Home Blog Page 13703

Camat Medan Marelan Rawat Lingkungan

MEDAN- Demi mewujudkan kota Medan bersih dan hijau, Kecamatan Medan Marelan setiap Sabtu-Minggu menggelar gotong-royong dan merawat pohon di sekitar lingkungan di kawasan Medan Marelan. “Sembari bergotong-royong membersihkan drainase, kita juga merawat dan menanam pohon-pohonan,” kata Camat Medan Marelan, Pulungan Harahap, SH.M.Si, Kamis (5/4).

Kegiatan ini kata Pulungan sebagai wujud kepedulian Kecamatan Medan Marelan pada lingkungan agar Medan tampak lestari. Dengan cara, menanam dan merawat pohon serta membersihkan sampah-sampah di setiap lingkungan. “Siapa lagi yang merawat tanaman dan menjaga kebersihan, kalau bukan kita bersama-sama masyarakat yang melakukannya,” cetusnya.

Seperti baru-baru ini, kata Pulungan mereka melakukan penanaman pohon bougenvile di setiap daerahnya seperti di ruas Jalan Marelan Raya, Jalan Titi Pahlawan, Simpang Kantor dan Jalan Kapten Rahmatbudin.

“Sebelumnya di bulan Januari 2012 lalu, kita juga menanam seribu pohon boungenvle, tapi kali ini kita hanya menambah 300 pohon bougenvile saja,” aku Pulungan Harahap.

Penanaman pohon itu mereka lakukan pada Rabu kemarin (4/5). Pohon-pohon itu langsung mereka tanam bersama pot nya agar terjamin petumbuhannya.
“Kita khawatir, kalau pohon itu tidak langsung kita tanam bersama pot nya bisa gampang rusak bila terlindas kendaraan,” kata mantan Camat Medan Johor itu.

Pulungan mengakui setiap Sabtu dan Minggu pihak kecamatan rutin menyirami pohon-pohon itu. Untuk menjaga kebersihan, Pulungan berharap masyarakat tidak membuang sampah di sembarangan tempat. “Buanglah sampah pada tempatnya,” himbaunya.(omi)

Bank Mandiri Gelar Operasi Katarak Gratis

MEDAN- Bank Mandiri bekerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Martha Friska menggelar operasi katarak gratis untuk pensiunan dan keluarga TNI, POLRI dan PNS yang digelar di RS Martha Friska di Jalan Multatuli Medan pada Rabu (4/4) kemarin. Setelah itu, Kamis (5/4) Bank Mandiri bersama pihak RS Martha Friska gelar silaturahmi yang disaksikan 37 pasien operasi katarak di aula RS Martha Friska.

Kegiatan yang bertemakan “Mata Adalah Jendela Dunia” ini bagian dari implementasi Program Corporate Social Responsibility secara khusus yang diperuntukkan bagi pensiunan dan keluarga TNI, Polri dan PNS. Tahapan operasi dimulai dari pemeriksaan, operasi dan perawatan pascaoperasi yang dilakukan para dokter spesialis mata.

Dalam Sambutan Deputy PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Kanwil I Medan, Abdul Latif mengatakan Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia yang tumbuh dan berkembang bersama nasabahnya, kehadirannya di tengah masyarakat dapat benar-benar dirasakan dengan tiga pilar utama program CSR Bank Mandiri diantaranya: Pembentukan komunitas mandiri secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas, dan akses. Pencapaian kemandirian edukasi dan kewirausahaan melalui program Wirausaha Mandiri dan Mandiri Peduli Pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin di masa depan yang siap dengan persaingan global dan yang terakhir, Penyediaan fasilitas ramah lingkungan melalui pelaksanaan program penyediaan sarana penunjang pengadaan air bersih, pengembangan energi, penanaman pohon, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau, pengadaan taman kota dan pengembangan eco wisata.

Terkait dengan hal itu Bank Mandiri telah menyalurkan program kemitraan sebesar Rp109,1 miliar dan Bina Lingkungan sebesar Rp238,1 miliar hingga Desember 2011 yang lalu.

