29 C
Medan
Monday, January 5, 2026
Home Blog Page 13898

Senyum Membuat Seseorang Lebih Terbuka

Senyuman tidak hanya menyenangkan bagi yang melakukan. Namun juga bagi orang lain yang diberi senyum. Orang yang selalu tersenyum juga akan dapat lebih mudah bergaul dan diterima dalam sebuah komunitas.

Demikian ungkap Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof.DR.Lydia Freyani Hawadi, kepada koran ini. Hal ini sendiri sangat dirasakan Lydia. “Saya mungkin bukan orang yang tampangnya selalu terlihat tersenyum. Tapi saya selalu mengkondisikan diri untuk tetap tersenyum. Struktur muka saya, kayaknya memang terlihat serius. Ini saya ketahui karena ada feedback dari orang lain. Akibatnya membuat orang lain kaku karena sepertinya ada jarak. Makanya dalam mengajar saya coba mengikuti irama para mahasiswa dan selalu tersenyum,” ujarnya.

Menurut Lydia sendiri, dengan senyuman yang tulus, seseorang akan lebih nyaman berhubungan dengan orang lain. Baik orangtua hingga anak kecil.
Untuk itulah wanita yang memimpin program studi timur tengah dan Islam pasca sarjana UI ini, mengajak para wanita maupun siapa saja untuk tidak ragu-ragu selalu berusaha tersenyum. “Dulu waktu muda, saya membayangkan nanti usia bertambah pasti lebih serius dan formal. Tapi ternyata nggak. Jadi dalam segala tahapan umur, kita perlu ngakak dan tertawa. Ini untuk menghilangkan stress. Tertawa itu lebih dari senyum, tapi paling nggak dengan tersenyum membuat hati lapang,” bilangnya.

Untuk selalu tersenyum sebenarnya tidak begitu sulit. Hanya tidak dipungkiri, senyuman seseorang biasanya dipengaruhi beban pikiran dan perasaan. “Kalau kita kesal, otomatis darah pada naik, jadi daerah bibir juga jadi kaku,” lanjutnya. Namun ibu 6 anak ini percaya, senyuman dapat dipelajari. “Kalau itu membuat kita lebih cantik dan menyenangkan, pasti kita akan belajar. Salah satu caranya dengan melihat foto kita sendiri. Kalau nggak senyum, sepertinya kurang enak dilihat. Jadi kita bisa belajar mencoba tersenyum di cermin. Jadi disini kita terlihat lebih cantik,”tambahnya lagi.
Cara lain, Lydia menyarankan lewat humor, bacaan, maupun ber-sms dengan teman. “Jadi kita bisa ketawa sendiri dan ini membantu otot-otot bisa merenggang,’’ujarnya.  (san)

’’Memasak tak Sesulit yang Dibayangkan’’

Demo Masak Chef Ranu Visudha di Medan

MEDAN- Tidak seperti yang dibayangkan, ternyata memasak itu sangat mudah lho apalagi jika didukung dengan peralatan dapur yang saat ini serba canggih. Tidak mesti menggunakan bahan mahal, namun dengan bahan yang sangat sederhana, dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa dengan cita rasa yang tinggi.

“Kuncinya kita harus menguasai nama bahan dan nantinya tinggal mengolah dan mengkaloborasi bahan itu sendiri. Jadi memasak itu tidak sesulit yang kita bayangkan apalagi jika menggunakan bumbu ala Kobe yang lebih praktis dan simpel,” kata Selebriti Chef Ranu Visudha dalam kegiatan Fun Cooking and Edutaiment bersama Dapur Kobe di Supermarket Darusalam Jalan Darusalam, Minggu (19/2).

Pria yang khas dengan humor yang dibawakannya dalam setiap penampilan itu juga lebih menerapkan konsep Fun Cooking and Edutaiment yang menjadikan seseorang yang pada awalnya tidak tertarik untuk memasak lalu tertantang untuk mencoba dan memiliki keinginan dalam memasak. oleh ilmu dari klien lho,” ungkapnya lagi.

