Home Blog Page 13553

Milik The Blues

CHELSEA vs LIVERPOOL

LONDON- Piala FA milik Chelsea. Penegasan itu terjadi saat tim asuhan Roberto Di Matteo menggulung ambisi Kenny Dalglish mempersembahkan piala dari kompetisi tertua Inggris itu untuk The Reds di stadion kebanggaanInggris, Wembley.

Ini menjadi gelar pertama Chelsea musim ini. Teristimewa bagi pelatih Roberto Di Mateo yang juga membawa anak asuhnya hingga di final Champions.
Chelsea berhasil unggul di menit ke-11. Berawal dari sebuah serangan balikn cepat, umpan Juan Mata kepada Ramires berhasil diterima pemain Brasil itu dengan baik. Ramires berhasil melewati hadangan Enrique dan melepaskan tendangan keras ke tiang dekat. Bola mengenai kaki Reina dan bergulir ke gawang. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua, Chelsea berhasil mencetak gol kedua di menit ke-52 melalui tendangan kaki kiri Drogba dari dalam kotak penalti.
Liverpool berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-64. Tendangan keras kaki kiri Carroll di dalam kotak penalti tidak bisa dihadang Terry maupun Cech. Bola menghujam deras ke gawang Chelsea.

Liverpool nyaris mencetak gol di menit ke-81. Sundulan Carroll menerima umpan silang Suarez berhasil ditepis Cech dan bola membentur mistar. Dari tayangan ulang, bola sudah melewati garis tapi belum sepenuhnya. Skor 2-1 bertahan hingga babak kedua usai. (tms)

Anang Ragu, Ashanti Galau

Jelang Pernikahan

Rasa bimbang Ashanty untuk menikah dengan Anang Hermansyah semakin tinggi menjelang pernikahannya pada 12 Mei 2012 mendatang. Tak ayal, gadis 27 tahun kelahiran Jakarta itu semakin ragu untuk menikah.

Di temui di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5) usai fiting baju-nya, Ashanty mengungkapkan, ada muncul pertanyaan di dalam hati tentang pernikahan dengan kekasihnya, Anang Hermansyah.

“Aku suka bertanya sendiri, benar enggak sih aku nikah. Suka timbul pertanyaan-pertanyaan yang ragu saat menjelang hari H,” ujarnya.
Sikap keraguan Ashanty sendiri muncul karena baru kali pertama menikah, sedangkan Anang sudah pernah merajut pernikahan dengan Diva Pop Krisdayanti. Namun, dikarenakan sudah ada ketidak cocokan antara Anang dan Krisdayanti, akhirnya bercerai.

“Sekarang saya banyak melakukan salat dan beristigfar untuk meredam keragu-raguan itu,” sebutnya. Ashanty mengaku, kondisi lelah dan stres membuat keduanya jadi sensitif dan kerap berselisih paham mempersoalkan masalah kecil. Sebelumnya, Ashanty juga pernah mengaku kalau saat pre-wedding dia dan mantan rekan duet Syahrini itu sempat marahan karena beda pendapat.

Sementara, Anang Hermansyah mengaku diterpa rasa galau karena selama satu pekan, Ashanty akan menjalani ritual pingitan.

Kegalauan itu muncul akibat Anang merasa tak bisa jauh dari Ashanty dalam waktu lama. “Nggak enak. Waktu Ashanty ke Barcelona seminggu, aku nggak pernah keluar, di studio terus. Nggak enak saja,” jawab mantan suami Diva Pop, Krisdayanti.

Pasangan yang bertunangan 25 November 2011 itu akan menikah 12 Mei 2012 di Masjid Masjid Al-Bina, Jakarta Selatan. Sementara resepsi pernikahan dilangsungkan 20 Mei 2012 di Grand Ball Room Hotel Sangri-La Jakarta.  (bbs/jpnn)

Aurel dan Azriel Minta Anak Kembar

Rasa bimbang Ashanty untuk menikah dengan Anang Hermansyah semakin tinggi menjelang pernikahannya pada 12 Mei 2012 mendatang. Tak ayal, gadis 27 tahun kelahiran Jakarta itu semakin ragu untuk menikah.

Di temui di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5) usai fiting baju-nya, Ashanty mengungkapkan, ada muncul pertanyaan di dalam hati tentang pernikahan dengan kekasihnya, Anang Hermansyah.

