Home Blog Page 13751

Selingkuh, Suami Bakar Istri Hidup-hidup

HAMPARAN PERAK- Nurmala Dewi (32), ibu rumah tangga yang menetap di Dusun VIII Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, meregang nyawa setelah dibakar hidup-hidup oleh Sugianto (32) suaminya. Perbuatan sadis itu dilakukan tersangka karena curiga kalau istrinya selingkuh dengan pria lain saat melihat sepeda motor seorang pria singgah di kediamannya.

Ditemui di sel tahanan Polsekta Hamparan Perak, Selasa (27/3) siang, Sugianto mengaku, dirinya nekat membakar Nurmala karena dipicu api cemburu. Pelaku membakar istrinya di teras rumah Rabu (21/3) lalu.

Diceritakan dia, malam itu sepulang dari merantau di Jakarta, ia melihat sebuah sepeda motor parkir di depan rumahnya. Melihat hal itu, tersangka lantas memutar masuk ke rumah lewat pintu belakang. Tak lama sepeda motor yang tadinya berada di depan rumahnya beranjak pergi. “Selama 6 bulan saya kerja sebagai buruh bangunan di Jakarta. Begitu pulang saya lihat ada kreta (motor) parkir di depan rumah, dan selama aku merantau aku sering dapat kabar dari kampung tentang perbuatan istri ku, tapi aku tak lantas percaya begitu saja,” ungkap Sugianto.

Kecurigaan tersangka terhadap perselingkuhan istrinya pun muncul begitu mengetahui tamu yang berada di rumahnya seorang pria. Ketika masuk dari belakang rumah, ia mendapati istrinya sedang menonton televisi sambil mengisap sebatang rokok dan tengah asyik berkomunikasi melalui telepon selular dengan seseorang.

“Aku kesal kali dibuat dia malam itu, aku baru pulang dia malah asyik ketawa-ketawa berbicara di handpone dengan orang lain. Saat aku kasi tahu baik-baik dia malah mengabaikanku, akupun bermaksud keluar rumah naik kereta karena suntuk melihat dia, tapi begitu ku engkol rupanya minyaknya tak ada,” ucapnya.

Karena bahan bakar sepeda motornya ludes, Sugianto lantas menuju warung di depan rumahnya. Di warung itu tersangka membeli satu liter bensin menggunakan plastik dan membeli korek api. Setibanya di rumah, korban tetap terlihat asyik menelpon tanpa memperdulikannya. Hal inilah yang akhirnya membuat tersangka emosional serta mengancam akan membakar istrinya.

“Begitu melihat aku marah dia lalu menutup HP-nya, aku sama dia kemudian bertengkar mulut. Dan plastik berisi bensin yang ku bawa terjatuh ke lantai dan mengenai kaki istri ku. Karena dia (korban) sedang merokok lalu api menyambar ke tumpahan bensin dan membakar kaki serta badannya,” bebernya.

Begitu melihat api sudah membakar tubuh istrinya, Sugianto berupaya memberikan pertolongan dengan mengambil air dari kamar mandi. Sementara korban berteriak minta tolong. “Waktu aku balik dari kamar mandi ku lihat badan istri ku sudah melepuh, warga pun ramai berdatangan,” sebutnya.
Melihat kondisi luka korban cukup parah, tersangka bersama warga lantas melarikan korban ke RSU Sundari di Pinang Baris, Medan. Karena luka bakar diderita korban cukup parah, pihak rumah sakit kemudian merujuknya ke RSU Adam Malik, Medan.

“Setelah 3 hari dirawat di rumah sakit, istri ku akhirnya meninggal dunia. Sedangkan aku ditangkap setelah polisi menerima laporan dari warga,” tuturnya.

Kapolsekta Hamparan Perak, Kompol M Silaen ketika dikonfirmasi Sumut Pos terkait kejadian dimaksud membenarkan. “Setelah adanya laporan warga kita langsung melakukan pengecekan di TKP, baru kemudian mengamankan tersangka,” kata Silaen.
Dia menambahkan, akibat perbuatannya, Sugianto dijerat dengan KUHPidana tentang KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) hingga menyebabkan korbannya tewas. (mag-17)

Tim Advokasi KRSU Laporkan Penembak Warga

MEDAN- Tim Advokasi Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU) yang di ketuai Heri Djulmi, akan melaporkan peristiwa penembakan terhadap warga oleh oknum polisi, kepada Kemenkum HAM.

