Home Blog Page 13554

Korban Pencurian Rp1 M Melapor ke Propam Polresta Medan

MEDAN- Sungguh sedih nasib wanita setengah baya ini. Selama berbulan-bulan, RS (69) harus berjuang mendapat keadilan hukum atas kasus yang menimpa dirinya. Bukannya mendapat proses hukum, RS justru mendapat teror sejak laporan disampaikannya ke Polsek Medan terkait musibah pencurian yang menimpa dirinya.

Peristiwa itu berawal Senin (9/1) lalu sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Starban, Kelurahan Polonia Medan. Pencuri berhasil membobol teralis besi jendela kamar tidur dengan membawa brankas besi berisi perhiasan dan surat berharga senilai Rp1 miliar lebih. RS sendiri melaporkan ke Polsek Medan Baru, keesokan harinya, Selasa (10/1). Laporan tersebut tertuang dalam surat laporan dengan nomor STPL: STPL/77/I/SU/2012.

RS yang sudah mendapat musibah justru semakin terpuruk dengan sikap oknum aparat Polsek Medan Baru yang menurutnya tidak memproses laporan yang disampaikannya. RS semakin terkejut setelah mengetahui laporan yang disampaikannya pertama kali pada Selasa (10/1/2012) itu, tidak dibuatkan Berita Acara Perkara (BAP)nya. RS pun mencoba menindaklanjuti dengan kembali mendatangi petugas Polsek Medan Baru guna mempertanyakan status proses laporan atas musibah yang menimpanya. Usaha RS tidak membuahkan hasil.

Selanjutnya, RS terus mencoba mencari keadilan dengan mempertanyakan kembali status tindaklanjut laporan kasus pencurian yang menimpanya dengan meminta anaknya menelusuri pelaku dan status laporan kasus tersebut. Bersama anaknya Nixon Parapat yang berprofesi sebagai pengacara, RS memutuskan membuat laporan ke Propam Polresta Medan, Jumat (27/4/2012). Laporan ini langsung ditindaklanjuti Kasi Propam Polresta Medan AKP Benno Sidabutar dengan mendatangi Polsek Medan Baru saat itu juga. AKP Benno menegur oknum petugas penyidik Polsek Medan Baru yang tidak memproses laporan RS.

Nixon Parapat selaku keluarga korban kepada wartawan menyampaikan sangat menyayangkan sikap tim penyidik dan Kapolsek Medan Baru yang menurutnya tidak menindaklanjuti kasus  pencurian yang menimpa keluarganya. Padahal, pihaknya sudah memberi keterangan pelaku pencurian dari hasil informasi yang didapatnya dari beberapa pihak.

‘’Saya bukannya menyesalkan tidak tertangkapnya pelaku. Yang sangat saya sayangkan sikap oknum penyidik yang tidak membuatkan BAP dan tidak adanya tindaklanjut pengejaran atas pelaku,’’ jelas Nixon.

Dia juga sangay menyayangkan mengapa harus pihak Propam Polresta Medan turun tangan langsung menegur penyidik barulah penyidik di Polsek Medan Baru memproses kasus dialami keluarganya.

RS sendiri saat diwawancarai terlihat sedih dan menyatakan dirinya pasrah atas musibah yang menimpanya. RS hanya berharap kejadian yang menimpa dirinya jangan sampai terjadi pada korban lainnya.

‘’Soal barang perhiasan saya yang hilang, saya hanya pasrah karena peluang akan kembali sepertinya sangat kecil kemungkinan. Namun, yang saya sesalkan kenapa laporan yang saya sampaikan bersama anak dan saudara saya tidak diproses. Itulah yang membuat saya kurang menerima atas sikap pelayanan pihak Polsek Medan Baru,’’ tutur RS. (tms)

Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah

BELAWAN- Ribuan rumah di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan kembali terendam rob, Sabtu (5/5) kemarin. Banjir rob yang menggenangi ruas jalan di perkampungan dan jalan utama menuju Pelabuhan Belawan, suhunya berbeda dari biasanya. Air laut yang lebih dari 4 jam merendam rumah warga tersebut terasa dingin.

“Ini sudah memasuki hari ke tiga, hanya pasang perdani (rob-red) kali ini air lautnya terasa agak dingin dan berbeda dari sebelumnya,” kata Uman (50) warga Pajak Baru Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan, Kota Belawan.

