Home Blog Page 13698

Navigator Wanita Ramaikan Langkat Rally

MEDAN-Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC), Langkat Rally 2012, dengan label Kejurnas 2012 putaran pertama di kawasan perkebunan Lonsum, Kab. Langkat, Sabtu dan Minggu (7-8/4), tak ayal menjadi magnet bagi tim-tim kuat untuk berkompetisi.

Tim Syndicate Indonesia menjadi salah satu tim yang menunjukkan eksistensi berlomba dengan menurunkan tiga pasangan pereli, semuanya berlaga di grup N. Ditemui di Medan, Kamis (5/4) malam, Manajer Tim Syndicate Indonesia, Iqbal Aziz, mengatakan timnya menurunkan Erwin Mancha/Maman Aruman di atas Subaru Impreza, M Hidayat/Ade Ramadhan (Mitsubishi Lancer Evo IX) serta Ivan Iskandar yang didampingi navigator wanita asal Thailand, Nipaporn Asaisart, juga di atas Subaru Impreza.

Dikatakan, kehadiran tim Syndicate, selain meramaikan persaingan, juga ingin memperlihatkan komitmen di dunia otomotif Tanah Air, khususnya di arena reli.

“Tim Syndicat hadir dengan kekuatan penuh menurunkan tiga perelinya. Tentu dengan harapan bisa meraih hasil terbaik menempati barisan pada hasil akhir nanti. Setidaknya salah satu dari kami bisa masuk 5 Besar,” ucap Ivan Iskandar.

Dikatakan, Erwin Mancha masih merupakan pereli andalan mereka, jika ditilik dari pengalaman, karena sejak 1990-an telah terjun di arena reli Sumut, saat kejuaraan menyandang titel APRC.“Saya juga sudah ikut reli di tahun 1990, tetapi setelah itu lebih banyak absen karena kesibukan pekerjaan,” tuturnya.

Namun, tandas Ivan, pihaknya kita juga punya komitmen untuk ikut mempromosikan ajang kebanggaan Sumut ini, yang ingin meningkatkan jejaknya menjadi kejuaraan dunia, sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck. “Kita ingin ikut berperan untuk mewujudkan harapan itu dengan mempromosikannya,” katanya.

Karenanya, saya memilih navigator asal Thailand yang bisa menjadi ambassador mempromosikan event tersebut.

Di tempat terpisah, Pimpinan Perlombaan Elwin Siregar menyebut, Langkat Rally 2012 diikuti 22 pasangan pereli yang berlomba di tiga kategori, yakni grup N, GR2 serta N15. Panpel, katanya, telah siap menggelar event kebanggaan warga Sumut ini sehubungan dengan rampungnya segala persiapan, dan Jumat (6/4) ini berlangsungnya acara scrutineering kendaraan yang dilanjutkan dengan briefing peserta.

Di antara pereli nasional yang tampil, termasuk juara nasional asal Subhan Aksa dengan navigator Hade Mboi, Rizal Sungkar/Anthony Sarwono (DKI), Erwin Mancha serta Ryan dan Ronal Nirwan (Kaltim). Dari Sumut, ada Ijeck. Doddy, Harun Nasution serta Andy Jachmoon/Arjie dan Eddy WS/S Adil.
Peserta Langkat Rally 2012 akan dilepas pada acara start di Alun-alun Kantor Bupati Langkat di Stabat, Sabtu (7/4) pagi pukul 08.30 Wib. Pada pukul 11.02 peserta memulai persaingan di tiga SS awal, yakni di SS 1 Boyan, SS 2 Langkup, dan SS 3 di Bandar Telu.

Usai istirahat siang, kompetitor masih bertahan masih harus menyelesaikan dua SS tersisa di hari pertama, yakni dengan kembali melintasi SS 4 dan 5 yang juga berlangsung di Boyan dan Langkup. Kejuaraan yang mengambil lokasi di kawasan perkebunan Lonsum ini total memperlombakan 11 SS dengan jarak tempuh total 158,86 km. (mag-18)

Petenis Medan Mendominasi

Turnamen Tenis Nasional Piala Gubsu 2012

MEDAN-Petenis tuan rumah Kota Medan berhasil merebut dua gelar juara dari kelompok junior pada Turnamen Tenis Nasional Piala Gubsu 2012 di Lapangan Kebun Bunga Medan, Jumat (6/4).

