Home Blog Page 13760

Subhan Aksa Pastikan Ikut Langkat Rally

MEDAN-Ajang Langkat Rally 2012, sebagai seri I North Sumatera Rally Championship dan juga seri I kejurnas 2012 sudah siap digelar di kawasan Kab. Langkat 7 dan 8 April.

“Kejuaraan memperebutkan trofi Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH, dengan lokasi start dan finish di alun-alun Kantor Bupati Langkat di Stabat,” ucap Ketua Pelaksana  Panitia Langkat Rally 2012, John Ismadi Lubis didampingi Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck, mengatakan di Medan, Minggu (25/3).
Dikatakan, Panpel sudah bersiap lebih awal guna mensukseskan event kebanggaan masyarakat Sumut ini. Apalagi Langkat Rally 2012 menjadi seri pembuka Kejurnas 2012, menyusul keputusan PP  IMI  yang menetapkan bahwa semua tiga seri North Sumatera Rally 2012, sebagai seri kejurnas tahun ini.

Kepanitiaan, tutur John Lubis, dipimpin langsung Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck.

Panpel juga telah melakukan surve terhadap 9 lokasi special stage (SS/trayek khusus) sepanjang 150 km di kawasan perkebunan London Sumatera (Lonsum) di kawasan Bandar Telu, Rangkup dan Boyan.

Dalam kesempatan ini, dikatakan, semua seri NSRC 2012, yakni sebanyak tiga seri, dipastikan levelnya sebagai seri Kejurnas Reli 2012 sesuai keputusan PP IMI. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Bidang Olahraga PP IMI, Bambang Gunardi pada 19 Maret 2012, tentang permohonan seri nasional Rally 2012, PP IMI menyatakan menyetujuinya dan akan dimasukkan ke dalam kalender PP IMI seri Kejurnas Rally 2012. Event-event tersebut diselenggarakan di Sumut, yakni Putaran I  6 sampai 8 April (Langkat Rally 2012), Putaran II 6 sampai 8 Juli 2012, dan Putaran III 5 sampai 7 Oktober 2012.

Dikatakan, kembalinya Sumut dipercayakan menggelar Kejurnas, mempunyai nilai positif bagi IMI Sumut. Sebab, Pengprov IMI Sumut memang mempunyai sasaran untuk menggelar seri reli Asia Pasifik di Sumut.  “Namun, Pengprov IMI Sumut tidak bisa berjalan sendiri dan diperlukannya dukungan dari Pemprovsu maupun Pemkab Langkat, serta pihak sponsor,” ungkap John Lubis.

“Dengan naiknya gengsi seri kejuaraan NSRC menjadi seri Kejurnas, dipastikan penyelenggaraan seri I di Kab. Langkat bertambah menarik, sebab bakal dibanjiri pereli-pereli  andal. Apalagi sejumlah pereli nasional sudah mengkonfirmasikan keikutsertaannya, termasuk Subhan Aksa yang merupakan penyandang gelar juara nasional reli 2010, serta juara seri III NSRC 2011 lalu,” tambah Ijeck.

Kemudian, ada juga pereli asal Jawa seperti Akbar Hadianto, Andry Tan dan pereli Kaltim yang akan ikut menyemarakkan persaingan. (jul)

PSMS Siap Buka Celah

MEDAN-Selain mengemban target menekuk tim syarat pengalaman, PSMS juga sudah membaca taktik dan strategi yang kerap diperagakan anak-anak PSPS Pekanbaru.

Berbekal video pertandingan, Suharto mengaku anak-anak asuhannya sudah siap menghadapi permainan terbuka tim berjuluk Asykar Bertuah itu. “Di beberapa laga yang sudah mereka (PSPS) lakoni, mereka juga menerapkan permainan terbuka. Dan kita sudah sangat siap menghadapi itu,” jelasnya, Minggu (25/3).

Menurutnya, berbekal tim yang sudah solid, PSPS tentu bisa mempraktikkan permainan dengan kolektivitas tinggi di tengah lapangan. “Tim mereka sudah jadi. Skuad itu sudah terbentuk selama tiga tahun, tentu lini per lini sudah sangat padu,” katanya.

“Namun, bukan tak ada celah bagi kita untuk memanfaatkan sedikit kelengahan atau kehilangan konsentrasi dari mereka. Tentunya, permainan dengan konsentrasi penuh selama 90 menit juga wajib kita terapkan,” tambah Suharto.

