Home Blog Page 13637

Tunggu Analisis Kerja dan Jabatan

Penerimaan CPNS 2012 di Pemprovsu

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) belum bisa mengambil sikap, terkait seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dihembuskan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu, Kaiman Turnip, saat dikonfirmasi Sumut Pos di Lantai II Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (18/4), hingga saat ini, Menpan belum ada memberikan informasi detil tentang penerimaan CPNS.

“Saat ini, baik Pemprov, Pemkab dan Pemko di Sumut, tengah melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja, terhadap para PNS yang ada,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hasil dari analisi kerja dan jabatan tersebut baru akan diketahui akhir Mei mendatang. Setelah diketahui hasilnya, lanjut dia, barulah bisa dihitung berapa jumlah CPNS yang dibutuhkan Pemprovsu.

“Deadlinenya akhir Mei ini, dan dipastikan sudah siap. Setelah analisis itu selesai, baru diketahui berapa yang kurang atau malah berlebih. Jadi kalau sekarang, belum bisa mengajukan formasi,” bebernya.

Analisis jabatan dan analisis kerja, sambung Kaiman Turnip, bertujuan untuk mengetahui benar atau tidaknya di satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada, memiliki beban kerja yang seimbang dengan jumlah PNS di SKPD tersebut.

“Jika ada SKPD yang jumlah PNS-nya berlebih, namun beban kerjanya tidak terlalu berat, maka PNS yang ada akan dipindahkan atau didistribusikan ke SKPD yang beban kerjanya berat dan pegawainya sedikit, begitu seterusnya. Kita akan melakukan redistribusi dulu,” katanya.

Sementara itu, seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2012 diperkirakan bakal makin ketat. Dalam persiapan pengangkatan CPNS kali ini, pemerintah dalam hal ini KemenPAN dan RB berupaya meminimalisir kecurangan-kecurangan yang kerap terjadi. Karena itu, pemerintah pusat mengundurkan deadline pengumpulan data CPNS baik dari tenaga honorer Kategori I (KI) maupun pelamar umum, dari akhir Maret menjadi akhir April.

“Banyak sekali pengaduan masyarakat terkait tenaga honorer KI. Di daerah banyak sekali justru merasa diangkat malah tidak diangkat, tidak seharusnya diangkat malah diangkat, jadi Kemenpan masih menunggu,” jelas Wakil Menteri PAN dan RB Eko Prasodjo, ditemui di sela-sela seminar Perspektif Global dan Gerakan Naional Menciptakan Wilayah Bebas Korupsi di Hotel Sari Pan Pacific, kemarin (18/4).

Eko menyebutkan, beberapa daerah yang paling tinggi jumlah aduannya antara lain Bima, Jeneponto, Minahasa, Dumai dan beberapa daerah lainnya.

Daerah yang teridentifikasi ada pengaduan masyarakat akan di cek ulang, diklarifikasi dulu. Dia melanjutkan, pekan depan tim pusat akan mengecek seluruh publikasi honorer KI yang dilakukan pemda. “Kami tetap aktif mengecek ke lapangan,” katanya.

Sementara itu, CPNS 2012 dari pelamar umum, Eko menuturkan juga akan diseleksi dengan ketat. Seperti diketahui, pemerintah berencana merekrut tenaga pendidik, tenaga medis dan tenaga mendesak atau tenaga kerja yang sangat dibutuhkan. Setelah pihaknya menvalidasi jumlah pelamar umum, mereka akan mengikuti ujian CPNS. “Seperti UMPTN,” ujarnya. (ari/ken)

Lepas Tersangka Penipu

Kapolsekta Medan Kota Jalani Sidang Kode Etik

MEDAN-Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat akan menjalani sidang kode etik di Unit Propam Polda Sumut, Kamis (19/4) hari ini, karena melepaskan tersangka penipu dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Kasi Propam Polresta Medan, AKP Beno Sidabutar saat dikonfirmasi membenarkan. “Iya, besok (hari ini, Red) kita akan gelar sidang kode etiknya,” kata Beno.

Kompol Sandy Sinurat diadukan oleh Ellyani Boru Bangun (40), warga Jalan Pelajar Ujung, Medan Kota. Ellyana tak terima tersangka yang telah menipunya dilepas begitu saja oleh Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat.

Akibat penipuan itu, Ellyani mengalami kerugian sebesar Rp426 juta. Pelakunya anak kosnya bernama Nina Agustina. Kini, Nina sudah menghirup udara bebas tanpa ada alasan yang jelas.
“Saya minta dia (Kompol Sandy Sinurat, Red) bertanggung jawab,” kata Ellyani.