Gelar juara pertama Medan dipersembahkan Mita Septian di nomor tunggal putri U-16 usai menaklukkan atlet Pematangsiantar, Nisa El Hasanah 6-4, 6-2. Gelar juara kedua Medan diraih pasangan ‘gado-gado’ Medan/DKI, M Yazid Daulay/M Adil Aziz Lubis di nomor ganda putra U-16 setelah mengalahkan Iqbal Bilal/Rizky (Batam) 6-7, 6-4, 10-7.

Selain merebut dua gelar juara, beberapa petenis Medan juga tampil di final, sebelum akhirnya harus mengakui lawan-lawannya. Pada nomor tunggal putra U-14, petenis Medan, Lukman Yazid, gagal juara setelah ditaklukkan petenis Sumbar, M Nursalim Yahya 4-6, 2-6.

Demikian juga di nomor tunggal putri U-14, petenis Medan, Siti Sarah, harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Alma Ardila (Sabang, Aceh) 1-6, 1-6. Unggulan pertama Medan, TM Bintang, yang tampil di tunggal putra U-16 tampil di peringkat kedua akibat kalah dari Iqbal Bilal (Batam) 6-3, 3-6, 3-10.

Ganda putri Medan, Mita Septiani/Siska Ayu Pratiwi yang tampil di kelompok U-16, gagal meraih gelar juara setelah di final harus mengakui keunggulan Alma Ardila/Riski Harmaiyani (Sabang, Aceh) 6-7, 4-6.

Sebelumnya, empat petenis kelompok senior andalan Sumut yang akan tampil di PON XVII/2012 di Riau, yakni Habibi S, M Ikmal Hisam, Alfonso T Bangun, dan Yazid Daulay, gagal melangkah ke babak 8 Besar tunggal putra setelah di babak kedua dikalahkan lawan-lawannya.

Habibi menyerah 3-6, 2-6 atas Sebastian Dacosta (Kaltim), demikian dengan Ikmal Hisam yang juga kalah dari Sebastian Dacosta 6-1, 6-0. Sebastian juga sukses mengalahkan petenis andalan tuan rumah lainnya Yazid Daulay 6-1, 6-4. Sedangkan Alfonso kalah dari Kurnia Surianto (Jateng) 3-6, 4-6.
Turnamen yang berlangsung 1-8 April itu merupakan rangkaian peringatan HUT Provinsi Sumut ke-64 dan diikuti lebih dari 200 peserta berasal dari 17 provinsi di tanah air. (jun)

Navigator Wanita Ramaikan Langkat Rally

MEDAN-Seri I North Sumatera Rally Championship (NSRC), Langkat Rally 2012, dengan label Kejurnas 2012 putaran pertama di kawasan perkebunan Lonsum, Kab. Langkat, Sabtu dan Minggu (7-8/4), tak ayal menjadi magnet bagi tim-tim kuat untuk berkompetisi.

Tim Syndicate Indonesia menjadi salah satu tim yang menunjukkan eksistensi berlomba dengan menurunkan tiga pasangan pereli, semuanya berlaga di grup N. Ditemui di Medan, Kamis (5/4) malam, Manajer Tim Syndicate Indonesia, Iqbal Aziz, mengatakan timnya menurunkan Erwin Mancha/Maman Aruman di atas Subaru Impreza, M Hidayat/Ade Ramadhan (Mitsubishi Lancer Evo IX) serta Ivan Iskandar yang didampingi navigator wanita asal Thailand, Nipaporn Asaisart, juga di atas Subaru Impreza.

Dikatakan, kehadiran tim Syndicate, selain meramaikan persaingan, juga ingin memperlihatkan komitmen di dunia otomotif Tanah Air, khususnya di arena reli.

