Home Blog Page 13639

Tantowi-Liliana Dapat Rp100 Juta dari KONI

JAKARTA- Pasangan ganda campuran Indonesia, Tantowi Ahmad dan Liliana Natsir mendapat bonus Rp100 juta dari KONI atas prestasi mereka meraih Juara All England 2012. Bonus itu diberikan langsung oleh Ketua Umum KONI, Tono Suratman di kantor KONI, Rabu (18/4).

“Ini dari pengurus KONI bagi pahlawan kita yang berprestasi,” kata Tono Suratman saat menyerahkan pernghargaan itu.

Ahmad Tantowi-Lilyana Natsir berhasil menyabet titel juara pada Turnamen All England 2012 di Birmingham, Inggris, Maret lalu. Mantan ganda campuran terbaik dunia ini sukses menjadi juara di ajang tersebut. Ahmad Tantowi-Lilyana Natsir menang dua set langsung atas pasangan Denmark Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl di laga Final beberapa jam yang lalu.

Selain itu, KONI juga memberikan beasiswa kepada Tristan Alif Noval. Anak berusia tujuh tahun ini disebut-sebut akan menjadi Messi-nya Indonesia berkat kelihaiannya mengolah si kulit bundar. Tono Suratman juga memberikan penghargaan berupa uang Rp1 juta untuk pembinaan siswa di Akademi sepak bola Liverpool ini.(net)

Selat Malaka Rawan Perompakan

BELAWAN- Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut melakukan patroli di perairan selat malaka Rabu (18/4). Patroli kali ini khusus menjelajahi kawasan barat perairan pantai barat.

Patroli itu langsung dipimpin oleh Direktur Polair Poldasu Kombes Pol Ario Gatut Kristianto beserta Kasi Patwalair Satrolda Kompol GM Sihombing dan ABK KP II-2001.

Sebelum bertolok dari Belawan Ario Gatut menyebutkan patroli ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terkait tindak kriminalitas di laut, khususnya perompakan dan tindak pidana kriminal lainnya.

“Kita akan terus meningkatkan patroli di beberapa titik rawan termasuk di sekitar selat malaka guna mengantisipasi pelanggaran hukum di laut, termasuk perompakan kapal-kapal ikan,” ungkap Ario Gatut. Rencananya juga usai patroli di wilayah barat ini, Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut juga akan menjadwalkan patroli ke arah pantai timur.

Dalam patroli itu, mereka melibatkan delapan orang personel kepolisian yang ditempatkan di kapal patroli milik Polri.
“Selain melakukan pengawasan di perairan selat malaka, petugas kapal patrol juga melakukan penyisiran di sekitar perairan Pangkalan Susu, Langkat hingga menuju ke perairan perbatasan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD),” beber Ario Gatut.

Dalam patroli itu, Ario Gatut dan rombongan juga melakukan peninjauan ke Satuan Polisi Air Kwala Serapuh Kabupaten Langkat. Kemudian mengitari kawasan perairan serapu dan pangkalan susu. Saat patroli juga mereka melakukan razia secara acak kepada kapal nelayan yang tidak memiliki dokumen. Hasilnya, hampir semua kapal nelayan memiliki dokumen yang lengkap.

“Malam ini kita berada di Brandan, besok (19/4) rencananya mengitari peraitan tapak kuda di wilayah Langkat,” ungkap Ari Gatot. Dia menambahkan patroli seperti ini rutin digelar dan kebetulan patroli kali ini langsung dipimpin oleh Ario Gatut. Selain mencegah pelaku kriminal di laut, patroli ini juga bertujuan untuk mengecek pasukan Satpol Air di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Seperti diketahui triwulan pertama tahun 2012 ini jumlah kriminal di laut ada sembilan kasus.
Dari keseluruhan kasus yang meresahkan kalangan nelayan itu, tiga orang diantaranya dinyatakan sebagai tersangka dan telah berhasil diamankan dan masih dalam proses hukumdi pengadilan. (mag-17)

Koramil 08 Gelar Turnamen Futsal

MEDAN- Komando Rayon Militer (Koramil) 08/Medan Johor-Amplas akan menggelar turnamen futsal antarklub memperebutkan trofi bergilir Danramil 08/MJ-A di Lapangan De Futsal, Jalan Suka Aman/STM Medan, pada 27-29 April nanti.

