31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13680

De’LAPO’s, Pengusung Summer Blues

Mungkin secara nama band, de’LAPO’s belum dikenal di kancah artis Batak. Tapi bagi sebagian besar warga Medan, tentu tidak asing dengan nama Summer Blues. Grup band beraliran blues yang begitu fenomenal di tahun 1995 hingga tahun 2000 lalu. Selain itu selama ini, para personilnya juga lebih banyak berkiprah di panggung rock tanah air.

Yup, tiga pria yang melahirkan de’LAPO’s, merupakan para pengusung Summer Blues saat ini. Mereka masih ada, meski jarang terdengar aksinya akhir-akhir ini. Maklum saja, sang bassist Horas Pinem, kini lebih disibukkan dengan aktifitasnya sebagai operator rekaman di studio Musica, menangani artis-artis papan atas Indonesia. Lain lagi dengan Andar Hutapea. Vocalis yang merangkap gitaris ini, sehari-hari harus menunaikan kewajibannya sebagai abdi negara. Sementara sang penggebuk drum Zoe Padang, banyak berkiprah mengisi panggung-panggung hotel berbintang di Indonesia.

Namun demikian, mereka tetaplah tiga anak-anak muda berdarah Batak, yang begitu mencintai dan mendalami budaya yang ada. Sehingga akhirnya berawal dari hal ini, tidak heran jika kemudian Summer Blues melahirkan sejumlah lagu berbahasa Batak. Salah satunya mengalir begitu indah dalam album perdana berbahasa Batak de’LAPO’s, “Di Dia Ho”. Namun mengapa tidak memakai nama Summer Blues saja? “Karena kita ingin membuat sesuatu yang berbeda dan sekaligus surprise. Apalagi bagi kita, berkarya lewat lagu Batak itu sebuah pengabdian. Kita mulai menyadari, ternyata di saat semakin berumur dan hidup diperantauan, semakin membuat kita mencintai budaya. Jadi panggilan itu begitu kuat untuk berbuat sesuatu. Kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi?”ungkap Horas Pinem.

Menariknya saat mendengar sepuluh lagu dalam album yang telah diluncurkan sejak beberapa bulan lalu ini, terasa sekali perbedaan dengan lagu-lagu batak pada umumnya. Perpaduan nada-nada yang dihasilkan sebagaimana termuat dalam lagu “Di Dia Ho” dan “Supir Serap”, cukup enerjik, ringan namun renyah di telinga. Apalagi dengan tidak meninggalkan unsur aroma rock’n roll yang membalut kental, membuat tiap lagu semakin berwarna. Menjadikan aliran lirik dan nada, mengaura indah di permukaan. Sehingga cukup sulit untuk melukiskan dalamnya rasa yang dihadirkan dalam lagu-lagu buah karya Andar Hutapea dan Horas Pinem ini. Apalagi pilihan tiap kata lirik-lirik yang mengemuka, benar-benar dihadirkan dari bahasa sehari-hari masyarakat Batak pada umumnya.

“Berkarya itu tidak hanya bicara apa yang kita mau. Tapi bagaimana mengekspresikan setiap pengalaman masing-masing orang dan melukiskannya secara nyata. Jadi tidak sekedar hanya sebuah lagu semata. Dan lagi dalam menggarap album batak, kita merasa lebih lepas berekspresi,”ungkap Andar sebagaimana diamini Zoe Padang. Perbedaan lain, jika pada umumnya album batak berbentuk dalam format VCD, de’LAPO’s justru menghadirkannya dalam bentuk CD. Alasannya sangat sederhana, “Karena kita ingin membangkitkan daya hayal dari siapa saja yang mendengarnya. Jadi biar masing-masing orang melukiskan, meresapi dan menggambarkan makna tiap-tiap lagu tersebut dalam wujud imajinasinya masing-masing. Seperti membaca sebuah novel,”ungkap Andar sembari tersenyum. (gir)

Pembangunan Dermaga Perparah Banjir Rob

BELAWAN- Pembangunan dermaga baru dan kerusakan hutan mangrove (bakau) di wilayah pesisir Utara Kota Medan, diduga menjadi pemicu meningkatnya volume air pasang yang melanda pemukiman warga di Belawan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Bahkan, rusaknya lingkungan di perairan juga menimbulkan kerugian bagi kalangan nelayan setempat.

