Home Blog Page 13596

Kejar Dangdut hingga ke Belanda

Andrew Weintraub, Profesor Universitas Pittsburgh dan Vokalis Dangdut Cowboys (1)

Nama Andrew N Weintraub jelas kalah tenar dengan Rhoma Irama atau Inul Daratista. Namun, dalam dunia dangdut Indonesia, Andrew bukan orang asing. Dia adalah profesor dari Universitas Pittsburgh, AS, yang secara komperehensif meneliti dangdut. Dia juga membentuk kelompok orkes dangdut di Pitssburgh bernama Dangdut Cowboys.

HENDROMASTO, Jakarta

Pada 2010 lalu, nama Andrew melejit di sela gempita dunia dangdut tanah air. Saat itu, dia baru saja menyelesaikan bukunya berjuduln
Dangdut Stories: A Social and Musical History of Indonesia‘s Most Popular Music. Buku itu baru saja dialihbahasakan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia awal bulan ini dengan judul Dangdut: Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia.

Perjumpaan Andrew dengan dangdut sudah terjadi pada 1985. Saat itu, sebagai mahasiswa musikologi, dia melakukan penelitian terhadap musik Sunda. Bandung menjadi kota tempat tinggalnya selama penelitian itu. Saat di Bandung dan mulai menyiapkan penelitiannya, Andrew mendapati sebuah musik yang tidak akrab di telinganya. Dia juga melihat musik itu manjur untuk membuat pendengarnya bergoyang dan begitu digilai banyak telinga.
“Saya sempat berniat mengganti penelitian saya tentang musik tradisi Sunda. Saya ingin menggantinya dengan penelitian tentang dangdut. Saat itu Evie Tamala sedang top-topnya,’’ kenang Andrew.

Namun, niat mengganti tema penelitian itu langsung ditolak dosen pembimbing Andrew. Alasannya, dangdut adalah musik pop dan bukan musik tradisi yang seusai bidang keilmuan Andrew saat itu. Walau mendapat penolakan, bukan berarti Andrew lantas meninggalkan dangdut begitu saja. Dia tetap dekat dengan dangdut sebagai penikmat.

Selama enam tahun Andrew menuntaskan penelitiannya tentang musik tradisi Sunda. Dia mendalami seluk beluk musik Sunda dengan beragam keunikan di sekitarnya. Mulai kecapi, gamelan, hingga wayang golek menjadi fokus penelitiannya saat itu.

“Saya tetap dekat dengan dangdut sebagai penggemar, belum menempatkannya sebagai objek penelitian,” beber warga negara AS yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Ketertarikan Andrew dengan dangdut dan menempatkannya sebagai objek penelitian baru kesampaian pada 2005. Saat itu, dia sudah menyandang gelar profesor dan mendapat beasiswa untuk meneliti dangdut. Sebagai seorang profesor, Andrew tak lagi harus terkungkung pada batas-batas musikologi yang memilah musik tradisi dan pop.

Tanpa buang waktu, Andrew terbang ke Indonesia setelah menerima beasiswa dari pemerintah AS untuk mewujudkan cita-cita lamanya.
Selama enam bulan Andrew menghabiskan waktunya di Indonesia untuk mewujudkan cita-citanya menghasilkan sebuah penelitian dan buku tentang dangdut. Pada awal penelitiannya, Andrew mengakui sama sekali tidak mudah untuk menjangkau sumber-sumber dangdut. Minimnya referensi tertulis tentang dangdut dan akses kepada para pelaku musik dangdut sebagai narasumber penelitian menjadi hambatannya. “Tidak mudah untuk bisa menemui dan melakukan wawancara dengan para pemusik dangdut. Harus ada yang mengantarkan,” tutur Andrew.

Namun, kesulitan menjangkau narasumber untuk wawancara itu kemudian bisa teratasi secara perlahan. Pemusik dangdut seperti Rhoma Irama, A. Rafiq, Camelia Malik, hingga Munif Bahasuan dia temui untuk interview mendalam. Andrew juga melakukan wawancara dengan para insan media seperti Ishadi SK yang dia anggap berperan membawa dangdut dekat dengan media masa, khususnya televisi.

