Home Blog Page 13564

Festival Ekstrakurikuler di Pameran Pendidikan

MEDAN-Hari kedua pameran pendidikan dan ajang kreativitas Kota Medan tahun 2012, di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto Medan,  diramaikan dengan penampilan festival ekstrakurikuler yang diikuti 24 sekolah SMA/SMK di Kota Medan.

Pelaksanaan pameran pendidikan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas) itu mendapatkan sambutan dari ratusan siswa yang hadir.

Tidak hanya menyaksikan festival, para pengunjung yang hadir dalam acara itu juga mendapatkan kesempatan untuk melihat dan menikmati langsung produk dari 41 stand yang terdiri dari stan sekolah, stan Dinas Pendidikan Kota Medan, dan stan kecamatan yang menonjolkan kekhasan produk kreatifitas dari masing-masing institusi.

Diantaranya yakni stan Sekolah Menengah Kimia Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan.

Selain mempromosikan produk sekolahnya, stan Dharma Analitika Medan juga menyediakan produk pemeriksaan kesehatan Kolesterol, Asam Urat dan Golongan Darah

“Jadi selain produk-produk untuk promosi sekolah, kita juga menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung. Untuk proses pemeriksaannya ini seluruhnya dilakukan langsung oleh siswa didik kita,”ujar Nurjannah, guru SMK Kimia Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan, saat ditemui di stan pameran, kamis (3/5).

Menurut Nurjannah untuk mendapatkan pelayanan jasa pemeriksaan ini, para pengunjung akan dikenakan biaya Rp15 ribu per tiap pemeriksaan sesuai jenis yang diinginkannnya.

“Untuk hari pertama pameran setidaknya ada sekitar 60 orang yang melakukan pemeriksaan di stan, atau total sekitar 100 jenis item pemeriksaan yang diterima,”ucapnya lagi.

Sedangkan untuk stan SMKN 3 Medan yang juga memiliki jurusan Kimia Analis dan Industri itu lebih menonjolkan produk hasil siswa didiknya yakni Smektri.

Sekitar 15 item hasil karya siswanya yang coba ditonjolkan dalam stan tersebut. Di antaranya yakni produk sabun, parfum, pembersih lantai hingga pengkilat kereta dan lain sebagainya.

“Seluruh produk yang kita pamerkan di sini adalah produk buatan siswa kita yang telah dipasarkan sejak bebrapa tahun belakangan. Untuk kesempatan kali ini kita juga menjual produk kita kepada pengunjung sesuai keinginan dengan harga terjangkau dan tentunya memiliki kualitas yang tak jauh berbeda dengan yang telah berkembang di pasaran,”ujar Kepala SMKN 3 Medan, Usman Lubis saat ditemui di stan sekolah SMKN 3 Medan.

Sebelumnya,  Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Pendidikan tahun 2012 yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, M Rajab Lubis mengatakan, kalau kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Pemko Medan melalui Disdik Kota Medan yang diikuti oleh seluruh satuan pendidikan di kota Medan.
Kegiatan, bilang Rajab, akan berlangsung sejak 2-5 Mei 2012, dengan agenda kegiatan yakni festival kirab paskibra tingkat SMP yang diikuti 30 tim, festival ekskul SMA/SMK yang diikuti 24 tim, festival tari kreasi tingkat SD yang diikuti 27 tim, dan pentas seni tingkat TK yang diikuti 21 tim.
“Untuk pelaksanaan pameran pendidikan tahun ini, kegiatan diikuti oleh 41 stand terdiri dari sekolah negeri dan swasta dan Unit Dinas Pendidikan,”ucapnya. (uma)

ATKP Medan Buka Diklat Tenaga ATC

MEDAN-Akademi Teknik Penerbangan Keselamatan (ATKP) Medan membuka pendidikan dan latihan (Diklat) bagi tenaga ahli air traffick control (ATC) untuk bandara udara di Indonesia di Halaman ATKP Medan Jalan Jamin Ginting Medan, Rabu (2/5).

Pembukaan junior ATC ini merupakan yang pertama setelah PT Angkasa Pura II mempercayakan ATKP sebagai sarana pendidikan dan pelatihan khusus selama 10 bulan ini. Dalam diklat ini ATKP Medan bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan PT Angkasa Pura II. Hadir Personalia PT Angkasa Pura II H Endang Sumiarsa.

