Home Blog Page 13759

Malaysia Pulangkan Empat Nelayan Sumut

MEDAN- Empat nelayan Sumut yang ditangkap Polisi Malaysia pada 2011 lalu, tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan, Kamis (15/3) siang. Kepulangan empat nelayan tersebut disambut Kepala Pusat Data, Statistik dan Infomasi Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pusat, Indra Sakti SE MM, Direktur Penanganan Pelanggaran Dirjen PSDKP berserta unsur pimpinan Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Sumut dan keluarga keempat nelayan tersebut di Bandara Polonia Medan.

Empat nelayan asal Sumut yang dipulangkan Pemerintah Malaysia tersebut yakni Adi Syahputra, warga Sei Bilah, Langkat, Awal dan Samsul Komar, warga Desa Lalang, Kuala Tanjung, Medang Deres, Batubara, dan Amir Khan warga Dusun II, Paluh Sibaji, Pantai Labu, Deliserdang.

Menurut Adi Syahputra, saat ini dirinya belum berani melaut dan memilih untuk menenangkan diri sementara waktu. Dijelaskannya, dirinya tak mau melaut karena masih trauma. Adi juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Dirjen PSDKP, KKP dan Ditjen PSDKP yang telah memulangkan mereka. Adi juga meminta agar aparat keamanan yang menjaga di tapal batas laut untuk berjaga-jaga, karena warga tak mengetahui mana-mana saja yang menjadi batas wilayah laut Indonesia.

“Kalau bisa petugas di laut juga harus melakukan pengawasan dan dengan demikian para nelayan bisa mengetahui batas laut. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pemulangan para nelayan yang ditahan Malaysia,” ungkapnya sambil berlalu.

Dirjen PSDKP Syahrin Abdurahman mengatakan, ke depannya pihaknya menginginkan agar tak ada lagi nelayan Indonesia yang ditangkap dan ditahan oleh aparat Malaysia. “Saat ini pihak PSDKP sedang melakukan upaya pemulangan terhadap nelayan lainnya yang ditahan oleh Malaysia,” katanya.
Hal senada juga diucapkan Kepala Pusdatin, Indra Sakti SE MM. ditambahkannya, pemulangan seluruh nelayan yang ditangkap aparat Malaysia ini merupakan kerja sama dan hasil advokasi yang secara aktif dilakukan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Tak hanya itu, jelasnya, ini juga berhasil berkat kerjasama dengan Konsul RI dan Pemerintah Daerah asal para nelayan yang ditahan tersebut.(jon)

Pelindo Bangun Terminal CPO di Sumut

JAKARTA- PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) memulai pembangunan terminal curah cair untuk memuat minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Pembangunan dermaga sawit ini menelan investasi Rp570 miliar.

“Ini bagian dari komitmen Pelindo I untuk merealisasikan rencana investasinya senilai Rp 2 triliun untuk pengembangan pelabuhan yang menghadap langsung ke perairan Selat Malaka itu,” kata Direktur Utama Pelindo I, Alfred Nassir dalam keterangan persnya, Kamis (15/3).

Pembangunan terminal dan pelabuhan CPO tersebut sejalan dengan rencana pembangunan kawasan industri hilir sawit dan karet di kawasan Sei Mangke, yang dikembangkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Medan. Penambahan prasarana dermaga ini demi melayani pengiriman barang untuk domestik maupun ekspor dari kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei.

“Berdasarkan hasil studi kelayakan dan perencanaan, pembangunan fisik terminal dan infrastruktur pelabuhan akan selesai sebelum akhir tahun 2013,” ungkapnya.

Pemuatan CPO asal Sumut dan Aceh untuk ekspor selama ini hanya mengandalkan Pelabuhan Belawan Medan, sehingga kerap membuat antrean kapal atau kongesti di pelabuhan itu. Selain permintaan sandar kapal yang cenderung meningkat, tingkat sedimentasi di perairan Belawan juga tergolong tinggi dan memaksa pihak Pelindo I harus mengeluarkan anggaran relatif besar untuk biaya pengerukan.

