28 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 13853

Bawa 200 Wisatawan Asing

Kapal Pesiar Amerika Sandar di Belawan

MEDAN-Pemko Medan melalui Disbudpar menyambut 200 wisatawan mancanegara (wisman) dari Amerika, Inggris, Australia dan negara lain di Asia yang turun dari kapal pesiar Seabourn Legend Bahamas Amerika, di terminal kedatangan pelabuhan Internasional Belawan, Kamis (1/3) siang.

Penyambutan merupakan kedua kalinya dengan menampilkan tarian tradisional Tepak Sirih dari Sumatera Etnich. Sebelumnya,  Sabtu (25/2) di pelabuhan Internasional Belawan Medan sebanyak 202 orang wisman asal Australia, Belgia, Kanada, Swiss, China, Jerman, Denmark, Ekuator, Prancis, Inggris, Jepang, Belanda, Norwegia, Filipina, Swedia, Thailand dan Amerika menggunakan kapal pesiar Seabourn Pride Bahamas Amerika disambut dengan meriah oleh tarian tradisional persembahan selamat datang dari Disbudpar Kota Medan.

“Dengan bekerjasama dengan pihak stakeholder pariwisata di Kota Medan seperti pihak travel untuk lebih mempromosikan Kota Medan dan Visit Medan Years 2012. Salah satunya dengan kedatangan wisman dari kapal pesiar ini untuk city tour di Kota Medan. Ini program kita untuk lebih mengenalkan Medan pada wisatawan asing. Promosi kita tentang Medan tidak terbatas hanya pada orang per orang , tapi bagaimana agar sebuah negara di luar dapat lebih mengetahui,” kata Kadisbudpar Kota Medan, Busral Manan.(adl)

Polisi Endus Identitas Pelaku

Rektorat UMSU Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Mahasiswa

MEDAN-Polisi terus memeriksa saksi-saksi tewasnya mahasiswa Fakultas Pertanian UMSU, Ferdi Adinata Hasibuan (19). Polisi kembali akan memanggil dua orang lagi saksi untuk dimintai keterangan.

Dari hasil keterangan saksi-saksi polisi sudah mengendus identitas pelaku. Kanit Reskrim Polsekta Percut Seituan, AKP Faidir Chan mengatakan pihak sudah mengindentifikasi pelaku pembunuhan dari keterangan saksi yang dimintai keterangan.

Faidir mengaku polisi akan memanggil dua orang saksi  lagi untuk dimintai keterangannya untuk memperkuat identitas pelaku. Saat disinggung bagaimana hasil otopsi dari rumah, Faidir mengaku belum menerima hasilnya.

Sementara Pihak Rektorat UMSU siap mendamping keluarga korban dalam proses hukum. Humas UMSU, Anuar Bakti mengaku akan mempersiapkan seorang pengacara darai Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UMSU dan mendampingi keluarga selama proses hukum berjalan.
Dia meminta kepada polisi secepatnya membekuk pelaku pembunuhan mahasiswa yang berasal dari Huta Pasir Ulok Tano, Kabupaten Padang Lawas (Palas) itu.

Anuar Bakti mengatakan UMSU melalui Dekan Fakultas Pertanian UMSU akan mendatangi keluarga korban untuk membicarakan pendampingan hukum yang disiap UMSU.

Seperti diketahui, jenazah Ferdi Adinata Hasibuan (19) Mahasiswa Jurusan Argobisnis Fakultas Pertanian UMSUditemukan warga di parit dekat Pos Sekretariat Pemuda Pancasila (PP) dekat lapangan bola, Jalan Meteorologi Medan, Selasa(28/2) malam.(gus)

Dua Provokator Ditahan, 1 Dipulangkan

Terkait Pembakaran Warga di Kutalimbaru

MEDAN- Terkait pengeroyokan dan pembakaran warga di Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, petugas terus memburu pelaku.
Informasi diperoleh di Mapoldasu dan Mapolresta Medan, sedikitnya 13 warga Kutalimbaru sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut, beberapa diantaranya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Adapun yang ditetapkan menjadi tersangka yaitu Erwin, warga Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, yang diamankan petugas Rabu (29/2) dan Edi Suranta Ginting (40) warga Lau Bekeri diamankan petugas, Kamis (1/3).