“Aku suka bertanya sendiri, benar enggak sih aku nikah. Suka timbul pertanyaan-pertanyaan yang ragu saat menjelang hari H,” ujarnya.
Sikap keraguan Ashanty sendiri muncul karena baru kali pertama menikah, sedangkan Anang sudah pernah merajut pernikahan dengan Diva Pop Krisdayanti. Namun, dikarenakan sudah ada ketidak cocokan antara Anang dan Krisdayanti, akhirnya bercerai.

“Sekarang saya banyak melakukan salat dan beristigfar untuk meredam keragu-raguan itu,” sebutnya. Ashanty mengaku, kondisi lelah dan stres membuat keduanya jadi sensitif dan kerap berselisih paham mempersoalkan masalah kecil. Sebelumnya, Ashanty juga pernah mengaku kalau saat pre-wedding dia dan mantan rekan duet Syahrini itu sempat marahan karena beda pendapat.

Sementara, Anang Hermansyah mengaku diterpa rasa galau karena selama satu pekan, Ashanty akan menjalani ritual pingitan.
Kegalauan itu muncul akibat Anang merasa tak bisa jauh dari Ashanty dalam waktu lama. “Nggak enak. Waktu Ashanty ke Barcelona seminggu, aku nggak pernah keluar, di studio terus. Nggak enak saja,” jawab mantan suami Diva Pop, Krisdayanti.

Pasangan yang bertunangan 25 November 2011 itu akan menikah 12 Mei 2012 di Masjid Masjid Al-Bina, Jakarta Selatan. Sementara resepsi pernikahan dilangsungkan 20 Mei 2012 di Grand Ball Room Hotel Sangri-La Jakarta.  (bbs/jpnn)

Syahrini tak Diundang

Untuk kedua kalinya musisi Anang Hermansyah membuat sejarah, setelah gagal dengan Krisdayanti mengarungi bahtera rumah tangga. Kini, pria asal Jember-Jawa Timur itu menikahi Ashanty pada 12 Mei 2012. Namun, Anang tak akan mengundang Syahrini mantan rekan duetnya.

Dengan berdiplomasi, Anang membeberkan alasannya tak mengundang Syahrini. “Kemarin aku telepon ke Jember, ada wejangan luar biasa begini ‘Le kalau tahu jalan itu lobang banyak kerikil jangan dilewati, cari jalan aman saja’. Aku tanya ke kakaknya jawab begitu juga, tanya ke pesantren dijawab begitu. Diundang (Syahrini) salah, nggak diundang salah. Sebagai orang dewasa harus berpikir jernih. Tanggung jawab kepada Allah,” ujar Anang didampingi Ashanty saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/5).

Tapi, Ashanty akan mengundang Krisdayanti dalam pernikahannya kelak. “Ibunya anak-anak (Krisdayanti, Red) karena aku kenal dan Mas Anang juga kenal pasti diundang. Kalau nggak ada halangan itu pasti datang sama suaminya,” paparnya.

Begitu juga, ketika ditanyakan ke Ashanty apa mengundang Syahrini, “Aku hanya mengundang yang orang-orang yang aku kenal, nggak tahu kalau Mas Anang,” sebutnya.

Dalam resepsi yang digelar super mewah dan serba hijau pada 20 Mei 2012 di Grand Ballrom Hotel Shangri-La (Jakarta), Anang dan Ashanty menyebarkan 2 ribu undangan. (bbs/jpnn)

Chris John Pertahankan Juara Dunia

Singapura–Chris John berhasil mempertahankan gelar Super Champion kelas bulu WBA hingga 16 kali usai menang angka lawan petinju Jepang, Shoji Kimora.

Bertanding di Marina Bay Sands, tadi malam, petinju yang dijuluki ‘The Dragon’ tersebut menang mutlak setelah tiga juri memberikan angka 117-110, 118-109 dan 118-109.

Chris John tampil dominan sejak babak ronde pertama. Setelah tampil hati-hati, Chris John tampil menyerang di ronde kedua. Beberapa kali pukulannya merepotkan Kimora di mana ia lebih sering melindungi wajahnya.

Chris John terus dominan di ronde berikutnya. Kimora baru bisa bangkit dan berani melepaskan pukulan di ronde kelima. Satu pukulan sempat mengenai Chris John namun tidak sampai membuat ‘The Dragon’ terjatuh.

