Home Blog Page 13573

KPK Bidik Anas dan Istri

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyelidiki proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor. Ketua KPK Abraham Samad, Selasa (1/5), membenarkan adanya indikasi keterlibatan Anas Urbaningrum dalam proyek pembangunan stadion dan sekolah olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang bernilai Rp1,2 triliun. Abraham tak bersedia membeberkan lebih jauh indikasi keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan komisinya telah mendapatkan informasi penting dari anggotan
Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, Ignatius Mulyono.

“Kan sudah ada keterangan kalau Ignatius Mulyono disuruh Anas menyelesaikan sertifikat tanah untuk Hambalang,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK lainnya, Zulkarnaen mengungkapkan KPK mengendus adanya penyimpangan oleh PT Dutasari Citralaras yang menjadi subkontraktor pemenang tender proyek ini yakni PT Adhi Karya. PT Dutasari adalah perusahaan tempat istri Anas menjadi komisaris. Tapi, menurut Anas, ia sudah mundur sejak proyek Hambalang belum dimulai.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP menegaskan dua aspek yang menjadi perhatian KPK dalam penyelidikan Hambalang. “Pertama soal sertifikat dan kedua soal proses pengadaan proyek multiyears,” kata Johan Budi kepada wartawan di kantor KPK, Jakarta, hari ini.

Johan sendiri belum dapat menjelaskan keterlibatan pihak-pihak dalam proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menelan biaya Rp1,2 triliun itu. Tetapi Johan menyatakan KPK masih menelusuri indikasi penyelewengan proyek Hambalang. “Ya ini kami lagi mencari di dua ini. Kami lagi mencari indikasi tindak pidananya,” ujar Johan.

Terkait kasus ini, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum membantah semua tudingan terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin terkait kasus dugaan korupsi pembangunan komplek olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Bahkan Anas yang membantah telah mengatur soal kepengurusan sertfikat tanah Hambalang.

“Tidak betul (saya mengatur soal Hambalang). Memangnya saya calo tanah. Memangnya saya calo sertifkat?” ujar Anas Urbaningrum di KPK beberapa waktu lalu. Mantan anggota KPU itu juga membantah perihal pertemuan-pertemuan yang dsebut untuk mengurus proyek senilai Rp1,2 triliun itu. Sebaliknya, Anas menganggap semua tudingan tersebut adalah bentuk skenario-skenario politik untuk mengkaitkan dirinya dalam kasus hukum.
Kasus ini berawal dari penyelidikan KPK terkait kasus Wisma Atlet yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Proyek Hambalang menuai banyak kontroversi setelah Nazaruddin menyebut fee proyek itu untuk mendanai pemenangan Anas Urbaningrum dalam Kongres Partai Demokrat tahun 2010.

Nazaruddin, yang juga terdakwa kasus suap Wisma Atlet juga menyebutkan adanya keterlibatan Anas dalam kasus Hambalang, antara lain meminta dirinya melobi sejumlah pihak agar sertifikat Hambalang selesai diurus. (net/jpnn)

Indikasi Keterlibatan Anas dan Istri

1. Anas merencanakan proyek Hambalang
Ketua Komisi Olahraga Mahyuddin membenarkan dirinya, Angelina Sondakh, dan     Nazaruddin pernah bertemu dengan Menteri Andi Mallarangeng di kantor     Kemenpora. Proyek Hambalang disebut, tapi Mahyuddin mengaku lupa detailnya.     Namun, menurut Nazar, “Pertemuan membicarakan Hambalang, bukan yang lain.”     Nazar menyatakan pertemuan itu diatur Anas.

Bantahan Anas:
“Saya kira sama saja dalam kasus Hambalang. Sebab, dalam kasus Wisma Atlet terbukti tidak benar.” (Kamis, 26 April 2012)

2. Anas meminta pengurusan sertifikat Hambalang
Ignatius Mulyono mengaku diminta Anas, kala itu Ketua Fraksi Partai Demokrat di     DPR, mempercepat pengurusan sertifikat Hambalang. “Saya dimintai tolong tanya ke     Pak Joyo (Kepala BPN Joyo Winoto) kenapa tanah Hambalang tak segera selesai     (sertifikatnya),” kata Mulyono di gedung KPK pada 17 Februari 2012.

