32 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13624

Mantan Menantu Aniaya Ibu Mertua

MEDAN- Mantan Kadisperindag Kota Medan, Dra Hj T Syarifah Salmi (63), warga Komplek Griya Riatur Indah Blok F, Jalan T Amir Hamzah, dikeroyok mantan menantunya Reza Andrian Fachri (29), warga Jalan Sakti Lubis Gang Emas, Jumat (20/4).

Syarifah Salmi dikeroyok secara beramai-ramai dan membawa paksa salah satu cucunya dari kantor Psikolog Humanika Jalan Dr Mansyur Medan.
Pengakuan Syarifah Salmi kepada Sumut Pos, saat ditemui di Ruang Anggrek I Kamar 5 RSU Pirngadi, dirinya sedang membawa dua cucunya ke kantor Psikolog Humanika Jalan Dr Mansyur untuk berobat.

Sambungnya, sambil menunggu giliran, tiba-tiba Reza, yang juga anak Kepala BPN Mamuju, Sulsel L Fahri Budiman SH MHum itu datang bersama dengan dua temannya.

“Salah satu temannya itu bernama Irwansyah alias Jangkrik dan satu pria dengan postur tegap,” katanya yang didampingi pengacaranya Syarifuddin SH.
Dijelaskannya, setelah itu Reza berkoar-koar dan mengajak ribut. Namun tak ditanggapi. Karena tak ditanggapi, sebutnya, dirinya pun membawa masuk kedua cucunya ke dalam ruangan.

“Saat mau masuk kedalam ruangan psikolog itu, Reza menarik cucu saya Arya (2) secara paksa. Karena saya pertahankan, dua temannya memukul, menunjang dan mencakar saya,” jelasnya.

Setelah dianiaya secara beramai-ramai, terangnya, warga yang berada di dalam ruangan Kantor Psikolog Humanika langsung berteriak dan menelepon polisi. “Saat itu mereka langsung lari dan pergi membawa cucu saya, Arya,” pungkasnya.

Lanjutnya, anaknya Salfidah Putri (29) sudah resmi bercerai dengan Reza dan diputuskan oleh Pengadilan Agama Medan. Hak asuh atas kedua hasil pernikahan mereka menjadi tanggung jawab anak Putri.

Karena tak terima, Reza terus menerus meneror Putri.

Sementara itu, Syarifuddin SH, pengacara keluarga menuturkan, kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Medan dan minta agar kasus ini ditangani dengan cepat.

“Kasus ini sudah dilaporkan dengan STBL (Surat Tanda Bukti Lapor) No Pol: LP/1056/IV/2012/SU/Resta Medan, tertanggal Jumat 20 April 2012,” ujarnya.

Ditegaskannya, dirinya tak terima dengan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku kepada kliennya itu.
“Ini jelas-jelas unsur pidana dimana pelaku sudah melakukan Pasal 170 KUHP jo Pasal 351 KUHP. Saya minta kepada pihak kepolisian khususnya Polresta Medan memproses dengan cepat kasus ini,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki saat dihubungi via telepon selulernya mengaku, dirinya belum ada menerima laporannya. Dijelaskannya, begitu sudah menerima laporannya dari SPK maka akan memproses dan menyelidiki kasus tersebut.
“Sabar dulu yah karena saya belum ada menerima laporannya. Tetap akan kita proses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ucapnya. (jon)

Pengusaha Kapal Keluhkan Antrean

BELAWAN- Panjangnya antrean kapal (kongesti) di Pelabuhan Belawan masih belum teratasi dengan baik. Akibatnya pengguna jasa seperti perusahaan pelayaran dalam mengoperasikan kapalnya lebih banyak merugi, akibat menanggung biaya tinggi.

“Pelayanannya sampai saat ini masih bobrok, Pelindo I selaku pengelola pelabuhan harus bertanggung jawab. Dan mencari solusi mencegah kongesti yang akan merugikan perekonomian nasional,” ungkap Dianto Anggota Komisi C DPRD Medan saat melakukan reses di Belawan, Jumat (20/4).
Politisi Partai Demokrat ini memperkirakan, antrean kapal yang menunggu pelayanan sandar satu hari di pelabuhan dapat menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah. Bisa dibayangkan kerugian pelayaran begitu besar karena kini rata-rata kapal antre di pelabuhan sampai dua minggu.
“Sudah dapat dipastikan dampak dari kerugian ditanggung perusahaan pengguna jasa tidak sedikit, belum lagi ada biaya tambahan tak resmi yang diduga dilakukan kapal pandu milik Pelindo,” sambung Dianto.