“Kami akan membuat pengaduan atas peristiwa ini, dan kami akan bentuk tim khusus untuk mencari fakta-fakta mengenai peristiwa penembakan tersebut. Kami akan bawa kasus ini ke jalur hukum,” terang Heri Djulmi, Selasa (27/3).

Sementara itu, korban penembakan Mantono (26) masih dirawat di RS Santa Elisabeth Medan.

Senin (26/3) malam, korban didatangi Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Bambang Sucahyo dan Kasat Intel Polresta Medan Kompol Ahyan, sejak pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Kasat Intelkam Polresta Medan datang bersama anggotanya pada pukul 20.00 WIB dan langsung menjumpai Mantono. Mantono yang saat itu sedang bersama Ketua Harian Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sumut, Prabu Alam hanya ditanyai perihal kondisi terakhir kesehatannya.
“Saat itu cuma ditanyai kondisi terakhir saja,” kata Mantono kepada Sumut Pos, Selasa (27/3) sore.

Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Dir Intelkam Polda Sumut juga datang namun tidak menjumpai korban melainkan mencari dokter yang memeriksa kondisi Mantono. (adl/sc-1/smg)

Warga Desa Beringin Protes Galian Kabel Listrik

LUBUKPAKAM- Warga Dusun Masjid, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, memprotes kegiatan penggalian kabel listrik di lingkungan mereka. Pasalnya, PT Sidohita Jaya selaku kontraktor mengabaikan keselamatan warga yang melintas, apalagi sudah banyak warga yang jatuh karena terpeleset di sana.
Warga meminta agar kontraktor menyediakan lampu penerangan di lokasi penggalian pada malam hari sehingga tidak membahayakan pengguna jalan. Selain itu, kontraktor juga diminta melakukan pemadatan bekas galian dan saat pengerjaan dibuat rambu-rambu di pinggir jalan.
Selain itu, warga meminta agar pelaksanan pengalian tidak menggunakan alat berat, karena dapat menyebabkan kemacetan di ruas jalan penghubung antar Kecamatan Beringin dengan Lubukpakam itu.

“Kontraktornya tidak membersihkan lokasi pekerjaannya, sehingga pada malam hari jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan,” kata Kabulan, warga setempat.

Sementara Kepala Desa Beringin Poniman mengaku pernah menyampaikan keluhan masyarakatnya ini kepada kontraktor, namun belumn direspon. “Warga pernah protes ke kita, kemudian protes itu kita disampaikan kepada kontraktor, tetapi tidak direspon. Iya inilah jadinya,” kata Poniman yang menjadi sasaran pertanyaan warga.

Sementara itu, PT Sidohita Jaya selaku kontraktor pemasangan kabel yang bakal mengalirkan listrik ke lokasi Bandara Kualanamu itu dalam surat pemberitahuannya menyebutkan, PT Sidohita Jaya telah mendapat izin dari Bupati Deliserdang nomor 503.620/5455 tentang izin penggalian tanah atau jalan untuk penanaman kabel listrik.

Disebutkan, dalam surat izin yang diterbitkan Bupati DeliSerdang, PT Sidohita Jaya harus memasang papan pengenal serta rambu-rambu pengaman lalulintas selama pekerjaan berlangsung. (btr)

Paman Bacok Kepala Ponakan

PERDAGANGAN– Nasrun Tindaon (34), menderita luka bajok di keningnya, setelah ditebas parang oleh pamannya sendiri P saragih, Selasa (27/3) pukul 10.00 WIB.

Peristiwa yang terjadi di depan rumah korban di Huta II, Nagori Pematang Bandar, Simalungun itu, ditenggarai kecurigaan P Saragih kepada keponakannya Nasrun, terkait titipan uang dari salah satu perusahaan tempatnya bekerja yang tidak diserahkan Nasrun kepada dirinya.

Keterangan diperoleh, sekira pukul 09.45 WIB, Nasrun Tindaon tengah duduk santai di rumahnya bersama dengan seorang anaknya.
Tak lama berselang, P Saragih tiba dirumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian mendatangi korban untuk menanyakan uang titipan dari salah satu perusahaan tempatnya bekerja, namun korban membantah menerima uang titipan dari perusahaan tersebut.

Mendengar itu, pelaku berang dan emosi hingga pergi ke dapur rumah korban mengambil parang yang terselip di dinding dapur rumahnya. Setelah parang digenggam pelaku, pensiunan tentara ini langsung membacokkan parang ke arah kepala korban hingga mengenai keningnya. Kejadian itu tepat di depan anak korban.

