Home Blog Page 13687

Jawa Pos-Kompas jadi Host Asian Media Awards

NUSA DUA- Mulai besok, Indonesia untuk kali pertama akan menjadi tuan rumah Publish Asia 2012, konferensi koran yang digelar oleh WAN-IFRA (asosiasi koran sedunia). Even yang diikuti oleh para pelaku industri media Asia, bahkan dunia itu, akan dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.

Konferensi media cetak Asia edisi ke-12 tersebut akan dimulai pada 10 hingga12 April. Wakil presiden Boediono memastikan hadir untuk membuka konferensi pada 11 April sekitar pukul 09.00 Wita nanti. Selain itu, pada malam harinya mulai pukul 18.00-22.00 Wita, Jawa Pos dan Kompas akan menjadi tuan rumah gala dinner, sekaligus menjadi host acara penting dari rangkaian konferensi, yakni Asian Media Awards. Dalam acara inilah akan diumumkan pemenang untuk beberapa kategori penghargaan koran terbaik di Asia.

Tidak hanya dihadiri oleh pembicara dan tokoh-tokoh industri media di seluruh dunia, even Publish Asia 2012 ini bakal makin istimewa dengan hadirnya ketua Serikat Perusahaan Suratkabar (SPS) Dahlan Iskan yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN. Mantan wartawan yang pernah memimpin PLN itu akan membuka acara Asian Media Awards pada Rabu malam (11/4). Besok siang, Publish Asia 2012 dimulai dengan learning workshop dan expo. Sekitar 700 delegasi dari industri media dari seluruh dunia memastikan hadir dalam acara tersebut, termasuk di antaranya adalah 250 peserta dari Jawa Pos Group.

Jawa Pos Group yang kini memiliki jaringan 206 media mulai dari Aceh hingga Papua itu, masing-masing mengirimkan perwakilannya untuk belajar dan mengamati perkembangan industri media di forum ini. “Jawa Pos Group adalah peserta terbesar Publish Asia 2012, karena kita memiliki jaringan koran terbesar di tanah air,” kata Azrul Ananda, direktur utama Jawa Pos Koran.

Azrul sendiri juga didapuk menjadi pembicara utama dalam even bertema Shaping the Future of News Publishing tersebut. Dia akan menyampaikan materi soal inovasi dan perkembangan media dengan cara “di luar pakem (out of the box)” di depan semua kelompok peserta (CEO Conference, Advertising Summit, Newsroom Summit, dan Printing Summit). Selain Azrul, CEO PT Kompas Gramedia, Agung Adiprasetya, juga menjadi pembicara soal pioneer media digital di Asia Tenggara.

Publish Asia 2012 lebih berbobot dengan hadirnya beberapa pembicara top dunia lainnya, yakni Jack Mattews (CEO Fairfax Metro Australia),  Rahul Kansal (CEO Times of India), Eamon Byrne (Business Director The Byrne Partnership), Manfred Werfel (Executive Director WAN-IFRA), dan beberapa pembicara dari Inggris, USA, Kanada, dan negera-negara Eropa lainnya. (iro/jpnn)

Golkar Sumut Mengaku Solid

MEDAN-Wakil Ketua DPD PG Sumut, Ir Chaidir Ritongan, mengaku belum mengetahui dengan pasti soal pemecatan Hardy Mulyono sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Golkar Sumut pun mengaku tetap solid.

Itulah sebab Chaidir Ritonga belum mau berkomentar banyak soal nasib koleganya tersebut. “Belum ada kebijakan dan keputusan DPP,” ungkap Chaidir Ritonga, kemarin.

Begitu juga ‘hukuman’ yang akan diterima Hardy Mulyono. Contohnya, apakah pencopotan itu akan berpengaruh pada keanggotaan Hardy Mulyono di DPRD Sumut. “Jangan sampai sanksi yang diberikan menimbulkan konflik, dan jangan sampai terjadi konflik dengan ada atau tidak adanya sanksi itu,” tuturnya.

Apa ada peluang Hardy Mulyono diganti atau dicopot juga dari kedudukannya sebagai anggota dewan, atau istilahnya di Pengganti Antar Waktu (PAW)-kan? “Secara pribadi, saya tegaskan tidak menginginkan itu. Maksudnya, agar ini menjadi masukan. Mungkin adalah reposisi saja. Jika memang PAW, itu bisa juga. Pemecatan dan PAW adalah kewenangan DPP Golkar. Dan itu bentuk daripada penyikapan terhadap semua usulan dan saran dari semua tingkatan partai, DPD Provinsi atau DPD Kab/Kota,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Hanafiah Harahap SH, selaku Wakil Sekretaris  DPD Partai Golkar Sumut ketika ditanya hal yang sama menjawab, kepemimpinan PG Sumut masih solid. “Kalaupun ada perbedaan pendapat justru tetap berpandangan sama tetap mengacu pada AD/ART dan ketentuan organisasi. Kedua, sampai dengan sekarang solidalitas kepemimpinan dan fungsionaris tertuju pada pengejawantahan program kerja partai. Tahun 2012 adalah tahun karya kekaryaan menyambut denyut aspirasi masyarakat. Sesuai doktrin partai, Suara Golkar Suara Rakyat. Dan ketiga adalah secara kelembagaan DPD PG Sumut tunduk dan patuh pada keputusan DPP Partai Golkar,” ungkapnya.

