Home Blog Page 13563

Bayar Listrik dan Pajak, Lampu Jalan Tetap Mati

085297214xxx

Pak Walikota Yth c/q Kadis Pertamanan Kota Medan, setiap bulan kami bayar rekening listrik plus 10 persen sebagai pajak penerangan jalan. Tapi kenapa banyak kali lampu jalan yang padam, khususnya daerah pinggiran seperti Jalan Flamboyan dan Jalan Jamin Ginting. Sudah banyak yang jatuh ke lubang akibat jalan yang gelap. Terima kasih.

Tetap Dibenahi, Mari Bersama Jaga Aset Pemerintah

Terima kasih atas laporannya. Kami tetap akan benahi semua kerusakan lampu jalan di Kota Medan. Dalam pembenahan ini kami juga menghadapi banyak kendala, seperti maraknya pencurian kabel, juga isi panel lampu jalan dan sebagainya. Namun, sesuai komitmen kami, akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, karena itu kami akan tetap benahi setiap kerusakan yang terjadi. Namun, kami juga memohon kiranya, bersama-sama dengan masyarakat kita turut serta membantu menjaga aset pemerintah yang tentunya sangat berguna untuk pelayanan masyarakat Kota Medan.

Erwin Lubis
Kadis Pertamanan Kota Medan

Dua Hari tak Dapat Air Bersih

082167527xxx

Kepada Yth Bapak-bapak di PDAM Tirtanadi, kami warga Jalan Bunga Cempaka Tanjung Sari selama beberapa hari ini tak mendapat air bersih. Kalaupun ada, kami terima dalam keadaan menetes, itupun di jam 2 dini hari. Atas perhatian Bapak-bapak, kami ucapkan terima kasih.

Segera Ditinjau ke Lokasi

Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera meninjau lokasi ini untuk mencari penyebabnya. Apabila memang terjadi kerusakan, maka kami akan segera memperbaikinya.

Zaman Karya
Humas PDAM Tirtanadi
Medan

Valentino Rossi Incar Kemenangan Keenam

BOLOGNA – Sirkuit Estoril menyimpan kenangan indah buat Valentino Rossi. The Doctor pernah menang di sana lima kali. Tiga kali bersama Repsol Honda dan dua kali bersama Yamaha.

Dari 2001 hingga 2004, Rossi merupakan penguasa Estoril. Dirinya selalu berhasil finis posisi pertama. Prestasi tersebut diulanginya lagi pada 2007.
Bersama Ducati, The Doctor baru sekali membalap di MotoGP Portugal yakni pada tahun lalu. Tahun lalu Rossi mencatat hasil lumayan di Sirkuit Estoril.
Juara dunia tujuh kali itu berhasil finis kelima. Pemenang MotoGP Portugal 2011 lalu sendiri diraih Dani Pedrosa. Finis kelima di Estoril merupakan salah satu raihan terbaik Rossi bersama Ducati selain finis ketiga di MotoGP Prancis dan finis keempat di MotoGP Belanda.

“Saya suka Sirkuit Estoril. Di sana ada beberapa bagian yang cukup sulit belum lagi cuaca akan sangat sulit diprediksi. Tapi, sekali lagi saya suka membalap di sana,” kata Rossi seperti dikutip dari Crash, Kamis (3/5/).

“Ducati memperoleh hasil yang lumayan pada balapan tahun lalu dan kami harap hal yang sama terulang pada Minggu (5/5) lusa,” harap Rossi.
Pembalap asal Italia berusia 33 tahun ini juga berencana meneruskan settingan motor yang dia pergunakan saat di Jerez pekan lalu. Menurut Rossi, settingan kemarin punya potensi. Dengan settingan tersebut, Rossi yang start dari posisi ke-13 berhasil finis kedelapan.
”Rencana ini akan dimulai pada Jumat (4/5) esok. Settingan yang akan kami gunakan bakal sama persis dengan yang di Jerez mengingat saya pikir itu punya potensi untuk dilanjutkan,” jelas Rossi.

“Kita lihat saja apakah kami bisa meningkatkan hasil yang kami peroleh,” tandasnya. (bbs/jpnn)

Mei, Anggota DPRD Pindah Kantor

Pelni Dibayar Rp900 Juta per Tahun

MEDAN-Anggota DPRD Medan efektif berkantor di kantor sementara PT Pelni (Persero), Jalan Gunung Krakatau No 17A pertengahan Mei mendatang. Sekretaris DPRD Medan, OK Zulfi mengatakan, proses pemindahan gedung akan lebih cepat dari jadwal sebelumnya awal Juni menjadi pertengahan Mei.
Sebelum pindah, katanya, Jumat (4/5) hari ini Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan pimpinan DPRD Medan akan meninjau langsung ke kantor Pelni untuk melihat kesiapan manajemen perusahaan tersebut menerima perpindahan anggota dewan.