“Tim Syndicat hadir dengan kekuatan penuh menurunkan tiga perelinya. Tentu dengan harapan bisa meraih hasil terbaik menempati barisan pada hasil akhir nanti. Setidaknya salah satu dari kami bisa masuk 5 Besar,” ucap Ivan Iskandar.

Dikatakan, Erwin Mancha masih merupakan pereli andalan mereka, jika ditilik dari pengalaman, karena sejak 1990-an telah terjun di arena reli Sumut, saat kejuaraan menyandang titel APRC.“Saya juga sudah ikut reli di tahun 1990, tetapi setelah itu lebih banyak absen karena kesibukan pekerjaan,” tuturnya.

Namun, tandas Ivan, pihaknya kita juga punya komitmen untuk ikut mempromosikan ajang kebanggaan Sumut ini, yang ingin meningkatkan jejaknya menjadi kejuaraan dunia, sesuai harapan Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck. “Kita ingin ikut berperan untuk mewujudkan harapan itu dengan mempromosikannya,” katanya.

Karenanya, saya memilih navigator asal Thailand yang bisa menjadi ambassador mempromosikan event tersebut.

Di tempat terpisah, Pimpinan Perlombaan Elwin Siregar menyebut, Langkat Rally 2012 diikuti 22 pasangan pereli yang berlomba di tiga kategori, yakni grup N, GR2 serta N15. Panpel, katanya, telah siap menggelar event kebanggaan warga Sumut ini sehubungan dengan rampungnya segala persiapan, dan Jumat (6/4) ini berlangsungnya acara scrutineering kendaraan yang dilanjutkan dengan briefing peserta.

Di antara pereli nasional yang tampil, termasuk juara nasional asal Subhan Aksa dengan navigator Hade Mboi, Rizal Sungkar/Anthony Sarwono (DKI), Erwin Mancha serta Ryan dan Ronal Nirwan (Kaltim). Dari Sumut, ada Ijeck. Doddy, Harun Nasution serta Andy Jachmoon/Arjie dan Eddy WS/S Adil.
Peserta Langkat Rally 2012 akan dilepas pada acara start di Alun-alun Kantor Bupati Langkat di Stabat, Sabtu (7/4) pagi pukul 08.30 Wib. Pada pukul 11.02 peserta memulai persaingan di tiga SS awal, yakni di SS 1 Boyan, SS 2 Langkup, dan SS 3 di Bandar Telu.

Usai istirahat siang, kompetitor masih bertahan masih harus menyelesaikan dua SS tersisa di hari pertama, yakni dengan kembali melintasi SS 4 dan 5 yang juga berlangsung di Boyan dan Langkup. Kejuaraan yang mengambil lokasi di kawasan perkebunan Lonsum ini total memperlombakan 11 SS dengan jarak tempuh total 158,86 km. (mag-18)

KONI Sumut Lepas Atlet Wushu Try Out ke China

MEDAN-KONI Sumatera Utara memberangkatkan 16 atlet cabang wushu untuk menjalani training camp (TC) di China hingga Agustus mendatang. Rombongan atlet tersebut dilepas oleh Ketua KONI Sumut H Gus Irawan.

Pada kesempatan itu Gus Irawan didampingi Ketua Pengprov WI Sumut Master Supandi Kusuma, Ketua Harian KONI Sumut John Lubis, Sekum KONI Sumut Drs Chairul Azmi MPd, Wakil Ketua KONI Sumut Drs M Syahrir dan Prof Agung Sunarno di Pandepokan YKWI Jalan Plaju Medan, Kamis (5/4).
Dalam arahannya, Gus mengatakan bahwa Wushu tetap menjadi cabang andalan kontingen Sumatera Utara untuk mendulang raihan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Pekanbaru, Riau, seperti PON 2008 di Kalimantan Timur.