Bagaimana pula dengan sosoknya, yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Hardy Mulyono sebagai Sekjend DPD PG Sumut? Menyangkut hal itu, M Hanafiah Harahap mengatakan menyerahkan sepenuhnya terhadap keputusan partai.

“Saya dan kawan-kawan pengurus DPD PG Sumut telah sepakat dalam rapat pleno yg dihadiri utusan DPP, setuju menyerahkan  kewenangan revitalisasi organisasi PG Sumut kepada Bapak Andi Achmad Dara. Rapat pleno tersebut dilaksanakan tanggal 2 Februari 2012. Secara pribadi dan kader, kita tunggu saja penjelasan dari DPP Partai Golkar. Tegasnya, jajaran DPD PG Sumut taat asas dan patuh pada  DPP PG,” bebernya.

Dijelaskannya, Rapat Pleno DPD PG Sumut tanggal 2 Februari 2012 lalu, menindaklanjuti Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) No 14 DPP Partai Golkar Tahun 2011 tentang revitalisasi organisasi Partai Golkar se-Indonesia. Juklak tersebut adalah percepatan penguatan program umum Partai Golkar, dengan sikap catur sukses sebagai hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) PG di Pekanbaru Tahun 2009 lalu.

Sementara itu, Hardy Mulyono sendiri yang berupaya dikonfirmasi Sumut Pos melalui seluler enggan menjawab kendati terdengar nomor ponsel miliknya aktif ketika dihubungi. Saat ditanya melalui layanan pesan, Hardy Mulyono juga enggan membalasnya. Baru sekira pukul 12.11 WIB, Hardy Mulyono membalas. “Maaf, saya sibuk. Hubungi lagi nanti,” begitu tulisnya dalam pesan pendek.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, pertemuan internal kader PG Sumut di Hotel Polonia Medan beberapa waktu lalu, ternyata hanya dihadiri sekitar tujuh pimpinan DPD Golkar kabutapen/kota se-Sumut. Sementara DPD Golkar kabupaten/kota lainnya hanya diwakili oleh perwakilan pengurus DPD saja, tidak dihadiri oleh Ketua-ketua DPD kabupaten/kota tersebut. Ketujuh DPD Golkar Sumut yang langsung dihadiri ketuanya adalah DPD Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Gunung Sitoli, Labuhanbatu Selatan, Tanjungbalai, dan Asahan. (ari)

Garuda Punya Jurus Jitu, Kualanamu Ikut Siap

Sambut ASEAN Open Sky Policy 2015 (1)

Persaingan dunia penerbangan saat ini memang cukup ketat. Tak mudah untuk menggeser pesaing dari luar negeri seperti maskapai Singapore Airlines, Thai Airways, Malaysia Airlines, Tiger Airways atau lainnya.

LAILA AZIZAH, Medan

Ditambah lagi dengan rencana ASEAN Open Sky 2015, persaingan maskapai pun semakin terbuka lebar. Tapi, Garuda Indonesia, sebagai maskapain
kebanggaan bangsa ini, punya jurus jitu ‘menyikat’ para pesaingnya.

Bagi masyarakat awam, mungkin belum tahu maksud dari ASEAN Open Sky 2015. Ya, ASEAN Open Sky 2015 atau liberalisasi penerbangan merupakan kebijakan untuk membuka wilayah udara antarsesama anggota negara ASEAN.

Hal ini dianggap sebagai bentuk liberalisasi angkutan udara yang telah menjadi komitmen kepala negara masing-masing negara anggota dalam Bali Concord II, yang dideklarasikan pada KTT ASEAN pada 2003 silam dan diimplementasikan pada 2015.

Untuk menyambut ASEAN Open Sky 2015 ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hanya menyiapkan lima bandara yang masuk dalam program ASEAN Open Sky 2015. Bandara yang dimaksud yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Denpasar, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Kualanamu Medan. Tentu saja, kelima bandara ini dinilai cukup siap dalam infrastrukturnya.

ASEAN Open Sky 2015 memang diimplementasikan pada 2015 mendatang, tapi Garuda Indonesia tak main-main menyambutnya dan bersiap-siap bertarung menghadapi maskapai luar negeri yang jadi pesaing. Bak seorang petarung ulung, Garuda Indonesia telah mengeluarkan jurus jitunya agar pesaing bisa ‘keok.’