Menurut Suharto, PSPS punya cukup amunisi dan pengalaman untuk bertanding baik nanti. “Mereka memiliki pemain mantan Timnas, beberapa pemain mereka juga memiliki tendangan keras dengan akurasi cukup baik. Ini menjadi modal yang sangat berharga saat bertanding di luar kandang,” tuturnya.
“Seperti Herman Jumapo, selain memiliki tendangan keras terarah, striker yang satu ini juga memiliki skill individu yang lumayan. Jadi, ia akan kita targetkan sebagai beberapa pemain yang harus diwaspadai,” tutur Suharto.

Selain itu, gelandang PSPS Ali Khadafi juga memiliki kemampuan sama. “Ia memiliki tendangan spekulasi yang cukup keras. Serta Zaenal Arif, mantan pemain Timnas ini tentu bakal memberikan kontribusi banyak bagi timnya. Baik dalam segi pengalaman yang dimiliki juga skill yang mumpuni. Inilah beberapa pemain yang bakal wajib kita waspadai nanti,” tandasnya. (saz)

Jadwal Pertandingan PSMS Ditunda Lagi

MEDAN-Jika benar, PSMS akan kembali mengalami penundaan jadwal pertandingan seperti di putaran pertama. Pada laga perdana di putaran kedua menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya bakal digelar Minggu (8/4) mendatang. Yang seyogianya pertandingan itu digelar Sabtu (7/4).

Namun dari situs resmi Indonesian Premier League (IPL) www.premierleague.co.id menyebutkan, pertandingan tersebut bakal digelar Minggu (8/4) dan disiarkan langsung stasion televisi swasta RCTI.

Sekretaris Departemen Kompetisi Liga PT LPIS Tini Indriyani yang dikonfirmasi mengaku belum menggetahui perubahan jadwal tersebut. “Saya belum update masalah itu. Besok (Hari ini) saya akan cek di kantor,” tulisnya melalui pesan singkat, Minggu (25/3).
Sama dengan Tini, pihak PSMS juga belum mengetahui kabar tersebut. PSMS yang berencana menggelar keberangkatan Kamis (5/4) mendatang kemungkinan juga akan memundurkan keberangkatan satu hari. “Kita belum tahu kabar itu. Rencananya kita akan berangkat 5 April  nanti,” kata sekretaris tim PSMS Heru Prawono.

Untuk itu, pihaknya menyakan, akan mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak LPIS untuk mendapatkan jadwal pasti. “Kita konfirmasi dulu, kalau sudah pasti berubah atau tidak, biar jelas kita untuk mengatur jadwal keberangkatan,” tutur Heru.

Bukan kali ini saja PSMS mengalami perubahan jadwal pertandingan. Pertandingan yang terkadang disiarkan langsung oleh stasiun televisi MNC Group selaku media partner membuat jadwal mundur antara satu hingga dua hari. Begitu juga ketika tim lawan yang meminta jadwal dimundurkan.
Pada perkembangan lain, PSMS kembali akan melakoni latihan persiapan mulai pagi ini (26/3). Setelah diliburkan sepekan, Vagner Luis dkk harus melakoni latihan dua kali hari ini, pagi dan sore hari.  (saz)

Masyarakat Sumut Jajal Teknologi MotoGP

MEDAN-PT Alfa Scorpii menantang ribuan pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) untuk menguji ketangguhan skutik injeksi  Mio J.

Sebanyak empat unit Yamaha Mio J disiapkan untuk media, blogger dan para komunitas untuk coba dan rasakan langsung sensasi matik yang mengadopsi teknologi mesin injeksi dari Yamaha YZF-M1. Teknologi tersebut biasa digunakan Jorge Lorenzo dan Ben Spies pada ajang balapan MotoGP.
Mio J berbekal mesin 113cc 4-langkah, 2 valve, SOHC berteknologi YMJET-FI yang mampu menghasilkan tenaga hingga 7,75 Hp pada 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 8,5 Nm di 5.000 rpm. Tampil dengan model baru yang lebih stylish dan compact. Skutik Yamaha ini mengincar pasar untuk remaja. Hal ini disampaikan langsung oleh Taufik Hidayat selaku Divisi Promosi PT Alfa Scorpii. “Skutik ini sangat stylish, sehingga cocok untuk pria dan wanita usia 16-24 tahun,” ujar Taufik.

Untuk masalah pengendalian, skutik ini terbilang cukup baik dan tidak meninggalkan kelincahan khas Mio. Memiliki dimensi PXLXT 1.800 mm, 700 mm, 1.050 mm membuat pengendara tidak kesulitan berada di atas joknya, karena ukurannya yang kecil cocok untuk ukuran tubuh orang Indonesia. “Tarikan awal motor terbilang halus dan ternyata gesit pula. Untuk nikung juga terasa lebih stabil,” ujar Deking Sembiring, seorang jurnalis yang mengikuti test ride tersebut.