Pada saat itu, cabang wushu menyumbangkan sembilan medali emas, empat medali perak, dan tiga medali perunggu. “Kita berharap pada PON XVIII/2012 Riau, wushu dapat mengulang prestasi yang sama, bahkan kalau bisa lebih baik lagi dengan memborong semua medali emas yang disediakan,” katanya.

Selanjutnya Gus berpesan kepada atlet untuk benar-benar memanfaatkan peluang berlatih ke China tersebut, karena hasil yang diharapkan, bukan hanya untuk daerah, namun juga untuk negara karena PON hanya merupakan satu tangga untuk mencapai kesuksesan pada kejuaraan lainnya yang lebih tinggi.
“Setelah PON, akan ada SEA Games, Asean Games dan kejuaraan dunia lainnya. Untuk itu, para atlet yang berlatih di China agar benar-benar memanfaatkan peluang tersebut sebaik-baiknya untuk menambah ilmu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Wushu Indonesia Sumatera Utara Supandi Kusuma mengatakan, prestasi-prestasi atlet wushu Indonesia dalam beberapa kejuaraan tingkat dunia dewasa ini telah menjadi perhatian internasional.

“Prestasi yang diraih tersebut tentunya tidak terlepas dari proses latihan keras yang dilakukan selama ini. Termasuk juga atlet asal Sumatera Utara yang beberapa kali berhasil meraih juara pada beberapa kejuaraan internasional,” katanya.

Berlatih di China, lanjut dia, merupakan peluang yang sangat baik untuk semakin mengasah kemampuan atlet Sumut dalam upaya mencapai prestasi di PON XVIII/2012 seperti yang pernah diraih pada PON sebelumnya di Kalimantan Timur.

“Saya harap para atlet benar-benar disiplin selama latihan di China, dan juga harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan disana. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatih China, karena kita langsung berguru di negara asal wushu,” pungkasnya.
Ke-16 atlet Wushu Sumatera Utara tersebut akan berangkat dengan dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari atlet Sanshou menuju Zhengzhou yakni, Herna Sibuea, Mei Yulia, Haulian Gultom, Junita Malau, Hendrik Tarigan, Immanuel Sirait, Moses Milala, Dasmantua Simbolon, Hotma Dearma Purba dan pelatih Liu Zhen.(jun)

Festival DNC Gunakan Dua Lapangan

KISARAN- Hari pertama pertandingan kualifikasi festival Danone Nation Cup (DNC) tahun 2012  atau  Festival Sepak Bola Anak se-Dunia yang dijadwalkan selama dua hari, Jumat (6/4) dan Minggu (8/4) berjalan sukses. Tapi mengingat waktu hanya dua hari untuk 16 pool dengan 48 Tim, panitia terpaksa memakai dua lapangan bola kaki PTPN 3 Kebun Sei Dadap Kecamatan Air Batu, Asahan.

Untuk lapangan I berlangsung 24 pertandingan dan begitu juga pada lapangan II berlangsung 24 pertandingan dengan lama bertanding  2 x 10 menit.
Hanya saja yang dapat dipertandingkan pada hari pertama di lapangan I sebanyak 14 kali bertanding dan lapangan II sebanyak 13 kali. Sedang sisanya atau yang tidak sempat bertanding  akan dilanjut Minggu sekaligus pada hari itu juga dilangsungkan final.

Selanjutnya dari seluruh tim yang ikut berlaga yang berasal dari delapan kabupten/kota yaitu Kabupaten Simalungun, Tapanuli Tengah, Batu Bara, Labuhan Batu, Labura, Kota Tebing Tinggi, Kota Tanjung Balai dan tuan rumah Asahan akan  diambil 6 tim dan selanjutnya akan mengikuti kualifikasi lanjutan di Medan untuk tingkat provinsi.

Penanggung Jawab Even, HM Wahyudi didampingi salah seorang panitia Isnanto kepada menyebutkan setelah kualifikasi usai akan diambil 6 tim untuk ikut kualifikasi tingkat provinsi Sumatera Utara bersama dengan 6 tim pemenang dari masing-masing daerah tempat dilaksanakan kualifikasi di luar Asahan seperti Medan, Langkat dan Deliserdang.

