30 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13766

Sewa Kantor Gedung Sementara DPRD Medan

16 Perusahaan Ikut Tender

MEDAN- Sebanyak 16 perusahaan sudah memasukkan penawaran sebagai peserta tender sewa kantor sementara gedung DPRD Medan. Dari total jumlah perusahaan tersebut 12 diantaranya badan usaha berbentuk CV, tiga PT dan satu lagi perusahaan BUMN Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Sesuai jadwal yang tertera pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Medan, tahap pembukaan file dokumen penawaran berupa harga, administrasi dan teknis serta dokumen kualifikasi dilakukan Senin (26/3).

Setelah itu, akan masuk tahap evaluasi penawaran Rabu (28/3) hingga Jumat (30/3). Selanjutnya evaluasi dokumen kualifikasi dan pembuktian kualifikasi Senin (2/4). Kemudian upload berita acara hasil pelelangan Selasa (3/4) hingga Rabu (4/4). Dan Kamis (5/4) sudah ditentukan pemenang tender.

Setelah itu, panitia memberikan masa sanggah hasil lelang selama lima hari dari Senin (9/4) hingga Jumat (13/4). Jika tidak ada maka akan langsung diserahkan surat penunjukan penyedia barang/jasa Senin (16/4) dan penandatanganan kontrak Kamis (19/4).

“Memang sudah ada yang memasukkan penawaran tapi tidak bisa diketahui berapa penawaran dari masing-masing perusahaan tersebut. Jadi, kita tidak bisa tahu berapa penawaran baik harga dan lainnya,” kata seorang Staf Perencanaan Program (Penram) Pemerintah Kota Medan, Syaiful Bahri Pohan di Medan.

Wakil Ketua DPRD Medan, Ikhrimah Hamidy mengharapkan seluruh perusahaan yang memasukkan penawaran memiliki gedung sesuai dengan kebutuhan seperti luas ruangan pimpinan, staf, komisi termasuk ruang rapat.

“Kalau luas bangunannya tidak memenuhi spesifikasi, tentu tidak akan diterima,” ucapnya.

Dia juga berharap proses tender gedung sementara DPRD Medan bisa selesai sesuai jadwal agar proses pembangunan yang mundur tiga bulan dari jadwal tidak terganggu lagi.

“Sebelumnya kita menargetkan bulan Maret ini sudah mulai pembangunan tapi karena kantor sementara tidak juga dapat akhirnya rencana molor dari target awal. Diperkirakan bulan Juni nanti baru bisa dibangun gedung dewan yang baru,” ucapnya.

Setelah proses tender selesai maka masuk peng hancuran aset yang juga dilakukan melalui proses lelang. Karenanya panitia penghapusan barang daerah akan dibentuk untuk memudahkan lelang. Jadi akan lebih mudah menentukan siapa saja yang mengambil sisa-sisa gedung.
“Nanti kan ada juga penghancuran gedung dewan, itu melalui proses tender juga jadi akan ada lelang lagi,” ujarnya.

Dengan berbagai proses tersebut, pihaknya memperhitungkan pada Juni mendatang gedung baru bisa dibangun. Sedangkan untuk masa finishing diperkirakan memakan waktu tiga bulan jadi paling cepat pada September 2013, gedung baru bisa dimanfaatkan sebagai kantor.(adl)

Siswa Miskin Ikuti Seleksi Beasiswa Unggulan

MEDAN-510 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) mengikuti seleksi beasiswa unggulan tahun 2012. Seleksi itu bertujuan untuk menjaring siswa yang miskin namun berprestasi untuk bisa mengenyam pendidikan perguruan tinggi.

Seleksi beasiswa unggulan ini dilaksanakan melalui kerjasama Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia dengan beberapa Perguruan Tinggi (PT) berkualitas di Indonesia, seperti Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) Intititut Teknologi Bogor (ITB) serta Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu),Syaiful Syafri dalam pembukaan seleksi mengatakan, kegiatan itu dilakukan guna menyaring siswa-siswa ber prestasi di Sumut untuk bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
“Dengan seleksi ini, kita tidak lagi mendengar adanya siswa berprestasi namun miskin yang tidak mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan,” sebutnya di Aula Disdiksu, Senin (26/3).