Dalam penampilannya, Chef Ranu Visudha juga mengajarkan para ibu-ibu untuk mengolah makanan yang tidak hanya murah tapi juga sehat. Kegiatan itu, diisi dengan lomba memasak, fun games serta door prize. Bahkan Chef Ranu Visudha tidak lupa berbagi tips-tips serta resep memasak yang menarik kepada pengunjung yang datang.

“Banyak yang tidak tahu bahwa dalam menggoreng ayam tidak perlu menggunakan telur sebagai perekatnya. Cukup dengan menggunakan tepung bumbu goreng Kobe Super Chripsy 1 sendok makan dan ditambah dengan 6 sendok makan air putih, lalu disatukan dengan ayam. Maka ayam goreng akan terasa lebih chrispy dan tidak melempem,” jelasnya lagi.

Pengunjung yang datang juga mendapat resep baru seperti membuat tempe isi rogut. “Membuatnya sangat mudah. Makanan yang sehat cocok buat dikonsumsi anak-anak.  Bahan-bahanya seperti tempe, daging ayam yang dicincang, wortel  dipotong dadu kecil, buncis, bawang bombay, bawang putih, susu cair dan tidak lupa tepung kobe putih,” terang chef yang sudah menelurkan 200 resep masakan ini.

Cara membuatnya, tepung kobe putih dilarutkan dengan air. Daging ayam cincang, bawang putih dan bawang bombay  ditumis. “Masukkan susu cair, gula, larutan tepung kobe dan dimasak hingga mengental serta didinginkan. A mbil 1 adonan ragout, letakkan diatas tempe dan ditutup kembali  dengan tempe. Celupkan dalam adonan basah tepung kobe.Terakhir digoreng hingga masak.   (mag-11)

UN 2012, Ajang Proyek atau Peningkatan Mutu

Ujian Nasional (UN) 2012 menurut saya, suatu sikap ngotot dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau suatu sikap pemaksaan kepada siswa untuk berbohong lagi dan berbuat curang lagi. Seharusnya, pemerintah sudah melakukan evaluasi secara keseluruhan akan keberlangsungan UN, sudah sampai di mana pencapaian dan proses perubahan mutu Pendidikan.

Oleh:
Benni Sinaga

Kalau pun pemerintah ingin melaksanakan UN, sebaiknya pemerintah bisa meyakinkan masyarakat atas dasar apa pemerintah tetap melakukan UN. Saya pikir, pemerintah tidak buta setelah melihat apa yang terjadi di dunia pendidikan kita serta di saat pelaksanaan ujian nasional. Ditambah lagi adanya penolan dari masyarakat. Saya jadi berpikir, apakah memang UN 2012 ini ajang peningkatan mutu pendidikan atau ajang proyek.
Seharusnya, pemerintah bisa membuktikan kepada masyarakat atau memberi perbandingan kepada masyarakat tentang kualitas sebelum Ujian Nasional dan setelah Ujian Nasional. Pemerintah harus memperbaiki sarana dan prasarana sekolah seluruh Indonesia. Melakukan perbaikan di sistem pendidikannya serta manajemen pendidikannya.

Jangan karena negara lain membuat UN, lantas kita juga ikut-ikutan buat UN. Kenapa negara lain bisa berhasil melaksanakan UN? Karena memang dari segi sarana dan prasarana sudah mantap, tenaga pendidik cerdas, moral masyarakat baik, dan sistem pendidikan bagus. Coba bandingkan dengan negara kita, di bagian mana kita mantap?

Beberapa tahun sudah negeri ini menyelenggarakan dan membuat UN menjadi syarat mutlak kelulusan siswa, yang katanya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan pendidikan yang merata secara nasional. Berbagai usaha-usaha dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam peningkatan pendidikan, tetapi apa yang terjadi dan bagaimana kenyataan yang kita lihat atas penyelenggaraan Ujian Nasional? Memang pemerintah sudah melakukan kewajibannya, tetapi kewajiban yang bagaimana? Bagaikan mesin yang dihidupkan untuk membuat suatu produk yang sama, dibiarkan begitu saja tanpa di rawat dan memberikan apa yang  menjadi kebutuhan mesin tersebut.

Demikian pula dengan penyelenggaraan UN ini. Pemerintah membuat Ujian Nasional menjadi standar kelulusan untuk menghasilkan produk pendidikan yang baik tanpa melihat fasilitas serta sarana dan prasarana.