Secara keseluruhan, gedung Pelni cukup representatif dijadikan kantor sementara dewan, karena terdiri dari lima lantai lengkap dengan sarana dan prasarana lainnya.

Selain itu tersedia juga ruang untuk paripurna meskipun tidak terlalu besar. Begitu juga segi lokasi yang dinilai tidak terlalu jauh dari pusat kota. Harga yang ditawarkan perusahaan itu juga sesuai dengan anggaran yang diajukan.

Setelah proses pemindahan, akan masuk lelang pembongkaran gedung dengan panitia dari bagian aset Pemko Medan, DPRD Medan dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Medan.

Mengenai biaya sewa hingga akhir tahun ini sejak bulan pertama penyewaan telah sesuai dengan pengajuan anggaran yang diajukan DPRD Medan pada APBD 2012 yakni sebesar Rp1 miliar per tahun.

“PT Pelni (Persero) memasukkan penawaran harga sewa sebesar Rp900 juta per tahun jadi lebih rendah dari anggaran yang diajukan DPRD Medan. Kalau tahun berikutnya ada penambahan biaya sewa, akan ditambah lagi pada APBD tanpa ada proses lagi, cukup dilanjutkan saja,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Medan, Ikhrimah Hamidy mengharapkan setelah proses pemindahan ke kantor sementara selesai diharapkan proses pembangunan segera dilakukan agar anggota dewan bisa kembali berkantor. (adl)

ABG Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

MEDAN-Anak baru gede (ABG) berusia 18 tahun Syahdania boru Girsang alias Cyndy (18), warga Desa Binanga Bukit Tinggi, Kecamatan Gagan Hilir, Dairi ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar mandi di rumah tantenya, di Jalan Purwosari, Kelurahan Pulo Brayan Bangkel, Medan Timur,  Kamis pagi (3/5) jam 06.00 Wib.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian,  Cyndy datang ke rumah tantenya Nur Ainun boru Damanik (29), Senin (30/4) lalu, karena libur bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jalan Veteran Medan.

Kemarin, Cyndy ditemukan tergantung dengan posisi leher terlilit tali nilon yang terikat di kayu di dalam kamar mandi. Di dekatnya  ditemukan lesung.
Keterangan saksi, Jetendra, anak Nur Ainun, saat itu dirinya hendak mandi karena mau pergi ke sekolah. Karena pintu kamar mandi terkunci, Jetendra menunggu di luar kamar mandi.

Setelah ditunggu beberapa menit, Cyndy tak kunjung keluar dari dalam kamar. Jetendra mencoba mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Selanjutnya, dirinya mendobrak pintu kamar mandi. Jetendra terkejut melihat sepupunya sudah tergantung.
“Aku mau mandi, aku tunggu kak Cyndy tetap tak keluar aku dobrak saja pintunya aku lihat kak Cyndy tergantung,” ungkapnya.

Kemudian dirinya melapor kepada ibunya. Spontan Ainun menjerit melihat keponakan itu. Mereka langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Medan Timur.

Personel Polsekta Medan Timur melakukan identifikasi dan mengumpuli barang bukti, kemudian membawa jenazah Cyndy RSU dr Pirngadi Medan untuk keperluan otopsi.

Menurut keterangan, Cyndy nekat mengakhiri hidupnya diduga karena hamil sementara pacarnya enggan bertanggung jawab.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan mengatakan masih melakukan penyeledikan.
“Masih kita selidiki,” kata Ridwan.

Menurutnya, polisi  sudah mengamankan barang bukti handphone milik korban.
Di handphone korban ada SMS kata-kata pertengkaran antara dirinya dengan sang pacar.(gus)

Pohon Mangga Jadi Ciri Khas Medan Tuntungan

MEDAN- Kecamatan Medan Tuntungan terus mengalakkan keindahan dan kebersihan di wilayah kecamatan, kelurahan, hingga tingkat lingkungan. Salah satu program unggulan kecamatan ini adalah pengembangan pupuk kompos yang digunakan untuk menyuburkan bibit pohon Mangga dan tanaman bunga kertas di sepanjang pingiran Jalan Letjen Jamin Ginting. Sedikitnya sudah 400.000 ribu bibit pohon Mangga dan 300.000 bibit Bunga Kertas yang sudah ditanam di wilayah tersebut.