Syaiful juga mengakui, jika saat ini Pemerintah Sumatera Utara (Pemprovsu) berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Sumut melalui program beasiswa bagi siswa-siswa di Sumut yang memiliki prestasi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.
“Apalagi, saat ini dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) memang diprioritaskan untuk membantu siswa-siswa yang berprestasi namun miskin, sehingga tidak ada alasan lagi 2013 masih ada siswa Sumut yang tidak sekolah, “ucapnya.

Dalam rangka mendukung program itu, Pemprovsu melalui Disdiksu tengah men jalin kerjasama dengan beberapa founding atau perguruan tinggi baik di Sumut maupun di luar Sumut dalam memberikan beasiswa kepada siswa asal Sumut yang berprestasi.
Saat ini bilang Syaiful, Pemprovsu melalui Disdiksu tengah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Sumut maupun di luar Sumut dalam memberikan beasiswa bagi siswa yang ingin ke perguruan tinggi.

Untuk seleksi, Syafri berharap siswa Sumut harus mampu lulus dengan nilai terbaik, agar bisa tembus ke perguruan tinggi dengan kualitas terbaik. Hasil itu bisa diimplementasikan bagi peningkatan kualitas pendidikan Sumut. “Ya, saya yakin siswa Sumut memiliki prestasi yang luar biasa dan bisa masuk ke perguruan tinggi favorit di Indonesia, “ harapnya.

Sementara Wakil Yayasan STEKPI, Lomi menuturkan kalau seleksi ini bertujuan menyaring siswa-siswa berprestasi di Sumut untuk bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi. “Untuk seleksi ini, kami mengirim ke seluruh Dinas Pendidikan di seluruh Provinsi di Indonesia. Sumut sangat merespon. Antusiasme pelajar di Sumut luar biasa untuk mengikuti seleksi ini,” bilangnya. (uma)

Guru Besar Unimed jadi 47 Orang

MEDAN-Prof Dr Asih Menanti MS SPsi, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan-FIP Universitas Negeri Medan, dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Psikologi Pendidikan.

Pengangkatan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 127263/A4.3/KP/2011, tentang pengangkatan dalam jabatan akademik sebagai profesor/guru besar dalam bidang psikologi pendidikan.

“Dengan dikukuhkannya Dr Asih sebagai guru besar, kini Universitas Negeri Medan (UNIMED) memiliki 47 guru besar,”terang Tappil Rambe SPd, MSi, Selasa (27/3).

Untuk judul disertasinya bilang Tappil, Prof Dr Asih Menanti MS SPsi mengambil judul,  “Kontribusi Peresepsi Remaja Mengenai Teknik Pendisiplinan yang Dilakukan oleh Orangtua dan Pemahaman Diri Interdependen Remaja Terhadap Penalaran Moral Remaja” (Studi Pada Remaja Siswa SMA Suku Bangsa Melayu di Lingkungan Budaya Dominan di Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara).

Masih menurut Tappil, Dr Asih juga aktif dalam menulis berbagai buku tentang psikologi diantaranya Psikologi Kognitif,  Penalaran Moral Suku Bangsa Melayu dan lainnya.

Disamping itu, Tappil Rambe SPd MSi (Kepala Humas Unimed) menyampaikan bahwa Program Pasca Sarjana pada Prodi Manajemen pendidikan Universitas Negeri Medan (Unimed), kembali menggelar ujian terbuka promosi Doktor atas nama Yasaratodo Wau dengan judul, Pengaruh kepemimpian partisipatif, kemampuan pribadi, iklim kerja, dan motivasi berprestasi terhadap komitmen afektif, (studi empiris pada sekolah menengah pertama di Pulau Nias).(uma)

Pelurunya Sebesar Gagang Sapu

Mantono terkejut. Lelaki berusia 26 tahun itu sama sekali tak tahu ketika peluru mengenai bagian atas dadanya. Pasalnya, dia tidak berada di garis depan pendemo. Dia malah sedang asik menonton rekan-rekannya beraksi.

