Home Blog Page 13697

Pelindo I Akui Lamban dalam Pengembangan Lahan

BELAWAN- PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan, selaku pemegang Hak Pengelola Lahan (HPL) di kawasan pinggiran pantai perairan Belawan mengakui lamban dalam menyerap informasi terkait para investor asing yang mulai melirik kawasan tersebut. Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi studi amdal dan pengembangan di kantor Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (5/4) siang.

“Kita akui (Pelindo) terlambat dalam menerima informasi soal pengembangan lahan di pinggiran pantai. Kenapa masyarakat lebih dulu tahu, karena pihak terkait selaku perpanjangan tangan investor langsung melakukan survai ke pemukiman masyarakat,” kata Muhammad Haris ST, Staf Teknik dan Pengembangan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Medan.

Haris menambahkan, dalam rencana kerja pengembangan pelabuhan terbesar di Sumatera ini, pihak Pelindo I telah membuat rencana induk Pelabuhan Belawan yang dibagi atas tiga tahapan pengembangan dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. Untuk tahap pengembangan jangka pendek dari tahun 2011-2015 di antaranya meliputi program pembangunan open storage, jembatan ke stasiun kereta api, terminal penumpang internasional dan domestik di Pelabuhan Belawan Lama.(mag-17)

Jembatan Rusak Terancam Diblokir

LANGKAT- Jembatan penghubung Desa Namo Sialang ke lokasi wisata Tangkahan di Kecamatan Batang Serangan mengalami kerusakan cukup parah sejak setahun terakhir ini. Walaupun sudah ada usulan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. Namun belum ditanggapi, sehingga warga berniat memblokir jalan dan jembatan.  Seperti diutarakan seorang warga di Desa Namo Sialangm, Amanta Sembiring, Jumat (6/4). Menurut dia, jembatan yang kondisinya rusak parah itu merupakan satu-satunya akses jalan ke Desa Namo Sialang dan Tangkahan di Kecamatan Batang Serangan.

“Sejak dibangun tahun 1982 lalu tidak ada perbaikan jembatan, bahkan setahun ini jembatan penghubung ke lokasi wisata Tangkahan tak diperbaiki,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, kondisi jembatan tersebut sudah dilapor ke Pemkab Langkat, tapi belum ditenggapi.  “Bila tak ada perhatian Pemkab, warga akan blokir jembatan,” katanya.

Kadis PU) Langkat, Bambang I, tak bisa dikonfirmasi via handphonenya.  (mag-4)

Usai Tenggak Bir, Ibu Dua Anak Tewas di Kios

SIANTAR-  Diduga kelebihan mengkonsumsi minuman jenis Bir, Elnaria br Sinaga (45) ditemukan tak bernyawa di rumahnya di lokasi eks Terminal Suka Dame Parluasan, Siantar Utara, Jumat (6/4) dini hari.

Jenazah Elnaria, ibu dua anak itu dalam posisi terlungkup, persis di ruang tengah rumah, yang juga kios usaha warung makan miliknya. Ibu dua anak itu pertama kali diketahui, Fridholin Silaen (41), yang merupakan pria yang sejak Februari 2011 hidup serumah dengan Elnaria.
Diketahui tewas tak wajar, Elnaria langsung dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar untuk keperluan outopsi, yang sebelumnya Fridholin melaporkan kejadian itu ke Polsek Siantar Utara.

Di temui di kamar jenazar RSUD dr Djasamen Saragih sekitar pukul 09.00 WIB, Fridholin menuturkan, saat ditemukan Elnaria sudah tak bernyawa. Memang, sebelumnya sempat jatuh dan pingsan. Tapi, kembali pulih.

Dia mengakui, usai bekerja sebagai buruh bongkar muat sayur-sayuran di dalam eks terminal Suka Dame atau sekitar 50 meter dari kios yang tempatinya. Saat bekerja, teman Elnaria sempat memanggil untuk segera pulang ke rumah. Saat itulah, dengan langkah terburu-buru menuju kios yang terbuat dari terpal itu.

“Baru saja dua langkah dari pintu masuk, tubuh korban dalam keadaan telungkup di atas tikar dalam kios yang hanya berukuran 5×6 Meter, saat memegang tubuh Elnaria dan hendak membangunkannya, sedikit terkejut karena tubuh sudah kaku,” ceritanya.
Kecurigaan semakin tak menentuk, ketika Fridholin melihat Elnaria tidak merespon apapun setelah berupaya dibangunkan. Bahkan, pipi Elnaria sempat ditamparnya beberapakali untuk menyadarkannya dari tidur.

