Home Blog Page 13845

Jadwal Ulang Pelaksanaan e-KTP

Camat Medan Polonia, Ody Dody menjelaskan, pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang waktu pelayanan e-KTP.

“Jadi, supaya dapat menyelesaikan pelayanan e-KTP tepat waktu, Kecamatan Medan Polonia melaksanakan pelayanan minimal 14 jam setiap hari dari pukul 08.00 WIB-22.00 WIB,” kata Ody.

Untuk itu, lanjutnya, dengan memaksimalkan sosialisasi dan mobilisasi wajib e-KTP diharapkan antusias penduduk untuk membuat e-KTP tetap tinggi. “Kita sudah pro aktif dengan melakukan jemput bola dengan menggelar sosialisasi mulai dari tingkat lingkungan,” jelasnya.

Tak lupa, Ody mengimbau kepada masyarakat, pembuatan e-KTP sangat diperlukan, karena berfungsi sebagai identitas tunggal penduduk. “Selain itu, juga sangat diperlukan untuk seluruh pengurusan administrasi di Kota Medan dan daerah luar Kota Medan,” jelasnya.

Sedangkan untuk perangkat, lanjut Ody, sejauh ini perangkat e-KTP di Kecamatan Medan Polonia masih sangat bagus dikarenakan sering melakukan perawatan.

“Perawatan yang dilakukan dengan mengganti kabel-kabel yang sudah tidak layak dan menambah alat voltase listrik sebagai perawatan komputernya dengan dibeli sendiri,” cetusnya.

Menurutnya, tanpa didukung tenaga operator yang terampil tentunya pelayanan e-KTP kepada masyarakat tidak akan terlaksana dengan baik.  Atas dasar itulah dipandang perlu dilaksanakan pelatihan untuk tenaga operator ini.
“Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para tenaga operator,” bebernya.(adl)

Tetap Kedepankan Etika

Wakil Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin mengungkapkan, meski waktu diberikan cukup singkat, diharapkan operator e-KTP tetap memiliki etika dan estetika dalam melayani masyarakat, sehingga masyarakat merasa nyaman saat membuat e-KTP.

Kepada camat, sebut Eldin, tetap memonitor, mengevaluasi serta melaksanakan hasil pelayanan setiap hari kepada Wali Kota melalui Disdukcapil, termasuk permasalahan yang tidak dapat diatasi di kecamatan.

Dia juga mengungkapkan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan e-KTP di Kota Medan, Pemko Medan melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sudah melaksanakan pelatihan operator penerapan e-KTP 2011 lalu.

Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan ilmu pengetahuan lebih teknis dan spesifik sehingga pelayanan e-KTP  dapat terlaksana dengan efektif dan efisien
“Jadi, harapan saya, jangan menjadi alasan untuk tidak mengerti atau alasan lain mengenai teknis penggunaan alat e-KTP, karena kita sudah adakan pelatihan langsung mengenai perangkat tersebut,” pinta Eldin.

Dari hasil pelatihan, sebut Eldin, terpilih 84 tenaga operator yang lulus mengikuti pelatihan dan dianggap sudah terampil melayani penduduk.
Dengan sisa waktu yang ada dan telah terpilihnya tenaga oprator, diharapkan bisa memberikan pelayanan e-KTP dengan efektif dan efisien.

“Pemko Medan telah memenuhi persyaratan untuk pelayanan penerapan e-KTP seperti, pemenuhan daya listrik tiap kecamatan, tempat pelayanan, tenaga pelayanan baik tenaga pemindai sidik jari dan pemindai tanda tangan serta petugas operator,” ujarnya.(adl)

42,5 Persen Penduduk Sumut Miskin

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu Nurdin Lubis mengaku siap menyalurkan kompensasi kenaikan BBM dengan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Rp150 ribu per bulan per kepala keluarga (KK) selama sembilan bulan.

Hal ini dilakukan jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM pada 1 April mendatang.
“Kita akan melaksanakan sesuai petunjuk atau instruksi pemerintah pusat,” tegas Nurdin kepada wartawan Sumut Pos, Jumat (2/3).

Mengenai data warga miskin di Sumut, dia mengatakan, Pemprovsu mengambil tolok ukur jumlah warga miskin atau Rumah Tangga Sasaran (RTS). “Biasanya dari BPS. Disdukcapil tak punya kompetensi untuk itu,” katanya.