“Saat itu aku lagi nonton di tengah kerumunan masa, di dalam kawasan tugu bandara itu. Tiba-tiba, setelah mendengar suara tembakan. Aku terkejut karena dada aku kayak kena lemparan keras. Rupanya aku terkena tembakan peluru karet,” ucap Mantono usai menjalani pemeriksaan di ruang ICU.
Mantono juga menjelaskan bentuk peluru yang menghantam dadanya. “Perluru karet itu sebesar gagang sapu yang tidak terlalu panjang,” tambahnya.
Warga Desa Kwala Begumit Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat tersebut merupakan anggota Kelompok Tani binaan Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sumut. Setelah terkena tembakan, dia memang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth Medan. “Seharusnya aparat memberikan tembakan peringatan ke atas, tetapi justru langsung ke arah peserta demo. Ini jelas menyalahi dan pelanggaran hukum. Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro harus bertanggungjawab atas ini semua,” ucap Ketua Umum FRB Sumut, Alimuddin AG.

Selain menentang kenaikan BBM, lanjut Alimuddin, dia dan rekan berusaha memperjuangkan lahan yang sudah direbut oleh pihak PTPN II dan perusahaan perkebunan swasta. “Kami tidak akan tinggal diam. Kejadian ini akan kami laporkan ke pihak berwajib. Kami akan melakukan gerakan lebih besar lagi,” tegasnya.

Sementara Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang dikonfirmasi Sumut Pos di Bandara Polonia membantah kenyataan itu. Menurutnya, tidak ada anggota yang melakukan penembakan  peluru karet ke arah demonstran. “Tak ada itu. Mana yang menjadi korban penembakan itu. Tunjukkan kepada saya di mana dia. Kalau memang ada pasang besok fotonya, biar saya melihatnya,” ucapnya. (adl/gus/rud)

Tukang Tambal Ban pun Jadi Korban

Puluhan massa dari Fakultas Hukum Universitas Dharma Agung (UDA) Medan, memblokir satu Station Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) No. 14201192 di Jalan Gajah Mada, Medan.  Pemblokiran SPBU di Jalan Gajah Mada itu diiringi dengan pembakaran ban bekas di depan SPBU dan menutup ruas jalan SPBU.

Sayangnya, sebelum massa sampai ke SPBU di Jalan Gajah Mada, kumpulan massa sempat memukuli seorang tukang tambal ban. Hal itu dilakukan dikarenakan tukang tambal ban tak memberikan ban bekasnya. Akibatnya, tukang tambal ban di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Indomaret, mengalami luka pada bibirnya dan memar di bagian pipinya.

Melihat kejadian itu, Indomaret yang ada di Jalan Gajah Mada langsung menutup gerainya lantaran massa sudah mulai anarkis. Bahkan, pembeli terpaksa diusir dari dalam Indomaret. “Kami tidak kenal dengan massa yang memukuli tukang tambal ban itu, itu bukan bagian dari kami,” tegas koordinator lapangan aksi unjuk rasa Fakultas Hukum UDA, Armada Sihite.

Sihite menyebutkan, sebelumnya aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompoknya digelar di persimpangan Jalan Kajaksaan, Bundaran Majestyk, persimpangan Jalan Gajah Mada-Iskandar Muda dan terakhir memblokir SPBU serta menutup jalannya.

“Bila sampai besok Pemprovsu tidak menyatakan tegas menerima atau menolak BBM, maka kami akan kembali aksi unjuk rasa dengan cara anarkisme,” ancamnya.(*)

Toko dan Hotel Tutup

Sementara itu, beberapa toko dan hotel di seputaran aksi massa ditemukan dalam keadaan tak beroperasi. Contohnya  di Jalan Palakarangkaya, Cirebon, Bandung, serta Jalan Pegadaian (pajak Ikan Lama). “Takut aja kami Bang, mana tahu tiba-tiba aksi anarkis seperti tahun-tahun sebelumnya yang melakukan penjarahan. Bagusnya kami kan menghindar dari pada jadi korban,” cetus Ika, penjaga toko Sumatera yang berbenah untuk pulang.