Bahkan jurus jitu itu sebenarnya sudah ditebar Garuda Indonesia sejak beberapa tahun lalu demi mengharumkan bangsa karena sering kali keselamatan penerbangan kita masih dinilai buruk oleh luar negeri, khususnya negara Eropa.

Seperti kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto, untuk menghadapi ASEAN Open Sky 2015, Garuda berencana membeli 194 pesawat hingga 2015. Pesawat itu di antaranya, Boing B737-800NG (Next Generation), Airbus A330-300/200, Boing B777-300ER dan pesawat Bombardier, dengan rata-rata usia pesawat 5 tahun.

“Pesawat ini nantinya akan mempu menghadapi pesaing kita dari luar negeri di ASEAN Open Sky 2015,” ujar Pujobroto pada Kamis (5/4) lalu yang dihubungi penulis melalui telepon selulernya di nomor 0811158xxx.

Tentu saja, jurus jitu itu dengan bersaing di armada pesawat yang canggih. Misalnya saja, pesawat Boeing 737-800 Next Generation milik Garuda ini dilengkapi dengan teknologi interior unik yang disebut Boeing Sky Interior. Melalui teknologi itu, pilot dapat mengatur lampu pada kabin atas penumpang, yang memberi berbagai efek nuansa langit sehingga dapat dirasakan suasana berbeda oleh penumpang. Misalnya, warna biru angkasa untuk memberi kesan lembut, warna seperti suasana matahari terbenam untuk memberi kesan rileks.

Ditambah lagi, lampu-lampu dengan teknologi LED yang diperkirakan mampu bertahan hingga 40.000 jam. Selain dilengkapi dengan teknologi semacam langit buatan, pesawat Boeing 737-800NG juga dilengkapi dengan peranti hiburan audio dan video on demand pada setiap kursinya. “Penambahan pesawat Garuda meliputi Boeing 737-800NG untuk rute domestik dan regional, Airbus A330-300/200 untuk jarak menengah dan sedang, serta Boeing 777-300ER untuk jarak jauh,” tambah Pujobroto lagi.

Nah, pesawat canggih milik Garuda Indonesia ini beberapa di antaranya bakal ditempatkan di Bandara Kualanamu Medan, jika bandara kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini sudah beroperasi. Tentu saja, penempatan pesawat canggih milik Garuda itu untuk menghadapi pesaing di ASEAN Open Sky 2015.

Melalui Bandara Kualanamu, pesawat-pesawat canggih dan berbadan lebar milik Garuda Indonesia tersebut akan melayani rute dari Medan ke luar negeri. Seperti Medan-Penang, Medan Kuala Lumpur bahkan dari Medan menuju rute Eropa.

Bagi masyarakat Sumatera Utara yang hendak bertolak ke luar negeri melalui Bandara Kualanamu, tentu semakin dimudahkan penerbangannya dengan Garuda Indonesia. Sebab, sudah ada pesawat Garuda Indonesia yang semakin canggih dengan jam terbang tinggi untuk bertolak ke Eropa atau rute luar negeri lainnya. Masyarakat Sumutpun semakin terlayani.

“Memang pada 2013, Garuda Indonesia membuka rute baru ke Eropa. Di antaranya, rute ke London-Inggris, Paris-Perancis, Frankfurt -Jerman dan Roma-Italia. Jadi, bagi masyarakat Sumut yang hendak ke Eropa bisa terlayani Garuda Indonesia melalui Bandara Kualanamu,” kata Pujobroto lagi.
Artinya, kata Pujo, dengan dibukanya rute ke Eropa tersebut, tentu tak hanya berdampak baik terhadap pasar Garuda, tapi juga sebagai peluang emas bagi Kota Medan untuk menambah tamu wisatanya. Sebab, jika Garuda Indonesia sudah membuka rute ke Eropa, misalnya dari domestik ke Eropa, atau sebaliknya, dari Eropa bisa langsung ke Medan, maka dunia pariwisata Kota Medan akan semakin hidup.

“Sebab, dengan beroperasinya Bandara Kualanamu, pesawat berbadan lebar tak perlu lagi transit melalui Bandara di Kuala Lumpur atau di negara tetangga, tapi sudah bisa langsung mendarat di Bandara Kualanamu,” ujarnya.

Jika Garuda Indonesia semakin mapan dalam mempersiapkan armadanya, tentu saja calon penumpang dari Bandara Kualanamu nantinya tidak bakal melirik maskapai luar negeri yang datang menjadi pesaing dan coba merebut pasar domestik. Atau sebaliknya, warga Eropa di sana bakal nyaman memilih terbang bersama Garuda untuk masuk ke Indonesia.

Lalu, bagaimana dengan persaingan harga tiket? Tentu, Garuda sudah punya jurus jitu. (bersambung) Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba karya tulis jurnalis Kota Medan GATF 2012.