UN dan Dampaknya

Penyelenggaraan UN sudah terlaksana beberapa tahun dan digunakan sebagai syarat mutlak kelulusan sekolah. Namun, masalah yang berdampak sistemik harus kita selesaikan, karena berdampak pada siswa, orangtua, guru dan kepala sekolah. Dimana kita lihat, dampaknya kepada siswa, timbulnya pemahaman yang keliru terhadap makna belajar di sekolah. Minar belajar siswa jadi menurun, hanya takut jika tidak lulus UN, hanya terfokus pada mata pelajaran yang di-UN-kan sehinggga mata pelajaran lain dianggap tidak perlu. Jika tidak lulus stres, bunuh diri, karakter hancur dan timbulnya mental korup, bohong dan mencuri serta berbuat curang.

Sedangkan dampaknya bagi orangtua, selalu salah kaprah terhadap pendidikan. Tidak lulus UN berarti gagal masa depan atau tidak berhasil, tidak memperhatikan karakter. Dampak UN bagi guru, konstruk berpikir guru dan kepala sekolah tentang hakekat atau substansi dari kegiatan pendidikan hanyalah sebatas mengantarkan peserta didik untuk lulus UN. Kalau banyak siswa yang tidak lulus, merasa tidak dihormati dan peluang mendapatkan penghargaan bahkan sampai identitas gurupun hilang.

Kalau dipikir, memang sangat bertentangan dengan tujuan pendidikan yang mana tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Sisdiknas pasal 33).

Dengan penyelenggaraan UN sebagai syarat kelulusan, maka dapat dikatakan tujuan pendidikan tidak tercapai. Dengan melihat keadaan ini, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah UN sebagai standar kelulusan masih bisa dipertahankan? Mau dibawa ke mana generasi muda ini? Coba kita renungkan, apa yang dikatakan pakar pendidikan di bawah ini;

Lima puluh tahun dari sekarang, saat seluruh bangsa telah lengkap dicerdaskan melalui strategi dan standar UN, apa yang pasti terjadi? Jika konsep salah itu diteruskan, tak mustahil jutaan anak bangsa, sepi tapi pasti akan terbunuh sebelum mati. Kegairahannya, potensinya, aspirasinya, hak pribadinya, semua akan teratropi oleh UN. Kalau ini bukan kriminalisasi pendidikan, lalu apa? (Winarno Surakhmad-Pakar Pendidikan)
Solusi UN jangan dibuat menjadi standar kelulusan, tetapi kembalikan fungsinya sebagai alat “Pemetaan” (mapping). Ketika UN tidak dijadikan alat penentu kelulusan, maka pelaksanaan UN sekolah jelas akan lebih fair play dan jujur karena tidak ada rasa khawatir peserta didiknya tidak lulus. Kemudian yang menentukan lulus-tidaknya peserta didik, diserahkan kepada sekolah karena yang tahu keadaan peserta didik adalah pendidik yaitu guru di sekolah. Biarkan murid mengerti realitas hidup, tidak lepas juga pemerintah harus mengutamakan kepentingan siswa dan kualitas di atas kepentingan kepentingan peraturan dan pribadi. (*)

Penulis adalah Dosen STIE IBMI aktif di Campus Concern Medan  

Beli Pesawat, Presiden Disomasi

Jika tak Dibatalkan, akan Digugat

JAKARTA- Pembelian pesawat kepresidenan yang menelan anggaran Rp910 miliar menuai gugatan. Sejumlah LSM mendesak pemerintah agar membatalkan pembelian pesawat kepresidenan. Jika tidak, gabungan LSM itu akan melayangkan gugatan warga negara (citizen law suit) ke pengadilan.
“Jika dalam tujuh hari somasi ini tidak ditindaklanjuti, kami akan melayangkan gugatan warga negara,” ujar Uchok Sky Khadafy, koordinator Investigasi dan Advokasi Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), di Jakarta kemarin (19/2).

Menurut Uchok, pembelian pesawat kepresidenan dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) telah melanggar ketentuan konstitusi. Sesuai dengan pasal 23 ayat 1 UUD 1945 disebutkan, APBN sebagai wujud pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk kemakmuran rakyat.