Merdeka Walk dan Hotel Santika Dyandra juga menutup usahanya selama aksi berlangsung. Hanya Plaza Paladium yang bersebelahan dengan kantor Wali Kota Medan tetap membuka usahanya. “ Kurasa besok (hari ini, Red) kami sudah buka seperti biasa,” jelas petugas Satpam hotel Santika Dyandra.
Tak hanya itu, sejumlah ruas jalan lancar dan sepi kenderaan bermotor seperti ruas jalan lintas Medan-Belawan, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gatot Suboroto, Jalan Raden Saleh, Jalan Imam Bonjol, Jalan Adam Malik, dan Jalan Sudirman. (*)

60 Persen Angkot tak Beroperasi

Selain toko dan hotel, ternyata 60 persen angkotan kota (angkot) juga tidak beroperasi. Akibatnya, anak sekolah dan warga kota menjadi terlambat beraktivitas.

Ilham, seorang siswa di SMA Negeri 2 Medan mengaku akhirnya kembali pulang ke rumah, setelah hampir setengah jam menunggu di depan gang rumahnya, tak juga ada angkutan kota yang muncul. “Saya sudah menunggu hingga setengah jam lebih, tapi tak ada satupun angkot yang lewat, katanya angkot semua ikut demo. Jadi, ya sudahlah tidak bisa ke sekolahlah hari ini jadinya,” kata warga yang berdomisili di Simpang Limun ini.

Lumpuhnya angkutan kota di Medan diakui oleh Ketua Kesper Kota Medan, Israel Situmeang. “Hari ini memang ada 60 persen angkutan kota dari 17 merek angkot yang mogok, dan hanya 40 persen yang tidak,” kata Israel.

Disebutkannya, pihaknya terus berupaya mengajak sopir-sopir untuk berunjuk rasa. Sopir yang melintas di beberapa kawasan seperti di Simpang Limun, Pulo Brayan, Simpang Pos, Titi Kuning, dan Kampung Lalang dihentikan untuk bersama-sama turun ke jalan. Namun, dari 40 persen angkot di Medan yang masih beroperasi itu karena sopirnya khawatir disebabkan adanya intimidasi dari pihak kepolisian.

“Polisi melarang kita untuk mengajak sopir angkot ikut berdemo. Akibatnya tadi sempat ada tujuh anggota kita yang ditahan di Polsek Patumbak, ketika sedang berupaya untuk mengajak sopir aksi unjukrasa. Namun, sekarang sudah dibebaskan karena alasan polisi menahan tidak kuat,” terang Israel.
Ketua Organda Sumut, Haposan Siallagan, mengatakan pihaknya tidak ada memerintahkan sopir untuk melakukan aksi unjukrasa. “Kami belum ada menginstruksikan sopir untuk unjuk rasa. Kami masih menunggu arahan dari Organda pusat, kemungkinan aksi akan kami lakukan tanggal 29 mendatang,” jelas Haposan. (ril/adl/gus/omi/ram)

Bandara Dikepung, Penerbangan Kacau

MEDAN-Massa yang demo menolak kenaikan BBM mengepung Bandar Udara (Bandara) Polonia Medan  sejak pukul 13.55 WIB hingga pukul 16.44 WIB. Akibatnya, sejumlah jadwal penerbangan menjadi kacau.

Kurang lebih tiga jam, akses pintu keluar Bandara Polonia ditutup pendemo. Tak hanya itu, pendemo juga menutup akses keluar masuk Depot Pertamina pengisian avtur yang ada di Bandara Polonia, tepatnya di belakang kargo.

Amatan Sumut Pos, puncak ditundanya sejumlah penerbangan di Bandara Polonia dimulai pukul 15.30 WIB; saat massa memblokir pintu akses keluar masuk Depot Pertamina pengisian Avtur. Akibatnya, truk yang seharusnya bisa mendistribusikan dan mengisi avtur ke pesawat, terblokir.

