Home Blog Page 13877

Gatot Lepas 3.000 Peserta Jalan Santai

TEBINGTINGGI- Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho didampingi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melepas 3.000 peserta gerak jalan santai di Lapangan Merdeka Sri Mersing, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Minggu (19/2) pagi.

Dalam acara jalan santai yang diadakan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Tebingtinggi ini,  Gatot Pujo Nugroho meminta kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dan menjadikan gerak jalan santai sebagai stimulus untuk membudayakan hidup sehat.

“Hendaknya kita giat berolah raga untuk fisik dan jiwa, fisik kita harus diolah, jiwa kita harus diolah dan akal kita harus diolah untuk terciptanya kesempurnaan fisik jiwa dan pemikiran kita,” katanya.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, mengatakan, masyarakat Tebingtinggi harus merasa senang karena dalam kegiatan kali ini langsung dihadiri Plt Gurbenur Sumatera Utara dan untuk merajut kebersamaan maka kegiatan ini sengaja dibuat.
“Gerak jalan juga dapat menciptakan masyarkatat gemar berolah raga,” jelas Umar.(mag-3)

Diduga Keracunan Makanan, 1 Tewas 5 Kritis

PAKPAK BHARAT- Rahmawati Sagala (16) warga Desa Mbinalum, Kecamatan Sitellu Tali, Urang Jehe (STTUJ), yang juga siswi kelas I SMAN 1 Sigunung, meninggal dunia diduga keracunan makanan, Minggu (19/2).

Selain korban, 5 orang lainnya yang mengalami hal serupa, terpaksa dilarikan ke RSUD Sidikalang. Kelimam korban yakni, Mahuya br Angkat (45), Anita Sagala (18) siswi kelas II SMAN 1 Sigunung, Irvan Sagala (12) siswa kelas I SMPN 1 Nanjombal, Yusuf Sagala (11) dan Dernawan Angkat (10) pelajar kelas IV dan V SD MIS Laentombel.

Dr Dorina Silaban dan Dr Novrina Situmorang, yang bertugas di Puskesmas Sibande, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe yang sempat menangani korban diduga keracunan makanan saat dikonfirmasi Sumut Pos, menyatakan,  kelima pasien terpaksa dirujuk ke RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi, karena kondisi pasien yang keritis. “Sampai saat ini kelima pasien telah dirujuk ke RSUD Sidikalang dan dirawat intensif. Diduga penyebabnya akibat keracunan makanan,” katanya.

Kerena panik, warga Dusun Laentombel sempat berbondong-bondong mengungsi ke rumah Lahuddin Angkat, selaku Kepala Desa yang berjarak sekitar 1 KM dari lokasi kejadian.

“Mereka ketakutan melihat kejadian tersebut. Soalnya, korban diduga keracunan makan terlihat kejang-kejang dan merintih kesakitan. Semula mereka mengira kesurupan sehingga mereka takut terjangkit,” ungkap Lahuddin.

Menurut keterangan warga yang berdomisili di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB sampai 08.30 WIB. kejadian itu diyakini berasal dari makanan gorengan sejenis bakwan yang biasa dijual Mahuya Br Angkat, salah satu pasien kritis yang juga merupakan ibu kandung Rahmawti Sagala, korban meninggal dunia. (mag-14).

Komunitas Ontel Lepas Wakapolres

TEBINGTINGGI- Komunitas sepeda ontel Kota Tebing Tinggi yang tergabung dalam Pendayung Sepada Antik Kota Tebing Tinggi (Pedati) dan Bikers Mitra Polri (BMP) seakan tak kuasa kehilangan sosok pembina BMP Sumut sekaligus pembina ontel Sumut, Safwan Khayat. Soalnya, wakapolres Tebingtinggi ini, akan pindah ke Polres Langkat sebagai Wakapolres Langkat, usai serah terima jabatan yang rencananya dilangsungkan, hari ini Senin (20/2).

Dalam rangkain kegiatan perpisahan dengan segenap komunitas ontel dan BMP Kota Tebingtinggi di halaman SD Negeri Jalan Sutomo, Minggu (18/2) malam, terlihat kehadiran Kapolres Tebingtinggi, AKBP Andi Rian Djajadi dan Wakapolres yang baru mantan Kasat Lantas Poltabes Medan, Kompol I Made Ary Pradana dan ratusan komunitas ontel dan BMP serta BMP Sumut dan Mesac Sumut.