Belanja pemerintah yang disetujui DPR untuk membeli pesawat jenis Boeing 737-800 business jet 2 itu dituangkan dalam APBN yang sifatnya multiyears atau dilakukan di lebih dari satu tahun anggaran berjalan. Pada tahun anggaran 2011 sebesar Rp92 miliar, tahun 2012 sebesar Rp339 miliar untuk pesawat, ditambah dengan lelang pengadaan interior dan keamanan senilai USD 31 juta.

Namun, diketahui sumber pemasukan APBN untuk pembelian pesawat kepresidenan itu berasal dari utang luar negeri. Anggaran pembelian pesawat kepresidenan tersebut tercantum dalam pos belanja lain-lain bagian lancar utang luar negeri dan pos utang jangka panjang luar negeri APBN. “Hal ini jelas-jelas membebani APBN itu sendiri,” ujar Uchok.

Pemerintah beralasan, dengan membeli pesawat kepresidenan, negara bisa menghemat anggaran USD 33 juta selama lima tahun. Logika penghematan itu dinilai menyesatkan publik dan sekaligus “mengelabui” DPR. Sebetulnya, sewa pesawat kepresidenan sangat bergantung kepada frekuensi perjalanan yang dilakukan. “Selama presiden melakukan pengetatan perjalanan ke luar negeri, tentunya biaya sewa ini akan jauh lebih murah,” ujar Uchok.
Sementara dari pihak Istana Negara belum memberikan tanggapan atas pengajuan somasi tersebut. Saat dikonfirmasi via telepon, tidak ada tanggapan dari Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha. (bay/c4/jpnn)

Dingin Ekstrem Landa Asia, 40 Tewas

KABUL- Musim dingin yang ekstrem tak hanya terjadi di Benua Eropa. Suhu udara dingin yang menggigit tulang juga terasa di Asia dan menelan korban jiwa. Sejauh ini musim dingin ekstrem telah merenggut nyawa sedikitnya 40 anak di Afghanistan.

Sebagian besar korban jiwa tinggal di kem pengungsian di pinggiran Kota Kabul. Lokasi pengungsian itu ditempati ribuan warga Afghanistan yang mengungsi akibat perang dan intimidasi Taliban di wilayah selatan.

Selain itu, korban tewas lainnya berasal dari dataran tinggi di bagian tengah Afghanistan. “Sebulan terakhir kami mencatat ada 40 kasus kematian. Semua meninggal karena kedinginan,” ujar Jubir Kementerian Kesehatan Afghanistan Ghulam Sakhi Kargar Noorughi, kemarin (19/2).

Cuaca dingin, yang diwarnai dengan hujan salju lebat juga terjadi di negara-negara Asia lainnya antara lain, India, Pakistan, Syria, Lebanon dan Palestina. Hanya, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di negara-negara tersebut akibat cuaca dingin.

Afghanistan, yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas dataran tinggi dan pegunungan, dilanda musim dingin yang terparah dalam 15 tahun terakhir. Organisasi internasional amal untuk anak-anak Save the Children memperingatkan bahwa cuaca dingin ekstrem diperkirakan akan memburuk sehingga mengancam nyawa lebih banyak anak di kem-kem pengungsian.(afp/cak/dwi/jpnn)

PPP Siap Tampung FPI dan Ahmadiyah

JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemarin merayakan hari lahir ke-39. Dalam perayaan di Istora Senayan, Jakarta, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali secara terbuka kembali mengajak partai-partai Islam untuk bergabung. Namun, dia menegaskan pula bahwa PKS dan PAN tidak termasuk di antara yang akan dilibatkan.

“PPP membuka pintu selebar-lebarnya untuk umat Islam apa pun mazhabnya untuk masuk ke PPP,” ujar Suryadharma di sela perayaan harlah (hari lahir) kemarin (19/2).

Dia cerita, beberapa waktu lalu dalam benaknya muncul pertanyaan siapa  konstituen PPP sebenarnya? Apakah kalau lelaki itu harus yang pakai kopiah saja. Kalau iya, lanjut SDA, lalu bagaimana lelaki yang tidak pakai kopiah, rambut warna-warni, pakai anting, pakai jeans belel dan  sobek-sobek. “Boleh nggak? Boleh. Jadi siapapun boleh,” katanya.