Ternyata korban sudah tak bernyawa, saya sempat histeris,” ujarnya sembari mengatakan, rumah korban langsung diramaikan warga yang saat itu sedang beraktifitas menjajakan dagangan sayuran di dalam eks terminal Suka Dame.

Fridholin mengungkapkan, sebelum persitiwa itu, persisnya Kami (5/4) sekitar pukul 22.00 WIB dirinya pamitan kepada korban untuk bekerja bongkar. Tapi, sebelum beranjak pergi, sempat mengingatkan korban untuk tidak terlalu banyak menenggak minuman Bir yang saat itu sedang dilakukan bersama dua orang teman korban.

“Tapi saat itu saya malah lempar botol Bir kosong yang nyaris mengenai paha sebelah kanan saya,” ujarnya.  Kapolsek Siantar Utara, AKP M Nababan didampingi penanggungjawab Forensik, dr Reinhard Hutahaean menegaskan hingga kini sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangannya.
Lebih lanjut, Nababan menambahkan, sesuai keterangan dr Reinhard Hutahean, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya saja pada bagian dalam tubuh korban, diketahui sedang tidak hamil, namun terdapat kelainan pada Kista Ovarium atau cairan pada Uterus. Selain itu, Elnaria mengidap penyakit jantung. Pasalnya, berat jantung diketahui 380 Gram atau sudah melebihi berat jantung orang normal yang rata-rata beratnya, 180 Gram.

“Bahkan serabut jantung, cendrung keras yang berakibat fatal apabila seseorang dipengaruhi minuman berdosis alkohol. Terdapat juga tanda Aksipasia di paru-paru korban  hingga Forensik mengirimkan temuan cairan di paru-paru dan uterus ke labkrim Poldasu guna pemeriksaan Toksologi Anatomi,” ujarnya.

Setelah ditelisik, ternyata Elnaria merupakan janda yang ditinggal mati suaminya bermarga Situmorang. Dari perkawinan itu, dikaruniai dua anak, Tina (13) dan Sialosso (9). Kini, kedua anaknya ada di Bagan Batu, Rokan Hilir. Kedua anak itu kini diasuh keluarga dari suami Eliarna. (mag-5/smg)
Sedangkan kehadiran Fridholin Silaen disamping korban, baru diketahui sekitar bulan Februari 2011. Keduanya memilih bertempat tinggal di kios dalam eks Terminal Suka Dame. (mag-5/smg)

Bus Makmur Terbalik, 20 Penumpang Luka-luka

BILAHHULU- Bus Makmur BK 7969 DH tujuan Pekanbaru-Medan terbalik di Jalinsum Buluh Cina,  Bilahhulu,  Labuhanbatu, Jumat (6/4) sekitar pukul 03.20 WIB. Akibatnya, 20 penumpang bus terpaksa dibawa ke RSU Rantauprapat karena mengalami luka-luka.

Insiden naas itu terjadi, saat bus yang dikemudikan A Sianipar (54) melanju kencang melintasi tikungan. Tiba-tiba, bus yang membawa sekitar 50 penumpang lepas kendali. Akibatnya bus yang datang dari arah Pekanbaru menuju Medan terbalik.

Kanit Laka Polres Labuhanbatu, Aipda GM Siagian yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa itu murni kecelakaan lalu-lintas tunggal. Saat kejadian itu, supirnya lepas kendali karena terlalu kencang di jalan menikung.

Dia menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, hanya saja ada sebanyak 20 penumpang mengalami luka-luka cukup serius, sehingga harus menjalani perawatan di RSU Rantauprapat.

“Tidak ada korban jiwa, hanya korban luka dan telah dirawat di RSU Rantauprapat. Sedangkan supir bus dan bus Makmur sudah diamankan,”  katanya.
Seorang penumpang bus, Imanuel Butar-butar (45) mengatakan, saat kejadian, dirinya tidak mengetahui persis karena saat itu dirinya sedang tertidur pulas. “Penumpang lainnya juga sedang tertidur,” katanya. (cr1/smg)

Premiun Capai Rp6 Ribu per Liter

BATUBARA- Pasca dibatalkannya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu (31/3) lalu. Ternyata tak berpengaruh di Kabupaten Batubara. Harga BBM eceran mencapai Rp7 ribu per liter. Amatan Metro Asahan (Grup Sumut Pos) di berbagai tempat pengecer BBM di Batubara. Harga eceran minyak premium dan solar bervariasi mulai Rp6 ribu perliter hingga Rp7 ribu per liter.

