27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 13611

Uang Tunjangan Sertifikasi Guru Dipungli

LABUHAN-  Bagi guru yang menerima tunjangan sertifikasi guru adalah rezeki. Tapi beda halnya dengan 4 guru yang mengajar di SD Negeri 068475, Griya Martubung, Medan Labuhan ini.

Mereka mengaku kecewa karena uang tunjangan sertifikasi guru itu dipungli oleh kepala sekolah Nurbaeta sebesar Rp250 ribu.
Bahkan beredar kabar pungli itu langsung diperintahkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Medan Labuhan.

Keterangan yang diterima Januari 2012 lalu, 4 guru termasuk Kepala SD Negeri 068475 Nurbaeta menerima dana tunjangan sertifikasi guru tahap kedua tahun anggaran 2011.

Kemudian uang itu diminta Nurbate kepada 4 gurur tersebut dengan alasan atas perintah Ka UPT Dinas Pendidikan Medan Labuhan Dra Khairani Khalifah.

Kepsek SD Negeri 068475 Nurbaeta ini meminta uang kepada keempat gurunya masing-masing sebesar Rp250 ribu. “Saya diperintahkan Ka UPT meminta dana tunjangan sertifikasi Rp250.000 kepada kalian,” kata Nurbaeta kepada keempat guru, seperti ditirukan oleh salah satu guru yang mengeluhkan pungli tersebut.

Dengan berat hati atas tindakan yang dilakukan oleh Nurbaeta, keempat guru tersebut memberikan uang itu.

Menyikapi tindakan itu, Ka UPT Dinas Pendidikan Medan Labuhan Drs Khairani Khalifah yang dihubungi wartawan, Selasa (24/4) membantah menyuruh Kepsek SD 068475 Nurbaeta SPd untuk melakukan pungutan sebesar Rp250.000 kepada guru yang menerima tunjangan sertifikasi terhadap guru SD. Dia menegaskan tidak pernah melakukan hal itu.

Dihadapan wartawan, Drs Khairani langsung menghubungi Kepsek 068475 Nurbaeta melalui sambungan selular. Dalam percakapan itu Khairani memarahi Nurbaeta karena telah menjual-jual namanya untuk kepentingan pribadi. “Memang si Nurbaeta ini selalu membuat masalah,” kata Khairani.
Nurbaeta membantah tudingan itu. “Itu tidak benar dek,” ungkapnya.(ril/smg)

Mantan Pejabat Diskanla jadi Tersangka

LUBUK PAKAM- Ini terobosan perdana yang dilakukan Kajari Lubukpakam Khairul Aswan pasca dilantik sebulan yang lalu. Selasa (24/4)  Aswan menetapkan empat orang tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Tanjung Morawa.

Keempat tersangka itu lanjut mantan Asdatun Kendari ini adalah mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanla) Deliserdang Ir Ronis Agus Azis, pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Abdurahman dan dua orang pemborong Syaiful Ridwan Sofyan dan Halomoan Lubis.

Menurut Aswan ditetapkannya keempat tersangka itu berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan anak buahnya. Dengan ditetapkannya tersangka ini maka dalam waktu dekat keempatnya akan ditahan. “Tadi (24/4) baru menetapkan sebagai tersangka saja, setelah itu baru dilakukan pemanggilan untuk diperiksa sekaligus ditahan,” kata mantan Kajari Tebing Tinggi ini.

Dari hasil pemeriksaan jelas Aswan keempatnya diduga melakukan dugaan korupsi proyek pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) tahun anggaran 2008 dengan total kerugian negara Rp68 juta.

Diuraikannya dalam pembuatan kolam ikan terindikasi terjadi pengurangan tebal plasteran dari 15 mm menjadi 10 mm dan beton cor campuran tidak sesuai kontrak sehingga negara dirugikan Rp30 juta.

Demikian juga pengaspalan jalan masuk dan pembuatan parit beton terindikasi ada pengurangan plasteran campuran dari 2.453,18 meter kubik menjadi 2.358,36 meter kubik, beton campuran kurang volumenya dari 310,38 meter kubik menjadi 288,5 meter kubik, pekerjaan menghampar hot mix kurang tebal dari 4 cm menjadi 3 cm dan lapisan pondasi klas B dengan volume 58,80 meter kubik tidak dikerjakan. Sehingga mengakibatkan kerugian Rp38 juta.  “Total kerugian dari dua proyek itu sebesar Rp 68 juta,” tegas Aswan Harahap.