“Saat ini pasang air laut semakin tinggi mencapai hampir satu meter, sedangkan penimbunan wilayah pinggiran pantai untuk pembangunan dermaga dan depo terus berlanjut. Kami berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kelangsungan hidup masyarakat yang pada umumnya nelayan,” kata Faisal (32), warga di Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (9/4).

Menurut dia, gencarnya pembangunan di wilayah pinggiran pantai oleh pihak pengelola kepelabuhanan dan pihak swasta lainnya tidak hanya berdampak pada kian naiknya volume air laut. Namun juga menyebabkan mulai hilangnya mata pencaharian nelayan kecil, karena ekosistem di sekitar pantai sudah tergerus oleh dampak dari kegiatan pembangunan dimaksud.

“Dampaknya jelas sangat dirasakan nelayan kecil, kalau dulu dipinggiran pantai gampang menangkap ikan. Tapi sekarang nelayan sudah sulit mencari nafkah di laut, kami berharap supaya pemerintah memperhatikan dampak lingkungan akibat dari banyaknya penimbunan pembangunan dikawasan pinggiran pantai,” bebernya.

Pantauan Sumut Pos di Belawan, kemarin, dampak dari terjadinya banjir pasang air laut masih dirasakan masyarakat di Kecamatan Medan Belawan. Ribuan permukiman penduduk di Kelurahan Bagan Deli, Belawan I, Belawan Sicanang, Belawan Bahagia dan Belawan Bahari masih tenggelam digenangi air laut. Sementara sebahagian warga tampak mulai mengungsi menumpang ke rumah warga lainnya yang relatif lebih tinggi.

Terpisah, Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara, Pendi Pohan juga mengakui, musibah banjir pasang air laut (rob)

Gara-gara SMS, Janda Anak Satu Bunuh Diri

LUBUKPAKAM- Melisa alias Melin (21), janda beranak satu warga Dusun II, Desa Paluh Sibaji, Pantai Labu, nekat mengakhiri hidupnya di rumah pacarnya, Iwan, warga Pasar 6, Desa Sidodadi Ramunia, Beringin, dengan cara minum racun hama, Senin (9/4) pukul 00.30 WIB.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (7/4) lalu. Iwan yang berstatus duda tanpa anak, ngapel ke rumah Melisa. Tiba-tiba ada SMS ke ponsel Melisa dari seseorang yang diduga Iwan dari seorang pria. Untuk memastikannya, Iwan menanyakannya kepada Melisa. Melisa menjawab, SMS itu dari kakaknya.

Namun Iwan kurang percaya dan merasa cemburu. Pertengkaran pun tak terelakan. Bahkan, malam itu Iwan meninggalkan Melisa dan langsung pulang.
Kemudian, Minggu (8/4) siang, Melisa mendatangi rumah Iwan. Tapi sambutan Iwan dingin terhadapnya. Bahkan, Melisa nekat menginap di rumah Iwan. Selanjutnya, pada Senin (9/4) dini hari pukul 00.30 WIB, Iwan masuk ke kamar untuk ganti baju, sedangkan Melisa sendirian di dapur. Namun, saat Iwan keluar, dia melihat Melisa tergeletak di dapur dengan mulut berbusa.

Iwan langsung melarikan Melisa ke RSUD Deliserdang di Lubukpakam. Tapi nyawa Melisa tidak dapat ditolong lagi. Kemudian jasad Melisa diboyong ke rumahnya di Dusun II Desa Paluh Sibaji sekitar pukul 02.00 WIB.

“Padahal kami telah mengurus surat pengantar untuk menikah (NA) sebagai syarat pertama. Dalam waktu dekat kami akan menikah,” sesal Iwan sembari menangis.

Sementara di Belawan, Khaidir alias Kidir (18), siswa kelas II SMK ditemukan tewas tergantung di atas loteng rumahnya, Minggu (8/4) malam pukul 22.00 WIB. Diduga, Kidir nekat mengakhiri hidupnya karena putus cinta.

