Home Blog Page 13864

All Out Hadapi Lawan Terberat

Timnas U-21 vs Myanmar

JAKARTA – Timnas U-21 akan melakoni partai menentukan dalam lanjutan turnamen Hassanal Bolkiah Trophy 2012. Malam nanti di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah Bandar Sri Begawan Andik Vermansyah akan berhadapan dengan Myanmar.

Dihubungi kemarin, pelatih timnas U-21 Widodo C Putro mengatakan jika Myanmar sebagai lawan yang terberat di Grup A. Di laga pertamanya (24/2), Myanmar berhasil menggelontor Filipina dengan skor 8-2. Jika berhasil mengalahkan Myanmar, makan peluang Indonesia untuk lolos ke babak berikutnya sangat besar.

“Menurut saya Myanmar adalah tim terbaik di antara kontestan lain dalam Hassanal Bolkiah Trophy kali ini. Mereka membawa lima pemain yang sebelumnya bermain untuk timnas senior mereka. Kami harus ekstra waspada,” kata Widodo.

Mantan pelatih Petrokimia Gresik dan Persela Lamongan itu mengatakan, dari sisi kebugaran pemain Myanmar juga lebih bagus dari anak asuhnya. Sebab Myanmar memiliki waktu recovery lebih lama disbanding anak asuhnya.

Seperti yang diketahui, setelah mengawali laga perdana pada Jumat (24/2) lalu, Myanmar baru berlaga lagi malam nanti melawan skuad garuda Muda. Sedangkan Indonesia, setelah menekuk Laos 2-0, Jumat (24/2), Andik Vermansyah dkk harus menjalani laga kedua yang ketat pada Minggu (26/2) kemarin dengan melawan Singapura (1-1).

“Myanmar diuntungkan jadwal. Waktu recovery mereka lebih panjang dari kita. Menghadapi kondisi ini kami akan mensiasatinya dengan menurunkan pemain yang kondisinya paling bugar dan siap,” terang Widodo.

Sementara itu, soal evaluasi dari pertandingan sebelumnya Widodo mengatakan fokus pada kerja sama tim dan penyelesaian akhir yang dinilai masih lemah. Terutama saat hanya bisa bermain seri 1-1 melawan Singapura.

Kami memang gagal memetik kemenangan saat melawan Singapura. Tapi saya salut dan bangga dengan perjuangan para pemain. Evaluasi untuk pertandingan berikutnya adalah mengedepankan permainan yang efektif. Kerja sama tim harus diperbaiki. Para pemain harus mengurangi terlalu banyak membawa bola. Mereka harus berani main satu dua dan memaksimalkan setiap peluang yang ada ,” papar Widodo. (ali/jpnn)

Durant Terbaik

ORLANDO-Para pemain bintang dari tim Wilayah Barat kembali mengalahkan tim Wilayah Timur dalam laga NBA All-Star. Small Forward Oklahoma City Thunder Kevin Durant terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP).

Dalam pertandingan di Amway Center yang berakhir Senin (27/2) pagi WIB, tim Barat yang dibesut oleh pelatih Thunder Scott Brooks sukses menundukkan tim Timur dengan skor tipis 152-149.

Tim Barat mengawali pertandingan dengan ciamik untuk meninggalkan tim Timur dengan selisih hampir 10 angka dalam kedudukan 39-28 di akhir 12 menit pertama.

Meski di kuarter kedua masing-masing kubu tampil memikat, tapi laju kencang tim Barat belum bisa terkejar oleh tim Timur yang kini tertinggal 21 poin dalam kedudukan 69-88.

Sebanyak 43 poin dibukukan tim Timur dan hanya kemasukan 36 poin untuk memangkas jarak dengan tim Barat menjadi 112-124 di akhir kuarter ketiga.
Pertarungan seru terjadi di kuarter pamungkas. Selisih angka pelan-pelan terpangkas dimana tim Timur cuma tertinggal satu angka dari tim Barat dengan skor 149-150 saat laga tersisa 20 detik saja.