Event bekerjasama dengan PT Buket Blang Manyang (BBM) itu akan diikuti klub-klub futsal di Kota Medan dan sekitarnya. Selain trofi bergilir, turnamen juga menyediakan hadiah uang tunai puluhan juta rupiah bagi tim juara, pemain terbaik, dan top skor.

“Turnamen ini sebagai salah satu bentuk implementasi pembinaan teritorial (Binter) di tengah masyarakat. Melalui turnamen futsal ini kami ingin mengarahkan generasi muda untuk melakukan hal-hal positif,” ujar Danramil 08/MJ-A, Kapten Kav Azwar, Selasa (17/4).

Dikatakan, futsal dewasa ini terus berkembang menjadi olahraga yang sangat digemari semua golongan masyarakat. Terlebih setelah dipertandingan dalam PON XVIII/2012 di Riau. Geliat pembinaannya futsal pun kian terasa di berbagai daerah, termasuk di Kota Medan.

“Untuk itulah kami sangat bersemagat menggelar turnamen ini sebagai bentuk motivasi terhadap pembinaan futsal yang dilakukan klub-klub di Medan dan sekitarnya. Semoga ke depan olahraga futsal lebih maju,” ucap Azwar.

Ketua Panpel Turnamen Bachtiar ‘Aciel’ Alamsyah mengatakan, pembukaan turnamen ini akan dimeriahkan dengan laga eksibisi antara tim futsal Koramil/Dandim versus KONI Medan atau Bank Sumut.

“Jumlah peserta kami batasi 32 tim. Hingga Selasa (17/4), sudah 20 tim mendaftar. Waktu pendaftara kami buka hingga 25 April, itupun jika kuota 32 tim belum terpenuhi,” ucap Aciel, menabahkan pendaftaran tim dapat menghubungi 0852 6100 0404/0878 6800 5585. (jun)

Polisi Lepas Perusak Sawit

LUBUK PAKAM- Id (43) warga Dusun III Desa Baru Kecamatan Batang Kuis diserahkan satuan pengamanan PTPN II Kebun Bandar Klippa ke Polres Deliserdang, Selasa (17/4) malam, dengan tuduhan merusak pohon sawit yang berada di Afdeling IV Blok 552 dan 554 di Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis Deliserdang.

Selain itu pihak kebun juga menyerahkan 4 batang pelepah sawit, parang, pisau dan eggrek yang disebut sebagai barang bukti.
Dalam pengaduan pihak PTPN II Kebun Bandar Klippa disebutkan, sebelumnya Id dan teman-temannya merusak pohon sawit dengan cara memotong pelepah sawit yang sudah produktif, Selasa (17/4) pukul 14.30 WIB.

Akibatnya. pohon sawit itu menjadi gundul dengan maksud agar sawit tersebut mati, sehingga pihak PTPN II Kebun Bandar Klippa mengalami kerugian.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono SiK membenarkan pengaduan itu. Dalam pemeriksaan saksi yang diajukan tidak dapat menunjukkan siapa sebenarnya pelaku pengrusakan terhadap pohon sawit itu. Setelah dilakukan pemeriksaan serta introgasi terhadap Id, perbuatan itu belum cukup bukti, sehingga dia dipulangkan.(btr)

Drainase Buruk, Air Hujan Genangi Rumah Warga

KARO- Drainase yang buruk di sejumlah tempat di kawasan kota wisata Berastagi mulai menuai masalah.  Pasalnya  curah hujan yang turun  tidak lagi dapat ditampung selokan yang ada.

Untuk  mengatasi masalah tersebut warga meminta pemerintah daerah, melalui instansi terkait segera turun tangan dan mencari solusi.

Curah hujan yang tinggi beberapa pekan belakangan  sesuai keterangan warga kerap membanjiri rumah mereka. Selain membanjiri sejumlah rumah warga  sekitar 30 centi meter  di kawasan Jalan Dagang, luapan air parit yang tidak tertampung drainase yang ada, juga menggenangi ruas jalan. Akibatnya  jalan tersebut menjadi sulit dilalui oleh pengendara dan pejalan kaki.

