31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13853

Pemenang Law Cup III Diumumkan

MEDAN- Setelah berlangsung selama seminggu sejak Senin (5/3) lalu hingga Sabtu (10/3) kemarin, kegiatan olahraga dalam program Law Cup III BEM FH UMSU yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga seperti futsal, basket, catur dan tenis meja berjalan lancar dan sukses.

Kegiatan Law Cup yang bertujuan, merangsang pemuda melalui olahraga untuk ikut andil dalam memajukan bangsa, dan juga sebagai wadah membangun potensi  mahasiswa sekaligus dapat mengakrabkan dan menyatukan gerakan mahasiswa.

Dari pertandingan olahraga dan seni itu kemudian tampil sebagai pemenang untuk catur dimenangkan Agus Surya Putra, Windra Nasution dan Hermawan.
Tenis meja tampil sebagai juara kelas VI G, IV H dan VI C. Basket putra kelas IV D, IV L dan VI J. Basket Putri kelas VI F, IV H dan VIII C. Futsal kelas VIII E, VI G dan VIII F

Sementara, Ketua Panitia Roby (21) yang juga duduk sebagai pengurus BEM Fakultas Hukum UMSU pada bidang Pemuda dan Olahraga yang didampingi Ketua BEM FH UMSU, M Iqbal Islandar mengatakan, pertandingan olahraga ini semata-mata diselenggarakan untuk mempererat rasa silaturahmi khususnya bagi kalangan mahasiswa UMSU.

Sebelum pada pembukaan telah dilaksanakan takshow dengan topik: “Menumbuhkan nasionalisme pemuda melalui olahraga”, di Auditorium UMSU Senin (5/3) lalu. “Acara talk show yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa pertandingan olahraga ini kami selenggarakan guna meningkatkan prestasi mahasiswa pada bidang olahraga,” jelas Roby.(ari)

Usung Sikap Optimis

MEDAN- Jelang dua laga kandang yang bakal dilakoni skuad PSMS, banyak persiapan yang harus dibenahi. Maklum, dua laga tersebut merupakan sisa pertandingan anak-anak Medan pada putaran pertama ISL.

Persiapan pantas digeber maksimal, pasalnya tur Jawa Timur-Papua skuad berjuluk Ayam Kinantan ini hanya membawa pulang tiga poin. Hasil menekuk Deltras FC Sidoarjo di Stadion Gelora Delta pada 3 Maret lalu dengan skor 0-1.

Sisanya PSMS mengalami kekalahan. Saat bertandang ke Stadion Surajaya kandang Persela Lamongan dengan skor 2-1 pada 28 Februari lalu. Dan di kandang Persidafon Dafonsoro, Stadion Barnabas Youwe pada 7 Maret lalu dengan skor telak 4-1.

Pelatih PSMS sementara Suharto AD mengaku, mengusung optimisme tinggi meraih poin penuh di dua laga kandang ini. Meski diketahui, kedua tim yang bakal dijajal ini merupakan tim-tim besar yang duduk di papan atas klasemen sementara ISL. PSPS Pekanbaru di posisi kedelapan sedangkan Persija Jakarta di peringkat keenam.

“Kita siap mengalahkan tim sekuat apa pun di Medan. Stadion teladan akan jadi saksi luapan hausnya anak-anak PSMS atas kemenangan. Bermain di kandang, tentu para pemain tak mau tampil buruk di depan para pendukung dan fans,” ungkap Suharto, Minggu (11/3).
Belajar dari tur yang baru dilakukan skuadnya, Suharto mengaku tak mau hal tersebut terulang.

“Kita mulai latihan 14 Maret nanti, dan baru bertanding melawan PSPS pada 26 Maret. Waktu panjang ini menjadi satu keuntungan, dan semua pihak baik pemain, tim pelatih dan manajemen sepakat kekalahan pada pertandingan sebelumnya jangan lagi terjadi,” tuturnya.
Optimisme meraih poin penuh di dua laga sisa ini tentu bukan sesumbar. Pasalnya, skuad inti PSMS sama sekali tak bermain pincang.
“Pada 26 Maret nanti, mudah-mudahan semua pemain yang didera cedera sudah fit lagi. Kalau masalah akumulasi, belum ada pemain kita yang harus absen,” papar pelatih berkepala plontos itu.