Tidak hanya sampai di situ, lokasi akses keluar masuk truk pengisian avtur tersebut berdekatan dengan akses pintu pengalihan masuk bandara yang dibuka, tepatnya di Jalan Mustang. Akses pintu masuk itu karena akses utama diblokir massa.

Namun, merengseknya massa di akses masuk alternatif yang dibuka tersebut, membuat jalur pengalihan masuk calon penumpang jadi tersumbat. Hal inilah yang membuat  pihak AP II Bandara Polonia bersama maskapai sepakat menunda penerbangan. Beberapa maskapai tertunda di antaranya Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia (lihat grafis). Akhirnya, penerbangan dibuka kembali pukul 17.30 WIB.

Kemudian, pada saat akses alternatif di Jalan Mustang yang dibuka itu dikepung massa, pihak AP II Polonia langsung membuka akses alternatif lagi. Yakni, melalui komplek perumahan Angkasa Puri yang menuju Jalan Polonia Medan. Akses ini langsung menuju pintu pagar landasan Bandara Polonia. Para penumpang yang masuk melalui akses ini dijemput dengan bus oleh pihak AP II Polonia menuju ke terminal keberangkatan.

Ratusan Penumpang Tertahan di Bandara

Sejak awal massa melakukan orasi demo di Bandara Polonia sekira pukul 13.55 WIB, calon penumpang yang akan berangkat maupun yang baru tiba di Bandara Polonia terlihat panik. Bagi calon penumpang yang akan terpaksa berjalan kaki sejauh 1 kilometer karena massa menutup gerbang utama Bandara Polonia.

Calon penumpang terpaksa bersusah payah membawa kopernya berjalan kaki menuju akses alternatif kedua yang di Jalan Mustang. “Bikin repot saja pendemo ini. Kayak tak ada tempat lain aja buat demo,” kata Siburian, wanita paruh baya warga Jalan Jamin Ginting yang akan berangkat ke Jakarta.
Sementara itu, para penumpang yang baru tiba di Bandara Polonia tak kalah pusing dengan ditutupnya akses keluar masuk bandara. Ada ratusan penumpang yang tertahan di depan terminal bandara karena tak ada kendaraan yang mengangkut mereka. Ini karena taksi yang biasa ngetem tak bisa mengangkut penumpang. Mereka pun akhirnya bersusah payah sambil menyeret koper untuk berjalan kaki mencapai Jalan Mongonsidi Medan. “Saya heran kenapa bisa terjadi. Terpaksa harus berjalan kaki lah sampai simpang jalan sana,” kata Teddy, yang baru tiba dari Batam ini.

Aksi massa itu tak hanya merepotkan penumpang maupun maskapai penerbangan, tapi juga para pemilik toko di Bandara Polonia. Pasalnya, sekira pukul 15.00 WIB, seluruh pedagang di Terminal Keberangkatan Domestik maupun Keberangkatan Internasional menutup toko mereka.

Ironisnya, pemilik toko yang menutup dagangan mereka sempat membuat panik calon penumpang yang sedang duduk menunggu keberangkatan pesawat mereka di teras terminal. “Ayo cepat tutup toko kalian! Pendemo mau menjarah dan masuk,” teriak seorang wanita pemilik salah satu toko di situ sambil bergegas menutup tokonya.

Spontan para calon penumpang yang sedang asyik duduk menunggu, langsung berlarian dan berhamburan masuk ke dalam terminal karena takut jadi sasaran pendemo. “Ayo lari. Ayo kita cepat masuk,” ajak calon penumpang kepada rekan, keluarga atau sahabat mereka yang sama-sama sedang duduk menunggu.

GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Kolonel PNB Bram Bharoto Tjiptadi tak membantah kalau ada pembatalan penerbangan. “Hanya penundaan dan Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan sudah berkoordinasi dengan masing-masing maskapai penerbangan terkait hal ini,” jelasnya.

Alasan penundaan, menurut Bram, karena ada masalah pada pengisian bahan bakar. “Tadi mobil pengangkut bahan bakar tak berjalan karena dihadang para pendemo. Sekarang sudah bisa berjalan normal dan terpaksa memakan waktu lagi sehingga terjadi penundaan,” jelasnya.