Menurut warga, kawasan Jalan Dagang seharinya merupakan areal pertokoan  dan  stasiun angkutan pedesaan (Angped) kawasan Berastagi sekitar.  Oleh karenannya, banyak aktivitas  perdagangan yang terganggu akibat  masalah drainase tersebut.

“Kami harapkan pemerintah segera membuat satu terobosan  baru atas masalah ini. Jika  volume air hujan tidak lagi sebanding dengan daya tampung parit,  maka alangkah baiknya dibangun  atau ditambah lagi,” saran Sembiring kepada Sumut Pos, Rabu (18/4) mewakili warga sekitar, di lokasi genangan air.
Menyikapi masalah yang dihadapi warganya, Camat Berastagi, Petrus Ginting ketika dihubungi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Karo.

“Ini akan segera dibahas dengan Dinas PU.  Kecamatan  juga tidak ingin masalah ini berlarut-larut apalagi menyangkut  sektor transportasi, perekonomian dan juga pemukiman warga,” ucap Petrus.

Pantawan wartawan di lapangan genangan air hujan akibat drainase yang buruk kerap terjadi di sejumlah tempat, semisal di Jalan Dagang, Gang Barta,   Lembah Prihatin, Lembah Katisan, Jalan Abdi, Jalan Perwira, Jalan Jamin Ginting lintas Berastagi-Kabanjahe dan gang-gang kecil lainnya di seputaran kota Berastagi. (wan)

Rezmayzar Optimis ke Inggris

MEDAN- Keyakinan Muhammad Rezmayzar untuk berangkat ke Inggris pada September mendatang semakin kuat. Hal ini seiring dengan kemenangan yang diraih timnya dalam ajang Manchaster United Premier Cup 2012 di Lapangan Lanud Polonia Medan, Selasa (17/4) lalu.

Keinginannya bermain di Mancharter, Inggris, ternyata mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya, Hamdani dan Yuni. Apalagi, kedua orangtuanya sangat menginginkan Rezmayzar menjadi pesepak bola andal.

“Saya ingin membahagiakan keluarga saya dengan bakat sepakbola yang saya miliki,” katanya. Pria kelahiran Bandar Pasir Mandigi, 28 Desember 1992 itu, mengaku mulai menyukai permainan sepak bola ketika dia masih menginjak umur 4 tahun.

“Saya sering dibawa ke lapangan untuk melihat ayah bermain bola, setelah itu ayah mulai melatih saya,” katanya.
Setelah duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD), Rezmayzar langsung didaftarkan oleh ayahnya yang juga sebagai pelatih ke SSB Asahan Ceria.
Pelatih SSB Asahan Ceria, Sukimin mengaku bangga kepada Rezmazyar. “Dia mempunyai kemauan tinggi untuk belajar. Saya yakin dia bisa mewujudkan cita-citanya,” katanya.(mag-10)

Warga Usul Mobil Akta Keliling

MARELAN- Akta kelahiran yang menjadi identitas penting setiap individu ternyata masih sulit diakses warga, terutama kalangan menengah ke bawah. Selain karena kurang informasi dan berbelit-belitnya proses pengurusannya, warga juga mengeluh dikenai biaya tinggi untuk mengurus akta kelahiran.

“Sampai saat ini masalah pembuatan akta kelahiran masih membingungkan, karena proses pengurusannya berbelit-belit. Kami berharap Pemko Medan bersedia menyediakan mobil akte keliling guna mempermudah masyarakat yang ingin mendapatkan akte lahir,” ungkap, Rahim (35) salah seorang warga kepada anggota DPRD Kota Medan A Hie ketika melakukan reses di Lingkungan XIV Kelurahan Terjun, Marelan, Rabu (18/4) kemarin.

Menurut dia, pengurusan akta kelahiran yang harus bolak balik dalam pengambilan formulir dan pelegesan hingga melalui proses penetapan pengadilan negeri (PN) dinilai rumit dan sarat terjadinya pungli.