Erwin ditahan karena teridentifikasi sebagai provokator dalam aksi pembakaran warga beberapa hari lalu.
Dia (Erwin, red) sebelumnya diamankan bersama Kelana, yang disebut-sebut orang pertama yang meneriaki maling terhadap kedua korban dan tiga temannya.

Kronologis kejadian menyebutkan, peristiwa sadis ini berawal saat kedua korban bersama Brigadir Albertus Zebua, Bambang Irwanto dan Moses Minardo Purba pergi ke Kecamatan Kutalimbaru mengendarai mobil kijang inova, dengan dalih menyelidiki seorang bandar togel bernama Kelana.
Tepat di salah satu warung di Kecamatan Kutalimbaru, Albertus Zebua melihat Kelana sedang duduk. Oleh kedua  korban bersama Bambang Irawanto, turun dari mobil  mendekati Kelana dan merampas Hp Kelana. Seketika itu, Kelana berteriak maling hingga mengundang perhatian warga yang akhirnya mengamuk dan mengejar Albertus Zebua CS yang mencoba kabur dengan mengendarai mobil.

Namun ditengah jalan, mobil mereka dihadang dan petaka pun terjadi. Ricardo Jefri Sitorus dan M Siregar tewas secara mengenaskan setelah warga membakar mobil dan kedua korban. Tapi belakangan, Kelana dipulangkan petugas kerena tak terbukti melakukan pembakaran dan provokator.
Salah seoang petinggi kepolisian di Mapolresta Medan yang minta namanya tak disebutkan mengatakan, Kelana tidak  termasuk provokator atas peristiwa sadis tersebut. Karena Kelana teriak maling secara spontanitas saat selulernya diambil Ricardo Jeferi Sitorus. “Yang termasuk provokator orang berteriak hajar, bunuh-bunuh atau yang menyebutkan bakar-bakar,” ujar petugas polisi tersebut, seraya mengatakan pihak kepolisian masih memburu orang-orang yang terekam kamera warga.

Terpisah, Kapolsek Kutalimbaru AKP Robinson Surbakti SH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan Edi, namun menurut Kapolsek penanganan kasus tersebut seluruhnya di Mapolresta Medan.

Kasubdit II Tindak Pidana Umum Poldasu AKBP Andre Stiawan yang dikonfirmasi Sumut Pos membenarkan Erwin telah ditahan. “Erwin sudah ditahan, tapi jangan saya. Yang nangani Polresta Medan,” kata Andre singkat.

Sementara itu, Edi Suranta Ginting (40), diringkus polisi Kamis (1/3) sekira pukul 12.00 WIB dan langsung diboyong ke Mapolresta Medan.
Informasi yang dihimpun, Edi ditangkap saat menjaga warungnya. Namun, menurut istrinya Elli Rosnita Br Purba (38), Edi tak melakukan penganiyaan seperti yang dituduhkan polisi.

Pengakuan Elli, malam itu dirinya tengah mengisi bahan bakar sepeda motor dan suaminya menelpon paman mereka. Lalu, tiba-tiba ada orang mengejar mobil dan mereka meneriaki maling. Elli pun memberitahukan kepada suami. “Aku ajak suami ku untuk melihatnya, saat kami pergi kami boncengan naik sepeda motor. Sesampainya di Simpang Lonceng, suami ku mengarahkan lampu sepeda motornya ke orang yang ditangkap warga itu,” ujar ibu tiga anak ini.

Sementara itu, S Sitorus, orangtua Ricardo Jefri Sitorus, warga Jalan Perkutut, Gang Setuju, Medan, mendatangi Mapolresta Medan.
Kedatangan orangtua korban ke kantor polisi, mempertanyakan perkembangan kasus penganiyaan dan pembakaran yang mewaskan anak kandungnya itu.

