Home Blog Page 13679

GMPI Cetak Generasi Islam Berkualitas

SIBOLANGIT- Perubahan sekecil apapun yang dilakukan generasi muda, pasti membawa manfaat signifikan bagi agama, bangsa dan negara. Karenanya, dibutuhkan kreatifitas dan kerja nyata dari para generasi muda bangsa.

Demikian dikatakan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Fadly Nurzal pada acara tadabbur (pemahaman) alam yang digelar Pimpinan Cabang Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PC GMPI) Kota Tebingtinggi di Bumi Perkemahan Sibolangit, akhir pekan lalu.

Menurut Fadly, mempersiapkan generasi muda yang kuat merupakan tangggungjawab seluruh elemen bangsa. Termasuk GMPI, sebagai bagian dari PPP. Sebagai satu-satunya partai Islam, tentu PPP punya kepentingan besar mencetak generasi-gererasi muda yang kuat dan berkualitas.

“Saya sangat mengapreasiasi kesediaan para generasi muda Kota Tebingtinggi mengikuti kegiatan tadabbur alam ini. Saya juga yakin, suatu hari nanti, dari peserta tadabbur alam ini akan lahir pemimpin yang kuat,” imbuh Fadly.

Kerananya, lanjut Fadly, sudah saatnya kita menunjukkan kemampuan dan kinerja sebagai generasi muda yang kuat, demi perubahan ke arah lebih baik buat agama bangsa dan negara ini.

Diungkapkan Fadly, saat ini ada gerakan massif untuk merusak genarasi muda khususnya generasi muda Islam. Gerakan itu dengan menjerumuskan generasi muda terlibat narkoba, pola hidup bebas dan budaya-budaya yang tidak sesuai nilai Islam.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingatkan, seluruh peserta tadabbur alam jangan coba-coba menggunakan narkoba. Karena itu selain merusak diri sendiri, juga merusak para pemimpin masa depan,” kata Fadly mengingatkan peserta.

Sebelumnya, Ketua DPC PPP Kota Tebingtinggi Syabudin Abduh Hasibuan SH, menjelaskan, kegiatan tadabbur alam merupakan proses awal menciptakan kader-kader PPP yang kuat, tangguh dan berkualitas.

“Para peserta ini merupakan cikal bakal pejuang PPP di Kota Tebingtinggi,” ujarnya.
Hadir pada acara itu, Wakil Ketua DPW PPP Sumut yang juga ketua PW GPK Sumut H Bustami HS, Ketua PW GMPI Sumut Jafaruddin Harahap, Sekretaris DPC PPP Deliserdang Syawaludin Gultom, Wakil Sekretaris DPC PPP Kota Medan Mursal Harahap dan Ketua PC GMPI Tebingtinggi Agus Muslim Rey, juga hadir pengurus PW GMPI Sumut dan undangan lainnya.(ade)

Wiyata Dharma Adakan Perlombaan

MEDAN- Yayasan Wiyata Dharma menggelar beberapa kegiatan perlombaan di Jalan Wahidin No 31 Medan Area. Dalam open house 2012 bertajuk “Kids Fun Fair” pada Minggu (8/4) kemarin, Wiyata Dharma memperlombakan mewarnai gambar, fashion show, melukis dan lainnya.

Kristina, Ketua Panitia pelaksana kegiatan yang didampingi Jhonson Lumbanbatu mengatakan kegiatan seperti ini sudah kali kedua mereka gelar, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak hingga SMA.

“Selain peningkatan kreatifitas siswa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antara pihak yayasan, orangtua siswa dan siswa,” katanya.
Selain perlombaan, kegiatan itu juga diisi dengan kegiatan musik yang diisi oleh siswa Yayasan Wiyata Dharma maupun peserta lomba dari sekolah lain.
Peserta lomba diambil dari siswa kursus Bahasa Inggris Cherish, IEC, dan Hungkesturi. Lomba mewarnai kategori A dimenangkan oleh Clarissa Yoselia, peringkat dua diraih oleh Sydney Chen dan juara tiga adalah Cherlin Pho.