Terkait hal itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, jumlah penduduk Sumut per Juni 2011 sebesar 13.103.596 jiwa. Jumlah warga miskin (RTS) di Sumut sebesar 42,5 persen.

“RTS itu, jika satu rumah ada dua KK, namun masih masak dalam satu dapur, itu dianggap satu RTS. Tapi kalau satu rumah, ada dua KK kemudian masaknya masing-masing itu dihitung dua RTS. Saat ini, jumlah RTS di Sumut sebesar 42,5 persen. Namun data itu akan dipangkas Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Dan kemungkinan angkanya akan turun menjadi 40 persen,” terang Pendi Dewanto, Humas BPS Sumut, Jumat (2/3).

Dijelaskannya, basis data terpadu untuk perlindungan sosial, dikelola sekretariat TNP2K. Basis data terpadu ini dimaksudkan untuk referensi penetapan sasaran program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan pemerintah daerah. (ari)

21 Camat Ditenggat 61 Hari

Percepat Pelaksanaan e-KTP di Kota Medan

“Saya ingin seluruh camat membuat kesepakatan yang langsung ditandatangani 21 camat dalam menyelesaikan sisa pelayanan e-KTP paling lambat 15 hari sebelum tanggal 30 April 2012,” kata Rahudman dalam rapat evaluasi pelaksanaan penerapan e-KTP tahun 2012 di ruang I kantor kota, kemarin (2/3).

Dengan begitu, lanjut Rahudman, camat harus bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat bisa hadir mengurus e-KTP di kantor camat masing-masing. “Masyarakat jangan dipersulit. Berikan layanan yang cepat agar mereka selalu datang, sedangkan untuk operator juga harus bisa memberikan pelayanan dengan baik agar cepat selesai pelaksanaan e-KTP,” ujarnya.

Dijelaskan Rahudman, Pemko Medan selama ini kurang memberikan sosialiasi kepada masyarakat. Dengan begitu, sarana yang dimiliki Pemko Medan akan dikerahkan untuk sosialisasi kepada masyarakat kalau penerapan e-KTP akan selesai 30 April 2012 mendatang.

“Perjuangan kita masih banyak, manfaatkan sarana dari Dinas Kominfo Medan untuk mensosisalisasikan batas waktu e-KTP sampai 15 April 2012, jangan katakan paling lambat 30 April 2012 agar masyarakat segera datang ke kantor camat,” pintanya.

Dikatakannya lagi, upaya yang dilakukan Pemko Medan agar dapat menyelesaikan sisa pelayanan e-KTP dengan wajib memberikan pelayanan minimal 14 jam sehari. “Berarti setiap Kecamatan harus selesai pada pukul 22.00 WIB. Untuk itu harus membuat posko memaksimalkan sosialisasi dan mobilisasi wajib KTP agar antusias masyarakat membuat e-KTP tinggi,” jelasnya.

Sedangkan untuk tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisducapil) Medan, Darusalam Pohan, harus terus melakukan monitoring setiap hari ke kantor camat.

“Jadi saya tidak mau lagi mendengar ada alat yang rusak, karena di sini tidak ada tempat yang bisa memperbaiki alat tersebut. Saya minta Kadisdukcapil untuk terus melakukan monitoring ke seluruh kecamatan dan segera melaporkannya setai hari kepada saya. Paling lama pukul 22.00 WIB, laporan harus sudah masuk ke saya melalui assisten pemerintahan,” cetusnya.

Sampai saat ini, penerapan e-KTP diakui Rahudman baru 50 persen. “Dengan waktu yang tersisa selama 2 bulan, masih ada kesempatan kita untuk bisa menyelesaikan sisa pelayanan e-KTP. Sedangkan perangkat yang rusak akan terus dikroscek dengan cara dipindahkan pemakaiannya,” jelasnya.

Kadisdukcapil Medan, Darusalam Pohan menjelaskan, sudah melayani 200  orang wajib e-KTP per hari dengan 10 jam kerja selama 4 menit per orang. “Untuk jumlah wajib e-KTP yang sudah dilayani sampai Kamis (29/2), mencapai 41,99 persen atau sebanyak 911.267 orang dari jumlah wajib e-KTP sebanyak 2.170.400 orang wajib e-KTP dengan jumlah perangkat sebanyak 80 unit,” urainya.

Dijelaskannya, dengan waktu yang tersisa selama 61 hari terhitung tanggal 29 Februari-30 April, dengan menggunakan 80 alat, hasil yang dapat dicapai sebanyak 1.366.400 orang. “Untuk alat yang diterima dari pusat sampai 24 Januari 2012 sebanyak 93 set, tetapi yang dapat difungsikan hanya 80 set. Sedangkan 13 set lagi rusak,” jelasnya.

