Home Blog Page 13761

Bank Mega Jalin MoU dengan DEGREE

MEDAN–Sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang kartu kreditnya, Bank Mega bekerja sama dengan produsen kaca film DEGREE, memberikan penawaran khusus berupa diskon 50 persen dan cicilan 0 persen hingga 12 bulan untuk pembelian dan pemasangan semua jenis produk DEGREE Smart Window Film, yang transaksinya menggunakan kartu kredit Mega Visa periode transaksi 26 Maret 2012 hingga 08 April 2012.

Kerja sama ini ditandai dalam bentuk penandatanganan bersama antara PT Bank MEGA Tbk dan DEGREE Smart Window Film, Rabu (14/3) lalu. Penandatanganan dilakukan oleh Regional Manager Sumatera, Husni Sim mewakili Bank Mega dan CEO DEGREE Indonesia, Tjhin Seng Huat.
Turut hadir dalam penandatanganan kerja sama, Pimpinan Divisi Card Sales–Jakarta Brando Tengdom, dan Deputy Credit Card Regional Sumatera, Heru Muskita.

“Ini sebagai fasilitas terbaik bagi pemegang kartu kredit Bank Mega. Sebagai apreasiasi kepada nasabah Bank Mega dengan memberikan satu produk bagus,” ujar Husni Sim. Dijelaskannya, seluruh pemegang kartu kredit Bank Mega bisa memanfaatkan program ini. Teristimewa bagi pemegang kartu jenis Platinum Mega Visa, pemasangan kaca film bisa dilakukan di rumah nasabah tanpa biaya tambahan.

Di Medan, kaca film DEGREE sudah tersedia di sejumlah outlet jaringan. Atau kalau Anda tertarik, bisa menghubungi The Ambassador DEGREE Window Film di Jalan T Amir Hamzah No. 12 AB Medan telepon 061 – 662 7111. (jun)

Sissy Priscillia Balik ke Layar Lebar

Lama tak terlihat eksis di dunia akting, Sissy Priscillia berniat kembali ke layar lebar. Bulan depan, istri pembalap nasional Rifat Sungkar itu, rencananya akan menjalani syuting sebuah film yang berkisah tentang persahabatan.

“Judulnya belum bisa saya kasih tahu, tapi saat ini saya sudah dapat peran pada sebuah film layar lebar. Bulan depan sudah kembali syuting,” kata Sissy senang.

Sissy menjelaskan dirinya memang sempat mengurangi aktivitas di dunia peran karena fokus dengan program kehamilan. Namun belakangan, pemeran Milly di film ‘Ada Apa Dengan Cinta?’ itu mengaku mulai bosan hanya berdiam diri di rumah saja.

Karena itu, tanpa pikir panjang, Sissy menerima tawaran berperan dalam satu film layar lebar. “Saya mulai bosan di rumah saja nggak ada kegiatan. Karena itu, saat ada tawaran main film lagi, saya terima saja,” ujar Sissy.

Nama Sissy mulai dikenal di dunia layar lebar, saat dirinya ikut membintangi film AADC 2002 lalu. Pada film karya Rudi Soedjarwo tersebut, Sissy berperan sebagai sahabat Cinta (Dian Sastro) yang dalam kesehariannya tergolong wanita telmi (telat mikir).

Selain mengasah kembali kemampuan aktingnya, Sissy saat ini juga sedang giat dalam program penurunan berat badan. Karena itu, bersama suami tercinta, Rifat Sungkar, wanita kelahiran 5 April 1985 itu rajin fitness di bawah asuhan pelatih pribadi.

“Tidak ada target berat yang harus dicapai. Tergantung PT saya saja. Kalau katanya sudah cukup, berarti bobotnya harus saya pertahankan,” kata wanita yang pernah berduet dengan Nugie itu.

Sissy Priscillia mengawali karirnya di dunia model, sebelum kemudian menggeluti dunia akting dan menyanyi. Di dunia model, perempuan kelahiran Jakarta, 5 April 1985 itu memasuki panggung catwalk sejak usia 13 tahun dan pernah menjadi Juara II Model Kawanku pada 1999. Pada saat yang sama juga dirinya menjadi personel grup vokal Bocah Reggae, yang kemudian mengasah kemampuan vokalnya. Bakat menyanyinya itu datang kembali saat kesempatan diberikan oleh Nugie. Penyanyi yang kerap membawakan lagu kelestarian lingkungan itu menawarinya membawakan sebuah lagu dalam album Sampai Mati Cinta Padamu miliknya.