Wakapolresta Medan, AKBP Prayoto menyampaikan rasa bela sungkawanya dan mengatakan kasus tersebut tengah ditangani anggotanya.
“Kasus ini sudah kita dalami dan sudah ada beberapa orang yang ditangkap,” ujar Prayoto. (mag-5/gus)

Truk Pengangkut Material Kualanamu Dihadang Warga

LUBUKPAKAM- Kesal menunggu rencana perbaikan jalan yang menghubungkan Kecamatan Lubukpakam-Beringin-Pantai Labu tak kunjung terealisasi, puluhan warga Desa Skip, Kecamatan Lubukpakam menghadang truk-truk pengangkut material menuju Bandara Kualanamu, Kamis (1/3). Akibatnya, antrean panjang terjadi di ruas Jalan Desa Skip.

“Kami sudah terlalu lama menunggu janji pemerintah, tapi sampai kini belum ada perbaikan sama sekali,” kata warga.
Menurut warga, kerusakan jalan sepanjang 10 kilometer ini sudah terjadi sepuluh tahun lebih, tapi belum tersentuh perbaikan.
Setelah hampir satu jam melakukan penghadangan, aksi warga dibubarkan aparat keamanan. Pembubaran itu dilakukan aparat karena tidak ada izin berunjuk rasa.(btr)

Pantau Sampah di Pinggiran Sungai Deli

MEDAN- Lurah Sukaraja Kecamatan Medan Maimun, Eko Hartadi, S.STP, M.AP bersama kepala lingkungan (Kepling) turun meninjau tumpukan sampah di pinggiran aliran Sungai Deli, Gang Alfalah, Lingkungan V, Kelurahan Sukaraja Kecamatan Medan Maimun dan Pasar Pagi di Jalan Warna Lingkungan VI, Kamis (1/3) pukul 12.00 WIB.

Lurah menyesalkan tumpukan sampah yang berserakan di pinggiran Sungai Deli itu. Selain  mencemari sungai, sampah-sampah itu menjadi sarang nyamuk.

“Sebelumnya kita pernah membersihkan sampah di pinggiran sungai itu, tapi sampah sampah itu muncul lagi,” kata Eko.

Lurah Sukaraja ini mengaku telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang tempat, termasuk membuang ke pinggiran Sungai Deli. Namun masyarakat masih saja membandel. “Sudah capek pihak kelurahan beserta Kepling memperingati warga untuk tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke pinggiran Sungai Deli.tapi warga masih saja tetap  membuangnya ke tempat itu,” kesalnya.

Melihat kondisi ini, Eko  akan membertindak tegas. Seperti dikatakannya, bahwa mereka tidak akan segan-segan mengembalikan sampah warga jika tertangkap basah membuang sampah sembarang tempat.  “Kami akan mengembalikan sampah itu kepada warga jika masih ada membandel membuang sampah sembarangan, setelah kami mengembalikannya kami menyuruhnya membuang ke tong sampah,” tegasnya.

Eko tetap berharap kepada warganya untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya.
“Untuk mewujudkan kelestarian, keindahan lingkungan harus bekerjasama. Tanpa,ada kerjasama tidak akan terwujud keindahan lingkungan,” serunya.
Disamping itu, Eko menjelaskan bahwa kawasan Pasar Pagi di Jalan Warna Lingkungan VI,tidak terlalu ada tumpukan sampah. “Kalau di kawasan Pajak Pagi, kita selalu mengangkut sampah mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 wib dengan menggunakan dorongan kereta sampah,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, Edi Sugianto Kepala Lingkungan V. Kata Edi tumpukan sampah itu akan segera mereka bersihkan bersama warga lingkungan setempat.

“Kemungkinan dalam waktu dekat ini kita segara melakukan pembersihan tumpukan sampah itu,”kata Edi.(omi)

Kanit Jahtanras Kena Bacok

LUBUKPAKAM- Naas dialami Sayuti (46), warga Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Deliserdang. Pasalnya, saat hendak melerai pertengkaran, dia malah tewas ditikam Abdi Tarigan (26), warga Desa Limau Mungkur, Kecamatan STM Hilir di Jalan Desa Tadukan Raga, Rabu (29/2) petang pukul 18.30 WIB.

Selain Sayuti, Abdi Tarigan juga menikam Alex (25), rekan Sayuti, sehingga mengalami luka di bagian pinggul kiri dan kini dirawat di RSU Grand Medistra Lubukpakam.