“Pelabuhan ini memiliki panjang dermaga 200 meter dengan posisi menjorok sepanjang 2.300 meter ke laut. Jika terjadi pertumbuhan yang signifikan, kami siap melaksanakan pembangunan tahap berikutnya karena lahannya sudah tersedia,” tuturnya.

Menurutnya, prospek pelabuhan ini sangat cerah karena langsung berhadapan dengan Selat Malaka. Kedalaman alur di Kuala Tanjung mencapai 12 meter dan dapat dilalui kapal berbobot besar merupakan keunggulan dibandingkan dengan Belawan.

Kuala Tanjung saat ini telah memiliki dermaga sepanjang 20 kilometer dan mampu menampung 25 juta TEUs (twenty equivalen units) peti kemas per tahun. (esy/jpnn)

Dituduh Mengancam, 10 Warga Diamankan Polisi

KARO- Dituduh melakukan pengancaman dengan senjata tajam di sekitar areal perusahaan PT Wampu Electric Power (WEP), sepuluh warga Desa Payung, Kecamatan Payung, diamankan polisi dari lokasi kejadian, Kamis (15/3). Informasi yang diperoleh Sumut Pos, kesepuluh orang yang diamankan yakni berinisial AK, MS, DG, MS, JP, RP, ROP, JK, ZK, RM.

Seorang warga mengatakan, mereka tidak pernah melakukan pengancaman. “Hanya saja, kami menguasai lahan dengan bercocok tanam di areal pembangunan PT WEP. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada perusahaan, yang hingga saat ini belum mengganti rugi tanah seluas 36 hektar yang diambil alih oleh PT WEP,” katanya.

Sementara Sukiman Kembaren (52), warga Desa Payung, Kecamatan Payung, yang mengaku sebagai ahli waris tanah tersebut mengatakan, PT WEP malah membayar ganti rugi kepada pihak lain yang bukan ahli waris. Perusahaan itu membayarkan uang kepada salah seorang warga, bernama Tammat Ginting. Padahal sebelumnya, Humas PT WEP, Waspada Sebayang, menjanjikan akan mengganti rugi tanah tersebut kepada ahli waris, namun hingga sampai saat ini terealisasi.

Sukiman menambahkan, bahwa pihaknya telah menyampaikan permasalahan tersebut ke DPRD Kabupaten Karo untuk memohon perlindungan keadilan atas penyerobotan tanah milik orang tua mereka yang dilakukan perusahaan PT WEP. Namun, belum ada titik  temu dengan PT WEP.

“Telah kami jelaskan kronologis duduk masalah yang dihadapi. Namun tidak sedikitpun mereka merasa iba melihat kami. Tetapi jika perusahaan PT WEP yang melakukan kesalahan, mereka diam saja,” katanya kesal.

Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Sayuti Malik ketika dihubungi melalui telepon selularnya mengatakan, kesepuluh tersangka yang dituding melakukan pengancaman di sekitar lokasi perusahaan, masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terkait kontroversi ganti rugi lahan, Kasi Humas belum mau merinci lebih lanjut, dan menyatakan menunggu hasil pengembangan kasus. (wan)

Kerja tak Maksimal, BBPOM Mengaku Minim SDM

MEDAN- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) berdalih, mimimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki membuat kinerja balai tersebut tidak maksimal. Itu terlihat dari kinerja BBPOM yang hanya mampu memeriksa 20 persen dari 1.627 sarana produksi obat dan makanan di Sumut.

“Kami akui, saat ini kami terkendala SDM dan tidak ada penambahan sejak dua tahun ini. Malah terus ada pengurangan karena pegawai yang pensiun,” ungkap Kepala BBPOM Medan Agus Prabowo, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi E DPRD Sumut, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (15/3). Dijelaskannya, SDM di BBPOM Medan hanya sebanyak 127 orang, 42 orang diantaranya adalah lulusan apoteker.
“Kondisi ini menyebabkan pengawasan tidak begitu kuat untuk mengawasi 33 kabupaten/kota yang tersebar di Sumut. Akibatnya, sampai Februari 2012 lalu, BBPOM Medan cuma mampu memeriksa 20 persen dari total 1.627 sarana produksi obat dan makanan yang ada di Sumut. Dari pemeriksaan itu, 4 persen diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai obat dan makanan yang diperbolehkan beredar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus Prabowo menambahkan, pada rentang waktu yang sama, sarana distribusi yang sudah diperiksa BBPOM Medan hanya 44 persen dari total 6.116 sarana distribusi dan pelayanan obat dan makanan di Sumut. 12 persen diantaranya, tidak memenuhi syarat dan 32 persen lainnya memenuhi syarat, dalam distribusi dan pelayanan obat dan makanan.