Seperti diungkapkan seorang pengecer minyak bensin, Yustinar(30) warga Seibalai mengaku menjual premiun Rp6 ribu per liter dan solar Rp7 ribu per liter.

“Harga itu sudah sama seperti pedagang lainnya di Seibalai,” ujarnya, Jumat (6/4).

Pedagang lainnya, Latifah warga Desa Empat Negeri, Limapuluh mengaku, menjual premium dengan harga yang sama seperti di Seibalai.

Lebih lanjut, pedagang lainnya di Kecamatan Air Putih, Amir mengatakan, kenaikan harga premium dan solar di tingkat pengecer dikarenakan setiap membeli premium dan solar dikenakan biaya Rp10 ribu per jeriken. Selain itu, dikenakan biaya antrean sebesar Rp1000 per jerikennya.

“Wajarlah kami naikkan harga minyak, karena di SPBU kami dikenakan biaya tambahan. Kami hitung-hitung dengan keuntungan kami, maka harga Rp6 ribu per liter pantas untuk premium dan Rp7 ribu per liter untuk harga solar,” katanya.  Terpisah, pemerhati masyarakat Batubara, Agus Salim SE mengatakan, hendaknya Pemerintah Batubara harus sigap menyikapi persoalan kenaikan harga BBM di tingkat eceran dan kenaikan harga sembako.

“Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena berdampak kepada perekonomia masyarakat. Pemkab Batubara harus mencari solusi terbaik, seperti membuat sidak ke SPBU dan pasar tradisional,”ucapnya.  (ck1/smg)

Wanita Pengendara Kawasaki Ninja Dirampok

SERGAI- Seorang remaja putri pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja BK 5944 XAG, Ismaliyah Sembiring (18) warga Dusun I, Gang Kancil, Desa Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai) dirampok dua orang pria tak dikenal (OTK).

Peristiwa naas itu terjadi, Rabu (4/4) sekira pukul 21.30 WIB. Saat itu, Isma sapaan akrabnya meminjam sepeda motor Kawasaki Ninja milik Zulhamdani Purba (19) warga Dusun III, Desa Sei Rampah.

Isma meminjam sepeda motor untuk jalan-jalan seorang diri. Setelah berjalan-jalan sepeda motor nya mogok di tempat sepi, di Jalinsum Km 61,5 Dusun V, Pangkalan Budiman, Desa Sei Rampah, Sergai.

Dia mencoba menghidupkannya, namun gagal. Saat bersamaan, sepeda motor Yamaha Vixion warna merah menghampirinya. Ternyata dikendarai dua pria berperawakan tegap, langsung membantu. Setelah mesin hidup, pria itu tancap gas tinggalkan korban.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Danny Boy Panggabean SH melalui KBO, Iptu E Panjaitan membenarkan peristiwa itu dan pihaknya telah menagani perkaranya. (mag-16)

Batang Pohon Patah, Jalinsum Macet 5 Kilometer

SERGAI-  Hujan deras di sertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis  (5/4) malam sekitar pukul 21. 00 WIB, membuat batang pohon banyak yang patah. Akibatnya jalan menjadi macet total di KM 59-60,  Dusun XIV, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

Amatan Sumut Pos di lokasi kemacetan, ribuan mobil terjebak macet dari dua arah dari Medan dan ke Medan.  Panjang kemacetan sekitar lima kilometer. Kemacetan berangsur normal sekira pukul 10.00 WIB, Jumat (6/4).

Panjangnya kemacetan itu diakibatkan lambannya penangan  oleh Pemkab Serdang Bedagai, ditambah pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan Sei Rampa karena angin sangat kencang.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Hasan Basri membenarkan adanya kemacetan yang sangat panjang. Kemcetan itu tercipta banyaknya batang pohon yang patah dan menghalangi jalan, dan ditambah lagi dengan pengemudi kendaraan yang tidak sabar, sehingga kemacetan semakin panjang. “Kemacetan baru normal sekitar pukul 10.00 WIB,” ucapnya. (mag-16)

Warga Batubara Ngemis di Kota Lemang

Melihat Razia Gepeng oleh Sat Pol PP Kota Tebingtinggi

Beralasan menata kota sudah mulai rusak dan banyaknya keluhan warga akibat ulah pengemis yang menyesaki kota. Sat Pol PP Kota Tebingtinggi menertibkan gelandangan dan pengemis (Gepeng). Dari razia itu, banyak pengemis berasal dari Kabupaten Batubara.

