Home Blog Page 13803

Laga Tensi Tinggi

MEDAN- Pertandingan PSMS bentrok Semen Padang pada lanjutan IPL di akhir putaran pertama bagi PSMS bakal tersaji dengan tensi tinggi. Pasalnya laga yang bakal digelar di Stadion Teladan, besok (18/3) sore ini, kedua skuad bertekad tampil maksimal demi raihan poin penuh.

Skuad Semen Padang sudah tiba di Medan sejak Kamis (15/3) lalu dan menginap di Hotel Soechi untuk melakukan persiapan lanjutan di Medan. Bagi Semen Padang, menghadapi PSMS merupakan momentum kebangkitan, usai capaian hasil tak maksimal di dua laga sebelumnya, kalah menghadapi Persijap Jepara dan ditahan imbang Persija Jakarta.

Pelatih Semen Padang Nilmaizar yang dikonfirmasi kemarin (16/3) mengaku, PSMS bukanlah tim yang mudah ditaklukkan. Menurutnya, hasil imbang PSMS di dua partai tandang terakhir membuktikan PSMS sedang berada pada jalur positif. “PSMS memiliki banyak pemain berpotensi,” ungkapnya.
Menurutnya, skuad Semen Padang harus mampu tampil baik untuk meredam kekuatan lawan yang bakal tampil di hadapan publik pendukung. Semen Padang yang punya rekor tak maksimal di dua laga terakhir dinilai Nilmaizar bukan berada pada situasi yang rawan. Kekalahan dan hasil seri tersebut menurutnya terjadi karena anak-anak asuhannya kurang beruntung.

“Tim hanya kurang beruntung, sementara dari segi permainan, taktik dan strategi, saya puas dengan kemampuan pemain,” tutur Nilmaizar. (saz)
Tapi, dua pemain timnas Semen Padang Abdul Rahman dan Ferdinand Sinaga siap tempur menghadapi PSMS. “Mereka siap, nggak ada masalah untuk tampil minggu mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, PSMS juga mewaspadai kebangkitan Semen Padang. Kendati dua laga sebelumnya cukup buruk.
Skuad Ayam Kinantan tentunya ingin tetap meneruskan tren posistif dan bahkan lebih baik ketika bermain di kandang. “Saat ini mereka (Semen Padang) tengah berada pada kondisi antiklimaks setelah hasil tak bagus menghadapi Persijap dan Persija di kandang. Tentunya, Semen Padang tetap harus diwaspadai,” tegas asisten pelatih PSMS M Khaidir.(saz)

Barang Bekas Diolah Jadi Barang Bernilai

Evi Amroeni, Kepeduliannya Melatih Ibu-ibu Berkreatifitas

Tak semua orang dapat mengelola limbah sampah menjadi sesuatu bermanfaat dan menghasilkan uang. Lain halnya dengan Evi Amroeni (41). Sejak remaja, wanita serba bisa ini memiliki ketertarikan dan cerdas dalam mengelola barang-barang bekas. Bahkan, Evi tak segan-segan berbagi ilmu dengan para ibu-ibu yang ingin berkreatifitas.

Saat ditemui  di kediamannya di Jalan Pengabdian Gg Pulungan Dusun I Bandar Setia Kecamatan Percut Seituan, Evi terlihat tengah membereskan rumahnya. Terlihat sampah yang tidak terpakai lagi seperti kotak, kaleng susu, botol plastik, kain perca dan lainnya disusun rapi.  Maklum, rumah bercat putih itu akan direnovasi sebagai Yayasan Bait Al-Hikmah Lembaga Pendidikan Keterampilan Hidup (Life Skill) dan Gallery.

“Lagi beres-beres, karena saya ingin memperbesar rumah ini, supaya ibu-ibu yang mau ikut pelatihan lebih mudah belajar. Nantinya, hasil kerajinan tangan yang dibuat mereka akan dipajang di galery ini dan dipasarkan,” kata Evi yang memiliki tiga orang anak itu.

Yayasan Bait Al-Hikmah Lembaga Pendidikan Keterampilan Hidup (Life Skill) sendiri dibentuk oleh Evi atas inisiatifnya dan sang suami Prof.Amroeni Drajat pada 2005 lalu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan dana independent.