“Seperti pertandingan sebelum-sebelumnya, skuad PSMS yang bertanding full team bakal jadi momok bagi tim lawan. Baik saat partai kandang maupun tandang,” tegas Suharto lagi.

Mengintip peta kekuatan calon lawan, merupakan hal penting menghadapi laga tersebut.
Untuk laga terdekat, skuad besutan Suharto AD ini akan menjamu PSPS pada 26 Maret mendatang. (saz)

SSB SPM Juara AMPI Cup

MARTUBUNG- SSB Surya Putra Marendal (SPM) berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan SSB Patriot  4-0 pada babak final Piala AMPI Cup-I 2012 di Lapangan Martubung Jalan Rawe, Deliserdang Minggu (11/3).

Keempat gol milik SSB SPM diciptakan Teguh dan Singgih masing-masing dua gol. Permainan kedua kubu berlangsung memukau empat ratusan penonton yang tampil dengan atraktif dan menegangkan.

Di babak pertama setelah kick off dilaksanakn SSB SPM langsung menggempur pertahanan lawan. Namun usaha itu hanya menghasilkan tendangan pojok oleh SSB SPM, tapi tidak menghasilkan dan berakhir dengan tendangan yang melebar ke sisi kanan gawang SSB Patriot.

Melihat kondisi itu, SSB Patriot tidak mau tinggal diam, dan langsung melakukan serangan balik ke arah pertahanan lawan. Namun hal itu juga belum merubah kedudukan. Akhirnya di menit 10 Teguh menciptakan gol sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0.

SSB Patriot juga tidak mengurungkan niatnya untuk membalas setiap serangan lawan, dan membuat Rifo, pelatih memberikan arahan dari pinggir lapangan.

Begitu juga dengan skuad SSB SPM selalu melancarkan setiap jurus pamungkasnya, kembali Singgih menciptakan gol kedua atas umpan manis dari Singgih di daerah kotak penalti. Sehingga kedudukan berubah menjadi 2-0 dan tetap diungguli SSB SPM.

Dengan apik skuad SSB Patriot tidak jarang membalas setiap gertakan lawan, tetapi usaha itu tetap tidak berarti bagi SSB SPM, dan sisa waktu babak pertama kembali Teguh menambah satu gol sehingga kedudukan menjadi 3-0.

Di babak kedua, setelah melakukan kick off, SSB Patriot terus melakukan perlawanan, namun gawangnya kembali kebobolan dengan penambahan gol keempat oleh Teguh, sehingga kedudukan berubah menjadi 4-0. (mag-10)

Cabor Akuatik Akan Gelar TC Lebih Awal

MEDAN- Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumut berencana menggelar pemusatan latihan lebih awal dari program yang dijadwalkan KONI Sumut. Hal ini dilakukan agar para atlet dari cabang olahraga akuatik ini bisa lebih fokus dalam masa persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau September mendatang.

Rencana itu dituturkan Ketua Harian PRSI Sumut, Rudi Rinaldi saat ditemui di Sekretariat PRSI Sumut Kolam Renang Selayang Medan, Kamis (9/3) kemarin. “Memang belum kita putuskan karena masih menunggu rapat tanggal 17 Maret ini. Tapi rencananya kita memang mau menggelar TC (training center-red) lebih awal dari jadwal KONI Sumut yang kemungkinan Juni. Kalau bisa bulan depan sudah mulai Jadi latihan mereka lebih fokus,” ujar Rudi.
Total 21 atlet yang akan mengikuti PON 2012 nanti dari cabor akuatik. 13 atlet dari cabor polo air, 5 atlet dari cabor renang dan 3 atlet dari loncat indah. “Selama ini latihan setiap hari hanya di sore hari. Dengan mereka di TC-kan kita sudah bisa mulai latihan di pagi hari, kan gak salah kalau duluan karena masing-masing Pengprov punya program,” tambahnya.