Satu angka hasil satu tembakan bebas Bryant menambah perolehan tim Barat menjadi 151-149. Meski begitu, tim Timur menolak menyerah.
Akan tetapi di masa krusial, James bikin kesalahan dengan melakukan operan buruk sehingga bola bisa dicuri oleh Griffin yang kemudian dilanggar oleh Deron Williams. Pelanggaran itu berbuah dua tembakan bebas yang dieksekusi sendiri oleh pemain LA Clippers itu.
Dalam sisa waktu yang kurang dari satu detik, Wade mencoba peruntungannya dengan melepas tembakan tiga angka namun meleset. Kemenangan diperoleh tim Barat 152-149.

Durant yang menyabet trofi MVP mencetak 36 poin, tujuh rebound dan tiga assist. Saingan terdekatnya adalah James yang membuat torehan poin yang sama dengan enam rebound dan tujuh assist. Sejumlah pemain tim Barat berhasil mencetak perolehan setidaknya 20 angka termasuk Bryant (27 poin), Griffin (22 poin) dan Russell Westbrook. Sedangkan dari tim Timur ada Wade (24 poin) dan Williams (20 poin). (net/jpnn)

Mahasiswa Hukum UHN Wakili Sumut

MEDAN- Fakultas Hukum Universitas Huria Kristen Batak Protestan Nommensen (FH UHN) Medan bakal mengharumkan nama Sumatera. Tiga mahasiswanya akan mewakili Sumatera Utara untuk mengikuti lomba Peradilan Semu Tingkat Nasional di Universitas Atmajaya, Jakarta, 1–3 Maret 2012. Perlombaan ini terasa istimewa karena Mahasiswa FH UHN menyingkirkan perwakilan FH dari perguruan tinggi di provinsi ini.

Perlombaan itu diikuti enam tim dari perwakilan enam universitas di Tanah Air. Masing-masing perwakilan dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung (Unpad)n Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Atmajaya, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas HKBP Nommensen Medan dan Universitas Syahkuala Banda Aceh. Tim FH UHN mengirim 20 peserta yakni 18 mahasiswa dari semester enam dan delapan serta didampingi dua orang dosen.

Dekan FH UHN Dr Haposan Siallagan SH MH didampingi Wakil Dekan III Martin Simangunsong SH MH, Senin (27/2), mengatakan keikutsertaan Tim Fakultas Hukum pada perlombaan Peradilan Semu Tingkat Nasional yang dilaksanakan di Atmajaya, agar lulusan FH Nommensen bukan sarjana hukum teoritis, tapi terlahir sebagai pekerja hukum yang professional.

“Ini sesuai dengan visi dan misi Fakultas Hukum Nommensen melahirkan pekerja hukum yang professional. Jadi penataan kemahiran hukum itu salah satu prakteknya ini (peradilan semu-red). Mahasiswa Fakultas Hukum semester enam dan delapan diseleksi dan terpilihlah 18 orang mengikuti perlombaan dan diharapkan menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” kata Haposan Siallagan usai mengikuti general revitisi (GR) peradilan semu dengan topik server crime.

Haposan Siallagan yang juga Ketua Organda Sumut ini mengatakan mahasiswa Fakultas Hukum Nommensen baru kali ini sebagai peserta langsung pada lomba Peradilan Semu Tingkat Nasional. Sebelumnya, kata Haposan, FH Nommensen hanya mengirimkan tim sebagai peninjau yang digelar di Bali dan Semarang beberapa waktu lalu.

“Sekarang sebagai peserta langsung, keikutsertaan mahasiswa FH Nommensen di lomba Peradilan Semu ini sekaligus menjadi duta Universitas HKBP Nommensen di tatanan nasional serta memperkenalkan terus Nommensen di tingkat nasional. Kita harapkan nantinya Nommensen sebagai tuan rumah di ajang lomba Peradilan Semu dimasa mendatang,” harap Haposan Siallagan.

