Home Blog Page 13688

Guru SD di Sergai Dipungli Rp2 Juta

Hasil Visitasi dan Verifikasi Inspektorat Jenderal Kemdikbud

MEDAN- Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menemukan adanya intervensi terhadap guru untuk kelulusan Ujian Kompetensi Awal (UKA) dengan indikasi pengutipan biaya sebesar Rp2 Juta. Temuan ini berdasarkan hasil visitasi dan verifikasi dugaan adanya pengutipan biaya terhadap guru dalam pelaksanaan UKA di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Binjai.

Dari hasil visitasi dan verifikasi menemukan adanya bentuk intervensi yang dialami dua guru SDN 101932, Perbaungan, oleh kepala sekolah untuk membayar Rp2 juta, untuk lulus UKA, namun ditolak oleh guru tersebut. Kemudian, uang tersebut sudah dikembalikan lagi kepada guru dengan catatan, setelah pengumuman tanggal 18 Maret 2012, peserta yang telah menerima pengembalian uang, dan dinyatakan lulus wajib membayar kembali Rp20 juta.
Selain itu, juga 20 orang guru peserta UKA di Kabupaten Serdang Bedagai telah difasilitasi pihak yang tidak jelas untuk mengadakan try out ujian pra UKA di mana setiap guru peserta UKA dikenakan biaya fotocopy sebesar Rp25 ribu.

Sementara untuk Kota Binjai menyatakan tidak pernah diintervensi oleh kepala sekolah atau dari siapapun dan tidak pernah ditawarkan untuk membayar.

Atas temuan itu, Inspektorat Jenderal merekomendasi Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai agar memerintahkan Kepala UPTD memberikan laporan tertulis kepada Inspektorat Jendaral Kemendikbud Jakarta tentang indikasi pembayaran uang oleh guru yang ikut UKA.

Selian itu, Inspektorat Jenderal Kemdikbud juga akan mengirimkan surat kepada inspektorat kabupaten/kota untuk dapat perhatian dan menindaklanjuti bila terbukti adanya pembayaran uang tersebut.

Menyikapi hal itu, Kabid PMPTK Disdiksu, Eduard Sinaga menilai, hasil survei yang ditemukan Inspektorat Jenderal Kemdikbud adalah bentuk yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sehingga perlu ditindaklanjuti untuk masing-masing kepala daerah agar tidak terulang. “Jika ingin mendukung peningkatan mutu pendidikan, seharusnya kepala dinas pendidikan di kabupaten/kota menindaklanjuti temuan Inspektorat Jenderal Kemdikbud,” ujar Eduard saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Eduard juga mengatakan, Disdik Provinsi dalam hal ini tidak bisa bertindak dan melakukan sesuatu karena tidak memiliki wewenang. “Kita harapkan sentralisasi guru-guru dipercepat. Karena yang menentukan nasib guru nanti adalah Pusat. Jadi guru yang selama ini ada ketakutan untuk terbuka karena adanya intervensi, tidak lagi terjadi,”tegasnya. (uma)

Polisi Kawal Distribusi Naskah UN

Hari Ini Tiba di Unimed

MEDAN- Naskah Ujian Nasional (UN) diperkirakan akan tiba Senin pagi (9/4), di Universitas Negeri Medan (Unimed). Untuk pengamanan pendistribusian naskah UN tersebut, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menempatkan tiga personel untuk tiap mobil boks pengangkut naskah UN.
“Setelah sampai di Unimed pada Senin dini hari, selanjutnya pada 11 sampai 14 April, direncanakan akan didistribusikan ke kabupaten/kota di Propinsi Sumut,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Heru Prakoso, Minggu siang (8/4).

Untuk prosedurnya, kata Heru, naskah UN yang sampai di kabupaten/kota akan diterima panitia ujian dari Dinas Pendidikan didampingi petugas Polres setempat untuk disimpan di lokasi penyimpanan naskah ujian.