Untuk cabor renang yang dalam setahun belakangan dilatih pelatih asal Rusia, Igor menurut Rudi sudah banyak perkembangan. Performa Annes P Siregar, Dimas Andrian, Dwi Kinanti, dan Daniel Siagian semakin baik. Sementara Indra Gunawan dalam dua tahun belakangan ini berlatih terpisah di Hongaria. “Kalau saya lihat dia (Igor-Red) mampu melakukan improve. Terutama catatan waktu mereka lebih cepat dari sebelumnya,” ujarnya.
Igor sendiri saat ini tengah dalam masa cuti ke negaranya. Selayaknya ia mulai bertugas kembali pada 1 Maret ini dengan kontrak yang diperpanjang. “Dengan kontrak yang diperpanjang itu kita kan harus mengurus KITAS, visa dan lainnya. Kalau tidak ada halangan minggu depan dia sudah bisa kembali melatih,” lanjut pria berpostur tinggi itu.

Selain latihan intens, pihaknya juga tengah merencanakan try out. Beberapa even di luar daerah tengah diintip untuk diikuti. Seperti Malaysia Open pada Mei mendatang. Bahkan terselip rencana menggelar Indonesia Open dengan mengundang atlet-atlet dari luar tanah air. “Memang target saya setiap cabang harus minimal mengikuti dua kali ujicoba. Ada beberapa kejuaraan yang kita rencana kita ikuti seperti Malaysia Open. Kita masih menimbang-nimbang juga baik buruknya menggelar kejuaraan seperti Indonesia Open di Medan,” ungkapnya.

Namun Rudi belum berani berbicara target. Kesuksesan meraih tiga emas dan dua perunggu pada perhelatan PON sebelumnya ini akan coba dipertahankan. “Kalau target belum dulu. Apalagi kondisi banyak berubah. Seperti polo air banyak diisi muka-muka baru dan para atlet lama tidak sampai 50 persen. Untuk loncat indah kita juga berpeluang. Renang juga harapan kita,” pungkasnya. (mag-18)

Cabor Akuatik Akan Gelar TC Lebih Awal

MEDAN- Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumut berencana menggelar pemusatan latihan lebih awal dari program yang dijadwalkan KONI Sumut. Hal ini dilakukan agar para atlet dari cabang olahraga akuatik ini bisa lebih fokus dalam masa persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau September mendatang.

Rencana itu dituturkan Ketua Harian PRSI Sumut, Rudi Rinaldi saat ditemui di Sekretariat PRSI Sumut Kolam Renang Selayang Medan, Kamis (9/3) kemarin. “Memang belum kita putuskan karena masih menunggu rapat tanggal 17 Maret ini. Tapi rencananya kita memang mau menggelar TC (training center-red) lebih awal dari jadwal KONI Sumut yang kemungkinan Juni. Kalau bisa bulan depan sudah mulai Jadi latihan mereka lebih fokus,” ujar Rudi.
Total 21 atlet yang akan mengikuti PON 2012 nanti dari cabor akuatik. 13 atlet dari cabor polo air, 5 atlet dari cabor renang dan 3 atlet dari loncat indah. “Selama ini latihan setiap hari hanya di sore hari. Dengan mereka di TC-kan kita sudah bisa mulai latihan di pagi hari, kan gak salah kalau duluan karena masing-masing Pengprov punya program,” tambahnya.

Untuk cabor renang yang dalam setahun belakangan dilatih pelatih asal Rusia, Igor menurut Rudi sudah banyak perkembangan. Performa Annes P Siregar, Dimas Andrian, Dwi Kinanti, dan Daniel Siagian semakin baik. Sementara Indra Gunawan dalam dua tahun belakangan ini berlatih terpisah di Hongaria. “Kalau saya lihat dia (Igor-Red) mampu melakukan improve. Terutama catatan waktu mereka lebih cepat dari sebelumnya,” ujarnya.
Igor sendiri saat ini tengah dalam masa cuti ke negaranya. Selayaknya ia mulai bertugas kembali pada 1 Maret ini dengan kontrak yang diperpanjang. “Dengan kontrak yang diperpanjang itu kita kan harus mengurus KITAS, visa dan lainnya. Kalau tidak ada halangan minggu depan dia sudah bisa kembali melatih,” lanjut pria berpostur tinggi itu.

