28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 13668

Minta Jatah Inalum Harus Tegas

Gatot Janji Segera Bahas Konsorsium Inalum

JAKARTA- Hingga saat ini belum juga ada progres penting terkait model pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pasca 2013. Keinginan Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota di sekitar Danau Toba untuk mendapatkan jatah saham, juga belum ditindaklanjuti secara konkrit.

Dalam hal pembentukan Konsorsium Daerah misalnya, baru akan dibahas. Juru Bicara bupati/walikota 10 daerah di sekitar Danau Toba, Mangindar Simbolon, hanya menyebutkan bahwa Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho akan segera mengundang 10 bupati/walikota dimaksud, untuk membahas pembentukan Konsorsium, dalam waktu dekat.

Mangindar menyebutkan, rencana pembahasan pembentukan Konsorsium itu setelah 10 bupati/walikota menyurati Gatot, agar masalah ini mendapat prioritas. Agar bukan sekedar rencana, agenda pembahasan pembentukan Konsorsium itu menjadi salah satu butir kesepakatan yang dituangkan dalam poin-poin penting hasil Rapat Manajemen Kawasan Danau Toba yang digelar di Medan, Selasa (10/11).

“Di salah satu butir kesepakatan, agar segera ada langkah-langkah konkrit untuk persiapan pembentukan Konsorsium Daerah,” ujar Mangindar Simbolon saat dihubungi koran ini, kemarin (11/4).

Gatot, sebagai Ketua Manajemen Kawasan Danau Toba, menyetujui butir dimaksud, termasuk Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis. Bupati Samosir itu mengatakan, rapat tersebut juga dihadiri Ketua Otorita Asahan, Effendi Sirait.

Dijelaskan Mangindar, Effendi Sirait juga memberikan masukan penting ke pemda. Effendi minta agar Pemprov dan 10 kabupaten/kota, bersikap tegas. “Beliau (Effendi Sirait, red) mengatakan, tanpa ada konsep dan permintaan yang tegas dari daerah, sulit pemda mendapatkan saham,” kata Mangindar, menirukan saran Effendi.

Lantas, apa langkah pemda agar bisa mendapat jatah saham Inalum? Mangindar menjelaskan tahapan-tahapan yang akan dikerjakan. Pertama, Pemprov dan 10 kabupaten/kota harus menyepakati dulu bisa tidaknya menggandeng perusahaan swasta yang punya pengalaman di bidang energi dan punya dana yang akan digunakan untuk membeli saham.

“Ini harus ada kesepakatan dulu,” ujar satu-satunya bupati di wilayah Sumut yang dikirim pusat ikut studi singkat di Harvard University, AS, beberapa waktu lalu, itu.

Nah, kalau sudah disepakati, lanjutnya, barulah dibentuk Konsorsium Daerah. Begitu sudah terbentuk, konsorsium ini barulah mengirim delegasi ke pusat untuk melakukan negosiasi.

Namun diakui, upaya pertama proses nego ke pusat adalah minta golden share. Tapi jika tawaran pertama ini gagal, maka model Konsorsium yang akan diperjuangkan.  Mangindar mengatakan, sebelum kontrak perusahaan Jepang atas Inalum habis Oktober 2013, masalah angka-angka persentase saham harus sudah ada kepastian.(sam)

Tersangka Spesialis Penipu via ATM Dibekuk

TARUTUNG- Satu dari dua orang tersangka sepsialis penipuan via automatic teller machine (ATM) berisinial E (28), ditangkap Polres Taput dalam sebuah penggerebekan. Tersangka E (28), warga Karya Setuju Medan ditangkap di salah satu kamar di Hotel Parrona Siborong-borong, Sabtu (7/4) tengah malam sekitar pukul 24.00 WIB. Sementara tersangka lain, Y (31), juga warga Medan, yang diduga sebagai otak penipuan lolos dari penggerebekan karena lebih dulu meninggalkan kamar hotel.

Tersangka E dan Y, merupakan DPO Polrestabes Surabaya. Para tersangka berhasil memperdaya korban Antonius Andy beralamat di Jalan Deltasari Indah Sidoarjo, Jatim. Pengusaha distributor rokok ini, menyetor uang sebesar Rp125 Juta kepada pelaku melalui bank. Modusnya, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban dengan berpura pura sebagai pejabat tinggi polisi di Polda Jatim.

Kapolres Taput melalui Kasat Reskrim AKP Josua Tampubolon mengatakan, tertangkapnya tersangka E, atas pengakuan adik perempuan tersangka yang juga berinisial, E (23) yang lebih dulu ditangkap oleh Satuan Reskrim di Bank BCA cabang Pulo Brayan Medan.