Perangkat yang rusak, lanjut Darusalam, jenis aris mata, pemindai tandatangan dan server. Namun, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperbaiki alat tersebut. “Di Kecamatan Medan Baru, perangkat e-KTP sama sekali tidak bisa digunakan. Untuk itu, kita akan melakukan peminjaman alat dari kecamatan lain menyelesaikan wajib e-KTP dikecamatan tersebut,” pungkasnya.(adl)

619 Mahasiswa Sari Mutiara Dikukuhkan

Tingkatkan Derajat Kesehatan Indonesia

MEDAN-Sebanyak 619 mahasiswa Sari Mutiara dari Akademi keperawatan, Akademi Kebidanan, Akademi Analis Kesehata (AAK) dan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) mengikuti kegiatan capping day (hari penyematan cap) dan pengukuhan di Griya Dome Jalan T Amir Hamzah Medan, Kamis (1/3).

Acara dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang juga Badan Pengurus Harian (BPH) Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH MM, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM, pimpinan RSU Sari Mutiara, dosen, orangtua mahasiswa dan undangan lain.

Koordinator Pendidikan Dr Ivan Elisabeth Purba MKes diwakili Direktur Akademi Kebidanan Sari Mutiara Rinawati Sembiring SST MKes mengatakan, capping day dan pengukuhan dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan perkuliahan pada semester satu dengan baik sesuai dengan kurikulum nasional.

‘’Capping day dan pengukuhan melambangkan kesucian atau sebagai mahkota bagi pemakai dan sebagai tanda bahwa mahasiswa telah siap mengabdikan diri dan memberi pelayanan serta penyuluhan kesehatan kepada orang sakit maupun sehat baik individu, keluarga dan masyarakat,’’ katanya.

Setelah capping day dan pengukuhan, Rinawati mengatakan mahasiswa akan melaksanakan praktik di unit pelayanan kesehatan. ‘’Tingkat I di RSU dan klinik milik Sari Mutiara, tingkat II di RSU pemerintah/swasta atau rumah bersalin/klinik di Sumut dan tingkat III praktik pada beberapa RSU di Jakarta seperti RSAB Harapan Kita, RSU Persahabatan, RSUD Tarakan, RSIA Budi Kemuliaan dan Ambulans Gawat Darurat DKI Jakarta,’’ jelasnya.

Ia yakin dengan bekal pendidikan dan praktik semacam ini akan mengantarkan lulusan Sari Mutiara mampu bersaing di dunia kerja dan dapat membawa nama baik Pendidikan Kesehatan Sari Mutiara dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Anggota DPD RI yang juga BPH Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH MM juga memberi dorongan agar lulusan Sari Mutiara dapat meraih prestasi terbaik dengan bekal kemauan, kemampuan dan kerja keras. Ia membuka pintu terhadap lulusan Sari Mutiara dapat bekerja pada RSU Sari Mutiara Medan, RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam dan RSU Sari Mutiara Martubung yang sedang dibangun atau klinik yang dikelola Sari Mutiara.

Parlindungan juga berharap lulusan Sari Mutiara meningkatkan kualitas termasuk dapat memenuhi standarisasi pengujian tenaga kesehatan. ‘’Capping day dan pengukuhan merupakan awal baik mengikuti pendidikan yang akan diselesaikan selama tiga tahun,’’ ajaknya.

Ia mengatakan biaya kesehatan semakin tinggi mencapai 20 persen dari pendapatan dan adanya jaminan kesehatan bagi 60 persen kurang mampu. ‘’Ini menandakan terbukanya lapangan kerja. Karenanya raihlah lulusan terbaik dengan memiliki kualitas,’’ ucap Parlindungan.

Sedangkan Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM juga menyakini dengan pendidikan kesehatan Sari Mutiara yang memiliki fasilitas, ditangani staf pengajar yang baik dan lengkap akan menghasilkan lulusan berkualitas. Bahdin menyebut tidak ada perbedaan lulusan perguruan tinggi swasta dan negeri saat ini. (*/dmp)

BBM Naik, Angkutan Mogok

Harga Sembako Bisa Melonjak 1,5 Kali Lipat

MEDAN- Harga bahan bakar minyak (BBM) hampir dipastikan bakal naik. Secara otomatis, kenaikan harga BBM tersebut akan membebani masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga BBM selalu diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok.