Sedangkan di kategori B dimenangkan oleh Jenrry Ananda, peringkat dua oleh M Fachri Mulia Tanjung, dan juara tiga adalah Richelle Florency.
Untuk lomba “Fashion Show” kategori A dimenangkan oleh Gabriella Maharani Tamzil, Sydney Chen, Evellin.

Dikategori B dimenangkan oleh Cinta Izzati Ananda Hasibuan, disusul Clarissa Charity, dan juara tiga diraih oleh Tifella Hutapea.

Lomba melukis di keramik atau ceramic painting kategori A dimenangkan oleh Jerrick Xavier, disusul Derrick Thomas, dan Fabio Valencio. Sementara kategori B dimenangkan oleh Steffie Setiawan, peringkat dua diraih oleh Gabriella Maharani Tamzil, dan juara tiga adalah Egbert.

Lomba melukis dengan menggunakan pasir “sand art” dimenangkan Madeline, juara dua dimenangkan oleh Jacson Lawrence dan juara tiga adalah Rich Marvin Lim.(mag-10)

Dewan Minta Direvisi, Wali Kota Bilang tak Berdasar

Kenaikan PBB 100 Persen Lebih

MEDAN-Puluhan massa Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Medan meminta pertanggungjawabn DPRD Medan atas kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 100 persen lebih, sebagai lembaga yang membahas sekaligus mengesahkan Perda No 3 tahun 2011, tentang Pajak Bumi dan Bangunan.
“Kami mewakili masyarakat Kota Medan meminta dengan tegas pada pihak Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan yang baru terpilih untuk menindak anggota dewan yang terlibat dalam pembahasan perda tersebut,” kata Rinaldi Amri, Ketua PC PMI kota Medan saat menggelar aksi di gedung DPRD Medan, Selasa (10/4).

Dijelaskannya, PC PMI menuding jika dalam tahapan penyusunan perda tersebut terjadi pelanggaran etika oleh anggota dewan yangn
terlibat dalam pembahasannya.

“Mohon kepada anggota DPRD Medan menggunakan hak inisiatif untuk merevisi Perda Kota Medan No 3 tahun 2011 tentang PBB,” ujarnya.
Massa PMI juga juga menilai jika DPRD Medan tidak peka dengan beban yang semakin berat dihadapi masyarakat.

“Selain soal PBB, masyarakat juga kini dirundung beban biaya bulanan seperti air, listrik dan sejumlah retribusi lainnya. Sementara kenaikan harga BBM yang tidak jadi naik sudah membuat harga bahan pokok menjadi naik dan susah untuk diturunkan,” bebernya.

Pengunjuk rasa diterima langsung oleh anggota DPRD Medan, CP Nainggolan. Menurutnya, Komisi C DPRD Medan mendukung aspirasi masyarakat menolak kenaikan PBB 100 persen.

“Kita sepakat akan melakukan revisi terhadap perda tersebut,” ucap CP Nainggolan.

Tuntutan merevisi  Perda No 3 tahun 2011 ini, tidak hanya dilayangkan ke legislatif. Tetapi juga mendesak Wali Kota Medan Rahudman Harahap. “Kami mohon kepada Wali Kota Medan untuk menurunkan besaran NJOP berdasarkan Undang-undang No 28 tahun 2009, sesuai dengan pasal 80 ayat 2 tentang pajak daerah dan retribusi daerah dan Perda No 3 ini sepenuhnya adalah kewenangan di kepala daerah di kabupaten/kota,” jelasnya.
Sementara, Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPRD Medan telah mengirimkan surat rekomendasi permintaan revisi Perda No 3 tahun 2011 kepada pimpinan dewan dengan nomor 099/FD/DPRD-KM/IV/2012.