Kesulitan mendapat narasumber dari pelaku dangdut tidak lantas diikuti dengan kemudahan mendapatkan referensi tertulis tentang dangdut. Andrew harus melakukan perjalanan hingga negeri Belanda untuk mendapatkan data-data tertulis tentang dangdut dan segala macam pernik di sekitarnya.
Tentang gegap gempita dangdut yang terekam dalam pemberitaan media justru diperoleh Andrew di Belanda. Di Indonesia, sumber tertulis semacam itu termasuk langka. Jerih payah Andrew mencari sumber-sumber tersebut terbayar dengan buku yang dia hasilkan. Buku tersebut tidak hanya melulu berisi tentang dangdut sebagai musik.

“Saya menulis buku tentang dangdut agar bisa dibaca para mahasiswa, peneliti lain, dan siapa saja yang hendak meneliti musik, antropologi, dan studi-studi Asia Tenggara,” sambung Andrew.

Isi buku Andrew memang lintas disiplin. Sebagai sebuah buku tentang musik, jelas Andrew menuliskannya dengan komperehensif. Sebagai buku tentang fenomena sosial kaum urban Indonesia, buku Andrew juga pantas diandalkan.

Menurutnya, dangdut memang bukan sekadar musik. Apa yang tertulis dalam syair dangdut adalah cerminan realitas sosial yang ada saat lagu itu tercipta. Tentang susahnya hidup jadi gelandangan atau bebas merdekanya seorang bujangan hingga derita dan bahagia cinta ada dalam dangdut. Semuanya disampaikan dengan rasa dangdut yang khas hingga membuat pendengarnya tetap bergoyang walau lirik lagunya sedih merintih-rintih.
Bagi Andrew, dangdut di Indonesia memiliki keunikan-keunikan yang tidak dimiliki oleh musik lain di tanah air. Kedekatan Andrew dengan dangdut tidak hanya berhenti pada buku. Pada 2007 lalu, dia membentuk sebuah grup dangdut di Pittsburgh. Grup dangdut itu diberi nama Dangdut Cowboys. Seperti apa? (bersambung)

Jalinsum Medan-Berastagi Kembali Lancar

KARO- Sempat lumpuh sekitar enam jam akibat longsor di kawasan  Desa Doulu, Kecamatan  Berastagi, Rabu (25/4) lalu, kini Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Berastagi, kembali normal.

Curah hujan yang beberapa pekan belakangan cukup tinggi, diprediksi merupakan faktor utama penyebab bencana alam, khususnya longsoran kecil di sejumlah tempat di  Kabupaten Karo.

“Namun demikian, kita menghimbau  turis agar tidak ragu untuk melakukan kunjungan wisata.  Karena di Daerah Tujuan Wisata (DTW), tidak ada yang terkena bencana,” ujar Kadis Parsenbud Karo Dinasti Sitepu, SSos, Jumat (27/4) di ruang kerjanya kepada Sumut Pos.

Longsoran kecil di sejumlah titik di jalan lintas Medan-Berastagi, diakui Dinasti memang kerap terjadi jika curah hujan tinggi. Hal itu terjadi sehubungan kondisi alam  di arael perbukitan. Dan lokasi itu bukan hanya di Karo, melainkan juga di perbatasan Deliserdang, Dairi, Langkat dan Aceh (NAD).
“Dalam kurun waktu sepuluh tahun belakangan, longsoran dari bukit ke bagian Jalinsum, di Desa Doulu kemarinlah, yang terparah di wilayah Karo. Kedepannya, kami telah melakukan koordinasi dengan pihak PU, Kesbang dan berbagai pihak terkait,  untuk  antisipasi, serta penanggulangan” ungkap Dinasti.

Sementara itu, sejumlah pelaku wisata jasa penginapan dan  pedagang, mengaku mengalami   sedikit penurunan omset.  Tetapi jika jalan telah normal kembali, mereka yakin, tingkat kunjungan akan  segera pulih. (wan)

Satu Orang Penggarap Kena Bacok

Bentrok di Lahan Garapan Kawasan Keramat Kuda

MEDAN- Tanah garapan terus menjadi rebutan antar sesama penggarap. Hal ini terjadi di kawasan Keramat Kuda Jalan Jermal XV, Jumat (27/4) sekitar 11.30 WIB.

Buntut dari kejadian ini, Batu Alam Sitorus (57) warga Jalan Kiwi Raya Perumnas Mandala luka parah dan kini  dirawat di RSU dr Pirngadi Medan.
Informasi yang dihimpun, bentrok berawal saat terbakarnya posko salah satu kelompok penggarap. Mereka baru saja menggarap tanah milik PTPN II tersebut, tanpa membentuk kelompok tani.