Dalam kasus lain Kejari Lubukpakam juga menetapkan Kepala Seksi (Kasi) Penagihan Pajak Restoran pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Deliserdang, Harapan Nasution sebagai tersangka dugaan korupsi pajak restoran.

Menurutnya, hasil pengutipan pajak restoran yang dilakukan oleh Harapan Nasution tidak disetorkan ke kas daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah. (btr)

Sejumlah Kawasan di Karo Terendam Banjir

KARO- Hujan deras jelang petang hingga tengah malam, Senin (23/4) membawa dampak bencana di sejumlah lokasi di Kabupaten Karo. Satu diantaranya adalah banjir kiriman di Desa Doulu Kecamatan Berastagi.

Informasi yang di peroleh Sumut Pos,  akibat curah hujan tinggi di hulu, aliran air dari Desa  Semangat Gunung  yang berbatasan langsung dengan Gunung Api Sibayak, menerjang Desa  Doulu.

Tidak ada korban jiwa, namun  puluhan rumah terendam air setinggi  4 meter selama dua jam.  Selain itu, puluhan hektar sawah  warga rusak, sehingga  mengakibatkan gagal panen, dengan kerugian materi  mencapai ratusan juta rupiah.

Di malam yang sama, longsor juga terjadi di kawasan Kelurahan Tambak Lau Mulgap II, persisnya di belakang Los Pancur Batu Berastagi.  Longsor  sedalam seratus meter, menimbun areal perawahan warga dibawahnya.

Sementara di Kecamatan Munte dan Tiga Binanga, puluhan hektar tanaman jagung rusak diterjang hujan disertai tiupan angin kencang. Di sekitar kawasan  Desa Singga manik (arel perkuburan Jepang red) setidaknya tiga tiang listrik mengalami kerusakan.

Bahkan satu tiang,  ketiga kabelnya melintang di tengah jalan. Jelang siang pihak PLN  terlihat di lokasi melakukan perbaikan instalasi.  Akibatnya, hingga  Hingga Kecamatan Tiga Binanga terjadi pemadaman  sore hari kemarin.

Kaban Kesbang Pol dan Linmas Pemkab Karo, Drs  Suang Karo- Karo  mengatakan, untuk  penaggulangan awal, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kecamatan yang terkena dampak bencana dengan Dinas PU, Pertanian, Sosial dan Dinkes.(wan)

Anak Bersisik Masuk Pirngadi

MEDAN- Lamhot Sirait (16), warga Pasar VI Marelan Gang Uka yang sehari-harinya hidup di jalanan terpaksa dibawa ke ruang IGD RSU Dr Pirngadi Medan, Selasa (24/4) sore.

Pasalnya pemuda yang kesehariannya meminta-minta di persimpangan lampu merah ini terkulai lemas dengan badan bersisik di sekujur tubuhnya karena menderita penyakit Steven Jhonson Syndrome (alregi obat-obatan) harus mendapatkan perawatan medis.
Pengakuan Lamhot, dirinya mengidap penyakit ini sejak sebulan terakhir. Diceritakannya, dia bisa  memiliki sisik seperti ular disekujur tubuhnya ini bermula saat dia memakan ayam goreng yang dibelinya.

Namun, terangnya, usai memakan ayam tersebut tubuhnya berasa gatal-gatal dan oleh ibunya ia diberikan obat Amoxilin dan Bodrek. “Awalnya saya tidak ada merasa apa-apa, tapi ketika saya makan ayam goreng, badan saya gatal-gatal semua, lalu saya di beri obat sama mamak, rupanya beberapa hari kemudian tubuh saya bersisik seperti ini,” jelasnya.(jon)

Wanita Disabilitas Harus Berani Menampilkan Potensi

MEDAN  – Dalam memperingati Hari Kartini, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumut mengharapkan agar para penyandang cacat lebih meningkatkan rasa percaya diri serta memperjuangkan hak-hak mereka. Hal itu dikatakan Ketua HWDI Sumut, Dra.Jenni Heryani, Selasa (24/4) di Medan.

