Home Blog Page 13605

Polisi Dalami Pencurian di BRI Hinai

LANGKAT- Polisi masih mendalami pencurian Rp200 juta lebih dari brankas Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Hinai-Langkat, dengan mengumpulkan keterangan para saksi.

“Sejauh ini belum ada perkembangan berarti dari kasus pembobolan brankas BRI unit Hinai, kami masih memintai keterangan para saksi. Mengenai dibenarkan atau tidaknya untuk satu unit menyimpan sampai ratusan juta, akan dicari tahu ke BRI,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (20/4).

Pria asal Kota Siantar ini menjelaskan, sampai kemarin petang sudah memeriksa sedikitnya tiga saksi. Disinggung kemungkinan keterlibatan orang dalam BRI, polisi belum bisa menyimpulkan.

Sedangkan hasil rekaman CCTV, sementara ini belum dapat dimanfaatkan menyusul arah kamera terpasang tidak fokus (mengarah) ke posisi brankas.
Berdasarkan keterangan dirangkum, dibenarkan atau tidaknya tingkatan unit (bank) menyimpan uang sampai ratusan juta berpedoman kepada ketentuan atau peraturan diberlakukan satu bank. (mag-4)

Difitnah, Hakim Polisikan Mantan Pembantu

Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Heriyanti SH mengaku kecewa karena merasa difitnah oleh mantan pembantunya Suryani alias Nining (27). Akibatnya, hakim itu melaporkan mantan pembantunya itu ke polisi karena merasa tak senang disebut sebagai istri simpanan.

Saat METRO SIANTAR (Grup Sumut Pos) mengunjungi kediaman Heriyanti di Jalan Asahan, Jumat (20/4). Wajah Heriyanti sembab karena baru selesai menangis. Bahkan, saat awak Koran ini menyebutkan kedatangannya, Hakim di PN Simalungun itu bercerita tentang yang sebenarnya.

“Nining itu bekerja hanya dua bulan di rumah saya untuk menjaga dua orang anak saya yang sekolah. Tugasnya hanya untuk memberi makan dan menjemput anak saya di sekolah,” sebutnya.

Tapi, paparnya ia mulai kesal melihat Nining karena sering ingkar janji. Bahkan, tidak pernah melarang Nining untuk pulang. Hanya saja, bila sudah ke kampung, Nining selalu ingkar janji untuk kembali lagi. Apalagi kalau belum pulang dari waktu yang di janjikan, ia sering mematikan handphonenya.
“Saya tak pernah melarang pulang. Baru dua bulan bekerja Nining sudah berapa kali pulang kampung ke Kerasaan. Saya kesal, jika pulang kampung sering ingkar janji. Misalnya janji pulang Senin tapi sering mengingkarinya. Kalau di telpon handphonenya sering mati,” ungkapnya.

Menurut dia, Nining itu bagian dari tanggungjawabnya karena jika terjadi apap-apa, secara otomatis orangtuanya menanyakan kepadanya. Pembantu di rumahnya sebenarnya ada dua orang, tapi baru Nining yang didatanginya untuk memberitahukan bahwa bekerja di rumahnya.

Kemudian, adanya yang menyebutkan gaji tidak diberikan selama dua bulan. Heriyanti menegaskan, hal tersebut sama sekali tak benar. Justru selalu dia selalu membayarkan gaji pembantunya sebelum tanggal gajian. Bahkan untuk kebutuhan pribadi seluruh pembantunya selalu diberikan “Setiap minggu saya selalu menanyakan kebutuhan pribadi pembantu seperti shampo, handbody serta lainnya. Tidak hanya itu, tiap minggu saya memberikan mereka uang pulsa serta uang tambahan,” tambahnya.

Dia menerangkan, pekerjaan Nining hanya sebatas mengurus anak saja. Bahkan sikapnya juga fleksibel, jika makanan tidak ada paling dibeli dari luar. Hanya saja, Nining jarang memberi makan siang anaknya, padahal tugasnya untuk itu. Karena merasa kasihan melihat anaknya lapar, seorang pembantu lainnya, Sri yang sering memberi makan.

“Saya tidak pernah menyangka dan berpikiran Nining seperti itu. Saya baru sembilan bulan menetap disini dan sudah ada pembantu saya yang bekerja selama sembilan bulan. Tapi mengapa hanya Nining yang seperti ini, seakan-akan saya memperlakukannya dengan tidak baik,” ungkap hakim yang bertugas di Jawa Barat tersebut.