Kimora yang kelelahan berani melepaskan di ronde ke-10, berulang kali mengangkul Chris John. Hingga memasuki ronde ke-12, Kimora tak sanggup lagi melepaskan pukulan-pukulan berarti, sibuk bertahan dari serangan Chris John.

Kemenangan Chris John ini melengkapi keberhasil Daud Yordan yang di pertandingan sebelumnya berhasil menang KO atas Lorenzo Villanueva. Daud berhasil meraih gelar juara IBO.(bbs)

Lima Kontingen Dominasi MTQ XXXIII

SERGAI- Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST resmi menutup penyelenggaraan Musabaqah Tillawatil Quran (MTQ) XXXIII tingkat Sumatera Utara di Pegajahan, Serdang Bedagai, Sabtu (5/5). Lima kontingen yakni Serdang Bedagai (Sergai), Medan, Deli Serdang, Asahan, dan PTPN Wilayah I tercatat sebagai lima besar atas prestasi yang ditorehkan selama MTQ berlangsung. Selama pelaksanaan MTQ tercatat 1.157 kafilah berpartisipasi dalam berbagai kategori lomba.

Dalam sambutan penutupan, Gatot mengingatkan, penyelenggaraan MTQ adalah upaya menanamkan kecintaan masyarakat pada Alquran dan syiar Islam. Dia merasa salut atas animo masyarakat mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. “Saya cermati masyarakat Sergai tak bosan mengikuti. Mudah-mudahan penyelenggaraan MTQ ini semakin menanamkan nilai-nilai keagamaan di hati masyarakat,” ujar Gatot.

Selama tujuh hari tujuh malam, kata Gatot, Sergai yang disinari nur tillawatil Quran dapat membentuk masyarakat yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Alquran itu mampu menginspirasi orang-orang yang meyakininya. Sebetulnya pembahasan soal hukum dalam Alquran tidak lebih sepuluh persen, selebihnya berisikan dorongan spirit dan motivasi bagi pembacanya agar mampu memecahkan persoalan kehidupan,” ujar Gatot.

Bupati Sergai T Erry Nuradi menjelaskan MTQ XXXIII tahun ini merupakan bagian dari persiapan Sergai sebagai tuan rumah MTQ Nasional dua tahun mendatang. Erry meminta Plt Gubsu agar  mengusulkan Sumut sebagai tuan rumah MTQ Nasional mendatang dengan mengambil lokasi di Sergai. “Kami bangga meskipun baru berusia delapan tahun, kehadiran masyarakat, tamu-tamu istimewa, dan duta-duta besar membuktikan Sergai mampu jadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Ketua Panitia Haris Fadilah menjelaskan pelaksanaan MTQ yang digelar 27 April hingga 5 Mei 2012, berjalan baik. Pameran MTQ XXXIII yang dibuka Ny Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho juga berjalan sesuai target 4.000-5.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp1,2 miliar.

Turut hadir di acara penutupan itu Ketua Lembaga Pengembangan Tillawatil Quran (LPTQ) yang juga Sekdaprovsu Nurdin Lubis, Ketua TP PKK Provsu Ny Hj Sutias Handayani Pujo Nugroho, bupati/walikota di Sumut, para kepala SKPD Provinsi dan Sergai, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sergai. (ril)

Saatnya Berwirausaha

Toga MH Siahaan

Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Mayday. Pada 1 Mei lalu, puluhan ribu bahkan jutaan buruh se Indonesia berunjuk rasa. Mereka menuntut haknya sebagai buruh. Hasilnya, pemerintah menyatakan menghapus system outsourcing yang dianggap selama ini salah satu faktor yang melemahkan posisi tawar buruh.
Gayung bersambut. Pengusaha langsung menyatakan setuju.

Mereka lebih senang mempekerjakan buruh atau karyawan kontrak. Satu dari sejumlah permasalahan terselesaikan. Benarkah demikian? Tunggu dulu.
Sistem outsourcing seperti yang tertuang dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak bisa dengan mudah diubah. Butuh proses panjang yang melibatkan pemerintah dan DPR untuk pembahasan ulang Undang-undang tersebut. Atau bila ingin diamandemen, masih harus disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Diyakini, akan banyak tarik menarik kepentingan untuk membahas undang-undang tersebut. Jadi, belum tentu satu dari sekian banyak masalah yang melemahkan buruh akan terselesaikan. Lantas bagaimana?