Dari jumlah tersebut, yang telah disalurkan Bank Mandiri di Wilayah I Sumatera Bagian Utara yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau pada tahun 2011, Program Kemitraan sebesar Rp1,09 miliar dan sebesar Rp 4, 01 miliar untuk penyaluran dana Bina Lingkungan, “katanya. (*)

Final OSC Diikuti 150 Siswa

BANDA ACEH – Sebanyak 43 siswa SMA dan SMP dari Banda Aceh, pada Selasa (3/4) ‘bertarung’ pada babak final Olimpiade Speedy Cerdas (OSC). Babak final yang diikuti 150 peserta dari seluruh tanah air itu akan berlangsung di tiga katagori, SD, SMP dan SMA.

Manager Area CS Aceh Muhammad Salmi  menyiapkan fasilitas lomba, seperti ketersediaan komputer dan akses internet yang dapat menjadi proses lomba berlangsung dengan baik.  Final babak final dilaksanakan pukul 13.00 WIB.

Manager Telkom Area Aceh, Muhammad Salmi,  menjelaskan 150 finalis yang bertarung berasal dari 29 ribu peserta Olimpiade Speedy Cerdas yang terdaftar secara online.

Demikian juga proses babak seleksi sampai final, berlangsung secara online dengan menggunakan akses internet Telkom. Kata Salmi, siswa asal Sumatera yang lolos ke babak final mencapai 73 siswa  masing-masing 15 siswa SD, 32 siswa SMP, dan 26 siswa SMA.

Adapun rincian peserta babak final, 15 siswa SD asal Sumatera yang masuk babak final masing-masing dari Lampung 12 orang ( mereka adalah siswa SD Muhammadiyah Metro-Lampung), 2 siswa dari Jambi dan 1 siswa dari Medan. Sedangkan 32 siswa SMP asal Sumatera yang masuk final masing-masing 24 siswa berasal dari Banda Aceh ( mereka adalah siswa SMP Negeri 3 Banda Aceh), 5 siswa dari Batam, 1 dari Deliserdang, 1 dari Jambi dan 1 dari Sibolga. Sedangkan untuk 26 siswa SMA asal Sumatera yang masuk final berasal dari Banda Aceh sebanyak 19 siswa ( mereka adalah siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan). Lainnya berasal dari Palembang 3 siswa, Batusangkar, Padang, Bengkulu dan Binjai masing-masing 1 siswa.

Banyaknya siswa asal Aceh yang masuk ke babak final adalah wujud dari kerjasama yang baik antara Telkom, Diknas dan Sekolah. Untuk sekolah yang komit mengawal siswanya mengikuti simulasi dan proses, maka tingkat keberhasilannya lebih baik. Hal itu, diakui Intan Nirmala, guru SMP Negeri 3 Banda Aceh, mengakui pihak guru ikut membantu proses pembelajaran siswa. “Soal-soal yang ada kami bahas bersama,” jelas Intan.

Kegiatan final OSC juga berlangsung di kota lainnya di Sumatera, masing-masing Medan, Sibolga, Bandar Lampung, Padang dan Batam. (*/ila)

Metro Link Peduli Panti Asuhan

MEDAN-Metro Link menggelar bakti sosial. Perusahaan yang bergerak di bidang developer pembangunan komplek pertokoan, perumahan serta mall ini menyantuni Panti Asuhan Yayasan Amal Sosial Al-Washliyah di Jalan Karya Jasa Medan Johor, Sabtu (31/3). Metro Link memberikan bantuan berupa 1 ton beras, sembako lainnya serta alat tulis bagi anak-anak Panti Asuhan Yayasan Amal Sosial Alwashliyah.

Metro Link melalui pimpinan utamanya yakni Direktur PT Pantai Perupuk Indah, Rony Samuel dan Vice Direktur Benny dan Arianto mengatakan kegiatan amal ini merupakan program yang mempunyai misi untuk membantu atas dasar kemanusian. “Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial lintas agama yang semata-mata kami lakukan dalam rangka merangkul masyarakat sekitar,” kata Rony .

Kegiatan ini juga, lanjutnya, dilakukan dalam rangka memperkenalkan produk perumahan Metro Link yang sekarang ini dalam tahap pembangunan di kawasan Jalan AH Nasution Medan. “Jadi dalam kegiatan ini juga, kami sembari memperkenalkan produk Metro Link, berupa pembangunan perumahan dan mall,” imbuhnya.