Untuk saat ini, pemerintah merencanakan kenaikan harga premium sebesar Rp1500 hingga Rp2000. Diprediksi, kenaikan harga kebutuhan pokok produk mencapai 1,5 kali lipat dari kenaikan harga BBM. Misal, harga BBM mengalami kenaikan sekitar 35 hingga 40 persen, maka kenaikan harga kebutuhan pokok berkisar 36,5 persen hingga 41,5 persen.

“Dari penelitian yang kita lakukan, kenaikan barang 1,5 persen dari kenaikan persen BBM” ujar pengamat ekonomi dari Unimed, M Ishak kepada wartawan Sumut Pos, Jumat (2/3).

Dia menerangkan, kenaikan akan sangat terasa pada sembako. Karena komoditas ini merupakan kebutuhan yang paling penting, yang pemenuhannya tidak dapat ditawar atau ditunda lagi. Berbeda dengan sektor transportasi, dimana kenaikan harga transportasi bertahap.

Menurutnya, sektor transportasi memiliki banyak pilihan, seperti darat, udara, dan laut. Bila harga tidak sesuai dengan permintaan konsumen, maka dapat dipilih yang sesuai isi kantong.

Misalnya, berpergian dengan menggunakan jalur udara, harga tidak sesuai, maka pilihan dapat menggunakan jalur darat atau laut. Selain itu, tidak setiap hari manusia membutuhkan jasa transpor, kecuali angkot (angkutan kota). “Karena itu, kenaikan akan paling dirasakan oleh faktor lain, seperti jasa transportasi lokal,” tambah Ishak.

Sementara Ketua Organda Sumut Haposan Siallagan mengatakan, kenaikan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak bijaksana dan ‘membunuh’ operasional angkutan umum di Sumatera Utara (Sumut).

Selain itu, jika pemerintah pusat tetap memaksakan kenaikan BBM, maka pengusaha angkutan umum di Sumut mengancam akan melakukan mogok besar-besaran. Apalagi, kenaikan harga BBM ini akan berdampak pada naiknya tarif ongkos angkutan sebesar 40 persen sampai 60 persen.

Dikatakan Haposan, jika pemerintah memikirkan angkutan umum, seharusnya pemerintah berupaya mengalihkan ketersediaan bahan bakar beralih ke gas.

Jika langkah itu yang dilakukan, pihaknya mengaku siap walaupun harga BBM dinaikkan. “Pemerintah seharusnya tetap memberikan subisidi bagi angkutan umum. Kalau BBM naik, lebih baik kita istirahat saja, konsentrasi memperbaiki kendaraan di bengkel daripada beroperasi.

Ini tidak mogok namanya. Untuk aksi protes ini, DPP Organda yang langsung mengajukannya secara tertulis ke pusat. Karena ini kebijakan pusat,” jelasnya.(ram/adl)

Silaturahim PWNU Sumut Berlangsung Khidmat

MEDAN-Silaturahim ulama/tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan bahtsul masail berjalan lancar dan khidmat di Gunung Tua Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sabtu (25/2). Lebih dari 200 peserta hadir dalam acara tersebut.

Acara yang dibuka oleh Asisten II Pemkab Paluta  Drs Rahman Harahap.
Dalam sambutannya menyampaikan bahwa NU tidak diragukan lagi sebagai penjaga tradisi ulama ahlussunnah waljamaah dan menjadi ormas terbesar yang konsern menjaga ukhuwah wathaniyah dan Islamiyah di tanah air.

Untuk itu menurut Rahman, Paluta yang umat terbesarnya adalah Nahdliyyin diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan keimanan dan ketakwaan umat Islam di Kabupaten Paluta.

Narasumber bahtsul masail dari Medan hadir Dr Pangeran Harahap dan Drs H Abd Hamid Ritonga, dari pesantren KH Mahmuddin Pasaribu dan Drs H Tohar Bayoangin, MAg dari Kepala Kementerian Agama Kabupaten Paluta.

Hasil pembahasan ulama dan tokoh-tokoh pesantren tentang beberapa hal berkaitan dengan ibadah sosial menyimpulkan: Sikap malas hukumnya tercela, karena menim-bulkan keburukan, kemunduran dan kehinaan, serta berdosa.

Bekerja adalah ibadah dan hukumnya wajib. Zakat merupakan perwujudan iman dan syukur, serta membersihkan harta dan jiwa seseorang. Orang yang tidak membayar zakat berarti mengingkari perintah-Nya, berdosa besar dan mendapatkan siksa yang pedih karena bisa jatuh kepada status murtad.