Posisi tawar buruh di Indonesia memang sangat lemah. Konon lebih lemah dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Filipina. Salah satu penyebabnya, ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, sementara lapangan kerja terbatas. Kondisi industri tanah air sebagai penyedia lapangan kerja bagi buruh, juga sedang tidak baik-baik amat. Belum lagi ancaman kemungkinan letusan bubble economy, atau imbas gelembung pertumbuhan ekonomi yang semu. Bila ini terjadi, krisis ekonomi yang terjadi 2007-2008 bisa jadi akan terulang. Akan banyak terjadi PHK. Tidak hanya di level buruh, yang namanya pekerja, manajer sekali pun, berpotensi di PHK.

Apa solusi? Salah satu cara yang paling masuk akal, ya punya usaha sendiri. Berwirausaha. Istilah kerennya, entrepreneurship.
Lima hari lalu, Minggu (29/4), di Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa membuka pelatihan wirausaha maju di Surabaya, Jatim. Dalam sambutannya, Hatta Rajasa menyampaikan, Indonesia memerlukan sedikit-dikitnya empat juta wirausaha untuk mendukung sektor perekonomian bangsa agar lebih tangguh di masa depan. Ucapan Hatta ini sebenarnya pengulangan dari apa yang sering diucapkan pengusaha sekelas Ciputra.

Hatta hanya menyebut target pemerintah Indonesia pada 2025 untuk masuk jajaran 10 besar dunia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi tangguh.
Upaya yang dilakukan pemerintah memang belumlah cukup untuk menumbuhkan kewirausahaan. Tetapi, ya sudahlah. Tidak bijak bila hanya mengharapkan dari pemerintah. Toh rakyat kita, termasuk pengusaha kecil, sudah terbiasa berjuang tanpa bantuan dan keberpihakan dari pemerintah.
Yang penting, mulai saja berusaha. Bila belum berani meninggalkan pekerjaan saat ini dan fokus di perusahaan sendiri, ya jadikan sambilan aja. Atau delegasikan pengelolaannya pada pasangan, istri atau suami, anak. Malah bisa mengkaryakan orang lain. Buka lapangan kerja baru.

Seperti teman yang tergiur dengan besarnya peluang bisnis warung kopi (warkop), nekat membuka dan mempekerjakan orang yang masih keluarganya. Cuma jual air dan kopi atau milo sachet plus mie instan plus dua pesawat televisi untuk nonton bareng. Biar klop, menu ditambah nasi goreng dan bandrek susu serta jus. Modalnya relatif terjangkau.

Atau, teman baik yang berkeinginan kuat ingin menanam ubi kayu. Permintaan ubi kayu memang belum mampu dipenuhi petani, sedang harganya cenderung terus meningkat. Intinya, menanam ubi kayu tak ada ruginya, asal tak silap menggunakan dosis pupuk atau lupa pakai kapur untuk penetral tanah. Atau seperti tetangga sebelah yang rela resign dari pekerjaan demi merealisasikan cita-cita, usaha ternak bebek.

Jangan takut gagal. Setidaknya, itu kata para pengusaha yang sudah terlebih dahulu sukses dan para motivator. Dahlan Iskan bahkan berulangkali menegaskan, bersyukurlah kalau sudah pernah gagal berwirausaha. Itu tandanya sudah di depan mata. (*)

Anggota Geng Motor Dibakar Massa

Terjadi di Warnet Sei Sekambing, Medan

MEDAN – Bimo Dwi Cahyo (16) warga Jalan Pabrik Tenun Lorong Suro No 18, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah, nyaris tewas dibakar massa di Jalan Garuda, Kelurahan Sei Sekambing, Medan Sunggal, tepatnya di depan warung internet (warnet) Inti Grafika, Sabtu (5/5) dinihari sekira pukul 01.30 WIB.

Menurut Informasi diperoleh Sumut Pos di Mapolsekta Sunggal menyebutkan, Bimo Dwi Cahyo diketahui seorang anggota geng motor. Peristiwa itu berawal saat sejumlah geng motor datang dari kawasan Sunggal dengan mengendarai sepedamotor berknalpot blong untuk menyerang warnet. Di lokasi warnet, puluhan warga juga tengah berkumpul untuk menjaga warnet tersebut. Ketika geng motor tiba di lokasi dan hendak menyerang, warga malah menghalau dan menyerang mereka hingga bentrok pun tidak terhidarkan lagi.