Staff Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Andi Mulyono mengaku, penerbangan terpaksa ditunda selama dua jam. “Penerbangan ditunda selama dua jam karena pesawat tak bisa berjalan sebab BBM jenis avtur tak bisa disalurkan karena pendemo juga menutup akses masuk truk pengangkut yang berada di dekat Kargo. Kalau  penumpang bisa keluar masuk ke dalam Bandara Polonia Medan,” ujarnya.

Sementara itu, pendemo tak bisa masuk ke dalam Kargo Bandara Polonia Medan karena dikawal oleh petugas TNI AU tepatnya dari Paskhas TNI AU dan Pasukan Pertahanan TNI AU (Paslan). Tak hanya itu, petugas TNI AU juga dibantu oleh security Bandara Polonia Medan. Petugas tetap melakukan pengawasan walau pun para pendemo membubarkan diri di pintu keluar masuk akses kedua yakni Kargo Bandara Polonia Medan. “Kami tetap siaga sesuai dengan perintah Panglima TNI AU, walaupun para pendemo sudah membubarkan diri,” kata Kapten Suharto.

Pasca aksi unjuk rasa yang terjadi di Bandara Polonia Medan, suasana di Bandara Polonia kembali normal dan semua pintu keluar masuk bandara sudah beroperasi kembali, Senin (26/3) malam 20.00 Wib. Semua kendaraan sudah bisa masuk dan keluar dari Bandara Polonia. “Tadi memang sempat terjadi gangguan aktivitas ke dalam maupun keluar bandara. Kini sudah kembali normal dan penerbangan sudah beroperasi kembali,” kata Staff Duty Manager OIC Bandara Polonia Medan, Jamal.

Walaupun aktivitas sudah kembali normal berjalan, petugas dari TNI dan Polri masih melakukan pengamanan di Bandara Polonia. “Personel masih tetap bertahan di Bandara Polonia sesuai instruksi dari Kapolda Sumut. Kita tetap bertahan karena menjaga hal-hal yang tak diinginkan,” kata Kasat Pamobvit Polresta Medan, Kompol Calvin Simanjuntak.

Hingga berita ini diberitakan/diturunkan, petugas TNI dan Polri masih berjaga-jaga di dalam Bandara Polonia. Tak hanya itu, mobil water canon juga masih berada di Bandara Polonia. Tenda-tenda milik petugas Polri masih berdiri di dalam Bandara Polonia Medan. Arus keluar dan masuk ke dalam Bandara Polonia Medan pun berjalan normal. (jon/ila/gus/mag-18)

Kapoldasu Mengeluh, Kapolresta Berdarah

Aksi unjuk rasa kemarin memunculkan kisah berbeda bagi dua sosok petinggi kepolisian. Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengeluh karena ada aksi bentrok, sedangkan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang mengalami pendarahan akibat lemparan batu yang mengenai tangannya.

“Silahkan unjuk rasa, tapi tolong, mari kita jaga kota kita ini. Sekarang teman-teman lihat, apa hasilnya? Akhirnya kan begini,” keluh Wisjnu, kemarin..
Ketika ditanya latar belakang yang menyebabkan bentrok, Wisjnu tidak memberikan jawaban pasti. “Saya tidak tahu. Sudah kita jelaskan, sabar.

Bapak-bapak (wartawan) juga tahu, anak buah saya sudah saya bilang mundur, sabar. Anak buah saya, tidak melakukan apa-apa. Terus mereka (demonstran) merusakkan pagar. Loh ini, ini gak bisa dibiarkan,” bebernya.