Informasi yang diperoleh, kedua tersangka sedang berada di Siborong borong. Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat dari Polres Taput dan dibantu Polsek Siborong borong menggerebek salah satu kamar Hotel Parrona tempat mereka menginap. Dari kamar tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 6 lembar kartu ATM dari berbagai bank. Polisi juga menyita sejumlah uang tunai, slip setoran dan tas dari pelaku.

“Tersangka E, kita tangkap saat berada dikamar sedangkan Y, tidak berada dikamar. Menurut keterangan tersangka, Y, sudah lebih dulu keluar sebelum penggerebekan dilakukan,” terang Kasat Reskrim Taput, Josua Tampubolon SH MH kepada Metro Tapanuli (grup Sumut Pos), Rabu (11/4) di Tarutung.(cr-01/smg)

Dewan: Guru dan Siswa Harus Jujur

Naskah Soal UN Sudah Didistribusikan ke Pulau Nias

MEDAN- Ujian Nasional (UN) yang digelar 16 April mendatang, diharapkan berlangsung jujur. Pasalnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, cukup banyak terjadi kecurangan dan bocornya soal.

“Tidak hanya itu, marak pula beredar SMS yang berisi kunci jawaban sehingga membuat para pelajar menjadi terkecoh serta menurunkan minat anak untuk belajar. Untuk itu, jangan sampai pelaksanaan UN d tahun ini dicederai dengan hal-hal seperti itu lagi,” kata Anggota DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga kepada wartawan, Rabu (11/4).

Hal yang perlu juga disikapi, lanjut anggota Komisi E DPRD Sumut ini, agar aparat kepolisian melakukan pemantauan serta pengawasan terkait proses pendistribusian soal hingga ke sekolah, di samping  dosen PTN/PTS di lingkungan Pendidikan Tinggi Sumatera Utara yang akan menjadi pengawas di setiap satuan pendidikan harus memperhatikan pelaksanaan UN dengan baik, benar serta jujur.

Sementara itu, naskah soal UN tingkat SMA sederajat untuk Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli telah didistribusikan dengan transportasi laut sejak Rabu (11/4) dinihari. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, Hendri Siregar.(ari/uma)
“Pendistribusian soal kita lakukan sejak dinihari. Kita mendistribusikan lebih awal, karena keempat daerah tersebut harus menggunakan transportasi laut yang memakan waktu lebih panjang,” ujarnya.

Untuk proses pendistribusiannya, kata Hendri, dilakukan sesuai dengan SK yang telah ditetapkan. Yakni, soal yang didistribusikan provinsi akan diambil oleh Disdik dari keempat daerah tersebut, dan tetap mendapatkan pengawalan dari  perguruan tinggi serta petugas kepolisian.

“Rencana pendistribusian ini sudah direncanakan secara matang sejak beberapa hari lalu. Untuk daerah terjauh merupakan prioritas pendistribusian karena selain ketepatan waktu, kemananan soal juga harus diperhatikan. Hal ini untuk menghilangkan isu mengenai adanya kebocoran soal,” ucapnya.

Sedangkan pendistribusian soal ke kabupaten/kota lainnya, sambungnya, akan terus dilakukan hingga tanggal 14 April mendatang.

Distribusi di dearah lainnya, menurut Hendri, dilakukan melalui jalur darat yang tetap didampingi pengawas dan petugas kepolisian. Sejauh ini, jumlah pengawas di tingkat satuan pendidikan akan melibatkan sekitar 1.837 orang, yang terdiri atas dosen Unimed, USU, Politeknik Medan, Kementerian Agama, dan Kopertis.(ari/uma)

Ahli Waris Gugat Pemkab Deliserdang

Soal Penyerobotan Tanah Seluas 15 Hektar

LUBUKPAKAM- Untuk mempertahankan tanah seluas 15 hektar di Kelurahan Petapahan, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang, ahli waris Tengku Affan Sinar (TAS) menggugat Pemkab Deliserdang di Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam. Gugatan tersebut dilakukan pada 21 Februari 2012 lalu dengan nomor register 21/PDT.G/2012/PN-Lp.

“Kami akan berjuang mendapatkan kembali lahan yang diwariskan oleh leluhur yang kini dikuasai Pemkab Deli Serdang,” kata TH Harris Sabri Sinar SE didampinggi abangnya HT Hafmarsyah Sinar, Rabu (11/4).