“Rekomendasi revisi tersebut berdasarkan pengaduan keberatan masyarakat yang disampaikan langsung ke F-PD,” kata Ketua F-PD, Herry Zulkarnain.
Dikatakannya, revisi perda tersebut harus segera dilaksanakan demi azas keadilan bagi masyarakat, serta melihat kemampuan masyarakat membayar PBB.

Pihaknya mengharapkan pimpinan dewan bisa segera menindaklanjutinya. “Surat pengusulan sudah kami sampaikan ke pimpinan dewan. Selanjutnya kami menunggu tindaklanjut dari pimpinan,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar (F-PG) juga mengajukan surat permintaan revisi perda melalui surat resminya No 038/FPG/DPRD-M/IV/2012 tertanggal 9 April 2012. F-PG mendesak pimpinan DPRD Kota Medan agar segera mempersiapkan perangkat yang dibutuhkan sebagaimana yang diatur dalam Tatib DPRD Kota Medan.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan Rekomendasi perubahan Perda PBB No 3 tahun 2011, yang dikeluarkan Komisi C DPRD Medan dinilai  tidak berdasar. Pasalnya, Perda itu merupakan keputusan pemerintah daerah yang disepakati bersama kepala daerah dengan DPRD Medan.
“Bukan begitu caranya, sebab setelah pemberlakuan perda banyak yang membayar lebih murah. Itu tergantung kelasnya, sehingga pengusulan revisi perda itu harus dikaji ulang, jangan karena satu orang kita jadi begitu,” ucap Rahudman.

Dijelaskannya, saat ini yang perlu dilakukaan adalah sosialisasi. Bahkan, Rahudman juga mempertanyakan apa dasar DPRD melakukan revisi tersebut sebab mereka yang mengesahkannya.

Dikatakannya, apa yang salah dengan perda tersebut sehingga harus direvisi, karena menurutnya tidak ada yang melanggar undang-undang.
Begitupun dikatakannya, kalau DPRD Medan tetap besikukuh untuk merevisi Perda PBB maka pihaknya tetap akan memberikan apresiasi.
Ketika disingung apakah Pemko Medan akan menolak revisi Perda PBB itu, Rahudman menegaskan kalau Wali Kota Medan tidak akan menolak revisi tersebut. “Wali Kota mana bisa menolak kita hanya akan mematuhi aturan saja,” tegasnya.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri juga mengatakan kalau revisi Perda PBB itu tidak bisa dilakukan DPRD Medan.

Kadis Pendapatan Daerah kota Medan, Sahrul Harahap juga menegaskan, pihaknya tetap akan mengumpulkan pajak PBB dari masyarakat sesuai dengan aturan Perda Nomor 3 tahun 2011. Sedangkan soal masih banyaknya  potensi wajib pajak yang belum terhitung sebanyak 16.765, karena  banyaknya developer yang belum melaporkannya, Sahrul menyebutkan kalau saat ini pihaknya terus melakukan pendataan ulang potensi wajib pajak yang belum tersentuh.

Dijelaskannya potensi wajib pajak yang belum tersentuh itu kalau dinilai ada di atas Rp500 juta. “Saat ini pendataan ulang sudah kita lakukan dan sudah ada ratusan potensi pajak yang sebelumnya belum dipecah developer yang sudah kita data ulang,” terang Sahrul.(adl)

Jadi Sutradara Plus Pemain

Dinda Kanya Dewi

Artis cantik Dinda Kanya Dewi merupakan satu di antara 10 sutradara yang terlibat dalam penggarapan Sanubari Jakarta. Dinda menyutradarai film berjudul Malam Ini Aku Cantik yang mengisahkan kehidupan seorang waria. Ini adalah debut Dinda sebagai sutradara.