Dalam aksi solidaritasnya ini, Rony bersama beberapa staff Metro Link memberikan bantuan berupa 1 ton beras, sembako dan alat tulis bagi anak-anak Panti Asuhan Yayasan Amal Sosial Al-Washliyah.

Setelah melaksanakan kegiatan amal, pihak Metro Link melakukan lucky draw yang didikuti oleh sejumlah wartawan cetak dan elektronik. “Target kita dalam kegiatan ini semata-mata untuk merangkul masyarakat,” kata Rony.
Ia berharap, bantuan yang telah diberikan oleh Metro Link dapat bermanfaat bagi anak-anak panti asuhan.(*)

KPK Obok-obok Kantor DPRD Riau

Incar Anggota Dewan Lainnya

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya belum puas dengan penetapan empat tersangka korupsi proyek PON Riau 2012. Kamis (5/4), penyidik instansi pimpinan Abraham Samad itu bergerak cepat dengan menggeledah ruang Fraksi Gabungan di DPRD Riau, tempat satu tersangka kasus itu M Dunir bertugas.

“Iya, hari ini (kemarin, Red) penggeledahan di kantor DPRD Riau,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Informasi yang dirangkum JPNN (grup Sumut Pos), penggeledahan kantor DPRD Riau oleh penyidik KPK dimulai pukul 14.OO WIB. Selain memeriksa ruang kerja M Dunir di Fraksi Gabungan, penyidik juga menggeledah ruang Komisi D dan mendapatkan sejumlah dokumen.

Johan juga menjelaskan, agar lebih fokus dalam mengungkap jaringan koruptor tersebut, untuk sementara waktu pihaknya tidak ada melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. “Bukan untuk menggantung status tersangka empat orang tersebut, melainkan fokus pada penggeledahan. Itulah mengapa, hari ini (kemarin, Red) tidak ada pemeriksaan,” imbuhnya.

Mungkin, langkah untuk fokus pada pencarian bukti maupun informasi lainnya bisa dibilang tepat. Sebab, KPK yang sempat menangkap tujuh anggota DPRD harus rela melepas lima lainnya. Saat itu, hanya dua anggota dewan yang cukup bukti untuk ditetapkan menjadi tersangka.

Seperti diketahui, empat tersangka dalam kasus ini adalah M Faisal Aswan dan M Dunir dari DPRD Riau serta Kasi Pembangunan Sarana Dispora Riau Eka Dharma Putra dan Staf PT PP Rahmat Syahputra. Kasus itu berawal dari suap yang diberikan Eka dan Rahmat kepada anggota DPRD.

Suap tersebut kabarnya untuk menambah anggaran PON ditambah Rp100 miliar dari budget awal Rp3,8 triliun. Tidak jelas perimntaan penambahan anggaran itu bakal digunakan untuk apa. Yang pasti, ada uang pelican sebesar Rp900 juta yang disita KPK saat penangkapan. (dim/fat/jpnn)

Partai Golkar Enggan Akui

Soal Munculnya Pasal “Subsidi” untuk Korban Lapindo

JAKARTA- Partai Golkar dicurigai menjadi aktor utama atas keberadaan Pasal 18 RUU APBN Perubahan 2012 yang mewajibkan pemerintah memberikan bantuan dana kepada korban lumpur Lapindo di luar area peta terdampak. Meski demikian, jajaran Fraksi Partai Golkar mengaku tidak tahu-menahu tentang kemunculan pasal yang diduga kuat hasil kompromi Golkar dan Partai Demokrat terkait dengan pasal kenaikan harga BBM itu.

“Selama ini tidak pernah ada laporan di fraksi, tidak pernah ada bisik-bisik untuk membicarakan pasal itu,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar Ibnu Munzir kepada wartawan koran ini di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (5/4).

Menurut Munzir, pembicaraan tentang isu-isu krusial selalu disampaikan kepada dirinya sebagai seorang pimpinan fraksi. Namun, katanya, pasal 18 tersebut tidak pernah menjadi pembahasan di fraksi. “Pembicaraan di fraksi hanya terkait dengan pasal 7 ayat 6 dan ayat 6 a (pasal tentang BBM, Red),” ungkapnya.