Terakhir Sissy membintangi film layar lebar, Cinta Apuccimo (2007), arahan sutradara Rudi Soedjarwo. Dalam film yang diangkat dari novel karya Icha Rachmanti itu Sissy mendapatkan peran utama sebagai Rahmi bersama Miller, seorang pendatang baru asal Malaysia.  (bbs/net)

 

Berpotensi Kalahkan The Twilight Saga

Jennifer Lawrence; Daya Tarik Utama The Hunger Games

Pemilihan pemeran utama menjadi salah satu faktor penting sebuah film. Fakta ini akan menjadi tantangan terbesar The Hunger Games dengan Jennifer Lawrence sebagai ikonnya. Film yang disebut sebagai the next Twilight Saga karena kemiripan karakteristik filmnya itu, diyakini bakal merajai box office.
Kehadiran Lawrence akan dianggap menjadi penentu kesuksesan The Hunger Games. Kredibilitas akting Lawrence sudah mendapat respons positif sejak dia memerankan Ree Dolly dalam film indie Winter”s Bone (2010).

Para kritikus memujinya, Oscar pun mengganjarnya dengan nominasi Best Actress. Raihan ini menjadikan Lawrence aktris termuda kedua peraih nominasi tersebut dalam sejarah Academy Awards.

Sutradara The Hunger Games, Gary Ross, juga menyebutkan bahwa karakter Lawrence yang kuat akan menjadi salah satu daya tarik utama The Hunger Games. “Dia berani, kuat, percaya diri, paham siapa dirinya, dan ceria. Jen sangat cocok merepresentasikan tokoh utama, Katniss,” ujar Ross.  Ross menyebut talenta Lawrence sangat unik di generasinya.  Pemeran Mystique dalam X-Men: First Class itu juga mudah beradaptasi dengan linkungan barunya.

Menurut beberapa pihak, keunikan cerita The Hunger Games dan sosok Lawrence itu akan membuat sang distributor, Lionsgate, mengeruk banyak keuntungan. Kesempatan memecahkan rekor pemasukan minggu pertama rata-rata franchise Twilight yang mencapai USD 140 juta (sekitar Rp 1,2 triliun) pun terbuka lebar.  “Film ini (The Hunger Games, Red) bisa mengubah Lionsgate dan mengeruk pemasukan besar di box office,’’ujar Marla Backer, analis dari Hudson Square Research, kepada The Wrap.

The Hunger Games mendapatkan beragam tanggapan sejak sang bintang, Lawrence, mengumumkan di akun resmi Twitter-nya. Banyak yang memuji, tidak sedikit pula yang menyayangkan karena ceritanya dianggap terlalu “tua” untuk segmen remaja.

“Kami menemukan lokasi di luar yang bisa dibayangkan orang-orang. Lokasi ini sangat sempurna,” ujar sang produser, Dengan kemiripan kisah remaja dan romansanya, banyak yang menyebut bahwa film ini adalah the next The Twilight Saga.

The Hunger Games sendiri merupakan film adaptasi novel laris karangan Suzanne Collins. Novel tersebut telah dicetak dalam 26 bahasa berbeda di 38 negara. Sebagian besar cerita menggambarkan reality show kejam dengan konsep survival.

Reality show itu terjadi di sebuah tempat bernama Panem (versi masa depan dari Benua Amerika bagian Utara) dengan pusat pemerintahan di kota bernama Capitol. Sebagai pemegang kekuasaan, mereka membuat acara The Hunger Games dengan memilih peserta satu putra dan putri. Mereka harus bertarung sampai mati. (kkn/c2/any/jpnn)

Shanty Tunda Nambah Momongan

Niatan untuk menambah momongan belum terpikir di benak Shanty, meskipun banyak pertanyaan dari para sahabat dan kerabat. Saat ini, perempuan yang memiliki nama lengkap Annissa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie sedang menikmati kebersamaan dengan anak pertamanya, Arjuna Lucio Paredes yang baru berusia sekitar 13 bulan.

“Iya itu sudah ditanyakan banyak orang, cuman saya itu lagi enjoy banget sama Juno, itu lagi lucu-lucunya, terus dia juga lagi mulai lari, terus nanti kalau saya lagi hamil nanti ngejar-ngejar susah, masih menikmati masa-masa lucunya,” ungkap Shanty.
Shanty  mengungkapkan, tidak menargetkan, kapan harus memiliki anak lagi.”Enggak tahu…Pengen, tapi kita nanti dulu deh, soalnya ini baru dinikmatin ya,” pungkas Santy .