Selain latihan intens, pihaknya juga tengah merencanakan try out. Beberapa even di luar daerah tengah diintip untuk diikuti. Seperti Malaysia Open pada Mei mendatang. Bahkan terselip rencana menggelar Indonesia Open dengan mengundang atlet-atlet dari luar tanah air. “Memang target saya setiap cabang harus minimal mengikuti dua kali ujicoba. Ada beberapa kejuaraan yang kita rencana kita ikuti seperti Malaysia Open. Kita masih menimbang-nimbang juga baik buruknya menggelar kejuaraan seperti Indonesia Open di Medan,” ungkapnya.

Namun Rudi belum berani berbicara target. Kesuksesan meraih tiga emas dan dua perunggu pada perhelatan PON sebelumnya ini akan coba dipertahankan. “Kalau target belum dulu. Apalagi kondisi banyak berubah. Seperti polo air banyak diisi muka-muka baru dan para atlet lama tidak sampai 50 persen. Untuk loncat indah kita juga berpeluang. Renang juga harapan kita,” pungkasnya. (mag-18)

Anggota Geng Motor Dihajar Warga, Sepeda Motor Dibakar

MEDAN- Seorang anak baru gede (ABG) diduga anggota geng motor, Budi Putra (19) dihajar warga hingga babak belur di Jalan Kasuari, Medan Sunggal, Minggu (11/3) dini hari. Bukan itu saja, warga juga membakar sepeda motor milik warga Jalan Garu II Medan itu.

Keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian Budi bersama anggota geng motor berjumlah 40 sepeda motor konvoi di beberapa ruas jalan di Medan mulai dari Jalan Setia Budi, Ringroad. Budi Cs kemudian mangkal di Jalan Kasuari.

Di lokasi mereka bertemu dengan geng motor lainnya. Entah apa pasalnya, kedua kubu geng motor terlibat saling lempar. Warga sekitar yang melihat kejadian itu marah dan menyerang kedua kubu geng motor yang bertikai. Keduanya pun lari tunggang langgang dengan sepeda motornya.

Apes, warga berhasil membekuk Budi Putra karena sepeda motornya terjatuh. Tak pelak warga pun memukulinya dan membakar sepeda motornya.
Pengakuan Hendra (21), warga sekitar menyebutkan, puluhan sepeda motor yang dikendarai anggota geng motor itu melintas di Jalan Kasuari. Namun, saat melintas, para anggota geng motor itu membuat ulah dan merusuh di Jalan Kasuari.

“Warga yang ketepatan sedang pulang dari acara pesta dirusuhi mereka. Mereka juga mondar-mandir disekitar Jalan Kasuari,” katanya.
Menurutnya, saat melintas justru anggota geng motor tiba-tiba menyerang warga. Tak hanya itu anggota geng motor itu juga merampas uang dari penjual sate dan membawa lari sepeda motor warga yang sedang diparkir.

“Anggota geng motor itu juga menyerang dan merampas tukang sate. Melihat anggota geng motor itu mulai merusuh, warga di sini langsung mengambil inisiatif dan menyerang mereka. Sempat terjadi aksi lempar batu,” jelasnya.

Karena kalah jumlah dengan warga, mereka kalang kabut dan mereka juga berhasil membawa sepeda motor milik warga yang sedang parkir. Salah satu anggota geng motor, Budi Putra, terjatuh dan oleh warga langsung diserang. “Melihat salah satu anggota geng motor itu terjatuh, warga langsung menyerang mereka. Sepeda motor anggota geng motor itu juga ikut dibakar,” ungkapnya.

“Memang anggota geng motor itu yang merusuh. Cocoknya mereka itu diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka karena ulah mereka itu tak berpendidikan,” sebut Rina (19), warga lainnya.

Hal senada juga diungkapkan Fahri Matondang, Camat Medan Sunggal. Disebutkannya, warga tanpa dikomando langsung menyerang anggota geng motor itu karena mereka bolak balik lewat dan merusuh.

“Tukang sate juga yang sedang melintas di sini dan sering berjualan di sini juga diserang dan dirampas anggota geng motor itu uangnya,” ujarnya.
Personel Polsekta Medan Sunggal dibantu Patroli Sat Brimob langsung tiba di lokasi kejadian. Petugas pun langsung mengamankan anggota geng motor dan memadamkan sepeda motor yang dibakar warga. Saat akan dibawa petugas ke Mapolsekta Medan Sunggal, warga juga tak henti-hentinya memukuli wajah anggota geng motor itu. Akibatnya wajah anggota geng motor itu pun lebam-lebam.

Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Budi H Sik mengatakan, anggota geng motor itu langsung diamankan guna menghindari amuk warga.
“Kita juga sedang melakukan pengejaran kepada ketua geng motor karena mereka juga telah melakukan perbuatan pidana,” jelasnya.(jon)

Interpelasi Membela Koruptor

Oleh:
Budi Hatees

DALAM kasus korupsi, hanya ada dua pilihan bagi mereka yang merasa terancam: melawan atau kabur. Kabur adalah pilihan yang tak tepat. Dalam sebuah negara hukum, seorang tersangka yang kabur pada akhirnya akan tertangkap. Cepat atau lambat hanya soal waktu. Tapi pilihan ini menjadi sangat disukai media, apalgi bila si tersangka paham betul dampak publisitas di era abad informasi saat ini. Publisitas mampu menghimpun simpati publik media dengan sebuah drama perlawanan yang seakan-akan tak punya rasa takut.

Lihat saja Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games. Lantaran merasa dirinya terancam akan dijebloskan ke penjara, mantan Bendahara Partai Demokrat ini kabur ke beberapa Negara dan kemudian tertangkap di Kolombia. Penangkapan Nazaruddin adalah sebuah sinetron yang menyita perhatian publik media, sehingga mereka berharap sosok politisi ini dapat menjadi kunci atas terungkapnya jaringan elite Kaptur di tubuh Partai Demokrat dan legislatif.

Sebab itu, melawan merupakan pilihan yang paling cocok. Melawan yang cerdas, bukan frontal. Tidak juga di atas ring atau gelanggang, dalam sebuah pertarungan penuh  sportivitas. Tapi melawan seperti yang sedang dilakukan para anggota DPR manakala mereka mengajukan hak interpelasi atas pengetatan remisi para koruptor yang merupakan program Menkumham. Berlindung pada hak asasi manusia (HAM), sejumlah anggota fraksi di DPR menilai koruptor adalah manusia yang harus dihargai haknya untuk mendapatkan remisi.

Tentu saja alasan HAM ini terdengar bodoh. Kentara sekali kalau para anggota DPR tak terlalu paham tentang HAM mengingat pengajuan hak interpelasi itu akan membela para pelaku pelanggaran HAM. Dalam konvensi PBB (United Nations Convention Agaisnt Corruption/UNCAC) korupsi diklasifikasikan sebagai kejahatan hak asasi manusia (human rights crime) dan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity).

Sebab itu, terhadap rencana DPR mengajukan hak interpelasi ini sama saja dengan mengumbar ketidakpahaman mereka terkait apa yang mereka kerjakan selama ini. Kita tahu,  DPR inilah yang telah menghasilkan dan melegalisasi UU Anti Korupsi, yang salah satu alasan pembuatan undang-undang itu karena korupsi merupakan kejahatan kemanusia dan melanggar HAM.  Di samping itu, DPR adalah para wakil dari rakyat-entitas yang paling menderita dan sengsara akibat ulah para koruptor.

Namun demikian, sebagai suatu perlawanan, apapun sah untuk dilakukan. Terlihat bodoh dan tampak tak menguasai persoalan pun tak apa-apa. Bahkan, membodohi diri sendiri pun akan dilakukan dalam perlawanan. Yang penting, segala hal yang berpeluang mengancam rasa nyaman dan rasa aman, sebisa mungkin diminimalisasi. Sebab, bagaimana pun pengetatan remisi tahanan koruptor, memiliki potensi besar sebagai penyebab ketidaknyamanan dan ketidakamanan.
***
Sangat beralasan bila publik menebak-nebak apa yang mendorong wakilnya di DPR mengajukan hak interpelasi yang pada dasarnya sebagai wujud pembelaan terhadap koruptor. Apakah karena DPR mulai menyadari bahwa sepak-terjang Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat bersemangat menyeret satu per satu anggota DPR yang terindikasi terlibat kasus korupsi, sehingga khawatir suatu saat sepakan KPK akan menerjang diri mereka? Atau, apakah karena satu per satu kasus korupsi yang diungkap KPK akhir-akhir ini semakin membuka kemungkinan bahwa setiap anggota DPR terindikasi terlibat?
Namun, karena hak interpelasi DPR diakui secara konstitusi, tak ada yang dilanggar wakil rakyat bila mereka ingin mempergunakan haknya. Tapi, mempergunakan hak interpelasi untuk melindungi koruptor sama saja dengan melukai rasa keadilan publik konstituen. Sayangnya, inilah yang menjadi pilihan sebagian besar anggota DPR, yakni melukai rasa keadilan publik konstituennya.