Korban pertama kali ditemukan oleh Merna (20), kakak kandungnya. Saat itu, kakak korban hendak naik ke loteng rumah mereka. Ia terkejut melihat jasad Kidir tergantung di loteng. Merna langsung histeris. Jeritan itupun membuat warga berdatangan dan menurunkan jenazah korban dari jeratan tali nilon.

Meski telah berusaha membawa korban ke RSU Pelabuhan Hospital Centere (PHC) Belawan. Namun nyawa anak ke tujuh dari 12 bersaudara itu tidak terselamatkan dan meninggal.

“Sebelum bunuh diri, dia pernah cerita kalau dia diputuskan pacarnya. Kata adikku, ceweknya bertubuh langsing. Tapi dia tidak bilang nama ceweknya itu,” sebut, Mirna saat ditanyai di rumahnya.(bat/mag-17)

PD Pemuda Muhammadiyah Asahan Dilantik

KISARAN-  Kepengurus Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Asahan periode 2010-2014 yang diketua Syafrial Syah Butarbutar, Sekretaris Suprayogi dan Bendahara Citra Amd, resmi dilantik, Minggu (8/4). Hadir dalam pelantikan itu Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Anang Anas Azhar, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap, Ketua dan Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Ihsan Rambe dan Adrizal, Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut Jamaluddin, Alumni Pemuda Husni Lubis, Kadispora Asahan Syafi’i, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Asahan Muhammad Rusdi, dan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut Shohibul Anshor Siregar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap mengatakan, Sumatera Utara membutuhkan sosok pemimpin yang berpengalaman, khususnya mampu melihat pentingnya keseimbangan antara legislatif dan eksekutif  dalam menjalankan pemerintahan daerah. Sebab, selama ini pemimpin Sumut dinilai kurang mampu menjalankan amanah rakyat, sehingga peningkatan perekonomian rakyat tak tercapai.

“Artinya sekarang Sumut harus dipimpin oleh pemimpin yang mengerti akan amanah undang-undang Nomor 32 tahun 2004, dimana eksekutif dan legislatif merupakan penyelenggara pemerintahan. Jika hal ini dijalankan, maka akan terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan benar, sehingga mampu melakukan peningikatan perekonomian rakyat,” kata Kamaluddin Harahap yang juga alumni Pemuda Muhammadiyah.

Kamaluddin mengimbau para warga Muhammadiyah di Sumut harus cerdas dalam memilih pemimpin ke depan. Dia berharap, warga Muhammadiyah Sumut memilih pemimpin yang diyakini benar-benar mampu memperjuangkan aspirasi umat khususnya warga Muhammadiyah. (ade )

Jemaat GBKP Desak Bupati Karo Berantas Judi dan Narkoba

KARO- Ribuan jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis Kabanjahe menggelar demo dan long march ke kantor DPRD dan Bupati Karo, Senin (9/4) pukul 16.00 WIB. Mereka mendesak pemberantasan judi, narkoba dan tempat-tempat maksimat lainnya di daerah tersebut.

Walau sempat diguyur hujan, para pengunjuk rasa tetap bersemangat dan terus menerikkan yel-yel dan menyanyikan lagu puji-pujian. Ketika menyampaikan aspirasinya di gedung DPRD Karo, demonstran yang diwakili Pendeta (Pdt) Masa Sinukaban menyatakan, semakin maraknya tempat-tempat praktek maksiat seperti warung remang-remang dan oukup plus-plus yang menjadi tempat peredaran narkoba dan kegiatan-kegiatan amoral yang mengakibatkan kemiskinan. Karenanya, warung remang-remang, oukup plus-plus supaya ditertibkan.

Menanggapi tuntutan itu, Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti didampingi Wakilnya Terkelin Brahmana SH, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres Tanah Karo dan akan segera memberantas judi di Tanah Karo.(wan)

Delapan SMA Bertarung di Grandfinal Libala

MEDAN-Libala yang digelar di beberapa zona telah usai merampungkan babak penyisihannya. Dua zona terakhir serentak rampung, Minggu (8/4) kemarin. Zona Medan dirajai Sutomo 1 yang pada laga final menundukkan Wahidin 63-57.