Ditambahkannya, dampak dari antrean kapal tidak cuma mengakibatkan perusahaan pengguna jasa pelabuhan beban kerugian di pelabuhan ini saja. Namun berakibat kepada para eksportir komoditi terkena denda oleh buyer karena menanggung kerugian lantaran akibat keterlambatan pengiriman barang.

“Selain biaya antrean kapal bertambah, yang tadinya hanya 2 hari menjadi 6 hari bahkan lebih. Padahal, eksportir mesti mematuhi waktu pengiriman barang sesuai kontrak. Jadi ini merupakan persoalan yang terus berulang, namun belum kunjung terselesaikan,” ujarnya.
Humas dan Hukum PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan, Azmi Jauhari ketika dihubungi terkait antrean kapal di pelabuhan tidak bersedia mengangkat telepon selularnya.

Sementara, Asmen Hukum dan Humas Belawan Internasional Container Terminal (BICT), H Suratman ketika dikonfirmasi menjelaskan, antrean kapal atau daftar tunggu kapal di perairan lampu satu Belawan untuk sandar di dermaga pelabuhan terjadi bukan disebabkan penyediaan fasilitas dermaga maupun peralatan bongkar muat barang yang minim, tapi dikarenakan oleh faktor lain.(mag-17)

Penjual Undian Berhadiah Ditangkap

LUBUKPAKAM- Niat mencari penghasilan tambahan guna menghidupi keluarga dengan menjual produk berhadiah PT Wahana Dewata Mandiri, malah ditangkap polisi.

Inilah yang dialami Muhammad Fauzi alias Udo (41). Warga Jalan Tengku Fachruddin Kelurahan Lubuk Pakam Pekan Kecamatan Lubuk Pakam ini ditangkap Polres Deliserdang, Rabu (18/4) malam karena menjual undian berhadiah produk PT WDM cabang Lubuk Pakam.

Ayah 5 anak ini mengaku awal mulanya dia ditawari Direktur PT WDM Cabang Lubuk Pakam berinisial FC alias A untuk menjual undian berhadian dalam bentuk produk seperti kopi, bubuk teh, gula dan kopi.

Karena dikatakan FC alias A bahwa undian berhadiah milik PT WDM itu resmi dan tidak akan ditangkap polisi, maka Muhammad Fauzi alias Udo menjajakannya setiap malam tanpa meninggalkan aktifitasnya menarik becak.

Namun malam itu, Rabu (18/4), menjadi malam yang gelap bagi Muhammad Fauzi alias Udo. Pasalnya, saat dia menjual undian berhadiah produk PT WDM di Jalan Tengku Fahruddin Lubuk Pakam, Poles Deliserdang menyergapnya berikut barang bukti kupon milik PT WDM dan sejumlah uang hasil penjualan.

“Saya baru dua bulan menjual produk berhadiah PT WDM. Omzet penjualan pun masih berkisar 200 ratus ribu hingga 300 ribu. Katanya resmi, kok saya malah ditangkap polisi? Katanya FC alias A akan melakukan pengurusan. Namun sampai sekarang saya masih di penjara,” ujar Muhammad Fauzi.
Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Anggoro Wicaksono SIk saat dikonfirmasi melalui Kanit Idik I Ipda Saut Simarmata, Jumat (20/4) membenarkan penangkapan Muhammad Fauzi alias Udo karena menjual kupon berhadiah tanpa membawa produk dari PT WDM.

Terpisah, Direktur PT WDM Cabang Lubuk Pakam FC alias A mengakui Muhammad Fauzi alias Udo benar menjual undian berhadiah produk PT WDM tapi pada saat ditangkap tidak membawa produk PT WDM seperti kopi dan bubuk teh. Saat ditangkap polisi, dia menulis nomor tebakan.(man/smg)
diatas kertas putih terlebih dahulu baru dipindahkan ke kupon PT WDM.

