28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 13800

Forward Racing Pakai Edwards

JEREZ – NGM Mobile Forward Racing baru saja meluncurkan warna yang akan mereka pakai, baik untuk motor maupun kostum rider mereka yang digunakan untuk musim balap 2012 MotoGP. Tim ini sebelumnya sudah mengontrak pembalap veteran Colin Edwards untuk menunggangi motor mereka. Selain itu, ada Alex de Angelis yang juga menjadi rekan setim Edward di tim Forward Racing.

Forward Racing merupakan tim baru di MotoGP karena mengambil keuntungan dari aturan CRT, sehingga bisa naik kasta dari Moto2 ke MotoGP memang bukan tim yang diprediksi bisa mendobrak ke papan atas, tapi patut ditunggu sejauh mana mereka bisa menempatkan diri dalam klasemen dengan status debutan.

Dengan dua gelar WSBK dan dua belas kali naik podium MotoGP, Edwards patut diperhitungkan, dengan masuknya dia ke dalam daftar sembilan pembalap CRT yang menghiasi MotoGP. Pembalap berusia 38 tahun ini diperkirakan bakal menghadapi persaingan ketat dari rider Aspar Aprilia Randy de Puniet untuk penghargaan dari CRT.
“Saya ingin meminta maaf karena terlambat. Tampaknya ada tornado yang lebih besar dari saya di Texas yang menunda penerbangan saya!” kata Edwards.

“Lupakan lelucon tadi, saya sangat senang berada di sini hari ini, dan menjadi bagian dari petualangan baru dengan tim ini. Kami telah banyak memulai kerja untuk pengembangan motor, terutama pada elemen elektronik,” terangnya.
“Pada tes pertama, kami berada di sekitar 60 persen dari perkembangan motor, dan sekarang kami berada pada posisi sekitar 92 persen – 93 persen .Tujuan kami adalah untuk tetap bekerja dan mendapatkan hasil yang baik,” tandasnya. (bbs/jpnn)

Dirikan Tempat Sampah Depan Sekolah

MENJAGA kebersihan Kota Medan perlu ditanamkan sejak dini pada siswa Sekolah Dasar. Untuk memudahkan siswa, kiranya di depan sekolah dibuat tempat penampungan sampah. Harapan ini disampaikan Husin, warga Kelurahan Kota Matsum II saat berada di depan SD Negeri 060825 Jalan Ismailiyah, Selasa (20/3). Ia serius memperhatikan tumpukan sampah di depan sekolah yang tercecer di dalam parit.

‘’Perlu dibuatkan tempat penampungan sampah di sini sehingga kondisi parit tetap bersih karena buangan sampah ke parit yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Keberadaan parit di Jalan Ismailiyah harus mendapat perhatian agar tidak terjadi banjir karena parit tersumbat,’’ harapnya.

Ia berharap masyarakat juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan Kota Medan yang sedang digalakkan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.  “Jangan buang sampah sembarangan,’’ ajaknya.

Budiman, warga Jalan Megawati menambahkan keprihatinannya terhadap bak sampah di sejumlah ruas jalan di Medan. Ia mencontohkan beberapa tempat penampung sampah sementara di Jalan SM Raja Gang Pinang Simpang Limun dan Jalan Sawah Lunto belakang RSU Permata Bunda Medan yang rusak.

‘’Entah ulah siapa yang merusak bak sampah tersebut. Sudah bagus disediakan Pemko Medan kok ada yang merusaknya. Ada yang sisi bak yang rusak sehingga terbuka. Namun bagian yang rusak sudah tak ada,’’ katanya. (*)

Chris Samba Dilempar Pisang

MANTAN bek Blackburn Rovers yang kini bermain di Liga Rusia bersama Anzhi Makhachkala, Chris Samba, menjadi korban rasisme dari suporter Lokomotiv Moscow. Pemain asal Kongo itu kena lemparan buah pisang dari fans tuan rumah Lokomotiv pada pertandingan lanjutan Premier League Rusia hari Minggu kemarin.