Sementara di zona Binjai-Langkat tampil sebagai kampiun SMA Methodist Binjai setelah final menundukkan SMA Tunas Baru Pangkalan Brandan 78-37.
Para wakil dari masing-masing zona akan kembali bertarung di babak Grandfinal Libala 2012. Untuk zona Asahan-Tanjung Balai diwakili SMA Sisingamangaraja Tanjung Balai. Sementara zona Siantar tampil sebagai juara SMA Sultan Agung Siantar yang memastikan tiket ke grandfinal. Sementara zona Deli Serdang diwakili SMA Juanda Tebing Tinggi.

Wakil terbanyak dari Medan. Tidak hanya finalis Sutomo 1 dan Wahidin, dua tim semifinalis, SMA Harapan Mandiri dan SMA Methodist 2 juga ikut bertarung. Kabid Binpres Perbasi Sumut, Herijanto mengatakan wakil masing-masing zona diambil dari tim-tim juara.

“Terkecuali Medan. Karena peserta terbanyak dari Medan jadi kita ambil empat semifinalis. Sementara untuk zona-zona lain hanya diwakili tim juara. Karena peserta di zona lain juga tidak banyak,” kata pria yang akrab disapa Tekpeng ini, Senin (9/4) kemarin.

Babak Grandfinal Libala 2012 akan digelar pada pertengahan April ini. Mereka akan dibagi dalam sistem grup. “Dua wakil terbaik dari masing-masing grup akan berlaga di semifinal,” katanya.

Dari Libala ini, pihak Perbasi Sumut akan memantau para pemain yang akan dipersiapkan untuk tim basket Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil). “Kita memang pantau pemain juga untuk Popwil,” lanjutnya.

Pelatih Wahidin, Hidayat Natasasmita yang kalah pada pertarungan di final dari Sutomo 1 mengaku akan mempersiapkan skuadnya lebih baik untuk grandfinal nanti. “Ada beberapa kekurangan yang harus kami perbaiki. Mungkin untuk zona Medan kita hanya runner up. Tapi untuk Libala kali ini kita harus lebih maksimal kalau bisa juara,” tandasnya. (mag-18)

SMAN 7 Medan Reuni Akbar di Cikeas

MEDAN- Alumni SMA Negeri (SMAN) 7 Medan dari angkatan pertama hingga 2011 khususnya yang berdomisili di Pulau Jawa, akan menggelar reuni akbar di Talaga Cikeas, Jalan Raya Cijulang, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Sentul, Bogor, pada 14-15 April mendatang.

Kegiatan yang mengambil tema ‘Indahnya Persahabatan dan Kebersamaan’ itu sekaligus mengukuhkan Forum Alumni SMAN 7 Medan sebagai wadah komunikasi antaralumni dan almamater di seluruh Indonesia.

“Kita sengaja datang ke Medan untuk mensosialisasikan (road show) agar reuni ini berjalan sukses, karena kita tahu alumni SMAN 7 begitu banyak dan bahkan telah menjadi tokoh-tokoh di Sumut maupun nasional,” ungkap Ketua Panitia Reuni, Kuncahyo Isnaedi, Sabtu (7/4) di Medan.

Dikatakan alumni SMAN 7 tahun 1982 ini, tujuan utama reuni adalah memberikan langkah konkret tentang sosial, kekeluargaan maupun ekonomi alumni sehingga timbul keterikatan moral bagi keluarga besar di alumni SMAN 7 Medan. “Dengan forum ini bagaimana cara kita membantu alumni maupun pembangunan sekolah. Seperti, memberikan beasiswa kepada adik-adik alumni yang memiliki kecerdasan namun ekonominya kurang beruntung untuk melanjutkan ke bangku kuliah,” katanya lagi.

Reuni akbar ini diprediksi bakal dihadiri seribuan alumni SMAN 7 Medan itu termasuk tokoh nasional seperti Surya Paloh,Todung Mulya Lubis (keduanya alumni 1969) serta H MS Kaban (alumni 1977).