Disebutkannya, dalam surat gugatan itu, ahli waris menggugat pemerintah RI, Cq Departemen Dalam Negeri, Cq Gubernur KDH TK I Sumatera Utara dan Bupati Deliserdang.

Dijelaskan HT Hafmarsyah Sinar, lahan seluas 15 hektar itu bukan berasal dari program landreform, namun pemberian Sultan Serdang. Ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Tanah (SKT) nomor 101/SKT-LP/V.1959 yang ditandatanggani Assiten Wedana Kecamatan Lubukpakam, Abd Muis Lubis tertaggal 17 Mei 1959. SKT itu, dilengkapi dengan denah lokasi tanah dengan lembar terpisah.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Deli Serdang Redwin SH ketika dikonfirmasi Sumut Pos terkait gugatan yang dilakukan ahli waris mengaku siap menghadapi gugatan itu. Bahkan menurutnya, hingga kini lahan tersebut masih dikuasai Pemkab Deliserdang.

Sementara Asisten II Pemkab Deliserdang Agus Ginting saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, lahan sekitar 15 hektar itu diperoleh Pemkab dari Pemprovsu. “Dulunya lahan itu milik Dinas Pertanian Sumut. Setelah era otonomi daerah, aset-aset instansi yang tidak vertikal diserahkan ke daerah,” katanya.

Kemudian, Kabid Pengelolan Aset Daerah Pemkab Deliserdang Rusli Rintongga mengatakan, pihaknya belum dapat memperlihatkan data-data terkait lahan seluas 15 hektar itu, dengan alasan masih dalam pemeriksaan BPK-RI.(btr)

Suami Bakar Istri dan Anak

Pisah Ranjang, tak Diizinkan Mengasuh Anak

MEDAN-Kekerasan dalam rumah tangga kembali terjadi. Culi Mahadi Batubara (41) tega membakar istrinya Sri Wahyuni (35) dan anaknya Karin Cahya Fatiah alias Kiki (12), saat tertidur lelap di dalam kamar rumah mertuanya di Jalan Sidorukun, Gang Sidoeleng No 13 Medan, Selasa (10/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, Culi yang sudah tiga bulan pisah ranjang dengan istrinya berangkat dari rumahnya di Jalan Jermal XV No 25 Medan menuju rumah  mertuanya. Begitu tiba, Culi memaksa istrinya agar anak ketiga mereka Celsea (2) ikut bersamanya. Namun istri dan ibu mertuanya menolak.

Akibatnya, Culi dan istrinya bertengkar. Culi kemudian keluar dari rumah mertuanya, sementara istrinya bersama anaknya Karin tidur di dalam kamar. Selang beberapa jam Culi kembali medatangi rumah mertuanya.

Culi mengambil bensin yang dijual ibu mertuanya. Culi masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar istri dan anaknya. Selanjutnya bensin di dalam botol plastik minuman itu disiramkan ke dinding kamar. Culi mengambil korek api di dalam kantong baju dan membakar dinding kamar rumah istirinya.

Dalam sekejap api membesar dan langsung menyambar ke kelambu. Saat itulah istrinya bersama anak pertamanya Karin Cahya Fatiah terbakar. Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memadami api dengan alat seadanya. Untung api tidak membesar dan membakar seluruh bangunan rumah.

Akibatnya, istrinya dan anaknya Kiki mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan harus mendapat perawatan di RSU Imelda Medan.
Keluarga langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. Petugas Polsekta Medan Timur yang mendapatkan laporan langsung membekuk Culi.

Pengakuan Dewi (15), kakak Karin, saat itu adiknya dan ibunya sedang di dalam kamar. Tiba-tiba bapaknya mereka datang dan marah-marah dengan ibunya.
“Bapak datang malam itu dan cekcok mulut dengan ibunya,” katanya.

“Tak berapa lama kemudian, bapak datang membawa bensin, kain dan mancis. Lalu bapak menyiramkan bensin itu ke dinding rumah dan dinding rumah yang terbuat dari papan itu terbakar,” sambungnya.

Culi saat ditemui Sumut Pos di ruang juru periksa Malposekta Medan Timur mengatakan, tega membakar karena kesal tidak dapat izin istrinya untuk merawat anaknya.

“Tidak dikasih aku merawat anakku yang paling kecil,” aku Culi Mahadi.
Pria yang bekerja sebagai supir itu mengaku sudah membina keluarga bersama istrinya selama 16 tahun, namun tiga bulan belakangan pisah ranjang.
Sayangnya, Culi tak mau membeber penyebab pisah ranjang. “Janganlah, itu pribadi ku,” ungkapnya.
“Yang pasti aku cuma minta anak ku saja, tapi aku dilarang mertua dan istiriku,” ujarnya.

Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi melalui Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan mengatakan, pelaku masih diperiksa.
Menurutnya, akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 351 KUHPidana dan Udang-udangan KDRT No 23 Tahun 2004.

Sementara, Karin Cahya Fatiah Batubara saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Lantai V Ruang Sakura 508, RSU Imelda Medan. Hingga keamrin Karin belum sadarkan diri.
Karin mengalami luka bakar pada wajah sebelah kanan, kedua tangan dan kedua kakinya.

Humas RSU Imelda Medan, dr Walman R mengaku, sudah menangani pasien dan langsung memberikan pertolongan pertama. “Korban mengalami luka bakar 15 persen dan sudah dilakukan langkah-langkah penanganan dengan serius,” ungkapnya.(gus/jon)

Diduga Cabuli Jemaat, Pendeta Dipolisikan

BELAWAN- Diduga mencabuli jemaatnya, seorang pendeta salah satu rumah ibadah di Jalan T Amir Hamzah Medan berinisial AM, dilaporkan ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Laporan dimaksud terkait perbuatan asusila yang dialami korbannya berinisial RM, di lantai tiga rumah ibadah yang sering disebut rumah sakit iman itu.

Keterangan diperoleh Sumut Pos, Rabu (11/4), sangkaan perbuatan asusila yang dialami siswi kelas 1 SMK di Medan ini terjadi pada Sabtu (7/4) lalu, sekira pukul 10.00 Wib. Ketika itu korban, berangkat dari rumahnya di Jalan Pembangunan II, Gaperta Ujung Medan, menuju lokasi rumah ibadah untuk melaksanakan kegiatan kerohanian.  “Dari pangakuan cucu ku (korban) dia dicabuli di lantai tiga. Kemaluan dan buah dadanya diraba-raba sama pendeta itu,” kata T Clestina Saragih Turnip (72), nenek korban.

Terungkapnya dugaan pencabulan itu saat Clestina menyusul sang cucu ke rumah ibadah tersebut. Saat itu ia tak mendapati cucunya di tempat mereka biasa melakukan kebaktian. “Setelah ku cari-cari tak juga jumpa, soalnya aku tahu cucuku itu ada penyakitnya, makanya aku susul ke tempat dia melakukan kebaktian, dan dia datang kesitu setelah disuruh pendeta,” ucapnya.(mag-17)

Pemkab Sosialisasi UU Tipikor

Pakpak Bharat- Menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi bukan perkara yang mudah. Namun begitu, Pemkab Pakpak Bharat menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Hal ini diimplemtasikan dengan digelarnya sosialisasi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang dibuka Wakil Bupati Pakpak Bharat Maju Ilyas Padang di Aula Pemkab Pakpak Bharat, Selasa (10/4).

Dalam sambutan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu yang dibacakan Wabup Maju Ilyas Padang, bahwa korupsi tidak saja mengancam sistem kenegaraan kita tetapi korupsi juga telah menghambat pembangunan dan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. “Saya mengajak kita semua untuk menghindari korupsi dalam pelaksanaan tugas kita masing-masing, termasuk korupsi waktu,” lanjut Maju Ilyas.

Plt Kabag Hukum dan HAM Pemkab Pakpak Bharat Satri Lumban Gaol selaku panitia menyatakan, kegiatan ini diikuti para pimpinan SKPD, camat, kepala bagian, kepala sekolah, kepala puskesmas, bendahara dan para PPTK se-Pakpak Bharat. Sedangkan narasumber dari Polres Pakpak Bharat, Kejari Sidikalang dan PN Sidikalang.(mag-14)

Tingkatkan Itelektual Pemuda

Pemuda adalah pemimpin di masa yang akan datang. Bagaimana keberadaan pemuda saat ini? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Tomi Sanjaya Lubis dengan Ketua DPD KNPI Sumut, Ir H Akhmad Yasyir Ridho Loebis.
Apa pendapat Anda tentang pemuda di Sumut?

Pemuda di Sumut saat ini sangat banyak yang mempunyai potensi. Sehingga, mereka ke depannya  kelak  menjadi seorang pemimpin khususnya menjadi pemimpin di daerah sendiri.