Apalagi, sambung Wisjnu ketika ada permintaan untuk menghentikan penerbangan. Hal itu adalah sesuatu yang tidak mungkin, pasalnya berkaitan dengan kepentingan orang banyak. “Masak permintaan yang tidak rasional kita izinkan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wisjnu juga mengatakan, aksi anarkis tersebut akan ditelusuri dan diselidiki. Dia mengaku, pihaknya telah mengantongi rekaman peristiwa tersebut. Untuk masalah itu, Wisjnu juga meminta tolong kepada para wartawan, jika memiliki data hasil liputan seperti foto dan rekaman untuk bisa diserahkan kepada pihaknya. “Tolong ya teman-teman. Nanti itu, yang jelas dari mulai mereka datang sampai anarkis saya ada rekamannya. Saya mohon teman-teman juga, tolonglah itu yang punya foto itu disampaikan. Masukkan juga di tv itu, dari mulai melempar. Biar berimbang ini semua,” paparnya.

Sementara itu, pada aksi kemarin, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang juga menjadi korban. Tokoh ini memang langsung turun ke lokasi sekaligus memberikan instruksi kepada personel untuk meredam kemarahan masa. Monang yang mengendalikan personel, dikejutkan dengan lemparan batu ke arahnya. Awalnya, lemparan batu yang secara terus menerus dihujankan dapat dielakkannya.

Namun, Monang yang tidak memakai tameng dan pakaian pelindung terkena lemparan batu di bagian tangannya. Akibatnya, jari kelingking dan jari manis tangan kanan Monang mengalami luka pendarahan. Dengan sigap, Monang langsung membungkusnya dengan sarung tangan putih miliknya.
Ketika ditanya Sumut Pos, Monang sempat membantah kalau dia jadi korban. “Tidak ada. Mau tahu aja,” ucapnya sambil senyum.

Namun, ketika disinggung luka ditangannya sebagai bentuk apresiasi dalam memberikan pelayanan terhadap aksi unjuk rasa. Monang mengakuinya. “Ya, tangan aku luka akibat terkena lemparan batu. Tapi luka kecil ini,” jelasnya. (ari/adl)

Soal BBM, Koalisi Mulai Mengambang

Satu per satu partai koalisi memilih sikap mengambang atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Melalui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, partai berlambang beringin, sebutan Golkar, menyatakan bahwa bukan domain parlemen bersikap menolak atau menerima kenaikan harga BBM.

“Naik atau tidaknya (harga) BBM itu domain pemerintah, bukan domain parlemen,” kata Ical, sapaan akrab Aburizal, saat ditanya soal sikap Partai Golkar atas kenaikan harga BBM di gedung DPR, kemarin.

Menurut Ical, DPR hanya berwenang membahas APBN atau APBNP yang diajukan pemerintah. Parlemen nanti yang menetapkan besaran APBN atau APBNP itu. “(Untuk kenaikan BBM) itu ditetapkan saja subsidinya berapa. Terserah pemerintah nanti mau pakai apa subsidi itu,” terang Ical.

Ical menegaskan sudah menginstruksi anggota Fraksi Partai Golkar untuk mengusulkan subsidi energi dalam pembahasan APBNP. Subsidi energi itu, papar dia, bertujuan menggantikan subsidi listrik dan BBM. Dalam rencana Ical, subsidi energi tersebut dibiayai untuk pengembangan minyak nabati. “Kami mau menggunakan biodiesel atau bioetanol. Subsidinya bisa dipakai untuk itu,” tutur dia.

Dengan pengembangan minyak nabati, lanjut Ical, pemerintah tidak perlu terpengaruh harga minyak bumi. Ical menyatakan, subsidi energi juga bisa dilakukan untuk penggantian alat yang mendukung pengembangan minyak nabati. “PLTD, misalnya. Itu kan menggunakan diesel. Untuk mengganti itu, kita memberikan kepada pemerintah subsidi energi yang longgar,” jelasnya.

Ical menambahkan, subsidi energi tersebut tidak berkaitan dengan BBM. Pemerintah dalam hal ini bisa mempertimbangkan semua opsi yang ditawarkan. Yang utama, subsidi itu nanti tidak boleh melebihi yang ditetapkan DPR. “Pemerintah mau pakai apa juga boleh. Mau naik juga boleh, mau turun juga boleh,” ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menambahkan, pihaknya saat ini tidak memihak kubu mana pun. Golkar tidak mau menyurati presiden seperti yang dilakukan PKS. Golkar juga tidak begitu saja mengikuti sikap Partai Demokrat yang sepakat begitu saja dengan pemerintah. “Golkar tidak harus mengikuti cara PKS. Tapi, kami juga tidak harus mengikuti Demokrat,” ujar Priyo di tempat terpisah.