Selanjutnya, sambung Heru, naskah UN tersebut akan didistribusikan ke sekolah-sekolah dengan pengawalan anggota Polres dan Polsek setempat. “Pelaksanaan ujian nantinya, juga akan melibatkan pengamanan baik terbuka maupun tertutup guna mengantisipasi terjadinya gangguan selama ujian. Selesai pelaksanaan ujian, lembar jawaban ujian dikumpulkan dan dibawa atau didistribusikan ke Unimed guna dilaksanakan pemindaian atas jawaban soal tersebut,” tuturnya.

Ketua panitia UN Sumut, Hendrik Siregar menjelaskan, pendistirbusian naskah UN akan dimulai dari daerah terjauh seperti Nias dan Sibolga pada H-4, dan selanjutnya diikuti daerah lain. Distribusi dilakukan melalui jalur darat, dikawal pihak kepolisian.

Sedangkan dosen yang dilibatkan mengawas pelaksanaan UN ini sekitar 1.837. Di mana dosen-dosen tersebut terdiri dari Unimed, USU, Politeknik Medan, Kementerian Agama dan Kopertis. (uma/gus)

Terios Ringsek Ditabrak KA, Suami Istri Kritis

KISARAN- Sobdi dan istrinya Nurhayati (24), warga Rawang Pasar IV, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, mengalami luka serius setelah mobil Terios warna Silver BK 1926 VJ, yang mereka kendarai ditabrak kereta api diperlintasan tak berpalang di kawasan Pajak Bakti Kisaran, Minggu (8/3) dini hari pukul 02.45 WIB.

Informasi di TKP menyebutkan, mobil yang dikemudikan Sobdi melaju dari simpang Jalan Madong Lubis. Saat melintasi rel KA tak berpalang, mobil yang dikenarainya ditabrak KA Limek U8 jurusan Medan-Rantauparapat. Benturan keras akibat tabrakan itu mengejutkan warga sekitar, termasuk puluhan santri dari Pesantren Bina Ulama yang langsung berhamburan keluar pondok untuk menyaksikan tabrakan tersebut.

“Kami kira dua penumpang yang ada di dalam mobil itu tewas, namun saat warga memberikan pertolongan ternyata keduanya masih bisa diselamatkan,” kata A Harahap, warga sekitar. Selanjutnya, kata Harahap, kedua korban dilarikan ke  Klinik Setio Husodo Kisaran.

Kanit Laka Ipda MP Pardede yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Mobilnya ringsek, namun kedua penumpang yang ada di dalam mobil naas itu selamat,” kata Pardede. (sus/smg)

Terhalang Jembatan, Ratusan Nelayan tak Melaut

BELAWAN- Intensitas curah hujan dan pasang air laut yang terjadi beberapa hari terakhir, mengakibatkan volume air Sungai Deli naik. Hal ini menyebabkan ratusan perahu bermotor milik nelayan kecil yang berpangkalan di pinggiran Sungai Deli, Kecamatan Medan Marelan dan Medan Labuhan, tak bisa melaut, Minggu (8/4). Pasalnya, perahu mereka tak dapat melintasi jembatan penghubung di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 20,5, Medan Labuhan.

Amatan Sumut Pos, air Sungai Deli yang meluap mencapai bibir jembatan di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 20,5 yang menghubungkan Kecamatan Medan Labuhan dan Medan Belawan. Sehingga menyebabkan perahu nelayan tak bisa melintasi kolong jembatan yang selama ini dilintasi perahu nelayan menuju laut lepas.

“Kalau air sungai sudah meluap, nelayan baru bisa berangkat melaut pada keesokkan hari setelah air surut. Itu pun jika air pasang dan hujan tak terjadi lagi,” kata Awaluddin (45), nelayan pukat langgai asal Medan Labuhan ini.

Menurutnya, penyebab tertundanya para nelayan tradisional di daerahnya karena jembatan penghubung di Jalan KL Yo Sudarso KM.20 tidak dapat dilintasi. Untuk itu, ia dan beberapa nelayan lainnya mengharapkan agar pemerintah memperhatikan permasalahan tersebut.