Martin Simangunsong sebagai pendamping tim FH Nommensen mengatakan keenam tim yang akan berlomba di Jakarta setelah sebelumnya mengikuti seleksi. Dari tahap seleksi tersebut, katanya, FH Nommensen mewakili Sumatera Utara untuk lomba Peradilan Semu Tingkat Nasional.
Dijelaskan, salah satu tujuan mahasiswa FH Nommensen mengikuti loma Peradilan Sumu Tingkat Nasional ini agar mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam proses persidangan Peradilan Semu dengan topic Server Crime. Pada perlombaan tersebut memperebutkan tropy, uang pembinaan. Kemudian akan ditetapkan hakim terbaik, jaksa terbaik dan penasehat hukum terbaik.(tms)

Williams Menyesal Lepas Desainernya ke Red Bull

GROVE – Sejak kehadiran Adrian Newey, Red Bull menjelma menjadi sebuah tim yang mendominasi Formula One (F1). Melihat hal itu, Williams mengaku menyesal telah melepas desainer jempolan itu.

Setelah merancang mobil Williams selama lima tahun, Newey memutuskan untuk meninggalkan tim yang bermarkas di Grove itu untuk bergabung dengan McLaren. Hebatnya, Newey langsung membawa mobil McLaren menjadi juara dunia.

Setelah membantu pembalap veteran seperti Damon Hill, Nigel Mansell, Alain Prost dan Jacques Villeneuve, Newey membantu pembalap seperti David Coulthard, Mika Hakinen, Sebastian Vettel dan Mark Webber.

Setelah melihat Newey turut andil membawa Vettel dan Red Bull berjaya di F1 dalam dua tahun terakhir, Williams mengaku melepas perancang asal Inggris itu merupakan sebuah kesalahan yang fatal.

“Newey meminta sesuatu yang tidak bisa saya berikan pada saat itu. Itu bisa dibilang sebuah pengajuan yang bisa didebatkan, sebuah kesalahan. Newey adalah sebuah kesalahan individu,” sesal sang pemilik Sir Frank Williams.

Williams berharap, pada tahun ini prestasi timnya membaik. Namun, Williams kembali mengakui kesalahannya membiarkan Newey pergi. “Masih ada masalah, hal itu bernama Adrian Newey. Hanya ada satu Newey,” tandasnya kepada Sky Sports, Senin (27/2). (net/jpnn)

Walcott-Melanie Bertunangan

Kabar bahagia datang dari Theo Walcott. Striker Arsenal itu telah resmi melamar dan menjadi tunangan dari kekasih yang telah dipacarinya selama tujuh tahun, Melanie Slade.

Sunday Mirror  melaporkan, Walcott melamar Melanie pada pergantian malam tahun baru di rumah mereka di Hertfordshire. Usai bertunangan, keduanya berusaha menutupi kabar bahagia ini. Namun hal itu sulit dilakukan, mengingat banyak yang mempertanyakan cincin di jari Melanie.

Kabarnya, Walcott memberikan Melanie cincin bertahtakan berlian besar dengan dua berlian berukuran kecil di bagian kanan dan kirinya. “Mel seperti terbang ke bulan. Cincin tunangannya sungguh luar biasa,” ujar sebuah sumber.

Kapan pernikahan Walcott dan Melanie akan digelar? Sumber itu kembali mengatakan, pernikahan agaknya tak akan dilangsungkan musim panas ini. Pasalnya, Walcott tengah berkonsentrasi dengan Arsenal dan persiapan menjelang Euro 2012.

“Mereka ingin menggelar pernikahan dimana ada banyak waktu yang tersedia untuk mempersiapkan pesta sebaik mungkin,” tutur sumber tersebut.
Tak seperti kebanyakan pemain bola yang mengencani model, Melanie berprofesi sebagai fisioterapis. Tahun lalu, gadis cantik berusia 22 tahun itu memang pernah mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Walcott. (net/jpnn)

Mau Pulang Kampung

Dua sahabat karib Agus (24) dan Yudi (29) tertangkap tangan saat hendak mencuri tabung gas ukuran 12 kg dari rumah seorang warga, di Jalan Tangki Air, Medan Kota, Senin (27/2).