Keluh kesah BBPOM Medan tersebut, disayangkan oleh Ketua Komisi E DPRD Sumut John Hugo Silalahi. Menurutnya, semestinya, leading sector dalam pengawasan obat dan makanan harusnya BBPOM.

“Sangat disayangkan kalau seperti ini yang terjadi, padahal harapan masyarakat BBPOM inilah yang menjadi pengawas dan penindakan beredarnya obat dan makanan berbahaya di masyarakat,” tegasnya.(ari)

Massa Demo Bina Marga Sumut

Medan- Massa dari Kaukus Pemerhati Pengembangan Otonomi Daerah mendatangi kantor Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara di Jalan Sakti Lubis, Kamis (15/3) pagi. Mereka mendesak pengusutan dugaan penyelewengan proyek infrastruktur di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.
Kelana, selaku kordinator aksi, dalam orasinya meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan anggaran proyek di Dinas Bina Marga, khususnya di Siantar dan Simalungun.

Mereka juga meributi pembangunan dan perbaikan jalan di kawasan Aek Latong. Mereka menilai, dana alokasi perbaikan jalan tersebut tidak sepenuhnya direalisasikan.

Selanjutnya, pihak Dinas Bina Marga menerima tiga orang perwakilan pengunjuk rasa untuk berdialog. Namun, perwakilan pengunjuk rasa tak puas dengan jawaban yang diberikan Dinas Bina Marga sehingga mereka kembali melakukan orasi di depan pintu masuk kantor Dinas Bina Marga.(mag-5)
“Kepada Kapolda Sumut, kami minta periksa pejabat Dinas Bina Marga Sumut, karena diindikasikan telah melakukan tindakan korupsi dana miliaran rupiah dalam melaksanakan tender di Siantar dan Simalungun,” tegas Kelana.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang dikonfirmasi wartawan koran ini terkait tuntutan pengunjuk rasa mengatakan siap menindaklanjuti kasus tersebut jika ada laporan dari masyarakat. “Segera laporkan ke kita dan bawa bukti yang konkrit. Atas laporan mereka kita akan tindak lanjuti,” ujar Sadono yang mengaku sedang di Jakarta ketika dihubungi wartawan Sumut Pos, Kamis (15/3).(mag-5)

New Yaris Diluncurkan Dibanderol Rp190 Juta

PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi meluncurkan Toyota New Yaris di Indonesia, Rabu (14/3) di Jakarta. Hatchback terbaru Toyota ini dibanderol mulai Rp190 juta untuk versi J Manual sebagai varian paling standar.

Sementara itu, untuk varian New Yaris J automatic dilepas Rp200 juta, E manual Rp199 juta, E automatic Rp209 juta, S manual TRD Rp211 juta, S limited auto Rp233 juta dan varian tertinggi atau New Yaris versi S TRD Sportivo dibanderol Rp228 juta. Harga tersebut sedikit mengalami kenaikan dari Yaris generasi sebelumnya. Kenaikan harga tersebut antara Rp3 hingga Rp5 jutaan dan harga sudah OTR Jakarta.

“Kenaikan harga ini kami sesuaikan dengan spesifikasi serta perubahan yang ada pada New Yaris. Karena, perubahan ini cukup membawa New Yaris ini tampil lebih agresif,” kata Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto.

Lebih lanjut, kenaikan harga itu didukung dengan perubahan yang terjadi di New Yaris, seperti penyegaran secara desain eksterior front dan rear bumper, khususnya untuk tipe E dan S yang disematkan aeromudguard dengan desain baru agar memperkuat kesan sporty. Rear Combination lamp, kali ini tampil lebih atraktif dengan menggunakan New LED Lamp.