Bantahan Anas:
“Tidak betul (saya mengatur soal Hambalang), memangnya saya calo tanah.”
(Kamis, 26 April 2012)

3. Menerima fee proyek Hambalang
Sumber di KPK membenarkan Anas menerima fee yang diduga terkait dengan proyek     Hambalang. Sebelumnya, Nazar pun pernah mengungkapkan, PT Adhi Karya, yang     memenangi tender Hambalang, menyerahkan Rp100 miliar pada Mei 2010. Rp 50     miliar untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam Kongres Bandung, sisanya     untuk anggota DPR serta pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Bantahan Anas:
”Tidak ada duit, hanya ada daun jambu.”

4. Athiyyah Laila terkait PT Dutasari Citralaras

  • Athiyyah menjadi komisaris dan pemegang saham perusahaan Dutasari, yang   merupakan subkontraktor PT Adhi Karya di Hambalang. Athiyyah disebut mundur        dari Dutasari pada 2009, tapi tidak pernah ditemukan tercatat dalam akta  perubahan.
  • Temuan PT Dutasari mungkin melakukan pelanggaran, di antaranya karena   mensubkontrakkan lagi pekerjaan itu kepada PT Kurnia Mutu.
  • Ada temuan di Dutasari, Athiyyah berkongsi dengan Mahfud Suroso, orang dekat  Anas, yang disebut-sebut Nazar sebagai kurir fee Rp 100 miliar dari Adhi Karya, dan        di sana pun ada tokoh Partai Demokrat, Munadi Herlambang.

Bantahan Anas:
“Posisi beliau (istrinya, Athiyyah) komisaris pada 2008, tapi dimintai keterangan kasus Hambalang tahun 2010.”
(26 April 2012).

5. Keterangan Anas yang janggal

  • Anas menyatakan istrinya berada di Dutasari karena kedekatan Mahfud Suroso dengan orang tua mereka. Padahal Anas-Mahfud dekat sejak SMA, sebelum Anas   menikah.
  •  Anas kerap tak membantah langsung soal tudingan Nazaruddin. Soal mobil sogokan,  misalnya, Anas tak secara gamblang menunjukkan asal-usul mobilnya.

Bantahan Anas:
“Alah, rumor-rumor enggak benar.”

Insentif Gubernur Belum Cair

081265109662

Bapak Gubernur yang terhormat kapan uang insentif dari Gubernur dicairkan untuk para guru? Mana janjimu untuk mensejahterakan para guru? Bagaimana murid bisa pintar kalau gurunya tidak sejahtera?

Diserahkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota

Perlu kami beritahukan bahwasanya uang insentif dari APBD untuk para guru sudah diluncurkan. Penyalurannya kami serahkan ke pemerintah kabupaten/kota. Untuk itu, bisa langsung ditanyakan ke pemerintah kabupaten/kota setempat.

Saiful Syafri
Kepala Dinas
Pendidikan Sumut

21 Dubes Kunjungi dan Kagumi Rahmat Gallery

MEDAN-Sebanyak 21 Dubes (Duta Besar) negara-negara dari kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa dan Afrika berkunjung ke Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, Sabtu (28/4) lalu.

Kedatangan ke 21 Dubes tersebut disambut langsung pemilik sekaligus pendiri Gallery satwa liar yang satu-satunya di Asia, Rahmat Shah. Adapun Duta Besar yang berkunjung Duta Besar Afganistan, Azarbaizan, Bangladesh, Brunai Darussalam. Bosnia Herzegivona, Mesir, Irak, Laos, Libia, Polandia, Seychelles, Somalia, Afrika Selatan, Srilanka, Sudan, Siria, Slovakia, Thailand, Tunisia, dan Nigeria.

Dalam kesempatan tersebut Rahmat Shah langsung bertindak sebagai guide, mengingat para tamu yang datang adalah dari kalangan diplomat, sehingga Rahmat merasa perlu turun tangan melayani para tamu kehormatannya. Apalagi, Rahmat Shah juga adalah sebagai Diplomat yakni Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk wilayah Pulau Sumatera dan mereka telah mengenal Rahmat Shah yang selama ini aktif dalam kegiatan diplomat baik di Medan, maupun Jakarta.

Diselingi cengkrama, para duta besar serius menyimak penjelasan Rahmat mengenai koleksi satwa liar yang ditata dengan apik sesuai dengan kondisi alamnya, sambil menawarkan kebeberapa dubes untuk berfoto dengan koleksi favoritnya.

Usai berkeliling tiap ruangan, para Duta Besar diajak ke ruangan lantai 3 atau Legend Room dan lagi Rahmat Shah menunjukkan berbagai koleksinya yang berasal dari pimpinan negara-negara seperti Brunei, Afganistan, Pakistan, dan lain-lain.