Munzir menegaskan, dia tidak tahu-menahu soal isi pasal 18 itu. Meski tidak disampaikan secara lisan, dirinya menyiratkan pandangan bahwa dukungan APBN tentu akan membantu para korban lumpur Lapindo. “Tidak ada deal apa pun. Golkar menempatkan sendiri secara wise untuk posisi kerakyatan dan kepentingan negara,” tandasnya.

Senada dengan Golkar, Partai Demokrat juga membantah adanya deal khusus antara partainya dan Golkar menyangkut persetujuan Pasal 18 RUU APBNP. “Tidak ada itu tukar guling pasal. Saya seorang di antara sedikit yang mengikuti proses lobi dari awal hingga akhir saat penyusunan hingga pengesahan APBNP kemarin,” papar Achsanul Qosasih, wakil ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat.

Menurut dia, proses lobi, khususnya menyangkut pasal 7 ayat 6 a terkait dengan BBM, lebih banyak didominasi perdebatan teknis penyelamatan anggaran. “Kalau pun, misalnya, ada yang coba bermain-main, pasti akan kami (Demokrat, Red) tolak dengan tegas karena APBN ini urusan keselamatan ekonomi negara. Jadi, tidak main-main,” tegasnya.

Sementara itu, dua pimpinan Banggar DPR, Mirwan Amir (Demokrat) dan Melchias Mekeng (Golkar), juga kompak bungkam. Saat memenuhi panggilan KPK kemarin, mereka enggan menjawab pertanyaan tentang dugaan kompromi pasal tersebut. “Menjelaskan soal Wa Ode Nurhayati saja, tidak ngomong soal Lapindo,” ujar Mirwan yang keluar pukul 14.25 itu.

Mekeng yang keluar lebih cepat pun memilih bungkam. Jawaban yang diberikan  sama dengan jawaban Mirwan. Dia memenuhi panggilan KPK untuk melengkapi berkas Wa Ode yang menjadi tersangka suap PPID Aceh.(bay/dyn/dim/c3/agm/jpnn)

Bidik Grammy Awards

Agnes Monica

Mendapat nominasi dalam Nickelodeon Kids Choice Awards 2012 tak membuat Agnes Monica puas. Pelantun hits ‘Teruskanlah’ itu mengaku Grammy Awards adalah target utamanya.

“Kalau sudah mencapai target ya belum karena target aku menang Grammy, tapi menuju ke sana sudah,” ujarnya saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (5/4)

Meski tak menang di Kids Choice Awards, Agnes tetap bersyukur. Kini, perempuan berusia 25 tahun itu malah menjadi lebih termotivasi agar menjadi lebih baik lagi.

“Banyak hal yang mesti disyukuri. Tapi nggak cuma untuk disyukuri sih, ini juga motivasi buat aku,” tuturnya.
Sebelumnya, Agnes juga sukses meraih penghargaan Shorty Awards 2012. Di ajang tersebut Agnes berhasil mengalahkan Justin Bieber dan Greyson Chance. Agnes menang setelah mendapat jumlah voting sebanyak 8.414 suara. Di bawah Agnes ada Justin Bieber dengan 6.640 suara dan Greyson Chance di urutan selanjutnya.

Sementara pada ajang Nickelodeon Kids’ Choice Awards 2012, penyanyi asal Filipina, Charice keluar sebagai pemenang kategori Favorite Asian Act. Dilansir dari laman Soompi, Charice sukses mengalahkan girlband asal Korea Selatan, Wonder Girls, penyanyi Yuna dari Malaysia, dan Agnes Monica dari Indonesia. (bbs/net)

Pesawat Turbulensi, 12 Penumpang Cedera

HOUSTON- Pesawat United Airlines, dari Florida menuju Houston, mengalami turbulensi (gerak tak beraturan, Red), sewaktu terbang di wilayah udara Louisiana, Rabu (4/4) waktu setempat. Akibatnya, sebanyak 12 penumpang menderita luka ringan. Demikian dikatakan beberapa pejabat AS seperti dilaporkan CNN.

“Meski begitu, pesawat yang membawa 151 penumpang tersebut, mendarat dengan selamat di Houston,” kata juru bicara Houston Airport Systems Darian Ward.