Menurutnya, dalam sidang kode etik tersebut Sandy harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah melepas tersangka Nina Agustina.  Sekadar diketahui, Ellyani boru Bangun pensiunan BUMN ditipu anak kosnya Nina Agustina dengan diiming-imingi sebuah mobil Nissan Extrail apabila proyek perumahan yang berada di Pekan Baru berhasil. Nina kala itu meminjam uang dengan alasan untuk modal membangun perumahaan kepada Ellyani sebanyak 10 kali dengan total Rp426 juta.

Kanit Lakalantas Polresta Medan Juga Diadukan ke Propam
Sementara Kanit Lakalantas Polresta Medan AKP Juwita dan Penyidik Pembantu Lakalantas Polresta Medan, Aiptu K Nasution juga diadukan keluarga Adrian Hartantio (18), korban lakalantas berbuntut panjang, ke Propam  Poldasu, Selasa (17/4) siang.
Laporan pengaduan No:LP/119/K6/I/2012 tanggal 20 Januari 2012  diterima oleh Bagian Subbag Yanduan Brigadir Devi Novianti SIP.

Ibu Adrian Hartantio, Gina Satyo alias Apeng (45) mengaku, tak terima mobil Kijang Innova BK 1183 JY yang menabrak anaknya dilepas polisi. Kanit Laka Lantas Polresta Medan, AKP Juwita menyebutkan pihaknya sudah melakukan tindakan penyelidikan sesuai dengan prosedur. (gus)

Ibu Ditembak, Bayi Diculik

TEXAS – Seorang bayi diculik setelah sang ibu terbunuh dalam aksi penembakan di lapangan parkir sebuah klinik kesehatan anak di kota Houston, Texas, Amerika Serikat Selasa (17/4) siang kemarin. Untungnya, bocah laki-laki yang baru berusia 3 hari tersebut bisa ditemukan polisi dalam kondisi selamat.

Pejabat Kantor Kejaksaan lokal, Brett Ligon, mengatakan bahwa bayi bernama Keegan Schuchardt itu diselamatkan polisi sekitar pukul 20:00 malam, atau 6 jam setelah insiden yang menewaskan ibunya, Kala Marie Golden. Namun Ligon tidak mengatakan lokasi penemuan bayi malang itu. Dia hanya mengatakan, bayi tersebutdalam keadaan sehat dan akan segera dipertemukan dengan ayahnya.
Ligon mengatakan, satu orang yang terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan. Namun dia menolak menyebut identitas tersangka.(AP/ara/jpnn)

Copot Dirut Pirngadi

Massa Geruduk Kantor Wali Kota

MEDAN-Puluhan relawan yang tergabung dalam Dewan Kesehatan Rakyat Kota Medan melakukan aksi unjukrasa ke Pemko Medan, Rabu (18/4) siang.

Dalam aksinya, masa menuding pelayanan RSU dr Pirngadi Medan sangat buruk. Menurut mereka, banyak penangangan medis yang tak becus, tapi hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Wali Kota Medan, Rahudman Harahap.

Untuk itu, massa meminta kepada Wali Kota Medan untuk mencopot Dirut RSU dr Pirngadi Medan, Dewi F Syahnan.
“Kedatangan kami ke Pemko Medan untuk mencari kepastian terkait kematian pasien di RSU dr Pirngadi Medan. Kami juga meminta agar dirut rumah sakit milik Pemko Medan itu dicopot, karena sudah ada beberapa korban,” kata Koordinator Aksi yang juga Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Kota Medan, Taufik Reza Pakpahan, usai bertemu dengan Asisten Kesejahteraan Sosial (Kesos) Pemko Medan, Musaddad Dijelaskan Taufik, banyak pelayanan RSU dr Pirngadi Medan yang tak becus, dimulai dari kasus salah diagnosa yang dilakukan oleh seorang dokter  terhadap Suryawati (38), warga Jalan Amaliun Gang Arjuna, Medan.

Dimana Suryawati didiagnosa menderita TB Paru, sehingga mengharuskan Suryawati meminum obat. Namun, setelah sebulan meminum obat tersebut, kondisinya bukan malah membaik tapi justru badannya bengkak-bengkak, lemah seperti orang lumpuh.