Peluncuran Mio J diiringi dengan suguhan panggung yang memukau. Mulai aksi teatrikal laser, fashion show, live music dari band papan atas Lyla. Dalam prosesi peluncuran motor yang diberi tag line Mio J ‘It’s Magic’ tersebut, Mio J muncul di atas panggung ke hadapan para pengunjung yang memadati panggung raksasa di arena PRSU.

Divisi Promosi PT Alfa Scorpii, Taufik Hidayat menjelaskan, konsep keseluruhan event launching ini sendiri khususnya menyajikan aktivitas-aktivitas anak-anak muda dan keluarga pada umumnya. Yamaha pun menggelar acara perkenalan si skutik Magic ini dari pagi hingga malam.

Berbagai kegiatan digelar guna memeriahkan acara tersebut. Kompetisi dance, lomba mewarnai, lomba busana muslim, band competition (jingle Yamaha), magic Yamaha modification contest, magician competititon, hip-hop competition, dan Yamaha Top Model ramai diikuti peserta. Penampilan Lyla dan beberapa band lokal Medan  juga mendapat sambutan meriah. Pengunjung juga diberikan kesempatan buat test ride Mio J. (jun)
“Mio J dan termasuk Mio Fino mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Medan. Mereka menyukai irit dan cepatnya Mio J dan Mio Fino yang fashionable,” kata Taufik Hidayat di sela-sela perkenalan Mio J.

Sebelumnuya, teknologi Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection (YMJET-FI) telah diterapkan pada motor Yamaha Vixion dan Yamaha Xeon. Yamaha sengaja membangun mesin baru berteknologi YMJET-FI untuk Mio J.

“Dengan teknologi ini membuat konsumsi bahan bakar Mio J lebih irit pada putaran mesin rendah dan menengah,” ujar Taufik. (jun)

Tak Ada Investor, Trans Medan Terancam Batal

MEDAN-Pengadaan transportasi massal busway Trans Medan di Kota Medan terancam batal. Pasalnya, belum ada investor yang berminat.

“Bus massal masih mentok di investornya. Karena ini kita masih menunggu minat investor untuk ikut serta bergabung dalam konsorsium bus way, namun sampai saat ini belum ada yang berminat. Nanti kita tanyakan pada Kemenhub. Kalau tidak ada juga, ya terpaksa kita tunda. Karena kalau pengadaan itu semuanya pemerintah kita tidak sanggup. Ya bisa ditunda, mungkin tahun depan baru bisa dilaksanakan,” ungkap Kabid Teknis  Sarana dan Prasarana Dishub Medan, Iswar.

Selain itu, lanjutnya, di Kemenhub juga saat ini belum sepenuhnya terfokus pada pengembangan angkutan transportasi massal perkotaan. Namun, programnya lebih kepada transportasi perintis di pedesaan atau wilayah yang masih terisolir.

“Ini juga permasalahan kita. Karena, harus mencari investor, tidak sepenuhnya melalui pemerintah. 30 armada yang kita minta ke Kemenhub. Ya, bisa saja hanya 10 unit atau 5 unit yang disetujui. Karena Kemenhub juga saat ini fokus pada program transportasi perintis. Kita berharap ada investor yang bersedia bergabung dan langsung ke kantor Dishub Kota Medan,” pintanya.(adl)

Warga Medan Maimun Ngamuk, Geng Motor Dihajar

MEDAN-Warga Kecamatan Medan Maimun mengamuk dan menyerang anak baru gede (ABG) yang diduga anggota geng motor, saat melintas di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, Minggu (25/3) dinihari.

Akibatnya dua ABG masing-masing Iqbal (15), warga Jalan Rel Kereta Api, Medan Maimun dan temannya Zulfadli (32), warga Jalan Karya Bhakti, Medan Johor babak belur dihajar warga.

Bukan itu saja warga juga membakar 2 sepeda motor masing-masing Suzuki Shogun dengan nomor polisi BK 3615 AAR, yang dikendarai keduanya serta sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BK 6370 AAC milik Dedi Christian (18), warga Pancur Batu yang kabur saat kejadian.
Keterangan yang dihimpun, penyerangan itu berawal saat seorang warga sekitar, yang kebetulan melintas dilempar oleh anggota kawanan geng motor yang mangkal di lokasi kejadian.

Merasa tak senang, warga tadi mendatangi anggota geng motor yang mangkal. Tapi, kawanan geng motor tadi malah melawan. Akibatnya, warga tadi berteriak meminta pertolongan.