‘’Yayasan milik saya ini akan tetap berjalan,” ujar Evi yang juga sebagai Ketua Ikatan Pembuat Hataran Kota Medan.

Evi mengaku, awalnya menyukai keterampilan karena ibunya. Setelah menikah pada 1994, Evi harus ikut suami ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan S2 nya. Di Jakarta kehidupan serba sulit dan mahal. Evi pun mulai berpikir membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan skill yang dimilikinya.
“Dulunya ibu saya suka mengumpulkan barang-barang bekas terutama kain perca. Lalu barang-barang itu dibuat menjadi bunga, taplak meja dan barang lainnya. Karena hasilnya bagus kenapa tidak dikembangkan,” jelasnya.

Dari kreatifitas lalu menjadi usaha dan berkembang pesat. “Ternyata ibu-ibu di Jakarta menyukai baju dari kain perca buatan saya. Pesanan mulai banyak bukan dari luar kota saja namun sudah merambah ke negara tetangga,’’ ungkapnya.

Hanya 7 tahun Evi dan suami tinggal di Jakarta. Setelah itu, karena tugas sang suami sebagai dosen, memaksa mereka kembali ke Medan. Di Medan, Ketua Himpunan Perempuan Pendidik Kewirausahaan Deli Serdang ini berharap bisa membantu perekonomian para ibu-ibu yang ekonomi rendah. “Ada kepuasan tersendiri ketika memberi ilmu yang kita punya kepada mereka tanpa berharap balasan dalam bentuk apapun. Saya panggil mereka ke rumah untuk belajar, paling tidak mereka bisa mengatasi ekonomi dalam keluarganya,’’ujarnya.

Dirinya juga membuat pelatihan mengelola limbah sampah mahasiswa dan anak sekolah. “Mereka diajarkan membatik, menjahit, membuat souvenir dari barang bekas,’’sebutnya . (mag- 11)

Gizi Buruk karena Miskin

Kasus gizi buruk di Kota Medan masih tetap tinggi. Data terakhir yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan, tercatat sebanyak 124 anak menderita gizi buruk dan 4 orang diantaranya meninggal dunia. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Farida Noris Ritonga dengan tokoh masyarakat Sumut, dr Sofyan Tan.

Kenapa jumlah kasus gizi buruk tetap tinggi?
Kasus gizi buruk masih tinggi karena kurangnya peranan perangkat desa. Misalnya saja posyadu dan kepling yang tidak berfungsi dengan baik. Harusnya dengan banyaknya ditemukan kasus gizi buruk maka bisa ditanggulangi dan memantau anak-anak yang kurang gizinya. Memang saat ini, posyandu sudah dihidupkan tapi masih belum maksimal.

Apa sebenarnya faktor utama gizi buruk ini?
Gizi buruk dikarenakan faktor kemiskinan dan makanan yang dikonsumsi kurang bergizi. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pemberian asupan gizi terhadap anak-anak menyebabkan tingkat kasus gizi buruk masih tinggi.

Saat ini kasus gizi buruk bukan hanya di desa tapi juga banyak ditemukan di kota. Bagaimana pendapat Anda?
Persaingan diperkotaan yang semakin meningkat menyebabkan pengangguran juga semakin tinggi. Hal ini membuat persaingan hidup yang tidak sehat dan daya beli masyarakat terhadap makanan bergizi juga semakin menurun. Berbeda dengan di pedesaan, saat kebutuhan bahan pokok semakin menipis, masyarakatnya masih bisa bercocok tanam dan memanfaatkan alam. Sedangkan di perkotaan, sudah tidak ditemukan lahan lagi dan rumah-rumah penduduk juga berdesakan. Tentunya ini sangat mempengaruhi jumlah penderita gizi buruk.

Apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir tingginya kasus gizi buruk?
Posyandu sebagai wadah terdepan harusnya memiliki peranan penting dalam meminimalisir kasus gizi buruk. Pertumbuhan bayi harus sering dikontrol dan ditimbang setiap bulannya. Jadi nantinya diketahui berat badan bayi dari hasil penimbangan. Posyandu menyerahkan hasilnya ke Puskesmas dan nantinya diserahkan ke Dinas Kesehatan. Berat badan yang terus menurun harus diambil tindakan.