Camat Medan Tuntungan Gelora Kurnia Putra Ginting mengatakan aksi penanaman bibit pohon sudah dilakukan bersama unsur Muspika Medan Tuntungan pada Januari 2012 lalu. “Kalau program penanaman untuk penghijauan kota dan kecamatan sudah dilewati. Sekarang tinggal penataan kebersihan,” ungkapnya, Kamis (3/5)

Berbagai program kebersihan di kecamatan direalisasikan dengan cara gotong-royong rutin di sekitar kantor kecamatan di Jalan Bunga Ncole, serta diikuti gotong-royong seminggu sekali di setiap kelurahan. Menurut Gelora, pelaksanaan penataan kebersihan itu berbarengan dengan program pemanfaatan kompos untuk pohon Mangga dan Bunga Kertas.

“Nah, pemanfaatan sampah menjadi kompos dilakukan setiap hari. Dalam waktu dekat ini kecamatan akan membuat Bank Sampah di Kelurahan Simpang Selayang Jalan Setia Budi,” ujarnya.

Soal penataan kebersihan di  Medan Tuntungan, Gelora menginstruksikan setiap pegawai kecamatan dan kelurahan untuk menyisir sampah mulai pukul 10.00 WIB- 13.00 WIB. Pada malam harinya mulai pukul 19.00 WIB-21.00 WIB. “Petugas Dinas Kebersihan mengangkut sampah pada pagi hari,” katanya.

Dia berharap warga kecamatan Medan Tuntungan agar sama-sama menjaga dan menata kebersihan di wilayahnya. Sebab kebersihan dan keindahan itu adalah milik warga bersama. “Saya imbau warga agar berpartisipasi menata kebersihan dan keindahan di wilayahnya dengan tetap membuang sampah pada tempatnya,” tukas Gelora. (omi)

Tiga Kecamatan Tertibkan PKL

MEDAN- Sebanyak tiga kecamatan serempak melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di atas drainase di Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota. Penataan PKL yang berlangsung pada Kamis (3/5) pagi itu juga  sekaligus mengingatkan warga yang telanjur membangun rumahnya di atas drainase.

Camat Medan Denai, Edi Mulia Matondang, mengungkapkan, penataan PKL di pinggir jalan dan rumah warga yang menyalahi aturan membangun rumah hingga melewati batas atau membangun rumah sampah di atas drainase akan dibongkar paksa.

“Tiga hari sebelum dilakukan pembongkaran secara paksa, pihak kecamatan akan melayangkan surat kepada PKL atau warga yang menyalahi aturan agar  membongkar kios atau atap rumah yang melanggar ketentuan bangunan,” tegas Edi.

Dia berharap setelah dilakukan pembongkaran yang dilakukan di Jalan Menteng Raya Kelurahan Binjai ini, warga kecamatan Medan Denai dapat menjalankan aktivitas mereka di tempat yang layak dan tidak menyalahi aturan.

“Kalau mereka (pedagang PKL, Red) berdagang di tempat yang layak kami pasti tidak akan membongkar kiosnya. Kami juga prihatin kepada PKL cuma  ya, harus taat aturan juga,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Medan Area, Khoiruddin Rangkuti menyebutkan pembongkaran paksa yang dilakukan pihaknya terhadap PKL yang  menyalahi aturan ini di sepanjang Jalan H.M Joni adalah bagian dari program memperindah kota Medan.
“Setelah pembongkaran kami akan mengorek drainase untuk melancarkan arus air di parit. Ini antisipasi agar tidak terjadi banjir,” katanya. Khoiruddin berharap warga agar konsisten menata kebersihan kelurahan dan lingkungan tinggal masing-masing. (omi)

SC 234 Bantu Ratusan Siswa

MEDAN- Komunitas pendidikan SC 234 kembali menunjukkan eksistensinya sebagai komunitas peduli minat, seni, dan hobi siswa. Kepedulian itu direalisasikan dengan memberikan bantuan alat-alat tulis kepada ratusan siswa SD 064013 Jalan Karya II Kelurahan Sei Agul, Rabu (2/5). Aksi positif ini merupakan program tahunan SC 234 dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

“SC 234 adalah komunitas yang bergerak di bidang sosial dan otomotif. Kami sepakat  menjalankannya dengan membantu dunia pendidikan. Bantuan ini sifatnya spontanitas dari anggota SC 234,” ujar Staf Bagian Hukum dan HAM SC 234, Habibi,  saat menyerahkan bantuan alat tulis secara simbolik di SD 064013. Turut hadir pula  Wakil Ketua II, Amsar Rozi, Wakil Bendahara, Hadi Laksamana Dharma, dan Ketua Panitia Ren Hutagaol.

Kendati jumlah bantuan yang disalurkan tidak terlalu banyak, komunitas SC 234 berharap aksi ini bisa dicontoh oleh komunitas lain yang punya misi membangun dunia pendidikan di Medan.