“Kami berharap agar pemerintah segera melakukan renovasi jembatan atau melakukan pengerukan di sekitar aliran Sungai Deli,” ungkapnya.(mag-17)

Secara Aklamasi, Darwis Pimpin PAC PP Stabat

LANGKAT- Sedikitnya delapan ranting Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Stabat-Langkat menerima hasil musyawarah anak cabang yang berlangsung Maret lalu, melalui pernyataan tertulis di atas materai 6000. Pernyataan itu sekaligus membantah rumor, penolakan keputusan musayawarah sebagaimana didengungkan selama ini.

Penegasan itu mengemuka, saat berlangsungnya temu ramah segenap kader PP Stabat di rumah Ketua PAC terpilih M Darwis di Dusun I A Famili Desa Pante Gemi Stabat, Minggu (8/4), ditandai pernyataan sikap kader siap mendukung dan menjalankan program organisasi diusung M Darwis.
“Saya merasa berterima kasih kepada segenap rekan-rekan, untuk selanjutnya bersatu berkarya membesarkan sekaligus menjayakan organisasi (PP) di kecamatan Stabat khususnya,” kata Darwis.

H Tamrin Hasibuan selaku mantan Ketua DPC PP Kabupaten Langkat mendukung hasil musyawarah, sebagai cerminan organisasi yang tunduk dan patuh AD/ART dituangkan dalam tata tertib (tatib) musyawarah. “Kader jangan mau dipecah belah dan diprovokasi segelintir orang yang mengaku ingin membesarkan PP, tetapi malah sebaliknya. Sosok ketua terpilih (Darwis) sangat tepat karena memahami seluk beluk dan kondisi organisasi,” tegas Tamrin seraya memberikan fasilitas gedung sekretariat PAC PP di Stabat.

Ainal Zein satu dari senioren PP, bangga terhadap delapan pimpinan ranting, sebab dinilai menyadari adanya manuver-manuver provokasi menyulut perpecahan di tubuh organisasi. “Kepada oknum-oknum yang mengaku kader PP, kalau ingin jadi pengecut jangan di PP,” ketus Ainal menyikapi adanya pihak yang ingin menggagalkan hasil musyawarah beberapa waktu lalu. (mag-4)

TPS Medan Barat Hasil Swadaya Masyarakat

MEDAN- Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kecamatan Medan Barat di Jalan Kereta Api Kelurahan Kesawan Medan Barat merupakan hasil swadaya masyarakat.

Awalnya, TPS di Jalan Kereta Api tersebut tidak dibeton, namun, setelah setahun TPS tersebut dibangun bersama-sama masyarakat Kelurahan Kesawan.
Camat Medan Barat, Syahrul Effendy Rambe, SSos menjelaskan pada wartawan koran ini, Sabtu (6/4) membenarkan kalau TPS yang berada di Jalan Kereta Api merupakan murni hasil swadaya masyarakat Kelurahan Kesawan.

“ Mana ada TPS di Medan ini hasil swadaya masyarakat, baru Kecamatan Medan Barat saja yang memilikinya,” kata Syahrul.
Walaupun pembuatan TPS hasil swadaya masyarakat, Syahrul menyebutkan bukan berarti warga yang memberikan bantuan menjadi seenaknya membuang sampah di jalanan, harus pada tempatnya.

Untuk itu, Syahrul tetap berharap kepada warga se-Kecamatan Medan Barat untuk selalu tetap menjaga kebersihan di setiap kelurahan ataupun di setiap lingkungannya. Adapun cara kebersihkan juga dapat ditunjukkan dengan membuat suatu tanaman di setiap rumah warga ataupun di setiap kelurahan juga meletakkan tong sampah.

“Bila tong sampah selalu tersedia di dapan rumah warga, tentu sampah tidak akan berserakan lagi di mana-mana, asalkan warga juga bisa mengetahui jadwal membuang sampah mulai pukul 07.00. 10 00 WIB, sehingga sampah yang ada di tong sampah di depan rumah dapat diangkut oleh petugas kebersihan,” bilangya.