Pesawat Ditembaki di Puncak Jaya

Satu Wartawan Tewas, Empat Lainnya Terluka

JAYAPURA- Pesawat Trigana Air jenis Twin Otter DHC 6300 PK-YRF ditembaki kelompok kriminal bersenjata di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Minggu (8/4) sekitar pukul 08.30 WIT. Akibat penembakan ini, seorang wartawan Papua Pos Nabire Leiron Kogoya (35), tewas setelah terkena tembakan di leher sebelah kanan. Kemudian empat orang lainnya mengalami luka-luka, di antaranya Pilot Trigana Air Capt. Beby Astek (40), Kopilot Willy Resubun (30), seorang ibu rumah tangga Yanti Korwa (30) dan seorang anak Pako Korwa (4).

Selain mengakibatkan korban tewas dan luka-luka, pesawat Trigana Air itu juga mengalami kerusakan di bagian hidrolik, sehingga sempat mengalami gangguan saat mendarat.

Informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos (grup Sumut Pos) menyebutkan, peristiwa ini bermula ketika Trigana Air PK-YRF terbang dari Nabire dengan tujuan Bandara Mulia, Puncak Jaya, Minggu (8/4) sekitar pukul 07.25 WIT.

Saat pesawat masih di udara dan hendak mendarat di Bandara Mulia Puncak Jaya, sekitar pukul 08.30 WIT, tiba-tiba ditembaki oleh kelompok orang tak dikenal yang jumlahnya diperkirakan lebih dari lima orang.

Setelah ditembaki, pesawat yang hendak mendarat itu sempat mengalami gangguan, karena mengalami kerusakan di bagian hidrolik, namun untungnya pesawat tersebut masih bisa mendarat dengan selamat, dan selanjutnya dilakukan evakuasi terhadap para korbannya.
Usai melakukan penembakan, para pelaku langsung melarikan diri ke dalam hutan dan kini masih dalam pengejaran aparat.

Direktur Operasi Trigana Air, Capt Beni Sumaryanto mengatakan, pesawat yang berpenumpang 8 orang tersebut saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Mulia, Puncak Jaya tiba-tiba ditembaki oleh orang yang tidak dikenal.

“Pesawat jenis itu tertembak pada bagian hidrolik sehingga pada saat pendaratan sempat mengalami gangguan, namun dapat mendarat dengan baik,” katanya di Hanggar Trigana Air, Sentani, Minggu (8/4).

Proses evakuasi terhadap para korban luka dari Bandara Mulia dengan pesawat Trigana Air lainnya ke Jayapura baru berhasil dilakukan pukul 15.30 WIT, setelah menunggu situasi di Bandara Mulia kondusif.

Para korban luka yang tiba di Bandara Sentani, Jayapura kemarin sore itu selanjutnya dibawa ke RS Dian Harapan, Waena, Kota Jayapura untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu,  Kabid Humas Polda Papua AKBP  Drs. Yohannes Nugroho Wicaksono ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan bahwa pesawat Trigana Air ditembaki saat mendarat di Bandara Mulia Puncak Jaya. “Akibatnya satu wartawan Papua Pos Nabire tewas terkena tembakan di bagian leher kanan,” jelasnya.

Menurutnya, usai melakukan penembakan, para pelakunya dari kelompok orang tidak dikenal (OTK) itu langsung kabur ke hutan dan kini masih dalam pengejaran oleh anggotanya dibantu aparat TNI.

“Anggota di Puncak Jaya juga telah melakukan olah TKP untuk mencari barang bukti,” tandasnya.
Mengenai kronologinya, Kabid Humas menjelaskan, kejadian ini bermula saat pesawat Trigana PK-YRF hendak mendarat di Bandara Mulia, dan tiba-tiba diberondong oleh sekelompok OTK hingga pilot panik, sehingga saat landing pesawat itu keluar dari landasan pacu dan menabrak bangunan.

Sumber lainnya menyebutkan, karena tembakan itu, pesawat Trigana Air akhirnya keluar landasan dan sempat menabrak bangunan. “Tanki pesawat berlubang karena terkena tembakan. Beruntung tidak meledak, meski sempat menabrak bangunan di sekitar bandara,” ujar sumber terpercaya itu.
Sementara itu, pimpinan umum Papua Pos Nabire, Angel Berta Sinaga ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan korban tewas dalam penembakan pesawat Trigana Air di Puncak Jaya itu adalah wartawannya. “Leiron Kogoya adalah salah satu wartawan kami, yang saya tugaskan sementara di Puncak Jaya untuk mengabarkan perkembangan pemilukada di sana,” katanya.

Angel mengutarakan tidak ada hal yang aneh ketika wartawannya ditugaskan ke Puncak Jaya, sebab Leiron adalah orang asli Papua yang kedua orang tuanya juga dikabarkan tinggal di Puncak Jaya.