Warga yang sudah resah dengan tindakan anarkis geng motor menggunakan senjata kelewang dan balok mengejar kawanan geng motor tadi. Akibatnya, kawanan geng motor langsung menghindar dan lari berlawanan arah menuju Jalan Ir Juanda.
Kebetulan Iqbal (15) yang berboncengan dengan Zulfadli (32) serta Dedi Crisitian melintas melintas dan berpapasan dengan anggota geng motor yang kabur dari kejaran warga yang sudah mengamuk.

Gugup, keduanya saling bertabrakan dan terjatuh. Puluhan geng motor yang mengandarai kendaraan roda dua berlainan jenis itu langsung kabur dan tidak peduli. Sementara, ketiganya langsung dihajar warga hingga babak belur dan membakar sepeda motornya.

Seorang warga, Burhanuddin (35) mengaku, sebelum peristiwa tersebut ada warga sekitar yang dianiaya oleh geng motor.
“Awalnya ada warga sini yang dipukuli gerombolan anak yang naik sepeda motor. Makanya warga ngamuk,” jelasnya.
Sementara kedua korban mengaku hanya berniat hendak jalan-jalan menghabiskan malam mingguan.

“Malam itu saya mau jalan-jalan ke warkop Elisabeth bersama teman-teman dengan memutar melintasi Jalan Brigjen Katamso. Tiba-tiba, saat melintas di depan SPBU Petronas, puluhan genk motor menuju ke arah kami dan langsung menabrak. Tak berapa lama, massa bersenjatakan kelewang dan balok langsung datang dan menghajar kami,” sambung Dedi Christian, yang ditemui Sumut Pos di Polsekta Medan Kota, Minggu (25/3) siang.

Dikatakan Dedi, massa yang datang saat itu seperti kesetanan. Dedi tak lagi menghiraukan sepeda motornya dan lari menghindar. Sementara, Iqbal dan Zulfadli tertangkap warga dan langsung dihajar hingga babak belur. Tak hanya itu, warga yang kesal langsung membakar sepeda motornya.

“Kawanku yang naik Shogun itu yang parah, sudah dipukuli keretanya dibakar pula. Aku masih sempat lari menghindar dari amukan masa,” jelasnya.
Iqbal dan Zulfadli langsung dilarikan ke RS Pirngadi untuk menjalani perawatan medis. Sedangkan Dedi Christian langsung pulang ke rumahnya dengan manaiki taksi. Kondisi Iqbal mengalami luka lecet pada sekujur tubuhnya, sementara Zulfadli mengalami luka serius di bagian kepala, perut sebelah kanan dan sekujur tubuh lecet.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat membenarkan peristiwa itu. Sandy mengatakan warga menduga kalau korban adalah anggota geng motor. “Kita belum mengetahui pasti kejadiannya, salah satu dari korban masih menjalani perawatan medis,” katanya.(adl)

PLT Gubsu dan Kader PKS Bersihkan Sungai Deli

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Gatot Pujo Nugroho bersama ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan bersih-bersih Sungai Deli.

Kegiatan ini dalam rangkaian Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS Tahun 2012, yang akan diselenggarakan di Medan 26-30 Maret 2012n
Sekretaris DPW PKS Sumut, Satria Yudha Wibowo dalam sambutannya saat pembukaan gerakan menelusuri Sungai Deli mengatakan, keberadaan sungai sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan bangsa. Karena itu, katanya, kebersihan dan fungsi sungai harus tetap terjaga sebagai bentuk mewujudkan lingkungan yang bersih.

“Karena itu sebagai wujud kepedulian PKS yang peduli lingkungan, maka dalam setiap kegiatan kami memberikan perhatian kepada lingkungan, termasuk Sungai Deli yang sebagian besar masyarakat sangat tergantung kepada Sungai Deli,” katanya, di Jalan Avros Medan, Minggu (25/3).

Hadir dalam acara tersebut Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, Ketua MPW PKS, Sigit Pramono Asri dan pengurus serta kader PKS di Sumut, mulai tingkat wilayah hingga cabang.

Pada kesempatan tersebut, Satria yang juga Ketua Bidang Program Mukernas PKS Tahun 2012 mengungkapkan, kondisi Sungai Deli saat ini sudah semakin tidak terpelihara. Bahkan, katanya, sudah mulai tercemar di beberapa lokasi disebabkan minimnya perhatian untuk menjaga Sungai Deli yang dulunya menjadi jalur transportasi yang paling diandalkan di Sumut tersebut.

Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho memberikan apresiasi atas kepedulian PKS untuk tetap melaksanakan kegiatan yang pro lingkungan. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) sendiri, katanya, terus menggarakkan kepedulian yang diimplementasikan dalam program-program yang pro kepada lingkungan.