Barisan pendukung hak interlepasi itu antara lain Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kita tahu, banyak kader dari partai-partai pendukung hak interpelasi itu merupakan pribadi-pribadi yang paling sering berteriak agar pemerintah mengatasi masalah korupsi. Bahkan, tidak sedikit dari kader-kader partai pendukung hak interpelasi itu yang menilai pemerintahan saat ini gagal mengatasi masalah korupsi.

Sebab itu, rencana pengajuan hak interpelasi DPR ini sekaligus juga membuktikan bahwa pemberantasan korupsi belum menjadi semangat nasional. Mereka yang teriakannya paling nyaring, ternyata hanya nyaring jika berkaitan dengan kepentingan orang lain. Giliran kepentingan pribadi dan golongannya mulai terancam, suaranya akan berhenti di tenggorokan.

Mestinya, mereka yang sangat lantang meneriakkan berantas korupsi, lantang juga menolak hak interpelasi DPR. Ini menunjukkan komitmen memberantas korupsi bukan hanya domain eksekutif, tetapi juga semangat nasionalisme baru dalam membebaskan negeri ini dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Pengajuan hak interpelasi DPR bisa disebut sebagai penyalahgunaan hak. Hak interpelasi baru tepat penggunaannya jika out put yang didapat untuk kemaslahatan publik, bukan untuk melindungi segelintir orang yang jelas-jelas merupakan terpidana kasus korupsi.

Kita tahu bahwa kejahatan korupsi harus disingkirkan dari muka bumi. Pelakunya mesti dienyahkan, karena membuat bangsa ini seperti jalan di tempat. Semakin lama negeri ini bukannya semakin membaik, justru semakin terperosok ke dalam jurang yang sama. Kemiskinan tak kunjung teratasi, karena dana-dana untuk mengatasi masalah kemiskinan habis dikuras para koruptor. Prestasi olah raga tak kunjung mampu membanggakan bangsa, karena dana untuk membangun wisma atlet saja dikorupsi.

Tak ada satu pun dinamika sosial masyarakat yang bergerak tanpa aliran dana dari APBN maupun APBD. Sangat pasti pula, tak satu pun dari dana yang mengalir itu tak dikorupsi. Akibatnya, dana-dana yang seharusnya untuk kepentingan rakyat dan kemajuan bersama, akhirnya tak mencukupi. Perencanaan-perencanaan pembangunan yang telah dibuat, tak menghasilkan out put sebagaimana diharapkan. Kemiskinan berkepanjangan, sehingga hak asasi rakyat untuk hidup sejahtera tidak terpenuhi.
***
Perlawanan para elite yang berpeluang terlibat kasus korupsi, sesungguhnya sudah diperkirakan jauh-jauh hari. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dari negeri ini-dan SBY tampaknya sangat kepayahan—publik merasakan bahwa komitmen itu akan berbenturan langsung dengan kepentingan-kepentingan elite, sehingga akan menghasilkan perlawanan yang setimpal. Perlawanan yang dilakukan dengan memanfaatkan celah-celah hukum yang ada, kemudian dipertegas dengan mengedepankan hak yang diakui dalam konstitusi nasional.

Namun demikian, perlawanan ini tidak seharusnya menyurutkan niat para penegak hukum. Komisi Pemberantasan Hukum (KPK) justru harus lebih serius, terutama dalam hal melakukan investigasi atas kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyelewengan anggaran negara di lingkungan para elite yang melakukan perlawanan. Seperti kata pepatah, kalau tak ada berada masakan tempua bersarang rendah. Artinya, jika tidak ada hal yang mengkhawatirkan para anggota DPR, mustahil mereka akan memanfaatkan hak interpelasi.