Selain itu, lanjutnya, pada pukul 15.00- 17.00 WIB dan pukul 18.00 WIB-21.00 WIB sampah tetap disisir dan diangkut oleh petugas kebersihan kelurahan dan kecamatan. (omi)

Gara-gara Begu Ganjang, Warga Tertipu Rp13 Juta

LUBUKPAKAM- Gara-gara isu begu ganjang, warga Dusun VI Banjar Toba (Siborong-borong), Desa Pasar Melintang, Lubukpakam, Deliserdang, ditipu seorang paranormal yang mengaku dari Kabanjahe. Pasalnya, uang Rp13 juta yang dikumpulkan warga untuk biaya mengusir begu ganjang tersebut dibawa oleh paranormal tersebut. Sementara, begu ganjang yang mersahkan warga, tak berhasil diusir.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, sejak awal 2012 lalu, warga di sana merasa resah dengan merebaknya isu begu ganjang. Karenanya, untuk mengusir begu ganjang itu, warga di sana menggelar rapat pada Febrauri 2012 lalu. Hasilnya, warga sepakat patungan Rp145 ribu per kepala keluarga (KK) untuk mendatangkan paranormal. Namun, ada tujuh KK yang menolak kesepakatan tersebut dan akhirnya mereka dikeluarkan dari keanggotaan STM.

Akhirnya, terkumpul lah uang sekitar Rp13 juta lebih untuk biaya menghadirkan paranormal “hebat” dari Kabanjahe tesebut. Selanjutnya, di bawah pengawalan aparat kepolisian dan aparat desa, dilakukanlah ritual mengusir begu ganjang tersebut.

Bahkan, ketika ritual digelar, warga berduyun-duyun menyaksikannya ritual yang dikomandoi paranormal dari Kabanjahe itu. Namun, hasilnya tidak memuaskan masyarakat. Bahkan, paranormal yang dibayar Rp13 juta itu berkilah, ilmunya kalah jauh dari orang yang memelihara begu ganjang itu.
“Jangan-jangan paranormal yang dihadirkan itu menipu, dan uang warga yang dikumpulkan itu dibawa kabur,” celetuk seorang warga.(btr)

Warga Masih Trauma Lihat Awan Hitam

Pasca Bencana Puting Beliung Hancurkan 39 Rumah di Sergai

TEBINGTINGGI- Warga Kampung Kuningan, Desa Sei Periok, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, masih trauma melihat awan mendung hitam di kejauhan. Pasalnya, rumah mereka luluh lantak disapu ganasnya angin puting belung setelah munculnya awan mendung di kejauhan.

“Kami trauma melihat kejadian malam itu (Kamis (5/4) sekira pukul 22.00 WIB). Angin puting beliung dalam hitungan menit mengahancurkan rumah kami dan menerbangkan semuanya,” kata Painem (45), warga setempat.

Masih kata Painem, apabila mereka melihat awan hitam secara tiba-tiba, mereka ketakutan dan ingin menghindar apabila bencana angin putting beliung itu datang kembali.

“Kebanyakan warga berdoa dan tetap berlindung di dalam rumah, apabila menghawatirkan warga akan berlari keluar. Tadi siang, Minggu (8/4) mendung sempat datang, warga semuanya ketakutan kalau angin puting beliung datang lagi menghampiri perkampungan ini,” kata Painem, kepada Sumut Pos.
Sumajik (54), warga lainnya mengungkapkan, mereka akan melakukan ruwetan atau ritual tolak bala bersama warga untuk menghindari bahaya bencana angin puting beliung. Rencananya, ruwetan itu akan digelar malam Senin (9/4).

“Ruwetan akan dilakukan untuk tolak bala, di sini kita memanjatkan doa kepada sang Maha Pencipta untuk menjauhkan bencana dari kampung ini,” kata Sumajik.

Menurutnya, bencana angin puting beliung itu adalah peringatan Tuhan kepada hambanya untuk lebih bertaqwa.

Saat angin puting beliung itu datang, seperti gumpalan asap putih pekat berputar-puta melintas dan berkeliling desa membentuk bulatan seperti kerucut, tetapi angin itu jika diamati secara cermat seperti lekukan tubuh ular naga dengan ekor yang mengkibaskan ke tanah hingga menyapu rumah warga.
Amatan di lapangan, kondisi warga berangsur-angsur pulih. Tapi, rumah-rumah warga yang rusak parah belum diperbaiki. Namun, rumah yang rusak ringan dan sedang, sudah mulai diperbaiki dengan bantuan Pemkab Serdang Bedagai melalui bupati dan para donator.