“Kami menyadari dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Namun butuh kerjasama dan dukungan antar tiga pihak yang menjadi stakeholder. Masing-masing pemerintah, swasta dan civil society. Karena itu, sekali lagi saya atas nama Pempropsu sangat berterima kasih dengan kegiatan yang dilaksanakan PKS ini dan tentu peran ini juga diikuti oleh civil society yang lain,” ujarnya.

Gerakan penelusuran dan bersih-bersih Sungai Deli tersebut dimulai dari Jalan Avros Medan dan berakhir di Kantor Wali Kota Medan. Setelah melakukan penelusuran Sungai Deli, Plt Gubsu dan pengurus serta kader PKS pun melanjutkan rangkaian acara membuka bazar yang diselengkarakan di Lapangan Benteng Medan.

Jalan Santai

Sebelumnya, pada pagi hari ribuan kader PKS juga sedang melaksanakan jalan santai dan senam nusantara di Lapangan Benteng Medan. Gerak santai dan senam nusantara tersebut diikuti Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tifatul Sembiring.

Ribuan masyarakat mulai bayi, anak-anak, pemuda, pemudi para orang tua hingga usia lanjut tumpah ruah di lapangan Benteng bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Tikaful Sembiring dan Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST, Minggu pagi (25/3).

Menkominfo didampingi Plt Gubsu yang melepas langsung kegiatan jalan santai di lapangan Benteng Medan menyampaikan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, maka untuk itu mari kita gerakkan tubuh kita dengan jalan santai. “Mungkin acara seperti ini dapat pula dilakukan tiap minggunya,” harap Tifatul Sembiring yang diamini Gatot Pujo Nugroho.

Dengan diiringi  drum band Sinar Husni serta drum band MAN 2 Medan, peserta gerak jalan santai langsung bergerak setelah dilepas. Mereka terlihat begitu antusias dan bergembira ria memenuhi ruas jalan meunuju garis finish di Lapangan Benteng Medan. Tak kelihatan rasa lelah dalam melintasi jalan yang hampir berjarang lebih kurang 5 kilometer.

Bahkah ada balita yang tertidur dalam gendongan orangtuanya saat melakukan jalan santai. Itu akibat respon positif terhadap kegiatan yang dilakukan PKS dalam rangka Mukernas 2012. “Ini memang sudah ditunggu-tunggu anak saya, dia yang mengingatkan saya untuk hadir ke lapangan Benteng ini usai salat subuh tadi,” ujar salah satu peserta yang mennceritakan besarkan minat anaknya untuk mengikuti jalan santai ini.

Hal yang sama juga terlihat pada Saula yang berumur satu tahun. Ditemani orangtuanya, Balita ini sampai juga di garis finish. Bahkan, orangtuanya semakin erat memegang anaknya agar tak hilang dari keramaian orang. Keringat bercucuran tak menjadi penghalang bagi semua peserta untuk menuntaskan hingga akhir kegiatan.

“Sudah dari jam 07.30 tadi kami sekeluarga hadir di lapangan ini, semuanya senang ikut. Selain sehat kalau beruntung juga dapat hadiah,” ujar orang tua Saula.

Lebih-lebih, keceriaan dan kegembiraan peserta terlihat juga terjadi pada acara pengundian hadiah/door prize di lapangan Merdeka. Yang beruntung langsung berteriak dan bersyukur mengucapkan nama besar Allah SWT saat nomor undiannya disebut pembawa acara.

Kesuksesan pelaksanaan gerak jalan santai tersebut merupakan kesuksesan dari DPW PKS Sumut yang menjadi tuan rumah Mukernas Nasional 2012. Usai melakukan gerak jalan para peserta juga bisa bersantai sambil melihat bazar yang ada di lapangan Benteng. Berbagai produk unggulan, serta sovenir dan juga permainan anak tersedia ditempat itu. berbagai jajanan berupa makanan dan minuman juga dapat dinikmati di tempat itu.(ari)

Operasi 4 Jam, Sebagian Otaknya Dipotong

Bayi tanpa Batok Kepala Pulang Kampung

Dua bulan lebih di Jakarta, Syahrani, bayi perempuan berusia 12 Bulan, buah hati pasangan Sutrisno (25) dan Eliana (25), yang lahir tanpa batok kepala, pulang ke kampung halamannya Padangsidimpuan.

Ari Sisworo, Medan

Sekira pukul 13.30 WIB, Sumut Pos berkesempatan untuk menemui Syahrani, bayi tanpa batok kepala kelahiran Padangsidimpuan, 6 Maret 2012 di kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga di Komplek Murai Indah, Medan, Minggu (25/3).