Terkait dengan kegiatan barunya itu, artis 25 tahun tersebut mengaku ketagihan. “Cukup deg-degan karena film ini akhirnya mau ditayangin di teater-teater. Agak nggak percaya diri karena teman-teman yang lain udah punya pengalaman bikin film. Tapi, malah ketagihan, bikin film itu enak dan nikmat,” ujarnya.

Karena film garapannya termasuk indie, Dinda harus merogoh kocek untuk membiayai film bikinannya. Namun, dia sama sekali tidak berkeberatan. Bahkan, dia rela menggunakan tabungan pribadinya. “Karena aku main sinetron, jadi, ada lah sedikit tabungan. Jadi, udah pas, nggak banyak kok, nggak sampai ratusan juta,” bebernya.

Soal persiapan, Dinda mengaku harus banyak belajar job desc seorang director hingga empat bulan. Syuting filmnya  berlangsung dua hari penuh. Diakui Dinda, awalnya, banyak pihak tidak yakin atas keputusannya menyutradarai sebuah film. Bahkan, kedua orang tuanya pun sempat meragukannya. “Awalnya, nyokap-bokap nggak yakin. Mereka nanya, yakin kamu bisa. Makanya, aku banyak nanya sama Mbak Lola,” ungkapnya.
Ternyata, selain menyutradarai, mantan kekasih Derby Romero itu bermain dalam satu film Sanubari Jakarta. Dalam film berjudul Lumba-Lumba, Dinda menjalani peran sebagai seorang lesbian. Peran tersebut diakui cukup menantang. Apalagi dia harus berciuman dengan lawan mainnya yang juga seorang perempuan.

“Ini tantangan terbesar aku. Cukup menantang dan deg-degan. Untung, aku dikasih waktu untuk melakukan riset. Tapi, seru sih,” ujarnya.
Ketika ditanya bagaimana rasanya berciuman dengan sesama jenis, Dinda mengaku tidak merasakan hal yang berbeda saat berciuman dengan laki-laki. Menurut dia, rasanya tetap seperti bibir. “Nggak risi sama sekali karena rasanya sama aja, ya bibir. Sama aja kok, kayak sama cowok,” paparnya. Apakah sang kekasih protes” Dia menjawab, “Nggak sama sekali.” (ken/c3/any/jpnn)

Band Gamma1 Promosi Album Perdana

MEDAN- Band Gamma1 yang didirikan pada tahun 2006 lalu di Bangka Belitung, mencoba mempromosikan album pertamanya di Blantika Music Indonesia (BMI) dengan lagu berjudul ‘1 atau 2’ yang dibawa dari daerahnya.

Grup band dengan personil Heri dan Nila (Vocal), Pandi (Bass), Anan (drum), Alung (gitar), dan Panji (keyboard) ini memiliki genre pop Melayu. Walau pendatang baru, Gamma1 siap bersaing meramaikan pasar industry music.

“Saat ini, kami masih mempromosikan satu lagu dari album pertama kami dengan judul 1 atau 2. Lagu tersebut menceritakan tentang dua sahabat jatuh cinta pada seorang gadis, namun, gadis tersebut tak bisa memilih dari salah satu dua sahabat yang dengan perselingkuhan,” kata Pandi didampingi personil Gamma1 saat ditemui di Bakoel Ubud Sun Plaza, Minggu (8/4) malam.

Selain mendapat juara I pada festival band Indie tahun 2010 di Bangka Belitung, Gamma1 juga memiliki kwalitas yang bisa diandalkan di dunia musik. “Mungkin hal itu juga yang membuat produser rekaman melirik kami untuk membuat rekaman dan video klip,” ucap Pandi lagi.
Dikatakannya, Gamma1 siap bersaing dengan musisi yang sudah mempunyai nama di pasar. Untuk itu, dirinya bersama teman-temanya tidak takut karyanya tidak diterima masyarakat.