Menurutnya,  perlakuan diskriminasi memang kerap dialami terutama dalam hal pekerjaan dan pendidikan. “Perlakuan tidak adil itu pasti ada. Tapi kita tidak menyerah. Para penyandang cacat harus memperjuangkan hak-hak mereka dan tetap meningkatkan rasa percaya diri,” katanya.

Perhatian pemerintah terhadap para penyandang disabilitas memang ada dengan dibuatnya Undang-undang mengenai penyandang cacat, namun implementasinya sendiri masih sangat kurang. “Implementasinya belum sampai ketingkat paling dasar. Sehingga kita banyak mengalami hambatan,” jelasnya.

Dalam kegiatan Hari Kartini itu, HWDI Sumut yang rata-rata penyandang cacat fisik (tuna daksa) ini juga mengadakan serangkaian acara seperti perlombaan pakaian kebaya, membaca puisi dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu mengatakan meski menyandang status disabilitas, wanita bisa melakukan sesuatu sebagai wujud penghargaan dan terimakasih kepada Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan emansipasi wanita. “Setiap wanita sama yakni sebagai tiang negara yang harus turut melahirkan generasi penerus yang aktif dan cinta kepada negaranya,” imbuhnya.

Untuk itu, harapnya, wanita yang menyandang status disabilitas harus berani menampilkan potensi yang dimiliki dan penyandang cacat fisik juga bisa mandiri melalui wirausaha. Bank Sumut, katanya, melalui program ekonomi rakyat untuk perempuan siap membantu perempuan yang ingin berusaha.
“Kita menyiapkan modal Rp500 ribu sampai Rp5 juta untuk per kelompok yang membutuhkan kredit. Rp50 juta untuk perorangan. Ini khusus untuk pemberdayaan perempuan yang termarginalkan atau penghasilan suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” imbuhnya. Disebutkannya,  sudah 72 ribu perempuan yang tergabung dalam 3 ribu kelompok yang diberi pelatihan  dalam program pemberdayaan ini.  (mag -11)

Kayu Gelondongan Masuk via Belawan

BELAWAN- Sedikitnya 2.200 meter kubik kayu gelondongan yang masuk melalui Pelabuhan Belawan akan dilakukan pemeriksaan. Hal ini dilakukan karena Dinas Kehutanan Sumut berkomitmen akan menindak setiap pengusaha yang berani melakukan pengiriman kayu ke daerah ini tanpa adanya izin resmi dari pihak kehutanan.

“Jangan main-main lagi sekarang, kalau memang kayu yang mereka masukan tidak ada izin bakal kita tindak, jadi tidak ada lagi alasan untuk bermain-main dengan kayu,” tegas Kepala Dinas Kehutanan Sumut JB Siringoringo saat dihubungi, Selasa (24/4).

Menurut dia, biasanya setiap kayu gelondongan yang masuk lewat Pelabuhan Belawan pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan manifest maupun dokumen perizinan lainnya.

“Jadi setiap kayu yang masuk kita periksa, dan dilapangan ada petugas kita,” katanya.

Sebelumnya, ribuan meter kubik kayu gelondongan diduga hasil penebangan baru masuk secara rutin lewat Pelabuhan Belawan Lama.
Kayu-kayu asal Kepulauan Riau itu diangkut dengan menggunakan jasa kapal tongkang Ocean Soraya dan tiba Sabtu (21/4) lalu.
Informasi diperoleh, ribuan meter kubik kayu gelondongan dimaksud akan dipasok ke PT Tanjung Timberindo Industri di Tanjung Morawa yang disebut-sebut merupakan anak perusahaan PT Mujur Timber industri produsen kayu lapis di Sumut.(mag-17)

Dimeriahkan Festival Barongsai Memperebutkan Piala Wali Kota

Kongres Agama Konghucu Sedunia di Kota Medan

Kongres Agama Konghucu sedunia digelar di Kota Medan dan dimeriahkan festival barongsai tingkat dunia. Pada pelaksanaan Festival bertema The First Major Cup Medan World Championship Lion Dance sekaligus memperebutkan Piala Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Pada pelaksanaan kongres Agama Konghucu, panitian akan mengemasnya dengan festival Barongsai tingkat dunia. Dalam festival ini akan diikuti 30 tim yang berasal dari sejumlah negara, sekaligus mendukung program Visit Medan Year 2012.