Amatan METRO (Grup Sumut Pos), kualifikasi  Festival Sepak Bola Anak se-Dunia  untuk  U-12 di Lapangan Bola Kaki PTPN-3 Kebun Sei Dadap  berjalan tertib dan sportif.

Tidak terlihat permainan kasar atau pelanggaran yang membahayakan. Anak-anak tersebut berusaha menciptakan pertandingan tersebut sebagai ajang melatih diri untuk menjadi persepak bola yang profesional. (van/smg)

Misi Curi Poin

Surabaya- Cerita soal pertemuan PSMS versus Persebaya di Indonesian Primer League (IPL) musim ini menyisakan duka bagi PSMS. Main di Teladan awal musim lalu, PSMS kalah 1-2. Tapi kini kekuatan Ayam Kinantan sudah jauh berbeda.

Sejak ditangani pelatih asal Italia Fabio Lopez, PSMS banyak mengalami perubahan. Pola permainan baik taktik dan strategi juga mengalami perubahan drastis. Ya walaupun sejauh ini PSMS masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara.

“Di putaran pertama kita akui memang kita kalah mental dan jumlah. Saat itu pemain kita juga masih 13 orang. Namun, dengan sejumlah amunisi yang kita miliki sekarang, kita yakin bisa mencuri poin di sini (Surabaya),” ungkap asisten pelatih PSMS M Khaidir, Jumat (6/4).

Menurut Khaidir, gaya permainan kedua tim cenderung sama. “Kita sama dengan mereka sama-sama bermain terbuka dan ngotot. Bedanya, kita memiliki modal semangat dan motivasi lebih. Karena dari tiga pertandingan terakhir di putaran pertama kita bisa curi poin di kandang lawan,” tuturnya.
“Dengan hal ini, saya yakin tim lebih termotivasi untuk membalas kekalahan dalam partai revans ini. Kalau mereka bisa kalahkan kita di Teladan, kita juga bisa kalahkan mereka di Gelora Bung Tomo,” tegas Khaidir semangat.

Sebelum berangkat menuju Surabaya, skuad besutan Fabio Lopez ini sempat berlatih di lapangan Baterai P sekira pukul 08.00 WIB. Mengaplikasikan taktik demi taktik, Fabio kerap terlihat bersuara keras kepada pemain yang salah melakukan instruksi.

“Maklum, pelatih tak ingin anak asuhnya bermain di bawah performa untuk kali ini. Karena pertandingan kali ini termasuk laga gengsi,” timpal sekretaris tim Heru.

Namun, sangat disayangkan striker inti PSMS Kamil Sembiring yang diharapkan mampu menambah daya gedor malah absen pada pagi itu. “Ya, kita sudah coba hubungi namun tak ada jawaban. Atas hal ini coach memutuskan untuk tak mengikutsertakan Kamil ke Surabaya. Sebagai gantinya masih ada Heri Swandana,” tandas Heru. (saz)

Izin Laga Persebaya v PSMS Belum Beres

PANITIA pelaksana (Panpel) pertandingan Persebaya 1927 yang berlaga di arena Indonesia Premier League (IPL) tengah dibayangi rasa waswas gagal menggelar laga melawan PSMS Medan. Pernyebabnya, hingga H-2 laga yang menurut rencana digelar di Gelora Bung TOmo (GBT) Minggu besok (8/4), izin dari pihak kemanan belum keluar.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kesiapan tim. Tim PSMS dan perangkat pertandingan sudah tiba di Surabaya, kemarin (6/4). Alotnya izin pertandingan menurut Media Relation Persebaya, Ram Surahman, dikarenakan pihak keamanan masih trauma dengan maraknya demo BBM akhir bulan lalu.

“Kami menduganya demikian. Sebab, ada kekhawatiran dari pihak keamanan untuk mengeluarkan izin. Apalagi, ini melibatkan puluhan suporter Persebaya yang kami prediksikan akan memenuhi Stadion GBT,” ungkap Ram.