“Leiron dari kecil sudah kami didik di Jayapura untuk menjadi seorang jurnalis. Kemudian kami menugaskannya ke Papua Pos Nabire. Kemudian seminggu yang lalu saya memintanya untuk berangkat ke Puncak Jaya untuk meliput perkembangan pilkada di sana dan kemarin sore (Sabtu, 7/4) saya memintanya mencari tiket pesawat untuk berangkat ke Puncak Jaya,” ungkapnya.

Namun setelah berangkat ke Puncak Jaya, ternyata nasib berbicara lain. Ia menjadi korban penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata yang selama ini memang sering beraksi di Mulia, Puncak Jaya. “Kami tim Papua Pos Nabire dan Pasifik Pos merasa berduka dan kehilangan dengan adanya kejadian ini,” ucapnya sedih.

Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang berada di Puncak Jaya terkait pemakamannya. “Sementara ini, jenazah Leiron disemayamkan di Kediaman Wakil Bupati Puncak Jaya Henock Ibo,” pungkasnya.

Atas insiden penembakan yang menewaskan wartawan ini, Aliansi Jurnalis Independen Kota Jayapura menyampaikan turut berduka cita.
“Kepada pihak Kepolisan agar secepatnya mengungkap pelaku penembakan terhadap pesawat Trigana PK – YRF yang mengakibatkan Leiron Kogoya terluka dan meninggal dunia,” tegas Ketua AJI Kota Jayapura, Viktor Mambor dalam surat elektroniknya yang dipublis ke group jurnalis Papua.

Menurutnya, pihak Kepolisian sudah semestinya menjamin keamanan warga sipil, termasuk wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Kepada rekan-rekan wartawan di Papua, agar selalu waspada dan berhati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, berhubung belakangan ini intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan di Papua semakin meningkat intensitasnya,” himbaunya. (ro/cr-175/fud/jpnn)

Korban Tewas:

  • Leiron Kogoya (35) wartawan Papua Pos Nabire/Pasific Pos, terkena tembakan di bagian leher kanan.

Korban Luka:

  1. Pako Korwa (4 tahun), terkena serpihan di jari tangan kiri.
  2. Yanti Korwa (30 tahun), IRT, terkena serpihan di lengan kanan.
  3. Capt. Beby Astek (40 tahun), pilot, terkena serpihan di mata kaki kiri.
  4. Willy Resubun (30 tahun), kopilot, terkena serpihan di jari tangan kanan.

KRONOLOGI:

  • Minggu (8/4) sekitar pukul 07.25 pesawat Trigana Air PK-YRF jenis twin otter terbang dari Nabire dengan tujuan Bandara Mulia, Puncak Jaya.
  • Saat pesawat masih di udara dan hendak mendarat di Bandara Mulia Puncak Jaya, sekitar pukul 08.30 WIT, pesawat ini tiba-tiba ditembaki oleh kelompok orang tak dikenal.
  • Meski ditembaki, pesawat ini berhasil mendarat dengan selamat dan kemudian dilakukan evakuasi terhadap para korbannya.
  • Seusai melakukan penembakan, para pelaku langsung melarikan diri ke dalam hutan dan kini masih dalam pengejaran aparat.
  • Jenazah Leiron Kogoya disemayamkan di Kediaman Wakil Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo. Sementara para korban luka sekitar pukul 15.30 WIT dievakuasi ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Densus Awasi Pilkada Aceh Hari Ini

JAKARTA- Kerja keras 80 personel Densus Mabes Polri yang dikirim untuk menyiapkan pengamanan Pilkada Aceh mencapai puncaknya. Hari ini, secara serentak pemilihan akan berlangsung mulai pukul 7.00 WIB.

“Kita harapkan damai dan lancar,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution di Jakarta kemarin. Menjelang Pilkada Aceh, beragam teror yang ditujukan ke tim sukses dan kandidat muncul. Karena itu, sejak sebulan lalu, 80 anggota Korps Burung Hantu diperbantukan secara diam-diam ke Serambi Mekkah. Hasilnya, satu tersangka peneror tewas ditembak, sedangkan tujuh lainnya berhasil dicokok hidup-hidup.
Saud menjelaskan, untuk hari H, total kekuatan personel hampir 9 ribu aparat pengamanan. “Itu gabungan, antara Polri dan TNI,” kata mantan Kadensus 88 Anti Teror ini.

Rinciannya, sebanyak 7.930 anggota Polri dan 1.749 anggota TNI. Mereka disebar di 8.848 tempat pemungutan suara. “Pengamanan ada yang tertutup, ada yang terbuka,” kata Saud.

Dalam catatan tim Mabes Polri, menjelang pilkada, sejumlah teror terjadi. Minggu (18/3/2012), mobil Ketua Timses Hasballah-Marwi dibakar di Dusun Indra Tanjung Desa Bintah, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur.

