Home Blog Page 1386

Karantina Belawan Pantau Lalulintas Hewan di Sibolga dan Nias

PANTAU: Kepala Karantina Pertanian Belawan, Lenny Hartati ketika memantau lalulintas komoditas pertanian dan ternak diwilayah kerja lainnya di Pulau Nias. IKSAN/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan kesehatan dan keamanan hewan yang dilalulintaskan, Karantina Pertanian Belawan, melakukan monitoring pengawasan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Demikian disampaikan Kepala Karantina Pertanian Belawan Lenny Hartati Harahap kepada Sumut Pos. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan pemasukan dan pengeluaran yang didampingi dokter hewan Karantina (DHK) terhadap 75 ekor babi potong dengan tujuan Gunung Sitoli.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, babi potong yang dilalulintaskan sehat, bebas dari penyakit flu babi Afrika (Afrika Swine Flu, ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dibuktikan dengan sertifikat veteriner dan dokumen pendukung lain yg dipersyaratkan, “ ujar Lenny.

Dikatakan Lenny, saat ini para pengguna jasa yang melalulintas komoditas pertanian dan ternak di wilayah kerjanya sudah mulai patuh untuk lapor Karantina. Salah satunya, PT MFS yang telah melaporkan hewan ternaknya dan kelengkapan dokumen.

Selain ikut pemeriksaan di lapangan, pihaknya juga melanjutkan sosialisasi kekarantinaan kepada instansi terkait dengan memperkenalkan Karantina Pertanian.

Selain ke instansi terkait, pengguna jasa dan pemangku kebijakan lainnya, khususnya terkait Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta Permentan 17 Nomor 2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalulintas Hewan, Produk Hewan Pembawa Penyakit Hewan lainnya. (mag-1/han)

Melenial Fest Jadi Kegiatan Tahunan Kota Tebingtinggi

MALAM PUNCAK: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika membuka malam puncak Milenial Fest dalam rangka HUT ke-106 Pemko Tebingtinggi dan HUT ke-77 Bhayangkara di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Malam puncak milenial fest dalam rangka HUT ke-106 Kota Tebingtinggi dan Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023 yang dipusatkan di halaman gedung Balai Kota Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Sabtu (1/7) malam, berlangsung sukses dan meriah.

Berbagai acara turut ditampilkan dalam kegiatan malam puncak Hut Kota Tebingtinggi sebagai bentuk ikon milenial Kota Tebingtnggi dari bazar UMKM, pantomim, fashion show, talent show dari artis lokal band Leamcide, Band Mahameru, stand-up comedy Joel Purba dan berbagai kegiatan hiburan lainnya.

Mulai dari ASN hingga masyarakat umum turut memadati halaman gedung Balai Kota Tebingginggi untuk menikmati berbagai rangkaian kegiatan pada malam puncak Milenialfest dalam rangka HUT ke-106 Kota Tebingtinggi dan Hari Bhayangkara ke-77.

Pj Wali Kota Tebingtinggi Drs Syarmadani mengaku bangga karena pasca pandemi Covid-19, Kota Tebingtinggi bisa bangkit dan lebih baik. “Harapan kita benar-benar bisa mewujudkan kebangkitan kita, songsong masa depan Kota Tebingtinggi,” ujar Syarmadani.

Menjelang masa Pemilu dan Pilkada, Syarmadani meminta kepada semua elemen masyarakat untuk mendukung Kota Tebingtinggi agar tetap kompak menjaga kondusifitas Kota Tebingtinggi.

“Menunjukkan kita dewasa dalam bermasyarakat, dewasa dalam berpolitik. Mari kita bersemangat, mari kita bersama berdoa dan bersama berjuang mewujudkan Kota Tebingtinggi lebih baik,” pintanya.

Sementara, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution mengungkapkan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak. Menurutnya, acara Milenial Fest ini sangat istimewa. Sebab menurutnya, kaum millenial di Kota Tebingtinggi dapat menjadi potensi positif bagi perkembangan dan pembangunan Kota Tebingtinggi jika ditangani dengan baik

“Seperti kita ketahui, kaum milenial 60 persen di Kota ini, ini bisa menjadi potensi atau masalah kalau tak serius ditangani. Kiranya kaum milenial bisa memberi yang terbaik bagi Kota Tebingtinggi. Semoga festival ini menjadi agenda berlanjutan,” bilang Basyaruddin.