Menambahkan kesan sporty diaplikasikan pada interior desan New Yaris. Perubahannya terdapat pada roda kemudi dengan desain flat dibagian bawah (flat bottom design) dan menggunakan bahan kulit kombinasi jahitan berwarna merah. Kombinasi jahitan merah ini terdapat juga pada shift knob dan bahan fabric pada kursi kendaraan.

Toyota Yaris juga berhasil menjadi pemimpin pasar di kelas compact 4×2 medium pada 2011 dengan market share 44 persen, terutama di Februari 2012 ini, berhasil terjual 2.575 unit. Hal ini merupakan faktor penjualan tertinggi Toyota Yaris sejak pertama kali diluncurkan pada 2006 lalu.(net/jpnn)
“Dengan perubahan sekarang, kami optimis Toyota New Yaris akan tetap menjadi pilihan pertama bagi mereka yang memiliki jiwa muda dan sporty,” tandas Joko.(net/jpnn)

Pemilik 10 Kg Ganja Divonis 10 Tahun

MEDAN- Miliki 10 kg daun ganja kering, dua warga Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal, divonis 10 tahun penjara, Kamis (15/3). Putusan itu dibacakan ketua majelis hakim Julilawaty SH, disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sani SH.

Kedua terdakwa yang divonis 10 tahun yakni Hamidi (35), dan Amir Syarifuddin (50). Selain divonis 10 tahun penjara, kedua terdakwa juga didenda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Usai divonis, kedua terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum inipun menerima putusannya dan tidak melakukan upaya banding.
Kedua terdakwa ditangkap pada 12 November 2011 lalu sekira pukul 12.00 WIB di Jalan Intisari Nomor 5 E Blok M, Kelurahan Tanjung Rejo, Medan Sunggal. Dalam penangkapan itu, personel Direktorat Narkoba Poldasu menyita barang bukti berupa 10 bungkus daun ganja seberat 10 Kg yang disimpan didalam dua tas berwarna putih dan satu unit handphone warna hitam.(rud)

Motor Tukang Ojek

Menyaru Penumpang, Perampok Sikat

LABUHAN- Monang Lumbantobing (63), penarik ojek yang biasa mangkal di Simpang Martubung, Medan Labuhan, menjadi korban perampokan, Rabu (14/3). Pelaku yang menyaru penumpang berhasil membawa kabur sepeda motor Vega R BK 6822 ABY dan uang puluhan ribu rupiah setelah lebih dulu menodongkan pisau ke leher korban.

Aksi perampokan yang dialami warga Jalan Tangguk Lestari Blok IV Perumnas Griya Martubung, Medan Labuhan itu ketika dia menunggu penumpang dan didatangi pelaku. Saat itu, pelaku meminta korban untuk mengatarkannya ke kawasan PDAM Paya Rumput, Medan Deli.

Sedikitpun Monang tak merasa curiga kalau penumpang yang dibawanya tersebut adalah perampok. Sesampainya dialamat yang disebutkan, pelaku yang telah mempersiapkan sebilah pisau langsung menodongkannya ke leher korban. Merasa keselamatannya terancam, korban lantas menuruti permintaan pelaku. (mag-17)

AHM Bangun Pabrik Keempat Berkapasitas Produksi 1,1 Juta Unit

PT Astra Honda Motor (AHM) membangun pabrik baru dengan kapasitas produksi sebesar 1,1 juta unit pertahun untuk memenuhi permintaan pasar sepeda motor skutik di Indonesia yang tumbuh pesat. Untuk rencana ini, AHM yang merupakan perusahaan joint venture  PT Astra International Tbk dan Honda Motor Co. dengan komposisi saham 50:50, menanamkan modal sebesar Rp3,128 triliun.

Pabrik baru AHM ini akan dibangun di Kawasan Industri Bukit Indah yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas perakitan sepeda motor ini diharapkan beroperasi pada akhir semester kedua 2013.

Pabrik keempat AHM ini akan melengkapi tiga pabrik sepeda motor Honda yang sudah ada sebelumnya, yaitu di Sunter, Pegangsaan dan Cikarang. Dengan demikian, secara total kapasitas produksi sepeda motor Honda di Indonesia akan mencapai 5,3 juta per tahun.