Tidak sekadar buat senang-senang, even ini juga diharapkan mampu menghasilkan kontribusi positif bagi para alumni hingga adik kelas yang masih duduk di bangku sekolah yang berdiri sejak tahun 1963 di Jalan Timor tersebut.

“Saya tidak ingin pertemuan ini hanya menjadi hura-hura, tetapi bagaimana cara bisa mewujudkan kebersamaan tadi. Tidak semua kita (alumni) mampu, tapi bagaimana cara kita membantu bagi alumni yang kurang mampu tersebut,” timpal alumni SMAN 7 Medan angkatan 1968, Tahan Halomoan Simatupang.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SMAN 7 Medan, Ida Jeanne Anastasia br Manurung menyambut positif kegiatan reuni sekaligus pengukuhan Ikatan Alumni SMAN 7 Medan. Ida yang juga alumni SMAN 7 angkatan 1977 mengatakan, dengan kegiatan tersebut akan muncul pola pikir perhatian alumni kepada sekolahnya. “Kita cukup mengapresiasikan kegiatan positif seperti ini sehingga sangat kita dukung. Apa yang bisa kami bantu, pasti akan kami bantu,” janjinya. (ful)

Honorer Siluman Dilapor ke BKN

JAKARTA – Hingga kemarin, Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta terus kebanjiran laporan dari masyarakat yang menemukan data honorer kategori satu (K1) siluman.  Hanya saja, laporan bersifat perseorangan.

Padahal, sesuai prosedur resmi, laporan mestinya disampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).  Oleh BKD, baru diteruskan ke BKN.
Disinyalir, warga malas lapor ke BKD lantaran khawatir laporan tidak ditindaklanjuti. Pasalnya, usulan honorer juga dari BKD. Warga berkeyakinan, BKD akan berupaya menutup-nutupi jika ada temuan honorer siluman. Bukan memproses dan menuntaskan laporan warga.

Kasubag Publikasi BKN Petrus Sujendro menjelaskan, warga ragu untuk lapor ke BKD, sehingga lebih memilih lapor ke BKN. “Tapi ya itu, para pelapor rata-rata ragu melaporkan ke daerah masing-masing karena khawatir laporannya tidak ditindaklanjuti. Mereka mencurigai, daerah yang mengoleksi honorer siluman pasti akan berupaya menutupi kecurangannya, sehingga laporan yang masuk akan dihilangkan seolah-olah tidak ada laporan,” beber Petrus Sujendro saat dihubungi kemarin.

Dia memberikan saran kepada warga pelapor. Jika merasa tidak yakin laporannya digarap BKD, bisa saja laporan ditembuskan ke DPRD dan atau LSM. Namun, jika masih juga ragu, bisa langsung melaporkan ke BKN, asalkan disertai bukti-bukti tertulis yang akurat.

Tim pusat berjanji akan mengirimkan tim ke daerah yang bersangkutan, jika laporan dinilai cukup bukti.  “Jika terbukti ada kecurangan, tim pusat akan datang ke daerah untuk melakukan pemeriksaan,” terangnya.

Seperti diketahui, data hasil verifikasi dan validasi honorer kategori satu (K1) telah diserahkan ke daerah pada 4 April 2012.  Begitu data sampai ke daerah dan dipublikasikan, banyak ditemukan adanya dugaan manipulasi data honorer, alias honorer siluman.

Kabag Humas BKN Tumpak Hutabarat pernah menjelaskan mengenai mekanisme pelaporan. Yakni  laporan pengaduan dibuat tertulis dan ditujukan kepada kepala BKD setempat dengan tembusan BKN pusat. Laporan ini kemudian ditelaah BKD bersama inspektorat.
Bila memang ada kecurangan, kepala BKD dan pejabat pembina kepegawaian melaporkan hasil pemeriksaannya kepada Menpan-RB tembusan ke kepala BKN untuk ditindaklanjuti oleh tim yang akan turun ke daerah. (sam)

Siapkan Pencanangan Zona Jujur

KPK Kembali Datangi Pemko Medan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi kantor Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebagai tindak lanjut pencanangan zona integritas (sikap jujur tanpa kompromi, Red) terhadap Kota Medan, Senin (9/4) pagi.