Sebelumnya, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian menyampaikan bahwa kegiatan milenial fest sebagai wadah inovatif dan mendukung kreatifitas anak muda. “Pada kesempatan kali ini, atas arahan bapak Pj Wali Kota, kegiatan milenial fest ini selain untuk memajukan pemuda di Kota Tebingtinggi, juga kiranya bisa mengurangi inflasi untuk Kota Tebingtinggi,” ujarnya.

Harapan turut disematkan Kadis Kominfo agar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin Pemko Tebingtinggi. “Kami harap kegiatan ini dapat menjadi kegiatan rutin pemko Tebingtinggi. Karena ini adalah momen yang baik untuk membangun ekonomi kreatif Kota Tebingtinggi,” harap Dedi.

Sebagai informasi, kegiatan memeriahkan HUT ke-106 Kota Tebingtinggi juga masih akan berlanjut pada Minggu (2/7), dimana Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Sosial akan melaksanakan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan dengan penyerahan bantuan kursi roda kepada keluarga kurang mampu.

pada Selasa (4/7), Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Damkar dan Penyelamatan menggelar bakti sosial donor darah dan sosialisasi, simulasi proteksi kebakaran bangunan dan gedung dan terbuka untuk masyarakat umum. (ian/han)

Dinas PKPP Dairi Perluas Budidaya Bawang Merah Batu Ijo

TANAM PERDANA: Dinas PKPP Kabupaten Dairi saat melakukan tanam per­-dana komo­diti bawang merah varitas batu ijo pada lahan percon­tohan Poktan Makmur di Desa Juman­tuang, Keca­-matan Siem­-pat Nempu.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKPP) Kabupaten Dairi, memperluas budidaya bawang merah varietas batu ijo di Desa Jumantuang, Kecamatan Siempat Nempu.

Tanam perdana dilakukan di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Makmur, 27 Juni 2023 lalu. Diketahui, penanaman bawang merah merupakan upaya pemerintah setempat dalam mewujudkan agri unggul.

Pada kesempatan tersebut, Dinas PKPP Dairi mengapresiasi para petani yang bergabung di Poktan Makmur, karena bersedia serta bersemangat dalam membudidaya khususnya komoditas bawang merah batu ijo.

Apresiasi itu disampaikan Kepala Dinas PKPP Kabuapten Dairi Robot Simanullang, melalui Sekretaris Rosianti Pasaribu, didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Edwin Nababan, saat menyampaikan sambutan dalam tanam perdana tersebut.

Menurut Rosianti, menyiapkan lahan demonstration plot (demplot), tidak mudah jika tidak ada kebersamaan di antara petani.

“Semoga program ini berhasil,” ungkap Rosianti.

Lebih lanjut Rosianti mengatakan, usai panen, petani diimbau untuk menyisihkan untuk bibit.

“Dan bangun lagi kemandirian poktan ini, agar makin berhasil dan berkembang,” imbaunya.

Dia pun meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), optimal memberikan pendampingan kepada petani. Sehingga budidaya bawang merah bisa berhasil sesuai yang diharapkan untuk meningkatkan ekonomi petani.

Mewakili Poltan Makmur, Yanti Tambunan menyampaikan terima kasih kepada Dinas PKPP Kabupaten Dairi yang telah menyalurkan bibit bawang merah batu ijo sebanyak 500 kilogram, serta mulsa.

“Bawang merah bukan komoditi unggulan di sini. Untuk itu, kami para petani berharap pendampingan serius dari PPL, agar mendapatkan hasil panen maksimal,” harapnya.

Kegiatan tanam perdana ini, dihadiri Kepala Desa Jumantuang, Bontor Sianturi, serta 25 kepala keluarga selaku anggota Poktan Makmur. (rud/saz)

Viral Video Imam Perempuan di Langkat, MUI Dalami Ajarannya

MINTA MAAF: Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat, Sunaryo alias Mas Karyo (2 kanan), saat menyampaikan permintaan maaf.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Beredar dan viral di media sosial (medsos) video yang menampilkan seorang perempuan jadi imam salat dengan makmum pria. Terungkap video tersebut terjadi di Padepokan Sendang Sejagat, Desa Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Sontak hal ini menggegerkan masyarakat dan menyita perhatian Polres Langkat, hingga jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Karena itu, MUI Kabupaten Langkat melakukan pemanggilan terhadap Pimpinan Padepokan Sendang Se­jagat, Minggu (2/7).

Menurut Ketua MUI Kabupaten Langkat, Zulkifli Ahmad Dian, pemanggilan terhadap Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat atas nama Sunaryo alias Mas Karyo, guna di­mintai keterangan lebih lanjut, terkait aktivitas mereka di sana. Ini dilakukan buntut video yang beredar, viral di jagad dunia maya. Ditambah lagi, video tersebut telah membuat resah masyarakat.