Kompol Safwan Khayat mengatakan, terasa berat hatinya untuk meninggalkan berbagai komunitas yang telah dibinanya dari mulia ontel, BMP, becak ceper  dan berbagai organisasi Islam di Kota Tebingtinggi.

“Sebenarnya, berat hati untuk meninggalkan kota Tebingtinggi, banyak kenangan terukir selama menjabat menjadi Wakapolres dua tahun lebih. Tetapi tugas negara lebih penting dan harus dijalankan perintah atasan,” ungkap Safwan.

Masih Safwan, seiring berjalan waktu semua pasti banyak manfaat dan apabila rasa rindu ingin bersama komunitas ontel,BMP dan becak ceper. Untuk mengobati semua itu kapan ada kesempatan masih akan hadir di Kota Tebingtinggi. “Walapun jauh di Langkat, tetapi Tebingtinggi tidak akan pernah terlupakan seumur hidup dan untuk Wakapolres yang baru diminta agar bisa secara terus membina komunitas yang ada di Tebingtinggi dan itulah faktor utama untuk membuat suasana menjadi kondusif,” lugas Safwan.

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andi Rian Djajadi mengatakan, bangga atas prestasi yang dibina Wakapolres Kompol Safwan Khayat, dimana masa kepemimpinannya banyak prestasi yang diukir, polri bisa menjadi dekat dengan masyarakat hanya gara-gara menggalakkan sepeda ontel dan semua komunitas sepeda motor dijadikan satu menjadi Bikers Mitra Polri (BMP). “Semoga di Kabupaten Langkat nantinya beliau bisa menjadikan contoh Kota Tebingtinggi untuk mempersatukan berbagai komunitas yang ada,” ujar Andi Rian. (mag-3)

Razia Kendaraan, 165 Tilang Dikeluarkan

LANGKAT- Kapolres Langkat, AKBP Leonardus Erick Bhismo, memimpin gelaran razia di tiga lokasi guna menciptakan situasi kondusif dan tertib berlalu lintas, Sabtu (18/2) petang.

Hasilnya, 165 surat tilang dikeluarkan untuk pengemudi melanggar peraturan. Selain melibatkan ratusan personel, razia kali ini sedikit berbeda karena menyertakan segenap perwira mulai Waka Polres Kompol RK Aritonang, Kabag Sumda Kompol Erizal, Kabag Ren Kompol Marjo, Kabag Ops Kompol Suyadi, Kasat Samapta AKP W Nainggolan, Kasat Lantas AKP Faidil Zikri, Kasat Reskrim AKP Aldi Subartono, Kasat Intelkam AKP Asril, Kasat Binmas AKP Z Lubis, Kasubag Humas AKP Jauhari Aruan dan para Kanit.

Dalam kesempatan itu, disebutkan dia kepada wartawan, 266 personil diturunkan untuk ke tiga titik sweeping persisnya di Jalan Proklamasi Kelurahan Kwala Bingei Stabat, selanjutnya Terminal Pasar 10 Kecamatan Hinai dan terakhir di depan Pos Lantas Sei Karang Kecamatan Stabat.

Tak kalah pentingnya, sweeping dimaksud juga mentargetkan daftar pencaharian orang (DPO), peredaran senjata illegal maupun bentuk kejahatan lainnya. Namun, di momen itu selain keluarkan tilang, sedikitnya 74 unit sepeda motor, 2 mobil, 16 SIM serta 73 STNK diamankan. (mag-4)

Sehari, 3 Warga Tewas Lakalantas

SERGAI- Kecelakaan lalulintas kembali menelan korban. Ironisnya, tak sampai sehari, 3 nyawa melayang di jalan raya.
Kali ini, dua unit sepeda motor saling tubruk di Jalan Pasar Rodi, Dusun V, Desa Pematang Pelintahan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (18/2) sekira pukul 21:30.

Akibat peristiwa itu, dua pengendara sepeda motor tewas di lokasi kejadian sedangkan tiga lainnya mengalami  luka-luka.

Keterangan dihimpun Sumut Pos, sepeda motor Jetwin BK 4412 NH dikendarai Erbin Tora Sitinjak (16) warga Dusun VI, Desa Makmur, Kecamatan Teluk Mengkudu, berboncengan dengan Ratnasari Br Butar-butar (14) dan Santa Br Manurung (14) keduanya warga Dusun I, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Sei Rampah menuju Desa Firdaus.

Sementara itu, dari arah berlawanan meluncur sepeda motor Honda Supra tanpa nomor polisi dikendarai Muhammad Candra  (16), berboncengan dengan Baharuddin (18) keduanya warga Dusun V dan Dusun III, Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), sepeda motor yang dikendarai Erbin Tora Sitinjak mengambil jalur kanan sehingga tabrakan tidak dapat terhindarkan. Akibat kerasnya benturan kedua pengendara tewas di TKP dengan kondisi luka serius, sedangkan kedua sepeda motor ringsek.
Terpisah, akibat  ban pecah, mobil jenis Suzuki Vitara menyeruduk rumah makan, berikut seorang pembeli dan  dua unit sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, persisnya di depan RSU Trianda, Minggu (19/2) sekira pukul 12.30 WIB.

Diketahui, mobil Vitara BK 114 L yang dikemudikan Suriono (31) warga Desa Lubuk Dendang, Kecamatan Perbaungan, datang dari arah Medan menuju Sei Rampah. Setibanya di lokasi kejadian, tiba-tiba ban depan sebelah kanan pecah,  sehingga oleng dan pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan.
Sebelum menubruk rumah makan di jalur kanan, mobil tersebut sempat menghantam bagian belakang Bus ALS BK 7768 DO yang datang dari arah Tebingtinggi, hingga akhirnya, Suzuki Vitara itu nyelonong masuk ke dalam rumah makan, untungnya tak ada korban jiwa.

Sementara itu di Lubukpakam, seorang mahasiswi Unimed, tewas digilas truk di Simpang Timbangan Cemara Lubukpakam, Minggu (19/2), sekira pukul 12. 30 WIB.

Peristiwa itu terjadi ketika, Rapika Utari Br Manurung (22) mkahasiswi Unimed jurusan fisika itu, hendak menemui calon tunangannya, Jimmy Butar-butar di Kota Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit BK 5657 UK.
Setiba di lampu trafik light, persimpangan Timbangan Cemara Lubukpakam, korban berhenti tidak sendirian. Posisi korban ketika itu tepat berada di garis depan trafik light, dibelakangnya ada bus Kopaja jurusan Medan-Duri BK 7503 DO, mobil Suzuki Escudo BK 5412 HZ dan truk pengangkut kelapa sawit BK 8517 LR.

Setelah intruksi trafik light mengisyaratkan boleh melajukan kendaran, Pika  langsung menarik gas kendaraannya. Naas, stang sepeda motornya disengol bus Kopaja.

Akibatnya, korban terjatuh, tubuhnya terlindas truk pengakut sawit hingga remuk.(mag-16/btr)

PTPN III Kleim Eks HGU Lahan Konservasi

TEBINGTINGGI- PTPN III Perkebunan Gunung Pamela melakukan pengamanan terhadap lahan seluas 75 hektar di Afdeling II, Desa Gunung Pane, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, Sabtu (18/2).

Pengamanan dilakukan terkait adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok tani hendak menggarap lahan tersebut. Dengan menurunkan ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN), pihak perkebunan membangun posko di lokasi. Tampak berjaga-jaga di areal sejumlah personel TNI dan Polri.

Menajer PTPN III Perkebunan Gunung Pamela, H Tambal Siregar didampingi Ketua SPBUN Tahan Saragih, Askep B Tambunan, APK Simon Tobing dan sejumlah staf perkebunan mengatakan, lahan yang diatasnya tumbuh hutan liar dan rawa-rawa tersebut bukan lahan tidur sebagaimana yang disebutkan 59 orang kelompok tani yang ingin menggarapnya, melainkan sengaja dibiarkan sebagai habitat berbagai spesies hewan dan satwa yang dilindungi di dalamnya. Selain itu lahan itu sebagai daerah resapan air bila hujan.

Menurutnya, lahan tersebut merupakan lahan konservasi, dilindungi dunia internasional sebagaimana pencanangan global warning. Disamping itu, sebagai RSPO (The Roundtable on Sustainable Palm Oil)  yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan minyak sawit. Dimana, perkebunan yang tidak memiliki hutan lindung di dalamnya, nilai jual produk yang dihasilkan akan bernilai rendah,” ungkap Tambal Siregar
Sementara Askep B Tambunan mengatakan, untuk mengamankan areal konservasi itu, pihaknya telah memasang plang RSPO, supaya dipahami bahwa lahan tersebut sengaja dibiarkan tumbuh hutan dan rawa-rawa, karena memang diperuntukkan sebagai lahan resapan air, bukan sebagai lahan untuk komoditi sawit.

“Di dalam plang RSPO itu jelas dituliskan bahwa kawasan ini adalah kawasan yang mempunyai atau memberikan fungsi pendukung keanekaragaman hayati bagi kawasan lindung atau konservasi. Kemudian kawasan ini juga merupakan habitat bagi populasi spesies yang dilindungi untuk bertahan hidup. Serta kawasan ini sebagai kawasan atau ekosistem yang terpenting sebagai penyedia air dan pengendalian banjir bagi masyarakat hilir,” ujar B Tambunan.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, Darwin Saragih melalui surat akte notaris No. 101 tertanggal 28 Januari 2011 telah melayangkan surat kepada pihak Manejer Perkebunan PTPN III Gunung Pamela tertanggal 15 Februari 2012 atas pemberitahuan pengelolaan dan menguasai tanah rendah (rawa-rawa) dibawah pengawasan  organisasi Tani Maju Bersama. Mereka ingin melanjutkan melakukan pengelolaan dengan bercocok tanam sekaligus menguasai tanah rendah rawa-rawa di sekitar Afdeling II, Kebun Gunung Pamela itu.

Dalam surat tersebut, mereka beralasan bahwa pihak PTP Nusantara III Perkebunan Gunung Pamela tidak dapat menunjukan data autentik terhadap tanah rendah rawa-rawa tersebut masuk dalam areal HGU milik PTPN III Gunung Pamela. (awi/smg)

Perekam dan Pelaku Video Mesum SMA Tebing Tinggi Sama-sama Menghilang

Pengakuan polisi yang menyatakan sudah mengantongi identitas perekam vedio mesum ANS dan DT beberapa hari lalu ternyata hanya isapan jempol belaka. Buktinya, hingga Minggu (19/2) polisi belum berhasil membekuk pelakunya.

Padahal, sebelumnya Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Lili Astono mengaku pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. Kabar terbaru berdasarkan analisa polisi di Polres Tebingtinggi, pelaku sudah kabur ke luar Kota Tebingtinggi.

Karena itu Polres Tebingtinggi membentuk tim khusus guna memburu pelaku yang telah membuat malu keluarga ANS dan DT dan menghebohkan masyarakat Kota Lemang.

Belum dapat pelakunya, masih dalam pengejaran, diduga pelaku sudah lari ke luar kota ini, karena itu kita telah membentuk tim khusus (timsus) gabungan dari Polres dan Polsek Padang Hulu, 4 orang dari Polres dan 3 orang dari Polsek Padang Hulu.
Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa kita tangkap, ujar AKP Lili Astono, kemarin.

Lili Astono bertahan tidak mau memberi tahu siapa pelaku tersebut, namun dirinya mengklaim pelaku warga Kota Tebingtinggi. “Pelakunya orang Tebing dan sejauh ini masih ditetapkan satu orang. Kalau ditanya apakah pelaku dikenal dengan ANS atau DT, saya sendiri nggak tahu, tapi sudah lah bos, identitasnya belum bisa kita beritahukan,”katanya minta pengertian.

Anehnya petugas yang semula berulang-ulang mengatakan akan mengungkap kasus ini hingga kini belum ada meminta keterangan dari ANS dan DT selaku pemeran video “hot” itu. Ditanya apa alasannya, Kasat Reskrim mengaku masih kesulitan melacak keberadaan sepasang muda mudi itu.

“Hingga saat ini belum kita ketahui dimana “rimba” keduanya, jadi bagaimana mau kita mintai keterangan kalau kedua orang itu pun sudah tidak berada di Tebingtinggi lagi, informasi yang kita dapat, katanya kedua orang itu sudah kabur dari Tebingtinggi akibat dilanda malu,” kilah AKP Lili Astono.

Kasat Reskrim menambahkan menyiasatinya pihaknya masih sebatas mengumpulkan bahan dan keterangan dari pihak luar diantaranya keterangan dari pihak sekolah ANS dan juga beberapa orang yang punya hubungan dekat dengan ANS atau DT.

Terpisah, didapat informasi bahwa pihak pengelola Lubuk Indah Wak Oban, akan menuntut secara hukum perbuatan ANS dan DT sejak beredarnya video mesum ANS dan DT di lokasi usahanya.

Pasalnya, sejak aksi mesum mereka menyebar Lubuk Indah menjadi sepi, sehingga lambat-laun pemilik usaha itu khawatir mengalami “gulung tikar”.
Namun niat menuntut ANS dan DT itu diurungkan Wak Oban, pasalnya ketika datang menemui rumah orangtua ANS di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Ibu dari “artis” mesum asal Tebingtinggi itu tiba-tiba jatuh sakit dan mengalami shok.

“Gitulah kudengar ceritanya, makanya Wak Oban tidak jadi mengadukan keberatannya kepada orangtua ANS ataupun DT,” terang Hakim, warga kampung Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, menceritakan omongan-omongan warga yang pernah didengarnya beberapa hari lalu. (awi/ton)

Pengantin pun Ikut Padamkan Api

Kebakaran di Gang Seto Jalan AR Hakim, 18 Rumah Ludes

MEDAN-Kabar duka kembali hadir dari kawasan Jalan AR Hakim. Setelah Gang Bakung yang terbakar awal bulan lalu, kini giliran Gang Seto Kelurahan Tegal Sari 2, Kecamatan Medan Area. Kebakaran itu pun memaksa seorang pengantin pria yang nyaman di pelaminan untuk membantu warga memadamkan api.

“Undangan lari Bang melihat api semakin membesar. Terus saya ikut bantu Bang madamkan api,” kata Eko Kurnia Sari yang kembali duduk di pelaminan dan melanjutkan pesta  pernikahannya dengan Ayu setelah api padam.

Begitulah, lokasi pernikahannya dengan kebakaran memang tidak jauh. Saaat terjadi kebakaran, para tamu memang berteriak histeris. Mereka bubar meninggalkan Eko dan Ayu di pelaminan. Beruntung, api tak lama kemudian bisa dipadamkan, pesta kembali berlangsung meski di lokasi kebakaran masih menyisakan sedih.

Ditengarai Tempat Mesum

Terlepas dari itu, beberapa pihak malah ‘bersyukur’  dengan kebakaran di Gang Seto. Pasalnya, selama ini Gang Seto ditengarai sebagai lokasi mesum. Setidaknya hal ini diungkapkan seorang warga Sukiaty (42). Dia mengatakan 18 rumah yang terbakar kerap dijadikan sebagai tempat kumpul kebo. “Rumah yang terbakar itu sering tempat pasang-pasangan kumpul, banyak yang tak kami kenal sering datang ke situ. Dan mungkin ini teguran dari Tuhan supaya orang itu tobat,” terang ibu yang kesehariannya jualan di Pasar Bakti.

Hal senada juga diungkapkan oleh Daniel Butarbutar (28), pria ini mengatakan jika rumah yang terbakar tersebut adalah rumah berbentuk sekat-sekat kamar yang banyak di huni oleh pasangan luar nikah. “Mungkin juga itu tempat yang sering digunakan untuk prostitusi. Karena gimanalah, lihat dari bentuk rumah dan lokasinya memang kuat arahnya ke situ,” terang pria yang mengaku tinggal di Jl Bromo.

Warga yang lain,  Manik (35), juga membenarkan komentar warga. Ia juga mengatakan di sekitar lokasi kebakaran ada sebuah salon yang tiap malam sering menjadi tempat berkumpulnya wanita-wanita penghibur. “Ada di dekat situ salon, di salon itu tiap malam banyak kali kumpul-kumpul cewek-cewek gak tau ntah dari mana aja,” terangnya

Musibah kebakaran yang terjadi di Gang Seto menyisakan misteri bagi warga sekitar. Pasalnya, sebuah rumah ibadah yang terletak di sebelah rumah yang terbakar tidak tersentuh sedikit pun oleh api. Hal tersebut semakin meyakinkan warga jika musibah tersebut adalah teguran Tuhan.

Kepling Lingkungan V Tegal Sari II, Dasril Villi (49) mengaku tidak mengetahui jika lokasi kebakaran tersebut kerap digunakan sebagai tempat mesum. “Kalau masalah itu, saya kurang tahu. Ini ajalah dulu kita bereskan karena gimana pun korban ini warga lingkungan sini, jadi kita bantu lah dulu,” terangnya pada Posmetro Medan (grup Sumut Pos).

Terlepas dari itu, sedikit 18 rumah terbakar pada Minggu (19/2), kemarin sekira pukul 16.00 WIB di lokasi tersebut. Lokasi kebakaran ini berjarak tak lebih dari 1 km dari lokasi kebakaran di Jalan Bakung tempo hari. Tak pelak, begitu melihat gumpalan asap, warga langsung panik dan histeris.

Tanpa dikomando warga mencoba memadamkan api dengan mengambil air dari rumah masing-masing dan ada yang memanfaatkan air selokan untuk memadamkan api. Teriakan, minta tolong terus terdengar di lokasi kejadian menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun, upaya warga tersebut sia-sia. Angin yang berhembus sangat kencang dalam waktu singkat membuat api semakin membesar. Isak tangis dan doa pun terdengar saat api satu per satu meluluhlantahkan rumah warga yang mayoritas bangunannya semipermanen. Melihat api semakin tak terkendali, warga yang merasa ketakutan langsung menyelamatkan harta benda mereka dengan menyelematkan barang-barang mereka keluar rumah.

Petugas lalulintas Polsek Medan Area di bawah pimpinan Kanit Lantas Polsek Medan Area  AKP Syahfril, langsung mengambil tindakan untuk memperlancar mobil dinas pemadam kebakaran bisa masuk ke TKP. “Kita menutup sementara jalan dari simpang Jalan Bromo ke arah Simpang Halat. Kita tidak mau petugas pemadam kebakaran kesulitan masuk ke lokasi karena macetnya jalan atau,” ujar Syahfril pada Sumut Pos.

Selang beberapa menit menutup jalan, mobil pemadam kebakaran datang. Warga pun memberi jalan untuk mobil pemadam masuk ke lokasi. Setelah hampir satu jam bertarung memadamkan api, petugas pemadam dibantu dengan warga berhasil memadamkan api.  Menurut informasi yang didapat Sumut Pos, sebelumnya warga melihat kepulan asap dari salah satu rumah warga. Saat itu warga mencoba menerobos ke dalam rumah. Namun si pemilik rumah lagi tidak berada di rumah bahkan rumahnya dalam kondisi digembok.

Hingga pukul 18.30 WIB, di sepanjang Jalan AR Hakim dari simpang Gang Seto hingga Pajak Bakti, perabotan rumah tangga dari kursi lemari dan TV masih berserakan. “Apa yang bisa diselamatkan-diselamatkan. Kita takut bang. Api terus besar. Takut merembet  ke rumah kita,”  ujar warga yang tinggal di sepanjang Jalan AR Hakim Simpang Gang Seto.

Diketahui 125 jiwa dari 25 kepala keluarga korban kebakaran harus menderita kerugian ratusan juta rupiah. Bahkan, tempat untuk berteduh ratusan jiwa ini saja sudah tak ada. Kepling Dasril Villi pun menyiapkan tempat untuk berteduh sementara. Masjid Bakti yang berada tepat di samping TKP kebakaran menjadi tempat bermalam para korban. “Di sini nanti kita buat dapur umum,” ujar Dasril sambil menunjuk tanah kosong yang berada tepat di depan masjid. (mag-5/smg)

Lihat Videonya:

Dibalik Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Sumut

Megalia Itu Cucu Sudi Silalahi

MEDAN-Sosok Megalia Agustina, anggota DPRD Sumatera Utara kini hangat diperbincangkan di tengah masyarakat Sumatera Utara.  Namanya ‘naik daun’, tapi sayang bukan karena kemampuannya berpolitik, melainkan jadi bahan cibiran masyarakat.

Itu setelah pemberitaan-pemberitaan di sejumlah media massa yang mengungkap tentang dugaan skandal perselingkuhannya dengan Borkat Hasibuan, petinggi DPD Demokrat Sumut. Tapi siapa yang tahu kalau ternyata wanita berparas cantik itu ternyata berasal dari Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Awalnya, dia tidak begitu dikenal. Bahkan tidak hanya di kalangan warga di kampungnya, sesama kader Demokrat di Kabupaten Simalungun juga tidak begitu akrab dengan nama Megalia Agustina. Tapi namanya tiba-tiba melejit setelah, wanita berkulit putih mulus ini terpilih menjadi Anggota DPRD Sumatera Utara Dapem IX.

Setelah ditelisik, ia ternyata anak Bang Motan, pemilik bengkel dan showroom sepeda motor terbesar di Kecamatan Tanah Jawa. Lokasi bengkel dan showroomnya persis di Pekan Tanah Jawa, tak jauh dari Kantor Camat Tanah Jawa.

Menurut Iwan (45), mantan Ketua Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Tanah Jawa, orangtua Megalia Agustina itu Pengurus Masjid Raya Tanah Jawa. Dan ternyata, si Megalia Agustina juga masih memiliki hubungan saudara dekat dengan Sudi Silalahi, Mensesneg RI (Menteri Sekretaris Negara). “Megalia itu cucunya si Sudi Silalahi. Nenek si Megalia adalah kakak kandung Mensesneg Sudi Silalahi,” ungkap Iwan kepada Metro Siantar (grup Sumut Pos) .

Lanjut Iwan, Megalia Agustina, di mata masyarakat adalah sosok yang peduli olahraga, khususnya di cabang sepak bola. Kesebelasan Gasta Tanah Jawa merupakan salah satu klub binaan Megalia.

Sidang Perceraian Megalia-Suami, 29 Februari 2012

Muhammad Hery, suami Megalia Agustina, masih merasa dendam kepada pasangan yang diduga menjadi selingkuhan istrinya, Borkat Hasibuan.
“Saya sakit hati sama si Borkat itu. Dan saya sempat akan melaporkan masalah ini ke Polda Sumut tanggal 14 Februari 2012 lalu. Saya sudah sempat duduk di Polda, tapi tidak jadi. Karena saya sakit saat itu, kemudian saya ditolong sama saudara saya,” akunya, Minggu (19/2).

Herry juga mengaku, dirinya juga digugat cerai oleh Megalia Agustina dan akan menjalani persidangan di Pengadilan Agama Medan, pada tanggal 29 Februari 2012 mendatang. Serta, Herry juga mengakui bila dirinya dengan Megalia telah pisah ranjang sekira delapan bulan ini. “Memang iya, tapi sudah saya anggap tidak ada. Kami masih suami istri. Sudah tidak ada masalah lagi,” jawabnya lagi.

Herry juga membenarkan, jika persoalan yang dihadapinya itu, membuat dirinya susah tidur dan menjadi banyak pikiran. “Semua orang pun begitu. Saya drop, tidak bisa tidur,” katanya lagi, sembari berulang-ulang mengatakan sudah tidak ada masalah lagi.

Suami Megalia Bertelepon dengan Istri Borkat

Namun, kembali ketika ditanya apakah dirinya pernah meminta istri Borkat Hasibuan, Cut Dian Satriani untuk melakukan penyadapan terhadap telepon Borkat Hasibuan, dan akan memberikan uang senilai Rp6 juta kepada Cut Dian Satriani, Herry juga membenarkannya.

“Iya, tapi waktu itu saya namanya lagi emosi. Sekarang sudah tidak ada masalah lagi. Memang saya pernah bertelepon dengan Cut Dian Satriani, tapi bukan membahas itu. Harusnya dikonfirmasi ke dia (Cut Dian, Red),” bebernya.

Disiapkan Sanksi Tegas

Terkait Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, Achsanul Kosasih menegaskan, tidak akan tinggal diam dengan kasus ini.  “Sudah pasti akan ada tindakan tegas dari partai, apabila memang benar ada informasi perselingkuhan ini,” demikian diungkapkannya secara khusus kepada Sumut Pos di Jakarta, Minggu (19/2).

Hanya sayangnya, Ichsanul belum dapat menjelaskan sanksi seperti apa nantinya akan diberikan. Apalagi dirinya belum mengetahui persis adanya permasalahan ini. Selain itu, pada dasarnya dugaan perselingkuhan menurutnya juga merupakan urusan pribadi dari masing-masing orang.
Hanya saja ia mengingatkan seluruh elemen partai Demokrat, agar jangan sampai permasalahan pribadi membuat citra partai kian terpuruk di mata masyarakat. “Karena sekarang ini, kita tengah mencanangkan mulai dari pusat sampai daerah hingga ke ranting-ranting, untuk aktif mengawal semua program pemerintah,”ungkapnya.

“Selain itu, untuk hal-hal seperti ini sebenarnya juga sudah ada yang menangani. Karena dalam AD/ART kita kan jelas, bahkan ada komisi pengawas hingga ke Dewan-Dewan Pimpinan Cabang (DPC),” tambahnya.

Namun meski demikian, Achsanul berjanji akan mengecek kebenaran informasi ini. Apalagi seperti diberitakan atas dugaan ini, istri yang bersangkutan bahkan telah melaporkannya hingga ke Ketua DPRD Sumut. “Jadi kita (DPP) akan cek. Jangan sampai karena urusan pribadi, Demokrat kian terpojok. Saat ini kan sudah ditegaskan kepada seluruh elemen partai, bahwa waktunya kita kembali berjuang untuk rakyat,” tegasnya.

Untuk itu, sebelum permasalahan ini semakin meluas, jika memang dugaan perselingkuhan tersebut memang ada, Ichsanul meminta agar Megalia maupun Borkat, dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan terlebih dahulu. “Ini penting, mengingat banyak pihak saat ini yang mungkin menginginkan Partai Demokrat kian terpuruk,”ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Rafdinal Ssos mengatakan, persoalan ini harus segera disahuti oleh pihak Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Sumut, begitu pula dengan partai dari dua politisi tersebut untuk mengambil sikap dan kebijakan serta memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya.

Mengenai pemecatan, Rafdinal menyatakan, itu melalui mekanisme yang ada. Artinya, sanksi yang diberikan harus didasarkan oleh kajian dan pembahasan yang dilakukan, baik oleh BKD DPRD Sumut maupun Partai Demokrat Sumut. “Pemecatan itu proses lanjutan, harus dipisahkan. Kalau benar berselingkuh dan terjadi perzinahan, maka bisa diberi sanksi tegas. Dan bisa juga mereka berselingkuh, karena rasa sayang dan tidak ada perzinahan. Artinya, baik BKD dan Partai Demokrat Sumut harus mengkajinya secara detil,” ungkapnya. (iwa/ari/san/smg)

Kasus JR Saragih Ditangani Polda Sumut

MEDAN-Kasus dugaan korupsi Bupati Simalungun, JR Saragih tidak hanya bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tapi ternyata juga ditangani oleh Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut. Itu terbukti, dari dipanggilnya anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik dalam rangka diinterogasi dan dimintai keterangan oleh Tipikor Polda Sumut, pada Jumat (17/2) lalu.

Pemanggilan tersebut berdasarkan Surat No.R/49/II/2012/Direskrimsus Tanggal 10 Februari 2012. Isinya, diminta hadir di ruangan Sub Dit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut. Pemeriksaan atau proses interogasi yang dijalankan Tipikor Polda Sumut, dilakukan oleh Kanit 1 Sub Dit III/TIPIKOR, Komisaris Polisi (Kompol) M. Hasan Yusuf.SH.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (19/2).

“Ya, ada laporan yang kita terima dan sudah ada dilakukan upaya pemanggilan, untuk dilakukan klarifikasi oleh Tipikor Polda terhadap, kasus dugaan tindak pidana atas adanya penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Simalungun. Yang dimintai klarifikasinya adalah pelapor yaitu anggota DPRD Simalungun, atas nama Bernhard Damanik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Heru menuturkan, penanganan kasus tersebut akan terus berlanjut, guna untuk mengumpulkan barang bukti dan sebagainya. Tujuannya, apakah nantinya kasus tersebut bisa dan akan dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan dan seterusnya terhadap Bupati Simalungun, JR Saragih.

“Kalau nanti barang buktinya masih kurang, maka akan dipanggil lagi. Untuk kemudian dipelajari, bisa atau tidak status kasus tersebut dinaikan terhadap yang dilaporkan. Jadi, nantinya tetap akan ada pemeriksaan lanjutan,” tegasnya.
Bagaimana pula dengan kasus JR Saragih, yang ditangani KPK?

Terkait hal itu, Heru Prakoso menyatakan, Tipikor Polda Sumut siap menerima pelimpahan dari KPK, bila memang KPK akan melimpahkan kasus JR Saragih ke Polda Sumut. “Kalau KPK melimpahkannya, kita siap menerimanya,” jawabnya.

Apakah ada kemungkinan Polda Sumut akan mengikutsertakan pihak Polres Simalungun? Terkait hal itu, Heru mengemukakan, tidak tertutup kemungkinan akan melibatkan Polres Simalungun, untuk membantu upaya penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang juga dikonfirmasi Sumut Pos, membenarkan adanya pemeriksaan atau proses interogasi kepada anggota DPRD Simalungun, Bernhard Damanik terkait kasus dugaan korupsi Bupati Simalungun, JR Saragih.

“Ya, benar. Ada laporan dan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Pemkab Simalungun,” jawabnya singkat.

Secara terpisah, anggota DPRD Simalungun Berhard Damanik yang dikonfirmasi Sumut Pos melalui seluler, ternyata juga membenarkan bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan di Tipikor Polda Sumut, pada Jum’at (17/2) lalu.

“Ya, dari pukul 09.00 WIB sampai sekitar pukul 12.00 WIB di Tipikor Polda Sumut,” akunya.

Mengenai kasus dugaan korupsi yang mana, Bernhard Damanik mengatakan, ada beberapa kasus dan salah satunya kasus yang juga tengah ditangani KPK, yakni dugaan korupsi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Simalungun Tahun 2010 dengan besaran Rp48 miliar.
“Salah satunya mengenai APBD Simalungun 2010, sebesar Rp48 miliar. Dan saya diinterogasi pada saat itu. Intinya, soal adanya dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian negara. Dan ini katanya perintah dari Mabes Polri,” bebernya.(ari)