Menurut Direktur ATKP Medan Asri Santosa, ST, S,SiT.MT, hingga kini ATKP Medan sudah mendidik 502 siswa sejak Januari hingga April 2012 . Jumlah itu sudah melebihi target karena sebelumnya ATKP Medan hanya menargetkan 500 siswa hingga akhir 2012. “Masih ada 8 bulan tersisa lagi di tahun 2012 ini, artinya kelipatan target itu bisa bertambah,” kata Asri

Sebelumnya, pada tahun 2011 ATKP Medan menembus target yang direncanakan. Tadinya ditargetkan 350 orang untuk dididik di ATKP Medan rupanya jumlah rekrutan mencapai 570 orang.

“Sejak pertama saya menjabat di ATKP Medan saya sudah siapkan program kerja, termasuk target rekrutan siswa,” ujarnya. Dalam PKS itu hadir pihak PT Angkasa Pura II, Vice President of HRD, Indah Suriandari dan Vice President of ATS Angkasa Pura II Sutrisno CP.

‘’Ini merupakan kejutan bagi ATKP karena Angkasa Pura mempercayakan kita mendidik tenaga ATC yang akan dipekerjakan di bandara di seluruh Indonesia,’’ ungkap Asri. ATKP Medan, dikatakan juga adalah salah satu kampus yang dipercaya mendidik 40 siswa dari 100 siswa yang lulus seleksi setelah menyisihkan 11.000 pelamar pada tahun ajaran 2011. Sebanyak 60 siswa lagi tersebar di ATKP Surabaya, ATKP Makassar, dan STPI Curug.
Asri mengingatkan menjadi staf ATC bandara cukup rumit. Itu pula kenapa ujian  perekrutan tenaga ATC amat selektif. ‘’Mulai pemeriksaan kesehatan, fisik, wawancara, tes integensi hingga seleksi pamantuan terakhir atau pantuhir,’’ katanya. (azw)

Korupsi tak Ada Ditutup-tutupi

Kasus korupsi banyak yang ditangani di Kejatisu. Hal itu selalu menjadi pertanyaan wartawan. Bagaimana jaksa menanggapinya? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Rudiansyah dengan Pelaksana harian (Plh) Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera, Ronald Bakkara SH.

Bagaimana Anda mengetahui perkembangan kasus korupsi di Kejatisu?

Kalaupun kita belum mengetahui kasus itu, maka kita akan cek baik itu ke intel ataupun ke bidang pidsus. Dari informasi itulah kita sampaikan kepada wartawan. Apalagi beberapa penangkapan pelaku korupsi ini semua kita informasikan kepada rekan-rekan wartawan tanpa ditutup-tutupi baik itu siang ataupun malam.

Bagaimana Anda menginformasikannya?
Semua itu kan karena sudah terbiasa. Apalagi kita sering meminta keterangan dari orang-orang yang diperiksa, maka dalam menghadapi para jurnalis sama saja. Kita juga memberikan keterangan pada wartawan untuk kepentingan informasi yang disampaikan kepada publik.

Bagaimana menghadapi wartawan?
Itulah bagian tugas yang harus kita kerjakan. Kita nikmati saja sebagai juru bicara. Yang namanya wartawan kan selalu komunikasi sama kita, jadi kita tidak merasa terganggung kapanpun ketika kita dihubungi untuk melakukan konfirmasi. (*)

Rahudman: Korpri Harus Profesional

Rapat Kerja Daerah Korpri Kota Medan 2012

Korps Pegawai Republik Indonesia  (Korpri)  dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kinerja, pengabdian dan netralitas pegawai  negeri sipil (PNS), sehingga dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari dapat lebih produktif dan berdaya guna serta berhasil guna.

Pada hakekatnya, Korpri harus mampu membangun profesionalisme anggota dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi anggotanya. Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM saat membuka Rapat Kerja Daerah  Korpri Kota Medan Tahun 2012 di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan, Kamis (3/5).

Rahudman membeberkan, guna  mewujudkan tujuan tersebut  Korpri Kota Medan harus banyak berbenah diri. Berbagai hal yang menjadi kendala harus dapat dikomunikasikan dan dicari solusinya oleh seluruh jajaran pengurus.

Untuk itu, dia menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Rakerda Korpri. “Saya berharap rakerda ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang  bernas sebagai terobosan dalam memajukan Korpri Kota Medan lebih optimal,” ucapnya.