“Kami dapat berita pada Jumat (30/6) lalu. Saya bersama kawan-kawan MUI Langkat berkoordinasi dengan pihak terkait, dan pengurus MUI kecamatan serta camat, polsek, babinsa, karena kejadiannya di Secanggang. Dan kami sudah mendatangi tempat mereka membuat kegiatan,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli juga mengatakan, ketera­ngan juga diambil untuk mendalami terkait jumlah pengikut padepokan tersebut. Termasuk proses pembuatan video menjadi konten mereka di YouTube.

“Pengikutnya, masih didalami. Kalau yang kami lihat, dalam petikan hasil keterangan mereka, ada sekitar 5 sampai 10 orang. Tapi kami belum tahu persis jumlahnya. Hari ini (kemarin, red) kami mintai keterangan dan mendalami,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendalami asal-usul dana mereka, dari mana memproduksi konten video tersebut, hingga melakukan aktivitas yang lain.

“Sesungguhnya, kami akan me­mintai keterangan, berapa orang jum­lah mereka? Lalu, kegiatan apa saja yang dibuat, apakah ada penyan­dang dana yang memberikan dana tertentu, juga didalami,” tutur Zulkifli.

Pengambilan keterangan ini tidak lepas dari antisipasi terjadinya ajaran sesat hingga ancaman lain untuk Indonesia. Seperti aksi terorisme dan radikalisme.

“Kami takut juga, ada semacam penyesatan terhadap agama Islam. Kami juga khawatir, takut juga se­macam ancaman terhadap negara dengan kedok seperti ini. Juga dikhawatirkan di dalamnya ada teroris, radikal, dan sebagainya. Perlu disi­kapi dengan sesegera mungkin,” kata Zulkifli lagi.

MUI Kabupaten Langkat pun memastikan, Pondok Pesantren Al-Khafiyah tidak ada di Bumi Bertuah.

“Pesantren Al-Khafiyah itu, tidak ada. Itu hanya sekadar cerita. Dalam konten YouTube mereka buat berseri dan bersambung,” bebernya.

MUI Kabupaten Langkat yang mendalami hal ini, juga menjelaskan, Padepokan Sendang Sejagat tidak menjalankan aktivitas pendidikan formal pada umumnya.

“Kalau padepokan atau berupa pendidikan, pendidikan apa? Kuri­kulum apa yang mereka laksanakan? Seperti apa pengajaran yang mereka buat? Tapi, info yang kami dapatkan, mereka tidak melakukan pendidikan formal seperti sekolah. Kegiatannya hanya berupa pengajian ibu-ibu, seperti majelis taklim pada umum­nya,” ujar Zulkifli.

Dalam waktu dekat, MUI Kabupa­ten Langkat akan membuat rekomendasi kepada aparat kepolisian terkait hal ini. Apakah tetap berlanjut atau ditutup saja padepokan ter­sebut.

“Kalau memang kami anggap itu menyimpang dan semacam ada ajaran keliru atau sesat, kami akan ber­koordinasi dengan pihak terkait. Kalau perlu, dengan Polres Langkat. Kami akan membuat rekomendasi, kalau pengajian itu harus ditutup. Tapi itu belum, masih wacana dan diproses,” jelas Zulkifli.

Terpisah, Sumut Pos menerima vi­deo klarifikasi dari Pimpinan Padepokan Sendang Sejagat, Sunaryo alias Mas Karyo. Dia mengungkapkan, video tersebut, merupakan hiburan atau sekadar konten berupa film pen­dek di YouTube dengan judul ‘Pesan­tren Sesat Dapat Menghapus Dosa’.

“Dalam kesempatan ini, saya disaksikan oleh pihak-pihak terkait, ada bapak Kapolsek, bapak Koramil, bapak camat, bapak Ketua MUI. Di sini saya klarifikasi terkait video yang viral, konten video yang kami buat ter­sebut telah dipotong-potong,” jelas Su­naryo pada video klarifikasi tersebut.

Menurut Sunaryo, konten dimaksud untuk memberi edukasi kepada masyarakat luas, agar tidak terpe­ngaruh dengan mengatasnamakan agama. Dalam video itu, lanjutnya, menggambarkan seorang guru pondok pesantren (ponpes) menjanjikan dapat menghapus dosa pengi­kutnya dengan membayar uang sebesar Rp50 juta.

