leg paraffin wax patut dicoba.  “Paraffin dalam dunia kecantikan kulit memiliki peran unik. Campuran hidrokarbon yang dikenal untuk membuat lilin dan sebagai pelapis kedap air itu mulai dikembangkan manfaatnya untuk kecantikan kulit. Selain menjaga kehalusan kulit kaki serta membuat rileks, paraffin biasa digunakan untuk waxing (mencabut rambut-rambut halus di tubuh),” kata Dharma Eka selaku Owner Jari Jemari Family Therapy Center, di Jalan Setia Budi Komplek Setia Budi Point Blok C 34 Medan.

Menurutnya, paraffin akan sangat membantu seseorang yang memiliki masalah kulit kaki yang kering dan membutuhkan pelembab. Masalah kaki seperti mata ikan, kapalan atau telapak pecah-pecah pun bisa diatasi dengan perawatan itu. “Kulit jadi lebih lembut, lembab, dan kuku menjadi sehat,” ujarnya lagi.

Sebelum melakukan leg paraffin wax, katanya, alangkah baiknya terlebih dahulu diawali reflexy sekitar 1 jam agar hasilnya lebih maksimal. “Kaki direndam dengan air hangat dan campuran minyak khusus agar sel kulit mati hilang. Lalu kaki diberi pijatan ringan. Ini dilakukan agar customer merasa lebih nyaman dan segar,” terangnya.

Kemudian dilanjutkan dengan leg paraffin wax. “Lilin khusus tadi dicairkan lalu dioles ke kaki dengan menggunakan kuas. Setelah itu, kaki dibungkus plastik khusus selama 15 menit untuk menjaga kehangatannya. Lalu dibersihkan lagi dan diberi pijatan ringan,” urainya.

Jari Jemari Family Therapy Center sendiri memiliki tempat yang nyaman dan tenang dan dikhususkan untuk keluarga. Fasilitas yang lengkap menjadi nilai tambah. Teknik pijatan tradisional dengan massage oil alami yang digunakan dalam setiap treatmentnya sangat baik untuk tubuh. “Kita lebih ke arah pijatan. Karena pijatan ini sangat baik untuk tubuh yang terasa capek. Customer akan merasa lebih rileks. Selain itu, karyawan kita memag sudah terlatih. Terlebih lagi, tempatnya yang sangat nyaman dan jauh dari kebisingan. Untuk setiap treatment harganya sangat terjangkau. Jadi, apa salahnya mencoba?,” bebernya. (mag-11)

Air Macet, Pelanggan Demo

BELAWAN- Diduga akibat pendistribusian air bersih dari PDAM tidak lancar, belasan warga yang mayoritas ibu-ibu yang tinggal di Jalan  Young Panah Hijau Lingkungan V Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan, Selasa (8/5) kemarin demo ke kantor Cabang PDAM Tirtanadi Jalan
Sumatera, Belawan.

Dalam aksi tersebut, para ibu rumah tangga ini mengaku meski selama tiga bulan terakhir kondisi pendistribusian air bersih sering macat dan mati, namun petugas dari PDAM Tirtanadi mengutip bayaran rekening air tanpa memperdulikan keluhan yang sebelumnya pernah diutarakan pelanggan.
“Ini tidak adil, bayangkan saja sudah tiga bulan air PDAM di lingkungan kami mati tapi petugasnya tetap melakukan pengutipan pembayaran rekening air. Asal ditanya soal air di tempat kami tak mengalir petugas selalu berdalih,” kata Salmah (46) seorang warga.

Menurut ibu beranak empat ini akibat kondisi air yang kerap bermasalah di lingkungan membuat mereka kelimpungan mencari pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Kalau untuk kebutuhan minum kami beli air galon, tapi kalau untuk mencuci masak dan mandi terpaksa kami beli dan mengangkat air dari sumur bor warga yang jaraknya cukup jauh,” ungkapnya.

Tuntutan para ibu-ibu ini kemudian ditanggapi petugas PDAM Tirtanadi Cabang Belawan. Lima orang perwakilan warga kemudian dipersilakan ke kantor untuk menyampaikan aspirasinya. Dalam pertemuan tersebut para ibu-ibu harus tetap menahan rasa kekecewaanya. Pasalnya, pihak Tirtanadi mengakui soal kebobrokan pelayanannya dan terkesan sulit untuk melakukan pembenahan terkait pelayanan pendistribusian air bersih di Kota Medan.
“Dari pertemuan tadi PDAM mengakui soal  macetnya penyaluran air karena adanya kerusakan pipa di kawasan Martubung, dan katanya masih dalam proses perbaikan hingga tiga bulan kedepan,” beber Sri Hartati salah seorang perwakilan warga.