Kedatangan tim dari Bidang Pencegahan KPK sekaligus menindaklanjuti survey hasil inisiatif anti korupsi, hasilnya ada beberapa hal yang perlu didalami terkait upaya pencegahan korupsi di Pemko Medan.

Tim Bidang Pencegahan KPK yang tiba di Pemko Medan dikomandoi, Asep Rahmat Swanda didampingi anggotanya Maruli Tua Manurung, Joko Widianto dan Sofian. Begitu tiba di kantor Wali Kota Medan, di ruang rapat I Kantor Wali Kota Medan langsung disambut Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri dan Kepala Inspektorat Drs Farid Wajedi MSi.

Dalam sambutannya, Rahudman menyampaikan kepatuhan dan ketepatan waktu seperti pengajuan R-APBD 2012 sudah dilakukan tepat waktu. Begitu juga dengan menggelar rapat kerja daerah dengan memberikan pedoman dan kebijakan yang harus dilaksanakan dalam pembangunan. Kemudian, melaksanakan musyawaran rencana pembangunan (Musrenbang) serta pembentukan Layanan Pengadaan Secara Eleketronik (LPSE).

Dia mengatakan, untuk peningkatan kompetensi PNS di Pemko Medan, kini telah dilakukan memorandum of understanding (MoU) dengan perguruan tinggi negeri (PTN) seperti Universitas Sumatera Utara (USU), khususnya dalam hal penerimaan CPNS dan seleksi direktur BUMD milik Pemko Medan.
Berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik, Rahudman mengaku sudah turun langsung ke lapangan mendatangi satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sekaligus memberikan arahan dan motivasi, sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih baik pada masa kini dan akan datang.

“Guna mempermudah masyarakat untuk melakukan perpanjangan KTP, kami telah menyediakan KTP Mobile. Kemudian peningkatan kebersihan dengan menyediakan ambulan sampah yang beroperasi 24 jam penuh, selanjutnya penambahan jam operasi puskesmas sehingga ada sejumlah puskesmas yang buka 24 jam penuh dan menerima rawat inap,” ungkapnya dihadapan tim KPK.

Lebih lanjut, Rahudman memaparkan, untuk identifikasi resiko gratifikasi yang akan dilakukan Pemko Medan, dia berharap seluruh jajaran SKPD yang terkait agar benar-benar mengikutinya dan memberikan apa yang diperlukan tim dari Kedeputian Bidang Pencegahan KPK.
“Karena tujuan kedatangan tim Bidang Pencegahan KPK ini untuk meminimilasir terjadinya penyimpangan, dan sebagai upaya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, kedatangan tim merupakan kunjungan kedua terkait atas terpilihnnya Kota Medan menjadi zona integritas. Kemudian, inti kedatangan tim dari KPK ini sangat mulai, yakni untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di tempat yang sama, Asep Rahmat Swanda selaku pimpinan tim menjelaskan tahapan-tahapan yang dilaksanakan yaitu terkait dengan pemetaan resiko-resiko gratifikasi dan juga hal-hal yang lainnya, khususnya di beberapa kegiatan atau unit yang terkait langsung dengan pelayanan publik.
“Kami ingin melihat seberapa besar resiko dan frekuensinya. Seperti apa? baik itu gratifikasi, penyuapan dan pungli,” cetusnya.

Dengan mengetahui itu, dia membeberkan, Pemko Medan kedepannya bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dan meminalisir resiko-resiko terjadinya gratifikasi.

“Apabila ada peristiwa maupun laporan-laporan yang sampai ke penegak hukum termasuk KPK, bisa langsung mengetahui keterkaitannya apa. Hal itu tentunya akan mempermudah pengawasan internal. Begitu juga melakukan audit-audit akan diketahui mana pengawasan yang beresiko tinggi, sedang dan rendah. Intinya itu saja,” bebernya.