Hal itu saat Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap menerima audensi Ketua Panitia Konggres Agama Konghucu dan Festival Bakchang serta Barongsai, Andy Wiranata di Balai Kota, Selasa (24/4).

Dalam kesempatan itu, Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Kadisbudpar Drs Busral Manan dan Kabid Pemasaran Disbudpar Drs Agus Suriyono.
“Saya sangat berterima kasih karena telah memilih Kota Medan sebagai tuan rumah pelaksanaan Kong res Agama Konghucu Sedunia dan Festival Bakchang serta barongsai tingkat dunia,” sebutnya.

Menurut dia, dengan ditampilkannya barongsai terpanjang di Indonesia. Tentunya sangat mendukung program Visit Medan Year 2012.  Sehingga, Kadisbudpar Medan diminta untuk mengawal berlangsungnya seluruh kegiatan mulai dari persiapan sampai berakhir.

“Hal itu penting dilakukan agar seluruh peserta merasa aman dan nyaman, sehingga tertarik untuk mengunjungi Kota Medan kembali. Saya minta kepada Kadisbudpar Medan untuk terus bersinergi dengan panitia,” pintanya.

Sedangkan pihak paniti penyelenggaran Kongres Agama Konghucu sedunia dihadiri ketua panitia kongres Andy Wiranata didampingi Nurdin Purnomo, Budi Tamtomo (Ketua Barongsai Seluruh Indonesia), HP Siow (juri barongsai internasional), Ar Leong Lik Thong serta Fitri Ipid Alice selaku sekretaris panitia.

Andy menyampaikan bahwa dukungan dan keseriusan yang diberikan Wali Kota Medan atas digelarnya kegiatan ini mendapat apresiasi cukup tinggi dari luar negeri. Sejauh ini, pihaknya telah mendapat kepastian bahwasannya 80 pemakalah yang merupakan guru besar dan cendikiawan akan menghadiri kongres dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Hongkong dan Taiwan.

Selain itu paparnya, konggres akan dihadiri pengusaha dan orang-orang terpandang di negaranya masing-masing, tentunya akan mendatangkan nilai positif bagi Kota Medan.
“Efek dilaksanakan Kongres Agama Konghucu sedunia di Kota Medan, tentunya sangat bagus sekali untuk Indonesia, khususnya Kota Medan. Selain dari segi agama, kami juga bisa melakukan pertukaran informasi dan hubungan kerjasama di bidang lainnya seperti ekonomi,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan, untuk festival barongsai, pihaknya telah mengundang sejumlah negara. Sampai saat ini sudah 12 tim yang menyatakan kesediaannya tampil dalam festival tersebut. Dimana, 3 tim berasal dari Indonesia, sedangkan 9 tim lagi dari beberapa negara dari ASEAN ditambah China , Macao dan Hongkong.

Dia juga menyebutkan, melihat dukungan Wali Kota Medan untuk mensukseskan kegiatan ini begitu besar sekali, makanya pengurus agama Konghucu sedunia sepakat festival barongsai digelar untuk memperebutkan Piala Wali Kota Medan sebagai bentuk ucapan terimakasih sekaligus penghormatan.
“Baru pertama kali ini festival barongsai digelar untuk memperebutkan Piala Wali Kota Medan,” katanya.

Selain festival barongsai, Andy menyatakan, konggres akan diisi dengan penampilan barongsai terpanjang di Indonesia. Diharapkannya, selain menghibur warga Kota Medan, kehadiran barongsai terpanjang di Indonesia bisa masuk dalam rekor MURI.

“Dengan begitu, kami telah melakukan persiapan sehingga kehadiran barongsai terpanjang di Indonesia ini dapat menghibur warga Kota Medan,” ucap Andy yang diamini Budi Tamtomo.

Sebelum mengakhiri audiensi, Rahudman menerima bingkisan berupa poster barongsai yang dibingkai dan baju tradisional China bewarna merah. Bingkisan tersebut sebagai ungkapan terima kasih dari seorang pengurus Konghucu yang merupakan penjahit terkenal dari Singapura dan telah banyak menjahit pakaian orang-orang terkenal di dunia. Termasuk baju untuk Wali Kota Medan.