“Saya sangat sedih hal ini terjadi di depan anak-anak kecil yang juga duduk di tribun. Ini adalah contoh yang sangat buruk bagi mereka.
Juru bicara Anzhi mengkonfirmasi bahwa buah pisang dilempar dari seseorang yang duduk di tribun VIP. Samba kemudian mengambil pisang itu dan melemparkan kembali ke arah tribun.

Namun, presiden Lokomotiv, Olga Smorodskaya, membantah insiden tersebut. “Ini (rasisme) tidak terjadi dan tak akan pernah terjadi. Saya melihat sendiri sikap suporter kami di stadion. Mereka memberikan dukungan penuh untuk tim (Lokomotiv).

Well, sebenarnya ini bukan kali pertama fans Lokomotiv melakukan aksi rasisme. Beberapa musim lalu, mereka juga bersikap rasis pada striker timnya sendiri, Peter Odemwingie. (net/jpnn)

Origami untuk David Villa

DAVID Villa yang lagi cedera sampai akhir musim, mendapat “kado” istimewa dari fans Barca asal Jepang. Para Nipon Cules membuat seribu origami yang dijadikan satu serta beberapa tulisan dukungan moril untuk El Guaje.

Jepang menjadi tempat yang “penuh kenangan” untuk Villa karena di negari Matahari Terbit itulah ia mengalami cedera kaki saat memperkuat Barca di semifinal Piala Dunia Antar Klub bulan Desember lalu.

Menurut orang Jepang, origami memiliki arti sebagai simbol keberuntungan dan kesehatan, fans Barca asal Jepang berharap bingkisan ini bisa menunjukkan apresiasi mereka terhadap top skor timnas Spanyol yang terancam absen di Piala Eropa 2012 tersebut. (net/jpnn)

Ronaldo Ingin Terjun ke Politik

Mantan bintang sepak bola Brasil, Ronaldo, anggota panitia pelaksana Piala Dunia 2014, Senin (19/3/2012), menyatakan keinginannya menjadi ketua federasi sepak bola Brasil.
“Saya ingin memulai karier politik saya dalam dunia sepak bola. Saya ingin menjadi politisi sepak bola,” katanya dalam wawancara dengan harian Folha de Sao Paulo. Ricardo Teixeira, yang memimpin Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) sejak 1989, mengundurkan diri dari jabatannya.

Kedudukannya selama 22 tahun di puncak organisasi CBF diwarnai pendapat kontroversial yang berujung permintaan agar ia mengundurkan diri, setelah dituduh terlibat korupsi baik di Brasil maupun di luar negeri. Sementara ini, wakilnya, Jose Maria Marin, menempati pos itu. Ronaldo, yang memenangi Piala Dunia bersama Brasil pada 2002, mengatakan, ia tidak tahu apakah ia dapat menjadi calon pimpinan organisasi itu.  (net/jpnn)

Pembacok Briptu Fernandes Ditembak

BELAWAN- Ed alias Edi Racun (26), pembacok Briptu Fernandes, personel Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (21/3) siang, ditembak petugas.

Tersangka diringkus dan ditembak polisi di kawasan Pasar IX Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, saat akan melarikan diri.

Informasi dihimpun Sumut Pos di Mapolres Pelabuhan Belawan, penangkapan pelaku penganiayaan terhadap polisi itu setelah petugas menerima informasi keberadaan tersangka dari masyarakat. Tak ingin menyia-nyiakan informasi itu, polisi kemudian melakukan pengejaran.

Setibanya di lokasi, beberapa personel kepolisian kemudian melakukan penyergapan. Namun saat akan ditangkap, tersangka yang sudah satu bulan lebih diburon petugas mencoba melawan dan melarikan diri. Polisi yang sempat memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan pelaku.

Akhirnya, petugas mengarahkan laras senjatanya ke kaki kanan tersangka untuk melumpuhkannya. Akibatnya, pria berdomisili di kawasan Jalan TM Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan ini, roboh dengan sebutir timah panas di kakinya.