Bagaimana peranan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan?
Dinas Kesehatan harusnya tidak hanya mengurus izin surat di rumah sakit saja, tapi juga harus menganalisa data yang terkumpul dari bawah. Harus dilakukan peninjauan secara langsung apakah laporan sudah benar atau tidak. Jangan cuma menerima laporan diatas kertas saja.

Apakah menurut Anda program wali kota dengan Medan bebas gizi buruk di tahun 2015 akan tercapai?
Kita harus optimis program ini akan mendapat pencapaian dengan baik. Tapi hendaknya, program ini jangan hanya sekadar seremonial belaka tanpa ada tindakan nyata. Pencanangan tanpa kerja nyata, tidak akan menghasilkan sesuatu penyelesaian. Untuk itu, perhatian terhadap posyandu harus lebih ditingkatkan. Begitu juga halnya dengan Pemko, harus memberi apresiasi kepada perangkat desa. Yang paling cepat memberitahu kasus, harus diberikan apresiasi. Karena banyak petugas dari posyandu merupakan sukarelawan.

Apa harapan Anda?
Kasus gizi buruk harus dituntaskan salah satunya dengan cara memaksimalkan kinerja perangkat desa yang merupakan ujung tombak. Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian karena gizi buruk berkaitan dengan kemiskinan. (*)

Peternak Disuruh Ganti Itik dan Ikan Lele

Penertiban Ternak Babi Dihentikan

MEDAN-Penertiban ternak babi dihentikan sementara. Pasalnya, Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan fokus mencari solusi dengan melakukan persuasif.

“Kita lebih fokus untuk mengajak pemilik ternak melakukan alih fungsi ternak dari ternak kaki empat menjadi ternak itik dan ternak lele,” kata Kepala Distanla Medan, Wahid, usai melakukan rapat koordinasi penertiban ternak kaki empat di Pemko Medan, Jumat (16/3).

Dijelaskan Wahid, alih fungsi usaha ini merupakan satu solusi yang ditawarkan Pemko Medan kepada pemilik ternak babi di Medan.  “Melalui camat dan lurah kita sosialisasikan dulu kepada pemilik ternak untuk melakukan alih fungsi ternaknya,” jelasnya.

Ditegaskannya, penertiban ternak babi tetap akan dilakukan tahun 2012, namun untuk sementara diundur lebih dulu dan disosialisasikan alih fungsi ternak.

“Kita sosialiasikan dulu alih ternak ini. Kalau ternyata bisa diterima dengan baik kan penertiban itu bisa menjadi langkah terakhir saja. Alih fungsi inilah yang kita upayakan dan menjadi fokus kita,” ucap Wahid.

Dikatakannya, hingga saat ini sudah banyak pemilik ternak kaki empat yang melakukan alih fungsi ternak. Hal itu bisa dilakukan dengan pengajuan kepada pihak kecamatan ataupun kelurahan. Setelah ada pengajuan alih fungsi ternak, maka Distanla Medan akan melakukan survei ke lapangan melihat kondisi kandang dan luas lahan, baru kemudian bantuan bibit lele ataupun itik diberikan secara gratis.

“Kita juga akan memberikan bimbingan kepada pemilik ternak. Intinya kita kan berupaya untuk meminimalisir pencemaran dan bau yang dihasilkan dari ternak. Memang ada peternak yang tidak mengetahui cara beternak lele, sehingga bisa menyebabkan pencemaran dan bau. Contohnya, kalau dia memberikan makan lele dari kotoran ayam yang tidak dimasak, tentu saja itu akan membuat pencemaran dan bau di masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk laporan masyarakat terhadap pemotongan ayam di sekitar Kecamatan Medan Area, Distanla Medan akan melakukan peninjauan ke lapangan.

“Ternyata, tempat pemotongan ayam itu sama sekali tidak ada rekomendasi dari Distanla Medan. Seharusnya untuk pemotongan ayam ataupun untuk ternak lainnya tetap harus mendapatkan rekomendasi dari Distanla Medan dan juga harus mendapatkan bimbingan sehingga tidak memicu pencemaran dan bau,” jelasnya.

Kabid Produksi Peternakan Distanla Medan, Emilia Lubis mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyediakan sebanyak 8.070 ekor bebek petelur yang berusia lima bulan. Untuk itu, diharapkan pemilik ternak yang bersedia mengalihfungsikan ternaknya.