Kadus setempat, Mus Muliadi (34), yang rumahnya juga rusak dalam katogori berat dengan kap rumah terbang sejauh 300 meter mengungkapkan, akan tetap memperbaiki rumahnya. Menurutnya, Pemkab Sergai berjanji akan membangun kembali rumah warga yang hancur.

Camat Tebingtinggi, Ramadhan Purba mengaku setiap hari datang mengkoordinir bagaimana kondisi warga yang tertimpa bencana, mulai dari stok logistik, tenda pengungsian, dapur umum dan posko kesehatan untuk merawat warga yang mengalami penyakit pasca bencana alam tersebut.
Masih menurut Ramadhan, pasca bencana putting beliung ini, kebanyakan warga yang berobat ke posko kesehatan mengalami penyakit masuk angin disertai batuk pilek, tetapi mereka masih tetap merawat Raisyah Nura (6) anak yang tertimpa bangunan. “Untuk sementara, stok obat masih cukup, diharapkan kepada warga dapat memeriksakan kesehatan apabila tersereng gejala demam,” pinta Ramadhan.(mag-3)

Guru Juga Harus Ikut Bimbingan Belajar

Dikdasmen Muhammadiya Medan Evaluasi Jelang Dilaksanakannya UN

MEDAN- Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Medan akan melakukan berbagai evaluasi di segala jenjang pendidikan Muhammadiyah menjelang dilaksanakannya Ujian Nasional (UN) 19 April mendatang. Untuk itu, perlu adanya persiapan khusus agar kualitas pendidikan dapat lebih ditingkatkan.

“Kita ingin tahu berapa besar ilmu yang disampaikan oleh guru dapat diserap murid-muridnya. Persiapan menjelang UN juga sudah kita lakukan seperti bimbingan belajar, tryout dan lainnya,” kata Ketua Majelis Dikdasmen Mihammadiyah Kota Medan, Drs H Adi Munasip,MM dalam Olimpiade Sains Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah se-Kota Medan, Minggu (8/4) di Perguruan SMP Muhammadiyah I Jala Demak.

Bahkan, katanya, bimbingan belajar yang nantinya bekerjasama dengan UMSU bukan hanya dilaksanakan sebatas para siswa saja, tapi juga akan diikuti para guru-guru. Karena sebagai pendidik, guru memegang peranan penting dalam menyampaikan ilmu dan proses pembelajaran. “Jelang UN akan kita jalin kerjasama dengan pihak UMSU. Kita ingin bukan murid saja yang dapat bimbingan, tapi juga guru-gurunya,” ujar Adi Munasip.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan, Drs Adri K,S.Pd menyampaikan upaya untuk meningkatkan kualitas di segala jenjang pendidikan Muhammadiyah salah satunya dengan Olimpiade. Selain itu, anak didik dan guru-guru akan dipersiapkan lebih awal dan diberi pembekalan dalam menghadapi UN mendatang serta memacu peningkatan kemampuan guru-guru dalam mentransfer ilmu kepada muridnya.

“Secara kuantitas, Muhammadiyah memiliki jenjang pendidikan yang cukup banyak diantaranya 40 MDA, 30 Sekolah Dasar,15 Sekolah Menengah Pertama, 2 Madrasah Tsanawiyah, 4 Sekolah Menengah Atas dan 1 Madrasah Aliyah. Namun secara kualitas masih perlu ditingkatkan. Upaya meningkatkannya salah satunya dengan melaksanakan olimpiade ini,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui kualitas pendidikan Muhammadiyah masih jauh dari standar. Padahal dari segi fasilitas sangat mendukung dan anak didiknya memiliki potensi yang besar. “Dibanding dengan sekolah swasta lainnya, Muhammadiyah memiliki potensi yang besar, tapi kualitasnya masih jauh dari standar. Inilah yang perlu kita kaji dan dievaluasi,” jelasnya.