Rahudman membeberkan, program kerja Kopri yang ditetapkan dalam rakerda ini harus bisa mengakomodir tujuan-tujuan umum Korpri.  Artinya, program kerja itu harus memiliki sasaran yang jelas serta out put dan out come, yang akan dicapai dan tidak hanya mengelola program-program serimonial.

Kemudian, paparnya, rakerda juga harus menghasilkan program-program kerja yang inovatif, tidak hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas  sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, melainkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan segenap anggota Korpri secara keseluruhan.
Dia menerangkan, sebagai  abdi masyarakat yang turut melaksanakan kehidupan bernegara, perlu diingatkan Korpri  Kota Medan memiliki peran yang cukup strategis. Hal itu tidak terlepas dari harapan masyarakat, yang menuntut pelayanan publik yang lebih baik dan professional. “Mau tidak mau kompetensi dan integritas aparatur pemerintah harus lebih ditingkatkan,” sebutnya.

Rahudman menyatakan, tuntutan masyarakat agar PNS bekerja melayani masyarakat, sebenarnya sebagai bagian tantangan bagi Korpri Kota Medan dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya serta mengembangkan jiwa korps antar sesama anggota, sehingga memberikan citra  publik yang semakin baik.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, Korpri juga harus mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan partisipasif sesuai dengan cita-cita pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Dia menekankan, masyarakat menaruh harapan besar kepada seluruh aparatur pemerintah. Untuk itu, berbuat dan bekerjalah dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.

“Berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat karena sesungguhnya kita adalah pelayanan masyarakat. Saya yakin dengan kesungguhan dan kesediaan dari segenap aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan, kita semua mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik pada masa depan,” pungkasnya.

Rahudman menilai rakerda Korpri yang dilaksanakan memiliki arti penting dan strategis terutama untuk tiga hal yaitu, memperkokoh konsolidasi organisasi, wadah evaluasi terhadap kinerja Korpri Kota Medan dan menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan.

“Dinamika dan perkembangan Korpri tidak terlepas dari kondisi lingkungan strategis, baik yang terkait dalam kehidupan politik, pemerintah dan hukum. Harus dihadapi oleh jajaran Korpri baik tingkat pusat dan daerah, tidak terkecuali tingkat Kota Medan,” sebutnya.

Dalam rakerda Korpri itu diikuti 128 peserta terdiri dari Dewan Pengurus Korpri Kota Medan, Unit Dinas, Unit Badan, Unit Kantor, Unit Sekretariat, Unit Kecamatan dan Unit Perusahaan Daerah. (adl)

Dituntut Berpartisipasi Pecahkan Persoalan

Korpri mengacu kepada PP No.42/2004 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik pegawai negeri sipil (PNS). Organisasi Korpri mempunyai tugas utama  melaksanakan pembinaan jiwa korps dan menciptakan rasa solidaritas yang tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Sekda Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri selaku Ketua Dewan Pengurus Korpri Kota Medan. Menurut dia, tantangan yang dihadapi Korpri ke depan cendrung semakin berat, khususnya dalam membangun kesadaran anggota Korpri agar lebih memiliki rasa solidaritas yang kuat, persatuan dan kesatuan serta dan kohesivitas yang tinggi.

Hal lainnya, dia menyebutkan, anggota Korpri juga dituntut berpartisipasi memecahkan masalah-masalah kesejahteraan pegawai melalui usaha-usaha yang tidak membebani anggaran.

Dia mengakui, selama perjalan Korpri Kota Medan masih ditemui berbagai kendala yang harus diselesaikan, seperti rasa solidaritas antar sesame anggota, meningkatkan rasa kebangaan dan rasa memiliki serta meningkatkan kesejahteraan.

“Untuk itu  kami memandang  perlu disusun dan ditetapkan program kerja  yang produktif,” katanya.
Syaiful membeberkan, maksud rakerda digelar sebagai forum komunikasi evaluasi dan konsultasi dalam rangka mengembangkan keterpaduan dan koordinasi pelaksanaan program kerja Korpri Kota Medan masa bakti 2011-2016.