“Ahmadiyah masuk PPP, boleh. Jangankan FPI (Front Pembela Islam), Ahmadiyah masuk PPP boleh. Asalkan sepakat dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPP,” tambah SDA yang juga Menteri Agama itu.

Menurut dia, terpecahnya kekuatan politik Islam dalam sejumlah partai menjadi salah satu penyebab minimnya suara partai Islam. “Penduduk Indonesia itu mayoritas muslim. Tapi, kekuatan politik muslim minoritas. Ini mengapa? Tentu ada kesalahan,” imbuhnya.
Dia merasa bahwa PPP paling pantas menjadi induk dari kekuatan-kekuatan politik Islam yang ada. Sebab, selain alasan historis sebagai partai Islam pertama yang sudah ada sebelum era reformasi, ada pula alasan faktual. Yaitu, kata Suryadharma, kenyataan bahwa partainya adalah satu-satunya partai Islam yang memiliki suara terbesar dan kursi terbanyak di parlemen.

“PPP itu ibu dari berbagai partai yang baru lahir di era reformasi. Tapi, ini hanya ajakan dan imbauan, terserah mereka yang mendengar (maunya) seperti apa,” tandasnya.(dyn/c4/boy/jpnn)

Barack Obama Dikecam karena Santap Sop Sirip Hiu

Kunjungan Presiden AS Barack Obama ke sebuah restoran Cina di San Fransisco pada Jumat (17/2) lalu, tiba-tiba menjadi sorotan publik. Pasalnya, Obama tertangkap kamera wartawan sedang menyantap sup sirip ikan hiu di restoran tersebut.

Keberadaan Obama di San Francisco untuk menghadiri acara pengumpulan dana, pada Kamis (16/2) lalu. Dia menyempatkan diri singgah di satu restoran di Chinatown. Ia berpose untuk diambil gambar dan membayar kontan dua kantung makanan yang dibawa pulang.

Namun menu di restoran tersebut, Great Eastern, memperlihatkan makanan itu menyajikan sirip ikan hiu, santapan lezat Cina yang dituding para pecinta lingkungan hidup sebagai salah satu penyebabk ikan kuno tersebut ke ambang kepunahan.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney membantah tudingan itu. Kepada media dia menegaskan, Obama tidak ada memesan sop sirip hiu. “Presiden menikmati kunjungannya ke Chinatown, dan sebagaimana Anda tahu, dia memesan banyak makanan Cina. Tidak ada sop,” kata Carney kepada wartawan di Air Force One.

Para pecinta lingkungan hidup mengatakan, puluhan juta ikan hiu dibunuh setiap tahun. Nelayan memotong sirip mereka untuk disajikan di meja makan, dan membiarkan hewan laut itu mati di air. Ikan hiu memiliki sedikit anak, sehingga kelangsungan hidup mereka terancam.(net/jpnn)

Gatot Lepas 3.000 Peserta Jalan Santai

TEBINGTINGGI- Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho didampingi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melepas 3.000 peserta gerak jalan santai di Lapangan Merdeka Sri Mersing, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Minggu (19/2) pagi.

Dalam acara jalan santai yang diadakan Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Tebingtinggi ini,  Gatot Pujo Nugroho meminta kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup dan menjadikan gerak jalan santai sebagai stimulus untuk membudayakan hidup sehat.

“Hendaknya kita giat berolah raga untuk fisik dan jiwa, fisik kita harus diolah, jiwa kita harus diolah dan akal kita harus diolah untuk terciptanya kesempurnaan fisik jiwa dan pemikiran kita,” katanya.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, mengatakan, masyarakat Tebingtinggi harus merasa senang karena dalam kegiatan kali ini langsung dihadiri Plt Gurbenur Sumatera Utara dan untuk merajut kebersamaan maka kegiatan ini sengaja dibuat.
“Gerak jalan juga dapat menciptakan masyarkatat gemar berolah raga,” jelas Umar.(mag-3)

Diduga Keracunan Makanan, 1 Tewas 5 Kritis

PAKPAK BHARAT- Rahmawati Sagala (16) warga Desa Mbinalum, Kecamatan Sitellu Tali, Urang Jehe (STTUJ), yang juga siswi kelas I SMAN 1 Sigunung, meninggal dunia diduga keracunan makanan, Minggu (19/2).