Terlihat pipi Syahrani masih merah, layaknya bayi pada umumnya.  Sesekali terdengar tangisan kecilnya, saat dipangku ibunya, Elianan
Sesekali pula terdengar suara batuk-batuk kecil dari Syahrani. Sang ibu yang ketika ditemui mengenakan batik warna merah, dan tengah memangku Syahrani, batuk yang dialami puteri pertamanya setelah menikah dengan suaminya, Sutrisno (25) pada 2006 silam tersebut, sudah sejak sepekan ini.
“Sudah sejak dari Jakarta, sampai sekarang belum sembuh. Mungkin obat yang dikasih dokter itu nggak cocok. Batuknya ada dahaknya. Kalau batuk begini, jadi susah tidur. Paling satu hari cuma dua sampai tiga jam. Tapi kalau lagi sehat, seperti bayi-bayi biasanya. Tidurnya nyenyak,” kata perempuan 25 tahun kelahiran Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini.

Terlihat memang, saat sudah agak mendingan, Syahrani tampak begitu nyenyaknya tertidur di pangkuan sang ibu. Apalagi saat posisi tidurnya ditelungkupkan.

Sesekali Syahrani terbangun, karena batuk yang cukup mengganggunya. Terlihat pula, semacam lendir atau yang biasa disebut ingus keluar dari hidungnya yang mungil.

Sang ayah, Sutrisno yang mendampingi tepat disamping Eliana, rajin membersihkan ingus puteri tercintanya itu dengan tisu.

Cerita pun berlanjut, Sutrisno yang saat itu mengenakan kaos warna biru dengan setelan jeans ke abu-abuan menuturkan, proses operasi puterinya berjalan selama empat jam di Rumah Sakit (RS) Cipto Mangunkusumo Jakarta. Usai dioperasi, Syahrani langsung dipindahkan ke ruang ICU. Satu hari di ruang ICU, Syahrani Syahrani dipindahkan lagi ke ruang ICU dan kemudian dibawa ke ruang rawat inap, karena kondisi yang mulai membaik.

“Untuk intensifnya, sekitar tiga hari saja perawatannya. Operasinya tanggal 22 Februari 2012 lalu dan berlangsung selama empat jam saja. Saat itu dibutuhkan satu kantung darah. Yang kami persiapkan ada dua kantung darah,” kata pria yang menikahi Eliana pada 28 Agustus 2006 tersebut.
Saat operasi itu, ada sebagain otak yang dinilai tidak berfungsi dipotong sekitar 1,2 kilogram. Kemudian batok kepala Syahrani dijahit. Otak yang dipotong itu langsung dikuburkan di rumah sakit itu.

“Yang dipotong, dikuburkan di sana. Kata dokter, itu yang tidak berfungsi. Waktu belum dioperasi, tidak bisa digendong-gendong. Syukur, sekarang sudah bisa,” kata pria yang menetap di Sidimpuan ini sejak 2004 lalu.

Ya, memang terlihat di bagian kepala Syahrani masih ada bekas jahitan bekas operasi, tepatnya di bagian atas kepalanya.

Saat berbincang, sesekali Syahrani juga terdengar menangis. Eliana pun langsung sigap untuk menimang-nimang buah hatinya itu.

Di tengah perbincangan, Eliana sempat nyeletuk bahwa, Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, dan sejumlah pejabat Pemprovsu serta anggota DPRD Sumut sempat menjenguk Syahrani ketika masih di penginapan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Jakarta. Katanya, saat itu Plt Gubsu berjanji akan memberi bantuan. Namun ternyata janji itu tidak terealisasi sampai saat ini.

“Ya, Pak Gubsu ada jenguk dan beberapa pejabat Pemprovsu dan sejumlah anggota dewan. Pak Gubsu waktu itu, kalau tidak salah dua minggu sebelum operasi, katanya mau ngasih bantuan. Tapi sampai kami pulang, tidak ada,” akunya.

Di sisi lain, perbincangan dengan Sutrisno, dirinya mengaku, saat istrinya mengandung Syahrani di usia sekitar 25 minggu, dirinya pernah bermimpi, jika istrinya melahirkan akan mengalami kekurangan atau kecacatan saat lahir.

“Ya, waktu itu Sabtu malam Minggu, usia hamil istri saya sekitar 25 minggu. Dalam mimpi itu, ada yang menemui saya dan mengatakan anak saya lahir nanti ada kekurangan. Ternyata benar,” cetusnya.

Syahrani dan kedua orangtuanya berangkat dari Medan pukul 14.00 WIB, dari kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga di Medan, dengan menggunakan perjalanan darat, yang memakai Mobil Toyota Avanza BK 1474 KK yang sengaja disewa untuk keberangkatan bayi kelahiran 6 Maret 2011 tersebut.