Acara kunjungan Duta Besar Negara sahabat diakhiri dengan infromasi Rahmat Shah sebagai Senator dari Sumatera Utara serta tugas-tugas yang diamanahkan rakyat kepada dirinya,  seperti masalah pertanahan dan hal peruntuhan beberapa rumah ibadah sebagai akibat derasnya pembangunan di Kota Medan, seperti mesjid Al Ikhlas, dan Raudhatul Hasanah. (*/ila)

Tut Wuri Handayani

Ramadhan Batubara

Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Hari buruh, 1 Mei, telah lewat. Hari ini, 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional. Adakah yang masih ingat?

Tentu masih banyak yang ingat. Jika tidak, maka Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara akan sedih. Ya, usahanya dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa, suatu lembagan  pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda, seakan tersia-siakan. Pun, dengan semboyan hasil karyanya tut wuri handayani mengawang hingga tak lagi diterapkan.

Terlepas dari itu, tut wuri handayani memang menarik jika dikaitkan dengan dunia pendidikan terkini di Indonesia. Bagaimana tidak, arti kata tut wuri handayani kini cenderung mengalami penyempit bahkan malah berubah makna.

Sejatinya, tut wuri handayani tidaklah berdiri sendiri. Dia adalah sebuah semboyan panjang. Secara utuh bunyinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Semua kata yang terangkai tersebut mengarah kepada peran seorang guru. Kalau diterjemahkan, maka akan tergambar bagaimana harusnya seorang guru bersikap. Pertama, ing ngarsa sung tulada: ketika di depan seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik. Kedua, ing madya mangun karsa: di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dan ketiga, tut wuri handayani: dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan.

Begitulah, entah apa sebabnya, semboyan panjang itu hanya diambil penggalan terakhirnya saja oleh Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia untuk dijadikan slogan. Apakah karena kepanjangan? Atau karena seorang guru tidak perlu memiliki peran yang begitu banyak?

Apapun sebabnya, kini guru dengan tut wuri handayani seakan tak mencerminkan sikap yang ideal lagi. Contohnya dalam agenda Ujian Nasional beberapa waktu lalui. Sebagai guru, beberapa pendidik memang masih memegang teguh tut wuri handayani tadi. Tapi, artinya berbeda dengan yang diharapkan Ki Hajar Dewantara. Oknum guru memang memberikan dorongan dan arahan. Masalahnya, dorongan arahan yang dimaksud tidak memancing murid untuk kreatif dan berusaha keras. Di beberapa tempat, para pendidik malah mengarahkan murid atau siswanya untuk berbuat curang. Murid diminta datang jauh lebih cepat dari jadwal ujian agar bisa ‘berkoordinasi’ soal jawaban. Nah, adakah hal itu yang diinginkan dari tut wuri handayani tadi?

Memang, tidak semua guru yang menjadi sosok tut wuri handayani murtad. Film Laskar Pelangi yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Andrea Hirata seakan menyadarkan Indonesia kalau masih ada guru yang berdedikasi tinggi. Ya, setidaknya Hirata mengangkat kisah nyata yang ada di Bangka Belitong dan memunculkan karakter seorang guru, Bu Muslimah, yang bermental tut wuri handayani. Tentu, masih banyak Bu Muslimah lain di Indonesia. Sayang, adakah yang tahu nasib mereka? Haruskah mereka dinovelkan lebih dahulu agar Indonesia sadar pentingnya tenaga pengajar?

Sekali lagi, ini soal tut wuri handayani. Tapi tolong, jangan baca sepenggal. Bacalah seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Hari Pendidikan Nasional! (*)

Setelah ke PDIP, RE Nainggolan Pilih PDS

JAKARTA-Langkah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Utara, RE.Nainggolan, untuk menjadi orang nomor satu di Sumut, ternyata tidak tanggung-tanggung. Setelah mendaftar ke PDI Perjuangan, untuk dapat dicalonkan pada Pilgub mendatang ia juga mendaftar lewat gerbong Partai Damai Sejahtera (PDS).

Hal ini terungkap saat Sumut Pos secara khusus berbincang-bincang dengan Sekretaris Jenderal DPP PDS, Sahat Sinaga, kemarin. “Ya dari kita buka pendaftaran calon, itu sudah ada yang mendaftar. Itu Pak Nainggolan,”ungkapnya sambil tersenyum.