Korban yang mengalami luka bacok di keningnya, lalu pergi ke Kilinik Kerasaan dengan sepeda motornya yang berjarak 3 Km dari kediamannya, dengan kondisi bersimbah darah untuk meminta pertolongan. Sementara pelaku, setelah membacok korban langsung kabur.
Usai mengobati lukanya, korban mendatangi Polsek Perdagangan. (mag– 02/smg)

Ditanya Galian C, Zainuddin Mars Marah

LUBUKPAKAM- Maraknya aktivitas galian C ilegal di wilayah Deliserdang terkesan kalau Pemkab Deliserdang tak mampu melakukan penertiban usaha ilegal tersebut. Bahkan, penertiban yang pernah dilakukan Pemkab Deliserdang terkesan tebang pilih dan terindikasi ada oknum di lingkungan Permkab yang melindungi usaha galian C tersebut.

Saat hal ini dikonfirmasi kepada Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars usai rapat paripurna di gedung DPRD Deliserdang, Senin (26/3), dia langsung marah-marah. Bahkan, orang nomor dua di Pemkab Deliserdang ini sempat melontarkan kata-kata tak pantas diucapkan kepada wartawan.
“Tidak benar isu itu. Nggak ada itu.….(tak pantas dituliskan, Red)” kata Zainuddin sambil berlalu.

Namun sebelumnya, Zainuddin sempat menyatakan, pihaknya akan mengumpulkan semua stafnya yang berhubungan dengan penerbitan serta penertiban izin galian C dan izin industri. “Dalam waktu dekat ini akan kita kumpulkan semua SKPD terkait itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil ketua DPRD Deliserdang Wagirin Arman mendesak Pemkab Deli Serdang untuk bersikap tegas terhadap pengusaha galian C illegal. “Beberapa waktu lalu, Pemkab Deliserdang melalui Satpol-PP bisa menarik alat berat milik pengusaha galian C ilegal. Nah, ini kok tak bisa dilakukan ketegasan. Jangan-jangan ada orang dalam yang membeking kegiatan illegal itu,” kata Wagirin.

Menurutnya, sudah banyak temuan anggota dewan terkait maraknya aktivitas galian C illegal di Deliserdang. Bahkan beberapa di intaranya, ada yang memiliki kilang pemecah batu permanen yang sudah lama beraktivitas, seperti kilang milik PT Mitra Kuring (MK). (btr)

Kasus Sipir Keroyok Brimob, Enam Orang Ditetapkan Tersangka

MEDAN- Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang  petugas sipir Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan, enam orang diantaranya ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap Briptu Nimrod Sitorus beberapa waktu lalu.

Meski telah menetapkan enam tersangka, polisi masih bungkam ketika ditanya terkait identitas tersangka.
Keterangan diperoleh Sumut Pos di Polresta Medan, Selasa (27/3), penetapan enam orang tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang petugas sipir yakni JS, R, RS, DG, HB, MP, S, RT dan FS.

Kanit Jahtanras Polresta Medan AKP Yudi Frianto, saat dikonfirmasi enggan menyebutkan identitas enam orang tersangka itu. “Langsung Kapolres ajalah mas,” tolaknya.

Sementara Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang, saat dikonfirmasi tidak dapat dihubungi.
Sekedar mengingatkan, Sabtu (24/3) sekira pukul 09.00 WIB, tersangka kasus judi Briptu Nimrod Sitorus (27) oknum Brimob Siantar dianiaya sipir Rutan saat menjalani  hukuman di Rutan Kelas I Medan tersebut.

Ketika berada di Rutan, Briptu Nimrod Sitorus diketahui tidak mau mengikuti apel pagi sebagaimana telah menjadi kegiatan rutin di Rutan. Kemudian pegawai sipir yang tak melihat Briptu Nimrod Sitorus dalam barisan, mencoba mencari keberadaannya dan memanggil dirinya. Namun Briptu Nimrod tak bersedia mengikuti apel pagi karena alasan yang tak jelas. Melihat Briptu Nimrod di dalam sel sambil bersantai-santai, membuat sejumlah pegawai sipir geram dan emosi, hingga terjadi penganiayaan.(gus)

Kembangkan Gambir, PD PAL Didirikan

PAKPAK BHARAT- Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, Pemkab Pakpak Bharat melalui instansi terkait mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Perusahaan Daerah Pakpak Agro Lestari (PD PAL).