Sebanyak 17 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tebingtinggi dari beberapa ruas jalan di inti kota. Kehadiran Gepeng itu menggangu keindahan dan ketertiban serta membuat kemacaten lalu-lintas di kota yang terkenal dengan lemangnya.
Demikian disampaikan Kepala Sat Pol PP Kota Tebingtinggi, M Guntur Harahap, Kamis (5/4) petang. Menurut dia, kehadiran Gepeng di sejumlah ruas jalan di inti Kota Tebingtinggi sangat mengganggu, bahkan membuat kemacetan.

“Gepeng ini kerap sekali duduk di lampu merah (traffic light, Red) akibatnya jalanan sering macet dan banyak warga yang mengeluhkannya, jadi kami menertibkan Gepeng untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Menurut dia, gepeng yang jumlahnya semakin banyak itu akan diserahkan ke Dinas Sosial Tebingtinggi untuk dilakukan pembinaan, kemudian jika masih memiliki rumah atau punya keluarga, maka akan dikembalikan ke keluarganya masing-masing. “Ternyata setelah kami data banyak Gepeng berasal dari Batubara,” sebutnya.

Seorang Gepeng yang diamankan Sat Pol PP, Wahyu (11) warga Batubara mengaku sudah seminggu menjalani profesi sebagai Gepeng.
Dalam menjalankan rutinitasnya, pria yang tergolong anak-anak itu memegang kotak amal sumbangan mesjid. Setiap harinya ia diberi upah Rp20 ribu.
“Setiap sore saya menyetor ke Wak Ayu, kemudian kami menerima upah Rp20 ribu. Saya diantar sampai depan Stasiun Kereta Api di Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi,” katanya.

Lebih lanjut, teman Wahyu, Anto menyampaikan, ada kabar dari teman-teman, yang mengatakan mencari uang dengan cara meminta-minta berkedok memakai sumbangan kotak amal sangat mudah.

“Mamak yang bilang, anak-anak yang megang kotak amal dikordinir dari pergi hingga pulang kekampung,” katanya yang juga warga Batubara.
Sementara itu Gepeng lainnya, Bu Ijah (64) yang juga warga Batubara menangis saat dinaikan ke mobil petugas. Bahkan, sempat meronta-ronta saat ditangkap Sat Pol PP.

“Saya diajak untuk mengemis, jadi saya ikut saja. Setelah kita dijalani mengemis beberapa bulan, pendapatannya lumayan. Satu hari bisa Rp120 ribu,” cetus wanita yang mengaku janda itu.
Dia menambahkan, dirinya terpaksa mengemis karena tidak memiliki sumber penghasilan dari mana pun. Hal itulah yang membuatnya harus rela menjadi pengemis. (mag-3)

SSB Dispora Tekuk Bina Pratama

MEDAN- SSB Dispora Medan memuluskan langkahnya melaju ke babak semi final setelah mengalahkan SSB Bina Pratama dengan skor 1-0 pada laga penyisihan Turnamen Alumni PPLP U-15 se-Sumatera Utara 2012 di Lapangan PPLP Jalan Pembangunan Sekolah Medan Sunggal, Jumat (6/5).
Gol semata wayang milik SSB besutan Budi Pranoto itu tercipta Wibisono (40′).

Dengan demikian setelah kesebelasan yang berada di poll B itu akan meraih tiket ke babak semi final apabila berhasil memenangkan satu pertandingan lagi, dan minimal meraih skor imbang pada laga penyisihan berikutnya.

Usai pertandingan, Budi Pranoto Kepala Pelatih mengaku bangga kepada anak asuhnya setelah memenangkan pertandingan itu.
“Tentu kami akan terus melakukan evaluasi permainan meski memenangkan pertandingan ini, sehingga target minimal raih semi final tercapai,” katanya.
Budi juga mengatakan akan menerapkan penguatan lini penyerang dalam pertandingan berikutnya melawan SBB Daun Emas. “Saya selalu menerapkan sikap jangan cepat puas kepada anak-anak karena tim yang akan kami hadapi ke depan begitu berat,” katanya mengakhiri. (mag-10)

Subhan-Rizal Kembali Bersaing, Ijeck Optimis

Kejurnas Reli 2012 Seri I

MEDAN- Para pereli mulai menebar psy war dan siap unjuk gigi pada ajang Seri I North Sumatera Rally Championship 2012 yang juga Seri pembuka Kejuaraan Nasional Rally Championship 2012 mulai Sabtu (7/4) hari ini hingga Minggu (8/4) besok di Perkebunan Lonsum Langkat. Termasuk pereli nasional, Subhan Aksa dan Rizal Sungkar yang terakhir bersaing pada 2009 lalu di ajang Kejurnas. Para pereli tuan rumah juga tak mau tertunduk di kandang sendiri.