Kita pantas mencurigai bahwa partai-partai politik pendukung hak interpelasi atas program pengetatan remisi tahanan kasus korupsi, sesungguhnya pelaku-pelaku korupsi yang sedang was-was perbuatannya akan terbongkar. Ini bukan mustahil, terutama karena sebagian besar kasus korupsi yang terbongkat akhir-akhir ini, selalu saja melibatkan anggota DPR di dalamnya.(*)

Penulis adalah peneliti di
Matakata Institute

Sudah Mau Makan, Tak Lagi Muntah Cacing

Dua Kakak Beradik Penderita Bayi Gizi Buruk

MEDAN-Dua balita kakak beradik penderita gizi buruk Alif Sofian Rafsanjani (1 tahun 10 bulan) dan  Melinda (10 bulan) sudah mau makan.
Pengakuan ibu balita, Yulia, anaknya yang sebelumnya tak mau makan sudah mulai makan walaupun hanya sedikit.  “Setidaknya sudah makan karena sebelumnya tak mau makan,” katanya saat ditemui di Ruang Sakura V Kamar 509, RSU Imelda Medan.

Disebutkannya, dirinya sangat senang anaknya mengalami perubahan dan sudah mau makan.

“Saya senang karena anak saya sudah mengalami perubahan. Keinginan semua orangtua pasti sama anaknya mengalami perubahan saat kondisinya sakit,” jelasnya.

Dijelaskannya, dirinya juga senang karena dokter dan petugas medis dengan cepat menangani anaknya.

“Petugas langsung cepat menanganinya. Saya juga senang karena cacing yang keluar dari mulut anak saya sudah tak ada lagi,” bebernya.
Humas RSU Imelda Medan, dr Walman R menuturkan, sudah memberikan pengobatan kepada pasien agar mau makan.

“Kita ingin agar pasien ini cepat ditangani dan dengan begitu kondisi kedua anak ini bisa langsung naik berat badannya walaupun tidak naik secara drastis. Minimal naik 1 ons,” ujarnya.(jon)

Perekaman e-KTP Berakhir April

Perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang diberikan oleh pemerintah pusat secara nasional berakhir 30 April 2012. Bisakah Pemko Medan menyelesaikannya tepat waktu? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri.

 Apa yang harus dilakukan Pemko Medan?

Pemko Medan meminta kepada seluruh para camat agar bekerja keras dari sisa jumlah masyarakat yang belum terekam pelaksanakan wajib e-KTP. Sehingga batas waktu yang telah ditetentukan dapat terlaksana. Selain itu, para camat diminta punya inisiatif mencari solusi untuk megatasi permasalahan yang dihadapi. Kota Medan adalah barometer untuk itu mari layani masyarakat dengan baik dan semoga batas waktu yang diberikan oleh pemerintah pusat bisa kita laksanakan.

Dengan sisa waktu yang ada diminta kepada camat untuk bekerja keras, layani masyarakat dengan baik. Karena saya nilai camat belum maksimal melayani masyarakat meskipun sudah bekerja tetapi kurang melayani. Untuk operator jangan terlalu memaksankan dengan bekerja selama 24 jam. Tetapi buatlah aplusan.

Bagaimana dengan disdukcapil?
Kepada dinas kependudukan dan catatan sipil harus punya antisipasi ke depan dengan menganggarkan bila ada hal-hal yang timbul agar dapat segera diatasi dan tidak menunggu lagi. Misalnya seperti penambahan operator bila dibutuhkan. Disdukcapil harus sudah siap dengan anggaran yang ada. Dengan anggaran yang sudah dianggarakan harus dipakai bila yang dianggarkan tidak dipakai dipulangkan. Jadi tidak menunggu.

Apa yang menjadi kendala?
Dari hasil informasi Kepala Dinas Kependukan dan Catatan Sipil Kota Medan, kendala yang dihadapi adalah peralatan yang seharusnya ada 148 set unit peralatan hanya 80 set yang dapat beroperasi. Sedangkan dari 106 set tambahan hanya 51 set yang dapat dioperasikan. Begitu juga dengan 51 set pinjaman, hanya 13 set tidak bisa dioperasikan.