Hal tersebut disampaikan Kadis Perindagkop melalui Kabag Humas Kastro di ruang kerjanya, Selasa (27/3).
“Untuk mengantisipasi dan meminimalisir permasalahan terkait perekonomian serta mendorong terciptanya peningkatan pertumbuhan daya saing dalam usaha pertanian dan pengolahan hasil pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat, maka pada tahun anggaran 2011 telah dibentuk Badan Usaha Milik Daerah, yaitu Perusahaan Daerah Pakpak Agro Lestari” terang Kastro.

Lebih jauh disampaikannya, tugas pokok yang akan dilaksanakan PD PAL adalah membina, mengelola, menyelenggarakan dan mengembangkan kegiatan dibidang usaha-usaha ekonomi produktif yang diarahkan kepada pelayanan masyarakat, pemberian jasa dan perolehan laba berdasarkan prinsip -prinsip dan fungsi-fungsi sebagai suatu perusahaan dengan tujuan menyelenggarakan kegiatan usaha yang  profesional sesuai peraturan perundang-undangan.
“Untuk sementara waktu, PD PAL bakal mengelola dan mengembangkan komoditi gambir,” ujarnya. (mag-14)

Rumah Bantuan Kemenpera Ambruk

LANGKAT- Tragis, dua unit bangunan rumah (satu kopel) untuk nelayan bantuan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) belum dihuni ambruk total. Dugaan sementara, disebabkan tiang penyangga tidak kuat menopang rumah panggung tersebut.

Keterangan yang diperoleh Sumut Pos, Selasa (26/3), rumah berlokasi di Gang Meriam Ujung, Kelurahan Sei Bilah Timur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, ambruk, Jumat (23/3) lalu, kendati tidak ada hujan maupun angin kencang. Bahkan, bangunan pemukiman nelayan berlokasi di kawasan pasang surut tersebut dikabarkan posisinya mulai miring. Untungnya, peristiwa itu tidak memakan korban jiwa menyusul belum adanya nelayan yang menempati.
Beberapa warga menduga, kontruksi bangunan sangat diragukan ketahanannya sehingga warga yang kelak mendapatkan rumah itu dikhawatirkan enggan menempati proyek perumahan yang disebut-sebut menelan biaya miliaran rupiah.

Menyikapi ambruknya rumah tersebut, Kabag Humas Pemkab Langkat, H Syahrizal, ketika dikonfirmasimengakui telah mendengar informasinya. Namun, tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci.(mag-4)

PPP Gelar Tes Baca Al-Quran bagi Pasangan Calon

Jelang Pilkada Padangsidimpuan

PADANGSIDIMPUAN– Menjelang pemilihan kepada daerah di Kota Padangsidimpuan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melakukan tes baca al-Qur’an bagi bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota yang mendaftar ke partai berlambang kabah ini. Kemampuan baca al-Qur’an menjadi syarat penting bagi setiap pasangan balon walikota dan wakil walikota yang harus dilewati.

“Bagi PPP, kemampuan baca al-Qur’an menjadi syarat utama untuk dapat ditetapkan sebagai pasangan yang akan diusung pada pilkada Oktober mendatang,” kata Ketua DPC PPP Kota Padangsidimpuan Adnan Buyung Lubis didampingi Ketua Panitia Penjaringan, Anggara di sela-sela acara penyampaian pembukaan Rapimcab DPC PPP Padangsidimpuan sekaligus penyampaian visi misi masing-masing kandidat di Hotel Natama, Padangsidimpun, beberapa hari lalu.

Seperti ketahui, terdapat tiga pasangan bakal calon yang sudah mendaftar ke PPP, yakni pasangan Dedy JP Harahap-H Affan Siregar, Andar Amir Harahap-Muhammad Iskandar Nasution, Adnan Buyung Lubis-Mamora Nauli.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal Pohan SAg pada kesempatan itu menegaskan, untuk membangun suatu bangsa atau daerah menjadi lebih baik, dibutuhkan kesamaan tujuan seluruh elemen masyarakat, bahwa apapun yang dilakukan tujuannya menciptakan maslahat atau kebaikan.
“Dalam kehidupan sesama kita pasti ada perbedaan. Tapi perbedaan itu tidak boleh menjadi jalan menciptakan perpecahan. Jika kita melihat pesan Allah dalam Al-Qur’an terkait kepemimpinan, maka kita akan menemukan satu ayat yang artinya, taati Allah, taati Rasul dan pemimpin di antara kamu,” kata Fadly.