Keterangan seorang ibu saat membuat laporan di Mapolsekta Medan Kota menuturkan, saat itu dirinya hendak keluar rumah, namun dia curiga ketika pintu dapur rumahnya terbuka. Saat hendak didatangi tiba-tiba dua pemuda langsung keluar dengan membawa obeng di tangan dan mengambil tabung gas elpiji dan hendak kabur naik sepeda motor.

“Begitu aku mau keluar rumah sebentar tapi pintu belakang terbuka pas aku liat keluar dua orang bawa obeng yang satu aku teriakin maling mereka langsung tancap gas,” katanya.

Neruntung saat kejadian seorang tukang becak menghalangi laju keduanya. Warga langsung memberi bogem mentah kepada keduanya sahabat karib itu.
Agus dan Yudi saat ditanya POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos) mengaku nekat mencuri untuk ongkos pulang kampung ke Palembang.
“Nggak ada uang buat pulang ke Palembang. Jadi kami lihat ada gas nganggur kami ambil aja tapi tiba-tiba udah diteriakin maling,” kata Yudi. (smg)

DPRD Akan Panggil Kadisdik Medan

Outbond Kepsek SDN Medan Dikutip Rp600 Ribu

MEDAN-Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy berjanji akan memanggil Pj Kadisdik Medan Dr Rajab Lubis MS, terkait kutipan biaya Rp 600 ribu setiap peserta untuk pelaksanaan out bond Kepsek SDN se-Kota Medan.

“Kalau ada kegiatan seperti outbound itu mestinya sudah terprogram oleh Pemko Medan dan dananya dianggarkan di APBD. Sehingga kepala sekolah tidak perlu bayar,”ujarnya.

Kalau diprogramkan tanpa APBD dan kalau kepala sekolah itu membayar seharusnya Kadis Pendidikan Medan berkonsultasikan dengan sekda dan wali kota, karena pelaksanaan menggunakan anggaran di luar dari APBD.

“Kalau tidak ada rekomendasi dari wali kota atau sekda sebaiknya tidak usah diadakan kegiatan itu. Karena sifatnya pribadi kepada kepala sekolah,”sebutnya.

Sementara pengamat pendidikan Dr Mutsyuhito Solin MPd mengatakan, kegiatan dan keperluan outbound itu memang ada jadi sekolah punya prioritas.
“Ikut atau tidak itu merupakan hak sekolah. Kalau menurut manajemen sekolah boleh saja mereka menolak untuk ikut,” ucapnya.
Disinggung adanya kebijakan yang nantinya diambil kadis atas penolakan yang dilakukan kepala sekolah, menurut Sholin hal itu risiko bagi kepala sekolah.

Seperti diberitakan, pelaksanaan outbond yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik)  Kota Medan yang diikuti kepala sekolah di tingkat SD Negeri di Kota Medan dituding sebagai program mubazir. Selain dianggap tidak bermanfaat dan tidak menunjang majunya dunia pendidikan. Kegiatan tersebut malah dianggap membebankan bagi setiap kepala sekolah (kepsek) karena diwajibkan membayar Rp600.000 per orang.
Hal itu terungkap dengan adanya surat Nomor 420/94 PPMP/2012 tertanggal 03 Februari 2012, yang dilayangkan ke setiap sekolah yang ditujukan untuk kepsek SD Negeri di Kota Medan.

Dimana isi surat tersebut mengharapkan kepada pihak sekolah agar turut berpartisipasi sebagai peserta mengikuti outbond dengan biaya Rp600.000 per peserta.