Guna mendapatkan pertolongan medis, tersangka selanjutnya diboyong petugas ke RS Bhayangkara di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi, ketika dikonfirmasi Sumut Pos tak bersedia ditemui. Bahkan saat dihubungi berulang kali dan di SMS melalui telepon selularnya terkait penembakan dimaksud, perwira polisi berpangkat balok tiga kuning dipundaknya ini tak bersedia menjawab.

Seperti diberitakan, personel Polri, Briptu Fernandes sebelumnya sempat kritis akibat dibacok beberapa pria di Jalan TM Pahlawan, Belawan. Pembacokan terhadap anggota Polres Pelabuhan Belawan tesebut diduga dipicu oleh tidak tanggapnya polisi melakukan pengamanan di daerah rawan bentrokan dan tidak merespon laporan warga atas kasus dugaan penculikan terhadap Khaidir (21) warga Lororong Melati, Belawan.

Warga yang kesal atas kinerja polisi, lantas menyerang sebuah warung kopi tempat di mana petugas kepolisian melakukan pengamanan pasca bentrok antar kampung di wilayah tersebut.

Melihat gerombolan warga bersenjata tajam datang, tiga personel polisi satu diantaranya, Briptu Fernandes langsung terkejut dan melarikan diri.
Naas, Briptu Fernandes yang mencoba menyelamatkan diri, dikejar warga dan berhasil menangkapnya hingga terjadi penganiayaan.

Setelah mendapat penganiayaan dari warga, korban langsung dilarikan rekannya ke RS TNI AL di Jalan Bengkalis, Belawan.(mag-17)

Guru Modal Dasar Pembangunan Bangsa?

Oleh:Jhon Marihot Purba SE MSi 

Aha do modalmu mangaranto “anaha”? (Apa modalmu merantau ke tanah orang nak?). Pertanyaan ini sangat hakiki dan mendasar bagi orang Batak Toba sebelum merestui anaknya pergi mencari nafkah ke negeri orang. Berbekal semangat dan doa, banyak orang Batak Toba menjadi suku migran di daerah lain.

Orang Batak Toba sangat terkenal sebagai bangsa perantau. Hal ini dibuktikan dengan persebaran dan banyaknya gereja HKBP yang berdiri di daerah lain di negara ini. Mental perantau ini tentu bukan tanpa modal dasar. Fakta mengatakan, banyak masyarakat Batak Toba yang berhasil di daerah lain, bahkan membawa perubahan dan pemburan yang bisa menguntungkan dalam berbagai interaksi.

Dalam konteks pembangunan bangsa (nation building), tentu kita harus punya modal dasar untuk maju. Pada era orde baru (Orba) modal dasar pembangunan bangsa itu bisa dikategorikan dengan berbagai jenis, yaitu 1) Jumlah penduduk yang sangat besar, 2) Potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah, 3) Penguasaan IPTEK yang mumpuni, 4) Lautan yang sangat luas sebagai potensi membangun ekonomi bahari, 5) Budaya bangsa yang kaya dengan nilai ekonomi, 6) Letak bangsa yang sangat strategis, 7) Kekuatan Tentara, dan lain sebagainya. Dari berbagai jenis modal dasar pembangunan bangsa di atas, mengapa tidak disebut spesifik guru sebagai modal dasar pembangunan?

Memang secara ekonomi kita tidak menyangkal, potensi alam yang melimpah ruah adalah modal dasar utama pembangunan bangsa. Perkembangan ke depan bangsa kita justru menjadikan potensi sumber daya alam dikuasai oleh asing. Banyaknya tuntutan renegoisasi kontrak kepada pihak asing merupakan ungkapan kekecewaan masyarakat Indonesia atas dominasi aing yang snagat merugikan anak bangsa ini.