Diduga posko itu dibakar oleh Kelompok Tani Gotong Royong. Akibat kejadian ini kelompok penggarap tersebut melakukan aksi balasan yakni merubuhkan bangunan milik kelompok penggarap Gotong Royong yang terbuat dari batu-bata.  Akibatnya bentrok tidak bisa dielakkan. Batu Alam Sitorus salah satu anggota Kelompok Tani Gotong Royong mengalami luka bacok di bagian tangan, kepala, kaki dan bahu.
Untuk meredakan bentrok personel dari Polsek Percut Seituan terjun ke lokasi kejadian.

Ketua Kelompok Tani Gotong Royong Umri Barus Menyebutkan jumlah penggarap yang menyerang mereka sekitar 100 orang lebih, sedangkan anggotanya cuma 30 orang.  “Kami mendapatkan perlawanan yang tidak berimbang, sehingga dari pihak kami ada yang luka-luka. Entah apa masalah mereka dengan kami, yang jelas, saat kejadian tidak ada kontak antra kami dan mereka,” beber Barus.
Untuk mengantisipasi bentrok kembali aparat kepolisian melakukan pam.

Kapolsek Polsek Percut Seituan Kompol Maringan Simanjuntak mengatakan sekitar 6 orang saksi kini tengah diperiksa di Mapolsek Percut Sei Tuan. “Saat ini kita sudah menyiagakan petugas di kawasan tersebut untuk menghindari adanya serangan balasan dan antisipasi bentrok susulan,” kata Maringan.
Sementara itu kondisi Batu Alam Sitorus yang dirawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Dr Pirngadi Medan terus dirawat dokter.  “Saya dibacok delapan orang dan saya luka pada kening, telinga, betis, tumit kaki kanan, lengan atas tangan kanan dan punggung,” sebut Batu Alam Sitorus.(gus/jon)

Korban Puting Beliung Dibantu

LANGKAT- Sebanyak 35 pemilik rumah korban puting beliung mendapat bantuan dari Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu. Bantuan berupa material itu diberikan di Dusun Permadi Pasar III Padang Cermin Kecamatan Selesai, Jumat (27/4).

“Kehidupan manusia senantiasa dalam ujian, saya berharap bapak ibu sekalian bersabar menerima musibah ini,” kata Ngogesa menghibur.
Selain material, secara pribadi Ngogesa juga memberikan uang Rp63 juta kepada korban. Soalnya tujuh rumah diantaranya rusak berat. Mereka mendapatkan masing-masing Rp3 juta, sedangkan 28 rumah lainnya yang mengalami rusak ringan dibantu Rp1,5 juta. Sementara bantuan yang didistribusikan berupa air mineral kebutuhan di posko selama 4 hari, bahan material bangunan berupa seng, kayu broti maupun paku.

Tak hanya itu dalam waktu dekat ini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Herdianul Zaully juga akan mendata rumah yang rusak sebelum menyalurkan bantuan.  Di bagian lain, pengurus Partai Golkar Langkat yang dipimpin Wakil Ketua Surialam juga menyalurkan beras 30 Kg/KK, gula 2 Kg/KK, migor 2 Kg/KK, sirup 2 botol/KK, kain sarung 2 helai/KK. (mag-4)

Momentum Refleksi Perjuangan Kartini

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Bank Sumut dan Yayasan Murni Gus Irawan menyerahkan 17 Al-Quran Braile kepada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumut, pada pembukaan seminar kewirausahaan dan sosialisasi UU Penghapusan KDRT di Hotel Candi Jalan Darussalam Medan, Selasa (24/4) lalu.

Sebanyak 17 set Al-Quran Braile ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu dan Ketua Yayasan Murni Gus Irawan, Asrida Murni Siregar, kepada DPD HWDI Sumut. Al-Quran Braille ini dipesan langsung dari percetakan di Bandung dengan harga Rp1,5 juta per setnya.

Selain itu, acara juga dilanjutkan dengan seminar kewirausahaan dan sosialisasi UU Penghapusan KDRT yang diselenggarakan HWDI. Seminar yang bertema tema ‘Dengan Semangat Kartini, Wanita Disabilitas Percaya Diri’ ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini.
“Hari Kartini merupakan momentum refleksi dari perjuangan Kartini, dalam memperjuangkan emansipasi wanita yang independen dengan segala kekurangan seorang wanita,” ungkap Gus Irawan.