“Karena personil Gamma1 memiliki hobi yang sama yaitu musik. Jadi, tak ada yang perlu ditakuti. Musisi yang sudah tenar akan dijadikan partner dalam bermain musik, karena kita berpirinsip akan berkarya dan terus berkarya memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Dijelaskannya, band yang memiliki semangat muda ini belum pernah tampil di luar daerah selain di Pulau Bangka Belitung. “Kebanggan tersendiri bagi kami yang baru pertama tampil di Kota Medan dalam acara carnaval SCTV yang penontonya mencapai ribuan,’’cetusnya diamini personil Gamma1.
Sementara, Nilam yang masih duduk di kelas III SMU di Bangka Belitung menjelaskan nama Gamma1 sendiri berasal dari singkatan Gerakan Anak Muda Mancung. “Sedangkan angka 1 bisa menggambarkan the only one yang berarti kamilah satu-satunya grup band yang lahir dari gerakan pemuda tersebut,” jelasnya yang mengaku sering dijahili oleh personil Gamma1 sampai menangis. (adl)

Tahanan Kota, Marini tak Melapor

Kejari Menyalahi Undang-undang

MEDAN-Guru Perguruan Bodhicitta, Marini (22), tersangka yang menabrak 18 muridnya, seharusnya  wajib melapor ke Kejari Medan setiap hari Selasa. Namun, hasil penelusuran wartawan Sumut Pos Selasa (10/4), Marini tak datang melapor ke Kejari Medan.

Keterangan sumber wartawan Sumut Pos di Kejari Medan, hingga petang Marini tak ada datang melapor. Sementara Kasi Pidum Kejari Medan, Riki Septa Tarigan, yang biasa memberikan keterangan juga tak bisa dihubungi. Hasil penelusuran wartawan Sumut Pos di kantor Imigrasi Medan, hingga kemarin jaksa juga sama sekali tak ada mengajukan permintaan cekal.

Sebelumnya, setelah diserahkan polisi, jaksa langsung melepaskan Marini dengan status tahanan kota.

“Tersangka kita kenakan wajib lapor setiap hari Selasa,” kata Kajari Medan, Bambang Riawan Pribadi kepada wartawan.
Alasannya jaksa menetapkan status tahanan kota berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya seluruh keluarga korban sudah berdamai dengan tersangka.

Direktur LBH Medan, Nuriyono SH mengaku, penetapan tahanan kota kepada Marini oleh Kajari Medan dengan alasan depresi tanpa surat keterangan dari kedokteran kehakiman menyalahi undang-undang.

“Seorang tersangka ditetapkan sebaga tahanan kota itu tidak sembarangan, ada prosedur hukumnya. Kalau seorang tahanan itu mengidap sakit, maka harus ada surat keterangan dari kedokteran kehakiman yang menyatakan tahanan itu memang butuh perawatan ataupun dikenakan tahanan kota,” tegas Nuriyono.

Nuriyono menambahkan, Kejari Medan sudah jelas-jelas tidak menjalankan prosedur hukum. “Kalau dikatakan Kejari itu bahwa Marini depresi, mana surat keterangan dari kedokteran kehakiman yang menyatakan Marini itu depresi. Masak Kajari Medan tahu kalau si Marini itu depresi, lantas mengambil sikap dengan mengeluarkan pernyataan menyatakan Marini dikenakan tahanan kota,” tegas Nuriyono. Nuriyono mencurigai adanya permainan antara keluarga Marini dengan Kejaksaan Negeri Medan.

Untuk itu Nuriyono meminta pada Kejagung untuk meninjau kinerkan Kasi Pidum Kejari Medan.

“Sudah sepantasnya kita mencurigai adanya permainan dalam perkara ini. Kita juga meminta pada Kajatisu, Noe Rahmad untuk meninjau kembali kinerja Kasi Pidum Kejari Medan Riki Septa Tarigan,” tegas Nuriyono.