Uman menuturkan, rob yang datang pada musim 15 hari bulan (jelang purnama) itu mulai terjadi pada pukul 13.00 WIB dan surut pada pukul 18.00 WIB. Hanya saja genangan rob setinggi 60 centimeter itu kondisi airnya tampak sedikit keruh.  “Bukan cuma dingin, air lautnya juga tampak keruh. Mungkin ini disebabkan luapan Sungai Deli akibat hujan diberbagai daerah dan kemudian mengalir ke arah laut,” tutur dia.

Bajir rob yang kerap terjadi, lanjutnya, dikarenakan terjadinya reklamasi pantai dan pembabatan hutan bakau yang berada di pinggiran pesisir pantai Belawan. Terlebih areal hutan bakau yang seharusnya dijadikan resapan air, kini telah beralih fungsi menjadi pemukiman dan tempat usaha.
“Tiga tahun belakangan ini hampir seluruh kawasan di Belawan kerap jadi langganan pasang air laut. Padahal di tahun 1990-an air pasang laut yang terjadi hanya sampai pinggiran pantai saja. Tapi kini, pasang laut telah memasuki jalan-jalan utama di Kota Belawan,” ungkapnya.

Meski gelombang rob tidak sampai menghentikan aktitivas warga, namun warga mengaku direpotkan oleh air laut yang masuk ke dalam rumah mereka. Beberapa perabotan rumah warga seperti kursi dan lemari basah akibat terendam air rob.

“Ini termasuk pasang besar (perdani). Biasanya rumah saya tidak kemasukan air, tapi sekarang air sudah masuk,” kata Anisa (41) warga Medan Marelan. (mag-17)

PSSI Sumut Aktifkan Kembali Sepak Bola Wanita

MEDAN- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara berencana membangkitkan kembali persepakbolaan wanita, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Reza Lubis selaku Ketua Biro Sepakbola wanita PSSI Sumut  kepada wartawan saat memantau latihan sepak bola wanita Pengcab Medan di lapangan Disporasu Jalan Pancing Medan, Sabtu (5/5).

“Selain aktif mendukung olahraga lain, di kepengurusan kami yang baru khususnya bidang sepak bola wanita, akan komit untuk memajukan kembali sepak bola wanita ini,” tutur Reza.

selanjutnya Reza menambahkan, pada tahun 2010 silam Sumut pernah meraih gelar juara empat nasional, di mana yang menjadi juara satu adalah wilayah Papua Barat, disusul juara dua Jawa Barat, dan DKI Jakarta sebagai juara tiga.

“Kita akan mengadakan pembinaan yang lebih serius karena dae rah Sumut bungkam beberapa tahun belakangan ini,” katanya lagi.
Sebagai bukti dari keseriusan PSSI Sumut dalam membina sepak bola wanita ini, pertengahan bulan Mei PSSI Sumut akan menggelar seleksi tim daerah Sumut.

Adapun 33 Pengurus Cabang (Pengcab) di Sumut, enam Pengcab di antaranya sudah menyatakan kesiapannya dalam menghadapi seleksi itu. Yakni Pengcab Medan, Asahan, Langkat, Serdang Bedagai, Deliserdang dan Pematang Siantar.

Peluang untuk mengikuti seleksi itu masih terbuka lebar. Dan total pemain sepak bola wanita Sumut yang akan terpilih sebanyak 18 pemain.
Untuk program jangka pendek, Reza juga mengungkapkan setelah seleksi rampung, tim Sumut langsung mengadakan persiapan untuk mengikuti kejuaran sepak bola wanita Nasional di Jakarta yang rencananya akan dimulai pada Juni mendatang.  (mag-10)

Ajaran Budha Tetap di Hati

Peringatan Hari Raya Waisak

MEDAN- Bagi umat Budha, perayaan Waisak memang sangat berkesan di mana Waisak diperingati setiap tahun sekali. Apalagi, ajaran Budha akan selalu berada dihati umatnya.

“Waisak itu merupakan tiga peristiwa penting yakni Kelahiran Sidarta Gautama, Mencapai Penerangan Kesempuranaan dan Maha Parinibana (wafatnya Sang Budha). Walaupun sang Budha wafat, ajarannya tetap hidup di hati umatnya,” kata Biksu (Sangah) YM Ven di Vihara Borobudur, Sabtu (5/5) malam.
Dia menyebutkan, Waisak tahun 2012, Vihara Borobudor mengadakan Perayaan Waisak 2556 B.E tahun 2012 selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 4 sampai 6 Mei 2012. Diantaranya, Ta Pei She Cout Shang Kung, Pa She Pa Fo Hung Ming Pau Chan Bab I dan Bab II dan Pa She Pa Fo.