“ Kami berkomitmen 100 persen menyuplai produk berkualitas terbaik dengan teknologi canggih untuk kesenangan berkendara dengan harga terjangkau dan ramah lingkungan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” kata President Director AHM Yusuke Hori.

Sementara itu, Leo Wijaya, Marketing Manager CV. Indako Trading Co selaku main delaer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan pihaknya sangat menyambut baik rencana AHM membangun pabrik keempat ini, karena kebutuhan masyarakat Indonesia akan kendaraan berkualitas tinggi pastinya akan semakin terpenuhi.
Pabrik baru AHM ini akan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang, sehingga total tenaga kerja di pabrik Honda, menjadi sekitar 21.000 tenaga kerja. (dra)

Bawa Foto Anak, Ibu Datangi Polres

Pasca Penemuan Mayat Cewek Muda di Perkebunan sawit

TEBINGTINGGI- Setelah membaca pemberitaan di media terkait masalah ditemukannya mayat wanita muda tanpa identitas di perkebunan sawit PT Paya Pinang Grup, Rabu (14/3) lalu,  Sumiasti Ginting (47) warga Jalan Prof DR Hamka, Lingkungan VI, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, mendatangi Polres Tebingtinggi untuk mengetahui informasi terkait wanita muda tersebut, Kamis (15/3).

Menurut Sumiasti, dia ingin mengetahui siapa gadis yang ditemukan tewas di perkebunan sawit tersebut, apakah itu anaknya yang telah kabur sebulan lalu dari rumah.

“Sri Wahyuni (20) anakku, telah kabur dari rumah sebulan lalu tanpa memberi kabar keberadaan dirinya, katanya merantau di Pangkalan Kerinci, Riau. Itupun informasi dapat dari adiknya, Kartini,” kata Sumiasti kepada Sumut Pos, ketika membawa foto anaknya ke Mapolres Tebingtinggi, Kamis (15/3) siang.

Dikatakan Sumiasti, mayat yang tewas tersebut mirip dengan anaknya Sri Wahyuni, sudah seminggu ini kehilangan kontak denganya, padahal beberapa minggu lalu Sri masih berpesan kepada adiknya (Kartini) )agar ibunya (Sumiasti) tidak cemas. “Jangan cemas emak, aku kerja di Kerinci, minggu depan pulang ke rumah,” ujar Sumiasti menirukan pesan Sri sembari mengeluarkan air mata ketika diperlihatkan foto diduga jenazah Sri di ruang Tim Identifikasi Polres Tebingtinggi.

“Ada tahi lalat dibagian tubuh tepatnya di dada dan tahi lalat diatas bibir,” ucap Sumiasti kembali.

Setelah diperlihatkan ciri-ciri tubuh korban tewas itu, ternyata hampir ada kemiripan seperti pada wajah dan rambutnya yang panjang, untuk ciri-ciri tahi lalat yang dikatakan ibunya belum bisa ditemukan dibagian perutnya. Sehingga pihak Polres Tebingtinggi belum bisa memastikan itu adalah mayat Sri Wahyuni.

Sumiasti mengaku, anaknya ini bandal dan tidak lulus sekolah dasar. Untuk teman laki-laki, Sumiasti tidak mengetahui siapa teman dekatnya. Sri jarang bergaul dengan teman perempuan, dia hanya bergaul dengan laki-laki saja. “Memang pernah ada teman dekatnya yang selalu menjemput di luar rumah, lelaki itu orang Kampung Mandailing, Kota Tebingtinggi,” ujarnya.

“ Sepintas memang mirip, tetapi setelah dilihat dari dekat ternyata mayat MRX itu bukanlah anak saya,” sambung Taswid, suami Sumiasti, ketika mendampingi istrinya di Polres Tebingtinggi.

Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap menyatakan, keluarga bisa melihat pakaian milik mayat tersebut untuk mengetahui apaakah itu pakaian milik anaknya? Masalah mayat MRX itu, Kapolsek mengaku sudah membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan otopsi. (mag-3)