Tidak jelas apakah turbulensi itu disebabkan oleh sistem badai yang sama dengan penyebab tornado di Texas pada Selasa (3/4) lalu atau tidak.
Diketahui, sebanyak 13 tornado menerjang daerah Dallas-Fort Worth di Texas, dan melukai lebih dari 10 orang serta mengakibatkan kerusakan besar di kota tersebut. Bahkan, 400 penerbangan terpaksa dibatalkan.(net)

Jadi Lokasi Wisata Religi

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Kota Depok

Empat tahun sudah Masjid Kubah Emas menjadi simbol baru peradaban Islam di Kota Depok. Pamor masjid yang dibangun Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid itu terus didatangi wisatawan muslim dari seluruh tanah air dan asing.

Ketenarannya sudah tidak diragukan lagi. Sejak kali pertama digunakan pada 31 Desember 2006 lalu,  Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri menjadi magnet wisata baru Kota Depok. Kemegahan dan keagungan masjid dengan kubah berlapis emas itu sudah didatangi puluhan ribu umat muslim. Bukan  hanya dari dalam negeri tapi juga mancanegara. “Hampir setiap akhir pekan masjid ini padat pengunjung.

Mereka dari datang dari berbagai daerah,” terang Irwan, juru foto Masjid Kubah Emas.  Lelaki yang setiap hari mencari nafkah sebagai juru foto lepas itu mengaku tak pernah sepi order. Terlebih saat akhir pekan dan musim libur sekolah. Bukan hanya pengunjung lokal yang meminta diabadikan dalam karya fotografi saat berada di Masjid Kubah Emas tapi juga banyak wisatawan asing.

“Pengunjung asing kebanyakan berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura dan negara-negara lain. Ketenaran Masjid Kubah Emas ini sudah mendunia,” ucapnya bangga. Warga asli Kota Depok ini mengaku bersyukur adanya Masjid Kubah Emas. Tak hanya menambah keimanan terhadap ajaran Islam tetapi juga memberikan nilai tambah dalam bidang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pasalnya, banyak warga sekitar masjid itu ikut menikmati kunjungan wisatawan ke masjid tersebut. Lantaran memberikan peluang usaha bagi warga lokal. Masjid yang berdiri di atas lahan 70 hektar ini kali pertama digunakan salat Idul Adha 1427 Hijriyah lalu. Dengan luas bangunan 8.000 meter persegi, masjid ini terbagi atas ruang utama, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, dan ruangan fungsional lainnya.

Masjid ini mampu menampung 15 ribu jamaah untuk salat serta 20 ribu untuk kegiatan majelis taklim. Secara umum arsitektur masjid ini mengikuti tipologi ciri kubah, minerat, halaman dalam, dan penggunaan hiasan dekoratif. Di dalam masjid berukuran 45×57 meter ini terdapat 6 minerat berbentuk segi enam yang menjulang keangkasa setinggi 40 meter. Itu melambangkan rukun iman.

Keenam minerat dibungkus granit abu-abu dengan ornamen melingkar. Pada kubahnya sendiri berlapis mozaik emas 24 karat. Kaligrafi yang terdapat di setiap dinding Masjid Kubah Emas itu bergaya tsulutsy yang dikerjakan ahli khat Indonesia yang pernah menulis mushaf Masjid Istiqlal. Mihrab atau bangunan menjorok ke dalam pada dinding bagian depan masjid menunjukan arah kiblat.

Di sana terdapat empat pilar berbalut batu granit porto rose dari Afrika Selatan. Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri, Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, tak pernah terpikir menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai tempat wisata. Sebab, konsep awal pembangunan masjid berlokasi di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok untuk mendukung kawasan Islamic Center Dian Al Mahri.

“Pendiri masjid tidak pernah memikirkan atau menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai tempat wisata,” terang pengelola Islamic Center Dian Al Mahri,  Yudi Camaro kemarin.  Tapi, pendirian Masjid Kubah Emas salah satu bagian penting dari rencana kawasan Islamic Center Dian Al Mahri lokasi pendidikan yang terdiri atas pondok pesantren, TK, SD, SMP dan SMU. Serta juga membuat area publik dakwah dan peradaban Islam.