Selanjutnya, pada Sabtu 5 Mei, Cing Kang Pau Chan Bab I + Shang Kang,  Cing Kang Pau Chan Bab II, Cing Kang Pau Chan Bab III dan Puja Bakti Theravada + Dhamma Desanu + Prosesi Lilin.

Di hari terakhir, Minggu 6 Mei 2012, diisi dengan kegiatan San Pa U I Pai, Shang Kung + Ifo, Wisudhi Trisarana, Cing Kang Cing, Phu Men Phing + Hui Sang.
“Yang paling berkesan ajaran Budha sehubungan dengan Perayaan Waisak ini yakni 3 langkah sejati sujud dan Pemandian Rupang Budha,” sebutnya.
Tambah YM Ven, puncaknya Minggu (6/5) pukul 11.00 WIB dengan hadirnya ribuan umat Budha yang melaksanakan ibadah di vihara sejak pagi, siang, sore dan malam. “Vihara bisa menampung ribuan umat Budha tapi bergantian masuknya. Kalau malam ini sekitar 800 lebih yang keluar masuk beribadah,” jelasnya.

Dijelaskannya, salah satu rangkaian acara Waisak nanti adalah Visudhi Trisarana (menyatakan berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangah), dan Visudhi Upasaka/Upasika (pengambilan lima sila). Pada Waisak ini, pemasangan pelita tiga hari berturut-turut bertujuan mengajak umat Budha agar senantiasa mawas diri dan berada di jalan yang benar dengan Dhamma sebagai pelita dan sumber penerangan. Maka dengan begitu, segala berkah kebaikan, kedamaian dan kebahagiaan akan menyertai kita semua dan juga mendoakan keselamatan dan kemakmuran bagi bangsa dan negara agar terbebas dari segala musibah dan bencana,” pungkasnya.

Sedangkan di Vihara Maitreya di kompleks Cemara Asri Medan, juga menyediakan 10 ribuan lilin untuk semua umatnya yang hadir. Dan 3 ribuan lentera untuk para umat Budha yang hadir. “Kalau di vihara kita, perayaan puncak akan diselenggarakan pada Sabtu malam (5/5). Bukan besok perayaan tersebut,” ujar Ketua Panitia Vihara Maitreya, Mita.

Selain prosesi lilin, salah satu hal wajib yang dilakukan pada perayaan Waisak ini adalah pembacaan kitab Varita. “Pembacaan kitab suci ini memiliki tujuan untuk pemujaan pada sang Budha, karena sang Budha rela melepaskan kehidupan duniawi untuk menyelamatkan umat,” ungkap Mita.
Hal lain adalah pelepasan lentera, yang melambangkan pelepasan semua beban dalam hidup. “Tidak dipungkiri bahwa hidup selalu ada cobaan. Dengan membakar lentera ini akan mengangkat semua beban dalam hidup,” tambah Mita.

Sementara itu, umat Buddha di Cani Borobudur juga merayakan hari raya Waisak 2566 BE/ 2012, hari ini. Detik-detik perayaan Tri Suci Waisak dipusatkan di Candi Borobudur  dan Candi Mendut, Jawa Tengah, pagi ini pukul 10.34.49 WIB.

Ritual yang akan berlangsung hingga malam hari itu akan diwarnai dengan pelepasan ribuan lampion ke udara.
Sementara perayaan Waisak secara nasional (Dharmasanti Waisak) 2556 BE/2012 direncanakan dihelat di Pekan Raya Jakarta, 16 Mei mendatang. Antara lain akan mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Acara silaturahmi itu juga akan menyuguhkan drama musical.
Undangan sudah disampaikan langsung Ketua Umum DPP Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) sekaligus Ketua Umum Panitia Waisak Nasional Indonesia 2556 BE/2012 Siti Hartati Murdaya di Kantor Presiden. (jon/ram/jpnn)

Anggota DPR Punya Rekening Ratusan Miliar

JAKARTA – Dugaan Badan Anggaran (Banggar) DPR sebagai lumbung korupsi agaknya benar. Kemarin, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada rekening milik salah seorang anggota Banggar yang tidak beres. Nilainya sangat fantastis, rekening tersebut dialiri uang hingga ratusan miliar rupiah.