Peristiwa ini berawal ketika Abdi Tarigan mengendarai sepeda motor Jupiter Z BK 6466 AAS menuju rumahnya. Namun ketika tiba di lokasi, dari arah berlawanan beca bermotor yang dikendarai Ruslan menyeberang hendak masuk ke pekarangan rumahnya.

Kondisi itu membuat Abdi berang, karena sepeda motornya nyaris menabrak betor Ruslan. Akibatnya, terjadi perdebatan antara Abdi dan Ruslan. Mendengar suara ribut, Alex adik ipar Ruslan mendatangi keduanya, namun perdebatan semakin panas.

Melihat itu, Sayuti datang hendak merelai. Diduga terpojok, tersangka Abdi mencabut pisau dan menebaskannya ke pinggang Alex hingga terluka.
Melihat korban terluka, Abdi berusaha kabur. Namun karena warga telah berkerumun, Abdi menabrak sepeda motor warga yang sedang parkir dan terjatuh. Melihat Abdi terjatuh, Sayuti mendekatinya, namun Abdi langsung menikam dada kiri Sayuti. Meski begitu, Sayuti mencoba mengejar Abdi, akhirnya dia kehabisan darah dan meninggal dunia saat hendak dilarikan ke rumah sakit.

Sementara warga yang marah mengepung rumah warga, tempat persembunyian Abdi. Tak berapa lama, petugas kepolisian tiba dilokasi. Ketika tersangka hendak diamankan ke mobil Dalmas Polres Deliserdang, ratusan warga terus menyerang hingga Kanit Jahtanras Ipda Saut Simarmata mengalami luka bacok di kepala sebelah kiri, dan Aipda Lasang Sinaga mengalami luka bacok di kaki kiri.(btr)

Ketua Sinode GBI Letakkan Batu Pertama

Pembangunan Kampus Seminari Bethel Medan

MEDAN-Pendidikan moral dan akhlak merupakan hal utama bagi bangsa dan negeri. Karena itu pemerintah selalu menggalakkan pendidikan pada anak usia dini (PAUD). Berarti pendidikan itu bukan saja untuk mentalnya manusia tapi moralnya pun perlu dibina.

Hal ini disampaikan Ketua Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pdt DR Jacob Nahuway MA seusai peletakan batu pertama gedung kampus Seminari Bethel Medan (SBM) di Desa Durin Jangak Tanjung Anom Kecamatan Pancurbatu, Rabu (29/2) lalu.

“Dalam hidup sekarang ini, kita melihat bangsa dan negara kita akan terpuruk karena moral yang kurang bisa dipertanggungjawabkan mulai dari MPR, DPR sampai kepada rakyat biasa di lingkungan paling bawah,”kata Pdt Jacob.

Dia juga mengatakan kehadirannya sebagai ketua sinode pada peletakan batu pertama pembangunan STT Bethel Medan ini merupakan bagian seminar Bethel Jakarta yang tujuannya sama untuk mendidik hamba-hamba Tuhan yang akan menjadi moral dari pada anak-anak bangsa ke depan dari negeri ini.
Dikatakannya juga, GBI banyak sekali di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Ada sekitar 5.511 GBI yang tersebar di seluruh dunia seperti Selandiabaru, Australia, Singapura, Darusalam, Philipina, Hongkong, China, Jerman, Itali, Yunani, Belgia dan Amerika.

Artinya, GBI ini tersebar dimana-mana. Khususnya GBI adalah gereja  nasional yang diakui oleh pemerintah yaitu PGLLI, PGPI dan PGI. Selain itu GBI juga ikut terlibat dalam membangun bangsa dan negeri itu, sebabnya GBI juga mendukung pemerintah dan Pancasila serta UUD 1945. Yang artinya hidup 4 pilar berbangsa dan bernegara merupakan azas yang diterima GBI dan dicantumkan dalam tata gereja.
Makanya kita sadar kalau GBI tidak boleh gereja suku tapi semua gereja anak bangsa karena Indonesia ini majemuk. Pembangunan kampus Seminari Bethel Medan ditargetkan siap dalam dua tahun. Luasnya sekitar 13 ribu meter dengan fasilitas asrama, ruangan dosen, ruang kuliah dan aula yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Dikatakan Jacob, Sumut harus aman dan bersikap serta menyadari kalau negeri ini bukan punya agama tertentu, tapi punya anak bangsa. “Jadi harus memberikan keluasan kepada gereja,” katanya.
Sementara Drs Arnold Hutasoit MBA selaku tokoh pendidikan mengatakan, pihaknya bukan hanya membantu membangun umat Kristen tapi  agama lain.(*/uma)