Bukti-bukti tersebut dibeberkan oleh Direktur Konsultan Pendidikan Indonesia (Kopindo) Sumut, Joharis Lubis saat dikonfirmasi Jumat(24/2).
“Berdasarkan pengamatan, Disdik Medan adalah sebagai panitia pelaksana kegiatan outbond dan sudah terselenggara dua kali. Saya pikir ini tidak ada manfaatnya buat para kepsek itu. Kalaupun ada outbond, serahkan saja kepada panitia dan seharusnya jangan dibebankan biaya,” tegasnya.
Menurut informasi yang diterima, outbond telah berlangsung di kawasan Wisata Kolam Deli, Kabupaten Karo beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini, menurut Johari, akan membuka peluang bagi dinas pendidikan Kota Medan untuk melakukan pengutipan kepada pihak kepala sekolah.
Salah seorang kepala sekolah SD Negeri yang enggan namanya disebutkan, membenarkan adanya acara outbond yang diselenggarakan oleh Disdik Medan.

Dia bahkan mengatakan jika pihaknya mendapat info kalau pada Maret mendatang akan diselenggarakan kembali kegiatan outbond yang pernah dilakukan oleh Disdik Medan semasa Rajab Lubis sebagai Kadisdik Kota Medan.

Ditanya soal biaya, kepala sekolah tersebut mengaku belum ada disebutkan nominal dan sumber biayanya.

“Jumlahnya saya belum tahu. Ada dikabari kalau Maret ini bakal ada outbond lagi. Soal biayanya belum diketahui berapa jumlahnya. Masih menunggu kejelasan juga,” ucapnya.

Begitu juga pengakuan Eva, salah satu Guru SD negeri di Kota Medan dirinya membenarkan jika ada kegiatan outbond yang dilaksanakan oleh Disdik Kota Medan beberapa waktu lalu. Namun dia tidak berani mengatakan soal biaya yang dibebankan kepada kepsek.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Rajab Lubis saat dikonfirmasi mengaku, sudah menutup kegiatan tersebut dan dipastikan tidak akan ada lagi kegiatan serupa untuk kedepannya.

Rajab mengakui jika kegiatan outbond dimasa kepemimpinannya telah  berlangsung sebanyak dua kali  dan tidak dikenakan pungutan.
Saat disinggung mengenai alasan tidak diselenggarakannya lagi outbond, menurutnya ada pihak tertentu yang merasa kegiatan itu tidak ada manfaatnya.
“Sudah kita tutup kegiatan outbondnya. Jadi sudah gak ada lagi kegiatan seperti ini karena gak ada manfaatnya kecuali buat guru,”katanya dan enggan membahas hal tersebut lebih lanjut. (uma)

Tersangka Pembunuhan Ditangkap sama Selingkuhan

MEDAN-Tersangka pelaku pembunuh Suwandi alias Abeng Botak, yang tewas mengenaskan di Jalan Benteng, Lapangan Tembak TNU AU, Sari Rejo, Medan Polonia berhasil dibekuk Gegana Brimob Polda Sumut, Senin (27/2) dini hari.

Tersangka Jesuda (31) dibekuk dikediamannya di Jalan H Zailnul Arifin, Gang Kampung Kubur Medan. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian membekuk temannya Edos (19), warga Jalan H Zainul Arifin Gang, Kampung Kubur, Sarwanen alias Wanen (15), warga Jalan Pasar VII Kecamatan Medan Marelan.

Polisi juga membekuk selingkuhan Jesuda yakni Nilam Sari (24), warga Aceh Tamiang NAD. Sari ditangkap saat bersama Jesuda, kemudian polisi kembali menangkap Agus, warga Jalan Sekata Medan, selaku penadah sepeda motor milik Vijai yang saat kejadian itu sedang digunakan korban.
Kini petugas lagi melakukan pengejaran untuk mengetahui keberadaan sepeda motor tersebut. Selain membekuk pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau, mancis berbentuk pistol dan baju.