Sedangkan maksud dari rakerda sebagai forum komunikasi, evaluasi dan konsultasi dalam rangka mengembangkan keterpaduan dan koordinasi dalam rangka pelaksanaan program kerja korpri kota Medan masa bakti 2011-2016. Kemudian, ditetapkan program kerja Korpri Kota Medan, dan menentukan kebijakan sebagai penjabaran dari program umum Korpri serta membuat rekomendasi yang relevan. (adl)

Dijambret Dekat Rumah

Dewi (35) syok saat dijambret di dekat rumahnya, di Jalan Jermal V, Medan Denai, usai mengantar anaknya sekolah, Rabu (2/5) pagi.
Keterangan Dewi, seperti biasa pagi itu dia mengantarkan kedua anaknya ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Usai mengantarkan kedua anaknya, dia  langsung  pulang ke rumah.

Di perjalanan tak jauh dari rumahnya, persih di persimpangan Jalan Jermal VII, tiba-tiba dompet korban yang  letakkan di jepitan besi tempat barang sepeda motornya dijambret pelaku mengendarai sepeda motor Honda Revo.

Menurutnya, sebelum pelaku memepet sepeda motornya, pelaku sempat melihat-lihat ke belakang dan ke arah ban belakang sepeda motornya sambil bertanya kepada korban apakah ban sepeda motornya kempes.

Saat itu korban mengaku sama sekali tak menyangka kalu orang tersebut mau menjambret. “Dia (pelaku, Red) sempat menggenjot-genjot ban keretanya, tiba-tiba di langsung menarik dompet saya yang saya letakkan di tempat jepitan barang di sepeda motor,” kata korban, yang mengaku terkejut dan tak sempat menjerit.

Menurutnya, pelaku memiliki ciri-ciri kurus tinggi berambut ikal. Akibat kejadian itu korban kehilangan STNK sepeda motor Yamaha Vega BK 5894 AU, ATM BRI, KTP, serta uang Rp200 ribu, yang disimpan di dalam dompet. Korban langsung membuat laporan ke Mapolsekta Medan Area. (gus)

Sedih, Foto Otopsi Istri Tersebar

Saipul Jamil

Kesedihan karena kehilangan istri tercinta Virginia Anggraeni belum terobati,  hati Saipul Jamil kembali tergores. Kali ini Ipul dikejutkan dengan beredarnya foto otopsi mendiang sang istri.

Pria kelahiran 31 Juli 1980 itu pun mengaku terpukul dan sedih mendengar foto otopsi sang istri tersebar. Ia seperti kehabisan kata-kata untuk menjelaskan rasa sedihnya.

“Sedih, kok tega ya yang nyebarin,” ungkapnya, Kamis (3/5) Virginia meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di tol Padalarang pada 3 September 2011 lalu. Kecelakaan itu juga meninggalkan sedikit persoalan bagi Ipul.

Mantan suami Dewi Persik itu harus berurusan dengan kepolisian karena kecelakaan itu. Bahkan sampai saat ini Ipul masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Purwakarta, Jawa Barat atas kejadian itu. (bbs/net)

20 Bus Ditindak Petugas Gabungan

MEDAN-Petugas gabungan Dishub Kota Medan dan Satlantas Polresta Medan terus menindak tegas bus atau angkutan umum pengangkutan orang (PO) bus, yang kedapatan membawa penumpang di jalan Kota Medan dan mangkal menunggu penumpang di loket PO masing-masing.  Hasilnya, 20 unit armada bus PO ditindak petugas dengan menilang dan membawanya ke Pergudangan Dishub Kota Medan Kayu Putih Tanjung Mulia Medan.

“Kita sempat libur, dari tanggal 30 April, 1 Mei dan 2 Mei. Karena ada peringatan Hari Buruh, May Day. Jadi, semua personel siaga, fokus pada aksi buruh. Termasuk dari kepolisian, baru hari ini Kamis (3/5), kita mulai lagi. Kita terus lanjutkan penertibannya. Tak ada celah waktu ataupun libur sehari saja. Kemarin, karena persiapan siaga aksi buruh. Dalam operasi sebelum libur, di bawah tanggal 30 April itu, operasi seminggu kita berhasil menindak 20 unit armada PO bus,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Medan, Toga Aruan, Kamis (3/5).

Dikatakan Toga, operasi sebelumnya menindak sedikitnya 5 sampai 7 unit armada PO bus setiap hari. Operasi dilakukan secara bergantian di dua titik yakni Jalan SM Raja dan Jalan Jamin Ginting serta Padang Bulan dan tidak hanya terfokus pada satu titik saja.