Kondisi ini terus berlanjut sampai sekarang.  Yang menjadi masalah, mengapa tidak dikatakan secara spesifik bahwa guru adalah modal dasar pembangunan bangsa? Gagalnya kita mengelola SDA kita dengan bagus mungkin bisa dimaklumi bahwa SDM kita saat itu belum umpuni dan masih belum siap dengan kemampuan teknologi yang tinggi. Sekarang kita menyadarinya, ditengah kesadaran ini mengapa tidak ada upaya menciptakan generasi muda yang sadar IPTEK dengan kemampuan IPTEk yang tinggi?

Saya secara pribadi mengatakan belum ada keseriusan membenahi SDM bangsa ini agar punya kemampuan IPTEK yang bisa kita andalkan untuk mengelola potensi SDA yang bagus untuk kemakmuran rakyat. Bukti yang paling nyata belum adanya komitmen yang tinggi (hight commitment) terhadap pembentukan SDM yang mumpuni secara IPTEK generasi muda adalah dengan rendahnya perhatian pemerintah pada guru atau tenaga pendidik di negara kita.

Bukti yang paling empiris adalah amburadulnya sertifikasi guru dan tata kelola sertifikasi yang tidak profesional oleh pemerintah. Padalah jika sertifikasi dikelola dan dilakukan dengan bagus maka ini akan menajdi stimulus yang berkelanjutan untuk menghasilkan guru yang profesional dan bermartabat.

Ketika pemerintah memetakan masalah guru dengan baik di negara ini, maka ada solusi mengatasinya inilah “starting point” bahwasanya bangsa kita punya pengharapan masa depan yang sangat bagus. Ini tidak, sampai sekarang komitmen pemerintah masih sangat lemah kepada tenaga pendidik. Bukan hal asing lagi, jam mengajar guru di berbagai sekolah swasta sangat menyedihkan. Bayangkan di berbagai sekolah swasta masih banyak guru memperoleh honor yang tidak layak. Itupun dibayarkan satu minggu untuk sebulan.

Kalau 1 les dihargai Rp20.000, maka mengajar sampai 30 lespun masih bergaji Rp600.000 satu bulan. Sementara tugas dan tanggung jawab sangat tinggi. Ketika siswa tidak lulus yang disalahkan adalah guru. Padahal rangsangan kepada guru yang masih manusi tidak ada.

Bagaimana pemerintah mengatasi ini tentu menjadi PR berat bagi mereka. Agar guru bisa menajdi modal dasar pembangunan bangsa dan kemajuan bangsa ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah, yakni: Pertama, mengelola sertifikasi supaya berjalan dengan bagus untuk peningkatan kesejahteraan guru.

Mengingat dalam sertifikasi tidak dibedakan antara guru PNS dan non PNS (swasta), maka sudah saatnya pemerintah pusat menjadikan ini sebagai momentum peningkatan taraf hidup guru. Taraf hidup guru sangat berhubungan dengan kemampuan mengajar, kualitas mengajar. Mana mungkin tuntutan kepada guru tinggi jika tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang memadai.

Guru di negara Malaysia rata-rata punya pendapatan Rp45 juta per bulan. Dengan tingkat pendapatan seperti itu tentu guru akan fokus mengajar, memperbaharui diri, meningkatkan kemampuan mengajar sehingga siswa yang dididik benar-benar diarahkan menajdi SDM yang mumpuni. Beda di negara kita yang ahrus melakukan pekerjaan sampingan setelah siap mengajar. Jadi, sertifiaksi harus mampu menciptakan guru yang profesional, amanah, dan punya kemampuan dalam transfer knowledge kepada siswa.

Kedua, pemerintah pusat harus membuat peraturan atau regulasi yang tegas mengenai hak-hak dasar guru. Perlindungan kepada guru perlu dilakukan agar bekerja dengan tenang. Misalnya di yayasan swasta, banyak Guru yang mengalami tekanan karena unsur kesengajaan pada pemilik yayasan. Kemudian di berbagai daerah, guru sering dijadikan alat politik saat pilkada. Tentu ini akan menajdi bumerang bagi guru dan berkarya dan berkreativitas.