Dalam bentrok itu, seorang anggota geng motor Bimo Dwi Cahyo, berhasil ditangkap massa dan menghajar serta membakarnya bersama sepedamotor Honda Supra X 125  bernomor polisi BK 5282 IY milik Bimo. Untungnya, petugas kepolisian segara datang ke lokasi kejadian, sehingga nyawa korban dapat diselamatkan. Pun begitu, kedua tangan korban sempat terkena percikan api. Korban pun akhirnya dilarikan petugas ke Rumah Sakit Umum Bina Kasih. Sedangkan, sepedamotor korban diamankan ke Mapolsekta Sunggal.

“Sebelum mereka datang kami sudah berjaga-jaga untuk mengantisipasi tindakan anarkis geng motor yang belakangan ini semakin merajarela. Setelah mereka datang mencoba menyerang warnet, kami pun balik menyerang mereka. Karena sudah berang, kami pun menangkap salah satu dari anggota mereka dan ingin membakarnya bersamaan dengan sepedamotornya,” ujar Sumarji (41) warga Jalan Garuda, Kelurahan Sei Sekambing, Medan Sunggal.
Dia menambahkan, sekitar empat hari lalu, telah terjadi keributan kecil di warnet Inti Grafika antara seorang warga Jalan Garuda dengan seorang anggota geng motor. “Dalam keributan itu, seorang anggota geng motor sempat mengancam warga dan akan kembali datang untuk membalas. Awas kau ya, nanti aku pasti balik lagi,” terang Sumarji menirukan perkataan anggota geng motor.

Dengan ancaman itulah, sejumlah warga Jalan Garuda melakukan penjagaan di warnet Inti Grafika. “Karena ancaman mereka, makanya kami berjaga di warnet ini,” tuturnya.

Kapolsek Sunggal, Kompol Budi Hendrawan, kepada wartawan mengatakan, meski korban berhasil diselamatkan, namun kedua tanggannya sempat terkena api. “Hingga kemarin, kita sudah mengamankan tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Sebagai barang bukti sepeda motor milik Bimo Dwi Cahyo sudah diamankan dan dia masih dalam perawatan di rumah sakit,” terang Budi Hendrawan.

Informasi yang diperoleh di Rumah Sakit Bina Kasih Medan menyebutkan, Bimo Dwi Cahyo mengalami luka pecah bibir bagian atas, pergelangan tangan sebelah kanan dan siku tangan kiri mengalami luka bakar, pipi sebelah kanan memar serta dua gigi bagian atas patah. “Hingga saat ini korban masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa diperbolehkan pulang karena kondisinya masih cukup kritis,” kata Humas Rumah Sakit Bina Kasih Medan Rita.(gus)

Kontes Robot Nasional Regional I Sumatera Diikuti 56 Tim

Potensi Utama mendapat kehormatan sebagai penyelenggara Kontes Robot I Nasional Regional Sumatera.  Diikuti 56 tim robot dari 25 perguruan tinggi se-Sumatera, peserta dituntut memperlihatkan teknologi terbaru.

Kontes yang diselenggarakan Minggu, 5 Mei 2012 ini akan melombakan dua kategori, yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Tiga tim terbaik dalam kontes nantinya mengikuti kontes robot nasional  bersama 5 tim wilayah regional Indonesia lainnya
Pemenang utama kontes tingkat nasional akan mewakili Indonesia mengikuti Asia Pasific Broadcasting Union Robot Contest (Abu Robocorn) 2012 di Hongkong.

“Untuk saat ini kita hanya akan mengambil pemenang dari wilayah I yang akan menjadi wakil untuk ajang Nasional,” ujar Ketua Panitia KRI-KRCI Regional I, M Rusdi Tanjung.

Sedangkan untuk Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) akan bertanding 45 tim robot yang tersebar pada tiga divisi pertandingan, yaitu Divisi Senior Beroda yang diikuti oleh 24 tim, Divisi Senior Berkaki diikuti oleh 15 tim, dan Divisi Liga Sepakbola Robot Humanoid yang akan diikuti oleh 6 tim. Dan juara nasional kontes ini nantinya akan mewakili Indonesia pada Kontes Robot Internasional di Amerika.

“Sama seperti kontes KRI, pemenang dalam regional I ini akan bertanding secara nasional,” ungkap Rusdi.

Salah satu tim yang terbaik dalam kontes ini adalah tim dari Batam, dimana reaksi robot tim ini cukup cepat. Selain itu, tim juga didukung oleh pihak kampus untuk mengembangkan robot ciptaan mereka. Terutama dalam Kontes Robot Indonesia, yang mengambil tema “Gunungan”. Dimana robot akan bekerja dan di nilai sesuai dengan kerja yang mereka lakukan.