Tubuh Shanty kini sudah terlihat idela kembali setelah sempat membengkak hingga 75 Kilogram pasca melahirkan.  Apa rahasianya? Ternyata pelantun ‘Oh Kasih’ itu mengaku hanya berolahraga dan menjalankan diet ketat daripada menempuh dengan cara instan seperti sedot lemak untuk mengembalikan berat badannya kembali ideal.

“Yang penting olahraga sama diet, udah nggak ada jurus lain,’’ujarnya.   (bbs/net)

Cynthiara Alona Batalkan Pernikahan

Artis dan penyanyi seksi Cynthiara Alona belakangan sering mendapat masalah. Masalah-masalah itu pun datang dari teman-teman tunangan Alona.
Tunangan bintang film ‘Diperkosa Setan’ itu diketahui bernama Ferdy. Mereka sempat berniat untuk melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini.
Baru-baru ini, Alona dituding telah menjiplak lagu orang lain. Padahal, Alona merasa sudah membeli lagu tersebut dari Gober, teman tunangannya yang mengaku pencipta lagu tersebut.

“Setiap berhubungan dengan teman-teman mantan tunangan, saya selalu kena masalah. Yang pertama kasus penipuan ATM, sekarang yang ini,” tuturnya kesal saat ditemui di Plaza 3, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (24/3).

Alona pun akhirnya membatalkan rencananya untuk menikah dengan sang tunangan. Ia tak mau mendapat masalah lagi. “Makanya aku putuskan nggak jadi nikah,” tandasnya.

Sementara,  melalui kuasa hukumnya, pihak Cynthiara Alona tetap kekeuh mengaku belum menerima surat somasi yang telah dilayangkan oleh personel Rindu band, Arifin atau Ipin. Sebaliknya, pihak Alona  meminta bukti legalitas kepada Ipin kalau lagu Pacarku Beristri telah dibajak.

“Mungkin kalau ada somasi dari Ipin kita belum terima, kita sama sekali belum terima apapun. Tentunya kalau orang yang ngaku-ngaku tentang sebuah karya pasti sudah di daftarkan, tolong dibuktikan legalitasnya,” ujar kuasa hukum Alona, Sunan Kalijaga, di Jakarta, baru-baru ini.

Sunan menyayangkan pembelian lagu tersebut tidak ada hitam diatas putih. Namun itupun tidak terlalu masalah, jika dilandasi atas dasar azas kepercayaan dan saling menghargai.

“Segala transaksi enggak harus ada hitam-putihnya, tapi ini kan atas azas percaya, dasar saling menghargai. Jadi itu wajar dalam bisnis, namun yang kita pertanyakan tunjukan legalitas dari lagu yang dibawakan klien saya ini,” pintanya.  (bbs/net)

Tim Sukses Diserang, 4 Mobil Hancur

Aceh Kembali Memanas

BIREUEN- Menjelang Pilkada Aceh kembali memanas. Tim sukses (timses) calon Gubernur Irwandi-Muhyan kembali diserang. Kali ini menyebar di daerah Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (23/3) malam. Empat Mobil timses Irwandi-Muhyan dihancurkan dan posko pemenangan timses juga ikut di lemparkan batu oleh sekelompok orang.

Informasi yang dihimpun, insinden tersebut berawal dari salah seorang timses Irwandi-Muhyan, pada pukul 20.30 WIB malam, di Desa Kareung, Kecamatan Kula, Kabupaten Bireuen, sedang memasang sepanduk calon gubernurnya. Saat pemasangan itu, tiba-tiba datang sejumlah orang yang melarang menaikkan spanduk tersebut dan langsung memukul timses tersebut hingga mengalami luka memar.

Selanjutnya, penyerangan kubu timses Irwandi-Muhyan berlanjut pada pukul 20.00 WIB, di Desa Balai Setuy, Kecamatan Peusangan. Akibatnya massa tersebut kembali merusaki empat unit mobil milik Timses Irwandi-Muhyan, satu diantaranya mobil itu di gulingkan. Selain itu, posko di desa tersebut juga dirusak dengan dilempari batu.

Kemudian insinden itu berlanjut ke Desa Linggong, Kecamatan Jangka. Satu unit motor milik timses Irwandi-Muhyan di bakar oleh sekelompok massa sekitar pukul 22.00 WIB tadi. Dalam kejadian itu, dilaporkan belum ada korban jiwa dari pihak Timses Irwandi-Muhyan, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Pantauan wartawan Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Avanza warna hitam BL 845 Z mengalami kerusakan di kaca bagian depan, kaca belakang pecah, pintu depan kanan penyot, kaca samping belakang sebelah kanan pecah, pintu kiri belakang peyot serta spion kiri patah.