Ram menambahkan, hingga kemarin, pihak panpel masih tetap sesuai jadwal. “Kami masih optimis izin akan keluar. Sebab, semuanya masih sesuai dengan rencana yang ada. Tim tamu sudah di Surabaya berikut perangkat pertandingan. Kami juga akan menggelar Technical Meeting (TM ) yang wajib dilakukan oleh tuan rumah H-1 pertandingan,” terang Ram. Menurut rencana, TM akan dilakukan hari ini.

Meski optimis, Ram juga tidak menampik bila izin dari pihak keamanan keluar dengan beberapa syarat. Di antaranya, pertandingan akan digelar tanpa penonton.

“Kami siap saja bila itu menjadi opsi terbaik yang harus dilakukan oleh pihak keamanan. Namun, pihak keamanan juga perlu mempertimbangan beberapa hal. Di antaranya sikap suporter Persebaya yang mulai teruji ketika Persebaya bermain di kandang. Baik kalah dan menang, suporter relatif tertib dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan,” lanjutnya.

Karena itu, pihaknya berharap, pihak keamanan segera memberikan kepastian, apakah laga antara Persebaya 1927 versus PSMS 1950, Minggu besok bisa dilaksanakan atau tidak. “Namun, besar harapan kami agar pertandingan itu tetap digelar dengan penonton,” urainya.

Sementara itu, Pelatih Persebaya Divaldo Alves sudah mengantongi kelemahan PSMS dan menyiapkan strategi untuk meredam perlawanan tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Dengan tegas, dia meminta timnya untuk terus fokus dan sabar dalam memainkan skema 4-3-3 ketika mereka bertemu PSMS. Sebab, PSMS kini dilatih oleh pelatih asal Italia yang menerapkan pertahanan berlapis untuk mengantisipasi agresivitas Persebaya.

“Pelatih PSMS sekarang (Fabio Lopez) adalah pelatih asal Italia yang terkenal dengan pertahanan grendelnya. Mereka baru counter attack ketika lawan lengah. Itu yang harus kami antisipasi. Karena itu, kami berharap, pemain bisa lebih sabar dalam membangun serangan,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Laga melawan PSMS adalah kans bagi Persebaya untuk merebut puncak klasemen sementara. Pada saat bersamaan, pemuncak klasemen, Persibo Bojonegoro ditantang tim kuat Semen Padang. (ady/jpnn)

Williams Bersaudara tak Terbendung

SOUTH CAROLINA – Petenis unggulan, Serena Williams hampir tak tersentuh ketika menghadapi Marina Erakovic di babak ketiga turnamen WTA Charleston.

Dengan kemenangan ini, Serena pun berhak melenggang ke perempat final. Serena berhasil mengandaskan petenis unggulan Selandia Baru itu dengan dua set langsung 6-2 dan 6-2. Terlihat pada pertandingan itu Serena tampil domiinan dan tanpa ampun memberikan serangan tajam ke Erakovic.
“Saya sangat senang untuk bermain dalam beberapa partai di sini karena itu sangat memberikan kepercayaan diri dalam pikiran saya bahwa anda ingin bermain on-fire. Tidak hanya hari ini dan besok, tapi sepanjang turnamen ini digelar,” ujar Serena, seperti disitat Yahoosports, Jumat (6/4).

Kemungkinan All-Williams di semi final bisa saja terjadi. Sebab kakak Serena, Venus Wiliams juga baru saja mengeliminasi lawannya dari Australia, Anastasia Rodionova dengan dua set langsung 7-5 6-2.

“Jika kami bertemu di semi final. Saya kira yang terbaik, Williams yang akan menang,” canda Venus usai pertandingan.
Terakhir kali kedua Williams ini saling berhadapan pada tahun 2009 di WTA Championship di Qatar.