“Dengan tema gunung ini, diharapkan robot dapat bekerja dan jangan menyentuh sesuatu yang tidak perlu, karena dapat finalty atau pengurangan nilai,” ungkap Ketua Dewan Juri, Dr Ir Wahidin Wahab.

Dalam pertandingan ini, 1 tim terdiri dari 3 orang, dimana 1 orang akan menjadi driver yang menggerakkan robot, setelah itu melewati rintangan, dan robot otomatis diharapkan bergerak dan mendaki gundukan yang disebut sebagai gunungan. “Bila berhasil, maka peserta akan mendapatkan nilai sesuai dengan rintangan yang dihadapi,” tambahnya.

Guru Besar dari Universitas Indonesia ini menyatakan bahwa antusias dari peserta, terbukti banyak robot hasil kerja mereka sudah mulai menggunakan teknologi terkini. (ram)

Muntah Jadi Alarm Tanda Bahaya

Penanngangan Cepat Selamatkan Korban Keracunan Makanan

Makanan yang dimakan biasa-biasa saja. Namun, jika tiba-tiba mual, muntah, dan pusing, bisa jadi kondisi tersebut pertanda keracunan.

KERACUNAN makanan hendaknya tak diabaikan. Sebab, ada risiko dampak serius keracunan hingga berujung pada kematian.
Misalnya, yang dialami Ponco, yang meninggal karena mengalami dehidrasi. Selain Ponco, istri, anak, menantu, dan cucunya mengalami keracunan setelah makan daging sapi. Namun, kondisi korban yang lain tak separah Ponco (Grup Sumut Pos, Selasa (1/5).

Menurut dr Yudianto, ada beberapa gangguan awal yang menjadi tanda ke racunan. Di antaranya, kram perut, mual, pusing, muntah, dan akhirnya diare. Kejadian mual hingga muntah berlangsung cukup cepat, seti daknya sejam setelah terkonta minasi. ’’Diare baru muncul tiga jam setelah mengalami mual dan pusing,’’ ucapnya.

Biasanya, keracunan sembuh sendiri dalam waktu 24 jam. Namun, ada kalanya gejalanya berlanjut hingga korban muntah lebih dari 3–4 kali. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga 3 jam kemudian.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah diare disertai darah ataupun lendir. ’’Orang terdekat harus langsung memberikan pertolongan pertama agar kondisi korban keracunan tak bertambah parah,’’ terang dokter lulusan FK Unair itu.

Pertolongan pertama adalah minum obat penetral racun (selengkapnya lihat grafis). Salah satunya, norit yang bersifat arang aktif yang mampu menyerap apa pun yang berada di sekitarnya, termasuk racun. Hanya, norit cuma menyerap racun yang masih di saluran pencernaan dan belum ikut beredar dalam darah.
Meski norit mampu menyerap banyak racun, obat tersebut juga menyerap zat gizi dan vitamin di makanan. Karena itu, saat minum obat tersebut, korban harus terus mendapat cairan untuk mengganti zat yang ikut terserap norit. Bila tak tersedia norit, bisa minum air kelapa hijau atau susu.
Susu memiliki kelebihan mengikat racun dalam tubuh agar tak beredar lebih jauh. Susu juga bisa merangsang muntah sehingga makanan beracun bisa ikut keluar.

’’Bila kondisi berlanjut meski sudah diberian pertolongan pertama, segera bawa ke rumah sakit. Sebab, dikhawatirkan korban akan mengalami dehidrasi karena sering muntah dan diare,’’ imbuh dokter tersebut.

Apalagi bila korban keracunan adalah balita dan lansia. Tentu lebih baik secepatnya dibawa ke RS. Tubuh anak mengandung banyak cairan. Bila mengalami dehidrasi, kondisinya akan membahayakan.

Kasus keracunan makanan memang banyak terjadi. Namun, ada satu hal yang perlu diwaspadai. Yakni, keracunan makanan kemasan kaleng. Terutama karena ada bakteri clostridium botulinum.

Korban keracunan bakteri tersebut ditandai pandangan kabur, sulit berbicara, hingga lemah seluruh tubuh. Gejala lebih lanjut adalah sulit bernapas maupun tidak mampu menggerakkan lengan atau kaki.
Bayi dan anak-anak memiliki risiko yang lebih besar.