Diperkirakan, Syahrani baru akan tiba di Padangsidimpuan pada Senin (26/3) sekira pukul 01.00 WIB.

Kedua orangtua Syahrani, mengaku cukup bahagia dan bersyukur dengan kondisi Syahrani saat ini yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Syukur Alhamdulillah, atas segala sesuatunya yang telah diberikan kepada anak kami ini. Ini mukjizat yang diberikan Allah SWT. Saat ini, kondisi anak kami sudah jauh lebih baik. Sekarang berat badannya, sudah enam kilogram. Sebelum operasi beratnya masih empat kilogram,” ungkap  Eliana dan Sutrisno kepada wartawan.

Meskipun sudah jauh lebih baik, lanjut Eliana, dirinya diinstruksikan pihak dokter yang mengoperasi buah hatinya tersebut, agar setiap minggunya Syahrani diharuskan melakukan kontrol kesehatan serta guna mengecek kondisi kepalanya ke dokter di Medan.
“Dokter bilang, kami harus rutin kontrol seminggu sekali di Medan,” tambahnya.

Bagaimana dengan biaya kontrolnya? Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumut, Chaidir Ritonga menyatakan dirinya akan menanggung biaya tersebut.
“Syukur Alhamdulillah, Allah menunjukkan saya untuk menolong Syahrani. Dan untuk biayanya, dari proses pertama kali Syahrani dibawa ke Medan sampai kembali lagi di Medan, pakai biaya pribadi atau rekening umum. Saat dipenginapan milik Pemprovsu juga semuanya dibayar. Tidak pakai Asuransi Kesehatan (Askes), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ataupun Jamkesda. Kita berharap, kondisinya semakin membaik,” katanya.
Dijelaskannya, Tim Dokter RSUPN Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta yang menangani operasi Syahrani antara lain, dr Syamsul A Sp.Bs, dr Pryambodo, Sp.An dan dr Syaiful I, Sp.Bs. Sementara dokter dari Medan yang menjadi fasilitator adalah dr Mahyono, seorang dokter ahli bedah anak dari Rumah Sakit (RS) Adam Malik, Medan.

“Allah SWT telah menunjukkan mukzizatnya, Rumah Sakit Adam Malik telah pernah menolak menangani Syahrani 6 bulan yang lalu,” tambahnya.
Dijelaskannya, di Indonesia, kasus bayi tanpa batok kepala terbilang sedikit yang mampu bertahan.

“Tiada kata yang bisa kami ungkapkan kecuali rasa syukur pada Allah SWT yang telah menunjukkan kekuasaannya melalui ‘Tangan Mukzizatnya’ menyembuhkan Syahrani dibawah pertolongan Dokter-Dokter Ahli RSCM yang sangat berempati dan simpatik. Terimakasih yang tulus juga kami ucapkan kepada Warga dan masyarakat Padangsidimpuan serta Sumatera Utara yang telah turut mendoakan kesembuhan hamba Allah. Dan ini kasus yang terbilang sedikit di Indonesia,” bebernya lagi.

Namun, lanjut Chaidir, ada beberapa hal yang patut diketahui kedua orang tua Syahrani, dimana saat ini untuk melancarkan aliran pencernaan, darah dan sebagainya, dokter yang mengoperasi Syahrani memasangkan satu pipa kecil dari bagian belakang kepala Syahrani hingga ke bagian pembuangan.
Selain itu, dalam pertumbuhannya kelak, patut juga diwaspadai peluang terjadinya Hydrocepalus atau pembesaran kepala. Maka dari itu, instruksi dari dokter operasi Syahrani untuk control kesehatan harus rutin dijalankan.

Di sisi lain juga, untuk tingkat kecerdasan Syahrani ke depan relatif sedikit kurang. Karena disebabkan adanya sebagian kecil otak Syahrani yang dinilai tidak berfungsi dipotong.

“Jika nantinya otak yang ada saat ini, bisa tumbuh ada peluang bisa lebih baik. Karena dampak untuk tingkat kecerdasan Syahrani sedikit terhambat, karena ada otak yang dipotong itu. Karena dianggap atau dinilai tidak berfungsi,” urainya.(*)

Anggaran Rehab Rumah Dinas Harus Dijelaskan

Elfenda Ananda
Elfenda Ananda

Pemko Medan tetap melaksanakan renovasi rumah dinas Wali Kota Medan dan pembangunan tujuh rumah dinas camat di Medan. Anggarannya tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2012. Apakah sudah pas? Berikut petilkan wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan pengamat kebijakan dan anggaran, Elfenda Ananda.