Dirinya juga berpesan, agar para siswa lebih menghargai guru-gurunya supaya ilmu yang diperoleh terserap dengan baik. “Karena menghargai guru adalah bagian mendapatkan ilmu pengetahuan. Olimpiade ini memang baru pertama kali dilakukan, kita harap dapat menjadi program berkesinambungan bukan hanya tingkat Medan saja, tapi juga Sumut,” urainya.

Sementara, Andi Surbakti selaku Ketua Panitia Olimpiade Sains menambahkan dalam kegiatan tersebut sebanyak 5 pemenang dari masing-masig jenjang pendidikan akan dipilih. Nantinya, para pemenang akan diikutsertakan pada perlombaan tingkat Sumut. Setelah itu, pemenang yang terpilih akan dikirim untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional pada Juni mendatang.

“Bukan hanya olimpiade sains, tapi juga ada lomba pidato bahasa inggris dan bahasa arab. Kita ingin melihat, sampai sejauh mana kemampuan anak-anak didik kita. Dengan ini kita mendapat ukuran bagaimana kemampuan mereka agar bisa dievaluasi lagi dengan mengadakan pelatihan terhadap siswa dan guru-gurunya,” terangnya.

Dalam kegiatan itu, dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan oleh siswa SMP Muhammadiyah I Kota Medan. (*/mag-11)

Target Poin Penuh

PSPS vs PSMS

MEDAN-  Laga tandang melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Kuantan Singingi, sore ini (9/4) pada lanjutan ISL, PSMS sama sekali tak gentar. Malah menargetkan meraih poin penuh.

Caretaker coach PSMS Suharto AD menuturkan, anak-anak asuhannya sudah siap tempur dengan persiapan maksimal. “Tim dalam performa maksimal, jadi tak ada kata menyerah pada pertandingan kali ini,” ujarnya, Minggu (8/4).

Suharto mengaku lebih pede menghadapi Asykar Bertuah, julukan PSPS, setelah mengetahui goal getter PSPS Djumafo Herman dan pemain belakang potensialnya Park Chul Hyung hengkang. “Mereka sudah kekurangan dua pemain potensialnya, dan kita yakin tanpa mereka PSMS bisa lebih memanfaatkan keadaan itu,” katanya.

Ditambah sejumlah pemain potensial yang bergabung, ia semakin yakin tim berjuluk Ayam Kinantan ini bisa memboyong poin maksimal sebelum pulang ke Medan. “Persiapan cukup matang, pemain semua dalam kondisi bagus, ditambah pemain baru yang saya rasa cukup baik. Ini menjadi modal besar bagi kita untuk meraih tiga poin,” tegas Suharto.

Sementara, pelatih berkepala plontos ini juga mengatakan, sejumlah pemain asing yang sudah didepak masih bisa digantikan dengan pemain local yang ada. “Seperti Antoni akan kita plot mengisi posisi yang ditinggal Inkyun Oh. Dan mudah-mudahan pemain kita siap dengan perubahan ini,” ujar Suharto lagi.

Perubahan yang dimaksud Suharto adalah terdapat pada taktik yang bakal dimainkan anak-anak PSMS di lapangan. “Untuk formasi tak ada perubahan mendasar tetap 4-4-2. Namun pada taktik kita akan menggunakan formasi diamon dan saat bertahan menggunakan formasi flat dengan dua gelandang bertahan,” papar Suharto.

“Ini memaksa Antoni dan Zainal berkutat di papan tengah. Melalui mereka kita harap bisa memutus serangan-serangan yang dibangun anak-anak Pekanbaru,” tambahnya.

Namun, seperti diberitakan sebelumnya, meski PSMS menganggap partai tandang bentrok PSPS ini merupakan laga tanpa beban, PSMS tetap tak mau lengah. Meski di putaran pertama PSMS mampu menekuk PSPS dengan skor 3-1.

Menurut Suharto, bermain lepas bukan berarti sembrono. “Kita harap anak-anak bisa bermain lepas tanpa beban, tapi tak juga gegabah. Modal utama adalah saat kita bisa mengungguli PSPS di Stadion Teladan,” tandas Suharto. (7/4) (saz)