“Bagi saya ajang ini sangat baik untuk pemanasan menghadapi World Rally Championship (WRC). Ini berarti pertarungan saya kembali dengan Rizal sejak 2009. Selain itu semua pereli lainnya terutama pereli tuan rumah patut diwaspadai. Seperti Ijeck, Dodi, Harun juga Ivan Iskandar yang kembali turun bertanding,” ujar Subhan yang berpasangan dengan co-driver, Hade Mboi, Jumat (6/4) kemarin.

Selain itu bagi juara nasional tahun 2009 dan 2010 ini, ini merupakan kesempatannya menguji Mitsubishi Evo X yang akan digunakannya di WRC nanti. “Ini kali pertama saya akan menguji Evo X. Kendaraan sejenis yang juga akan saya gunakan di WRC. Walaupun persiapannya untuk even ini memang singkat, tapi saya yakin akan bisa mengungguli yang lainnya,” katanya optimis.

Dengan cuaca buruk di Sumut, Subhan justru tertantang. Apalagi rute yang akan ditempuh dengan 11 Special Stage (SS) di perkebunan Langkat dari pantauannya cukup menantang. “Mungkin rute kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan Rambung Sialang. Kali ini sungguh Medan sekali. Kalau pun hujan saya pikir justru lebih menantang. Untuk itu saya sudah persiapkan diri baik fisik maupun kondisi mesin yang siap melesat menjadi yang tercepat,” jelasnya.

Sementara itu Rizal Sungkar yang berpasangan dengan co-drivernya, Anthony Sarwono dengan Subaru N12 andalannya  juga termotivasi untuk menjadi yang tercepat setelah absen di dua Kejurnas sebelumnya. “Saya terakhir main di Kejurnas tahun 2009 karena ketika itu saya lihat pesertanya juga tidak banyak. Tapi melihat persaingan yang kompetitif saat ini saya tertantang dan memutuskan ikut tahun ini. Saya telah survei rute dan kita sudah melakukan persiapan yang cukup baik,” ujarnya.

Sementara pereli andalan tuan rumah, Musa Rajekshah yang berpasangan dengan Uche meski start di belakang Subhan dan Rizal melontarkan nada optimis. “Kan startnya saja yang posisi tiga. Hasil akhirnya tentu berbeda,” ujarnya diiringi senyum optimisnya.

Dengan persiapan yang cukup, Ijeck yang juga Ketua IMI Sumut siap melahap 11 SS dengan maksimal. “Persiapan saya dan Uche sudah cukup baik. Saya optimis di Seri I ini bisa meraih juara. Apalagi kita tuan rumah,” pungkasnya.

Dodi Shah juga tak mau kalah menebar optimisme. “Tidak ada strategi ataupun trik-trik khusus. Sebelumnya dua kali mobil saya sangkut meskipun akhirnya bisa finish. Kali ini saya akan menunjukkan performa yang lebih baik,” ujar pereli yang berpasangan dengan Prihatin Kasiman ini.

Ancaman turut hadir dari pereli veteran, Ivan Iskandar yang kembali turun setelah sempat lama absen di dunia reli. Pereli dari Syndicate Indonesia ini kali ini memboyong co-driver wanita asal Thailand, Asaisart Nipaporn. “Selama ini saya absen namun melihat kesungguhan IMI Sumut dan para pereli-pereli muda menggelar even nasional. Karena itu saya putuskan turun. Co driver saya asal Thailand memang saya cari wanita dan muda karena sudah sangat jarang wanita di dunia reli. Dia juga bisa sampaikan kondisi Sumut yang layak dan aman untuk menggelar kejuaraan internasional,” katanya.
Nipaporn yang turut hadir saat temu pers di Speed Line kemarin mengaku siap memberikan yang terbaik sebagai navigator Ivan. “Saya akan berikan kemampuan saya yang terbaik sebagai navigator,” katanya singkat. Kejurnas Seri I ini akan diikuti 22 pereli. Dua peserta mendaftar di saat-saat akhir antara lain Akbar Buchari  berpasangan Oky Mas Boy dan Reza Fakhri berpasangan Adolf Bastian.(mag-18)