Sedangkan sesi silaturrahim ulama/tokoh NU diisi dengan dialog dan sumbang informasi tentang perjalanan NU di Sumut. Terungkap dalam dialog bahwa NU di Sumut dibawa dan dikembangkan oleh para ulama dan pesantren di Tapanuli.

Sejak dicetuskan tahun 1947 di Padang Sidimpuan, NU dengan cepat berkembang luas di tengah-tengah umat Islam, tidak hanya pada etnis Mandailing dan Angkola, masyarakat etnis Toba, Melayu dan Jawa juga menerima NU karena visinya sejalan dengan tradisi keagamaan di tanah air.

Masa awal-awalnya, NU Sumut melahirkan tokoh-tokoh nasional, di antaranya: KH. Zainul Arifin (Barus), Nuddin Lubis (Madina), Prof T Yafizham dan lainnya. Adapun pengurus periode pertama adalah Syeikh Musthafa Husein (Rois Syuriah) dan Tuan H. Baharuddin Thalib Lubis (Ketua Tanfidziyah).

Kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari dan ditutup oleh Wakil Ketua PWNU Sumut Drs. Parluhutan Siregar dan Ketua PCNU Paluta Drs. H. Awaluddin Habibi Siregar. (*/ton/smg)

Tancap Gas

Man City v Bolton

MANCHESTER-Persaingan di ajang English Premier League (EPL) kian panas. Manchester City yang kini berada di puncak klasemen dipaksa untuk terus tancap gas, karena sang pesaing Manchester United terus membuntuti dengan margin dua angka.

Manchester City saat ini mengoleksi 63 poin, hasil dari 20 kemenangan, 3 hasil imbang dan baru mengalami 3 kekalahan. Istimewanya, dari 13 kali menjamu lawan di City of Manchester, tim berjuluk The Citizens ini menorehkan rekor clean sheet alias selalu menang, dengan rekor memasukan 40 gol dan hanya kemasukan 6 gol.

Artinya, menjamu Bolton di City of Manchester, malam ini menjadi peluang terbesar bagi Aguero dkk untuk terus menjauh dari kejaran United yang baru bertanding 24 jam setelahnya ke markas tim kuat Tottenham Hotspur.

Roberto Mancini, tactician Manchester City memiliki modal yang sangat bagus saat menjamu Bolton. Pasalnya, tiga striker yang dimilikinya sejauh ini telah mengemas 39 gol, dengan perincian Sergio Aguero mengemas 16 gol, Edin Dzeko mencetak 13 gol dan Mario Balotelli menorehkan 10gol.

“Saya selalu percaya dengan kemampuan mereka. Tapi perlu diingat, jika sukses tidaknya tim ini bukan ditentukan ketiganya. Seluruh pemain memiliki peran yang sama besarnya atas semua kemenangan,” bilang Mancio (panggilan akrab Roberto Mancini).

Ya, tak dapat dipungkiri jika ternyata David Silva dan Yaya Toure diangap memiliki peran yang cukup sentral dalam irama permainan The Citizens untuk  menjadi tim ini menjadi sangat disegani.

Batapa tidak, David Silva misalnya, selain telah mengemas lima gol, pemain berkebangsaan Spanyol ini juga telah menorehkan 12 assist. “Selayaknya saya berucap terima kasih kepada Yaya (Toure). Kehadirannya di sektor tengah permainan membuat penampilan saya kian maksimal,” bilang Silva.

Yaya Toure? Tak perlu diragukan lagi kapasitasnya. Lihatlah, sejak kembali memperkuat City pasca berlaga di Piala Afrika, dirinya mampu memberi dampak positif terhadap permainan City saat menundukkan Blackburn Rovers, akhir pekan lalu.

Lantas, bagaimana kesiapan Bolton menatap laga ini? Saat ini The Trotters hanya setingkat dari dasar klasemen, dengan mengoleksi 20 poin, hasil dari 6 kali menang, 2 hasil imbang dan 18 kali kekalahan.

Sementara itu rekor tandang tim yang kini dibesut Owen Coyle itu pun tak terlalu bagus. Itu bisa dilihat dari 4 kemenangan yang mereka torehkan berbanding 9 kekalahan.