Ketiga, menempatkan guru sebagai aset pemerintah pusat di daerah yang sangat berharga. Dengan cara pandang seperti ini maka pemda akan berupaya keras meningkatkan kapasitas guru supaya menjadi guru yang profesional. Pemda/ Pemko tidak akan sewenang-wenang lagi kepada guru. Desentralisasi pendidikan saatnya ditinjau kalau ingin pendidikan kita diarhkan kepada mutu. Komitmen pemda/ Pemko sangat rendah kepada guru dan melihat guru hanya sebagai PNS biasa. Cara berpikir seperti ini tentu menajdi masalah besar dalam pengembangan guru menuju pembangunan bangsa yang berpendidikan.

Guru adalah modal dasar hakiki dalam pembangunan bangsa. Meningkatkan mutu pendidikan tanpa kehadiran guru di dalamnya adalah pepesan kosong belaka. Bagaimana membuat bangsa ini menjadi bangsa yang besar, maka pendidikan adalah solusinya. Ditengah solusi pendidikan ini variabel peningkatan kesejahteraan guru sangat penting.

Menjadikan guru sebagai modal dasar pembangunan bangsa adalah awal yang bagus dalam membangun bangsa ini. Jika SDM kita bagus, berwawasan IPTEK dan punya integritas maka kita akan menajdi bangsa yang besar. Kebesaran bangsa USA, Eropa tentu terletak di SDM nya yang sangat bagus. Mari membangun bangsa ini dengan menjadikan guru sebagai modal dasar pembangunan bangsa. (*)

Penulis adalah Dosen STMIK Sisingamaraja XII Medan, Alumni Pascasarjana Ilmu Manajemen USU, Direktur Eksekutif LP3GSSU (Lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Guru Sejahtera Sumatera Utara).

Vettel Mulai Penasaran

SEPANG-Tim McLaren mengawali musim 2012 dengan bagus, seiring dengan hasil yang dicapai di GP Australia lalu. Juara bertahan Sebastian Vettel mengaku timnya, Red Bull, memang masih tertinggal dari McLaren.
Setelah tampil menjanjikan di sesi tes pra-musim, McLaren juga memulai 2012 dengan oke. Dari posisi start 1-2 di Melbourne Park, McLaren meraih posisi finis 1-3 dalam balapan, dengan Jenson Button jadi pemenang dan Lewis Hamilton di posisi 3.

Hasil itu sekaligus membuat McLaren berhasil memimpin klasemen konstruktor dengan poin 40, unggul 10 poin dari Red Bull sang juara konstruktor yang berada di posisi dua berkat raihan dua pebalapnya Vettel (finis di posisi dua) dan Mark Webber (finisi di posisi empat).

Vettel, yang mencatatkan posisi runner-up di GP Australia itu usai menuntaskan sesi kualifikasi di peringkat enam, menilai timnya saat ini memang masih tertinggal dari McLaren. “Aku pikir saat ini mereka punya keunggulan. Mereka sudah menunjukkannya. Tapi mesti dilihat lagi apakah mereka masih akan memilikinya akhir pekan nanti,” ujar Vettel yang dilansir Planet F1.

“Mereka sudah pasti terlihat tangguh, mereka menjalani musim dingin yang baik. Tes pra-musim mereka jalani dengan sangat oke dan mereka terlihat dalam kondisi bagus, sementara ada banyak hal yang mesti kami lakukan untuk mengejar. Semoga kami bisa melakukannya dan mengalahkan mereka,” harapnya. Seri kedua F1 2012 akan hadir akhir pekan ini di Sepang. Selama dua musim beruntun, Vettel berhasil menjadi pemenang di sana. (net/jpnn)

Bandar Narkoba Diringkus

MEDAN- Lima tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu diringkus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dari tiga tempat berbeda, Rabu (21/3).
Selain mengamankan lima tersangka, petugas Ditresnarkoba Poldasu juga menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 206,3 gram.