Tapi untuk mewujudkan harapan itu, Serena harus menghadapi petenis Jerman Sabine Lisicki, sementara Venus akan ditantang pemenang antara Samantha Stosur dengan Galina Voskoboeva. (bbs/jpnn)

Kabarkan Firman Tuhan

Peryaan Paskah di Kota Medan

Umat Kristiani merayaan Paskah, Jumat (6/4). Perayaan Paskah kali ini menjadi momen bagi umat Kristiani untuk lebih mendekatkan diri kepada
Tuhan Yesus Kristus.

“Tuhan Yesus rela mati di Kayu Salib menebus dosa-dosa manusia. Hendaknya umat Kristiani hidupnya sesuai dengan ajaran dari Tuhan Yesus Kristus seperti yang tertuang di dalam firman-Nya,” kata Pdt Antoni Silaban MTh.

Menurutnya, Tuhan Yesus tak menginginkan umatnya jatuh ke dalam dosa dan Tuhan Yesus rela mati di kayu salib demi menebus dosa-dosa manusia.
“Jadikanlah momen perayaan Paskah ini untuk mengabarkan firman-Nya ke seluruh dunia seperti yang tertulis di Injil Matius 28 ayat 19-20. Dengan begitu, misi Tuhan Yesus bisa berjalan di seluruh bumi melalui pesannya di dalam Injil Matius itu,” sebutnya.

Menurutnya, dirinya juga berharap kepada seluruh umat Kristiani apapun program pemerintah harus didukung dan mendoakan agar pemerintah diberi kekuatan, kearifan, hikmad dan bijaksana sehingga dapat memberi dan mengayomi masyarakat dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
“Apapun progam pemerintah harus kita dukung dan kita doakan agar pemerintah lebih arif dan bijaksana lagi. Semunya itu ada tertulis dalam Injil Roma 13 ayat 1-7,” katanya.

Pdt Antoni Silaban juga meminta kepada muda-mudi, mahasiswa, pelajar dan anak-anak Tuhan selalu berjalan dalam ajaran Tuhan Yesus. Dijelaskannya, boleh berunjuk rasa tapi harus dengan damai bukannya dengan cara kekerasan karena kekerasan itu sangat tak diinginkan Tuhan.

“Tuhan Yesus juga mengajarkan agar dalam penyampaian aspirasi itu dengan cara damai seperti tertulis dalam Yohanes 14 ayat 27,” bebernya.
Pdt Antoni Silaban mengajak para muda-mudi bisa mengikuti Iptek, namun jangan sampai menyimpang dari ajaran dan firman-Nya. “Firman Allah harus menjadi patron bagi kawula muda sehingga kawula muda menjadi kawula muda yang militan berguna bagi nusa dan bangsa terutama berguna bagi Tuhan Yesus sesuai keinginan-Nya,” pintanya.

Jalanan Sepi

Sementara hari libur Paskah jalanan di Kota Medan sepi. Seperti di Jalan Pulau Pinang Lapangan Merdeka, Jalan Gatot Subroto Medan, Jalan Tritura dan Jalan Sisingamangaraja. Warga Kota Medan banyak yang menghabiskan waktu liburan panjang ke tempat wisata di dalam kota dan luar kota seperti Berastagi  dan Parapat.

“Saya selalu memanfaatkan waktu libur untuk mengajak rekreasi keluarga ke tempat pariwisata terdekat seperti ke Taman Marga Satwa Medan yang ada di Jalan Simalingkar,”terang Edwin, warga Amplas.

Sedangkan di Bandara Internasional Polonia Medan arus penumpang meningkat. Meskipun tidak melonjak tajam, sejumlah maskapai penerbangan mengakui ada peningkatan jumlah penumpang pesawat dibanding hari-hari biasanya.

Maskapai Lion Air yang mengaku mengalami peningkatan 75 persen penumpang sampai hari ini.

“Memang ada lonjakan daripada hari biasa. Mungkin karena liburnya hari ini Jumat yang bersambung dengan akhir pekan. Peningkatan 75 persen sampai hari ini,” ujar Willy, petugas loket Lion Air Bandara Polonia Medan.