Selanjutnya, Wali Kota Medan langsung mengenakan pakaian yang telah disiapkan penjahit asal Singapura dan foto bersama semberi menyerahkan bingkisan kepada panitia. (adl)

Medan Simpan Sejarah China

Deputi Presiden Asosiasi Konfusianisme Malaysia, Tan Kee Sang mengatakan, penyelenggaraan kongres tahun 2012 merupakan tahun keenam. Ditahun 2012 ini sekaligus digelar perayaan agama Khonghucu untuk ketiga kalinya.

“Kongres diadakan tiap dua atau tiga tahun sekali. Tahun 2012 kami melihat Medan bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan kongres. Karena itu, Asosiasi Konfusianisme Internasional mengagendakan menggelar kongres sedunia di Medan pada Juni mendatang,” ucapnya di dalam ruang tamu utama Wali Kota Medan.

Dia menyatakan, dengan digelarnya kegiatan ini, Pemko diharapkan bisa memastikan kondusifitas dalam pelaksanaannya. Tan Kee Sang menyebutkan, adapun alasan dipilihnya Kota Medan karena daerah ini memiliki berbagai peninggalan sejarah China seperti rumah Tjong A Fie, Masjid Raya yang dibantu pembangunannya oleh Tjong A Fie dan lainnya. Kemudian, secara organisasi, di kota ini terdapat Majelis Kelenteng Khonghucu Indonesia (MKKI), yang memiliki visi ingin menyebarkan konfusius ke seluruh dunia. “Dari segi perkembangan, Indonesia khususnya Kota Medan bisa berkembang pesat, karena itu kami tertarik untuk datang,” ujarnya.

Asosiasi Konfusianisme Malaysia berharap Pem ko Medan bisa memberikan kepastian keamanan, sehingga peserta yang berasal dari berbagai negara tidak ragu datang menghadiri kongres. Selain itu, pemerintah bisa menyediakan acara lain untuk memeriahkan acara sehingga pelaksanaan kongres semakin meriah.

“Segi tempat, keamanan itu menjadi perhatian utama yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kongres selama lebih kurang lima hari. Apalagi peserta pada umumnya berasal dari luar negeri dian taranya Inggris, Jeman, Malaysia, Thailand, Vietnam, Amerika, Prancis, New Zealand, Canada, Korea, Jepang dan lainnya,” bebernya.

Dia menejelaskan, Kota Medan dinilai layak menjadi tuan rumah kongres karena letaknya strategis, dekat dengan negara lain sehingga memudahkan peserta untuk datang.

“Lokasi Medan sangat strategis sehingga memudahkan transportasi. Kita harap Pemko siap menyambut tamu mancanegara karena Medan merupakan kota yang terkenal dengan kota kuno dan bersejarah,” katanya.  (adl)

Cabuli Siswi SMP, Dokter Puskesmas Dipolisikan

BATUBARA- Perbuatan amoral diduga dilakukan oknum dokter terhadap seorang siswi SMP, tak pantas ditiru. Soalnya, oknum dokter berinisial DA yang bertuga sebagai dokter umum di Puskesmas Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara,  berinisial  DA ini, tega mencabuli SW (14) siswi kelas dua MTs. Akibat perbuatannya, oknum dokter tersebut harus berurusan dengan pihak berwajib setelah dilaporkan korban ke Polsek Limapuluh, Selasa (24/4).

Keterangan diperoleh, perbuatan memalukan tersebut terjadi setenga bulan  lalu tepatnya Selasa (10/4) sekira pukul 20.30 WIB di kediaman rumah orangtua korban.

Menurut A.Husin, selaku uwak kandung korban warga Desa Simpang Gambus mengatakan, peristiwa cabul itu dilakukan DA terhadap korban pada Selasa malam  (10/4), saat tersangka datang ke rumah Suriati (40) orangtua kandung korban minta dibuatkan pecal bumbu kacang.

Setelah selesai menikmati pesanan pecal bumbu kacang buatan ibu korban, tersangka berpura – pura permisi dengan ibu korban  hendak ke kamar mandi buang air kecil. Tanpa menaruh curiga, Suriati mempersilahkan tersangka untuk pergi ke kamar mandi., sementara  korban berada di dapur. Setibanya di belakang rumah, tersangka bukannya mau buang air kecil, melainkan memanggil korban sambil memegang kertas putih dan mengatakan, “Dek, bisa minta tolong kasikan nomor hp saya ini sama buk Fitri (28) (oknum guru di MTs tempat korban bersekolah). Mendengar sebutan nama ibu Fitri, korban langsung datang menghampiri tersangka, karena ibu Fitri  merupakan  guru korban.