Direktur Ditresnarkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto kepada Sumut Pos, Rabu (21/3), di ruang kerjanya mengatakan, lima tersangka masing-masing, Nazarudin (32) warga Dusun Ingin Jaya, Desa 60 Krueng Samalanga Biruen, Aceh, Surya (32) warga Desa Tunong Kecamatan Mila, Pidie, NAD, Husaini (47) warga Jalan Pante Harapan, Kelurahan Harapan, Medan Sunggal, ditangkap di warung internet (warnet) Titi Bobrok, Jalan Setia Budi, Medan Sunggal, Selasa (20/3) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dari tiga tersangka ini, kita berhasil menyita barang bukti sabu-sabu seberat 99,9 gram. Dari hasil pengembangan, barang bukti berasal dari Husen warga Biruen, NAD, masih dalam buronan (DPO) kita,” ungkapnya.
Dikatakan Andjar, tersangka lain yang ditangkap yakni, Zulham Efendi (33) warga Jalan Ahmad Luhur, Medan Helvetia, dengan barang bukti 30,2 gram sabu-sabu dan satu buah handphone. (mag-5)

Lambat Buru Skuad

MEDAN-Penampilan buruk PSMS IPL diyakini karena minimnya skuad berpengalaman. Di saat kondisi mendesak, manajemen terkesan lambat mendatangkan skuad tambahan.

Dua pemain eks Arema Indonesia Ronny Firmansyah dan Asep Munandar yang disebutkan bakal merapat, hingga kemarin (21/3) belum bergabung.  Namun, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat, mengaku pihaknya serius mendatangkan pemain.

Soal belum hadirnya dua pemain eks Arema tersebut hanya persoalan pengesahan dari PT LPIS. Dia memastikan, keduanya akan bergabung segera, namun belum bisa dipastikan kapan. “Mereka tidak ada masalah. Mereka pasti bergabung. Sekarang kami hanya menunggu surat pengesahan dari PT LPIS. Kalau dari klub saya rasa tidak masalah karena PSMS dan Arema sama-sama bermain di IPL, satu atap,” katanya.

Menutup putaran pertama sebagai juru kunci, PSMS menargetkan hasil yang lebih baik di putaran kedua. Dengan kemajuan yang dimiliki sekarang, harapan tersebut boleh saja diusung, tapi pembuktiannya bisa saja berbeda.

Skuad berjuluk Ayam Kinantan ini punya rekor buruk di putaran pertama, terutama di lima laga tandang awal karena selalu kalah. Tapi PSMS menutup putaran pertama dengan hasil yang lumayan. Dengan tiga hasil seri, dua di laga tandang dan satu pada pertandingan terakhir menghadapi Semen Padang FC di Stadion Teladan.

Hasil seri menghadapi Semen Padang juga dinilai bukan menjadi pembuktian kekuatan PSMS sebenarnya. Ya, kendati buruk di babak pertama sehingga Elie Aiboy berhasil memanfaatkan kesalahan Fadli Hariri untuk mencetak gol cepat.
PSMS harus berbenah.

Dengan kekuatan yang dimiliki sekarang, sinyal perubahan kuat terasa. Beberapa pemain juga optimis, kendati butuh waktu untuk berubah, perubahan cukup signifikan telah dirasakan. “Awal saya bergabung, saya tak bisa membayangkan beginilah rupanya tim yang saya bela. Seolah tanpa progres. Tapi dari beberapa pertandingan terakhir, saya melihat, tim ini sebagai tim yang bakal menjadi mimpi buruk bagi tim-tim lain,” ungkap stopper PSMS asal Makedonia Goran Gancev.

Mantan pemain klub Korasia Inter Zapresic itu mengaku cukup puas dengan kinerja rekan-rekannya terutama pemain lokal yang meski berasal dari pemain-pemain yang tidak diperhitungkan. Dan beberapa tim papan atas seperti Semen Padang mampu ‘dijinakkan.’ “Strategi pelatih dan motivasi pemain membuat semuanya lebih baik sekarang. Saya juga berani mengatakan, tim ini bakal masuk ke papan atas di akhir kompetisi,” ujarnya. (saz)