Yudi tak menampik kalau kemasyuran Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri telah didengar umat muslim di seluruh dunia. Sehingga masjid ini kerap dijadikan tujuan wisata religi dari dalam mau pun luar negeri.(*)

Cemburu Seorang Suami kepada Istri karena Cinta

Rahmi Darwis

Kehidupan rumah tangga tidak akan pernah lepas dari sebuah masalah. Masalah itu akan datang silih berganti, baik datang dari luar atau pun dari dalam diri sendiri setiap pasangan suami istri. Di dalam kehidupan rumah tangga, rasa cinta dan kasih sayang akan semakin terbentuk dan terjalin dengan adanya perwujudan kasih sayang itu sendiri. Salah satu bentuk rasa cinta dan kasih sayang itu adalah cemburu (ghairah).

Cemburu selalu dikonotasikan dalam makna negatif, di mana cemburu pasti memberikan dampak atau efek yang buruk pada setiap pasangan. Padahal, cemburu adalah hal yang lumrah dan suatu perwujudan bentuk kasih sayang seorang kekasih kepada pasangannya.

Cemburu pada pasangan dibenarkan dalam Islam dan apabila tidak ada rasa cemburu, maka perlu dipertanyakan, apakah memang benar pasangan tersebut memiliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap pasangan yang lainnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan kecemburuan Allah itu muncul manakala seorang mukmin mengerjakan apa yang diharamkan oleh Allah” (HR. Al-Bukhari). Allah sang pencipta alam semesta, pemiliki segalanya adalah juga pecemburu dan cemburu Nya ini merupakan bentuk wujud cinta Nya kepada manusia. Dan bagaimana pula apabila seorang suami tidak ada rasa cemburu terhadap orang yang dikasihinya?

Ghairah (cemburu) adalah menjaga isteri dari berbincang dengan laki-laki yang bukan mahram serta mencari perhatian mereka, juga bersolek dan membuka aurat. Dan bukan menuduh dan menilai rendah agama dan kehormatannya serta memata-matainya. Dalam diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabatnya terdapat suri teladan yang baik dalam hal itu bagi kita semua. Berikut kisah para sahabat mengenai rasa cemburu terhadap istri mereka.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, dari Mughirah, dia berkata; Sa’ad bin ‘Ubadah berkata, “Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama isteriku, niscaya aku akan penggal dia dengan pedang tanpa ampun”.  Lalu hal tersebut disampaikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun berkata, “Apakah kalian heran terhadap kecemburuan Sa’ad? Sesung-guhnya aku lebih cemburu daripada dia sedang Allah lebih cemburu lagi dariku.”
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai umat Muhammad, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah, ketika melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya yang berzina, wahai umat Muhammad.”

Dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Zubair menikahiku, sedang dia tidak memiliki harta di muka bumi ini, tidak juga budak, dan tidak juga hal lainnya, selain telaga air dan kuda. Aku yang biasa memberi makan dan minum kudanya, juga menjahit geribahnya (kantong air) dan membuat adonan. Padahal aku tidak begitu pintar untuk membuat adonan roti. Beberapa wanita Anshar tetanggaku biasa membantuku membuat adonan roti, dan mereka adalah wanita-wanita yang jujur. Aku memindahkan biji-bijian dari tanah Zubair yang telah diputuskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mengangkutnya di atas kepalaku. Dariku, tempat itu berjarak dua pertiga farsakh. Pada suatu hari, aku datang dengan biji-bijian itu di atas kepalaku, lalu aku bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersamanya terdapat beberapa orang Anshar. Lalu beliau memanggilku dan kemudian berkata, “Sini-sini”, untuk membawaku di belakangnya., tetapi aku malu untuk berjalan bersama kaum pria. Dan aku ceritakan tentang Zubair dan kecemburuannya, dan dia termasuk orang yang paling pencemburu- lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui kalau aku telah malu. Kemudian beliau berlalu.

Selanjutnya aku mendatangi Zubair dan kukatakan, Rasulullah  telah bertemu denganku sedang di atas kepalaku terdapat biji-bijian sementara bersama beliau terdapat beberapa orang Sahabatnya, lalu beliau menderumkan untanya untuk aku naiki, sehingga aku merasa malu kepada beliau dan aku mengetahui kecemburuanmu. Kemudian beliau berkata, “Demi Allah, bawaanmu berupa biji-bijian belumlah seberapa bagiku daripada engkau naik unta bersamanya” Asma’ berkata, “Sehingga setelah itu Abu Bakar mengutus seorang pelayan kepadaku yang membantuku untuk mengurus kuda. Seakan-akan ayahku telah memerdekakanku.”