Kemudian, Jumat (23/3), tim sukses Irwandi-Muhyan diserang sekelompok orang di depan posko timses Irwandi-Muhyan di kawasan Jalan Medan – Banda Aceh, Desa Meunasah dayah, Kecamatan Lhokseukon. Pada saat itu, sekitar 12 orang timses tersebut sedang memasang spanduk.
Teror terakhir terjadi Senin (2/4) lalu. Posko Partai Aceh (PA) di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dibakar orang tak dikenal (OTK). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.(rdl/jpnn)

1.300 Orang Napak Tilas Perjalanan Titanic

LONDON- Tak kurang dari 1.300 penumpang memulai pelayaran dari kota Southampton, Inggris, untuk menapaki rute kapal Titanic yang tenggelam bulan ini di Lautan Atlantik 100 tahun silam, Minggu (8/4). Para penumpang dari 28 negara menggunakan kapal MS Balmoral dan akan singgah di pelabuhan di utara Prancis dan selatan Irlandia sebelum tiba di New York dalam 12 hari mendatang.

Ketika berada di Atlantik, MS Balmoral akan berhenti di lokasi tenggelamnya Titanic dan para penumpang akan menggelar upacara untuk mengenang para korban kapal raksasa yang naas tersebut.

Titanic karam dalam pelayaran perdana ke New York pada 15 April 1912 setelah menghantam gunung es, menewaskan sekitar 1.500 orang. Kantor berita Inggris Press Association memberitakan pelayaran MS Balmoral diatur semirip mungkin dengan perjalanan Titanic.

Panitia antara lain membawa jumlah penumpang yang sama (1.309 orang) dan bahkan menu yang dihidangkan selama 12 hari perjalanan ini sama dengan menu yang dulu dinikmati para penumpang Titanic.(net)

Ancaman Mogok Hakim Makin Kuat

Tuding Pemerintah Tidak Respons Tuntutan Remunerasi

JAKARTA- Tuntutan para hakim terkait kenaikan gaji sudah sangat bulat. Karena itu, ketika tidak ada respon dari pemerintah, mereka mengancam mogok. Hari ini (9/4), para hakim bmengawali road show pemogokan itu dengan melakukan demo di Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY).
Hakim Pengadilan Negeri Aceh Tamiang Sunoto menegaskan agenda tersebut. “Bahasanya tetap, masih seputar kesejahteraan hakim yang tidak memadai,” ujarnya kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), kemarin.

Dia berharap, aksi tersebut bisa menggugah pengambil kebijakan untuk memperjuangkan kesejahteraan hakim. Baginya, minimnya pendapatan hakim sama saja dengan merendahkan profesi mereka sebagai pengadil. Padahal, tidak jarang mereka menangani kasus yang mempertaruhkan nyawa. Sunoto mengklaim sudah mendapat dukungan 150 hakim.

Bagi Sunoto, meminta remunerasi bukan hal memalukan karena hak hakim sudah diatur dalam UU Kekuasaan Kehakiman, UU Pengadilan Umum, Agama, dan Tata Usaha Negara. Namun, semua itu tidak dipenuhi oleh negara. Bagaimana dengan rencana mogok sidang? “Bergantung hasil pertemuan besok (hari ini, red),” katanya.

Para pengadil di meja hijau itu akan mogok bersidang jika tidak ada remunerasi dalam waktu dekat. Alasannya, sudah empat tahun gaji hakim tidak naik. Tunjangan mereka pun tidak naik dalam sebelas tahun terakhir. Di sisi lain, gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS) sudah naik sebelas kali sejak PP No 11 tahun 2011 diterbitkan.

Sementara itu, gaji pokok hakim yang juga PNS tetapi diatur PP No. 8  tahun 2000, tidak lagi pernah mengalami kenaikan sejak empat tahun lalu. Akibatnya, gaji pokok hakim yang awalnya lebih besar dibanding gaji pokok PNS dengan selisih Rp 200 ribu, kini malah jauh tertinggal.
Hakim Agung Gayus Lumbun meminta agar para pengadil tetap sabar dan tak melakukan demo. “Pasti kami perjuangkan,” ucapnya.(dim/ca/jpnn)

Sopir Ngantuk Tabrak Truk Gandeng, 10 Tewas

JEMBER- Jalur tengkorak Desa Gambirono, Bangsalsari, Jember, Jatim, memakan korban. Kecelakaan maut yang terjadi Minggu (8/4) pagi antara mobil L-300 dan truk gandeng menewaskan sepuluh orang dan empat orang lainnya terluka parah.

Kecelakaan maut di jalur utama Surabaya-Jember itu terjadi sekitar pukul 04.15. Minibus L-300 bernopol P 2269 U yang melaju dari Surabaya menabrak truk gandeng bernopol AG 8164 US di depan pabrik kayu PT Sejahtera Usaha Bersama (SUB).

Seluruh korban adalah penumpang L-300. Di antara sepuluh korban tewas, empat orang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Enam lainnya tewas saat dalam perawatan di Puskesmas Bangsalsari dan Puskesmas Rambipuji, Jember.