“Kita sediakan bibitnya yang memang sudah matang, biasanya untuk bebek itu lima dan enam bulan usianya sudah bisa bertelur, makanya kalau dirawat dengan baik ketika dipelihara sekitar dua minggu saja sudah bisa menghasilkan,” kata Emilia.

Namun, untuk perbandingan penghasilan antara ternak kaki empat dan ternak lele ataupun bebek dan itik tentunya tidak bisa dikalikan.
“Kalau penghasilannya jelas tidak bisalah kita kalikan dengan penghasilan babi,” terang Emilia.

Dijelaskannya juga, dalam pemberian bibit lele ataupun itik dan bebek, pihaknya tetap akan melakukan survei ke lapangan untuk melihat ketersediaan kandang juga lahan. Kalau untuk kandang bebek dan itik masih bisa mengunakan kandang ternak babi. Namun, untuk bibit lele, tentunya peternak harus lebih dulu membuat kolamnya.

“Kita lihat nanti apakah kalau untuk lele sudah tersedia kolamnya. Dan kita lihat ukuran lahannya. Jadi kalau dia minta bibitnya 60 ekor, tapi lahannya hanya mampu menampung sebanyak 40 ekor, maka 40 ekorlah bibit yang kita berikan. Kalau kita berikan bibitnya berlebih dari lahan yang ada kita khawatir justru akan membuat bibit bermatian, makanya itulah kita perlu melakukan survei ke lapangan,” jelas Emilia.(adl)

Lurah Teladan Barat Bakal Digugat

Konflik Yayasan UISU vs Pemilik Warung Berlanjut

MEDAN-Rusdi pemilik warung makanan dan minuman di atas lahan milik Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), berencana akan menggugat Lurah Teladan Barat, Papaner Purba, jika permintaan ganti rugi atas pembong karan yang dilakukannya tak ditanggapi.

“Saya sudah membayar sewa untuk menampati lahan tersebut melalui pihak ketiga yang merupakan kordinator yayasan UISU. Itulah yang menjadi alasan saya menggugatnya, karena sudah membayar sewa dan warung sudah berdiri. Sementara, selama ini warung sudah berdiri tidak ada masalah. Kenapa dilakukan pembongkaran?” kata Rusdi, Jumat (16/3).

Rencana gugatan akan dilakukannya pekan depan bersama kuasa hukumnya. Bila pihak Kelurahan Teladan Barat dan Yayasan UISU tidak menanggapi surat yang sudah diajukan untuk mengganti rugi sesuai dengan kesepakatan yang ada.

“Melalui kuasa hukum saya, kami sudah menyurati Lurah Teladan Barat, Papaner Purba untuk mengganti rugi kerugian yang sudah saya derita. Sedangkan untuk pihak yayasan, juga sudah kami surati dengan hal yang sama. Bila tidak ditanggapi, kami akan mengambil sikap dengan menggugat Lurah Teladan Barat,” jelasnya.  Menurutnya, bila ada jalan lain tidak sampai ke persidangan, Rusdi siap menerima untuk berdamai dengan membayar seluruh kerugiannya.

“Kalau ada jalan keluar untuk berdamai, kita meminta Rp40 juta sesuai kesepakatan. Itupun sudah rugi sedikit. Tapi kalau tidak mau membayar dengan nilai sebesar itu, harus mengganti sesuai dengan berapa besar kerugian yang ada setelah dilakukan pembongkaran,” ujarnya.

Sampai saat ini, Rusdi bersama istri dan karyawannya tidak bisa masuk ke warung miliknya. Dikarenakan lahan yang berdiri di atas lahan milik Yayasan UISU di Jalan SM Raja, tepatnya di samping Fakultas Pertanian USIU itu sudah dipagar seng.

“Kami sudah nggak bisa masuk lagi ke dalam karena dipagar seng, sementara barang-barang masih di sana. Sungguh tidak manusiawi mereka ini,” ujarnya.