Asep menyebutkan, metode yang akan dilakukan nantinya akan melakukan diskusi serta menindaklanjutinya ke SKPD terkait. Di samping itu, akan melakukan komunikasi dengan pengguna langsung layanan tersebut. Hal itu dilakukan agar bisa memahami lebih jelas.
“Kami berharap agar instansi terkait lebih terbuka, transparan dan komprehensif,” ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan dalam kunjungan KPK kali ini, sebenarnya melibatkan seluruh SKPD. Namun, akhirnya hanya diwakili 7 SKPD saja yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan  serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). (adl)

KPK Lakukan Pembinaan Semua SKPD

Kepala Inspektorat Pemko Medan Drs Farid Wajedi MSi mengatakan, kunjungan tim dari Kedeputian Bidang Pencegahan KPK guna menindaklanjuti pencanangan zona integritas terhadap Kota Medan sampai satu titik yang benar-benar terlaksana dengan baik.

“Sifatnya semacam pembinaan, dan ini akan terus dilakukan sampai terlaksana dengan baik, yang akan dilanjutkan dengan tahap pembinaan,” katanya.
Farid menyatakan, tim akan melakukan identifikasi resiko gratifikasi di jajaran Pemko Medan. Dalam kegiatannya, memakasi metode Focus Group Discussion (FGD).

Dalam FGD itu, akan dibagikan lembar Critical Point for Government serta Critical Point for Unit.

“Tahapannya seperti pembuatan standar operasional prosedural (SOP) dan membuat standar pelayanan minimal (SPM) yang dikhususkan kepada pelayanan publik dan bidang pelayanan yang perlu dibenahi sekaligus pembuatan kode etik,” jelasnya.

Dia menegaskan, Pemko Medan akan melakukan tahap pembinaan terhadap seluruh jajaran SKPD Pemko Medan agar benar-benar memberikan pelayanan yang siap.

“Jadi akan dipertanyakan, kalau ditemukan pelayanan yang tidak siap dalam penyusunan berkas. Kalau misalnya kurang, apa saja kekurangannya dan apa alasannya. Diharapkan benar-benar baik yang intinya kepada pelayanan masyarakat,” pintanya.

Menurut dia, Kota Medan terpilih sebagai zona fakta integritas karena sudah melihat berdasarkan hasil survey kondisi di Kota Medan. Dimana, fakta integritasnya sudah mulai membaik.

“Bila sebelumnya itu masih 3,6 sekarang, kini sudah 5,9. Diharapkan Kota Medan bisa menjadi daerah percontohan, makanya masuk dalam zona fakta integritas berdampingan dengan Surabaya, Semarang dan Kota lainnya,” pintanya.

Farid menegaskan, penetapan zona integritas masih dalam tahap awal. Di mana, tim yang datang adalah bidang pencegahan.
“Jadi pola kerja KPK saat ini, 60 persen sifatnya pencegahan, sedangkan 40 persen lagi sifatnya penindakan. Jadi KPK saat ini lebih banyak melakukan pengembangan pencegahan,” pungkasnya.(adl)

Aniaya Mantan Istri, Oknum Polisi Dilaporkan

SIANTAR- Habis sudah kesabaran Eika Windy Lestari br Hasibuan (22) menghadapi sikap HS (26), pria yang pernah dikasihinya hingga melahirkan buah cinta mereka yang kini beranjak hampir dua tahun.

Meski HS sebagai anggota polisi, Eika malah mendapat perlakuan kasar dengan cara dimaki dan dianiaya. Merasa terancam, penganiayaan itupun dilaporkannya ke Polres Siantar.

Dari keterangan korban, peristiwa penganiayaan itu dialaminya, Minggu (8/4) sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Sangnawaluh, Siantar Timur atau di depan komplek Perumahan Mega Land. Bahkan tanpa ragu meski persis berada di depan umum, pelaku berpangkat Briptu di kesatuan Polri itu dengan teganya memukul kepala sebelah kiri dengan tangannya, serta meninju mata sebelah kiri korban. Beruntung, teman pria korban yang sengaja dipanggil untuk menjeput datang hingga melerai pertengkaran mereka.