“Video yang aslinya, ada di channel kami. Kami sengaja, buat untuk perfilman seperti sinetron berseri. Nah apa yang kami buat itu, sebagai contoh bagi umat Islam, jangan terpengaruh dengan ponpes, ataupun kata-kata Islami atau memakai ayat-ayat Allah, tapi memanipulasi. Makanya saya buat untuk edukasi dan pelajaran,” katanya lagi.

Sunaryo pun menyebutkan, film tersebut ditayangkan khusus YouTube mereka dan untuk hiburan, seraya dapat diambil edukasi serta dipetik pelajarannya.

“Saya sangat menyayangkan du­nia medsos, memotong-motong video kami, dengan kata-kata nyeleneh, pengalih isu, dan lainnya. Jujur, saya sedikit terbebani. Memotong video tersebut, tapi tidak menyertakan link aslinya,” ujarnya.

Dalam video ini, Sunaryo menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, agar tidak percaya dengan me­ngatasnamakan agama, untuk meraup keuntungan, yang menjamin dapat menghapus dosa.

“Menceritakan Ponpes Al-Kha­fiyah ini adalah ponpes sesat, yang mencari orang. Mempengaruhi orang, dengan ilmu-ilmu sihirnya mempengaruhi jamaah. Setiap orang yang melakukan dosa, dosanya bisa dihapuskan. Itu sebagai contoh yang ditampilkan, agar kita orang awam, bisa lebih berhati-hati,” imbaunya.

“Jaga iman, tegakan salat, banyak mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Taala. Semoga bisa dipahami. Saya minta maaf atas keteledoran saya,” pungkas Sunaryo. (ted/saz)

Pesta Tahunan di Desa Bunga Baru, Cory Imbau Karang Taruna Jauhi Narkoba

SAMBUTAN: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang menyampaikan sambutan saat menghadiri Pesta Tahunan di Desa Bunga Baru.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, menghadiri Gendang Guro-Guro Aron/Mburo Ate Tedeh Desa Bunga Baru, Kecamatan Tigabinanga, 27 Juni 2023 lalu. Pada kesempatan itu, Cory didampingi beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Karo, yang ikut memeriahkan acara Pesta Tahunan di Desa Bunga Baru.

Dalam kesempatan ini, dia berpesan kepada seluruh masyarakat dan terkhusus kepada Karang Taruna yang ada di Desa Bunga Baru, agar menghindari segala jenis penyakit masyarakat.

“Penting saya sampaikan, kepada seluruh anak-anak kami di Karang Taruna, untuk menjauhi segala bentuk penyakit masyarakat. Mulai dari narkoba, perjudian, minuman beralkohol, dan lain sebagainya, yang dapat merugikan kita sendiri dan merusak generasi muda. Untuk itu, saya meminta kepada anak-anak kami untuk bersama-sama menjaga keamanan di desa yang kita cintai ini,” harap Cory.

Cory juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga serta melestarikan adat dan budaya, khususnya Pesta Tahunan, agar nilai-nilai budaya yang ada dapat tetap dipertahankan. (deo/saz)

Prof Tri Basuki Joewono Dilantik Sebagai Rektor UNPAR 2023-2027

Prof Tri Basuki Joewono dilantik sebagai Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung periode 2023-2027, Sabtu (1/7/2023). Prof Tri Basuki resmi menggantikan Mangadar Situmorang yang telah habis masa jabatannya.

Pelantikan Prof Tri Basuki dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Yayasan Unpar Pst. Hendra Kimawan. Sementara Pengucapan janji rektor didampingi juga oleh Uskup Keuskupan Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin; Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono; dan Pst. Yohannes Driyanto, Pr.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten M. Samsuri.

Ketua Pengurus Yayasan Unpar Pst. Hendra Kimawan menyampaikan harapannya agar UNPAR di masa kepemimpinan Prof. Tri Basuki tetap menjadi Perguruan Tinggi yang menjaga tumbuh kembangnya peradaban. Dia pun menyampaikan 4 hal bagi Prof Tri Basuki agar budaya akademik UNPAR yang telah terjaga semakin produktif. Yakni : Concern terkait dengan kualitas atau mutu dan memperhatikan relevansi.

UNPAR harus adaptif dengan perkembangan zaman dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kurikulum sistem pembelajaran harus adaptif dengan perkembangan zaman. Produktif menghasilkan lulusan yang berkualitas, keilmuan yang makin hebat, dan pengabdian kepada masyarakat meningkat. Peningkatan akses untuk mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK).