Dia menuturkan, begitu penting merubah mindset pemuda-pemudi yang selama ini selalu berkeinginan untuk bekerja sebagai PNS ataupun pegawai swasta. “Menurut hasil studi, 98 persen orang yang hidup berkecukupan di masa tua adalah orang yang berwirausaha sendiri. Sedangkan dua persen lagi adalah orang yang berprofesi sebagai professional di bidang pekerjaannya masing-masing. Jadi apabila ingin sejahtera, berwirausahalah,” jelasnya.
“Untuk dapat memulai berwirausaha, tidak harus punya modal berupa uang yang cukup. Niat, jujur, sabar, kemauan, tekad, ide dan ulet merupakan modal dasar yang sangat penting disamping uang,” tambah Gus Irawan.

Pada acara tersebut juga dihadiri Plt Gubsu H Gatot Pudjonugroho yang diwakilii Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Emmy Suryana Lubis.

Sementara itu, di hari yang sama, Gus Irawan juga menghadiri peresmian Rumah Aspirasi Pengemudi Betor Indonesia-Sumut (Center Betor) di Jalan Sei Serayu Medan. Pada acara ini dihadiri ratusan pengemudi Betor yang tergabung dalam Ikatan Pengemudi Betor Indonesia (IPBI) Sumut.
Dalam peresmian tersebut Gus Irawan mendapat kehormatan membuka tirai plank nama rumah aspirasi. Gus Irawan juga dinobatkan sebagai orang kehormatan dengan memakaikan baju kebesaran IPBI. (*)

Bobcats Terburuk, Jordan tetap Bertahan

CHARLOTTE – Penampilan dan prestasi gemilang yang diraih oleh legenda basket, Michael Jordan ternyata tidak membawa dampak pada klub yang dimilikinya.

Pasalnya, klub Charlotte Bobcats yang dimiliki oleh mantan pemain Chicago Bulls itu dinobatkan sebagai klub terburuk sepanjang sejarah NBA.  Hal tersebut didapatkan Bobcats usai menelan kekalahan sebanyak 59 kali dan baru bisa meraih tujuh kali kemenangan saja di musim 2011-2012.

Raihan Bobcats ini telah mengalahkan rekor raihan buruk milik Philadelphia 76ers pada musim 1972-1973, yaitu dengan menelan kekalahan sebanyak 73 kali dan menang sembilan kali.

Dengan catatan buruk tersebut Bobvat harus puas berada di dasar klasemen overall wilayah timur. Hasil tersebut langsung memastikan mereka untuk tidak mendapatkan tiket ke babak play-off.

Jordan sendiri mengakui bila klubnya masih kekurangan beberapa pemain yang gemilang di musim ini. Meski begitu, dirinya tetap yakin akan prestasi klubnya di musim depan dengan rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Kita harus membuat keputusan yang sangat sulit dengan melepas beberapa pemain bintang kita. Di tahun ini kita memiliki beberapa pemain yang tidak terlalu baik, namun itu semua tidak akan menganggu rencana saya di musim depan,” ujar Jordan seperti dilansir situs NBA, Jumat (27/4).
Dengan hasil buruk yang terus mereka dapatkan di musim ini langsung memunculkan spekulasi yang menyatakan bila Jordan akan kembali menjual klubnya tersebut. Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Jordan.

“Saya sangat terganggu akan kabar bohong yang menyatakan saya akan menjual saham mayoritas di Bobcats. Saya sangat berkomitmen untuk membangun klub ini dan menjadi pesaing di NBA. Jadi, tidak ada rencana untuk menjual,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada 27 Februari 2010 Jordan resmi menjadi pemilik Bobcats usai mendapatkan persetujuan dari Dewan Gubernur NBA. Jordan memberikan dana kepada tim sebesar 275 juta dolar yang sudah termasuk dengan membayar utang klub sebesar 150 juta dolar. (bbs/jpnn)

Kemenangan Penutup Bulls

CHICHAGO-Dua tim teratas di Wilayah Timur dan Barat, Chicago Bulls dan San Antonio Spurs, sama-sama mengakhiri musim reguler dengan kemenangan. Bulls mengatasi Cleveland Cavaliers sementara Spurs mengalahkan Golden State Warriors.

Bulls berlaga di United Center, Jumat (27/4) pagi WIB, tampil tanpa Derrick Rose yang diistirahatkan untuk laga playoff yang dimulai Sabtu ini. Di kuarter pertama Bulls sempat mendapat perlawanan ketat dari Cavs dan cuma unggul 0,5 bola, 26-25.