Sementara itu, Kepala SDN 064013, Dra Hj Yusriah menyambut gembira bantuan yang diberikan generasi muda lewat komunitas yang positif. “Kami berharap aksi  seperti ini bisa ditiru oleh generasi muda yang lain. SC 234 adalah contoh komunitas yang berkarakter sebagai generasi penerus bangsa,” ucapnya. (*/uma)

PDAM Tirtanadi Raih ‘’Zero Accident Award’’

MEDAN- PDAM Tirtanadi menerima ‘’Zero Accident Award’’ (penghargaan nihil kecelakaan) dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) tingkat nasional tahun 2012. Bersama 15 Gubernur dan 21 Walikota/Bupati  se-Indonesia, serta 739 perusahaan, Direktur Administrasi & Keuangan, Ahmad Thamrin, menerima penghargaan tersebut di Smesco Convention Center, Jakarta, Rabu (25/4) lalu.

Menakertrans menjelaskan da peningkatan jumlah perusahaan yang meraih penghargaan ‘’Zero Accident’’ pada tahun 2012. Pada tahun ini jumlah perusahaan penerima penghargaan meningkat 44,3 % dibandingkan tahun 2011 yang ‘hanya’ 512 perusahaan. Penghargaan K-3 diberikan kepada berbagai perusahaan atas evaluasi dari lembaga audit independen.

‘’Pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada pemenang tapi juga insentif bagi perusahaan dan daerah yang peduli keselamatan dan kesehatan kerja,’’ ungkap Menakertrans tanpa merinci insentif apa yang diberikan tersebut.

Sementara, pihak PDAM Tirtanadi yang diwakili Ahmad Thamrin, mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan Menakertrans. Dai berjanji apresiasi itu menjadi pemicu jajaran direksi dan staf PDAM Tirtanadi agar lebih fokus lagi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di masa mendatang. “Kami senang dan bangga menerima penghargaan ini. Dari ribuan perusahaan di Kota Medan, PDAM Tirtanadi termasuk salah satu dari 20 perusahaan yang menerima penghargaan ‘’zero accident” alias nol kecelakaan kerja,’’ katanya.

. Penganugerahan penghargaan ini merupakan program rutin yang di gelar Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah dalam mendukung upaya sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K – 3) tingkat nasional.(*/pmsrn)

Yudi Latief Orasi Politik di Satu Dasawarsa Bakumsu

MEDAN- Setelah berjalan lebih dari satu dasawarsa, daya sengat demokrasi Indonesia masih terus dipertanyakan. Secara prosedural, demokrasi Indonesia memang gegap gempita. Penegakan hukum dan perlindungan HAM, sebagai basis utama dari demokrasi justru terbengkalai.
Alih-alih menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang berbasis pada daulat rakyat, demokrasi justru memproduksi rezim kekuasaan pemerintahan yang mencederai dan memerkosa hak-hak rakyat.

Deskripsi di atas merupakan potret utama refleksi Perhimpunan Bakumsu selama satu dasawarsa kiprahnya melakukan pendampingan dan advokasi hukum terhadap kelompok masyarakat yang dilanggar haknya oleh kekuasaan masih arogan, khususnya di Sumut.

Dalam kaitan pula Bakumsu meluncurkan buku ‘’Satu Dasawarsa Bakumsu’’ disertai orasi politik dari Dr. Yudi Latif, pemikir kebangsaan dan kenegaraan, dengan tema”Keluar dari Krisis Demokrasi”,  pada Jumat (4/5). “Satu dasawarsa terakhir memang  nyaris tidak ada perubahan berarti dalam aspek hukum  dan politik HAM kita, baik di level nasional apalagi lokal,’’ ungkap Sekretaris Eksekutif Bakumsu, Benget Silitonga.
Rangkaian acara ini diawali dengan studi tematis “Mewujudkan Penegakan Hukum dan HAM yang berkeadilan sosial”. Studi  ini akan menghadirkan Uli Parulian Sihombing, SH, LLM dari Indonesian Legal Resources Center (ILRC) untuk memberi masukan soal reformasi hukum dan strategi bantuan hukum  berbasis keadilan sosial.

Studi ini diperuntukkan untuk undangan terbatas. “Kami juga menggelar acara diskusi/bedah buku terbitan Bakumsu dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia yakni “Kratos minus Demos, Demokrasi Indonesia Catatan dari Bawah,” kata Benget. Buku ini disebutkan hasil pemikiran sejumlah aktivis dan pegiat demokrasi yang bekerjasama dengan Bakumsu yakni Hery Priyono, Usman Hamid, Soetandyo Wignjosoebroto, Johny Nelson Simanjuntak, Posman Sibuea, Nur Ahmad F. Lubis, dan Hendardi  Simanjuntak. (val)