Selanjutnya, Avanza warna hitam BK 1900 KB kaca depan pecah, pintu depan sebelah kanan kacanya pecah. Kaca belakang pecah dan spion kiri patah. Avanza Z 1899 DI kaca depan bolong sebelah kanan dan belakang hancur.

Feroza BL 973 ZY kaca belakang dan pintu kanan depan hancur. Selain itu, satu baliho di depan posko juga ikut di robek. Mobil Avanza yang telah tulis nama calon sempat digulingkan oleh pelaku yang berjumlah sekitar 50 orang.

Kabag Ops Polres Bireun, Kompol Nur Azhari saat dihubungi, membenarkan terjadinya penyerangan dan pengrusakan di tiga lokasi. Saat ini pihaknya sudah menerima laporan resmi oleh korban.

“Saat ini kita telah mengembangkan dan menyelidiki kasus tersebut, diduga pelaku banyak dan dari salah salu simpatisan partai,” sebutnya.
Sebelumnya, Jumat (23/3) malam pukul 19.30 sekelompok simpatisan salah satu partai lokal juga melakukan penyerangan terhadap tim pemenangan cagub yang memasang spanduk, di Gampong Kareueng Kecamatan Kuala Bireuen. dalam aksi brutal tersebut, dua korban jatuh di pihak timses cagub dan cawagub Mulyadi Murdani dan Munzir Abdurrahman. Mereka pun sudah melaporkan kejadian ke Mapolres Bireuen.

Ketua tim sukses cagub Mulyadi-Munzir di Kabupaten Bireuen, Malek Muin mengakui kasus pengrusakan 4 mobil timses di Bale Setuy saling berkaitan.
Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono menjelaskan polisi sudah mengambil langkah-langkah strategis. Polisi sudah melakukan pengamanan serta menyisir TKP dan kawasan sekitar. (rakyat aceh/mpr/rpg)

Massa Incar Depot Pertamina dan Bandara

Polisi-TNI Rapat Tertutup antisipasi Demo

MEDAN- Aksi unjuk rasa besar-besaran mahasiswa dan masyarakat menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (26/3) besok, tampaknya bukan gertak sambal. Massa pendemo sudah mengincar dua tempat vital, yakni Depot Pertamina Unit Pemasaran I Belawan dan Bandara Polonia.

Informasi itu langsung ditanggapi Polda Sumut dengan melakukan rapat koordinasi bersama Kodam I/BB dan Pemko Medan, Sabtu (24/3) di Mapolresta Medan. Dari hasil pertemuan  tertutup tersebut pihak TNI dari Kodam I/ BB sepakat membantu Polri menurunkan sebanyak 5.000 personel guna mengamankan Depot Pertamina Unit Pemasaran I Belawan dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Diinformasikan, satu SPBU akan diamankan dua personel TNI dibantu beberapa personel Polri.

“Ada 88 SPBU di Kota Medan. Setiap SPBU akan dijaga dua personel TNI dibantu anggota Polri,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro selepas pertemuan.

Menurut Wisjnu, polisi sudah melakukan koordinasi dengan TNI untuk menjaga kamtibmas di Kota Medan. “Kami sudah berkordinasi dengan TNI AD,  AU, dan AL untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Medan,” katanya.

Wisjnu menjelaskan 2.000 personel Polri akan diturunkan melakukan pengamanan langsung. Dia juga menyarankan agar massa bersikap tenang dalam menyampaikan orasi. Bila ada pendemo yang berlaku anarkis, dia menegaskan, Polri tidak akan segan-segan bertindak tegas. “Dipersilakan demo tapi jangan anarkis. Kalau anarkis akan kami tindak,” katanya.

Personel Polri, lebih lanjut dikatakan, akan melakukan apel bersama dengan pihak TNI di Lapangan Merdeka, Minggu (25/3) hari ini. Wisjnu menyabutkan TNI juga siap memback-up selama aksi berlangsung.

“Sekitar 5.000 personel sudah disiapkan untuk pengamanan. Kami berkoordinasi dengan Polri untuk memberikan keamanan saat unjuk rasa,” ungkap Kolonel Yana Tabi, Asisten Operasional Kodam I/BB.

Yana mengatakan TNI akan mengamankan perkantoran seperti Kantor Wali Kota Medan, DPRD Kota Medan, Kantor Gubsu, dan DPRD Sumut, serta lokasi yang menjadi titik unjuk rasa.