“Sekarang ini warga sudah dipusingkan, apalagi memasuki tahun ajaran baru yang akan datang kebutuhan akte lahir untuk perlengkapan anak kami masuk sekolah menjadi syarat pokok pendaftaran,” keluhnya.

Selain itu, keluhan lain dalam proses pengurusan akte tersebut yakni menyiapkan dua orang saksi sebagai persyaratan sidang meja hijau.

“Jika tak mampu menghadirkan saksi dari pihak keluarga, ada arahan dari petugasnya harus mengusahakan orang luar sebagai saksi dan sudah pasti ini juga mengeluarkan biaya. Belum lagi pembuatan resminya yang hampir mencapai Rp200 ribu,” bebernya. Selain akte kelahiran,  warga juga mengelurkan drainase yang buruk. (mag-17)

Warga Ngumban Surbakti Blokir Jalan

Tidur-tiduran dan Makan-makan

MEDAN-Puluhan warga Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang menuntut pembayaran ganti rugi tanah mereka yang sampai saat ini belum diganti rugi untuk pelebaran jalan, Rabu (18/4) siang.

Dalam aksinya, warga yang tergabung dalam 36 Kepala Keluarga (KK) melakukan pemblokiran jalan dengan menggunakan bambu yang dibentangkan di badan jalan dan ditempeli spanduk bertuliskan Ini Bukan Jalan Umum, Tanah Ini Belum Diganti Rugi.

Akibat pemblokiran jalan tersebut, terjadi kemacetan di Jalan Ngumban Surbakti. Massa yang tergabung dari ibu-ibu rumah tangga melakukan makan siang bersama dan tidur-tiduran di atas badan jalan tersebut.

Sinta Boru Sianipar (65), warga Ngumban Surbakti yang ikut dalam aksi tersebut meminta ganti rugi tanah mereka yang saat ini sudah dipakai menjadi jalan umum sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kepada Pemko Medan.

“Ini bukan lahan umum, tanah ini yang dipakai untuk jalan sampai saat ini belum ada diganti rugi. Kami meminta ganti rugi tanah kami sesuai dengan harga NJOP,” kata Sinta.  Olah Barus (70), warga Ngumban Sur bakti mengatakan sejak 2001 sampai 2012 Pemko Medan belum ada mengganti rugi tanah yang kini sudah dijadikan jalan lingkar luar Medan “Pemko Medan mau bayar Rp52 ribu per meter, ini kan sudah pemaksaan untuk menerima harga segitu. Lagi pula di mana harga tanah segitu, di hutan saja tidak ada harga segitu. Jelas saja warga menolak,” ucapnya.

Olah Barus menambahkan, masyarakat pemilik tanah hanya meminta sesuai harga NJOP dan harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Untuk 2012 per meternya Rp1 juta lebih, kalau 2011 per meternya Rp900 ribu.

“Sudah 11 tahun kita tunggu, sejak 2001.  Apalah beratnya mereka membayar,” bebernya.
Leo Siagian menambahkan kalau warga meminta ganti rugi atas tanah yang sudah diapakai untuk pelebaran jalan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Bila ditotal seluruh jumlah nilai ganti rugi yang dibayarkan Pemko Medan kepada warga sebesar Rp11 miliar sesuai dengan NJOP.

“Tapi kalau sesuai dengan harga pasaran, Pemko Medan harus membayar ganti rugi sebesar Rp18 miliar. Intinya kami minta dihargai agar Pemko membayar ganti rugi tanah ini. Bila tidak juga ada kesepakatan, kami akan terus melakukan aksi pemblokiran jalan sampai ganti rugi dibayarkan,” cetusnya.

Tak lupa, warga juga meminta maaf kepada masyarakat pengguna Jalan Ngumban Surbakti karena dengan terpaksa jalan tesebut diblokir hingga ganti rugi tanah dibayarkan Pemko Medan.
“Kami akan terus memblokir jalan menuntut hak kami sampai ada kesepakatan,” jelasnya.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan semua ganti rugi sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Medan.
“Siapa yang keberakatan masyarakat atau orang luar, itu kepentingan umum. Kalau ada keberatan silahkan jumpai Wali Kota Medan,” tegasnya.(adl)

Harga Sembako Terus Melambung

Pengawasan Disperindag tak Jalan

MEDAN-Pedagang di Pasar Tradisional Sei Sikambing mengeluh. Pasalnya, harga sembako seperti gula pasir dan minyak goreng terus melambung meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) gagal naik. Akibatnya, omset pedagang menurun drastis.