“Petugas kita juga, mobile aktif bergerak. Tidak hanya menunggu armada di satu titik saja. Kita bergerak menuju loket atau terminal liar milik PO bus beroperasi. Ini kita lakukan, untuk hasil operasi yang lebih maksimal. Semua petugas, juga kita arahkan untuk mobile aktif bergerak,” ujarnya.
Dijelaskan Toga, 20 unit armada PO bus itu ditindak dari berbagai pengelola atau perusahaan PO. Selain itu, dari 20 unit armada itu, petugas masih mendapati pengelola PO mengoperasikan angkutan umum plat hitam.

“Plat hitam ada sebagian, beberapa unit saja. Kita dapati dari pengelola atau perusahaan bus PO. Kalau angkutan plat hitam langsung kita kirim ke Pergudangan Kayu Putih. Tindakan yang kita berikan ada yang hanya tilang ditempat oleh petugas, namun ada juga yang langsung kita bawa ke Pergudangan Kayu Putih. Yang jelas, tetap kita tindak tegas meskipun PO bus dimiliki oleh oknum pejabat maupun aparat siapapun,” jelasnya.

Ditegaskannya, kepada pengelola atau perusahaan PO bus dihimbau untuk mengoperasikan angkutannya di terminal resmi seperti Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris Sunggal. Termasuk untuk memarkirkan kendaraan dan mengangkut penumpang, tidak boleh di jalanan dan hanya dibolehkan di terminal resmi saja. “Apapun itu, hanya boleh di terminal resmi. Loket boleh menjual tiket, tapi tidak boleh mengangkut penumpang,” tegasnya.(adl)

Ditjen Dikti Tambah Kuota Bidik Misi Unimed

MEDAN-Tahun ajaran 2012-2013, Universitas Negeri Medan (Unimed) mendapatkan kuota yang lebih besar untuk penerima beasiswa Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidik Misi).

Kuota Bidik Misi yang diberikan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diberikan kepada 500 mahasiswa miskin berprestasi.

Hal ini disampaikan Rektor Unimed, Prof Ibnu Hajar di Medan Kamis usai membuka rapat kerja penyusunan Restra Unimed 2012-2015, Kamis (3/5).
“Peningkatan kuota penerima beasiswa ini diharapkan bisa  membantu mahasiswa berprestasi dari kalangan keluarga miskin, dalam mengakses pendidikannya,”ungkap Ibnu.

Ibnu juga menerangkan, jika program beasiswa bidik misi merupakan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup dari pemerintah kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan secara ekonomi kurang kurang memadai.   (uma)

Buntuti Cathy Honeymoon

Julie Estelle

Kakak baru yang dimaksud oleh Julie tak lain adalah suami Cathy alias kakak iparnya sendiri, Eka Kusuma. “Awalnya pasti ada rasa sedih. Tapi aku nggak lihat itu sebagai sebuah kehilangan. Aku malah merasa dapat kakak laki-laki,” bilang Julie.

Seolah tak rela ditinggal sendirian di Jakarta, bintang film Kuntilanak itu akan ikut Cathy dan Eka jalan-jalan ke luar negeri. “Sebentar lagi aku sama Cathy dan suaminya mau travelling tiga minggu ke Jerusalem, Amsterdam dan Prancis,” katanya riang.

Niat Julie ‘mengekor’ Cathy mungkin terkait kabar dirinya telah putus dengan solois, Ello. Kabar tersebut mulai berhembus setelah keduanya jarang tampil bersama. Ello sendiri mengaku, kini tengah fokus menggarap karya-karya barunya.

Saat meluncurkan single terbarunya, Ello juga mengungkapkan bahwa beberapa lagunya mewakili perasaannya saat ini. “Inilah gue, spesial buat orang yang lagi minder, mungkin ada yang trauma diputusin. Nggak kayak mantan itu buat orang yang pernah dibanding-bandingin sama mantannya,” kisahnya.

Toh kalau kabar putus itu benar, Julie tak tampak sedih. Ia belum mau mengikuti jejak sang kakak untuk menikah. “Belum kepikiran ke situ, fokus karier dulu. Lagian aku kan masih muda. Perjalanan masih panjang,” kata Julie.

Diakui pemain film Alexandria ini, sudah banyak lelaki yang mendekatinya. Namun, ia sangat selektif dalam memlih calon pendamping hidupnya. “Milih-milih pasti lah. Semua orang juga pasti milih-milih,” cetusnya.