Radar Jember (grup Sumut Pos) melaporkan, saat itu L-300 yang dikemudikan Edy melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat atau Lumajang (Surabaya). Mobil tersebut berjalan di belakang sedan yang identitasnya hingga kini belum diketahui. “Tampaknya, dua mobil itu balapan,” kata Arifin, seorang tukang tambal ban yang menyaksikan peristiwa mengerikan tersebut.

Sesaat sebelum kecelakaan, sebuah truk gandeng yang mengangkut kayu sengon hendak masuk ke PT SUB. Di TKP, sedan yang berada di depan L-300 berhasil mendahului truk gandeng yang separo badannya sudah masuk ke lokasi pabrik. Tetapi, naas bagi L-300 yang dikemudikan Edy itu. Kendaraan yang mengangkut 14 orang dan melaju dengan kecepatan tinggi itu menabrak bagian belakang truk gandeng yang dikemudikan Juma’ari (55), warga Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jatim.

Suara benturan yang sangat keras mengagetkan warga. Beberapa petugas sekuriti PT SUB langsung berusaha memberikan pertolongan. “Tidak ada suara jeritan orang dari dalam mobil. Tampaknya seluruh penumpang tidur dan sopirnya ngantuk,” kata Andik, seorang karyawan PT SUB yang ikut mengevakuasi korban.

Kondisi Edy, sopir L-300, tergencet antara setir dan kursi. “Penumpang ngumpul jadi satu,” terangnya.

Menurut Juma’ari, sebelum truknya ditabrak L-300, dirinya melihat sebuah mobil menyalip truknya. “Dari arah depan, saat bersamaan dengan kecelakaan itu, juga ada mobil yang melintas,” katanya.

Saat itu, kata dia, laju truknya sangat pelan. Sebab, truk yang bermuatan puluhan ton kayu itu hendak masuk pabrik. Apalagi, separo badan truk sudah masuk ke jalan menuju pabrik.

Kapolraes Jember AKBP Jayadi didampingi Kasatlantas Polres Jember AKP Wiwit Adi Satria yang meninjau TKP mengatakan, diduga kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi L-300 mengantuk. “Setelah olah TKP, di lokasi kejadian tidak ada bekas rem mobil sama sekali,” ujarnya.
Menurut Kapolres, Edy bukanlah sopir asli kendaraan tersebut. Sebab, sopir asli L-300 itu adalah Syaifullah, yang karena kelelahan duduk di jok penumpang. Syaifullah hanya mengalami luka-luka. “Sopir yang mengemudi ini sopir cadangan,” ungkapnya. (jum/rid/har/jpnn/c4/nw/jpnn)

Pendidikan untuk Semua

Kabar gembira bagi masyarakat kaum miskin yang selama ini terpinggirkan dan ingin menikmati pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen menjadikan 2012 sebagai tahun memberikan layanan kepada mereka yang tidak terjangkau. Kemendikbud pun telah memilih sebuah jargon yakni “Menjangkau Mereka yang Tidak Terjangkau”.

Oleh:
Stevan Ivana Manihuruk

Mendikbud, Muhammad Nuh menjelaskan, jargon tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program keramahan sosial yang dicanangkan tahun 2011, yakni ketika Kemdikbud menjemput para lulusan SMA/MA/SMK dari keluarga miskin untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Lebih lanjut Muhammad Nuh menjelaskan, pengertian “tak terjangkau” bukan hanya tak terjangkau secara ke wilayahan, tapi juga sosial-ekonomi, bahkan kultural atau budaya.
Artinya, mereka yang masuk kategori miskin yang berada di perkotaan pun juga masuk dalam definisi “tak terjangkau” ini.

Dukungan sekaligus apresiasi tinggi tentunya pantas kita alamatkan kepada Kemendikbud yang secara sadar telah memilih dan merumuskan komitmen tersebut. Tentu saja kita juga berharap agar jargon yang sudah dipilih tidak menjadi jargon semata melainkan benar-benar diimplementasikan. Terlebih lagi, persoalan pendidikan di republik ini sudah sangat nyata. Bukan rahasia lagi, pendidikan sudah menjadi barang langka dan mahal yang hanya bisa dinikmati oleh minoritas kalangan tertentu saja.

Jika orang mampu (baca:kaya) bebas dan tinggal memilih tempat yang dianggap paling nyaman untuk menikmati pendidikan, kalangan orang miskin justru pusing pada pilihan melanjutkan pendidikan atau tidak karena keterbatasan biaya.

Faktanya, saat ini masih banyak anak usia sekolah yang tidak bisa menikmati pendidikan karena kemiskinan. Padahal menurut data yang ada, Indonesia mempunyai penduduk usia sekolah yang sangat besar, yakni 102,6 juta (Sofian Effendi, 2008). Jumlah ini berarti 28 kali lebih besar dari penduduk Singapura atau hampir 6 kali dari penduduk Australia.