Ketidakberesan itu disampaikan langsung oleh Ketua PPATK M. Yusuf di sebuah forum diskusi di Jakarta. Dijelaskan, total dana hingga ratusan miliar rupiah di rekening itu merupakan akumulasi dari beberapa tahun kebelakang. “Bukan saat ini saja, tapi akumulasi sejak 2006,” ujar Yusuf.
Lebih lanjut dia menjelaskan, rekening gendut anggota Banggar itu atas nama satu orang saja. Dia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Apalagi, dia mengaku sudah memberikan laporan lengkap kepada instansi pimpinan Abraham Samad itu.
Jika benar rekenig tersebut berisi uang panas, bisa dipastikan daftar hitam di Banggar semakin panjang. Sebelumnya, badan yang dipimpin oleh Melchias Marcus Mekeng itu sudah tersandung kasus Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID). Seperti diketahui, kasus tersebut terjadi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Tidak hanya itu, saat ini KPK juga masih mengusut kasus yang melibatkan Wa Ode Nurhayati. Bahkan, saat diperiksa KPK Kamis (3/5) dia langsung menyebut bahwa empat unsur pemimpin Banggar dan Wakil Ketua DPR Anis Matta telah menyalahi prosedur dalam pengalokasoian dana DPID.
Namun sayang, Yusuf enggan membocorkan siapa nama anggota Banggar pemilik rekening gendut itu. Saat ini dia hanya bisa berharap kalau temuan yang telah disampaikan dua minggu lalu tersebut bisa segera ditindaklanjuti. “Nggak perlu disebutkan detail, semua sudah tahu,” imbuhnya.

Informasi tersebut disampaikan ke KPK bareng dengan tujuh rekening lain milik anggota DPR yang mencurigakan. Namun, dia memastikan kalau tujuh rekening gendut anggota parlemen plus satu milik anggota Banggar itu tidak termasuk milik Angelina Sondakh.

Yakin KPK bisa menyelesaikan semua itu” Dia menegaskan kalau para pimpinan KPK wajib untuk mengusutnya. Yusuf juga tidak peduli kalau dugaan korupsi tersebut itu membelit Bos Besar atau Ketua Besar yang kerap disebut anggota DPR saat terjerat hukum. “Siapapun itu, jangan jadi omong besar. Saya bilang segeralah itu,” tandasnya.

Dia memilih berpikir positif kalau pimpinan KPK bakal berani menjerat pelaku transaksi mencurigakan yang diduga korupsi. Dia juga yakin betul kalau permainan di Banggar bakal terungkap jika pemilik rekening gendut itu dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (dim/jpnn)

678 Pohon Ganja Ditanam di Kebun Kopi

SIMALUNGUN- Di areal perbukitan Nagori (Desa) Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun, Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Simalungun, menemukan ladang ganja seluas 5 rante, Sabtu (5/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dari lokasi penemuan, petugas berhasil mengamankan 678 batang pohon ganja dan 20 kilogram ganja kering siap edar.
Selain menyita pohon ganja dan ganja kering, personel Sat Narkoba juga mengamankan barang bukti lain berupa, dongkrak, dua keping papan dan timbangan.

Sebelum ditemukan, pemilik ladang ganja Radianson Girsang (39), sudah lebih dahulu ditangkap dari rumahnya di Nagori Sinaman, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun. Sementara pemilik lainnya, Bertin Sidauruk, tidak berhasil ditangkap petugas.
Ladang ganja itu berhasil diungkap, berawal dari penangkapan yang dilakukan petugas terhadap Lamhot Sipayung (40), warga Jalan Turi-turi, Kelurahan Saribu Dolok, Kecematan Silimakuta, Simalungun.

Lamhot ditangkap saat hendak menghisap ganja di sebuah warung tuak, di Nagori Purba Hinalang, Kecamatan Purba, Simalungun, Jumat (4/5) sekira jam 21.00 WIB. Saat ditanya, Lamhot mengaku memperoleh ganja dari pemilik warung tuak, Nando Hutagalung.
Tanpa menunggu lama, saat itu juga, petugas langsung membekuk Nando Hutagalung. Sebanyak 1,5 kilogram ganja kering dari sekitar warung tuak, berhasil ditemukan.