Tapi di tiga kuarter tersisa Bulls tampil dominan dan akhirnya menutup laga ini dengan kemenangan 107-75, Tampil sebagai top performer adalah John Lucas III yang mencetak 25 poin, dua rebound dan empat assist.
Capaian tertinggi Lucas dalam kariernya.

Di kubu Cavs ada nama Tristan Thompson dengan 13 poin dan 12 rebound. Dengan kemenangan ini Bulls kokoh di peringkat teratas Wilayah Timur dengan 50-16 sekaligus menjadi top seeded playoff.

Kemenangan Bulls diikuti oleh peringkat teratas di Wilayah Barat yakni Spurs yang menutup musim reguler dengan kemenangan 107-101 atas Golden State Warrior.

Tampil tanpa Big Three untuk kedua kalinya di penghujung musim, Patty Mills menginspirasikan kemenangan Spurs lewat 34 poin, lima rebound dan 12 assist. Di kubu Warriors ada Chris Wright dengan 25 poin dan delapan rebound.
Spurs mengakhiri musim reguler dengan rekor 50-16 namun secara overall ada di urutan kedua seeded playoff di bawah Bulls.   (bbs/jpnn)

Stosur Tantang Sharapova

STUTTGART – Samantha Stosur akan menantang petenis peringkat kedua dunia, Maria Sharapova, di babak perempat final WTA Stuttgart. Lolosnya juara AS Open tersebut didapatkan usai menumbangkan sang juara bertahan, Julia Goerges, Jumat (27/4) dini hari WIB.

Laga ulangan semi final tahun lalu ini petenis berusia 28 tahun tersebut harus susah payah dalam mengalahkan Goerges dalam pertarungan sebanyak tiga set. Pada akhirnya, Stosur sukses meraih kemenangan sempurna atas petenis asal Jerman itu dengan skor 6-2, 2-6, 6-3.

Sedangkan pemegang wild card, Mona Barthel, sukses mengatasi petenis papan atas dan berhasil melaju ke babak delapan besar. Dalam laga ini Barthel menyingkirkan petenis unggulan ketujuh, Marion Bartoli dengan skor 6-3,6-1.

Barthel sendiri membutuhkan waktu selama 71 menit untuk menumbangkan musuhnya tersebut. Di babak berikutnya Barthel akan menghadapi Victoria Azarenka.

Barthel sendiri mengakui bila dirinya harus menjalani laga ini sedikit sulit. Ia juga menilai bila Mona Barthel memiliki pukulan servis yang bagus dan cukup merepotkan dirinya.

“Lawan saya kali ini (bermain) tanpa beban. Itu yang membuat head-to-head pertama ini sulit. Mona sendir bermain lebih hebat dari yang saya pikir sebelumnya. Saya pernah melihat dirinya bermain dengan Ana (Ivanovic). Saya mencatat bahwa dirinya memiliki servis keras,” ujar Bartoli seperti dilansir AFP, Jumat (27/4). (bbs/jpnn)

Misi Curi Poin

SRIWIJAYA FC vs PSMS

MEDAN- Menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring pada lanjutan ISL, sore ini (28/4), PSMS mempersiapkan skuad untuk menghempang serangan Laskar Wong Kito yang kerap dilancarkan dari sayap.

Karteker pelatih PSMS Roekinoy menuturkan, taktik yang disiapkan adalah menghentikan laju serangan dari sayap Sriwijaya FC. “Serangan-serangan yang dibangun mereka dari sayap harus kita waspadai. Terutama dari Supardi dan Ridwan yang berada di sektor kanan,” ungkapnya, Jumat (27/4). Ia juga mengatakan, tim Ayam Kinantan sudah siap tempur dengan target minimal seri. “Curi poin wajib kita apungkan. Karena misi kita memang harus mendapat poin meski harus melakoni partai tandang,” kata Roekinoy lagi.

Meski diketahui yang bakal dilawan kali ini pemuncak klasemen sementara ISL, Reokinoy menyatakan, skuad PSMS tak bergeming. “Tim sekuat apa pun tetap memiliki kelemahan. Dari situ kita bias memanfaatkannya untuk meraih kemenangan,” ujarnya.

“Kita tahu, saat bertanding di Medan, kita hanya bisa bermain imbang tanpa gol. Dan kali ini bukan tak mungkin kita bisa mencetak gol untuk kemenangan di luar kandang,” tambah Roekinoy.