Relawan PKS Binjai Pulang Jalan Kaki

BINJAI-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali membuktikan konsistensinya dalam melayani masyarakat. Hal ini terbukti dengan diberangkatkannya puluhan kader PKS Binjai mengikuti palatihan relawan bencana alam.

Pelepasan pemberangkatan dilakukan oleh Ketua Bidang Kaderisasi DPD PKS Binjai Dodik Marwanto Spt di pelataran Masjid An Nur Binjai Kota, kemarin.
Dalam Pidatonya , pria yang berdomisili di Binjai Selatan tersebut mengatakan pelatihan yang bertemakan “ Relawan PKS Siaga Bencana “ ini akan di laksanakan selama 3 hari ( 24-26/2) di Hutan Tambunan Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat. Mantan anggota DPRD periode 2004-2009 ini juga berpesan kepada peserta agar selalu sabar dan semangat mengikuti setiap rangkaian acara.

“ Saya sangat berharap keapada seluruh peserta agar selalu sabar dan semangat mengikuti setiap rangkaian acara  dan saya doakan semoga Allah melindungki kita semua ujarnya yang kemudian di aminkan oleh peserta yang berbaris rapi dihadapannya, selain itu pria yang kental dengan logat jawanya ini juga menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bukti bahwa slogan PKS dalam melayani umat bukan omong kosong belaka bilangnya
Di temui di tempat yang sama , Dedi Arianto Sp, ketua Panitia kegiatan mengaku, Peserta akan di berangkatkan dengan beberapa mobil sampai kelokasi acara kemudian selama acara berlangsung peserta akan di berikan berbagai macam keterampilan antara lain baris berbaris, tali temali, membuat tandu darurat, menyanyikan Nasyid Islami, tim work, memasak, teknik bertahan hidup di hutan, out bond , P3M (Pertolongan Pertama Pada Musibah), renang dan lainnya.

Pria berbadan tegap ini  juga menambahkan untuk memperkuat fisik dan mental calon relawan, seluruh peserta akan pulang berjalan kaki dari Kecamatan Salapian sampai Lapangan Binjai. Begitu peserta sampai di Lapangan Binjai ketua DPD PKS Binjai , Irvantra Padang MA  akan menyematkan sal identitas relawan PKS ke bahu seluruh peserta yang artinya seluruh peserta telah resmi menjadi tim relawan PKS Kota Binjai. (dan)

Musdaprov Mapancas Ajang Pengembangan Organisasi

MEDAN-Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kabupaten Asahan, Ahmad Khairuddin mengajak para pimpinan DPD Mapancas di Sumut, agar menyukseskan Musyawarah Daerah Provinsi (Musdaprov) Mapancas Sumut yang digelar pada 31 Maret hingga 1 April 2012 mendatang.

Untuk itu, para pimpinan DPD Mapancas se Sumut agar bersatu dan berganteng tangan, menjadikan Musdaprovsu Mapancas Sumut sebagai ajang pengembangan organisasi Mapancas di Sumut.

“Mari kita sukseskan Musdaprov Mapancas Sumut menjadi arena musyawarah yang benar-benar demokratis dan menghasilkan figur pemimpin Mapancas Sumut ke depan yang lebih diyakini mampu mengembangkan Mapancas hingga diseluruh kabupaten dan kota di Sumut,” kata Ahmad Khairuddin kepada wartawan di Medan, Kamis (1/3).

Ahmad Khairuddin juga menyatakan, para pengurus dan pimpinan DPD Mapancas se Sumut hendaknya menjadikan arena Musdaprovsu sebagai ajang pebelajaran berdemokrasi secara organisatoris dalam mengembangkan konsolidasi di daerah.