Salah satu tanda kemasangmengandung racun, bau tak wajar saat kaleng dibuka. Bila terjadi perubahan rasa maupun tekstur, jangan nekat mengonsumsi makanan tersebut. ’’Meski belum kedaluwarsa, bila ada tandatanda perubahan rasa, bentuk, tekstur, dan bau, jangan dikonsumsi,’’ tegasnya.
Perlukah membawa sampel makanan atau faces ke RS? ’’Bila hanya keracunan individual, tak perlu seperti itu,’’ tambahnya. (ai/c5/nda/jpnn)

Beli Sabu Dikampung Kubur, AKP Lodewyk Gol

MEDAN- Kampung Kubur, siapa yang tak kenal dengan lokasi tersebut. Tempat para pemakai maupun bandar sabu-sabu ini jarang berhasil ditangkap polisi, terutama bandarnya. Kali ini, AKP Lodewyk Siahaan ditangkap aparat Polsekta Medan Baru usai membeli sabu, kemarin (5/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga, sabu diperoleh dari Jalan Taruma atau yang akrab disapa Kampung Kubur.

Dengan barang bukti sabu 1 gram senilai Rp200 ribu, perwira tiga balok emas di pundaknya digelandang ke Polsekta Medan Baru guna proses lebih lanjut.
Penangkapan mantan Kanit I Sat Sabhara Mapolresta Medan tiga tahun silam ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan AKP Lodewyk ini kerap kali memperjualbelikan narkoba jenis sabu-sabu. Lodewyk pun bahkan kerab menyetir mobilnya sendiri Nissan Extrail Silver ke “gudangnya” narkoba di kawasan Sumut ini. Mendapat informasi inilah, sekitar lima personil polisi dari Mapolsekta Medan Baru yang berpakaian preman pun merangsek kesana. Polisi sempat kehilangan jejak di kawasan Kampung Kubur itu.

Setiap sudut jalan di kawasan kampong kubur itu. Nah tepatnya Jalan Taruma petugas langsung memepet dan menyalib mobil mewah itu dengan memalangkan sepeda motor yang ditunggangi para Tugas Luar Medan Baru itu. AKP Lodewyk sempat melawan dan mengatakan bahwa dirinya bukan belanja sabu kesana, melainkan menjumpai rekanya.

Tidak langsung percaya, para personil itu pun langsung menyuruh Lodewyk turun dari kemudi mobil. Dari kantong celanaya, polisi mendapati serbuk kristal itu. Nah, untuk pengembangan selanjutnya AKP Lodewyk pun diboyong ke Mapolsekta Medan Baru beserta mobil Nissan Extrail Silver BK 1364 KO itu.

Saat dilakukan pemeriksaan, tiba-tiba AKP Lodewyk kejang-kejang dan wajahnya pucat pasi. Sekira pukul 19.30 Wib AKP Lodewyk pun dilarikan ke RS Bhayangkara Jalan KW Hasym Medan. Hingga kini, AKP Lodewyk belum juga bisa dimintai keteranganya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Dony Alexander, SIk saat dikonfirmasi melalui phonselnya membenarkan penangkapan Lodewyk. “Dia sudah lama jadi TO (target operasi) kita. Biar pun anggota Polisi kalau memang mengantongi narkoba kita tangkap juga,” ujarnya.

Dony belum bisa memastikandari mana AKP Lodewyk membeli sabu. Tersangka belum bisa ditanyai karena langsung dibantarkan ke RS Bhayangkara Medan.

Sebelumnya, rumah AKP Lodewyk di di Jalan Lowbeng Klewang, Kecamatan Medan Kota, pernah digrebek oleh Polsekta Patumbak beberapa bulan lalu. Penggrebekan dilakukan setelah dua pemakai sabu yang di Jalan Garu I mengaku membeli sabu tersebut dari kediamanya AKP Lodewyk.

Akan tetapi dalam penggrebekan yang dipimpin Kapolsekta waktu itu, AKP SW Siregar, Lodewyk berhasil meloloskan diri. Sedangkan menurut keterangan warga yang melihat penggrebekan, polisi sengaja melepaskan pelaku yang saat itu sedang berada di rumah. “Sengaja dilepas polisi, dia aja nggak lari. Mana mungkin bisa lolos, orang rumahnya sudah dikepung,” kata warga sekitar saat kejadian itu pada Posmetro Medan (Grup Sumut Pos).
Warga sekitar ternyata sudah lama kesal dengan ulah Lodewyk yang kerap membawa Anak Baru Gede (ABG) ke rumahnya untuk mengkomsumsi sabu. Warga kerap melaporkan hal itu ke Polsekta Medan Kota, tetapi tak kunjung berani menangkapnya.