Dengan mata yang masih sembab habis menangis, ia menerangkan persoalan hingga dia melaporkan Nining ke polisi karena mencemarkan nama baiknya. Sudah hampir lima bulan dia memecat Nining, tapi setelah keluar banyak isu yang beredar bahwa dia merupakan istri simpanan orang. Bahkan anaknya Farel (6) pernah berkata bahwa temannya menyampaikan bahwa dia disebut tidak memiliki ayah.

“Saya dibilang istri simpanan, padahal jelas-jelas saya punya suami. Bahkan, isu itu sampai ke satpam tempat anaknya bersekolah di Sultan Agung ikut tahu. Saya terpukul saat anak saya bilang ‘Ma, teman adek bilang adek nggak punya papa,” ujarnya menirukan ucapan anaknya.
Dia mengungkapkan, dirinya dan Nining sama-sama perempuan yang memiliki dua orang anak. Namun, hal ini masalah hati nurani karena seorang ibu. Ia sudah berulang kali membicarakan hal itu terhadap Nining, tapi Nining tetap membandel dan menyampaikan yang tidak benar. Melaporkannya ke polisi merupakan jalan terakhir.

Ditemani ibunya Hariyani (66) yang saat itu sedang membaca Yasin menyebutkan, ibunya sampai ikut ke dalam persoalan itu. Bahkan ibunya disebut ‘Nek Lampir’.

Sementara itu Suryani yang datang ke kantor harian METRO SIANTAR mengaku tidak ada menyampaikan hal seperti isi pemberitaan yang ada. Dengan nada yang tinggi disebutkannya, ia sudah meminta maaf ke Heriyanti. (mua/smg)

23 BUMN Masih Rugi

Laba BUMN Tembus Rp123 T

JAKARTA- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merampungkan rekapitulasi laporan keuangan BUMN 2011. Hasilnya, realisasi laba bersih BUMN melonjak jauh melampaui target.

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat mengatakan, hasil rekapitulasi laba bersih BUMN tahun 2011 naik dibandingkan target sebesar Rp95,3 triliun. “Realisasinya Rp123,9 triliun,” ujarnya kemarin (20/4).
Realisasi tersebut naik dibandingkan angka sebelumnya yakni Rp123,5 triliun. Jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih 2010 yang sebesar Rp103,9 triliun, maka realisasi tahun 2011 naik 19,24 persen.

Menurut Wahyu, jika dirinci, maka Pertamina dan PLN menjadi BUMN yang mampu menyumbang laba bersih hingga Rp28,28 triliun. Lalu, kelompok BUMN Terbuka (Tbk) sektor perbankan berkontribusi sebesar Rp34,70 triliun. Kemudian, BUMN Tbk nonperbankan Rp35,62 triliun. “Sedangkan BUMN lainnya menyumbang Rp25,31 triliun,” katanya.

Sementara itu, dari sisi penjualan atau revenue, sepanjang 2011 lalu BUMN berhasil meraup Rp1.387,66 triliun.  Wahyu menyebut, pendapatan terbesar disumbang oleh Pertamina dan PLN yang mencapai Rp798,69 triliun.

Lalu, BUMN Tbk perbankan Rp127,06 triliun, BUMN Tbk nonperbankan Rp244,18 triliun, dan BUMNlainnya Rp 249,57 triliun.
Meski mencatat kinerja keuangan mengesankan, namun Kementerian BUMN maih harus bekerja keras untuk mengentaskan BUMN-BUMN yang masih merugi. “Tahun 2011 lalu masih ada 23 BUMN yang merugi, total kerugiannya Rp3,23 triliun,” ujarnya.

Data Kementerian BUMN menunjukkan, 5 BUMN dengan rugi terbesar pada 2011 lalu adalah PT PAL Indonesia dengan rugi Rp1,17 triliun, PT Merpati Nusantara Rp778,6 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp356,52 miliar, PT Danareksa Rp317,02 miliar, dan PT Bahana PUI Rp 187,76 miliar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Rp113,38 miliar, dan PT Kertas Leces Rp84,97 miliar. (owi/jpnn)

Adu Hebat Messi – Ronaldo

Barcelona vs Real Madrid

SEPERTI biasanya, selain mempertaruhkan gengsi dua tim yang bertanding serta peluang yang dimiliki keduanya, partai El Classico juga sarat rekor. Bukan hanya rekor kedua tim, tapi juga rekor para pemain yang terlibat di dalamnya.

Nah, secara kebetulan dalam dua tahun terakhir dua pemain pilar yang dimiliki keduanya  Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) adalah dua nama yang kerap menjadi bumbu penyedap jelang maupun sesudah pertandingan, karena rekor yang mereka miliki.

Dini hari nanti misalnya, kedua pemain ini sama-sama tercatat sebagai pemain paling subur, bukan saja di ajang La Liga Primera, namun juga di seluruh kompetisi yang ada di tanah Eropa, sehingga secara tidak langsung keduaya terlibat secara  langsung dalam perburuan sepatu emas.
Ya, akhir minggu lalu Messi mencetak dual gol untuk menggenapi jumlah golnya menjadi 41 saat Barcelona mengalahkan Levante 2-1. Hal yang sama juga dilakukkan Ronaldo saat satu golnya turut mengantarkan Los Merengues menang 3-1 atas Sporting Gijon.

Tal ayal, keduanya pun memimpin tabel perburuan Sepatu Emas Eropa dengan masing-masing menghimpun poin sama, yakni 82.
Jika untuk urusan mencetak gol keduanya memiliki jumlah yang sama, lantas bagaimana untuk urusan yang lainnya. Untuk urusan assist, gelandang Madrid Mesut Ozil adalah pemegang assist terbanyak di La Liga dengan 17 assist, diikuti Messi dengan 16 assist dan Angel Di Maria dengan 14 assist. Artinya 11 assist yang dimiliki Ronaldo jelas tak berarti apa-apa dibanding assist yang dimiliki Ronaldo.

Namun begitu, ternyata ada catatan menarik terkait kedua pemain ini. Apa itu? Lionel Messi yang hanya 69 kali melakukan pelanggaran terhadap lawan ternyata bermain “lebih kotor” dibanding Ronaldo yang justru 104 kali melakukan pelanggaran kepada lawan.

Indikasinya adalah kartu kuning yang didapat Messi sejumlah 6 buah ternyata lebih banyak dari pada yang didapat Ronaldo yang hanya 4 kali menadpatkan kartu dari wasit.

Pun demikian, itu tak mengurangi favoritas keduanya untuk memenangi sepatu emas tahun ini, Pasalnya, striker Arsenal Robin van Persie yang menjadi pesaing keduanya baru mencetak 54 poin dari 30 gol yang telah dilesakkannya ke gawang lawan.

Sementara di Bundesliga Jerman Mario Gomez dan Klaas-Jan Huntelaar gagal mengkreasi gol ketika Bayern Munich ditahan Mainz 0-0. Adapun Schalke ditumbangkan musuh sekota, Borussia Dortmund, di rumah mereka sendiri 2-1.

Wayne Rooney memiliki poin yang sama seperti Huntelaar, yakni 48, usai striker Inggris itu mencetak dobel gol saat Manchester United menggulung Aston Villa 4-0 Minggu kemarin. Perolehan sama juga ditorehkan Burak Yilmaz meski ia gagal mencetak gol di laga yang berakhir 0-0 bagi Trabzonspor kontra Orduspor.

Duta Serie A Italia, Zlatan Ibrahimovic, masih tertahan di poin 46 lantaran semua laga di Italia akhir pekan kemarin harus tertunda menyusul bentuk penghormatan atas meninggalnya Piermario Morosini. Hal itu membuat poin Ibra sama dengan Aleksandr Cekulajevs.

Terakhir, Radamel Falcao masuk ke dalam daftar 10 besar untuk pertama kalinya di musim ini setelah ia mencetak gol tunggal dalam kemenangan 1-0 Atletico Madrid atas Rayo Vallecano.(bbs/jpnn)

Idris Semena-mena, Ketua Panpel Didepak

SETELAH mendepak beberapa pemain potensial PSMS, manajemen kini mendepak Ketua Panitia pelaksana Syafril Jambak. Berdalih penyegaran, manajemen melalui surat tertanggal 20 April menunjuk Hendra DS sebagai Plt Ketua Panpel PSMS.

CEO PSMS Idris secara resmi mendepak Syafril melalui selembar surat tertanggal 20 April 2012 dengan nomor 323/B/PSMS/IV/2012 dengan menyantumkan perihal pemberhentian dan pengangkatan Ketua Panpel.

Dalam surat tersebut di poin pertama, disebutkan sesuai hasil rapat pengurus PSMS, pada 20 April 2012 pukul 10.00 WIB di Stadion Kebun Bunga, dengan surat tersebut maka pengurus PSMS memberhentikan Syafril sebagai Ketua Panpel PSMS 2011/2012. Dan surat tersebut berlaku terhitung sejak dikeluarkannya surat itu.

Idris mengaku, pendepakan Syafril murni untuk penyegaran. “Hingga saat ini, pendapatan tiket kita minus,” katanya, Jumat (20/4) malam.

Sementara itu, Syafril yang ditemui di Mess Kebun Bunga menjelaskan, ia baru menerima surat pemberhentian itu pukul 16.00 WIB. Surat itu diberikan oleh manajer keuangan PSMS Iswanda Nanda Ramli. “Saya sebenarnya tak masalah jika diberhentikan. Namun, yang saya pertanyakan caranya. Harusnya ada rapat untuk memutuskan ini, karena saya juga masih pengurus (Wakil ketua bidang pembinaan). Kemudian di poin pertama soal sudah ada rapat, kapan itu? Mana ada. Saya sudah tanyakan ke Nanda dan Syaf Lubis (Ketua harian PSMS) tidak ada rapat tadi,” ungkapnya.

Dengan pemberhentian ini, Syafril menegaskan akan membuat surat ke manajemen. “Saya akan mempertanyakan rapat pengurus itu. Saya mau, jika diangkat baik-baik maka harus diberhentikan secara tata cara organisasi yang benar. Bukan ingin kali saya jadi Ketua Panpel,” kata eks pemain PSMS era 80-an ini.

Dia menjelaskan, selama ini hubungan dia dan Idris baik-baik saja. Meski diakuinya, dirinya sempat protes sebagai Ketua Panpel yang merasa haknya dikangkangi. Saat Idris memecat beberapa orang tenaga kerja di bagian tiket Panpel. “Saya sebagai Ketua Panpel tidak ditanya, tiba-tiba bawahan saya dipecat. Selebihnya, tak ada masalah. Ya bisa jadi, dia (Idris) tersinggung. Tapi itu saya rasa sudah menjadi hak saya untuk protes mengenai pemecatan bawahan saya,” tandasnya. (saz)

Pemain PSMS ISL Makan Nasi Sisa

NASIB para pemain PSMS ISL makin memprihatinkan. Selain tak digaji tiga bulan, skuad PSMS yang dimanajeri Benny Tomasoa itu bahkan tak makan nasi dengan lauk baru, untuk makan malam Jumat (20/4) lalu. Osas Saha dkk harus makan nasi sisa makan siang.

Banyak pemain yang mengeluh atas kejadian itu. Hal tersebut terbukti dari personal message beberapa pemain yang diupdate melalui Blackberry Messanger mereka. Seperti, ‘Set dah, makan malam sisa tadi siang? Parah kali…’ selain itu, ‘Tak ada makan malam. Makanan sisa tadi siang dihidang lagi.’

Mengetahui hal tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasi kebenaran kejadian tersebut kepada beberapa pemain. Dan benar saja, ternyata makanan baru untuk disajikan pada makan malam tak ada, yang tersaji makanan sisa siang hari. Itu pun dengan lauk telur ayam dan sayuran saja.

Atas hal tersebut beberapa pemain mengancam mogok latihan dan bertanding. “Kalau sampai besok gak ada makanan, aku gak bakal mau bertanding dan latihan,” ujar pemain yang tak mau namanya dikorankan, melalui BBM, Jumat malam (20/4).

Sementara itu, CEO PSMS Idris yang dikonfirmasi mengenai hal itu mengaku tak tahu hal tersebut karena masih berada di Jakarta. “Waduh, saya tidak tahu itu. Saya masih di Jakarta. Sebentar saya hubungi manajer, karena dia yang bertanggung jawab mengenai itu,” katanya.

Sedangkan Benny Tomasoa tak bersedia menjawab masalah ini. Dihubungi  beberapa kali, telepon selulernya tak aktif, padahal sebelumnya aktif  saat dihubungi Idris selaku CEO. (saz)

Tuah Teladan

PSMS  vs PSM

MEDAN- Sejak dibesut Fabio Lopez, PSMS IPL belum pernah takluk di Stadion Teladan. Rekor itu pula yang diharapkan bisa terus diperpanjang skuad berjuluk Ayam Kinantan kala menghadapi PSM Makassar sore ini (21/4).

Dengan target yang tak muluk-muluk, PSMS bisa meraih hasil positif di empat laga terakhir. Tentu tren positif ini bisa terus dilanjutkan untuk memuluskan harapan anak-anak Medan keluar dari zona merah.

Menghadapi Juku Eja, julukan PSM, hanya satu pemain PSMS yang dipastikan tak turun pada lanjutan Indonesian Premier League (IPL) kali ini. Yakni striker PSMS Julio Cesar Alcorse yang diganjar akumulasi kartu kuning.

Namun, atmosfer positif yang saat ini menyelimuti tim menjadi target maksimal untuk kembali meraih poin penuh. Kendati belum diketahui pasti siapa yang turun menjadi pengganti Julio, beberapa opsi dimungkinkan terjadi. Juanda Mayadi dan Heri Swandana merupakan sosok alternatif kekosongan penyerang tengah.

“Kondisi fisik tim tidak ada masalah. Pada latihan uji coba lapangan, semuanya baik. Kami memang kehilangan Julio yang harus absen karena akumulasi kartu kuning,” ungkap Fabio, Jumat (20/4).

Bicara target, seperti biasa Fabio tak mau muluk-muluk. Yang terpenting baginya, PSMS mampu meraih poin di kandang. “Tentunya kami berharap poin di kandang. Dan kami berupaya untuk itu,” tutur pelatih 38 tahun itu.

Pelatih PSM Petar Segrt juga mengapresiasi perkembangan PSMS di putaran kedua ini. Menurutnya, dibanding putaran pertama lalu, PSMS sudah jauh lebih baik. “Saya juga heran, kenapa tim yang punya kualitas bagus seperti PSMS sekarang ini harus berada di posisi terbawah. Selayaknya PSMS berada di posisi 4 atau 5,” pujinya.

Soal target, mantan asisten pelatih klub IPL Bali de Vata FC tersebut juga tak mau muluk-muluk. Satu poin menurutnya sudah cukup bagus. “Tapi kenapa tidak kalau PSM bisa meraih tiga poin?” tegasnya optimis.

Diakuinya, menghadapi Vagner Luis dkk, timnya tidak dengan kekuatan penuh. Kehilangan sang penjaga gawang utama, Deni Marcell yang sakit, begitu juga Kurniawan, PSM juga tak akan diperkuat pemain asal Korea Selatan Kwon Jun yang harus berobat ke Korea usai cedera yang dideritanya. “Ada enam atau tujuh pemain yang absen saat menghadapi PSMS. Tapi kami akan tetap berjuang,” ujar Petar.

Barisan pertahanan PSMS juga harus mewaspadai pergerakan dua striker PSM, Ilija Spasojevic yang telah mencetak enam gol dan Rahmat yang menjadi top skorer sementara bagi PSM.

Sementara bagi striker PSMS, absennya Julio dan kemungkinan tidak turunnya Jecky Pasarela bakal menjadi motivasi bagi striker lain yang sama sekali belum mencetak gol musim ini untuk melesakkan gol ke gawang PSM dan mempersembahkan kemenangan bagi PSMS. (saz)

Petinggi Pirngadi Kabur

Keluarga Anastasya Situmeang Ngamuk

MEDAN-Pertemuan keluarga Anastasya F Situmeng dengan manajemen RSU dr Pirngadi Medan di Ruang Rapat I RSU dr Pirngadi Medan nyaris ricuh dan tak menghasilkan kesepakatan, karena petinggi Pirngadi kabur dari pintu samping, Jumat (20/4).

Awalnya, keluarga Situmeang dan Sinaga se-Sumut dan se-Kota Medan mendatangi RSU dr Pirngadi Medan. Kedatangan mereka mendapat pengawalan dari Polsekta Medan Timur yang dipimpin oleh Wakapolsekta Medan Timur, AKP Jhon S Purba, Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan dan beberapa perwira Mapolsekta Medan Timur.

Selanjutnya keluarga melakukan orasi selama lebih kurang 1 jam di depan rumah sakit. Orasi dipimpin oleh Israel Situmeang, pengurus marga Situmeang se-Kota Medan. Dalam orasinya, mereka meminta agar pihak rumah sakit bertanggung jawab atas meninggalnya Anastasya F Situmeangn
Israel mengatakan, mereka tak terima dengan perlakuan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit terhadap Anastasya, yang tak mendapatkan penanganan serius dari rumah sakit.

“Ini jelas-jelas pembiaran dan pihak rumah sakit tak ada mengahargai nyawa manusia. Anastasya tak dirawat dengan serius begitu tiba di Ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan,” katanya.

Selanjutnya, sekitar 15 orang perwakilan marga Situmeang dan Sinaga masuk di Ruang Rapat I diterima oleh petinggi rumah sakit  masing-masing Wadir Keperawatan RSU Pirngadi, dr Amran Lubis, Kasubbag Hukum dan Humas RSU Pirngadi, Edison Perangin-angin SH MKes, pegawai verifikasi RSU Pirngadi Medan, Hinca.

Dalam pertemuan itu, keluarga mengajukan keberatan atas pelayanan rumah sakit.

“Ini jelas-jelas ada unsur pembiaran dimana anak saudara kami itu tak ditangani dengan serius oleh rumah sakit. Kami juga tak terima karena anak saudara kami itu ditangani seorang dokter Pendidikan Program Dokter Spesialis (PPDS),” kata Sugianto Situmeang, pengurus marga Situmeang Sumut, di ruang rapat.

Keluarga yang lain mengaku, melihat langsung bahwa paramedis rumah sakit melakukan pembiaran.

“Di saat sedang memeriksa anak saya, dokter yang menangani dr Julia Fitriani sibuk bertelepon dan perawatnya hanya ada satu orang. Tak hanya itu, saya sudah berteriak agar ditangani dengan serius tapi mereka tak ada juga melihat Anastasya,” ujarnya.

Orangtua Anastasya, Rini Oktaviani Sinaga (25) didampingi suaminya, Mualtua Situmeang (33) mengaku, anaknya itu tak ada menderita penyakit lain-lain seperti yang dikatakan oleh dokter itu. Dijelaskannya, dirinya juga merupakan seorang petugas medis dan mengerti mengenai penanganan rumah sakit.

“Saya melihat anak saya itu memang tak ditangani dengan serius saat di ruang IGD karena saya juga petugas medis. Saya berteriak, tetap mereka tak dengar dan anak saya itu bolak-balik asyik dipegang oleh dokter coas secara bergantian. Seharusnya anak saya diberikan perawatan bukannya menjadi bahan percontohan oleh dokter coas. Siapa yang terima anaknya dibiarkan dipegang terus menerus secara bergantian. Saya tak terima dan saya menjerit sebelum kepergian anak saya itu,” akunya.

Dijelaskannya, rumah sakit menyuruh mereka menandatangi surat dan sampai sekarang mereka tak ada mengerti mengenai surat tersebut dan belum ada menerima surat tersebut.

“Kami juga dikutip uang Rp500 ribu lebih sudah termasuk uang untuk mobil ambulans dimana mobil ambulansnya tak ada kami pergunakan. Apa di rumah sakit ini urusan administrasi lebih dahulu diutamakan dimana ini rumah sakit milik pemerintah,” bebernya.
Perdebatan semakin alot, sehingga pihak keluarga meminta agar petinggi rumah sakit menghadirkan dr Julia Fitriani. Namun, petinggi rumah sakit tak juga bisa menghadirkan sang dokter.

“Dokter yang bersangkutan saat ini berada di RSUP H Adam Malik dimana beliau sudah bertugas di sana sesuai dengan penempatan tugas dari kampus. Saat ini sedang kami usahakan pemanggilan,” kata Wadir Keperawatan RSU Pirngadi, dr Amran Lubis.
Keluarga kembali bersitegang meminta agar sang dokter dan semua yang bertanggung jawab di Ruang IGD dihadirkan.
“Kami tetap meminta agar pihak rumah sakit menghadirkan mereka,” kata Sugianto.

Seraya menunggu dokter tersebut, keluarga juga menanyakan uang sebesar Rp1 juta. Lalu Hinca, petugas verifikasi mengaku, uang Rp1 juta tersebut untuk uang karangan bunga tanda duka cita, uang permintaan maaf dan uang bela sungkawa.

“Itu uang untuk uang karangan bunga duka cita, uang permintaan maaf dan uang bela sungkawa dari rumah sakit,” jelasnya.
Mendengar hal tersebut, Sugianto berteriak. “Kalau memang kalian menaruh perhatian, kenapa tak karangan bunganya langsung diberikan dan kenapa tak ada meminta maaf langsung. Apa dengan uang Rp1 juta semuanya selesai begitu saja. Apa nyawa manusia kalian hargai Rp1 juta,” bebernya.
Hinca pun terdiam begitu ditanyai Sugianto.

“Dasar… kau. Tak ada kau hargai nyawa manusia,” ujar Sugianto kepada Hinca.

Lalu keluarga pun ngamuk  dan langsung mendekati Wadir Keperawatan RSU Pirngadi, dr Amran Lubis, Kasubbag Hukum dan Humas RSU Pirngadi, Edison Perangin-angin SH MKes, pegawai verifikasi RSU Pirngadi Medan, Hinca. Takut terjadi hal yang tak dinginkan, mereka pun melarikan diri dari pintu masuk samping ruangan Dirut RSU Pirngadi disaksikan oleh Wakapolsekta Medan Timur, AKP Jhon S Purba.

Sementara itu, Rizal Sihombing SH, pengacara keluarga dari Kantor Hukum Hombing Rizal dan rakan, yang juga anggota Peradi Sumut mengatakan, pihaknya tak terima dengan perlakuan dari petinggi rumah sakit karena meninggalkan rapat begitu saja. Dijelaskannya, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum. “Pihak rumah sakit akan kami adukan baik secara perdata ataupun pidana. manajemen rumah sakit sudah melakukan kesalahan yang menyebabkan  hilangnya nyawa manusia,” pungkasnya.

Mengenai aksi kumpul koin, jelasnya, keluarga akan melakukan pengumpulan koin, namun, tidak hari ini karena keluarga harus musyawarah kembali. “Rencananya hari Selasa lusa kami akan melakukan aksi ini kembali dan meminta agar Dirut RSU dr Pirngadi Medan dicopot dari jabatannya, karena ini sudah kesalahan besar. Beliau selaku dirut tak mampu memimpin rumah sakit,” jelasnya. (jon)

Pria Hamil itu Bercerai dari sang Istri setelah Jadi Pria Sempurna

Kebahagiaan hidup Thomas Beatie terkoyak. Pria Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai The Pregnant Man setelah menjadi “laki-laki” pertama yang mengandung pada 2007 lalu itu bercerai dengan sang istri, Nancy.

Kandasnya mahligai rumah tangga Beatie yang telah terjalin selama sekitar sembilan tahun itu terungkap dalam wawancara dengan CBS. Saat itu, bapak tiga anak tersebut sedang terlibat taping program The Doctors. “Seperti pernikahan pada umumnya, kami juga dihadapkan pada masa-masa sulit dan kami berhasil melampaui itu semua. Tapi, saat ini, kami memutuskan untuk berpisah,” bebernya.

Dalam edisinya Kamis (19/4), Daily Mail  menyatakan bahwa perpisahan itu terjadi justru saat Beatie menjalani tahap terakhir prosesnya menjadi lelaki tulen. Sejak memutuskan untuk menjadi pria pada 2002 lalu, pria 38 tahun itu memang sengaja mempertahankan alat reproduksi dan alat kelamin wanitanya. Dengan demikian, dia bisa tetap hamil dan melahirkan secara normal.

Baru-baru ini, dia menjalani terapi dan operasi terakhir untuk mengubah alat kelaminnya menjadi pria. Beatie yang terlahir sebagai Tracy Lagondino itu juga memutuskan untuk mengangkat rahim serta saluran telurnya. “Nancy belum bertemu dengan diri saya yang baru,” ujarnya. Menurut rencana, The Doctors yang menampilkan Beatie sebagai pemeran utama bakal tayang pada 7 Mei mendatang.

Pria transgender yang menikahi Nancy di Hawaii pada 2003 lalu itu menyebut tekanan publik sebagai salah satu penyebab perceraian mereka. Terutama, setelah berita kehamilannya pada pengujung 2007 menjadi topik hangat berbagai media. Pada 29 Juni 2008, putri pertama mereka, Susan Juliette Beatie, lahir ke dunia. Keluarga kecil itu pun terpaksa berbagi kehidupan pribadi mereka dengan publik.

Selain seputar kehamilan Beatie dan kelahiran Susan, mereka juga terpaksa berbagi kisah tentang kehidupan pribadi mereka sebagai suami istri kepada publik. Sebab, dari sisi seksual, Beatie dan Nancy masih sama-sama perempuan. “Kami memang selalu dihadapkan pada isu seksual,” katanya.
Tapi, sebenarnya, bukan itu yang menjadi masalah utama melainkan bagaimana kami menghidupi keluarga ini,” paparnya.

Seiring berjalannya waktu, terutama setelah kelahiran Austin Alexander Beatie dan Jensen James Beatie, finansial menjadi masalah besar bagi Beatie dan Nancy. “Saya harus mengeluarkan biaya hingga ribuan dolar untuk bisa menjadi laki-laki. Biaya yang jauh lebih banyak harus saya keluarkan saat saya menginginkan keturunan dan hamil dengan cara inseminasi buatan,” katanya.

Sayangnya, pada waktu yang sama, Beatie dan Nancy terpaksa menutup bisnis sablon kaos mereka. Sebab, kisah The Pregnant Man tak hanya mendatangkan simpati tapi juga benci. “Kami terpaksa menutup semua celah yang berpotensi membuat kami semakin tertekan. Termasuk, bisnis kami. Banyak orang gila yang mengganggu,” papar pria kelahiran Hawaii tersebut.

Beatie lantas menyebutkan beberapa jenis kegilaan mereka yang membenci dia dan keluarganya. Selain ancaman mati dan ancaman kekerasan yang lain, mereka ternyata juga harus rela menjadi bulan-bulanan melalui email, Facebook ataupun YouTube. “Ada yang sangat keterlaluan dan berdandan ala pria hamil dalam pesta Halloween dengan mengangkat tema The Pregnant Man. Mengerikan,” kenangnya.

Legalitas status Beatie sebagai ayah tiga anak juga menelan biaya yang tidak sedikit. “Saya harus menyewa pengacara untuk melegalkan posisi saya sebagai ayah pada akte kelahiran anak-anak saya. Semua itu tidak murah,” ungkapnya. Tapi, dia bersyukur karena pada akhirnya, hukum berpihak kepada dia. Hukum AS mengakui dia sebagai ayah tiga anaknya dan Nancy sebagai ibu mereka.

Kepala BKD Medan Dibidik Polisi

Pengangkatan Honorer tak Memenuhi Syarat

MEDAN-Pengangkatan 251 orang tenaga honorer di Pemko Medan, diterpa kabar tak sedap. Oknum pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan diduga menerima uang pelicin Rp3 juta-Rp5 juta per calon, agar namanya diikutkan dalam verifikasi yang dilakukan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta.

Meski sulit dibuktikan namun kabar itu berkembang luas di kantor Wali Kota Medan. Apalagi diketahui, ada calon tenaga honorer yang dinyatakan lulus dalam verfikasi dan validasi BKN Pusat masuk tahun tinggi. Padahal, sesuai ketentuan berlaku pengangkatan tenaga honorer yang berhak masuk tahun 2004 dan SK-nya mulai berlaku 1 Januari 2005. Namun, tenaga honorer lolos dalam pengumuman masuk tahun 2006-2008.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Penerimaan dan Pensiunan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan, Adrian Saleh membantah ada pengutipan uang dalam pengangkatan tenaga honorer.  “Tidak ada. BKD tidak ada mengutip uang dari mereka (CPNS yang lulus Verifikasi I),” kata Adrian Saleh.
Menurut Saleh, tidak tertutup kemungkinan ada oknum lain yang bermain dan sengaja memanfaatkan situasi ini. “Kalaupun ada hal seperti itu, jelas itu permainan oknum. Yang jelas BKD tidak ada,” jelasnya.

Dijelaskannya, terkait adanya kesalahan pengangkatan honorer perihal terbitnya SK pengangkatan per 1 Januari 2005, yang merupakan tanggal merah (libur nasional) kemungkinan salah ketik.

“SK dibuat  untuk  menggenapkan satu bulan kerja, walaupun dimulai kerjanya per 3 Januari 2005. Tapi  yang menerbitkan  SK-nya dinas terkait, kita hanya meneruskan berkas ke pusat tanpa  dilakukan penelitian ulang, karena sifatnya hanya usulan saja,” pungkas Saleh.
Soal instruksi Wali Kota Medan untuk menyurati BKN Pusat, Saleh menyatakan sudah melaksanakan perintah tersebut.

“Kita sudah kirim surat ke BKN sejak 9 April kemarin dan masih menunggu hasil verifikasinya dari BKN Pusat,” bebernya.
Sementara, honorer yang menjadi korban manipulasi data sudah melayangkan protes kepada tim verifikasi BKN Pusat. Mereka sudah tak percaya lagi kalau BKD Medan bias menyelesaikan dugaan manipulasi data honorer yang dilakukan BKD Medan.

“Kalau kami protes ke BKD Medan apa pasti ditanggapi? Mendingan langsung  ke pusat saja,” kata seorang tenaga honorer Pemko Medan.
Kasus itu juga sudah tercium aparat hukum. Bahkan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan, Parluhutan Hasibuan bakal diperiksa penyidik Polda Sumut.

“Jadwal pemanggilan dalam waktu dekat ini,” kata sumber kepada Sumut Pos.

Poldasu terus mengamati perkembangan kasus adanya indikasi penyimpangan dalam pengusulan data tenaga honorer itu.
Kepala BKD Kota Medan, ParluhutanHasibuan ketika dikonfirmasi wartawan mengaku ada dihubungi Poldasu.
“Ya, gara-gara masalah ini saya memang ada dihubungi Polda Sumut,” kata Kepala BKD Medan, Parluhutan Hasibuan. (adl)