Masih merasa penasaran, petugas Sat Narkoba Polres Simalungun lakukan pengembangan kasus. Nando Hutagalung-pun diinterogasi, untuk mendapat informasi asal usul ganja 1,5 kilogram. Hingga akhirnya, Nando-pun buka mulut dan mengatakan, dirinya mendapat ganja dari Radianson Girsang. (mag-20/smg)

Jerat Bos Besar, KPK Harus Gunakan UU TPPU

JAKARTA – Hingga kini masyarakat masih menunggu aksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat tersangka dugaan kasus suap wisma atlet dan dugaan korupsi  Kemendiknas, Angelina Sondakh dengan Undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Oce Madril dari Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM) menyebutkan KPK punya alasan untuk memberlakukan UU TPPU karena dianggap mantan putri Indonesia itu diyakini tidak bermain sendiri.

Karenanya, Oce menyarankan KPK agar tidak perlu ragu dan berlama-lama membuktikan korupsi dugaan korupsi Angie.
“Nah, kita tunggu bagaimana dengan Angie. Karena dugaan Angie tidak main sendiri itu kuat. Kesaksian bos besar, ketua besar itu sudah patut diduga ada pihak lain yang mengatur. Saya tidak tahu apakah itu elit partai, atau elit Banggar. Jadi tidak mungkin Angie sendirian,” kata Oce Madril dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5).

Jika KPK mengalami kesulitan, menurut Oce, KPK bisa minta bantuan PPATK sebagai lembaga berwenang. Misalnya,  Angie dipersilahkan membuktikan kekayaannya. Sementara PPATK bisa menggunakan pembuktian terbalik. Dimana Angie memiliki uang, tanah, rumah, mobil dan lain sebagainya.
“Silahkan dibuktikan bahwa itu semua legal. Kalau tidak ya sudah, disita oleh negara. Begitu juga yg lain,” jelas Oce.

Namun saat ini KPK hanya memblokir rekening Angie. Dijelaskan Oce, untuk  tahap awal mungkin KPK memblokir itu karena perlu alat bukti. Tapi Oce yakin jika KPK menggunakan TPPU, akan banyak yang aktor yang terjerat dan banyak aset yang bisa dikembalikan ke negara. Karena jangkauan TPPU akan lebih luas.

Bila KPK tidak menjerat Angie dengan TPPU, Oce pesimis dengan lembaga yang diketuai Abraham Samad itu. Sebab kata dia, paling maksimal Angie akan dijerat Tipikor dan hanya akan menjerat dirinya sendiri. Kemudian hanya akan dihukum maksimal 5 tahun.“Buktinya Nazar dan teman-temannya sudah dihukum 2-3 tahun. Makanya kita dorong KPK untuk masuk ke TPPU,” ujar Oce.(fat/jpnn)

Warga Kota Lemang Kagumi Lagu Viky Sianipar

TEBINGTINGGI- Live in concert Viky Sianipar di Lapangan Asrama Brimob Detasmen B Jalan Ahmad Yani Kota Tebingtinggi dipadati ribuan pengunjung dari berbagi elemen masyarakat, Sabtu (5/4) malam. Konser itu melantunkan 20 lagu hit batak dengan aransemen musik rock batak.

Dalam konser Viky Sianipar di Kota Lemang itu, hadir juga sejumlah penyanyi asal Kota Jakarta seperti Candil, Dewi Marpaung sebagai artis featuring anak dari Zak Marpaung. Alunan musik yang telah diaransemen dan dilabel di Jerman itu membuat penonton terhanyut.

Teriakan histeris penonton pun menggema ketika Viky Sianipar melantunkan lagu barunya berjudul Sepata,  saat itu juga penonton turut melambaikan tangan mengikuti alunan lagu.

Manejer Vixky Sianipar, Emmo mengatakan tujuan live konser Viky Sianipar di lima kota, empat Kota di Sumut seperti Kisaran, Nias, Balige dan Tebingtinggi serta konser terakhir di Kota Dumai, Pakanbaru.

“Konser ini untuk lebih membudayakan lagu-lagu batak ke tengah masyarakat, lagu batak semakin tahun ditinggalkan oleh para anak muda. Jadi mulai sekarang, lagu batak harus bisa Go Internasional,” sebutnya.

Dia menyebutkan, Viky Sianipar mulai berkarir di dunia musik sejak tahun 2001 dengan single perdananya lagu karo, yang telah di aransemen lagu melo bercampur rock batak dengan judul Pisau Surit. Lagu itu juga di aransemen telah bisa masuk ke dalam jajaran musik dunia.
“Lagu Pisau Surit kembali diaransemen dalam jajaran lagu Musik Television (MTV) di kanca Internasional, satu-satunya di Indonesia lagu batak bisa dihargai dan diakui di luar negeri,” katanya.