Menurut Yana TNI akan melakukan pengamanan hingga unjuk rasa dinyatakan selesai. “Keberadaan TNI dalam pengamanan aksi unjuk rasa untuk memberikan ketertiban dan keamanan masyarakat dengan berkoordinasi dengan Polri. Sikap TNI dalam pengamanan harus humanis dan netral,” katanya. Saat pengamanan, Yana menegaskan, personel TNI tidak dipersenjatai karena sifatnya hanya pengamanan biasa.

Secara terpisah, pihak Rektorat Universitas HKBP Nommensen (UHN) mengutuk aksi unjuk rasa yang berujung pengrusakan mobil plat merah di depan kampus Universitas HKBP Nommensen di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. “Kami mengutuk aksi demo yang berujung anarkis dan penyekapan mobil berplat merah. Itu bukan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen tapi pihak luar yang melakukan aksi di depan kampus. Tindakan anarkis mereka mencoba menodai nama baik kampus ini,” tegas Wakil Rektor III Drs Maringan Panjaitan, MSi yang didampingi Wakil Rektor I Dr T Sihol Nababan, SE, kemarin (24/3).

Menurut Maringan, berdasarkan data yang dikumpulkan ditambah foto-foto aksi yang berhasil direkam bahwa aksi tersebut  bukan digerakkan mahasiswa UHN. “Kami keberatan bila itu menamakan kampus UHN. Kami tak suka membawa nama kampus. UHN anti dengan yang namanya demo anarkis. Bisa demo tapi dengan cara-cara yang beradab dan pihak kampus menemani setiap mahasiswa yang demo,” jelasnya. Maringan mengaku sangat prihatin dengan aksi demo yang berujung dengan anarkis. “Mohon polisi mengusutnya,” katanya. Dari hasil pertemuan dengan pihak rektorat, Maringan menegaskan, seluruh civitas akademika dan organisasi mahasiswa boleh saja menggelar demo. Pihak Rektorat sepakat dengan aksi penolakan kenaikan BBM, namun harus digelar secara tertib dan sesuai etika kemahasiswaan. ‘’Kami mengimbau mahasiswa agar waspada dengan orang luar yang mencoba masuk ke kampus,” pungkasnya. Maringan menegaskan pihak Rektorat sudah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)

dengan Poldasu  untuk mengizinkan polisi masuk kampus sejauh itu berkorelasi dengan tugas-tugas  kepolisian.  “Polisi boleh masuk kampus menangkap misalnya ada mahasiswa yang diduga terlibat sebagai pengedar narkoba,  pelaku tindakan anarkis atau pelaku tindak kriminal lainnya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, hingga Sabtu (24/3), sejumlah manajemen perhotelan belum menambah personel keamanan mereka. Pihak manajemen hotel yakin aksi demo pada Senin (26.3) akan berjalan damai dan jauh dari tindakan anarkis.

Public Relation Officer Hotel Grand Aston Medan, Cindy Lailani, menyatakan, pihaknya belum meminta tambahan personel Polri untuk berjaga-jaga di sekitar hotel.  “Dalam menghadapi isu demo besar-besaran Senin ini kami hanya memaksimalkan tenaga sekuriti,’’ katanya. Kendfati begitu, Cindy mengaku, manajemen hotel sudah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Medan. Di lain pihak, Director of Sales dari Hotel Aryaduta Medan, Fifin Erdiady, menyatakan sudah berkoordinasi dengan Polsekta Medan Baru. “Sejak dua hari lalu kami sudah menjalin komunikasi dengan Polsek Medan Baru. Paling tidak membahas kemungkinan situasi terburuk yang bakal terjadi,” tukasnya. Dia mengakui ada penambahan personel keamanan, namun hingga ini masih mempelajari situasi. Fifin menyatakan isu demo besar-besaran di Medan ini tidak berpengaruh pada jumlah pemesanan kamar hotel. Akan halnya Hotel Santika Premiere Dyandra Medan juga menyatakan belum berpikir untuk menambah personel keamanan. ‘’Kami lihat situasi saja,’’ kata Manager Hotel, Gledy Simanjuntak

Ceng Beng Jalan Terus

Sementara itu, momen Ceng Beng pada etnis Tionghoa di Medan yang dirayakan sejak Minggu (25/3) hingga Sabtu (4/4) dipastikan tak terpengaruh rencana aksi besar-besaran menolak rencana kenaikan BBM, Senin (26/3). Anggota DPRD Medan asal etnis Tionghoa, Hasyim, menuturkan, aksi besar-besaran itu lebih fokus di kantor-kantor pemerintahan seperti kantor Gubsu, Gedung DPRD Sumut, Balai Kota Medan, dan Gedung DPRD Medan. “Perayaannya selama 20 hari dari 25 Maret sampai 14 April. Ini kedua yang terbesar setelah Imlek. Jadi, tidak ada pengaruh karena hanya sebatas di kantor dewan dan pemerintahan dan gedung dewan,” ungkapnya. Begitupun Hasyim berharapn aksi demo tersebut tidak berakhir anarkis. Pasalnya aksi anarkisme boleh jadi tidak menutup keinginan warga etnis Tionghoa dari luar kota menjadi batal mudik.