Selanjutnya para pelaku ini diboyong ke Brimob Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan sementara sebelum diserahkan ke Mapolsekta Medan Baru.
Keterangan yang dihimpun Sumut Pos di Markas Komando Gegana Brimob Polda Sumut para pelaku murni melakukan pembunuhan, setelah menikam korban. Sementara itu antara korban dan pelaku Jesuda adalah teman satu permainan.

Kepala Detasemen Gegana Biromobdasu, Kompol A Darma Sinaga melalui Kanit I, Iptu Elhakim Sembiring mengaku, para pelaku diserahkan ke Mapolsekta Medan Baru untuk proses hukum selanjutnya. (gus)

Pemilik Tanah tak Diberi Kesempatan Beri Penjelasan

Kuasa Hukum Abdul Kiram Buka Mulut Soal Kedatangan Komisi III DPR RI

MEDAN-Kuasanya hukum warga penggugat dari pihak Abdul Kiram Cs, Alihasmi SH dan Rakerhut Situmorang mengatakan kunjungan anggota Komisi III DPR RI yang dipimpin oleh Azis Syamsudin SH menimbulkan kesan negatif.

“Kedatangan Komisi III DPR RI tidak memberikan kesempatan kepada pemilik tanah untuk memberikan penjelasan atas kedudukan tanah sebenarnya,” kata Alihasmi.

Menurutnya, eksekusi pengosongan di Jalan Jati yang dilakukan Pengadilan Negeri Medan telah memenuhi ketentuan Undang-undang yang berlaku, mengacu kepada keputusan No 113/pdt G/2006/PN Medan dan aparat kepolisian. Dalam melakukan eksekusi tidak melakukan perlanggaran HAM dan mengacuh pada ketentuan UU No 2 Tahun 2002.

Alihasmi menilai warga dan preman yang melakukan perusakan tembok bukan orang tereksekusi.
Sementara Wagiman, seorang warga yang memenangkan sengekata mengaku sudah melaku penggarapan sejak tahun 1947 lalu dan memiliki sertifikat yang asli.

Dirinya menilai warga Jalan Jati sudah tertipu dengan sertifikat yang dipegang selama ini dan seharusnya melakukan pengcekan atas keabsan sertifikat yang dimiliki.

“Seharusnya dicek dulu sertifikat tanahnya sebelum dibeli, jangan menganggap sertifikat miliknya itu asli,” pungkasnya.(gus)

Ditabrak Truk Pulang Mengantar Ayah Berobat

MEDAN- Dian Utari (18), warga Pasar X Desa Bandar Khalipa, Percut Seituan tewas ketika sepeda motor yang dikendarai laga kambing dengan truk, di Jalan Titi Sewa, Senin (27/2).

Keterangan Siti Mariah (71), nenek korban, Dian siang itu baru pulang dari RSU dr Pirngadi Medan mengantarkan ayahnya berobat.
Ditambahkannya, sehabis berobat dari rumah sakit lalu mereka pulang. Saat berada di Jalan Titi Sewa, tiba-tiba datang dari arah depan sebuah truk dan truk tersebut pun menabrak sepeda motor Honda Revo yang dikenderaai korban.

“Dian meninggal di lokasi, sedangkan ayahnya terlempar jauh dan hanya mengalami luka ringan. Sepeda motor yang dikenderai Dian laga kambing dengan truk. Padahal menurut keterangan ayahnya mereka berjalan di arah yang benar dan truk itu saja yang datang salah arah,” sebutnya.
Disambungnya, Dian dan ayahnya tinggal di Aceh dan mereka di Medan sudah seminggu lebih. Menurutnya, mereka datang ke Medan dan tinggal di tempat kakaknya, Dian, tepatnya di samping rumahnya untuk berobat ke Medan.

“Padahal Dian ke Medan bersama ayahnya untuk berobat. Rencananya malam ini jenazah akan dibawa ke Aceh langsung,” bebernya.
“Korban meninggal di tempat dan supir sudah diamankan dan dimintai keterangan,” jelas seorang petugas lantas.(jon)