Selain itu, tewasnya bayi berusia 7 bulan, Anatasya Yolenta Situmeang dan Ganda Hermanto Tua Nainggolan (19), yang menderita sesak napas disertai dengan pembengkakan meninggal dunia, akibat tak ditangani dengan cepat.

Taufik mengatakan, seharusnya persoalan itu segera diselesaikan dengan baik secara mediasi maupun diselesaikan dengan jalur hukum. Sebab, kasus ini jelas telah berdampak buruk terhadap citra pelayanan medis di Medan.

“Harusnya hal tersebut bisa segera mungkin diselesaikan di tingkat rumah sakit, mengingat apa yang termaktub dalam pasal 29 UU No 36 tahun 2009, yang berbunyi tenaga kesehatan diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya, kelalaian tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi,” ucapnya.

Namun, tambahnya, yang terjadi justru sebaliknya, pihak RSU Pirngadi Medan memang melakukan pertemuan dengan keluarga korban, tapi anehnya, nama dokter tersebut justru dirahasiakan.

“Kondisi ini mengakibatkan kasus salah diagnosa ini semakin keruh dan menjadi momok yang menakutkan kepada masyarakat Medan yang ingin mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit itu,” tegas Taufik.

Selain itu, katanya, masih ada masyarakat Medan yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan disebabkan tidak mempunyai biaya sepeserpun. Seperti yang dialami oleh Anastasya boru Situmeang, orangtuanya diminta membayar biaya Rp5 juta, namun karena tidak mampu akhirnya pasien itu pun meninggal dunia.

“Sungguh sangat tidak adil, padahal sesuai dengan SK Menkes No 125 tahun 2008, pasien miskin di luar kuota Jamkesmas adalah tanggung jawab Pemda setempat,” tegas Taufik.

Dengan pelayanan medis yang setengah hati seharusnya RSU Pirngadi Medan tidak layak menjadi RS milik pemerintah.
“Kami anggap RSU ini tidak layak jadi RS Pemko Medan, kalau mau diswastakan silahkan. Sehingga kita paham mekanisme dan aturan yang ada di dalam. Tapi, kenyataannya ini RSU milik Pemko tapi kita lihat prakteknya mereka meminta uang di depan, kalau mau dilayani. Ini sangat ironi,” tegas Taufik.

“Seharusnya, tidak ada lagi patokan uang di depan, karena 2×24 jam pasien miskin tidak boleh dipungut biaya ini aturan dari menteri kesehatan. Apalagi, kota ini memiliki program Medan Sehat ditambah lagi Jamkesda seharusnya tidak ada alasan lagi pihak rumah sakit menanyakan biaya terlebih dahulu yang mengakibatkan pasien Anastasya harus kehilangan nyawanya hanya karena tidak ada uang,” papar Taufik.

Massa yang membawa keranda mayat dari bambu juga menuntut agar dokter yang diduga salah diagnosa harus ditangkap, ditahan dan diadili. Selain itu, Wali Kota Medan juga dituntut untuk bertanggung jawab terhadap jaminan pelayanan kesehatan yang aman bagi rakyat Medan.

Dalam aksi itu turut hadir suami dari Suryawati, Ahmad Yani. Saat bertemu dengan Asisten Kesos, Ahmad Yani juga dengan tegas meminta pertanggungjawaban dari Pemko Medan terhadap nasib dari istrinya.

“Saya minta Wali Kota Medan Rahudman bertanggungjawab terhadap salah diagnosa yang telah dilakukan dokter RSU dr Pirngadi Medan kepada istri saya, sehingga mengakibatkan kondisinya saat ini semakin buruk, rambutnya sekarang sudah botak bahkan untuk buang air besar dan air kecil dia juga sudah berdiri,”tegas Ahmad.
Asisten Kesos Pemko Medan, Musadad berjanji untuk melaporkan aspirasi dari Dewan Kesehatan Rakyat Medan itu kepada Wali Kota Medan.

“Kita sudah menerima aspirasi mereka, dan kita akan melaporkannya kepada Wali Kota Medan. Untuk mengambil kebijakan itu yang berwenang adalah Pak Wali,” kata Musadad sembari berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dalam kurun waktu satu minggu.
Sebelum membubarkan diri, Taufik mengatakan kalau pihaknya akan tetap turun ke jalan menuntut keadilan jika Pemko Medan tak juga menanggapi aspirasi mereka. (adl)

Berkomentar di Facebook, Hakim Dicopot

OSLO – Satu dari lima hakim yang memimpin persidangan Anders Behring Breivik, tersangka utama pengeboman atas kantor perdana menteri dan penembakan atas peserta perkemahan pemuda di Norwegia, dibebastugaskan dari tugasnya. Keputusan itu diambil sang hakim pernah secara terbuka mengecam Breivik di Facebook sehingga dikhawatirkan nantinya keputusan yang diambil akan bias.