Sementara itu, Prof Tri Basuki menyampaikan, mengusung prinsip pengembangan “From Great to Greater and Stronger, interaksi antara institusi pendidikan tinggi dengan dunia nyata tidak hanya berguna untuk pengembangan kekuatan keilmuan dan sumbangan pada pengembangan peradaban. Interaksi dan bisnis proses pendidikan tinggi perlu diarahkan pada kerangka baru, yaitu Enterprise Research Campus (ERC).

Program-program utama UNPAR 2040 kemudian didetailkan dalam sejumlah target/indikator, yaitu 16 indikator akademik (IAK) dan 10 indikator organisasi (IOR). Berdasarkan program utama dan indikator tersebut, maka Rektorat periode 2023-2027 menyusun target capaian 2027.

Secara khusus, sejumlah program untuk mencapai Greater UNPAR, yaitu:
Pembukaan Program Studi Baru, Pengembangan Enterprise Research Campus, Pembukaan UNPAR HUB dan penyelenggaraan kajian strategis, dan Pelaksanaan Rebranding UNPAR.

Adapun program utama untuk merealisasikan Stronger UNPAR ialah:
Penguatan Jurusan, Pelaksanaan Riset dan Inovasi Unggulan, Pengembangan Smart Campus, dan Pelaksanaan Optimalisasi Sumber Daya dan Organisasi.

Sekadar informasi, setelah Prof Tri Basuki dilantik sebagai rektor, dilanjutkan pula dengan pelantikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Henky Muljana; Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Organisasi Gery Lusanjaya; Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Alumni, Inovasi dan Bisnis Catharina Badra Nawangpalupi; dan Sekretaris Universitas Sylvia Yazid.(rel/sih)

Pemko Medan Berhasil Tekan Pengangguran Terbuka

FOTO BDRSAMA: Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan HUT ke-433 Kota Medan yang dipimpin Ketua DPRD Hasyim, di gedung dewan, Senin (3/7/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di usia ke-433 tahun, Pemko Medan juga mengukir berbagai prestasi. Pada 2022 Pemko meraih penghargaan Anugerah Layanan Inverstasi. Selain itu, berkolaborasi dengan pelaku UMKM, Pemko Medan berhasil menekan pengangguran terbuka dari 10,81 menjadi 8,89 persen.

 Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Medan HUT ke-433 Kota Medan yang dipimpin Ketua DPRD Hasyim, Senin (3/7/2023) di gedung dewan. Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Gubsu Edy Rahyamadi, para Konjen negara sahabat, unsur Forkopimda Medan, bupati/wali kota di Sumut, Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman, Ketua TP PKK Medan, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, Sekda Wiriya Alrahman, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

Dalam tersebut, Bobby Nasution juga memaparkan, Pemko Medan juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 8,34 menjadi 8,07 persen di tahun 2022.

“Selain itu, Kota Medan berhasil meningkatan pendapatan per kapita dari Rp64.070.000 menjadi Rp70.500.000 di tahun 2022,” ungkapnya.

Dalam rapat paripurna itu Bobby Nasution juga mengatakan, saat ini Kota Medan menghadapi kasus stunting pada anak. Kasus ini penting segera dituntaskan, karena berkaitan dengan dukungan Medan menciptakan generasi unggul yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Bobby Nasution mengungkapkan, upaya penanganan yang dilakukan Pemko Medan berhasil menurunkan jumlah anak stunting dan prevalensi anak stunting melalui upaya pendataan menyeluruh.

“Berkat bergerak bersama dengan bingkai kolaborasi, alhamdulillah kita berhasil menurunkan angka stunting dari 550 balita atau prevalensi 0,48 persen  pada Februari tahun 2022 menjadi 298 balita atau prevalensi 0,19 persen pada Februari 2023,” paparnya.

Mewujudkan Medan nihil kasus stunting, lanjutnya, menjadi harapan dan cita-cita yang wajid diwujudkan. Karya nyata yang diciptakan akan menjadi warisan berharga untuk Medan di masa depan.

Bobby Nasution mengungkapkan, 433 tahun sudah Medan berdiri dan menjadi rumah untuk seluruh lapisan masyarakat di dalamnya.

“Di usia yang sudah sangat matang ini kita harus mampu membawa Medan menjadi lebih berarti dan dicintai oleh masyarakatnya. Kita, Pemko dan DPRD Medan hadir dan berada di tempat ini oleh karena masyarakat. Untuk itu sudah sepantasnya bahwa kita hadir untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” pungkasnya. (rel)