Sekadar mengingatkan, Marini menabrak kerumunan siswanya yang sedang senam pagi saat memundurkan mobil Toyota Avanza silver dengan nomor polisi BK 1272 FQ milikya di lapangan sekolah. Akibat kelalaiannya 18 siswanya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis. (rud)

Berita sebelumnya: Tak Dicekal, Marini Bisa Kabur

Syahrini Pre-Wedding ke Jepang

Syahrini mengunjungi fashion show ‘It’s Me by Adjie Notonegoro’ di Ritz Carlton Pasific Palace Jakarta, Sabtu malam (7/4). Saat itu, ia tampil dengan gaun pengantin warna pink. Ada apa dengannya? Setelah dipaksa mengaku wartawan, Syahrini bilang ingin segera menikah.

“Kalau bulan depan, sekalian keluarin album dan menikah. Doain yah, amin. Tanggal 5 Mei Insya Allah semoga lancar,” bebernya.
Perasaan dan hati pelantun Kau Yang Memilih Aku ini sedang berbunga-bunga.  “Seandainya temen-temen tahu perasaanku, alhamdulillah ya syukur apapun yang terjadi,” katanya sambil tersenyum.

Syahrini berjanji akan mengundang semua mantan pacar pada resepsi pernikahannya. Itu termasuk Anang Hermansyah, bekas teman duet spesialnya.
“Semua yang hadir dalam hidupku pastinya aku undang. Siapapun baik itu teman ataupun sahabat, teman seprofesi atau temen koordinasi. Sahabat lama atau mantan-mantan itu mesti diundang karena semua menjadi bagian hidupku,” janjinya.

Resepsi pernikahan hanya akan dihadiri keluarga besar, kerabat dan teman-teman dekat.  “Temanya kalau mau itu private aja. Itu juga hanya sahabat dan keluarga besar, juga teman-teman,” tegasnya.

Soal baju pengantin, katanya, sudah nyaris rampung. Sedangkan foto pre-wedding, akan dilakukannya di Jepang. “Sudah 80 persen. Baju sudah semuanya sudah settle. Kalau pre-wedding aku mau ke Jepang kan,” ungkapnya.   (rm/jpnn)

Rangkul Generasi Muda Jauhi Radikalisme

Lazuardi Birru

MEDAN-Generasi muda memiliki potensi besar terlibat di dalam kegiatan radikalisme. Baik yang berlandaskan keagamaan maupun dari sisi kenakalan remaja itu sendiri.

“Keterlibatan remaja dalam tindakan radikalisme atau kekerasan cenderung disebabkan penyerapan yang hanya dari satu sisi. Baik itu kekerasan yang berdasar keagamaan maupun aksi kekerasan lainnya,” kata Program Manajer Lazuardi Birru, Praga Adidhatama didampingi Rahmad Dani dari Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia Sumatera Utara (JPRMI Sumut), saat bersilaturahmi ke kantor Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 No 134 Medan, Selasa (10/4).

Untuk itu, lanjutnya, Lazuardi Biru sebagai sebuah organisasi nonprofit, fokus dalam penelitian dan advokasi kepada generasi muda agar dapat menghargai hakekat perdamaian dengan menjauhi segala aksi kekerasan atas nama agama melalui beragram program preventif dan edukatif.
Sebelumnya, Lazuari Birru sudah menggelar training dan workshop di beberapa kota besar di Indonesia. Seperti Bandung, Lampung, dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Rabu (11/4) ini, Lazuari Birru menggelar diskusi di Sartika Hotel Jalan Diponegoro Medan. Merangkul berbagai Non Government Organitation (NGO) yang ada di Kota Medan sebagai mitra dalam mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik tanpa kekerasan.