Hal ini cukup menarik. Pasalnya sebagaimana diketahui, PDS merupakan salah satu partai yang suaranya cukup diperhitungkan dalam Pilgub Sumut. Karena paling tidak di DPRD provinsi, partai ini mampu meraih lima kursi pada Pemilu 2009 lalu. Sementara syarat minimal sebuah partai dapat mencalonkan pasangan, paling tidak dibutuhkan lima belas kursi di DPRD.

RE mendaftar seorang diri tanpa pasangan calon wakil. Meski baru dirinya yang mendaftar ke PDS, tidak otomatis RE akan menjadi calon yang akan diusung partai ini. Meskipun nantinya hanya beliau yang mendaftar ke PDS. “Karena syarat utama calon yang kita usung, itu sepenuhnya PDS akan mendengarkan suara konstituen dan warga gereja. Pokoknya untuk Sumut, kita harapkan figur yang memang benar-benar memiliki pengetahuan tentang Sumut secara menyeluruh,”ungkapnya.

Menurut Sahat, sebenarnya di Sumut saat ini banyak terdapat figur-figur yang berpotensi memimpin provinsi ini ke depan. Hanya sayangnya saat ditanya apakah kemungkinan PDS justru akan melamar pasangan calon, jika tidak memperoleh calon yang tepat dari pendaftaran yang mereka buka, Sahat belum bersedia membeber secara gamblang. “Apalah artinya kita ini. PDS ini kan partai kecil,”ungkapnya merendah.

Demikian juga terkait kemungkinan PDS nantinya akan mengajukan calon yang merupakan kadernya sendiri. Memang menurut Sahat, terbuka peluang untuk hal tersebut. Semisal untuk kandidat calon wakil gubernur. “Tapi itu tentunya akan kita tanya ke Ketua DPW Sumut dulu. Karena beliau yang paling memungkinkan (untuk dicalonkan),” ujarnya.

Pendaftaran calon gubernur Sumut yang dilakukan PDS ini sendiri terbuka untuk umum. Dan sampai saat ini dipastikan masih terus dibuka hingga nantinya KPUD Sumut membuka pendaftaran calon secara resmi. Namun sayangnya dari sejumlah nama-nama kandidat kuat figur yang diperkirakan akan maju bertarung dalam pilgub, baru RE Nainggolan yang secara resmi mendaftar.

PDIP Sayangkan Langkah RE Nainggolan

Selain mendaftar ke PDIP, RE Nainggolan juga melakukan persiapan untuk maju dalam Pilgubsu mendatang melalui jalur independen. Nah, langkah ini sangat disayangkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP). “Tapi saya dengar beliau mau maju lewat independen ya?” ujar Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli, yang pada Pilgub 2008 silam terlibat intens di DPP PDIP dalam proses penetapan cagub yang diusung partai banteng moncong putih itu.

Dengan nada entang, Firman mengatakan, sebenarnya cukup berat calon yang menggunakan jalur independen. “Berat loh itu. Ke depannya juga susah,” ujar Firman. Yang dimaksud, ketika sudah berkuasa, kepala daerah dari jalur independen itu tidak mendapat sokongan dari DPRD.

Firman tidak berkomentar panjang lebar saat Sumut Pos mengatakan, bahwa calon yang bukan kader partai juga berupaya lewat jalur independen karena tidak ada jaminan bisa diusung partai, meski sudah mendaftar. Bila ternyata tak ada partai pengusung, rencana pencalonan bisa gagal. Karenanya, jalur independen menjadi alternatif untuk antisipasi. “Oh, gitu yah,” ujarnya.

Beranikah PDIP menggaransi bahwa akan mengusung RE Nainggolan? Firman tidak menjawab. Dia hanya menjelaskan sejumlah kriteria yang dicari PDIP untuk pilgub Sumut. Selain kriteria ideologis, bahwa calon dekat dengan karakter nasionalis dan pluralis, calon juga punya kualitas pribadi yang mempuni.”Antara lain, pengalaman, leadership, kematangan, profesional, watak, dan kepribadiannya,” ujar Firman.

Setelah itu, baru dilihat tingkat popularitasnya, berdasarkan hasil survei. “Saat ini baru persiapan survei,” ujar Firman.

Khusus untuk menghadapi pilgub Sumut, lanjutnya, PDIP juga sudah mulai melakukan konsolidasi internal. “Pendaftaran juga sudah dibuka,” imbuhnya.
Dia tak menyebutkan siapa saja kandidat yang sudah mendaftar. Dia hanya menyebut nama RE Nainggolan, sedang yang lain tak disebut namanya. Firman menegaskan, PDIP menempatkan Sumut sebagai daerah yang strategis, baik secara ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. “Kita ingin pilkada Sumut, selain sebagai proses pendidikan politik, juga bisa memperkuat pemenangan politik (bagi PDIP, Red),” jelasnya.