Dalam persidangan kedua Selasa (17/4) lalu, ketua majelis hakim  Elizabeth Arntzen mengatakan, salah satu anggota majelis yang berasal dari kalangan sipil, Thomas Indreboe, dianggap tidak layak menjalankan tugasnya karena berkomentar di dunia maya. “Hukuman mati adalah satu-satunya akhir yang adil atas kasus ini !!!” tulis Indreboe di akun Facebook pada tanggal 23 Juli 2010 lalu. (ara/jpnn)

Dibayar Rp1 Juta Keluarga Anastasya Menolak

Manajemen RSU dr Pirngadi Medan mendatangi rumah Anastasya F Situmeang, bayi berusia tujuh bulan yang meninggal di ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan, akibat lambat ditangani, di Jalan Pelajar Ujung, Gang Sederhana, Medan Denai, Rabu (18/4) siang.

Di rumah duka, tujuh pegawai RSU dr Pirngadi bertemu dengan orangtua Anastasya, Mualtua Situmeang (32) dan istrinya, Rini O Sinaga (25) Tujuh pegawai RSU dr Pirngadi meminta maaf dan mengucapkan turut berduka cita. Dalam pertemuan tersebut, salah satu keluarga Situmeang, tak terima dan protes terkait lambatnya tindakan yang di lakukan oleh rumah sakit, yang seharusnya memberikan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat tanpa mementingkan materi.

Sugianto Situmeang, salah satu pengurus marga Situmeang Provinsi Sumut mengaku, keberatan dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

“Kita tak terima dengan perlakuan pihak rumah sakit dan seluruh marga Situmeang akan turun ke RSU dr Pirngadi Medan, Jumat (20/4) dengan tujuan agar pihak rumah sakit mau membuat permintaan maafnya kepada media terkait kesalahan yang mereka lakukan.

“Kita juga minta kepada Pemko Medan agar memperhatikan dan memeriksa semua pegawai RSU dr Pirngadi terkait kesalahan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak RSU dr Pirngadi sempat memberikan tawaran uang duka  Rp1 juta, namun pihak keluarga menolak mentah-mentah.
“Keluarga Besar Marga Situmeang Sumut akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi terhadap rakyat kecil. Nyawa manusia dihargai Rp1 juta dan jelas-jelas itu pelecehan dimana manusia sudah meninggal dan mereka tak manusiawi,” akunya.

Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes mengaku, uang sebesar Rp1 juta itu sbagai uang duka dan uang karangan bunga. (jon)

Nangis Dengar Suara Suami

Nicole Kidman

Nicole Kidman meneteskan air mata saat mendengar suara suaminya, Keith Urban. Kidman menangis karena terharu,  sang suami  yang penyanyi itu akhirnya kembali bisa bicara setelah menjalani operasi tenggorokan.

Artis berkulit pucat ini mengaku dirinya tak bisa menutupi kebahagiaannya, saat pertama kali mendengar suara suaminya. Maklum saja, Urban memang tidak diizinkan berbicara selama tiga pekan karena operasi tersebut. Dengan setia, Kidman merawat suaminya.

Diakui mantan istri Tom Cruise ini, penyakit yang dialami suaminya adalah cobaan dalam pernikahan mereka. Dan masa-masa sulit yang mereka hadapi, diyakini Kidman akan memperkuat cinta mereka.

“Semua itu membuat kita lebih dekat dan mendalam. Ketika tidak bisa mendengar suaranya, kemudian akhirnya bisa mendengar suaranya lagi. Aku ada di sana saat ia mengucapkan kata pertama, dan aku menangis,” kata Kidman.

Peraih Oscar Artis Terbaik dalam film Moulin Rouge ini menambahkan, ketika suaminya tak bisa bicara bukan berarti mereka terhindar dari perselisihan karena perbedaan pendapat. Katanya, saat suaminya itu tidak setuju dengan pendapatnya, maka ia akan menuliskan kata-kata di atas selembar kertas.