Bermula ketika pelaku datang ke rumah korban yang bermukim di Jalan Melati, Kelurahan Simarito, Siantar Barat, Minggu (8/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Karena sebelumnya, korban mengaku kalau dirinya tidak ada uang untuk membeli susu anak mereka.

Tak lama berselang, pelaku yang bertugas di Polres Pematangsiantar itu, datang menemui korban. Tapi, kedatangan pelaku bukan untuk membelikan susu, melainkan membawa korban ke rumah pelaku di Jalan Kertas Koran, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur.

Terang saja membuat korban yang tidak memiliki pekerjaan itu risih, apalagi di rumah itu masih ada tinggal kerabat keluarga pelaku.

Dengan perasaan tak nyaman itu, korban ditimpali beberapa pertanyaan dari pelaku, diantaranya soal tidak adanya balasan SMS serta panggilan lewat HP yang sama sekali tidak ada jawaban. Tidak hanya itu, pelaku sempat mempertanyakan kedekatan korban sama pria lain. Korban hanya menanggapi dirinya sedang memasak makanya tidak membalas dan tidak mengangkat panggilan lewat HP. Korban pun membantah kedekatannya bersama pria lain. Tapi sekali lagi, korban meminta untuk diantarkan pulang, mengingat anak perempuan mereka belum minum, yang saat itu dijaga ibu korban. Tapi pelaku tetap saja menimpali berbagai pertanyaan yang membuat korban tidak tenang dan memilih keluar dari rumah tersebut.

Tidak samapi 100 meter, persisnya di Jalan Sangnawaluhatau Komplek Mega Land, pelaku kembali mendatanginya dari belakang hingga menawarkan antaran pulang. Kadung kesal, korban tetap menolak permintaan itu seraya memberitahu bahwa sebentar lagi ada pria yang bakalan datang menjeputnya.

Pengakuan itu malah membuat pelaku berang dan langsung merampas HP yang sejak tadi digenggam korban. Sempat juga pelaku terlihat mengotak-ngatik HP yang diyakini memeriksa pesan masuk dan panggilan keluar. Bersamaan itu pula, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Pradita Rizky Herdani (20) tiba dilokasi sesuai petunjuk korban lewat HP. Kedatangan mahasiswa ini ternyata semakin memicu emosi pelaku hingga sempat menyuruh pria itu pulang.

Tapi korban malah membela dan ngotot dijemput pria tersebut, sembari memohon agar pelaku mengembalikan HP miliknya. Begitupun, pelaku ngotot untuk mengantar pulang, karena ragu bila korban bersama pria yang baru datang tadi. Karena menolak, pelaku turun dari sepedamotornya dan langsung memukul bagian kepala sebelah kiri korban menggunakan tangan. Selanjutnya mendaratkan pukulan dibagian wajah nyaris mengenai mata sebelah kiri korban.

Praditia tidak tinggal diam dan melerai aksi penganiayaan itu. Pelaku juga sempat mengancam Praditia namun karena warga sudah ramai berkumpul, aksi itu terhenti, dan pelaku memilih kabur begitu saja. Atas saran keluarga, setelah korban mendapat perawatan medis langsung mendatangi Polres Pemtangsiantar sekitar pukul 23.00 WIB guna melaporkan pelaku.

Terkait pertikaian ini, korban mengaku, status pernikahannya dengan pelaku, tidak terdaftar baik secara agama, adat maupun hukum. Apalagi keduanya berbeda agama, namun selama berpacaran lebih dari dua bulan, korban hamil. Tapi hubungan itu ditentang orang tua pelaku.

Kasubag Humas Polres Pematangsiantar, AKP Altur Pasaribu membenarkan terlapor sebagai personel di Polres Pematangsiantar. Begitupun, pihaknya belum memberi sanksi apapun kepada personel tersebut sebelum mengembangkan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi.
“Terkait persoalan itu, tidak menyangkut kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena pelapor tidak bisa memperlihatkan surat nikah maupun surat perceraian,”ujar Altur. (mag-5/smg)