Gus Irawan Pikat Nasdem

Di sisi lain, dukungan Direktur Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu untuk menjadi Gubsu periode 2013-2018 terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Hary Tanoesudibjo.

Setidaknya dukungan ini terlihat di sela-sela perbincangan khusus antara Hary Tanoesudibjo dengan Gus Irawan di Medan, Selasa (1/5) sore. Hary Tanoesudibjo yang dikenal sebagai CEO MNC Group menilai, sosok Gus Iawan merupakan figur publik yang memiliki kapabelitas memimpin Sumut ke depan.

“Bila partai politik fokus pada sosok yang memiliki populeritas dan elektabilitas, maka masyarakat lebih membutuhkan sosok cagubsu yang memiliki kapabelitas, yang mampu memecahkan beragam persoalan di Sumut dan memahami keinginan masyarakat Sumut khususnya,” sebutnya.

Pada pertemuan itu, Hary Tanoesuibjo sudah lama mencermati sepak terjang dan gaya kepemimpinan Gus Irawan.  “Saya pikir Gus Irawan bagus. Bank Sumut di bawah beliau berkembang pesat, asetnya berkembang, keuntungan besar,” ucapnya.

Dia menambahkan, selain Bank Sumut yang terus meningkat, ada terobosan program UMKM yang dijalankannya dan berkembang sangat luar biasa. “Bagus, dia bagus. Kalau dia mau running  jadi gubernur, saya dukung,” tegasnya.

Menurut dia, rakyat sekarang ini membutuhkan pemimpin yang memiliki kapabelitas, memiliki kemampuan bertindak cepat dan tepat. “Sekarang ini perlu bergerak cepat, tidak bisa bersantai-santai. Negara kita, termasuk Sumut, perlu pemimpin seperti itu. Sudah lama kita lalui era reformasi, tapi tidak banyak perubahan berarti. Kita sudah tertinggal jauh,” ujarnya.

Disinggung tentang latar belakang figur yang lebih layak memimpin Sumut, politikus yang juga pengusaha nasional sukses itu mengatakan, semua orang berhak maju, bisa dari kalangan birokrat, politikus, dan juga terbuka peluang besar bagi kalangan profesional atau pebisnis.

“Siapa saja punya peluang. Tapi yang jelas harus kapabel, tahu apa yang harus dikerjakan dan punya leadership yang kuat,” ujarnya.

Dia menegaskan, Sumut akan menggelar Pilgub pada 2013, pada pemilihan itu membutuhkan calon pemimpin yang bisa menguasai, mengetahui permasalahan, kebutuhan dan potensi daerah ini. Misalnya memahami potensi ekonomi Sumut, apakah perkebunan, sektor UMKM, pertanian, kelautan dan lainnya. “Dari pandangan saya, di Indonesia, umumnya belum ada pemimpin yang memetakan dan bekerja cepat dan tepat. Jadi kita butuh sosok itu di Sumut,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, tujuan eksistensinya sebuah pemerintahan yang baik adalah terciptanya kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan masyarakat yang dilayaninya. Maka, bidang pendidikan dan kesenjangan sosial juga harus menjadi perhatian. (sam/ril)

Kapolres Dituding Terima Rp200 Juta

Diduga Rombak Pasal untuk Bandar Sabu

BINJAI- Satuan Narkoba Polresta Binjai, berhasil mengamankan seorang bandar narkoba Ationg (35) warga Perumahan Asam Jawa, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (19/4) malam lalu.

Lantas, pasca penangkapan bandar narkoba jenis sabu-sabu ini, terungkap beberapa keganjilan yang dilakukan petugas Polres Binjai, diantaranya dugaan dilakukannya perubahan pasal kepada tersangka  dari bandar narkoba menjadi pemakai dengan imbalan Rp200 juta.
Informasi diterima Sumut Pos, Selasa (1/5), terungkapnya kabar dugaan penyuapan ini berawal dari kunjungan istri Ationg ke Polres Binjai beberapa saat setelah penangkapan dilakukan petugas.

Karena tak mau Ationg dijerat dengan pasal yang berat, akhirnya istri Ationg mencoba melobi Kapolresta Binjai untuk meringankan hukuman Ationg dengan menerapkan pasal berbeda.