Sofyan Nasution, pedagang grosir sembako yang telah berjualan selama 25 tahun di Pasar Sei Sikambing mengatakan, sejak akhir Maret lalu, harga sembako khususnya gula pasir dan minyak goreng terus melambung. Sementara omsetnya menurun 30 persen dari sebelumnyan

“Jualan sekarang makin susah. Harga naik sampai 50 persen, sementara omset menurun drastis karena banyak pedagang eceran pelanggan kami yang mulai gulung tikar,” kata Sofyan Nasution kepada Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS Surianda Lubis, saat menggelar reses di Pasar Sei Sikambing, Rabu (18/4).

Bahkan menurut Sofyan, kondisi ini diperperah dengan semakin menjamurnya Indomaret di Kota Medan.
“Ada pelanggan saya harus gulung tikar gara-gara Indomaret. Pelanggannya banyak yang beralih ke Indomaret karena berani jual barang di bawah harga pasar. Ini jelas mengganggu harga pasar kami,” ungkap Sofyan lagi.

Dia berharap kepada Surianda untuk memperjuangkan nasib mereka dengan meminta kepada Pemko Medan untuk menstabilkan kembali harga sembako.

Hal senada diungkapkan Ibu Tasya, pedagang cabai di pasar yang sama. Dia menyebutkan, akibat belum stabilnya harga-harga sembako, dirinya merasa resah karena omsetnya terus menurun. Apalagi harga cabai saat ini belum stabil akibat cuaca yang tak menentu.

Menyikapi keluhan para pedagang di Sei Sikambing ini, Surianda Lubis meminta kepada Pemko Medan dalam hal ini Disperindag untuk melakukan proteksi dan perlindungan terhadap para pedagang, khususnya pedagang-pedagang kecil yang bersinggungan langsung dengan keberadaan Indomaret.

“Belum stabilnya harga karena tak berjalannya pengawasan dari Disperindag Kota Medan. Padahal, perlindungan terhadap pedagang kecil juga harus menjadi perhatian Pemko Medan. Untuk itu, kita akan mengusulkan kepada Pemko Medan untuk membuat perda agar para pedagang kecil dapat terlindungi dan tak gulung tikar,” kata Surianda Lubis.

Sementara itu, Surianda Lubis juga menyempatkan diri meninjau jalan di komplek pasar Sei Sikambing yang baru dua minggu lalu dicor oleh Pemko Medan. Saat ini kondisi coran beton tersebut mulai berlubang karena tak tahan terkena air yang berasal dari pedagang ikan. Kondisi ini dikeluhkan Yanto, pedagang ayam potong di pasar itu.

Dia menyayangkan kualitas coran jalan tersebut. “Dengan dicor seperti ini jalannya, memang sudah terlihat agak bersih. Namun sayangnya, kualitasnya tidak maksimal. Apalagi coran beton ini dilakukan pada malam hari saat turun hujan, makanya cepat rusak,” kata Yanto.

Menyikapi kondisi ini, Suryanda juga menyesalkan kualitas pengerjaan yang dilakukan Pemko Medan. Menurut Suryanda, penataan pasar tradisional yang dilakukan Pemko Medan belum terkonsep dengan baik.(ade)

Kapan Pemotretan e-KTP di Medan Kota?

085362448xxx
Halo Sumut Pos Yth Bapak Kadisdukcapil Medan, kapan pemotretan untuk e-KTP yang menggunakan F-101 di Kecamatan Medan Kota? Sebaiknya yang ada dulu dikerjakan biar cepat kelar.

Sedang Berjalan
Pemotretan untuk e-KTP dengan menggunakan F-101 sudah dilaksanakan di Kecamatan Medan Kota dan sedang berjalan. Terima kasih.

Parlindungan SSos
Camat Medan Kota