PRT Lompat dari Lantai Tiga

MEDAN-Ulah pembantu rumah tangga (PRT), Deni (22) asal Jawa tengah terbilang nekat. Pasalnya, karena ketahuan mencuri di rumah majikannya di Jalan Pemuda, dia nekat lompat dari lantai tiga, Jumat (20/4) dini hari. Akibatnya, Deni mengalami patah kaki dan terpaksa dilarikan ke RS Tembakau Deli, Jalan Putri Hijau Medan.

Keterangan yang dihimpun, aksi Deni terperogok oleh penjaga malam rumah, Alvin. Saat itu, Alvin melihat Deni baru saja turun dari lantai empat menuju lantai tiga. Awalnya, Alvin tidak curiga. Namun, belakangan Deni yang melihat Alvin salah tingkah. Alvin pun semakin curiga.

“Biasanya dia tidur di lantai empat. Subuh itu saya lihat dia berada di lantai tiga. awalnay biasa aja, saya pikir ada keperluan dia makanya turun. Tapi pas dia melihat saya, kok tiba-tiba dia ketakutan sendiri,” ujar Alvin.

Ternyata Alvin mendapati Deni tengah membawa bungkusan. Semakin curiga dengan tingkah laku Deni, Alvin coba bertanya. Tak mau gegabah, Alvin pun coba membangunkan majikannya.

Majikannya pun menginterogasi Deni. Tak bisa menjawab, Deni digeledah oleh sang majikan dan di dalam bungkusan itu ditemukan barang perhiasan miliknya. Dari dalam saku celana Deni juga didapati kalung emas serta anting-anting dan sejumlah uang tunai yang diambilnya dari dalam lemari sang majikan.

Bahkan perhiasan dan uang tunai milik Ela (27) salah seorang pembantu lainya juga diembat oleh Deni.  “Dari dalam sakunya saya temui anting-anting emas milik saya. Juga uang Rp200 ribu milik saya,” ucap Ela. Sesaat setalah digeledah, Deni mencoba untuk melarikan diri dengan melompat dari jendela di lantai tiga. Deni mengaku nekat mencuri lantaran hendak pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah.(gus)

Terbukti Korupsi, Kepdes Divonis 1 Tahun

MEDAN-Ketua Majelis Hakim Tipikor Medan, Suhartanto memvonis Adiliasta Sembiring 1 tahun penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp16 juta lebih dengan subsider 6 bulan kurungan, di PN Negeri Medan, Jumat (20/4).

“Apabila terdakwa tidak membayar dendanya, maka terdakwa harus menjalani hukuman satu tahun penjara,” ujar Suhartanto.
Suhartanto mdalam pembacaan putusan mengatakan, terdakwa Adiliasta Sembiring terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Adiliasta dinyatakan melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Majelis hakim berpendapat, tindakan terdakwa yang menahan honor lima anggota BPD dan Kaur Pemerintahan tahun 2010 dengan total Rp16.476.000 merupakan perbuatan melawan hukum.

“Menahan honor anggota BPD dan Kaur Pemerintahan adalah perbuatan yang telah menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada pada terdakwa selaku kepala desa,” kata Suhartanto.

Majelis hakim mengatakan, honor lima anggota BPD, kades dan perangkat desa lainnya telah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Selakar tahun 2010 sebesar Rp33 juta. Namun, hingga akhir 2010, terdakwa hanya membayarkan honor kades, kaur umum dan kaur pembangunan. Sedangkan honor lima anggota BPD dan kaur pemerintahan, terdakwa hanya mau membayarkan setengahnya sehingga ditolak.
“Terdakwa secara sadar tidak menyalurkan honor lima anggota BPD dan Kaur Pemerintahan secara penuh,” ujar hakim.

Menurut hakim, uang honor yang disimpan di rekening BRI Unit Munthe atas nama Bendahara Desa Selakar dan atas pengawasan terdakwa tersebut, dengan maksud menguntungkan diri sendiri. Terkait putusan itu, Suhartanto mengatakan baik jaksa dan terdakwa memiliki waktu tujuh hari untuk mempertimbangkannya. “Terdakwa bisa banding atau pikir-pikir dulu. Bila hingga tujuh hari sejak putusan ini anda diam saja, Anda dianggap menerima putusan ini,” ucap Suhartanto seraya menutup sidang. Sementara terdakwa terlihat bingung dengan putusan tersebut. Seakan tidak percaya dengan putusan itu.(rud)

Aset Pemkab Diduga Dijual

LUBUK PAKAM- Keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan Perumnas Mandala, Desa Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan semakin sempit. Soalnya ada indikasi tanah itu dijual dengan harga Rp300 juta. Tanah ini luasnya sekitar 1000 meter.