“Kami harap demo ini berjalan damai. Mereka yang pulang nanti bukan tak mungkin akan berinvestasi di Medan. Tradisinya yang mudik itu sudah cukup berhasil di perantauan dan ingin kembali ke Medan untuk merayakan Ceng Beng. Kalau anarkis, tidak jadilah orang itu berinvestasi di sini,” tukasnya. Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan, perayaan Ceng Beng  merupakan ritual sembahyang kubur. “Ini perayaan untuk membersihkan kuburan leluhur. Tujuannya agar bersih diri dan bersih pikiran. Dalam perayaan itu ada juga ritual silaturahmi dengan keluarga dan tetangga,” ujarnya. Anggota DPRD Sumut lainnya dari etnis Tionghoa, Brillian Moktar, menegaskan tak ada korelasi pengaruh antara aksi besar-besaran tanggal 26 Maret mendatang dengan perayaan Ceng Beng. “Hari H Ceng Beng jatuh pada 4 Maret. Tradisi ini boleh dilakukan satu minggu sebelum dan satu minggu sesudahnya. Saya pikir tidak akan terganggu, apa lagi lokasi demo ini kan berpusat di inti kota,” ucapnya. (gus/ari/jon/ram)

Harga Naik, Pedagang Bingung

Harga BBM belum naik, harga kebutuhan malah sudah lebih dulu melonjak. Kenyataan ini ternyata tidak memberat pembeli, penjual pun merasa bingung. Ya, mereka bingung dengan harga yang belum stabil.

Setidaknya dari pantauan Sumut Pos di beberapa pasar tradisional, harga bahan kebutuhan pokok di kota ini mulai beranjak naik. Kenaikan terjadi pada gula pasir menjadi Rp11.000 dari sebelumnya Rp9.000 per kilogram. Begitu juga dengan ikan-ikanan mulai naik bervariasi dari Rp3.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Sedangkan beras, kenaikannya belum begitu tinggi yakni berkisar Rp250 sampai Rp500 per kilogram.

Kenaikan ini justru dikeluhkan pedagang karena barang dagangan sulit terjual. Seorang pedagang di Pasar Sei Sikambing, Romauli boru Sinaga (48) mengaku sulit menjual barang dagangannya.

Perempuan yang sehari-hari berjualan tomat dan sayur-sayuran ini menilai masyarakat sudah mulai melakukan penghematan. “Bingung kami mau jualan. Kalau harga tidak dinaikkan, kami rugi. Tapi kalau dinaikkan, tak ada yang mau beli,” keluhnya.
Begitu juga dengan pedagang lainnya di Pusat Pasar Medan, Linda boru Simanjuntak. Dia mengaku mengaku penjualannya menurun sejak ada rencana kenaikan BBM. “Pembeli membeli dalam jumlah kecil jadi penjualan saya menurun,” terangnya.

Soal kenaikan harga yang mendahului kenaikan harga BBM juga dikeluhkan nelayan di Serdang Bedagai (Sergai). Setidaknya hal ini diungkapkan. Sekretaris Kelompok Nelayan Tradisional Jaring Udang Cahaya Pagi, Sainik (39) warga Dusun III, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan. Dia mengatakan, harga solar eceran sudah mengalami kenaikan dari Rp5.000 per liter, sekarang sudah naik Rp6.000 hingga Rp6.500 per liter. “Sehingga biaya operasional melaut membengkak,” terangnya, Kamis (22/3) lalu.

Pernyataan senada diucapkan, Amirul (32), nelayan jaring udang warga Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu.  “Sudah harganya mahal mendapatkannya pun susah,” ungkap Amirul.