Dengan raut wajah kecewa, akhirnya para ibu-ibu inipun meninggalkan kantor PDAM Tirtanadi cabang Belawan. “Mau bilang apalagi, terpaksa kami (warga) juga yang menahankannya. Kalau kita mau ribut air tetap juga tak jalan,” keluhnya.(mag-17)

Mantan Dirut RSU Djoelham Dibidik

BINJAI- Penyelidikan dan pengungkapan kasus dugaan korupsi dana jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) TA 2009-2010 senilai Rp11,3 miliar di Dinas Kesehatan Binjai terus berlanjut. Kali ini, petugas kepolisian tengah melengkapi berkas ke Kementerian Kesehatan di Jakarta.

“Ya, saat ini kita sudah mengutus tim untuk melengkapi berkas dugaan korupsi dana Jamkesmas ke Kemenkes di Jakarta,” kata Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP Aris Fianto, kemarin (8/5).

Aris mengungkapkan, sejauh ini pihaknya terus mendalami kasus tersebut untuk menentukan tersangka dalam kasus ini.
Soalnya, kata dia, ada tiga pejabat RSU dr Djoelham yang sudah dimintai keterangannya dan bakal dijadikan tersangka. “Tapi kita belum tetapkan siapa tersangkanya, karena masih ada data yang perlu kita dalami, makanya tim kita berangkatkan ke Jakarta,” ulangnya.

Senada dengan Kasat Reskrim Polresta Binjai, Kanit Tipikor Polresta Binjai Ipda Bambang Tarigan pernah mengungkapkan, Polres Binjai akan melakukan gelar perkara di Mapolda Sumut sebelum menentukan siapa yang akan menjadi tersangka dalam kasus penyelewangan dana Jamkesmas tersebut.
“Kita gelar perkara dulu baru menentukan siapa tersangkanya,” imbuh Bambang.

Bambang kembali menegaskan, tiga mantan Direktur RSU Djoelham yang bakal dijadikan tersangka yaitu, dr Fuad El Murad, Srihartati, dan Susyanto. Namun, dirinya belum bisa memastikan kapan ketiganya diberi status dimaksud. “Secepatnyalah kita tetapkan tersangka, saya pun tidak mau main-main dalam menangani kasus ini,” tegas Bambang.

Sebelumnya, kasus dugaan penyelewengan ini adalah penyalah gunaan anggaran Jamkesmas yang tidak sesuai dengan peruntukannya.(ndi)
, karena dana kesehatan tersebut digunakan untuk membeli lembu dan sirup jelang lebaran idul fitri.
Sepanjang penyelidikan, ditemukan ada dugaan penyelewengan dana sebesar Rp600 juta. Pun begitu, petugas kepolisian tak tergesa-gesa menentukan tersangka dalam perkara dimaksud. “Belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka,” pungkas Kasat Reskrim Polresta Binjai, kemarin. (ndi)

Dukun Tipu Nenek 61 Tahun

LUBUK PAKAM- IA (36) warga Dusun VI Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai dituduh menipu seorang nenek Halimah (61) warga Jalan Sultan Hasanuddin Lubukpakam senilai Rp60 Juta. Modusnya IA dijanjikan dapat mengubah 3 batang kuningan menjadi batangan emas murni.
Sedangkan IA sendiri diserahkan keluarga korban ke Mapolres Deliserdang, sebagai bukti penipuan itu korban turut menyerahkan barang bukti sebuah kotak perhiasan emas dari kayu dibungkus sehelai kain putih yang didalamnya berisi 10 buah gelang imitasi, 2 buah gelang imitasi, 3 untai kelung imitasi, 4 cincin imitasi, dan 3 buah batang kuningan.

Sebelumnya Halimah dan AI sudah lama kenal, karena Halimah pernah berobat kepada tersangka. Maret 2012 lalu. Kemudian AI menunjukkan sebuah kotak berisi 3 batang kuningan, dengan mengatakan bisa merubah kuningan itu menjadi emas asal Halimah dapat memenuhi persyaratannya senilai Rp60 Juta. (btr)