Indikasi ini diungkapkan tiga orang warga yang mengadu ke Komisi C DPRD Deliserdang,  Jumat (20/4).
Ketiganya adalah Saifullah, Rachrial S Walled dan M Zulpan. Sepengetahuan ketiganya tanah yang digunakan untuk ruang terbuka hijau itu adalah milik Pemkab Deliserdang.

Tanah seluas 1.000 meter itu termasuk bagian dari lahan sekitar 116.4961  meter persegi yang telah diserahkan Direktur Pengelolan Perum Perumnas  Ir Widodo Poerbokoesoemo tahun 1984 kepada Bupati Deliserdang  H Tenteng Ginting. Setelah penyerahan tersebut lahan itu digunakan untuk ruang terbuka hijau.

Namun akhir 2011, Manager Perum Perumnas Cabang Sumatera Utara, PPS menjual lahan tersebut kepada Mardiyah Siregar. Jual beli lahan 1.000 meter persegi itu dengan harga Rp 300 juta, dibuat dalam akte jual beli No 15 dengan notaris Nuril Jani Iljas.

Menanggapi hal itu Ketua Komisi C DPRD Deliserdang Mikail TP Purba mengaku belum dapat memberikan komentar lebih jauh. Ke depan pihaknya akan memanggil pihak terkait.(btr)

Guru Ngaji Kabur dari Rumah

Erni Nasution (42), wanita yang kesehariannya menjadi guru ngaji di daerah tempat tinggalnya di Jalan KL Yos Sudarso Km 15,5, Gang Cingwan Dalam, Medan Marelan meninggalkan rumah sejak 10 Maret 2012 yang lalu.

Ibu 2 anak itu meninggalkan rumah tanpa kabar. Menurut anggota keluarga, tidak ada masalah yang sedang dihadapi keluarga ini. Terutama sang anak bungsunya yang saat ini sedang berjuang menghadapi Ujian Akhir Nasional.

Rizki Juanda, putra bungsunya hingga saat ini masih berharap agar sang ibu  bisa kembali berkumpul dengan keluarga besarnya. Walau lelah mencari lebih dari sebulan, tetapi Rizki tetap optimis bundanya akan kembali berkumpul.

Dikisahkan Rizki, tanggal 10 Maret yang lalu bundanya menelepon dirinya untuk segera kembali ke rumah, karena Erni ingin menggunakan sepeda motor yang dibawa ke sekolah oleh Rizki.

Tiba di rumah, bundanya langsung pamit dengannya untuk pergi menghadiri undangan pesta di daerah Belawan. Bersama dengan sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi BK 5947 ABP, Erni pergi dengan menggenakan jaket dan celana yang terbuat dari bahan jeans.
Rizki dan keluarganya juga tidak merasakan firasat apapun dengan kepergian bundanya. Hingga dini hari, kabar dari Erni pun tidak ada, bahkan nomor telepon genggamnya juga sudah tidak aktif sejak menjelang sore.

Ditunggu hingga keesokan harinya, sosok wanita berkulit putih dan memiliki tahi lalat di sebelah kanan atas bibirnya ini juga tidak terdengar. Keluarganya pun panik dan melapor ke polisi.

“Saya bigung karena seharian kabar tentang anak saya tidak ada, akhirnya dibantu dengan keluarga kita melapor ke polisi,” ujar Ibunda Erni, Jamaiah (62).

Dirinya menjelaskan, Erni Nasution merupakan anak kembar, dan sifatnya sangat tertutup. Sehingga, tidak semua keluarga dan teman-teman terdekatnya mengetahui apa masalah yang sedang dihadapinya.
“Putri saya ini anak kembar, dia adekan. Sifatnya sangat tertutup, kita dan teman-temannya tidak mengetahui apa masalah yang sedang dihadapinya,” ujar Jamiah.

Walau sudah tidak terdengar kabarnya hingga berhari-hari, Jamaiah dan keluarga besarnya yakin, bila Erni masih hidup. Apalagi sang kembaran, Erna melalui kedekatan bathin yang dirasakannya meyakini hal tersebut.