Ketua Federasi Sarekat Nelayan Nasional, Tris Zamansyah didampingi Ketua Sarekat Nelayan Sumatra Utara (SNSU) Sergai, Irwan Syahril mengungkapkan, ada ribuan jumlah nelayan tradisional khususnya nelayan jaring udang di Sergai yang menggunakan sampan dengan BBM jenis solar. Katanya, di Kecamatan Pantai Cermin sekitar 500 sampan, Kecamatan Perbaungan 150 sampan, Kecamatan Teluk Mengkudu 500 sampan, serta 120 sampan di Kecamatan Tanjung Beringin yang sudah mulai terkena dampak kenaikan harga BBM. “Nasib nelayan Sergai terancam semakin terpuruk. Kiranya alokasi pengalihan subsidi BBM menyentuh kalangan nelayan karena mereka kelompok yang sangat rentan terkena kenaikan BBM,” imbuh Irwan Syahril.

Soal heboh harga ini langsung mendapat respon dari Ketua DPRD Medan Amiruddin. Katanya, Pemko Medan harus sigap. “Lebih kurang seminggu lagi kenaikan BBM sudah terjadi. Karenanya Pemko harus sigap dengan melakukan pengawasan terhadap spekulan yang mengambil keuntungan jelang kenaikan BBM,” katanya, kemarin.

Menurut Amiruddin, Pemko sudah seharusnya turun langsung ke pasar untuk melihat gejolak yang terjadi. Dengan begitu pemerintah bisa langsung mengambil langkah antisipasi. “Jangan sampai masyarakat sudah merasakan dampak dari tindakan spekulan ini baru pemerintah turun. Dari sekarang harus sudah diingatkan dengan turun langsung ke lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan pedagang Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran mengendarai sepeda motor membawa puluhan jerigen dari 4 Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai mendatangi Mapolres Tebingtinggi, Jumat malam (23/3) sekira pukul 21.30 WIB. Warga Kecamatan Tebingtinggi, Sipispis, Tebing Syahbandar dan Kecamatan Bandar Khalifah itu meminta polisi memberikan izin kepada pengecer membeli BBM di SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi.

Seorang pedagang BBM eceren,  Muhammad Ali (40) ,warga Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai mengungkapkan setiap mendatangi SPBU dia bersama rekan-rekanya tidak diperbolehkan membeli bensin dan solar.

“Katanya pihak SPBU takut melayani pedagang menggunakan jerigen karena mendapat pengawasan,” ujar Ali.
Kapolres Tebingtinggi, AKBP Andi Rian Djajadi Sik menjelaskan kepada ratusan pedangan minyak eceran bahwa yang memberikan izin itu bukan polisi. Kepolisian hanya  sebatas menjalankan tugas menjaga SPBU menjelang kenaikan harga BBM.

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan Polres Tebingtinggi dan Dinas Perindagsar Kabupaten Serdang Bedagai dan Dinas Koperindag Tebingtinggi tentang larangan kapada warga membeli BBM menggunakan jerigen,” jelas Andi Rian Dajajadi dihadapan ratusan pedagang BBM eceran.
Dijelaskannya, menjelang kenaikan harga BBM polisi selalu mengatisipasi agar warga jangan ketakutan dan melakukan penimbunan. Pembelian menggunakan jerigen dan melebihi kapasitas bisa menimbulkan kekacauan dan juga bisa menimbulkan antrean di sejumlah SPBU. “Para pedegang diminta bersabar, semua sudah ada ketentuan hukumnya,” ungkapnya.

Setelah mendapat penjelasan kapolres mengizinkan para pedegang eceran membeli BBM di SPBU dengan syarat tidak boleh lebih dari satu jerigen. Para pedagang eceran BBM kemudian membubarkan diri dengan tertib tanpa berbuat anarkis.  (adl/mag-16/mag-3)

Brimob Sekarat Dipukuli Sipir

MEDAN-Anggota Brimob Polresta Siantar yang menjadi tahanan di Rutan Kelas I Medan, Briptu Nimrod Sitorus (27), sekarat dipukuli sipir penjara Rutan Klas I Tanjung Gusta, Sabtu (24/3).

Informasi yang dihimpun Sumut Pos, Briptu Nimrod Sitorus adalah tahanan Polda Sumut terlibat kasus judi di titipkan di rutan. Saat apel pagi yang setiap hari rutin digelar di rutan untuk mengetahui jumlah tahanan, Briptu Nimrod Sitorus tidak ikut. Sipir penjara lantas mencari Briptu Nimrod di ruang tahanan. Akan tetapi Briptu Nimrod Sitorus tak bersedia mengikuti apel pagi. Sipir penjara pun emosi. Kemudian terjadi adu mulut antara sipir penjara dengan Briptu Nimrod. Tapi, Briptu Nimrod Sitorus tetap melawan. Tak kuat menahan emosi, sipir penjara memukuli Briptu Nimrod Sitorus hingga wajahnya lebam dan hidungnya mengeluarkan darah.