Parahnya, hingga kini sejumlah pemain bintang tak dapat dimainkan karena cedera. Sebut saja nama-nama seperti Stuart Holden, Lee Chung-Yong, Ricardo Gardner dan Tyrone Mears.

“Absennya mereka jelas mengurangi kekuatan tim, meski besok (hari ini, Red) kami sudah bisa menurunkan Kevin Davies,” bilang Owen.

Tapi, cukupkah bagi Owen bersandar pada kepiawaian Kevin Davies saat menghadapi tim penuh ambisi, Manchester City? Rasanya, tak cukup. (jun)

Tangani Klien Pajak Gayus, Kejagung Tahan Dhana

JAKARTA- Selain modus yang hampir mirip mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan, Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan kemungkinan para wajib pajak yang menjadi klien tersangka Dhana Widyatmika sama dengan klien Gayus. Tapi, Dhana mengakui hanya dua perusahaan yang menjadi rekanannya. Itupun perusahaan kecil.

“Bisa jadi ada kaitannya dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh Gayus dulu. Inilah yang sedang dikembangkan,” kata Wakil Jaksa Agung Darmono di Kejagung, Jumat (2/3).

Namun, mantan Kapusdiklat Kejagung itu tidak menyebutkan siapa saja wajib pajak yang menjadi klien Dhana tersebut.

Darmono mengatakan, saat ini pihaknya sedang menelusuri siapa saja perusahaan wajib pajak yang menggunakan jasa Dhana. Sebab, bisa jadi perusahaan tersebut turut terlibat karena menganjurkan suatu tindak pidana.

“Dari mana sumber keuangannya. Itu akan menjadi penentu kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain terkait perkara tersebut,” katanya.

Seperti diketahui, Gayus memiliki klien hingga 151 perusahaan. Namun, dari semua perusahaan tersebut, Gayus dipidana karena menerima gratifikasi terkait pengurusan pajak PT Bumi Resources, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin.

Melalui Alif Kuncoro, Gayus menerima USD 3,5 juta dollar untuk mengurus sengketa pajak ketiga perusahaan besar tersebut. Selain itu, ia juga didakwa menerima suap Rp925 juta dari Roberto Santonius terkait kepengurusan gugatan keberatan pajak PT Metropolitan Retailmart.

Kejagung, kata Darmono, juga mencari siapa saja rekan kerja Dhana yang ikut terlibat. Sebab, tidak mungkin praktek yang diduga dilakukan sejak 2002 itu baru ketahuan belakangan ini tanpa keterlibatan pihak lain di internal Ditjen Pajak. Karena itu, kata Darmono, semua pihak akan diperiksa untuk mendukung proses penyidikan tersebut.

Sementara itu, Dhana kemarin kembali diperiksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. PNS golongan III-c itu datang di Gedung Bundar JAM Pidsus pada pukul 07.30. Padahal, jadwal pemeriksaannya masih pukul 10.00. Dhana mengenakan kemeja putih yang dilapisi jaket hitam. Dia didampingi dua pengacara, Reza Edwijanto dan Daniel Alfredo.

Pemeriksaan dilakukan lebih dari enam jam. Reza mengatakan, para penyidik mulai menanyakan tugas-tugas Dhana sebagai pegawai pajak. Seperti bekerja di mana, pekerjaannya apa saja, hingga tupoksi Dhana selama menjabat sebagai pegawai Ditjen Pajak. (aga/jpnn)

PNS Jangan Ada yang Maling Lagi

JAKARTA- Mendagri Gamawan Fauzi mengingatkan seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS), kepercayaan masyarakat terhadap PNS sebagai pelayan masyarakat akan terus merosot jika terus-terusan ada kasus semacam Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika Merthana.

Menurut Gamawan, kepercayaan masyarakat cepat tergerus jika kasus penyelewengan yang dilakukan oknum PNS terus menjadi bahan pemberitaan media massa. Tapi, Gamawan tidak menyalahkan media massa. Justru, para PNS yang diminta untuk melakukan instropeksi diri.

“Sekarang trust pada PNS berapa persen. Semua PNS harus instropeksi,” ujar Gamawan kepada wartawan usai acara Forum Fasilitasi Daerah Dalam Rangka Penguatan Ketahanan Bangsa, yang digelar di Jakarta, Jumat (2/3).

Menurutnya, dulu tingkat kepercayaan publik kepada PNS sangat baik. Namun, dia menduga, kemungkinannya juga karena dulu tidak ada media massa yang berani memberitakan. Sekarang, karena diberitakan terus, trust publik makin menurun.(sam)