“Kakak kembarannya yakin bahwa Erni masih hidup, bahkan dia sering merasa bahwa dirinya masih bernafas,” tambah Jamaiah.
Dirinya pun tidak mengetahui pasti masalah apa yang sedang dihadapi oleh putrinya. Semua teman dan keluarga besar sudah ditanya, tetapi semua jawaban sama, tidak ada yang mengetahui dengan pasti.

“Erni tidak pernah cerita tentang apapun masalah yang sedang dihadapinya, bahkan suaminya sendiripun tidak mengetahui dengan pasti,” ujar Safrudin (40), yang mengaku sebagai adik ipar Erni.

Walaupun begitu, Safrudin mengaku, bahwa ada kemungkinan masalah ini terkait dengan masalah yang terjadi beberapa tahun yang lalu dalam keluarga kecilnya, dimana ada orang ketiga yang hadir dalam keluarga kecil Erni.

“Kalau penculikan kita tidak yakin, apalagi perampokan, karena itu pasti langsung ketahuan, apalagi ini sudah sebulan lebih. Oleh karena itu, kita mengharapkan agar Erni kembali, ingat anak-anaknya,” ungkap Safrudin.

Selain melaporkan ke pihak yang berwajib, keluarga juga sudah mencoba berbagai usaha, seperti melihat ke orang pintar, bertanya dan menyebarkan foto Erni ke supir-supir truk antar kota.

“Orang pintar ke daerah pantai, sudah kita kejar, mulai dari Belawan hingga Kisaran, Bandar Pasir Mandoge. Tapi hasilnya nol. Kita sudah lelah, karena itu kita mohon bantuan,” ungkap Safrudin.

Karena itu, bila ada yang menemukan Erni Nasution, diharap dapat menghubungi Suroso di nomor 0812 6406 8254 atau Arfan di nomor 0812 6530 1090. (ram)

Pertina Medan Konsolidasi dengan Sasana

MEDAN- Pengembangan tinju di Kota Medan tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari sasana. Karena itu hubungan yang solid harus diciptakan Pertina Medan dengan masing-masing sasana. Hal itu diungkapkan Ketua Pengcab Pertina Medan, Binson Simbolon SH dalam pertemuan informal berlabel “Coffe Morning”, di Kantor Pertina Medan Jalan HM Said Medan, Jumat (20/4).

“Pengembangan tinju di Kota Medan tidak bisa berjalan tanpa sasana yang kuat. Sasana tinju tidak mungkin kuat jika tidak mendapat dukungan dari Pengurus Pertina. Sasana tidak mungkin kuat, jika atlet yang dihasilkannya tidak berprestasi,” kata Binson.

Agar hal tersebut bisa dicapai, kata Binson, hubungan antara pengurus Pertina dengan pengurus sasana dan dengan atlet tinju harus ditata sedemikian rupa, sehingga kesolidan tetap kokoh dalam memberikan yang terbaik untuk perkembangan tinju di Kota Medan.

Dalam pertemuan itu Pertina Medan mengundang 15 sasana yang ada di Medan. Beberaa perwakilan yang hadir antara lain Mohammad Sidik (Polonia BC), Hambali Derek (Elang Laut BC), Rusli dan Sudarmadi (FKPPI BC), Garden Tampubolon (USU BC), Amir Hasan (Rajawali BC), Harris Siregar (Prince BC), Irianto (Naro BC), Freddy HLS (Ksatria BC) dan Marudutt Simanjuntak (Kodam I/BB BC). (mag-18)

Atasi Parit Tumpat di Jalan Datuk Kabu

0819630xxx

Kepada Yth Bapak Walikota Medan Jalan Datuk Kabu/Pasar 3 Kecamatan Medan Denai masih tetap banjir. Sudah pernah dikerjakan tapi kok seperti ala kadarnya. Tolong Bapak tinjau ke lapangan kenapa nggak tuntas masalah banjir di jalan tersebut? Paritnya juga tumpat dan tidak berfungsi jalan airnya. Padahal Sungai Denai begitu dekat. Mohon untuk ditindaklanjuti Pak, terima kasih Sumut Pos.

Saya Cek ke Lokasi

Saya akan cek ke lokasi. Kemudian akan kita koordinasikan dengan Dinas Bina Marga Kota Medan untuk dilakukan tindakan penanganan. Terima kasih.