Maka komitmen Kemendikbud yang ingin menjangkau mereka yang tidak terjangkau menimbulkan harapan baru bagi masyarakat miskin yang ingin mengecap pendidikan. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan ini, kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dipersepsikan semakin tidak pro rakyat. Kampanye sekolah gratis yang digebyarkan pemerintah terbukti hanyalah komoditas politik semata tanpa realisasi yang nyata.
Ada lagi kebijakan “kastanisasi” sekolah dengan melekatkan embel-embel “internasional” pada sekolah tertentu. Ini sangat diskriminatif karena pada akhirnya sekolah “internasional” tersebut pun mematok biaya yang sangat mahal bagi siswa yang ingin mengecap pendidikan di sekolah tersebut. Sekali lagi, harapan si siswa miskin untuk mendapat pendidikan yang layak dan berkualitas hanya menjadi harapan kosong.

Pada level perguruan tinggi, lebih nyata lagi. Dari tahun ke tahun, kuota bagi calon mahasiswa yang ingin masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) melalui jalur seleksi nasional (reguler) semakin berkurang. Sebaliknya, semakin banyak jalur-jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN-PTN favorit tentunya dengan syarat penambahan biaya yang lebih besar dari jalur reguler.

Permasalahan lainnya adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap ketersediaan dan kelayakan fasilitas pendidikan di beberapa tempat tertentu. Pembangunan infrastruktur pendidikan terutama di daerah-daerah terpencil masih sangat minim dan memprihatinkan. Belum lagi masalah kekurangan tenaga-tenaga pengajar yang bersedia ditempatkan di daerah-daerah terpencil. Beberapa waktu lalu, media massa gencar menyoroti fakta bahwa di beberapa daerah, banyak siswa yang sangat kesulitan mencapai sekolahnya dan harus melewati jembatan dan juga menyeberangi sungai yang bisa membahayakan keselamatan nyawa mereka.

Amanat Konstitusi

Semangat pemerintah dalam hal ini Kemendikbud yang berkomitmen akan menjangkau mereka yang tidak terjangkau sebenarnya sudah merupakan kewajiban karena itu adalah amanat konstitusi. Pembukaan UUD 1945 alinea keempat memuat salah satu visi kebangsaan yang ingin dicapai bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Poin ini juga dijadikan sebagai tujuan penyelenggaraan pendidikan nasional. Penegasan tujuan pendidikan nasional juga termaktub di dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (3) yang menyatakan bahwa, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak yang mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”.

Selain itu UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 pasal 3 juga menegaskan bahwa, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab”.

Sangat jelas, konstitusi pun mensyaratkan tidak boleh ada diskriminasi dalam dunia pendidikan. Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang bisa dinikmati oleh masyarakat tanpa memandang kelas ekonomi dan sosial. Demikian halnya upaya pemerintah untuk memajukan pendidikan nasional harus dilakukan dengan tidak membuat sebagian masyarakat justru semakin kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Sekali lagi, kita sangat mendukung serta berharap jargon Kemendikbud di tahun 2012 yang ingin menjangkau mereka yang tidak terjangkau benar-benar bisa dilaksanakan. Kita menantikan langkah-langkah nyata yang akan diambil oleh pemerintah dan bisa berdampak langsung terhadap kemajuan pendidikan nasional. Pendidikan harus lebih didekatkan kepada masyarakat karena sesuai amanat konstitusi; setiap warga negara berhak untuk mengecap pendidikan. Semoga.(*)

*Penulis adalah Alumnus FISIPOL USU, saat ini bekerja di UPT Kementerian Kehutanan, BPDAS Batanghari Jambi.

Puskesmas Tidak Ada Obat Bermutu

082161485xxx

Buat pak Wali Kota Medan, saya warga Kelurahan Pekan Labuhan. Ke mana larinya obat-obat yang bagus di Puskesmas? Kami rakyat cuman dapat B Compleks, CTM, antalgin jika berobat ke Puskemas. Ke mana obat injeksi dan vitamin yang bagus? Tapi kalau berobat ke rumah oknum petugas Puskesmas, semua jenis obat dari pemerintah tersedia. Tolong Bapak wali kota menurunkan tim pemantau agar obat-obatan yang bagus mutunya tepat sasaran. Tidak dikemplangi oknum pegawai Puskesmas. Terima kasih. Sukses selalu buat Bapak Wali Kota Medan.

Puskesmas Harus Mampu Berikan Pelayanan Terbaik

Terima kasih informasinya. Secara teknis dapat dijawab dokter di Puskesma.s Namun harapan kita semua Puskesmas Pekan Labuhan sebagai Puskesmas Rawat Inap mampu dan pasti memberikan pelayanan dan komunikasi yang terbaik kepada masyarakat.

Zain Noval SSTP
Camat Medan Labuhan