Realistiskah anggaran rehab rumah dinas Wali Kota Medan?
Anggaran yang dilalokasikan itu merupakan anggaran yang terlalu besar. Kondisi yang ada di Medan masih banyak yang perlu diperbaiki. Sebaiknya, anggaran itu bisa dipangkas dan dipindahkan untuk hal-hal atau kebutuhan yang benar-benar bersinggungan dengan masyarakat.

Jadi, harusnya seperti apa?
Menurut saya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Wali Kota Medan. Sebagai pemimpin, Wali Kota Medan harus menjelaskan ini kepada publik karena anggaran ini bersumber dari anggaran publik. Kedua adalah harus ada transaparansi anggaran dengan menjelaskan apa-apa saja yang harus diperbaiki. Sampai seberapa besar semua kebutuhan yang diperlukan, dari anggaran gaji pekerja serta yang lainnya. Ketiga adalah harus dilakukan secara terbuka, proses tender yang akan diselenggarakan. Jangan sampai sudah ketahuan adanya pemenang tender. Jadi proses tendernya hanya sebatas formalitas.

Apa saran Anda?
Inilah yang selama ini berjalan dan salah. Anggaran pengajuannya dari eksekutif, kemudian dibahas di DPRD. Saya pikir, ini lolos dari pembahasan karena selama ini tidak pernah terdengar mengenai pembahasan itu. Ya, kita dan masyarakat tahu ini politik anggaran. Bisa dicek ke legislatif, apakah ini dibahas, dipertanyakan fraksi, dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan sebagainya? Dari masalah ini, kita yakin ini luput dan secara otomatis menandakan tidak adanya pembahasan sebelumnya. Kita kecewa dengan hal ini. Ajuan dari eksekutif, dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Tidaklah mungkin, SKPD itu berani mengurang-ngurangi anggaran itu, karena notabene itu untuk pimpinannya dalam hal ini Wali Kota Medan. Dan tidak mungkin juga, Wali Kota Medan mau mengkritik alokasi anggaran itu. Karena itu untuk kepentingannya. Harusnya, sebagai pemimpin yang baik Wali Kota Medan, juga menganalisis itu apalagi dalam situasi dan kondisi saat ini.

Dimana letak kesalahannya?
Saya yakin dalam pembahasan alokasi anggaran itu tidak terlebih dahulu disinkronkan dengan analisis yang ada. Bisa diricek, apa ada anggota dewan untuk meluluskan anggaran itu diawali dengan analisis yang ada. Intinya, ini harus dijelaskan oleh Wali Kota Medan.(*)

Tewas di Atas Becak

Ruslan (39), warga Jalan Sekata, Gang Melati, Medan Barat ditemukan warga tewas dengan posisi telungkup di atas becak bermotor miliknya, di Jalan Danau Singkarak Keluarahan Sekip Medan Petisah, Minggu (25/3) sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, pagi itu Ruslan yang diketahui sudah satu harian menarik betornya berencana pulang menuju kediamannya. Namun, saat korban melintasi Jalan Danau Singkarak, Medan Petisah, tiba-tiba saja tersungkur dengan posisi telungkup di atas betornya.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung melaporkan hal tersebut kepada polisi lalulintas Polresta Medan, yang tak jauh dari lokasi penemuan jasad korban.

Atas laporan dari warga tersebut kepolisian lalu menghubungi pihak keluarga korban untuk selanjutnya di bawa ke RSU dr Pirngadi Medan, guna keperluan otopsi.

“Saat kami lihat, abang kami sudah tidak bernyawa lagi dan tergeletak di pinggir jalan dengan ditutupi koran,” ungkap Ramdan (27), sepupu korban saat dikonfirmasi di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.

Sementara itu, tangisan histeris Fitri (35), istri korban, tak terbendung saat mengetahui dan melihat langsung jasad suaminya di ruang Instalasi Jenazah Pirngadi.

“Saya terakhir kali jumpa dengan dia  (Ruslan) pada Sabtu (23/3) pagi, tapi saya tidak mengacuhkan dia,”ujar Fitri yang mengaku telah pisah dengan Ruslan, sejak beberapa bulan terakhir.

Dia juga mengakui jika mantan suaminya itu membawa anak ketiga mereka Odon (4), sedangkan ketiga anak lainnya mengikuti sang ibu. Berdasarkan hasil visum, didapati luka lecet dan memar di pinggang sebelah kanan serta memar di bagian bibir bawah korban. Diduga korban tewas akibat penyakit asam lambung yang sudah lama diidapnya serta indikasi serangan jantung. Selanjutnya jasad korban akan dirujuk ke kediaman keluarganya di Pangkalan Brandan untuk dikebumikan. (uma)