Ia juga mengatakan, Sriwijaya FC merupakan tim yang syarat pengalaman. Karena tim tersebut sudah bersama selama tiga musim. “Tak hanya itu, anak-anak Sriwjaya juga terkenal memiliki permainan dengan kolektivitas tinggi dan skill individu yang cukup baik. Ini tentu jadi prioritas utama untuk diwaspadai,” jelas Roekinoy.

Sementara itu, karteker pelatih PSMS Suharto juga sempat mengungkapkan, menghadapi Sriwijaya FC, anak-anak Medan akan memadukan formasi 4-4-2 dengan 4-2-3-1. “Saat kita menguasai bola, kita akan terapkan 4-4-2. Namun, saat kita diserang akan bertransformasi menjadi 4-2-3-1,” papar pelatih berkepala plontos itu. (saz/jpnn)

Wajib Menang

PERSIRAJA vs PSMS

MEDAN- Berada di posisi buncit klasemen sementara Indonesia Premier League (LPI) menjadi mimpi buruk bagi PSMS Medan. Karenanya, menang lawan Persiraja di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Banda Aceh, sore ini (28/4), menjadi target utama. Jika kalah, jurang degradasi akan semakin mendekat.
Namun, untuk meraih kemenangan di Banda Aceh bukan hal yang mudah. Apalagi, dalam dua lagi terakhir di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Persiraja tak pernah kalah. Pada 15 April lalu, anak-anak Laskar Rencong berhasil menekuk Persiba Bantul dengan skor 2-1 dan menggilas PSM Makasar dengan skor yang sama.

Sementara PSMS Medan dalam dua laga tandangnya selalu meraih hasil seri, yakni melawan Persijap di Jepara 1-1, dan Persiba Bantul 2-2. Selain itu, PSMS juga tak pernah menang melawan Persiraja di Banda Aceh. Karenanya, lawatan PSMS kali ini juga mengemban misi untuk mematahkan rekor tak pernah menang tersebut.

Untuk itu, 18 pemain telah siap mewujudkan harapan tersebut yang kali ini tampil dengan kekuatan penuh. Seluruh pemain inti PSMS siap diturunkan.
Di lini depan, dua pemain yang absen kala melawan PSM Makassar, Jecky Pasarela dan Julio Cesar Alcorse kini dipastikan turun. Kuartet baru lini pertahanan PSMS Safrudin Tahar, Vagner Luis, Goran Gancev dan Fadli Hariri kemungkinan besar tetap jadi pilihan utama.

Di tengah, trio penyeimbang, Kiki Lussisanto, Ahn Hyo Yoen dan Heri Suwondo juga tak ada masalah. Di depan, pendamping Julio dan Jecky juga punya opsi lain, Andrea Abu Bakar atau Rinaldo bakal bersaing di posisi tim inti.

“Besok pagi (hari ini, Red), 11 pemain akan kami tentukan. Tidak sekarang,” ungkap pelatih PSMS Fabio Lopez, Jumat (27/4).

Menanggapi tim besutan Herry Kiswanto, pelatih asal Italia itu mengaku Persiraja cukup baik di putaran kedua dibanding putaran pertama lalu. “Saya lihat pertandingan mereka di putaran kedua, saya tahu mereka tim yang sedang bagus, lihat saja besok (Hari ini) hasilnya,” ujar Fabio. Namun, pelatih 38 tahun itu juga mengaku, PSMS yang tampil penuh juga bisa saja menakutkan. Tampil full team, dia mengisyaratkan PSMS bisa berhasil cukup baik. “Ini kali pertama dari sekian pertandingan tim bisa tampil penuh. Kami harap ini berarti sesuatu untuk PSMS,” tegas Fabio.
Fabio juga mengisyaratkan sportivitas dalam pertandingan. “Saya harap, yang menang nanti adalah tim yang memang tampil lebih baik. Ini sepak bola, sportivitas dan fair play dijunjungi tinggi di olahraga ini,” katanya.

Sementara CEO PSMS Freddy Hutabarat berharap, lawatan ke Banda Aceh bakal menjadi batu loncatan bagi PSMS untuk terus meraih hasil positif dan beranjak ke papan tengah. “Dengan kekuatan komplet, kami optimis bisa mencuri angka. Seri juga sudah bagus, tapi menang lebih bagus lagi,” pungkasnya. (saz)