Camat Medan Kota, Parlindungan Nasution yang dikonfirmasi enggan berkomentar. Dan menyerahkan semuanya ke Yayasan UISU.  “Langsung saja tanya kepada yang bersangkutan,” jelasnya.
Lurah Teladan Barat Papaner Purba yang dikonfirmasi juga enggan berkomentar. (adl)

Demo Tolak Kenaikan BBM, Mobil Pengangkut Avtur Disandera

MEDAN-Aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) makin tak terkendali. Pendemosudah berani melakukan penyanderaan terhadap sebuah mobil Tangki BBM milik Pertamina yang mengangkut BBM jenis Avtur menuju Bandara Polonia Medan.

Aksi penyanderaan tersebut terjadi di depan Hotel Tiara Medan, Jalan Imam Bonjol, Jumat (16/3), sekira pukul 10.30 WIB oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan. Mahasiswa mengambil alih mobil tersebut, lalu menyanderanya di tengah jalan, sebagai bentuk penolakan atas rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM.

Menurut massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan, upaya yang mereka lakukan itu bertujuan agar pemerintah pusat menggagalkan kebijakan untuk menaikkan BBM, karena dengan naiknya BBM, secara otomatis akan berimbas pada harga-harga kebutuhan pokok lainnya.

Dengan kata lain, kebijakan menaikkan BBM tersebut membuat masyarakat dan rakyat Indonesia menjadi lebih sengsara.
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi adu tegang antara mahasiswa dengan personel polisi dari Polsek Medan Baru.

Usai mengambil alih truk tangki milik Pertamina tersebut, mahasiswa memaksa pengemudi truk turun. Mereka lalu berorasi di atas truk sambil membentangkan spanduk penolakan atas kenaikan harga BBM. Upaya penyanderaan mobil Pertamina tersebut berhasil digagalkan petugas patroli lalulintas, meskipun sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pengunjuk rasa.

Koordinator aksi,  Abdul Razak Nasution juga sempat diamankan petugas. Namun, kemudian memicu kemarahan demonstran lainnya. Untungnya, segera dilakukan negosiasi antara kedua belah pihak dan mahasiswa yang sempat diamankan akhirnya dilepaskan.

Pengunjuk rasa ini sedianya akan menyampaikan orasinya di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro Medan.
Aksi unjuk rasa ini mengakibatkan kemacetan di Jalan Imam Bonjol Medan. Sejumlah karyawan di sekitar lokasi bahkan sempat keluar gedung.
Di kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, dalam orasinya Rusdi Gayo mengatakan, pemerintah hanya mengutarakan alasan klasik untuk merasionalisasi kenaikan BBM. Padahal masih banyak upaya lain yang harusnya bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor migas tanpa harus mencabut atau mengurangi subsidi BBM bagi rakyat.

Beberapa upaya tersebut antaralain dengan menaikkan pajak tambahan atas keuntungan perusahaan minyak akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.

Mengevaluasi atau memangkas cost recovery atas biaya non operasional dan CSR kontraktor kontrak kerja sama dengan cara merenegoisasi semua kontrak kerja perusahaan nasional dan asing di Indonesia.

Memangkas alur perdagangan minyak dalam rangka ekspor dan impor. Menerapkan pajak tambahan bagi pemilik mobil pribadi karena turut menikmati penggunaan BBM bersubsidi. Menambah kapasitas kilang Pertamina sesuai dengan spesifikasi minyak mentah Indonesia dan mengharuskan kontraktor asing menjual semua jatah minyaknya kepada PT Pertamina agar proses di dalam negeri dan kebutuhan domestik nasional.
Selain itu pemerintah juga harus bisa menciptakan iklim investasi yang ramah untuk kebutuhan eksplorasi agar ada penemuan baru dan tambahan cadangan minyak bumi.

“Masih banyak alternatif pilihan lain untuk menyelamatkan APBN tanpa harus mencabut subsidi BBM bagi rakyat. Tapi pemerintah tidak ingin
ambil pusing dan takut dengan tekanan asing,” kata Rusdi.

Koordinator Aksi UMN Alwashliyah Abdul Razak Nasution dalam membacakan tuntutannya mengatakan, apapun alasan pemerintah, mahasiswa akan tetap bersatu menolak kenaikan BBM 1 April mendatang. Pemerintah juga dituntut untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL).

“Bukan menunda kenaikan TDL yang kami minta. Tapi menolak TDL dinaikkan,” tegas Razak.