Malam itu, istri Ationg terlihat membawa tas diduga berisi uang senilai Rp200 juta yang akan diserahkan ke Kapolres Binjai.
Informasi ini pun sempat ditutup-tutupi oleh sejumlah pejabat teras di Polresta Binjai, namun kabar tersebut akhirnya merebak dengan dipanggilnya sejumlah petugas Satnarkoba ke Aula Mapolresta Binjai untuk dimintai keterangan, kemarin siang.

Menanggapi kabar tak sedap tersebut, Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon ketika dikonfirmasi membantah keterlibatan dirinya dalam perkara tersebut.

“Saya sepeser pun tidak pernah menerima uang. Makanya, ketika ada info itu, penyidik dan Ationg langsung saya interogasi dan tidak mengakui adanya pemberian uang,” bantah Musa via pesan singkat yang dikirimnya ke wartawan koran ini.

Lebih jauh dikatakan Kapolres, pihaknya saat ini tengah mendalami kasus dugaan penyuapan terhadap anggotanya dari bandar  sabu-sabu tersebut. “Provost masih menyelidiki, mohon bantuan jika ada saksi-saksi yang mengetahui supaya memberikan keterangan agar kami beri tindakan kepada penerima uang secara hokum,” ujarnya.

Dia pun tak menampik, jika kasus ini tengah ditangani pihaknya secara intensif. “Yang tangani Wakapolres dan Kasi Propam Polres Binjai,” tegasnya.
Sebelumnya, petugas Satnarkoba Polresta Binjai menangkap Ationg setelah melakukan pengintaian selama beberapa minggu. Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 3 gram sabu-sabu, timbangan elektrik, handphone, tas dan puluhan plastik untuk membungkus sabu-sabu.

Penangkapan tersangka bandar sabu-sabu yang sudah menjadi target operasi polisi ini sempat menjadi tontonan warga sekitar. Beruntung, Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin Hasibuan, berhasil menenangkan warga sekitar.

Ationg yang namannya sudah santer di Kota Binjai ini, ditangkap petugas setelah sebelumnya mengamankan Unyil, pelanggan Ationg yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 2 paket seharga Rp200 ribu di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Rambung, Kecamatan Binjai Selatan.
Unyil yang mengaku membeli barang haram berbentuk kristal itu dari Kelek, teman satu kampungnya lantas ditangkap petugas, hingga akhirnya mengarah ke Ationg.(ndi)

Selulit Mengganggu Penampilan

Berkaitan dengan Pola Makan

Selulit termasuk problem kecantikan yang sering dikeluhkan. Selulit biasanya muncul di beberapa bagian tubuh seperti paha dan pantat. Selulit disebabkan karena adanya timbunan lemak di bawah kulit. Selulit terlihat seperti kulit jeruk yang umumnya terdapat pada bagian paha dan bokong.  Biasanya lebih sering terjadi pada wanita gemuk dan ibu hamil.

“Selulit terjadi karena robeknya jaringan pada kulit. Sebenarnya selulit bukan masalah kulit yang serius. Tapi karena kemunculannya mengganggu penampilan kita, terutama wanita,” kata Konsultan Medis Natasha Skin Care, Dr.Beni Satria, Selasa (1/5).

Menurutnya, munculnya selulit pada tubuh wanita terkait dengan perubahan hormonal dan pengaruh berat badan. Bahkan selulit mulai muncul pada saat pubertas dan sering kali bertambah jumlahnya ketika hamil. Selain itu, kadar estrogen yang meningkat sesaat sebelum haid juga dapat memengaruhi munculnya selulit.

“Tapi penyebab pastinya dikarenakan timbunan lemak pada tubuh. Selulit ini juga mulai terlihat disertai dengan bertambahnya umur dimana kulit kehilangan banyak elastisitasnya. Mengenai usia, tidak ada patokannya. Selain itu, selulit bukan dikarenakan faktor keturunan,” katanya lagi.
Selulit ini juga, tambahnya, berkaitan erat dengan pola makan. “Kebiasaan makan terlebih karena mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak. Kebiasaan makan dan gaya hidup yang tidak sehat inilah yang akan memicu terjadinya selulit,” terangnya.

Untuk menghilangkan selulit, sambungnya, saat ini banyak produk perawatan kulit termasuk pijatan dan krim yang diindikasikan untuk menghilangkannya. Namun prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan kebanyakan tidak memberikan perubahan yang berarti.
“Untuk mencegah timbulnya selulit ini juga belum ditemukan secara pasti. Tapi yang lebih baik dilakukan adalah jaga berat badan ideal dengan menjaga pola makan yang baik serta berolahraga secara teratur agar tekstur kulit tetap kencang dan terjaga,” ucapnya. (mag-11)

Dapat Menggunakan Bahan Alami

Sebenarnya untuk mendapatkan kulit yang bebas dari selulit kita tidak harus mengeluarkan banyak uang, kita dapat menggunakan bahan-bahan alami untuk menghilangkan selulit Berikut ini merupakan cara menghilangkan selulit secara alami :

  1. Dengan menggunakan kopi
    Anda dapat menggunakan kopi untuk menghilangkan selulit. Caranya yaitu dengan membalurkan ampas kopi yang masih hangat pada bagian tubuh yang terdapat selulit, kemudian diamkan sekitar 10 menit, lalu bilas dengan air hangat.
  2. Menggunakan minyak jagung
    Anda dapat juga menggunakan ramuan herbal yang juga manjur dalam menghilangkan selulit dengan menggunakan minyak jagung. Caranya yaitu dengan campurkan 1 cangkir minyak jagung dengan 1/2 cangkir jus jeruk bali dan 2 sendok teh thyme kering. Pijat ke pinggul, paha dan daerah pantat. Tutup dengan bungkus plastik untuk mengunci panas tubuh.
  3. Dengan diet seimbang
    Selulit juga dapat Anda atasi dengan menjalani diet dan mengkonsumsi makanan yang tepat serta olahraga secara teratur. Hindari makanan yang asin, sehingga menimbun cairan dalam tubuh Anda.
  4. Minum banyak air putih
    Dengan minum banyak air putih juga dapat menghilangkan selulit. Minum 8 gelas air putih setiap hari dapat menghindari dehidrasi dan mengeluarkan kotoran dari sistem tubuh. Air putih juga membantu mengendalikan nafsu makan, dengan meminum segelas air penuh sebelum makan.
  5. Pijat
    Pijat juga dapat membantu anda untuk mengatasi selulit. Pijat dapat mereflesikan urat syaraf dan otot-otot terutama pada sekitar kaki, betis dan paha agar tidak menegang. Pijat dapat memperlancar sirkulasi darah dan menghancurkan tumpukan lemak dalam tubuh.
  6. Dengan menyikat kulit
    Anda juga dapat menghilangkan selulit dengan cara menyikat kulit. Usahakan menyikat bagian tubuh menggunakan shower puff atau spon lembut. Gosok kulit dengan bulu sikat  halus cukup 10-15 menit 2 kali seminggu. (bbs/net)

35 Tersangka Diamankan, 48 Ton BBM Disita

BELAWAN- Sebanyak 35 pria ditangkap Polda Sumut terkait penyalahgunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) dari beberapa titik lokasi gudang BBM tak resmi. Selain mengamankan puluhan tersangka dan satu diantaranya oknum aparat TNI, polisi juga menyita sedikitnya 48 ton BBM berbagai jenis dari sejumlah lokasi di Sumatera Utara termasuk di wilayah Utara Kota Medan.

“Penertiban terhadap lokasi penampungan BBM illegal tetap kita lakukan, sebelumnya dalam operasi Dian Toba 2012 yang berakhir pada 25 April lalu sekitar 27 kasus kita tangani dengan jumlah tersangka 35 orang satu diantaranya oknum anggota TNI,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Heru Prakoso kepada Sumut Pos di KIM Mabar, Selasa (1/5) kemarin.

Heru merincikan, ke 48 ton BBM yang diamankan dari berbagai daerah di Sumut tersebut diantaranya BBM jenis solar sebanyak 31 ton, premium 6,9 ton dan minyak tanah 11 ton. Puluhan ton BBM dimaksud terjaring dalam Operasi Dian Toba 2012 yang digelar selama satu bulan.

“Itu kita amankan dari sejumlah lokasi di Sumut diantaranya daerah Tanjung Balai, Asahan. Tapi kalau untuk di Belawan barang buktinya cuma 370 liter BBM diantaranya jenis minyak tanah 150 liter dan solar 220 liter. Sedangkan tersangkannya 3 orang dalam 3 kasus,” terang Heru.

Sementara, terkait masih maraknya aktivitas penampungan dan penimbunan BBM subsidi di wilayah Utara Kota Medan diantaranya di Jalan KL Yos Sudarso Medan Labuhan hingga menuju ke arah Belawan yang dikenal sebagai wilayah pemasok BBM gelap hingga ke luar negeri, Heru menuturkan pihaknya berjanji akan melakukan penindakan dan penertiban terkait keberadaan lokasi illegal yang disinyalir mendapat pengawasan dari oknum petugas militer itu.

“Penertiban tetap kita lakukan, siapapun itu pelakunya. Termasuk di Utara Kota Medan. Dan kalau memang ada informasi tolong masyarakat sampaikan ke Polda Sumut,” ujar dia. (mag-17)

Anggaran Belanja Karo Naik Rp102 M

KARO- Kesepakatan KUA dan PPAS yang telah ditandatangani, Selasa (24/4) lalu merupakan dasar penyusunan RKA-SKPD. Hasil Kompilasi seluruh RKA-SKPD ini nantinya yang menjadi rancangan APBD 2012.

Belanja pada Tahun Anggaran 2012 direncanakan sebesar Rp824.499.679.137,79. Hal ini mengalami peningkatan Rp102.161.712.002,35 dibandingkan dengan tahun lalu.

Hal itu terungkap pada  nota pengantar Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, dalam penyampaian Ranperda APBD Karo 2012  beserta nota keuangan,  di ruang  sidang paripurna  gedung DPRD Karo, Selasa (1/5).

Menurutnya, dari alokasi kondisi belanja daerah sebagaimana ditetapkan kebijakan berupa alokasi belanja tidak langsung, khususnya  gaji dan tunjangan diperhitungkan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara, tambahan penghasilan diproyeksikan menurut jumlah pejabat struktural dan non-struktural sesuai dengan jumlah pegawai pada masing-masing SKPD. Alokasi belanja tidak langsung lainnya di luar gaji dan tunjangan, dialokasikan berdasarkan kriteria mengikat dan tidak mengikat.

Kriteria mengikat diberlakukan untuk meneruskan belanja hibah dan/atau belanja bantuan keuangan dari pemerintah atasan dan/atau amanat ketentuan perundang-undangan, sedangkan kriteria tidak mengikat dilakukan melalui analisis.

Alokasi belanja langsung dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama berupa indikatif, tahap kedua berupa alokasi sementara dan tahap ketiga alokasi definitif setelah KUA dan PPAS disepakati bersama dengan DPRD.

Berdasarkan kebijakan pendapatan dan belanja ditetapkan alokasi belanja untuk masing-masing SKPD. Dalam mendukung pelaksanaan prioritas program tahun 2012.

Sementara itu tiga SKPD yang memperoleh alokasi anggaran besar yakni Rp20 Miliar masing-masing Dinas PU, Dinas Pendidikan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan. “Ketiga dinas tersebut diharapkan mampu menyediakan layanan dasar infrastuktur, peningkatan layanan kebersihan dan pertamanan serta kualita pendidikan,”ungkapnya.(wan)

Lambat Lakukan Operasi, RSUD Membela Diri

LUBUK PAKAM- Managemen RSUD Deliserdang memandang enteng meninggalnya bayi laki laki yang dirawat Senin (30/4) lalu itu. Bahkan Direktur RSUD dr Aida Harahap belum minta maaf kepada orangtua bayi malang itu Muhammad Anwas (34) dan Poniseh (30).

Malah ketika ditemui Sumut Pos, di ruang Komisi C DPRD Deliserdang seusai menghadiri dengar pendapat tentang ranperda kesehatan, Selasa (1/5) sekitar pukul 11.30 WIB dr Aida Harahap, malah membela bawahnya.”Bayi itu meninggal karena ibunya terinfeksi di atas ambang batas,” katanya membela.
Ditambahkannya, dr Masjuanda SpOG yang bertugas saat ini belum terlambat melakukan tindakan operasi terhadap pasien Jampersal, Poniseh. Bahkan dr Masjuanda SpOG telah hadir  sebelum pukul 11.00 WIB di RSUD. Kebetulan keluara korban tidak melihat kehadiran sang dokter.

Ketika ditanyakan kenapa tidak langsung dilakukan tindakan operasi kepada pasien. Padahal pasien sudah sampai pukul 08.00 WIB diantar suaminnya dr Aida tidak mampu menjawab pertanyan tersebut dan malah, menyatakan pihaknya telah melakukan kerja sesuai standar operasional yang berlaku.
Ke depan tambah dr Aida pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.

“Tahulah tidak semua dapat saya awasi tindakan para bawahan saya, tetapi kalau ada yang salah akan saya tindak, baik secara lisan dan tulisan,” tegasnya.
Orangtua korban M Anwas, sangat kecewa dengan pelayanan RSUD yang lamban melakukan tindakan operasi. Soalnya pasien sampai menunggu selama 3 jam, baru dilakukan tindakan operasi. “Apakah karena istri saya pasien Jampersal ya, makanya lamban ditanggani,” kecam M Anwas. (btr)