Imam al-Bukhari rahimahullah berkata, Muhammad bin Abi Bakar al-Muqaddami memberitahu kami, ia berkata, Mu’tamir memberitahu kami dari ‘Ubaidillah bin Muhammad bin al-Munkadir dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Aku pernah masuk Surga atau aku pernah mendatangi surga, tiba-tiba aku melihat sebuah istana, lalu kutanyakan, “Untuk siapa istana ini?”  Mereka menjawab, “Untuk ‘Umar bin al-Khath-thab”.  Maka aku ingin sekali memasukinya dan tidak ada yang menghalangiku, kecuali pengetahuanku tentang kecemburuanmu.”

Umar bin al-Khaththab berkata, “Wahai Rasulullah, demi ayah, dirimu, dan ibuku, wahai Nabi Allah, apakah pantas aku cemburu kepadamu?” Abdan memberitahu kami, ia berkata, Abdullah memberitahu kami dari Yunus dari az-Zuhri, dia berkata, Ibnul Musayyib dari Abu Hurairah, dia berkata, “Ketika kami tengah duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”, “Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi berada di Surga, tiba-tiba ada seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana, lalu kutanyakan, “Untuk siapa istana ini?” Dia menjawab, “Ini untuk Umar”.  Kemudian aku teringat pada kecemburuannya, lantas aku berbalik pergi”.

Maka  Umar pun menangis sedang dia tengah berada di dalam majelis dan kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, apakah pantas aku cemburu kepadamu?” Dan di antara bentuk kecemburuan yang dianjurkan adalah melarang isteri memperlihatkan dandanannya kepada laki-laki lain yang bukan mahram, seperti saudara-saudara laki-laki suaminya dan juga yang lainnya.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Janganlah kalian masuk (ke tempat) wanita.” Lalu seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagai-mana pendapatmu dengan al-hamwu (ipar)?” Beliau menjawab, “al-Hamwu itu kematian.”

Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan al-Hamwu di sini adalah kerabat suami selain ayah dan anak-anaknya, karena mereka adalah mahram bagi isteri yang diperbolehkan bagi mereka untuk berkhulwah (menyendiri) dengannya dan mereka tidak disebut sebagai ‘kematian.’ Karena yang dimaksudkan dengan al-Hamwu itu adalah saudara laki-laki (maksudnya, yaitu dari pihak suami-pent), anak laki-laki dari saudara laki-laki, paman dan anaknya, serta yang semisalnya yang bukan mahram (maksudnya, yaitu dari pihak suami). Biasanya, orang-orang cenderung meremehkan masalah ini sehingga dia berkhulwah dengan isteri saudara laki-lakinya padahal ia adalah ‘kematian’ (membawa kepada fitnah dan bahaya lainnya) dan ia lebih patut untuk dihindari daripada laki-laki asing.

Dan di antara bentuk kecemburuan yang dianjurkan adalah tidak menyodorkan isteri untuk dimangsa fitnah. Hal itu bisa dalam bentuk pergi dari sisinya terlalu lama atau dengan memasukkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah, baik itu berupa pesawat televisi ataupun yang lainnya serta tidak mendorongnya untuk banyak keluar ke pasar atau rumah sakit.

Keharmonisan kehidupan dalam suatu rumah tangga terlihat bagaimana perilaku sang suami terhadap istri ataupun sebaliknya. Sikap suami yang bijaksana dalam menghadapi masalah berperan penting terjalinnya hubungan yang baik. Seperti yang telah diceritakan dari kisah para sahabat, rasa cemburu merupakan hal yang wajar dan memang harus dimiliki oleh setiap muslim. Rasa cemburu bukanlah hal yang negating yang selama ini dikenal dilingkungan disekitar kita. Tidak ada yang salah dari kecemburuan terhadap pasangan akan tetapi yang salah itu adalah bagaimana menyikapi cemburu yang berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan dalam hubungan pernikahan. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Magister Kenotariatan Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara .