29 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 13871

Mau Nikah, Wajib Tanam Dua Pohon

1.000 Pasangan Menikah Setiap Bulan

MEDAN-Pasangan muda yang ingin menikah di Kota Medan harus menyiapkan pohon sebelum menikah. Kenapa? Pasalnya, Pemko Medan bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan mewajibkan pasangan calon pengantin yang hendak menikah menanam pohon minimal dua pohon.

Hal itu berkaitan dengan kesepakatan untuk gerakan penanaman satu miliar pohon.
Kepala Kementerian Agama (Kakemenag) Kota Medan H Iwan Zulhami usai melakukan audiensi ke ruangan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Jumat (3/2) mengatakan, setiap bulann

sekitar 1.000 pasang calon pengantin yang menikah.
Dijelaskan Zulhami, pihaknya akan melaksanakan rapat kerja mulai 22-25 Maret 2012. Dalam rapat itu akan dihadiri pejabat di lingkungan Kemenag Kota Medan, Kepala KUA se-Kota Medan, Kepala Madrasah MIN, MTsN dan MAN se-Kota Medan, penyuluh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

“Dalam pelaksanaan rapat kerja itu akan dilaksanakan berbagai program. Salah satunya berupa penandatanganan MoU dengan Dinas Pertamanan Kota Medan, tentang gerakan penanaman satu miliar pohon bagi calon pengantin di Kota Medan. Artinya, setiap pengantin yang akan melangsungkan pernikahan diwajibkan menanam dua pohon. Langkah ini kita lakukan dalam upaya mendukung program wali kota untuk menjadikan Kota Medan hijau,” kata Zulhami.

Selain itu, jelasnya,  pihaknya juga akan melakukan MoU dengan Kepala Cabang BNI 46 Medan untuk melaksanakan gerakan gemar menabung bagi siswa Madrasah Ibtidaiyyah sampai Madrasah Aliyah yang berjumlah sekitar 33.000 siswa. Dengan gerakan ini diharapkan mampu mengajarkan kepada  para siswa untuk hidup hemat.

Selanjutnya, Kemenag Kota Medan juga akan meluncurkan Warta Madrasah pada saat pembukaan rapat kerja. Kemudian, pengusulan penegerian Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.

“Kita pun akan melaksanakan pencanangan Gerakan Gemar Berzakat, Infak dan Sedekah (Gema ZIS) bagi masyarakat Kota Medan. Pencanangan ini akan ditandai dengan penyerahan 21 unit kenderaan roda dua kepada pengumpul zakat (amil zakat) kecamatan se-Kota Medan. Rencananya, penyerahan kenderaan roda dua ini akan kita laksanakan pada Hari Jadi Kota Medan ke-422,” ungkapnya.

Sebelum pencanangan Gema ZIS, Zulhami berharap Wali Kota mengadakan pertemuan dengan para Muzakki dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), instansi vertikal, BUMN, pengusaha, pengusaha rumah makan dan retoran untuk mewajibkan membayar zakat profesinya secara rutin. Hal ini akan diawali dari para pejabat dan seluruh jajaran di lingkungan Pemko Medan.

Untuk mengefektifkan Gema ZIS ini, lanjutnya, Wali Kota akan mengeluarkan surat keputusan maupun edaran. “Target beliau bersama dengan Bazda Kota Medan minimal amil zakat bisa menerima Rp40 juta sampai Rp50 juta per bulan,” cetusnya.
Wali Kota Medan Rahudman Harahap menyambut baik seluruh program yang akan dilaksanakan Kemenag Kota Medan selama 2012. “Semoga program yang dilaksanakan itu bermanfaat, terutama kepada masyarakat,” ujar Rahudman.

Terkait gerakan penanaman satu miliar pohon bagi calon pengantin, Rahudman sangat mendukungnya. Jika program ini berjalan, diyakini keinginan untuk menjadikan ibukota provinsi Sumatera Utara ini menjadi hijau akan terealisasi.
“Saya akan menginstruksikan Dinas Pertamanan Medan untuk bersinergi dengan Kemenag Kota Medan mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” kata Rahudman.

Begitu juga dengan gerakan gemar berzakat siap memulainya dari pejabat dan jajaran di lingkungan Pemko Medan. Termasuk, mendukung penuh pengkhataman Al-Quran yang akan diikuti sekitar 10.000 santri Al Quran. “Saya akan memerintahkan seluruh instansi terkait dengan ini untuk mendukung dan mensukseskannya,” tegasnya.(adl)

Jatah 30 Mobil Sesuai Permendagri

LANGKAT- Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Langkat, Supono, menegaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No17/2007 menjadi acuan pinjam pakai mobil dipergunakan anggota dewan terkait penambahan mobil jatah legislator 30 unit yang dicanangkan.

“Memang sedang dalam pembahasan untuk penambahan mobil anggota DPRD Langkat, ketentuannya diatur dalam Permendagri No 17 tahun 2007. Ya, belum tahu juga apakah nantinya dapat diterima atau dimasukkan,” kata Supono, baru-baru ini.
Saat ditemui wartawan di ruang kerja Bahagian Hukum DPRD Langkat menegaskan, usulan dimaksud memang sedang dibahas badan anggaran dan belum diketahui juntrung atau finalnya terakomodir atau tidak. Makanya, dia tak dapat menjelaskan detail.

Persoalannya kemudian, tambah dia, mobil-mobil dimaksud nantinya jika terwujud sifatnya pinjam pakai sesuai Permendagri No17/2007 dengan ketentuan operasional keseluruhannya ditanggulangi pengguna (legislator) selaku pemakai.
“Secara keseluruhan, mobil yang nantinya kalau jadi diadakan tersebut, seluruh operasionalnya ditanggung anggota dewan yang menjadi pengguna. Tidak ada lagi, kebutuhannya dipenuhi pemerintah,” seru dia.

Padahal hingga kini sesuai inventarisir kesekretariatan, mobil dipergunakan oleh anggota dewan tercatat 24 unit. Demikian seperti diakui oleh Sekwan, mobil-mobil dimaksud menyertai alat kelengkapan dewan tidak termasuk diantaranya fraksi. Sedangkan ketua fraksi penerima jatah mobil, disebutkan include anggota alat kelengkapan dewan.

Ralin Sinulingga anggota DRPD Kabupaten Langkat sekaligus Ketua Fraksi PDI-P pada kesempatan sebelumnya menuturkan, kendati belum mengetahui secara detail tentang hal dimaksud namun beranggapan kemungkinan diadakannya 30 mobil bisa saja terjadi namun penerima jatah (mobil) tidak dibenarkan mendapatkan fasilitas lainnya seperti biaya bahan bakar ataupun perawatan kepada pemerintah. (mag-4)

Ratusan Massa Serbu Hotel EmeraLd Garden

Ricuh, pendemo Pingsan Masuk parit

MEDAN-Ratuan massa yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara kembali menggelar demo ke kantor PT Jati Masindo, yang berada di Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan, Jumat (3/2) siang.

Dalam aksi tersebut massa terlibat ricuh dengan polisi yang berjaga di depan hotel. Massa saling dorong dengan polisi. Akibatnya, seorang pendemo bernama Tarmizi (30) pingsan setelah terjun ke dalam parit di depan hotel.

Massa yang melihat langsung mengevakuasi Tarmizi ke dalam mobil dan langsung dibawan ke rumah sakit terdekat. Aksi tersebut karena perusahaan pengembang diduga telah menghancurkan Masjid Raudhatul Islam di Jalan Putri Hijau, Gang Peringatan dan Masjid Al Khairiyah, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat.

Massa menyatakan sikap meminta kepada PT Jati Masindo untuk segera membangun kembali masjid Raidhatul Islam karena rumah ibadah Umat Islam, massa juga meminta kepada PT Jati Masindo untuk tidak melakukan tindakan yang mengusik Umat Islam karena nanti bisa menciptakan kerusuhan.

Massa juga mengecam tindakan penghancuran masjid-masjid di Kota Medan dan memindahkannya bertentangan dengan UU wakaf dan syariat Islam.

Massa mengimbau dan mengajak Umat Islam untuk bersama-bersama membela masjid yang dirobohkan.
Massa mendesak kepada pihak terkait membangun kembali Masjid Raudhatul Islam, Masjid Chairiyah, Masjid Al-Ikhlas dan lainnya dan mendesak kepada seluruh pimpinan daerah untuk melindungi masjid-masjid demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berharmonis.

Orator aksi, Rafdinal menuding kapitalis yang merobohkan masjid-masjid di Kota Medan.“Kami minta segera dibangun masjid-masjid yang sudah dirobohkan,” ungkapnya.

Rafdinal mengatakan seharusnya pemerintah jangan membiarkan masjid dirobohkan.
“Pemerintah harus menjaga masjid di Kota Medan, bukan dihancurkan,” ujarnya.
Para pendemo juga melakukan salat Ashar berjamaah di depan Hotel Emerald Garden.

“Aksi ini dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan pengembang karena telah menghancurkan Masjid Raudhatul Islam. Perobohan masjid sama artinya telah menghalang-halangi Umat Islam untuk melaksanakan ibadah,” tegas Ketua Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumut, Drs Leo Imsar Adenan kepada Sumut Pos.

Selain meminta pertanggungjawaban penghancuran Masjid Rauhdatul Islam, Aliansi Ormas Islam juga meminta pertanggungjawaban tersebut yang telah menghancurkan Masjid Al Khairiyah yang letaknya di komplek perumahan Emeral Garden. Masjid Al Khairiyah dihancurkan, sementara rumah ibadah yang letaknya bersebelahan dengan masjid tersebut malah tidak dihancurkan.

Ratusan massa mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel Satuan Sabhara Polresta Medan, Satuan Brimob Polda Sumut, selain itu petugas dilengkapi dengan pagar kawat berduri, pembatas aksi dan mobil water canon.

Aksi itu mengakibatkan ruas Jalan Putri Hijau macet total. Bukan itu saja SPBU di depan Hotel Emerland Garden terpaksa tutup. Setelah berorasi selama sekitar 3 jam lebih massa aksi berangsur-angsur membubarkan diri dari lokasi. (gus)

Korban Diketahui Pelaku Curanmor

Seputar Penembakan Dialami Warga Langkat di Aceh Tamiang

kuala simpang- Seputar kasus penembakan dialami warga Langkat, saat melintasi jalur Perkebunan PT Sawita di Desa Paya Rahat, Bendahara, Aceh Tamiang, ternyata cuma rekayasa.

Untuk mengelabui petugas Polres Atam, kedua tersangka yang satu diantaranya terkena peluru dibagian perut, mengatakan jadi korban perampokan tiga pria bersenpi. Padahal sebelumnya mereka berusaha kabur, dari sergapan aparat Polres Langkat.

Aksi tipu-tipu tersebut terungkap, Jumat (3/2) ketika petugas Polres Aceh Tamiang (Atam) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ketika membawa Feri Irawan (22) kembali ke lokasi perkebunan, pemuda ini seperti kebingungan, tak seperti saat memberi keterangan di depan juru periksa. Karena pada awalnya, ia mengaku telah jadi sasaran rampok tiga begundal berpistol. Karena menolak memberikan sepeda motor, selanjutnya pelaku menembak adiknya, Agus Irawan (18), yang kini dalam kondisi kritis. Atas dasar itulah, selanjutnya Feri pun digelandang ke sel tahanan, lantaran sudah membuat laporan palsu.

Menurut keterangan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Armia Fahmi, saat ditemui Metro Aceh (grup Sumut Pos), membenarkan aksi penipuan yang dilakoni dua pemuda asal Dusun Sido Mufi, Pasar 4 Paya Jambu, Kecamatan Selesai, Langkat.

“Kedua pelaku curanmor itu ditembak petugas di Langkat, karena melakukan perampasan (curas) sepmor Yamaha Vixion. Kemudian mereka berniat melarikan diri ke rumah pamannya, Banta yang beralamat di Kampung Telaga Meuku, Kecamatan Banda Mulia, Aceh Tamiang. Tapi untuk merekayasa demi mendapat pertolongan, mengaku telah dirampok,” kata Armia.

Menurut Armia lagi, kendati timah panas petugas telah menembus perutnya (Agus Irawan-red), namun mereka masih mampu meloloskan diri dari kejaran petugas, Rabu (1/2) sekira pukul 23.00 WIB.(smg)

Gairah City

Man City vs Fulham

Pemuncak klasemen Premier League Manchester City kini kembali bergairah menatap laga matchday ke-23 yang akan berlangsung di Ettihad Stadium, dini hari nanti.  Tactician Manchester City Roberto Mancini berharap pertandingan ini akan menebus kekalahan 0-1 yang dialami anak asuhnya saat bertandang ke markas Everton, pekan lalu. “Saat ini kami bersaing dengan United. Tapi jika kami terpeleset, maka lawan yang akan memburu posisi kami semakin banyak, termasuk Tottenham,” bilang tactician Manchester City Roberto Mancini. 

Senada dengan Mancini, kapten tim Vincent Kompany pun yakin jika rekan-rekannya masih memiliki ambisi yang membara untuk memenangi tropi musim ini.

Menurut Kompany, kondisi di bawah tekanan seperti sekarang ini sudah biasa dihadapi oleh timnya. Bek internasional Belgia ini pun menegaskan bahwa secara mental dia dan rekan-rekannya masih kuat.

“Jika ada satu hal yang saya tahu soal tim kami adalah bahwa kami secara mental kuat. Kami sudah hidup dalam tekanan seperti ini selama tiga setengah tahun dan itu tak memengaruhi kami,” seru Kompany .

“Saya selalu bilang bahwa tim kami  akan bangkit. Jika Anda kalah, Anda cuma harus terus melaju. Peran saya adalah bilang ke anak-anak bahwa yang kemarin telah berlalu, dan sekarang ada pertandingan berikutnya, dan semoga kami bisa clean  sheet,” kata Kompany.

Lantas bagaimana kekuatan Fulham menatap laga ini? Jika merujuk pada  pemain yang tersisa, jelas Fulham tak sekuat pada beberapa partai sebelumnya. Betapa tidak, beberapa pemain pilar hampir  pasti tak  dapat tampil karena cedera, atau bahkan ada yang hengkang ke klub lain seperti Bobby Zanora yang kini berlabuh di QPR.

Bek tangguh Steve Sidwell pun harus  absen hingga enam pertandingan ke depan karena hernia. “Kami mendapati cedera  Sidwell dan dia akan absen dalam waktu yang cukup panjang, yaitu empat, lima atau enam pekan.  (Andrew) Johnson juga belum pulih. Sayangnya, izin (Pavel) Pogrebnyak belum keluar sehingga dia juga tak dapat dimainkan,” sesal Martin Jol, tactician Fulham.

Beruntung  menatap laga ini Jol bisa menurunkan kiper  veteran Mark Schwarzer dan striker Moussa Dembele.
Schwarzer telah pulih dari cedera tulang belakang ,  sementara Dembele telah kembali setelah absen di beberapa pertandingan terakhir akibat cedera  pinggul.
Melihat kondisi ini, tim manakan yang anda jagokan dini hari nanti? (jun)

Tewas Usai Dijambret

TEBING TINGGI- A Lien (60) warga Jalan Thamrin, Kelurahan Mandailing, Kota Tebing Tinggi, wanita etnis tionghoa meninggal dunia setelah menjadi korban penjambretan, Rabu (1/2) kemarin.

Nyawanya tidak terselamatkan walau sempat dirawat di Rumah Sakit Deli, Kota Medan, akibat mengalami geger otak lantaran terjatuh dari sepeda motor, saat terjadi tarik menarik tas antara korban dengan pelaku.

Informasi yang berhasil dihimpun, penjambretan yang berakibat meninggalnya A Lien ini, terjadi pada Selasa malam (31/1) sekira pukul 21.30 WIB di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, Kota Tebing Tinggi.

Saat itu, A Lien sedang dibonceng oleh temannya Sun Lei Waty (53) warga Jalan Suprapto, Kota Tebingtinggi dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125. Kedua wanita itu baru saja pulang melaksanakan sembahyang di Vihara Mahadana, Jalan Veteran, Kota Tebingtinggi. Selanjutnya dengan maksud hendak pulang ke rumah, Sun Lie Waty yang mengenderai sepeda motor Supra X itu tiba-tiba dipepet pelaku jambret di pertengahan jalan, tepatnya di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan DI Panjaitan, Tebingtinggi. Saat itulah terjadi tarik-menarik tas antara pelaku dengan A Lien. A Lien yang kalah tenaga akhirnya terjatuh hingga kepalanya terbentur ke aspal.(awi/smg)

DPRD Sumut Ikut Desak Kejatisu

Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi di Pirngadi Medan

MEDAN-Desakan kepada jaksa untuk mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan bukan hanya dari mahasiswa, tapi juga anggota Komisi E DPRD Sumut.

Menurut anggota Komisi E DPRD Sumut, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), jangan mengulur-ngulur waktu atau menunda-nunda penetapan tersangka terhadap oknum yang diduga kuat melakukan korupsi. Itu agar menjadi efek jera, bagi oknum-oknum pelaku korupsi di dinas atau institusi atau di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya di semua daerah di Sumut.

“Harus tuntas penanganannya. Karena rumah sakit itu adalah hajat hidup orang banyak. Indikasi itu harus diselesaikan. Jangan dibiarkan mengambang. Kalau sudah cukup bukti, kenapa tidak disegerakan statusnya dinaikkan. Dan kalau sudah kuat untuk penetapan tersangka, jangan lagi ditunda-tunda. Ini jadi syok terapi bagi yang lainnya,” ungkap anggota Komisi E DPRD Sumut, Ahmad Hosen Hutagalung kepada Sumut Pos, Rabu (1/2).

Desakan yang sama juga dikemukakan anggota Komisi E DPRD Sumut lainnya, Nurhasanah SSos. Menurut politisi dari Fraksi Demokrat itu, Kejatisu harus proaktif menangani berbagai masalah yang sudah ditangani. Termasuk masalah dugaan korupsi di RS Pirngadi Medan.

“Kalau sebuah rumah sakit besar di Medan saja tidak baik pelayanannya, bagaimana memberikan pelayanan yang baik pula kepada masyarakat. Masalah rumah sakit, identik dengan masalah kesehatan masyarakat. Jadi diharapkan Kajatisu jeli terhadap persoalan korupsi yang menyengsarakan masyarakat. Bila perlu jemput bola agar segera tuntas,” tegasnya.

Penegasan yang sama juga dikemukakan anggota Komisi E DPRD Sumut lainnya, Richard Eddy M Lingga. Dikatakannya, jangan ada kesan ketika berkas, barang bukti dan keterangan saksi-saksi sudah kuat, kemudian Kejatisu memperlambat proses penanganannya.
“Intinya, proses penanganannya harus disegerakan dan sampai tuntas. Jangan ada kesan sengaja ditunda-tunda atau diulur-ulur,” tandasnya.

Seperti diketahui, dugaan korupsi RS Pirngadi Medan yang ditangani Kejatisu adalah dugaan korupsi Jamkesmas, Askes dan Jamsostek yang melibatkan oknum di RSUD dr Pirngadi Medan.

Kemudian, dugaan korupsi penerimaan dana instalasi farmasi sebesar Rp11.625.046.868 yang menyebabkan kerugian negara Rp563.317.190, kemudian keterlambatan pelaksanaan proyek di RSUD dr Pirngadi Medan dan pembayaran atas pelyanan tindakan cuci darah pasien asuransi kesehatann (Askes) pada Instalasi Hemdialisa sebesar Rp2.285.924.90.

Selain itu, ada juga dugaan pembayaran ganda penggunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253, dugaan penyimpangan pengaturan lelang sehingga negara merugi sebesar Rp563.317.190 dan dugaan penyelewengan penetapan pemenang tender pekerjaan lanjutan gedung rawat inap klas 3 Rp869.850.700.

Retribusi pendapatan pelayanan kesehatan masyarakat tergetnya Rp122 miliar dan terealisasi Rp72 miliar, indikasi korupsi pendapatan Askes senilai Rp19 miliar. Kasus salah diognosa yang dilakukan oknum dokter spesialis dan masih banyak dugaan dan temuan yang lainnya yang sangat merugikan negara dan masyarakat.(ari)

Windows Phone Pertama Nokia

Lumia 710 dan Lumia 800

Nokia Indonesia menghadirkan dua produk sekaligus, Nokia Lumia 701 dan Lumia 800. Lumia akan dipasarkan mulai 17 Februari mendatang.
“Kita mulai dengan Lumia 710 dan Lumia 800. Berikutnya akan disusul yang lain,” kata Product Manager Nokia Indonesia, Anvid Ardian.

Anvid optimistis, Lumia akan mendapat sambutan positif di Indonesia. ‘’Potensinya sangat besar. Produk ini ditunggu publik di Indonesia,” yakinnya.
Ponsel yang bekerja dengan sistem operasi Windows Mobile 7.5 Mango ini memang mendapat perhatian besar dari publik di berbagai belahan dunia.

Ponsel Windows Nokia Lumia ini sudah diluncurkan untuk pasar gadget Singapura. Tidak tanggung-tanggung, Nokia bahkan memberikan XBox 360 secara cuma-cuma kepada 100 pembeli pertama ponsel Nokia Lumia 800.
Keduanya mempunyai desain dan warna yang hampir mirip dengan Nokia N9 yang menggunakan sistem operasi Meego. Nokia menggambarkan kedua ponsel yang menggunakan sistem operasi Windows Phone 7.5 (Mango) ini dengan kata “stylish and smart”.

Nokia 800 yang memiliki layar ClearBlack AMOLED 3,7 inci ini ditenagai oleh prosesor Qualcomm MSM8255 1,4 GHz, RAM 512MB, dan memori internal 16GB. Selain itu, Nokia 800 mempunyai kemampuan merekam video HD 720p dan dilengkapi dengan kamera 8MP. Sebagai tambahan storage, pengguna ponsel ini mendapat kapasitas sebesar 25GB gratis melalui layanan Microsoft SkyDrive. Nokia membanderol Nokia Lumia 800 dengan harga 420 Euro atau setara Rp5,1 juta. Sedangkan Lumia 710 pada kisaran Rp 2,9 juta. (net/jpnn)

Terima “Pre-Order” Lumia

Pertengahan Februari 2012, Nokia akan mendatangkan dua seri Lumia ke Indonesia, Lumia 710 dan Lumia 800. Keduanya adalah smartphone berbasis Windows Phone Mango dari Nokia.

Bagi yang sudah tak sabar, Nokia menyiapkan pre-order pada 6-16 Februari 2012. Pemesan akan mendapat bonus headset (Lumia 800) atau earphone (Lumia 710) Nokia Purity by Monster.

Anvid Erdian, Product Manager Nokia Lumia dari Nokia Indonesia, mengatakan, selama tiga bulan pertama Lumia akan di-bundling dengan operator XL Axiata. Setelah itu, keduanya akan dibebaskan.
Bundling dengan XL itu mencakup akses internet 12 bulan gratis. Meski demikian, handset tidak “dikunci” sehingga bisa saja memakai operator lain jika menghendaki.

Lumia 800 ditawarkan pada kisaran harga Rp 5,250 juta. Sedangkan Lumia 710 pada kisaran Rp 2,9 juta.
Untuk memesannya, pengguna bisa mendatangi Nokia Store atau Lumia Store. Selain itu, pemesanan akan bisa dilakukan melalui situs Nokia.co.id/Lumia.(net/jpnn)

Belum Puas Mengadu ke Sekda

Warga Jalan Belanga Pasca Pembongkaran Pagar Unpri

Pagar seng yang dibangun di badan jalan sudah dibongkar oleh Dinas TRTB Medan, tapi warga yang tinggal di Jalan Belangan tetap belum puas.

Jumat (3/2), delapan orang perwakilan warga dari Jalan Belanga Medan mendatangi ruangan Sekda Medan, Syaiful Bahri. Mereka kembali mengadu permasalahan pembangunan Rumah Sakit (RS) Universitas Prima Indonesia (Unpri) yang menyalahi aturan dan harus segera dituntaskan.

“Kita adukan permasalahan yang selama ini dikeluhkan warga terhadap Unpri. Mulai dari peruntukan izin yang tidak jelas, pengambilan badan jalan hingga sky cross yang dibangun di Jalan Talam,” kata perwakilan warga, Joy Purban
Menurutnya, warga sama sekali tidak mengetahui bagaimana ceritanya kok bisa dari peruntukan untuk asrama puteri berubah jadi rumah sakit gigi dan mulut.“Ini jelas merugikan masyarakat,” kata Joy.

Selain itu, warga juga meminta Pemko Medan untuk mengusut izin lingkungan dari Unpri, yang menurut BLH Medan hingga saat ini belum juga diterbitkan. “Kita tidak mau berdiri rumah sakit tanpa adanya izin lingkungan, jelas ini sangat merugikan masyarakat. Mau dibuang kemana libahnya. Sedangkan UKL/UPL-nya saja belum diterbitkan,” kata Joy.

Warga juga meminta agar Pemko Medan mengembalikan Jalan Belanga seperti semula termasuk membangun kembali parit. Kemudian, jalan layang (sky cross) harus dibongkar. Pasalnya, selain itu tidak ada persetujuan dari warga, juga sangat tidak etis.
“Warga yang melintas di bawahnya senantiasa dikangkangi oleh mahasiswi Unpri yang melintas dari atas. Ini jelas tidak etis, dan kita menolak dan meminta agar Pemko membongkar sky cross itu,” tegas Joy.

Warga Jalan Belanga lainnya, Anggiat Pasaribu mengatakan, terkait klaim dari pihak Yayasan Unpri soal sertifikat tanah yang dimilikinya itu sampai ke badan jalan, Anggiat menyebutkan kalau di tahun 1998-1999 pihak Yayasan Unpri memang sudah memberikan tanahnya itu untuk dijadikan akses jalan dan digunakan bersama dengan warga.

Namun, ketika dia membangun RS Unpri dan melanggar roilen (garis sempadan jalan) maka pihak Yayasan Unpri untuk menyelamatkan agar bangunannya tidak dibongkar, kembali mengambil tanah yang sudah diberikannya.

“Itulah, mana bisa suka-sukanya begitu, karena tanah miliknya itu sebelumnya sudah diserahkannya untuk akses jalan, sekarang karena bangunannya tidak mengikuti aturan dan takut dibongkar, mau diambilnya lagi tanahnya yang terkena jalan itu,” kata Anggiat.
Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri yang menerima pengaduan warga Jalan Belanga Medan mengatakan, terkait dengan tuntutan masyarakat akan ditindaklanjuti dan itu merupakan tugas dari Pemko Medan.

“Kita akan cek ke lapangan mengenai tuntutan warga dan kita cek UKL/UPL-nya. Kalau memang melanggar akan kita tindak tegas,” jelas Syaiful. (adl)