Menurut Priyo, Partai Golkar baru akan memberikan keputusan pada saat akhir. Partai Golkar akan memastikan terlebih dahulu apa langkah pemerintah jika akan menaikkan harga BBM. “Kami ingin cek apakah ada kepastian dari pemerintah untuk menyiapkan semuanya guna menanggulangi kenaikan harga BBM itu. Lalu, apa yang akan diberikan kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi,” ujar dia.

Menurut Priyo, Golkar belum memutuskan secara gamblang tindak lanjut atas kenaikan harga BBM. Partai berlogo Beringin itu ingin memastikan apakah pengalihan dana subsidi BBM digunakan tepat sasaran. Misalnya, untuk transportasi, seperti angkutan umum atau infrastruktur jalan. “Kalau belum ada kepastian itu, kami sarankan berpikir ulang untuk menaikkan harga BBM. Bisa saja Golkar punya sikap lain,” tambah dia.

Sampai kemarin, hanya tiga fraksi di DPR yang tegas menolak kenaikan harga BBM. Yakni, Fraksi PDIP (94 kursi), Fraksi Partai Gerindra (26 kursi), dan Fraksi Partai Hanura (17 kursi). Akumulasi suara tiga fraksi itu baru 137.

Selain Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKS (57 kursi) tidak secara tegas menolak. PKS mengajukan mekanisme pemberlakuan BBM dua harga. Yakni, harga tetap untuk sepeda motor dan kendaraan umum atau usaha kecil serta harga baru untuk mobil pribadi.

Kalau Fraksi PKS dan Fraksi Partai Golkar (106 kursi) diasumsikan pada akhirnya menolak kenaikan harga BBM, kubu anti kenaikan harga BBM akan memperoleh 300 suara. Jumlah itu sudah melampaui kekuatan koalisi Partai Demokrat sebesar 260 suara.

Tapi, mungkin itu tergolong kecil. Sebab, dalam pembahasan RAPBN Perubahan 2012 di badan anggaran (banggar) kemarin, Golkar dan PKS menunjukkan respons positif terhadap opsi postur RAPBNP dengan asumsi harga BBM naik. Penentuan naik atau tidaknya harga BBM akan diputuskan melalui sidang paripurna Kamis mendatang (29/3).

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum optimistis soliditas partai-partai koalisi anggota sekretariat gabungan (setgab) akan terjaga dalam menyambut kenaikan harga BBM kali ini. Semua dinamika yang muncul diyakini Anas akan mengerucut. “Saya yakin, ujungnya, anggota setgab akan sama,” kata Anas di Kantor DPP Partai Demokrat kemarin.

Dia menyebut, setgab merupakan bentuk kebersamaan dari koalisi dalam mengelola pemerintahan. “Kalau konteksnya kebersamaan, ketika situasi manis sama-sama, saat situasi sedang agak pahit sama-sama juga,” ujarnya.

Anas mengharapkan pembahasan RAPBNP 2012 tuntas sepenuhnya di rapat banggar. “Ketika paripurna tinggal mengesahkan apa yang sudah diputuskan banggar. Saya berharap begitu dan yakin bisa,” tegas mantan ketua umum PB HMI itu.

Secara terpisah, Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani memahami sepenuhnya kemungkinan kalahnya kubu penolak kenaikan harga BBM di sidang paripurna mendatang. Dia menegaskan bahwa PDIP siap menghadapi itu. “Walaupun nanti di voting suara kami tidak bisa melebihi suara teman-teman koalisi, kami tidak pernah merasa kalah,” tegas Puan.

Soal Golkar dan PKS yang terkesan plinplan, Puan tidak mau mengomentari. “Kami tidak dalam posisi mengomentari fraksi atau partai lain. Namun, alangkah indahnya jika kita bisa bersama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” tutur dia. (bay/pri/c11/agm/jpnn)