Pada penampilan di Kota Tebingtinggi, ribuan pengunjung tampak terhibur, apalagi lagu-lagu batak yang dilantunkan beraliran rock. Ditambah dengan pesona panggung yang megah dengan sinar lampu.

Mewakili ribuan penonton konser, Marudud Sianipar mengaku penampilan Viky Sianipar sangat memukau, dengan lambaian tangan penonton suasana menjadi lebih enjoy.  “Mantap lagu-lagu dari Viky Sianipar, masyarakat Kota Tebingtinggi,” ungkapnya.  (mag-3)

125 Gram Sabu Dimasukkan ke Dubur

ACEH- Beragam cara dilakukan sindikat narkoba antar negara (internasional) untuk menerobos pengamanan Aceh. Termasuk dilakoni H (28), wanita asal Pidie, Aceh,  yang menyelundupkan 125,5 gram sabu-sabu senilai Rp313 juta.

Beruntung, petugas bea dan cukai Bandara Sultan Iskandar Muda curiga, lalu meringkusnya. Barang haram tersebut ternyata dikemas dalam tiga kapsul dan dimasukkan ke dubur (anus).

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Banda Aceh, Beni Novri, kepada wartawan, Sabtu (5/5) mengatakan, upaya penggagalan penyelundupan sabu dari Malaysia tersebut adalah yang kedua kalinya dalam dua bulan terakhir.

Pada pertengahan April lalu, petugas juga berhasil menggagalkan penyelundupan barang haram jenis sabu dari seorang wanita berinisial NB (38). “Total nilai barang bukti hasil penindakan sampai 5 Mei mencapai Rp771,5 juta,” ujarnya.

Beni menerangkan, H tiba kemarin (4/5) pukul 13.00 WIB di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Tersangka menumpang pesawat Air Asia (AK-1305), rute penerbangan Kuala Lumpur – Banda Aceh.

Modus yang dilakukan H, adalah dengan memasukkan tiga butir benda berbentuk kapsul lonjong ke dalam dubur. Kapsul belakangan diketahui berisi bubuk kristal, berwarna putih dengan berat 125,2 gram. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi barang Bea dan Cukai (BPIB) Medan, diketahui bubuk kristal putih tersebut positif Methamphetamine atau sabu.

Karena menunjukkan sikap mencurigakan selama dilakukan pemeriksaan awal, maka penumpang tersebut dibawa ke RSUD Meuraxa. Di ruang medis selanjutnya dilakukan rotgen, pada hasil foto rotgen menunjukkan adanya benda aneh di dalam perut.

Setelah itu, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Dit Narkoba Polda Aceh untuk pengembangan lebih lanjut.(jpnn)

Terdakwa Teror 11/9 Disidang

AMERIKA- Pengadilan militer Amerika Serikat (AS) akhirnya menggelar sidang dakwaan terhadap lima pelaku serangan 11 September 2001 alias teror 9/11 kemarin (5/5).

Khalid Sheik Mohammed (KSM), dalang 9/11, bersama empat rekannya tampil dalam sidang di pengadilan (Guantanamo tribunal) di Pangkalan Angkatan Laut (AL) AS Teluk Guantanamo. Jika terbukti bersalah, mereka pun terancam hukuman mati.

Menjelang sidang, keluarga dan kerabat korban pada Jumat lalu waktu setempat (4/5) menyampaikan harapan mereka agar pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati terhadap KSM dan empat rekannya. Kemarin hanya enam perwakilan kerabat dan keluarga korban yang diberi izin untuk menghadiri sidang.
“Saya tidak mengambil nyawa orang lain. Tetapi, aksi mereka merupakan perbuatan paling keji dan terburuk yang pernah saya pikirkan. Gila!” tutur Cliff Russell, seorang keluarga korban 9/11. Pria yang kehilangan saudara lelaki dalam serangan atas menara kembar WTC di New York itu merupakan salah seorang keluarga korban yang terpilih untuk hadir dalam sidang. Enam wakil yang hadir dalam sidang itu terpilih lewat undian.

Russell mengungkapkan bahwa dirinya masih dihantui oleh insiden yang merenggut nyawa saudara lelakinya yang berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran itu. Karena itu, dia berharap dalang dan pelaku mendapat hukuman setimpal. (afp/ap/hep/dwi)