Menurut mereka, kenaikan harga BBM memiliki indikasi politis demi kepentingan kelompok tertentu. Untuk itu UMN Alwashliyah berharap, seluruh elemen masyarakat bersatu merapatkan barisan bersama-sama menolak kenaikan BBM pada 1 April mendatang.

“SBY-Boediono harus turun dari jabatannya jika tetap menaikkan harga BBM,” tandasnya.
Usai berorasi sekitar 30 menit, puluhan massa akhirnya membubarkan diri. Pengawalan ketat tampak terlihat dari kepolisian dan Satpol PP di Kantor Gubernur.

Pendemo Anarkis Ditindak Tegas

Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang SH MSi akan menindak tegas pengunjuk rasa yang melakukan tindakan anarkis dalam setiap aksi unjuk rasa.

“Saya akan tindak tegas mengunjuk rasa yang anarkis,” katanya.

Terkait semakin maraknya aksi unjuk rasa di Kota Medan, terkait penolakan kenaikan BBM TDL, pihaknya telah menyiagakan personel.
Monang mengimbau kepada pengunjuk rasa agar melakukan demo secara damai dan jangan melakukan tindakan-tindakan  anarkis.

“Kita minta untuk melakukan aksi harus dilakukan dengan tentram, damai jangan melakukan tindakkan anarkis,” katanya.
Monang menambahkan, untuk pengamanan menjelang kenaikan BBM dan TDL, polisi menyiapkan pengamanan satu personel di setiap SPBU di Kota Medan.

“Satu personil menjaga satu SPBU untuk mengantisipasi agar tidak ada pihak yang akan melakukan penimbunan BBM menjelang kenaikkan BBM,” jelasnya.

“Kalau terjadi penimbunan akan kita tindak tegas,” katanya. ((ari)
gus)

17 Pelajar Diciduk, 2 Warnet Diputus

MEDAN-17 pelajar SD dan SMA terjaring dalam razia petugas gabungan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Medan di sejumlah warnet di Kota Medan. Petugas juga memutus dua saluran koneksi internet dua warnet karena tidak memiliki izin usaha, Jumat (16/3).

Petugas pertama kali mendatangi warnet Laz Vegas di Jalan Krakatau Ujung. Di lokasi ini, tim razia menjaring 9 pelajar SD, 3 pelajar SMP dan 2 pelajar SMA yang masih memakai pakaian sekolah sedang asyik bermain game online.

Para pelajar yang terjaring, kemudian diberi pengarahan tidak boleh berada di warnet saat jam sekolah. Kemudian pelajar diserahkan kepada pihak sekolah.

Petugas kemudian memeriksa situs dan menemukan situs porno yang disediakan pihak warnet. Pihak pengelola juga tidak dapat menunjukkan surat izin usaha warnet. Akibatnya, petugas langsung memutus koneksi internet warnet karena melanggar Peraturan Walikota (Perwal) Medan.

Kemudian petugas bergerak ke warnet Astro Boy Net di kawasan Jalan Bilal. Di lokasi ini, tim razia menemukan 3 pelajar SMA sedang bermain game online. Sama seperti warnet sebelumnya, pengelola warnet juga menyediakan situs porno dan tidak dapat menunjukkan surat izin usahanya, dan langsung diputus koneksi internetnya.

Kepala Dinas Kominfo Medan, Zulkifli menyebutkan, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Medan No 28/2011 tentang aturan usaha warnet, pengusaha warnet wajib memiliki izin, beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB pada hari biasa dan boleh sampai pukul 02.00 WIB pada hari lubur.

“Pengelola warnet juga harus melarang pelajar menggunakan fasilitas warnet pada jam sekolah dan tidak boleh menyediakan situs porno,” kata Zulkifli.
Zulkifli juga mengatakan, tinggi bilik (kamar) penyekat warnet tidak boleh lebih dari 120 centimeter. Pengelola yang melanggar Perwal akan dijatuhi sanksi pencabutan usaha atau pencopotan koneksi internetnya.

Dari sekitar 850 warnet yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan, hanya 20 persen saja yang memiliki izin, sisanya ilegal. (adl)

Akibat tak Puas

Heri Azhari (22) ditangkap polisi karena ketahuan mencuri di rumah Iskandar (70), di Jalan Bustaman, Percut Seituan, Selasa (13/3).
Pengakuan Heri Azhari  di Mapolsekta Percut Seituan, sebenarnyan Heri berniat pergi ke rumah temannya di Jalan Kolam Percut Seituan dengan mengendari sepeda motornya.