Untuk itu, para pimpinan DPD Mapancas di Sumut, agar menjadikan Musdaprov Mapancas Sumut sebagai momentum kebangkitan Mapancas di tengah-tengah masyarakat Sumut khususnya di kalangan OKP di Sumut.

“Mari jadikan Musdaprov Mapancas Sumut sebagai momentum awal melakukan perubahan Mapancas  yang sudah memiliki nama baik di kalangan masyarakat khususnya OKP, kedepannya menjadi organisasi yang mampu setara bahkan disegani di kalangan OKP di Sumut,” katanya.
Untuk itu Ahmad Khairuddin juga menyatakan, perlunya mensukseskan Musdaprov Mapancas SUmut sebagai ajang pengembangan organisasi di Sumut yang selama ini dinahkodai bung Dani Iskandar, nantinya mampu menghasilkan sosok dan figur Ketua Mapancas Sumut yang diyakini bisa meningkatkan keyajaan dan pengembangan Mapancas Sumut ke depan hingga di seluruh kabupaten dan kota di Sumut.

Untuk itu, Ahmad Khairuddin menyatakan, dirinya jika diamanahkan dan direkomendasikan para pimpinan DPD Mapancas se Sumut akan senantiasa siap dan semaksimal mungkin menahkodai Mapancas Sumut pascakepemimpinan bung Dani Iskandar.

“Jika diamanahkan pimpinan atau Ketua DPD Mapancas se Sumut khususnya direstui abangda Dani Iskandar, saya akan senantiasa siap membesarkan Mapancas Sumut kedepannya lebih baik lagi.Untuk itu, saya mengajak para pimpinan Mapancas kabupaten dan kota di Sumut, agar bersama-sama bergantengan tangan bersama saya dalam membesarkan dan mengembangkan Mapancas di Sumut,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad Khairuddin juga menyatakan, jika dirinya mendapat restu Ketua DPD Mapancas Sumut, DPP hingga DPD Mapancas Kabupaten dan Kota di Sumut, dirinya akan menjadikan Mapancas Sumut menjadi organisasi yang disegani di lingkungan OKP maupun pemerintahan.
“Jika diamanahkan memimpin Mapancas Sumut nantinya di arena Musdaprovsu Mapancas Sumut, maka saya akan semaksimal mungkin menjadikan organisasi ini yang terbaik,” tuturnya. (ade)

Dinas P dan P Mengaku Sudah Dapat Izin

Dugaan Pemalsuan Buku LKS

BINJAI- Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kota Binjai Dwi Anang Wibowo membantah adanya dugaan pemalsuan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh Pemko Binjai dan Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Menurut dia, pencetakan buku LKS sudah mendapatkan izin dari PT Adi Perkasa selaku penerbit buku tersebut.

Hal ini diungkapkan Dwi Anang Wibowo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Kota Binjai di gedung dewan, Kamis (1/3). Selain Dwi Anang, pertemuan itu juga dihadiri Skeretari Dinas P dan P Ismail Ginting dan dihadiri sejumlah anggota Komisi C. Sementara, pertemuan itu langsung dipimpin Ketua Komisi C DPRD Binjai, Arjuli Indrawan.

Dwi Anang Wibowo menjelaskan, buku LKS yang dicetak Pemko Binjai dan tim MGMP sudah sesuai prosedur. “Itu sudah sesuai prosedur. Sebab, pencetakan buku itu sudah mendapatkan izin dari PT Adi Perkasa selaku penerbit buku tersebut,” kata Anang.

Namun, ketika diminta untuk memperlihatkan surat izin tersebut, Anang tidak dapat memperlihatkan kepada Komisi C DPRD Binjai. “Yang jelas surat izin itu ada. Dan masih ada pada mereka (PT Adi Perkasa, Red). Dalam waktu dekat ini akan kami perlihatkan,” ucap Anang berkilah.

Meski pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan, tetapi Anang seakan terus berkilah dan membantah dengan dugaan pemalsuan buku LKS tersebut.
Usai rapat, kepada wartawan, Dwi Anang juga membantah kalau surat izin PT Adi Perkasa itu dibuat atau dikeluarkan setelah munculnya dugaan kasus pemalsuan buku tersebut. “Sebelum buku LKS itu kami cetak pun surat izinnya sudah ada,” bantah Anang.(dan)