Namun, pertengkaran kecil itu tidak mengurangi kemesraan pasangan ini. Kidman berusaha sabar menghadapi suaminya yang sedang sakit. Ia memahami perasaan suaminya. (rm/jpnn)

Oknum Aparat Back Up Betor Bermasalah

Penertiban becak bermotor (betor) yang melanggar izin trayek karena memasuki wilayah Kota Medan dan menggunakan plat hitam berakhir. Apa hasilnya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Syarif Armansyah Lubisn

Apa saja yang ditemukan saat razia?
Walau operasi dilakukan secara gabungan bersama Satlantas Polresta Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Medan dan Den POM ini, masih ditemukan ada saja oknum TNI-Polri yang back-up betor yang melanggar aturan. Memang penertiban berjalan baik. Operasi sudah maksimal, 130 unit lebih betor yang kita amankan dan sita ke pergudangan Dishub Kayu Putih Tanjung Mulia Medan selama 10 hari. Tapi, banyak juga yang datang ke kantor untuk urusan-urusan tertentu. Kalau sudah untuk urusan keluar (menebus betor bermasalah) itu langsung urusan ke Pak Kadishub atau Kasatlantas Polresta. Di lapangan, tidak ada masalah, karena kita dibantu Den POM.

Apa alasan oknum datang ke Dishub Medan?
Oknum-oknum yang datang ke kantor untuk meminta bantuan agar betor yang disita bisa dikeluarkan. Oknum tersebut sebagian besar dari kalangan TNI dan Polisi yang bertugas di Polda Sumut. Padahal, pemilik betor sama sekali bukan oknum aparat. Walaupun penertiban dilakukan bersama Satlantas Polresta Medan, oknum polisi dari Polda Sumut banyak juga yang datang ke kantor saya untuk meminta bantuan agar betor yang disita oleh petugas kita dikeluarkan. Biasala, oknum aparat ini yang back up. Padahal, pemilik betor sama sekali bukan aparat.

Kapan jam-jam oknum datang ke kantor?
Bila operasi sudah selesai, aparat datang ke kantor. Mereka meminta tolong ke kantor, karena tidak berani turun langsung ke lapangan saat penertiban sedang berlangsung. Seperti oknum TNI, mereka datang ke kantor setelah operasi selesai. Karena di lapangan kita bawa juga Den POM, jadi mereka tidak berani langsung turun ke lapangan saat operasi. Inilah salah satu penyebab, aturan yang berlaku tidak bisa ditegakkan dengan baik.

Apakah sudah maksimal?
Operasi gabungan itu dilakukan sangat maksimal. Bahkan jumlah yang disita cukup banyak dengan lokasi penertiban berpindah-pindah setiap saat. Nantinya, semuanya akan dibawa ke PN Medan putusannya di PN Medan dengan tindak pidana ringan (tipiring), agar ada efek jera. Kebanyakan betor dari wilayah Deliserdang dan Binjai yang masuk Medan. Itu tidak boleh, karena izin trayeknya dikeluarkan daerah lain. Itu akan mengganggu wilayah operasional betor Medan dan mengurangi pendapatan betor di Medan. (*)

Berangkat Kerja Juga Naik Ontel

Mereka yang Tertarik dengan Sepeda Ontel

Sejak dibentuk pada 2002 lalu, Komunitas Medan Sepeda Antik Club atau biasa disebut Mesac sudah memiliki anggota sekitar 268 orang . Dengan diketuai H.Ngatidjo yang sering disapa dengan Pakde, Komunitas Mesac tetap eksis hingga kini.

Meski sepeda tua dan modelnya yang kuno, bukan berarti anggotanya hanya dari kalangan yang sudah berumur saja. Bahkan, para remaja banyak tertarik dan bergabung dalam komunitas ini.

Sebut saja, Fenny Hedrian, bungsu dari dua bersaudara pasangan Ade Hedrian dan Gek Kua itu, salah satu anggota Mesac yang paling muda. Banyak alasan yang membuat wanita berkulit putih ini tertarik pada sepeda ontel, hingga bergabung dengan Mesac.

“Bergabung dengan Mesac sejak 2011 lalu. Awalnya karena saya suka olahraga pagi di Lapangan Merdeka. Ternyata tiap minggunya, Komunitas Mesac juga kerap mengadakan kegiatan disana. Saya tertarik, lalu mencoba untuk gabung. Memang anggotanya banyak yang sudah berumur. Begitupun, rasa kekeluargaannya sangat kental,” ujarnya.

Beberapa kegiatan yang diadakan, kata Fenny misalnya, touring  bersama Mesac. “Kita juga sering diundang pada acara seperti car free day, wedding, dan masih banyak lagi. Mesac juga pernah touring keliling Stabat Langkat. Dalam setiap kegiatan, kita juga sering mengenakan pakaian jadul, jadi lebih terasa nuansa kunonya,” ungkap Fenny.

Senada dengan Fenny, Lisnar juga mengatakan hal yang sama. “Awalnya saya mikir gimana kalau saat pra wedding menaiki sepeda ontel, pasti terlihat keren. Pas kita olahraga pagi ke Lapangan Merdeka dan melihat banyak sepeda ontel tersusun rapi milik komunitas Mesac, jadi pengen gabung ,”urainya.

Meski begitu, karena sering menaiki sepeda ontel, ledekan dari teman-teman juga kerap diterima. “Kami berdua pergi kemana saja memang naik ontel. Mau ke kantor, pasar, rumah teman, tetap naik ontel. Memang banyak teman yang ngejek. Tapi nggak begitu penting apa yang mereka katakan. Dengan naik ontel, kita lebih sehat, mengurangi polusi udara dan secara tidak langsung menghindari global warming,” timpal Lisnar. (mag-11)

DPR Keder Interpelasi Dahlan

PDIP Malu-malu, Golkar Tarik Dukungan

JAKARTA – Nasib interpelasi terhadap Menteri BUMN Dahlan Iskan dipastikan akan layu sebelum berkembang. Sejumlah politisi Senayan rame-rame menarik dukungan interpelasi, menyusul dikeluarkannya tiga surat keputusan (SK) oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, masing-masing Surat Keputusan bernomor SK-164/MBU/2012, SK-165/MBU/2012, dan SK-166/MBU/2012.

Ketiga keputusan baru itu  meneguhkan Kepmen No 236/2011 tentang Pelimpahan Sebagian Wewenang Menteri BUMN kepada para Deputi Kementerian BUMN, Direksi, dan Komisaris Perusahaan BUMN. Kepmen yang mengatur pelimpahan wewenang inilah yang dipermasalahkan  DPR.

’Tiga keputusan yang baru diterbitkan sebagai pedoman bagi Kepmen tentang Pelimpahan Wewenang,” jelas Dahlan. Dia merinci, SK-164/MBU/2012 berisikan Pedoman Penetapan Kewenangan Menteri kepada Dewan Komisaris dan Direksi.
Selanjutnya SK-165/MBU/2012 tentang Pedoman Penetapan Kewenangan Menteri kepada Dewan Pengawas dan Direksi.

Dan SK-166/MBU/2012  mengatur Penetapan Kewenangan Menteri kepada Pejabat BUMN Eselon I. Jadi, lanjut Dahlan, aturan baru ini dikeluarkan untuk lebih memperjelas dan menghindari adanya perbedaan penafsiran terhadap pendelegasian kewenangan dan/atau pemberian kekuasaan. Dan tidak ada hubungannya dengan upaya meredam interpelasi DPR.

Sekalipun begitu, jurus tiga SK yang dikeluarkan Dahlan  mampu melumpuhkan gerakan sejumlah politisi DPR yang belakangan getol mengusung interpelasi. Sejumlah politisi pun, dengan berbagai argumentasinya menyatakan akan mencabut dukungan interpelasi. “Kepmen 236 direvisi. Interpelasi sementara dipending. Dahlan akan dipanggil komisi VI dulu,” kata inisiator interpelasi Dahlan Iskan, Hendrawan Supratikno, dalam pesan singkat kepada wartawan, Rabu (18/4).

Hendrawan menegaskan, komisi VI DPR akan mempelajari Kepmen yang baru, sebelum akhirnya mengambil sikap lanjutan.
”Tiga keputusan itu disusun sebelum adanya usulan interpelasi DPR, dan dikeluarkan pada 13 April 2012,” timpal Dahlan.

Sebelumnya,  Fraksi Partai Golkar (FPG)  juga menyatakan mencabut dukungan interpelasi, dan justru berbalik mendukung kebijakan Dahlan. Ketua FPG Setya Novanto memuji kebijakan Dahlan, yang selalu ingin bekerja cepat untuk kepentingan rakyat bawah. Ia pun menyatakan dukungan terhadap gerakan Dahlan Iskan dalam membenahi birokrasi di BUMN.

Ario Bimo, salah satu politisi PDIP yang menggagas interpelasi terhadap menteri Dahlan Iskan. Berbeda dengan suara Fraksinya,  Ario Bimo menyatakan maju terus. Pihaknya akan melakukan kajian terhadap revisi yang dibuat Dahlan Iskan. (dri/jpnn)