Berapa alat tiap kecamatan?
Untuk kecamatan rata-rata tersedia 4 set peralatan, namun di dalam operasinya masih terkendala dengan kerusakan yang ada dan kurangnya operator. Untuk itulah nantinya kepada kecamatan yang tinggal sedikit proses perekamannya dapat meminjamkan peralatannya kepada kecamatan yang masih banyak proses perekamannya.

Bagaimana dengan masyarakat?
Masalah sisa jumlah yang belum terekam selain warga masih menunggu giliran juga ada warga wajib KTP yang tidak berada di tempat yang tidak jelas keberadaannya. Pindah ke alamat lain, punya KK tapi tidak masuk database. Lama tinggal di Kota Medan tapi tidak memiliki KK, meninggal dan lain sebagainya. Sekali lagi kepada camat diminta untuk mendata dan menginventarisasi data warga di luar yang sedang menunggu perekaman e-KTP untuk segera dimasukkan ke data base dan dikirim ke pusat.(*)

140 Siswa Ikuti Try Out

MEDAN-Sekitar 140 siswa SMP-MTS sederajat, menghadiri pelaksanaan try out Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan Madrasah Aliyah Swasta (MAS)  Miftahussalam, Minggu (11/3) pagi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB itu diikuti sedikitnya 24 sekolah  tingkat MTS-SMP di Kota Medann
Prof DR Abdul Mukti MA, selaku Divisi Pendidikan Yayasan Miftahussalam saat menyampaikan pengarahan di depan seluruh peserta UN mengaku, kegiatan UN ini diselenggarakan selain menjadi forum silaturahmi, juga bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri, sejauh mana pengetahuan siswa menguasai bidang studi yang di UN-kan.

“Siswa tidak bisa lagi berharap adanya bantuan penyelesaian soal dari guru, pengawas maupun teman sekolahnya. Sehingga dengan seringnya siswa, khususnya SMP sederajat,mengikuti try out UN akan meningkatkan kepercayaan dirinya agar bisa menyelesaikan soal yang diberikan,”ujarnya.
Dia juga mengatakan, siswa yang mengikuti UN ini nantinya juga akan mendapatkan penambahan ilmu dan pengalaman agat tidak canggung untuk mengikuti pelaksanaan UN yang berlangsung dalam waktu dekat ini.

Pelaksanaan UN ini juga, sambungnya, diharapkan mampu memberikan hasil kelulusan yang memuaskan.

Yakni  ditargetkan untuk seluruh peserta bisa meraih kelulusan 100 persen, dengan standar nilai yang memuaskan.
“Karena itu, mulai sekarang siswa harus memahami dan memprioritaskan pendidikan untuk sebuah kemajuan,”ucapnya.

Karena sesuai UU nomor 20, kini madrasah memiliki kesamaan dan kesetaraan dengan sekolah umum. Sehingga tidak perlu lagi membedakan madrasah dengan sekolah umum lainnya, karena standarisasi kualitas yang telah disamakan dengan sekolah umum.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala MAS Miftahussalam, Jamaluddin SPd, menegaskan, untuk kegiatan UN ini diharapkan bisa menunjukkan jika madrasah dan sekolah umum tidak lagi ada perbedaan. Baik dari segi kualitas maupun kuantitas nilai.

“Selain kita ingin memperkenalkan lebih luas tentang madrasah, kita juga ingin menegaskan jika saat ini tidak ada lagi perrbedaan antara madrasah dan sekolah umum terutama tingkat SMP sederajat,”sebutnya.

Kegiatan UN tersebut berlangsung sekita 2 jam, dengan menyelesaikan sekitar 100 soal dari tiga mata pelajaran yang di UN-kan yakni Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Kegiatan itu juga dilaksanakan tanpa ada dikenakan biaya dan berlangsung di sembilan kelas yang diawasi langsung oleh guru sekolah tersebut.
“Bahkan untuk 10 peserta terbaik akan mendapatkan penghargaan dari pihak sekolah dan hasilnya akan kita kirimkan ke seluruh sekolah yang menjadi peserta,”bilang Jamal.

Seperti diketahui, Yayasan Miftahussalam sebagai pelaksana UN, mengasuh beberapa unit pendidikan yakni madrasah diniyah wustha, madrasah tsanawiyah, madrasah Aliyah, SMP, SMA dan SMK TIK. (uma)