“Satu warga sini pun nggak ada yang suka liat dia, buat rusak anak-anak disini,” kata para ibu-ibu tak jauh dari kediaman Lodewyk sehari usai penggerebekan. (eza/fit/smg)

Enam Orang Diamankan Pasca Betrok di Namu Ukur, Langkat

BINJAI- Pasca penyerangan yang dilakukan sekelompok pemuda bersenjata api di Dusun Tanjung Bingai, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, kondisinya mulai kondusif, Sabtu (5/5).

Pihak kepolisian dari Polres Binjai, sedikitnnya mengamankan 6 orang warga sekitar untuk dimintai keterangan. Keenam warga tersebut masing-masing Supriadi (25) warga Pondok Sireang-reang, Kecamatan Sei Bingai, Enno Purba (42) warga Simpang Namu Buah, Kecamatan Sei Bingai, Sandi (25) warga Dusun 1, Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Polmes Surbakti (30) warga Dusun 1, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai dan Rudi Purba (30) warga Simpang Kuta Bulu, Kecamatan Sei Bingai. Serta seorang lagi bernama Bergen Sembiring warga Dusun Tanjung Bingai, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, yang sudah diamankan polisi terlebihdulu, karena kedapatan membawa senjata api jenis soft gun.

“Kita sudah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat melakukan penyerangan. Hingga kini kita masih memintai keterangan dari mereka,” kata Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, saat ditemui di Polsek Sei Bingai, ketika meninjau lokasi kejadian.

Orang nomor satu di jajaran Polres Binjai ini mengaku, dari keterangan saksi yang diperiksa, penyerangan ini didalangi RS, tokoh pemuda di wilayah tersebut. Atas perintahnyalah kelompok pemuda yang melakukan penyerangan di Dusun Tanjung Bingai, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat itu terjadi. “Kita masih memburunnya dan RS sudah menjadi target kita dan dalam waktu dekat akan kita amankan,” kata Musa. (ndi)
Disinggung mengenai permintaan warga, yang meminta polisi agar bertindak tegas terhadap pelaku penyiraman soda api terhadap Abdulah Sani (47) dan Natangsyah Ginting (52), warga Desa Tanjung Bingai, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, yang mengakibatkan salah satunnya tewas.

Kapolres mengaku, pihaknnya sebelumnnya sudah mengamankan Robin dan Maksa, yang disebut-sebut melakukan penyiraman berdasarkan keterangan salah satu korban yang selamat. Namun, karena tidak cukup bukti, pihaknnya terpaksa melepaskan keduannya.
“Kita juga tidak mau bertindak gegabah dengan permasalahan ini dan juga nggak bisa sembarangan mengamankan orang. Nanti, kalau kita salah mengamankan, kita bisa kena prapid,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, pihak kepolisian tidak bisa sembarangan mengamankan seseorang. “Kita juga tidak ingin orang ketiga memanfaatkan suasana untuk memperkeruh keadaan. Ke depannya, kita akan melakukan pertemuan agar kedua belah pihak yang bertikai yakni dari kelopok RS dan K, untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita sedang berkoordinasi dengan Bupati Langkat, untuk ke depannya melakukan pertemuan dengan kedua kubu yang bertikai. Semua itu dilakukan agar permaslahan ini cepat selesai. Sementara, yang sudah terbukti melakukan perusakan akan kita proses sesuai dengan hukum berlaku,” tegas Musa.
Sementara di lokasi kerusuhan, meski warga sudah memulai aktivitasnya, namun suasana di sana masih cukup lengang dan mencekam. Puluhan personel Brimob dan petugas dari Polresta Binjai masih disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

“Sampai saat ini kita masih melakukan penjagaan terhadap warga di sini, karena mereka takut tiba-tiba perang kembali terjadi. Soalnya, kedua kelompok pemuda yang bertikai merupakan tetangga dekat. Makanya, sampai saat ini kita ditahan oleh warga agar tidak pergi dari kampung ini,” kata Bripka Mardianto, Kanit 2 Berimob ketika ditemui di lokasi.(ndi)