Edi Mulia Matondang SSos
Camat Medan Denai

Dapat Mobil, Yanuar Langsung Belajar Nyetir

Rebut Gelar MVP Plus Tiga Penghargaan Lain

JOGJAKARTA- Ketika I Made “Lolik” Sudiadnyana merebut gelar most valuable player (MVP) NBL Indonesia musim lalu, Yanuar Dwi Priasmoro ikut bangga. Sebab, Lolik yang termasuk pemain paling senior di kasta tertinggi tanah air itu secara tidak langsung adalah senior Yanuar. Meski saat itu membela Garuda Bandung, karir Lolik sebagai pemain profesional diretas di Bimasakti Nikko Steel Malang yang dibela Yanuar.

Setahun berselang, siapa sangka Yanuar ternyata mengikuti jejak Lolik. Kemarin (20/4) Yanuar dinobatkan sebagai pemain terbaik alias MVP Flexi NBL Indonesia 2011-2012. Seperti halnya Lolik, Yanuar berhak mendapatkan All New Chevrolet Spark.

Harus diakui bahwa gelar MVP yang didapatkan Yanuar cukup mengejutkan. Sebab, pada awal musim tidak ada seorang pun yang memperhitungkan bahwa pemain kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu mampu bersaing dengan nama-nama tenar di orbit basket nasional. Termasuk, menyingkirkan dua pemain tim nasional asal Satria Muda (SM) Britama Jakarta, Faisal Julius Achmad dan Christian Ronaldo Sitepu.
Namun, seiring dengan permainan sensasionalnya, tanpa perdebatan panjang Yanuar dinobatkan sebagai pemain terbaik. Efisiensi permainan Yanuar yang menjadi dasar penentuan MVP adalah yang terbaik.

Terhitung, Yanuar unggul pada tiga kategori individual statistik. Dia adalah top scorer dengan rata-rata 17,83 point per game, paling akurat dalam hal free throw dengan keberhasilan 72,96 persen, serta meraih rata-rata field goal yang mencapai 43,33 persen. Di luar itu, Yanuar termasuk paling akurat dalam hal tembakan tiga angka, berada di peringkat keempat.

Voting pelatih yang menjadi penentu lain MVP juga menempatkan Yanuar sebagai yang terbaik. Voting itu dilakukan sejak seri pertama di Bandung sampai seri keenam di Jakarta.

“Kami ucapkan selamat kepada Yanuar. Suksesnya akan menginspirasi banyak pemain muda lain di Indonesia. Bahwa untuk meraih perhatian dan penghargaan tetap bisa dilakukan tanpa harus bergabung di tim-tim unggulan,” kata Azrul Ananda, commissioner Flexi NBL kemarin (20/4).
“Yang penting sekarang harus terus bekerja keras, terus memberikan yang terbaik. Semoga gelar ini juga terus menyemangati Yanuar untuk tampil lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” imbuh Azrul yang juga direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia, pengelola liga.

Melengkapi kecemerlangan performa Yanuar, para pelatih juga memilihnya sebagai defensive player of the year. Total, Yanuar merebut empat trofi penghargaan individual, MVP, top scorer, defensive player of the year, dan NBL Indonesia First Team 2011-2012.

“Setelah mendapatkan penghargaan ini, hal pertama yang saya lakukan setelah ini adalah belajar nyetir,” kata Yanuar yang memang tidak bisa menyetir mobil lantas tertawa lebar.

“Saya sendiri masih deg-degan, sama sekali tidak menyangka. Selama ini yang saya lakukan hanya berusaha untuk menunjukkan yang terbaik,” ucapnya.
Nathaniel Canson, pelatih Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan yang terpilih sebagai coach of the year, mengatakan bahwa penghargaan untuk Yanuar sudah sangat tepat. “Dia bisa bermain di mana pun. Dia sangat komplet. Statistik menunjukkan itu dengan jelas. Saya kira, pilihan kepada Yanuar sangat fair,” ucap Nath.

Hadiah mobil Chevrolet Spark kemarin diserahkan secara langsung oleh Marcos Purty selaku presiden direktur GM Indonesia. “Hadiah utama Chevrolet Spark yang kami berikan kepada MVP NBL 2011-2012 pada dasarnya adalah penghargaan atas semangat meraih prestasi tertinggi dari hasil kerja keras pribadi dalam tim,” ujar Purty.(nur/ru/c8/ang/jpnn)