“Besar harapan kami, Harian Sumut Pos menjadi bagian dari usaha membangun Indonesia yang jauh dari kekerasan ini,” pungkas Praga.
Pada kesempatan itu, Praga menyerahkan cenderamata berupa tiga buku terbitan Lazuardi Birru. Selain metode pelatihan dua arah terhadap remaja, juga beberapa penelitian dan testimonial dari pelaku tindak kekerasan. Diantaranya pelaku Bom Bali I Ali Imron dan mantan anggota Jamaan Islamiyah (JI), Nasir Abas. Kisah pertobatan Nasir Abas bahkan dijadikan ke bentuk komik.

Kedatangan Lazuari Birru mendapat sambutan hangat dari Redaksi Harian Sumut Pos yang diwakili Wakil Pemimpin Umum Bidang Redaksi Affan Bey Hutasuhut, Pemimpin Redaksi Dame Ambarita, Wakil Pemimpin Redaksi Hirzan, dan Redaktur Pelaksana Kompartemen Iwan Junaidi.(jul)

Lift Pirngadi Rusak

MEDAN-Lift di RSU dr Pirngadi Medan rusak. Bukan itu saja, di dalam lift juga ada tetesan air yang berasal dari kamar mandi di lantai II. Akibatnya, lift tersebut tak bisa lagi digunakan oleh pengunjung maupun pasien.

Warga yang berkunjung ke rumah sakit menuturkan, seharusnya cepat diperbaiki. Jika diperlama bisa-bisa image rumah sakit menjadi buruk.
“Harus cepat diperbaiki karena rumah sakit ini milik masyarakat Kota Medan,” katanya.

Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes mengatakan, lift sedang diperbaiki. Kerusakan itu sudah dilapo kepada kepala sarana dan prasarana.

Kepala Sarana dan Prasarana RSU dr Pirngadi Medan, Khairuddin SE mengaku, sedang melakukan perbaikan. “Sedang kita lakukan perbaikan dan semua itu membutuhkan waktu,” ujarnya. (jon)

Judika Siapkan Lagu Duet Bareng Pacar

Setelah putus pada awal 2012 lalu, cinta Judika dan Duma Riris bersemi lagi. Judika pun ingin kebersamaan mereka tertuang lewat lagu yang dinyanyikan bersama sang kekasih tercinta.

Tak hanya menyanyikan bersama, Judika ingin berkolaborasi menciptakan lagu tersebut. Vokalis band Mahadewa itu akan membuat musiknya, sementara ia mempercayakan bagian lirik kepada Duma.

“Lagunya udah dibikin tapi belum jadi karena aku mau dia yang bikin liriknya. Aku paling susah kalau bikin lirik kalau nggak patah hati. Nanti aku yang bikin melodinya. Jadi mudah-mudahan kita bisa ya duet untuk single,” ujar Judika Senin (9/4)

Judika menegaskan, jika suatu saat proyek duetnya berjalan hal itu bukan karena mereka ingin seperti Anang-Ashanty atau pasangan lainnya. Judika membuat lagu tersebut karena memang mereka berdua mau. Duma yang merupakan runner up-II Puteri Indonesia 2007 juga ingin mencicipi dunia tarik suara.

“Dia suka nyanyi. Tadinya malah dia mau gue bikinin girlband karena dia suka nari dan dia mau. Tapi jangan deh, dia mau fokus modeling sama MC juga,” jelasnya.

Apa tujuan utama Judika untuk merilis single bersama Duma? “Kita pengen merefleksikan rasa cinta aja lewat lagu. Tujuannya sih pengen nyanyi berdua lewat lagu. Biar bisa dikenang sampai kakek nenek,” terang Judika yang berencana memboyong Duma ke pelaminan tahun depan.

Judika memang terlihat cukup serius menjalin hubungan dengan Duma Riris. Pelantun lagu “Aku yang Tersakiti” ini menyatakan siap menikah. ‘’Pacar saya  inginnya nikah bulan Februari,” ujar Judika. Judika mengaku hubungannya dengan Duma sudah sangat baik. Namun untuk undangan dan segala macam belum dipersiapkan. “Saya ingin nikah cuman sekali saja,” jelasnya. (bbs/net)