Menurutnya, penerbangan untuk tujuan Medan-Jakarta paling banyak dituju. Dengan banyaknya jumlah permintaan, harga tiket juga ikut naik “Jika biasanya penerbangan ke Jakarta itu berkisar antara 700-800-an. Saat ini kita tiket mencapai 1 juta rupiah,” katanya.

Sementara peningkatan jumlah penumpang juga terjadi di Sriwijaya Air. “Memang ada peningkatan. Kita hari ini sudah full dengan penerbangan terakhir sampe jam 4. Tapi mungkin Minggu (8/4) nanti yang penuh. Karena banyak yang kembali ke Medan usai liburan,” ujar Ifandi Ahmad, bagian ticketing di loket Sriwijaya Air.

Namun peningkatan jumlah penumpang itu tak mempengaruhi harga tiket yang masih normal. “Tidak ada perubahan masih normal. Untuk penerbangan Medan-Jakarta sekitar 500-600,” katanya.

Garuda Indonesia juga mengakui ada peningkatan jumlah penumpang. “Seat-seat kita penuh. Terutama untuk Medan Jakarta. Terutama untuk kelas Ekonomi yang sudah habis terjual,” ujar Zulkifli, bagian loket Garuda Indonesia.

Namun untuk harga pihaknya memastikan tidak ada kenaikan. “Harga normal. Tidak ada peningkatan,” pungkasnya.
Sementara petugas IOC Bandara Polonia, Maryono mengatakan peningkatan jumlah penumpang tidak terlalu terlihat. “Kalau libur seperti ini hanya beberapa hari tidak terlalu signifikan peningkatannya. Berbeda dengan libur-libur panjang,” pungkasnya.(mag-18/omi/jon)

2 Jam Lebih tak Ditangani, Bayi 7 Bulan Tewas di Pirngadi

MEDAN-Bayi berusia 7 bulan, Anatasya Yolenta Situmeang, warga Jalan Pelajar Ujung, Medan Denai, menghembuskan nafas terakhir, karena dua jam lebih tak mendapat penanganan dari petugas medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan, Jumat (6/4) petang.

Orang tua Anatasya Yolenta Situmeang, Mualtua Situmeang (31) dan Rini Oktaviani (25) langsung menjerit histeris di depan pintu masuk ruang IGD begitu tahu anaknya meninggal.

“Aduh, kenapa anakku tak diperhatikan serius,” kata Rini  sambil terduduk di depan pintu ruang IGD.

Menurutnya, dia tak terima anaknya dibiarkan begitu saja tak ditangani petugas medis selama 2 jam lebih hingga akhirnya meninggal dunia.
“Sudah lama aku merawatnya, kenapa gara-gara dibiarkan petugas medis akhirnya meninggal,” jelasnya.

Menurutnya, anaknya masuk ke rumah sakit karena menderita pilek, batuk berdahak sehingga sesak. Anaknya tiba di Ruang IGD pukul 13.15 WIB. Tapi sampai meninggal pukul 16.00 WIB tak juga ada perawat dan dokter yang menangani. Hampir 30 menit keluarga sempat berdebat dengan petugas medis di rumah sakit.

Keluarga bayi malang mempertanyakan  kenapa anak mereka dibiarkan.

“Kenapa dibiarkan. Kenapa lamban kali ditangani dokter,” kata keluarga bayi.

“Dasar rumah sakit tak jelas ini. Bukannya selamat malah mati di rumah sakit ini,” ujarnya.

Setelah dinyatakan meninggal, keluarga membawa jenazah bayi ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. “Sudah bawa pulang saja,” beber keluarga yang lainnya. Dokter yang menangani Tasya, dr Julia Fitriani enggan memberikan komentar.

“Maaf tadi sudah saya jelaskan kepada keluarganya. Saya lagi banyak pasien yang gawat dan harus ditangani,” ucapnya.
Kasubbag Hukum dan Humas RSU dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH MKes saat dikonfirmasi mengaku, pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan.

“Memang Ruang ICU kita penuh. Kalau sudah penuh mau bilang apalagi dan kalau sudah meninggal mau bilang apa lagi. Kita turut berduka cita,” katanya. (jon)