“Yang baik, cocok, yang pengertian. Aku percaya jodoh itu di tangan Tuhan,” tangkis Julie lagi.  Sebelum menikah, Julie punya satu impian dalam kariernya yang belum tercapai.  “Main film action. Baru abis itu mikir jodoh,” tukas Julie.  (rm/jpnn)

Sutomo 1 Sua Methodist 2

Final Liga Basket Pelajar Sumut 2012

MEDAN-Grandfinal Liga Basket Pelajar Sumut 2012 memasuki episode akhir. Dua tempat di laga puncak yang digelar di GOR Angsapura, Jumat (4/5) sore ini milik Sutomo 1 dan Methodist 2, baik final putra maupun putri.

Pada semifinal putra kemarin, Sutomo 1 mengalahkan Methodist Binjai 65-41 sementara Methodist 2 memupus asa Wahidin 78-73. Sebelumnya tim putri Sutomo 1 dan Methodist 2 lebih dulu memastikan tiket final putri.

Duel ulangan terjadi pada sua Wahidin kontra Methodist 2. Sebelumnya keduanya juga bertemu di laga semifinal zona Medan yang dimenangkan Wahidin. Tekad untuk revans membuat Methodist 2 tampil dengan semangat tinggi.

Tampilnya Nicholas yang absen di duel sebelumnya tak ayal membuat kekuatan Methodist 2 kali ini berbeda. Malah Wahidin yang kali ini tampil tidak lengkap dengan absennya Ricky Kosasih akibat sanksi pemukulan yang dilakukannya.

Tertinggal lima angka di awal, Methodist 2 mulai anas. Dua angka pertama dari free throw Tamunu terus dilanjutkan Kennardy dan Wepe. Tiga pemain ini bergantian menempel keta perolehan angka Wahidin. Bahkan mampu berbalik unggul dan menutup kuarter awal 20-17.
Di kuarter kedua, Nico yang tidak banyak berperan di kuarter awal mulai menunjukkan aksinya. Three poin shoot mulus mengawali aksinya. Nico tak sendirian. Kapten tim, Yuharsan tak ketinggalan dengan beberapa tembakan tiga angkanya hingga sempat meninggalkan lawannya dengan defisit tujuh poin. Namun menjelang akhir kuarter tim besutan Hidayat Natasasmita ini bangkit dan menipiskan defisit satu bola 34-36.
Kuarter ketiga masalah mulai muncul untuk Methodist 2. Kennardy dan Tamunu terkena foul treble hingga membuat pelatih Atus Gultom melakukan rotasi.

Ketegangan memuncak di kuarter penentu. Papan skor kerap menunjukkan skor kembar. Methodist 2 pun sempat kehilangan Wepe karena cedera.  Wahidin kehilangan Michael karena foul out dilengkapi team foul untuk Wahidin. Free throw Ken dan Nico membuat Methodist 2 memimpin lima angka di 11 detik terakhir dan menutup laga 78-73.

“Anak-anak semangatnya lagi tinggi. Mereka termotivasi untuk menang. Akhirnya kita berhasil revans. Memang kita dua kali kalah sama Wahidin. Final kita tetap optimis menang,” kata Pelatih Methodist 2, Atus Gultom.

Laga semifinal lainnya tak kalah ketat mempertemukan Sutomo 1 dan Methodist Binjai. Berstatus unggulan, Sutomo1 tak diduga mendapat perlawanan sengit lawan. Bahkan Reynaldo cs sempat tertinggal 10-23 di kuarter pertama. Sutomo 1 akhirnya berhasil bangkit di kuarter kedua dan menambah 23 angka. Hingga akhirnya berbalik unggul di kuarter ketiga 45-44.

Di kuarter penentu Sutomo 1 menunjukkan ketangguhannya. Apalagi tiga pemain pilar Methodist Binjai terkena foul out. Sutomo 1 akhirnya menutup laga 65-41. “Entah kenapa anak-anak di awal kehilangan konsentrasi dan tidak fokus. Ini tidak boleh terjadi di laga final,” kata Pelatih Sutomo 1, Handy Suwandy.

Sementara di perebutan tempat ketiga putri, Wahidin menyerah di tangan Wiyata Dharma 39-44. (mag-18)