Sipir penjara lantas melarikan Nimrod ke RS Bina Kasih Jalan TB Simatupang Medan Sunggal untuk mendapatkan perawatan intensif di lantai V Ruang Isolasi RSU Bina Kasih. Manager Operasional RSU Bina Kasih Medan, Rita Ginting saat ditemui mengatakan, Nimrod Sitorus mengalami luka pada wajah dan tubuh “Tersangka Nimrod Sitorus masih kita rawat di Ruang Isolasi RSU Bina Kasih lantai V,” katanya. Kepala Rutan Tanjung Gusta, Toni Nainggolan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar dengan alasan belum dapat izin dari Kakanwil Depkum HAM Sumut. “Mohon izin Mas. Kakanwil belum kasih izin karena masih ada pemeriksaan dari internal dan Kanwil. Mohon mengerti ya, Mas,” tulis Toni melalui SMS.

Seorang pegawai Rutan yang berjaga di pintu bermarga Hutapea membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan kejadian tersebut pada pukul 09.00 WIB. Dia mengakui korban sudah dilarikan ke RS Bina Kasih dalam kondisi sekarat. Namun saat ditanya siapa saja nama sipir penjara yang melakukan penganiayaan dia mengaku kurang tahu. Kapolsekta Helvetia Kompol Sutrisno Hady saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja dia mengaku belum menerima laporan rinci. (gus/jon)

PKS Cari Jodoh Gatot

MEDAN-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih mencari jodoh untuk dipasangkan dengan calon incumbent Gatot Pujonugroho, dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara mendatang. Proses pencarian itu dilakukan dengan metode survei dan menjalin komunikasi dengan seluruh partai.

“Kami masih menjalin komunikasi dengan seluruh partai, bisa jadi koalisi dengan sejumlah partai yang lama atau ada koalisi baru,” kata Ketua Bidang Kebijakan Publik DPW PKS Sumut, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, H Hidayatullah SE kepada Sumut Pos, Sabtu (24/3).

Menurutnya, PKS sebagai partai terbuka tetap menjalin komunikasi dengan seluruh partai yang ada. Jalinan komunikasi itu untuk menyatukan persamaan ide dan keputusan dalam menentukan wakil.

“Karena keputusan di tingkat pusat, Gatot Pujonugroho merupakan kandidat yang akan diusung PKS maju dalam Pilgubsu mendatang,” ujarnya.
Dia memaparkan, yang dimaksudkan kesamaan ide itu yakni dalam hal visi dan misi membangun Sumut yang lebih baik pada masa akan datang. Karena pembagian dalam posisi cagubsu dan cawagubsu adalah keputusan secara bersama.

“Terpenting kami inikan melakukan komunikasi dengan seluruh partai, mulai PPP, Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI-P, bahkan partai yang nggak punya kursi di DPRD Sumut,” ucapnya.

Ketika disinggung mengenai ada ketakutan partai lain koalisi dengan PKS, Hidayatullah menegaskan, koalisi partai itu sebenarnya bukan semestinya ditakuti, pasalnya asal seluruh partai koalisi komitmen dengan perjanjian politiknya. Selanjutnya sama-sama mewujudkan kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat serta bersikap untuk perbaikan.

Seperti biasanya, setiap calon yang hendak maju menjadi kepala daerah harus menyiapkan anggaran perahu partai, Hidayatullah menegaskan bagi PKS hal itu tidak ada. Intinya, bila partai mau koalisi akan diberikan porsi wakil ataupun ada perjanjian politik lainnya.

“Kami hanya mengenal dana kampanye, kalau anggaran beli perahu partai atau tiket menuju menjadi pencalonan bagi kami tidak ada,” tegasnya.
Menanggapi itu, Prof DR HM Arif Nasution MA berpendapat, ketika PKS sudah lebih dahulu menetapkan Gatot Pujonugroho menjadi kandidat yang diusungnya, maka partai lain harus mulai melihat dan memetakan kekuatannya. Sedangkan untuk PKS, harus tetap menjalin komunikasi politik dengan partai lain.

Dia menyatakan, untuk menyatukan PKS dengan partai lain, masih ada kesulitan karena partai lain menganggap PKS merupakan partai yang eksklusif. Makanya PKS harus benar-benar membuka diri dengan partai lainnya.

“Jadi pada intinya, komunikasi politik PKS harus diperkuat, begitu juga komunikasi kandidat yang dijagokan juga harus lebih baik,” katanya.  (ril)