Apa yang  harus dilakukan pemuda agar bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang?
Pertama pemuda harus bisa menjaga dirinya sendiri dari berbagai kejahatan yang ada di masyarakat, seperti manjauhi narkoba dan berbuat baik kepada masyarakat. Kedua, pemuda harus meningkatkan intelektualnya dengan cara kuliah dan membaca buku yang memotivasi perkembangan masa depan. Ketiga, pemuda harus menjaga tingkat emosionalnya dengan mensejajarkan kemampuan dirinya.

Selanjutnya yang keempat, pemuda harus memiliki kemampuan spritual sehingga dapat menahan  emosi pengrusakan dirinya sendiri.

Bagaimana dengan pemuda yang tak punya biaya untuk kuliah?
Untuk meningkatkan intelektual bisa dari aspek lainnya misalnya dari membaca buku di perpustakaan dan membaca perkembangan daerahnya sendiri. Nah, untuk membaca buku di perpustakan dan surat kabar, mungkin tidak terlalu sulit kali. Minimal pemuda tersebut dapat menjadi pemimpin untuk dirinya sendirinya. Bila terkanjal dari faktor ekonomi saya rasa bila ada kemauan untuk berjuang menjadi  seorang pemimpin tidak terlalu rumit asalkan pemuda tersebut dapat meniatkan diri dan mampu menjalankan amanah.

Apa faktor  pendukung bagi pemuda yang ingin menjadi pemimpin di masa mendatang?
Bila tidak ada faktor pendukung, para pemuda juga akan sulit. Nah, faktor pendukung tersebut seperti pendukung dari orangtua dan pihak pemerintahan setempat. (*)

Sehari, Tiga Indomaret Dibobol Maling

SERGAI- Rabu (11/4) dinihari pukul 03.00 WIB, tiga minimarket Indomaret di Desa Sei Rampah dan Desa Firdaus, Serdang Bedagai, dibobol maling. Akibatnya, Indomaret mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Kepala Toko Indomaret Pasar Bengkel Iskandar (28), pagi itu sekitar pukulm 06:00 Wib baru dapat kabar dari karyawannya Rido (21), bahwa minimarket tempatnya bekerja kemalingan. Begitu tiba di lokasi, dia melihat gembok pintu putar (rolling door) terbuka dan barang-barang di dalam berserakan. Terekam dalam CCTV, kawanan maling itu berjumlah tiga orang dan masuk pada pukul 03:00 WIB.

Sementara Ririn (23), Asisten Kepala Toko Indomaret di Desa Firdaus kepada Sumut Pos mengatakan, sempat mengatahui aksi pelaku pencurian dengan cara memecahkan pintu toko yang langsung disambut dengan bunyi alarm yang berkontaminasi dengan HP-nya. Dengan cepat dia langsung melaporkan ke polisi, namun setibanya polisi di lokasi, kawanan pencurian sudah tidak berada ditempat. (mag-16)

Menggapai Sejuta Bintang Harapan

Perpisahan SMAN 1 Medan  Sebelum UN

MEDAN-Sebelum Ujian Nasional (UN) 16-19 April 2012,  siswa dan siswi SMA Negeri 1 Medan melaksana perpisah sekaligus memberikan cenderamata kepada seluruh guru XII IPA maupun XII IPS, Rabu (11/4).

Acara perpisahan yang mengusung tema Ad Astra Per Aspera (Menggapai Sejuta Bintang Harapan) itu di gelar  di halaman sekolah SMAN 1 Medan, Rabu (11/4).

Acara berlangsung meriah karena diiringi dengan tarian kebudayaan modern dance hingga performance live band. Di sela-sela acara, para siswa dan panitia membawa kue tar yang dirangkai dengan lilin kecil dan meberikannya kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, Rebekka Girsang, yang kebetulan berulang tahun.

“Saya mengucap terima kasih untuk siswa ku atas kue ulang tahun ini,” ungkap Rebekka.

Rebekka mengatakan acara perpisahan kelas XII biasanya setiap tahun dilakukan di luar sekolah, namun untuk tahun ini sesuai intruksi Kepala Dinas Kota Medan untuk tidak bermewah-mewahan saat melaksanakan acara perpisahan. Sehingga acara perpisahan digelar di areal sekolah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Azis Achmad, pelajar Kelas XI IPA 2 didampingi guru pembina Panitia Perpisahan SMAN 1 Medan, Buang Agus S, Drs Sutarto MSi dan Dra Safrimi MPd mengatakan, sukses dan meriahnya acara bisa diberikan pihak panitia kepada kakak-kakak kelasnya sebelum meninggalkan sekolah. (gus)