Dijelaskannya, ayat tersebut menjelaskan, untuk mendapatkan pemimpin membutuhkan proses. Dalam perjalan proses tersebut, tentu kita pasti memiliki pandangan dan penilaian berbeda-beda dan itu diakomodir oleh al-Qur’an,” jelas Fadly yang berencana mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara ini.

Kemudian kata Fadly, Padangsidimpun merupakan kota baru yang terus berbenah dalam rangka percepatan pembangunan. Kota Sidimpuan diapit tiga daerah dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Artinya, Kota Sidimpun ke depan akan menjadi pusat perdagangan dan sentra-sentra pertumbuhan perekonomian di ini.

Hadir pada acara itu para pengurus DPW PPP Sumut di antaranya, H Ahmad Hosen Hutagalung yang juga anggota DPRD Sumut, H Nurzirwan Lubis, Ahmadan Harahap, Faisal Hutabarat, Jon Masren Saragih.

Pengurus Anak Cabang PPP, tiga pasangan balon wali kota dan wakil wali kota pendukung masing-masing pasangan balon dan undangan lainnya. (ade)

BPK Berharap Pemprovsu Naik Kelas

MEDAN- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berharap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) 2011 “naik kelas” dari sebelumnya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Dari kesungguhan dan komitmen Pemprovsu dewasa ini kami berharap tahun ini Pemprovsu mendapat opini WTP untuk laporan 2011,” ujar Kepala BPK Perwakilan Sumut Muktini SH, saat menerima Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemprovsu di Aula Kantor BPK Sumut di Medan, Selasa (27/3).

LKPD tahun anggaran 2011 tersebut diserahkan langsung oleh Sekdaprovsu, Nurdin Lubis yang mewakili Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho kepada Kepala BPK Perwakilan Sumut, disaksikan Kasuband Sumut I R Aryo Bomantari SE MM Ak serta Kasubag Hukum dan Humas Mikael PH Togatorop SH MHum.
Lebih lanjut, Muktini mengemukakan harapan agar “naik kelas” tersebut bukan semata obsesi Pemprovsu, tapi BPK Perwakilan Sumut akan senang dan berharap agar opini tersebut naik menjadi WTP. “Naik kelasnya opini Pemprovsu juga akan menjadi penilaian kinerja positip bagi BPK,” tegasnya.

Meski harapan “naik kelas” tersebut harus menjadi obsesi dan komitmen, lanjutnya, namun Muktini berharap minimal prestasi yang sudah diperoleh dalam tiga tahun terakhir ini dengan opini WDP dapat dipertahankan, tidak seperti salah satu provinsi di Indonesia yang telah mendapat opini WTP, malah tahun lalu turun kelas kembali dengan opini WDP.

Muktini juga memberi apresiasi, tahun ini Pemprovsu bisa lebih cepat menyampaikan LKPD dibanding tahun lalu, yakni diserahkan pada 27 Maret.
“Masa penyampaian memang sudah lebih cepat, namun urutannya masih tetap posisi ke-14 pada urutan LKPD kabupaten dan kota se-Sumut,” ujarnya.
Dikemukakan, tahun lalu hanya 15 daerah termasuk Pemprovsu yang bisa menyampaikan LKPD sesuai jadwal yang ditetapkan, namun tahun ini hingga 31 Maret 2012 diperkirakan 20 daerah.

Sekdaprovsu Nurdin Lubis mengemukakan penyerahan LKPD 2011 ini merupakan perintah tiga paket undang-undang tentang pengelolaan keuangan negara dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8/2006 tentang Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

“Pemprovsu sudah berupaya berbuat maksimal. Kami berharap tahun ini dapat naik jadi WTP karena beberapa koreksi dan rekomendasi yang diberikan BPK tahun lalu telah kami perbaiki terutama menyangkut aset dan SPI,” ujarnya.

Dalam upaya pembenahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik, ujarnya, tahun ini Pemprovsu juga telah melakukan pendampingan dengan BPK sejak awal dalam penyusunan LKPD.

“Artinya, proses LKPD ini telah dalam arahan dan bimbingan pihak BPK. Untuk ini kami menyampaikan terima kasih dan berupaya mengikuti bimbingan tersebut sesuai ketentuan dan peraturan berlaku,” tuturnya.

Dalam rangka proses percapatan dan kualitas LKPD ini, lanjutnya, juga di-review oleh Inspektorat yang juga bersama-sama dengan BPK sehingga keikutsertaan dalam proses ini diharapkan LKPD 2011 Pemprovsu dapat lebih baik.(ari)