Korban yang masih lugu dan polos itupun mendekati tersangka mau mengambil kertas tersebut. Namun, belum sempat kertas yang dipegang tersangka diterima korban, tiba – tiba tersangka yang telah berdiri di depan kamar mandi itu langsung mendekap tubuh korban sembari menggerayangi dan menciuminya. Terkejut mendapat perlakuan tak senonoh dari oknum dokter Puskesmas itu, korban langsung meronta.

“Usai menggerayangi dan mencium tubuh ponakan saya, oknum dokter itu langsung pergi meninggalkan korban yang hamir mati ketakutan,” jelas Husin.
Kejadian itu, menurut Husin, tidak segera dilaporkan  korban kepada orang tuanya, melainkan setelah beberapa hari barulah  hal itu disampaikan korban  kepada  gurunya bernama Fitri yang dianggap korban tempat curhatnya.  Setelah mendengar kejadian yang menimpa muridnya itu, Fitri kemudian menceritakannya kepada keluarga korban termasuk kepada  Husin selaku uwak korban.

Mendengar perbuatan tersangka kepada keluarganya itu, Husin menjadi berang dan tak terima, karena  tidak sepantasnya seorang oknum dokter melakukan perbuatan tak bermoral, sehingga persoalan ini langsung dilaporkan Husin ke Polsek Limapuluh.

Fitri selaku guru korban ketika dihubungi METRO (grup Sumut Pos), Selasa ( 24/4), melalui selulernya mengatakan, memang ada menerima curahan hati (curhat) dari muridnya itu, dan bercerita tentang apa yang sudah dilakukan DA kepada korban.

Terpisah, tersangka DA ketika dikonfirmasi mengaku, ada datang ke warung orang tua korban untuk memakan pecal untuk dibawa pulang. “Setelah itu saya mau buang air kecil di samping rumah itu, namun ibu yang  punya warung itu menyuruh saya agar buang air kecil ke kamar mandinya,” ujar DA.
“Setelah saya keluar dari kamar mandi, saya langsung membayar uang pecal dan pulang ke rumah. Kalau dikatakan saya mendekap lalu menciumi korban itu tidak ada saya lakukan,” bantah DA.

Lebih lanjut dikatakannya, dirinya yakin ada pihak tertentu yang menukang- nukangi, karena baru-baru ini dia meributi tentang pemotongan gaji yang  tersisa 20 persen. “Atas laporan pengaduan itu, saya tidak takut. Di Kejaksaan, Pengadilan dan Mabes Polri pun, saya akan hadapi,” ucapnya.
Kapolsek Limapuluh, AKP Bambang Rubianto, mengaku, dari keterangan saksi, dokter itu sudah dijadikan tersangka. (ck1/smg)

Iwa K-Selfi Bisa Cerai

Pedangdut Terkejut

Kabar gugatan cerai Selfi ‘KDI’ kepada rapper Iwa K bikin kaget banyak orang. Tak terkecuali Nazar, rekan seangkatan Selfi waktu di KDI (Kontes Dangdut Indonesia). Pasalnya,  baru sekitar tiga bulan lalu, Nazar dan teman-temannya baru berkunjung ke rumah mereka saat acara arisan.

“Aku lihat di berita sampai melongok. Bener apa nggak, karena kalau aku lihat saat main ke rumahnya itu mereka tidak terlihat ada masalah. Tiga sampai empat bulan yang lalu aku dan teman-temannya (ke rumah),” ujar Nazar.  Nazar tidak melihat bahwa pasangan tersebut sedang cek-cok, semuanya nampak baik-baik saja.

“3-4 bulan lalu temen-temen main ke rumahnya, kayak reuni seperti arisan  silaturahmi dan ada kang Iwa-nya juga, kita ngobrol bareng,” ucapnya.
Saat itu tidak tampak raut wajah kesedihan atau wajah ketegangan dari wajah Selfi. Karena menurut Nazar, sahabatnya itu mungkin enggan berbagi kesedihannya.

“Sampai saat ini, mbak Via (Selfi) itu pintar menyembunyikan, karena selalu tidak pernah memperlihatkan orang yang punya masalah, kelihatan selalu happy,” beber Nazar. Sebagai seorang teman dekat, dia berharap hubungan rumah tangga Iwa dan Selfi tidak berakhir di meja hijau perceraian.   “Kalau bisa dipertahankan, biasanya anak yang jadi pertimbangan,” tukasnya.

Sebaliknya, seorang sumber  mengaku, tidak heran Selfi mau gugat Iwa. Keinginan yang sebenarnya sudah lama tapi tertunda-tunda dengan banyak alasan.  “Selfi sudah lama ingin cerai namun selalu ditahan-tahan karena pertimbangan anak. Baru kali ini Selfi berani. Sudah dipertimbangkan masak-masak mungkin,” ungkap sumber.  Saat ini, kata sumber, kehidupan Selfi dan Iwa masih seperti biasa. “Masih biasa, Iwa masih telihat tinggal satu rumah,” cetusnya.

Beberapa waktu lalu, Iwa K dibuat naik pitam oleh sejumlah wartawan infotainment yang menunggui rumahnya. Kesal, rapper itu mengacungkan jari tengah dan mengeluarkan kata kotor.

Selfi memasukkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama Jakarta Timur pada 10 April 2012. “Agenda sidang pertama diagendakan 10 Mei 2012. Satu bulan, karena kuasa hukum Selfi berdomisili di Jakarta Pusat,” kata jubir PA Jakarta Timur Muhyiddin.
Ia dinikahi Iwa pada 4 Mei 2007 dan dikaruniai seorang putra. Pada 2009 Iwa bersama Selfi membentuk grup yang memadukan rap dengan dangdut bernama Ying Yang. Mereka mengeluarkan album perdana, Yang Tak Terpisahkan. (rm/jpnn)

Peserta Bimtek Absen, Wali Kota Gerah

TEBING TINGGI- Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaedi Hasibuan gerah. Soalnya, peserta Bimbingan Tekhnis (Bimtek) tentang penyusunan standar pelayanan minimal di lingkungan Pemko Tebingtinggi tidak dihadiri seluruh peserta, Selasa (24/4).

Sebanyak 40 peserta Bimtek yang harus hadir, teryata dihadiri oleh 36 peserta dari semua Kantor Dinas dan Kepala Kantor terkait dengan pelayanan masyarakat di Gedung TC Sosial Jalan Rumah Sakit, Kota Tebingtinggi.

Umar Zunaedi Hasibuan mengatakan, pihaknya melakukan yang diharapkan pemerintah selama ini, karena pentingnya Bimtek ini harus dihadiri seluruh peserta, dari 40 orang peserta, yang hadir hanya 36 orang.

“Untuk ini, kita sengaja mengundang seluruh dinas yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Jangan menganggap diklat ini asal lewat saja, yang tidak hadir segera dihubungi dan bila perlu digantikan sama yang lain,” tegas Umar Zunaedi dihadapan para peserta Bimtek.

Sambung Umar, peserta harus memahami dan mengikuti diklat ini, minimal harus tau standar pelayanan di seluruh SKPD atau Kantor harus membuat alur pelayanan dengan mencantumkan segala bentuk urusan dan aturan. “Bila masyarakat masih komplen, berarti pelayanan kita belum prima,” katanya.
Ke depan, kata Umar, pihaknya harus melakukan prosedur pelayanan yang mudah dan cepat untuk masyarakat seperti prosedur harus jelas, persyaratan harus tertulis, harus menguasai apa yang dipertanyakan masyarakat, disiplin, memiliki kompentensi, bertanggung jawab, keadilan dalam pelayanan, kecepatan pelayanan, kesopanan, keramah tamahan petugas, jumlah biaya yang pasti, kepastian jadwal, kenyamanan dan keamanan lingkungan.

Sementara itu Kabid Diklat Badan Kepegawaian Daerah Kota Tebingtinggi Sugeng, menjelaskan, kegiatan selama dua hari ini untuk menindaklanjuti surat ederan Menteri Dalam Negeri Nomor 100/676/SJ tanggal 7 Maret 2011 tentang percepatan penerapan standar pelayanan minimal daerah.(mag-3)