Saat menuju rumah temannya, Heri melihat rumah Iskandar sepi dan pintunya terbuka. Karena ada kesempatan, niat Heri untuk mencuri pun timbul. Heri pun masuk ke rumah Iskandar.

Saat berada di ruang tamu Heri menemukan dua handphone merek China di atas meja tamu. Spontan, Heri mengambil kedua handphone tersebut dan disimpan dalam saku celananya. Tak puas, Heri kemudian masuk ke dalam kamar. Sial, Iskandar mempergokinya. Heri pun langsung kabur. Tapi, Iskandar teriak. Warga yang mendengar teriakan Iskandar langsung menangkap Heri dan menjadi bulan-bulan warga. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Percut Seituan.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan mengaku pelaku sudah diamankan. (gus)

Tuntut Janji Muspida Bangun Masjid

Ormas Islam Kembali Demo Emerald Garden

MEDAN-Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas  Islam kembali mendatangi Hotel Emerlad Garden, di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Jumat (16/3) siang.

Massa kembali menuntut Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor yang dijanjikan oleh muspida plus segera dibangun kembali.

Massa tampak meluapkan kekesalannya atas aksi pihak kepolisian yang dianggap represif pada aksi sebelumnya. Massa sempat memaksa masuk ke dalam hotel dengan mempersiapkan anggota laskar dan barisan mahasiswa. Namun hal tersebut kembali di hadang aparat kepolisian yang berjaga.
Murwinto, koordinator aksi kepada Sumut Pos mengatakan jika mereka akan terus melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar hingga tuntutan mereka di dengarkan oleh pihak pengembang.

Dirinya juga meminta agar petugas kepolisian yang berjaga menghadirkan pihak perwakilan hotel guna membicarakan langkah yang akan di ambil untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

Tak mendapat tanggapan dari pihak hotel massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB dan berjanji akan kembali mendatangi hotel dengan jumlah massa yang lebih besar.

Dari pantauan Sumut Pos di sekitar lokasi aksi mendapat pengawalan puluhan petugas kepolisian yang berjaga di depan hotel. Tampak pula 1 unit mobil water cannon yang di persiapkan guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

Indra Suheri, orator aksi menyatakan aksi akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka di dengarkan. “Kami tak akan lelah hingga tuntutan kami didengarkan,” teriaknya.

Dirinya juga mengatakan seharusnya pemerintah mengambil sikap untuk mengembalikan Masjid Al-Ikhlas dengan mendirikan kembali, jangan pemerintah ingkari janji lagi terhadap Umat Islam.

“Jangan kami dibohongi, seharusnya pemerintah secepatnya membangunan Masjid Al-Ikhlas, sehingga Umat Islam tidak menunggu realisasi tersebut,” ungkapnya.

Untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas, Suheri menegaskan kepada pemerintah untuk menepati janji dalam pertemuan muspida plus yang dilaksanakan di Hotel Madani.

“Kami meminta janji muspida plus untuk membangunan Masjid Al-Ikhlas, sudah cukup Umat Islam menerima janji tanpa ada realisasinya,” ungkapnya.(gus)

Kawanan Pencuri Gasak Indomaret

MEDAN-Kawanan pencuri menyatroni  Indomaret di Jalan William Iskandar Medan, Jumat (16/3) pagi. Akibatnya, pengusaha mengalami kerugian Rp10 juta lebih.

Informasi yang dihimpun, saat kejadian toko sedang tertutup. Pelaku diduga lebih dua orang mem buka gembok rolling door secara paksa. Kemudian kawanan pencuri memecahkan kaca pintu.

Kawanan pencuri dengan leluasa menjarah barang dagang  seperti rokok, kosmetik, susu. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh karyawati toko yang hendak membuka toko. Melihat pintu sudah terbuka dan pintu kaca  pecah penjaga toko melaporkan kepada pihak manajemen M Tiar Arif.
Selanjutnya Tiar melaporkan kejadian itu ke Mapolsekta Percut Seituan. Polisi langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi mengaku, sudah melakukan pengecekan, namun pihak toko tidak membuat laporan. (gus)