Selain korban, 5 orang lainnya yang mengalami hal serupa, terpaksa dilarikan ke RSUD Sidikalang. Kelimam korban yakni, Mahuya br Angkat (45), Anita Sagala (18) siswi kelas II SMAN 1 Sigunung, Irvan Sagala (12) siswa kelas I SMPN 1 Nanjombal, Yusuf Sagala (11) dan Dernawan Angkat (10) pelajar kelas IV dan V SD MIS Laentombel.

Dr Dorina Silaban dan Dr Novrina Situmorang, yang bertugas di Puskesmas Sibande, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe yang sempat menangani korban diduga keracunan makanan saat dikonfirmasi Sumut Pos, menyatakan,  kelima pasien terpaksa dirujuk ke RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi, karena kondisi pasien yang keritis. “Sampai saat ini kelima pasien telah dirujuk ke RSUD Sidikalang dan dirawat intensif. Diduga penyebabnya akibat keracunan makanan,” katanya.

Kerena panik, warga Dusun Laentombel sempat berbondong-bondong mengungsi ke rumah Lahuddin Angkat, selaku Kepala Desa yang berjarak sekitar 1 KM dari lokasi kejadian.

“Mereka ketakutan melihat kejadian tersebut. Soalnya, korban diduga keracunan makan terlihat kejang-kejang dan merintih kesakitan. Semula mereka mengira kesurupan sehingga mereka takut terjangkit,” ungkap Lahuddin.

Menurut keterangan warga yang berdomisili di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB sampai 08.30 WIB. kejadian itu diyakini berasal dari makanan gorengan sejenis bakwan yang biasa dijual Mahuya Br Angkat, salah satu pasien kritis yang juga merupakan ibu kandung Rahmawti Sagala, korban meninggal dunia. (mag-14).

Komunitas Ontel Lepas Wakapolres

TEBINGTINGGI- Komunitas sepeda ontel Kota Tebing Tinggi yang tergabung dalam Pendayung Sepada Antik Kota Tebing Tinggi (Pedati) dan Bikers Mitra Polri (BMP) seakan tak kuasa kehilangan sosok pembina BMP Sumut sekaligus pembina ontel Sumut, Safwan Khayat. Soalnya, wakapolres Tebingtinggi ini, akan pindah ke Polres Langkat sebagai Wakapolres Langkat, usai serah terima jabatan yang rencananya dilangsungkan, hari ini Senin (20/2).

Dalam rangkain kegiatan perpisahan dengan segenap komunitas ontel dan BMP Kota Tebingtinggi di halaman SD Negeri Jalan Sutomo, Minggu (18/2) malam, terlihat kehadiran Kapolres Tebingtinggi, AKBP Andi Rian Djajadi dan Wakapolres yang baru mantan Kasat Lantas Poltabes Medan, Kompol I Made Ary Pradana dan ratusan komunitas ontel dan BMP serta BMP Sumut dan Mesac Sumut.

Kompol Safwan Khayat mengatakan, terasa berat hatinya untuk meninggalkan berbagai komunitas yang telah dibinanya dari mulia ontel, BMP, becak ceper  dan berbagai organisasi Islam di Kota Tebingtinggi.

“Sebenarnya, berat hati untuk meninggalkan kota Tebingtinggi, banyak kenangan terukir selama menjabat menjadi Wakapolres dua tahun lebih. Tetapi tugas negara lebih penting dan harus dijalankan perintah atasan,” ungkap Safwan.

Masih Safwan, seiring berjalan waktu semua pasti banyak manfaat dan apabila rasa rindu ingin bersama komunitas ontel,BMP dan becak ceper. Untuk mengobati semua itu kapan ada kesempatan masih akan hadir di Kota Tebingtinggi. “Walapun jauh di Langkat, tetapi Tebingtinggi tidak akan pernah terlupakan seumur hidup dan untuk Wakapolres yang baru diminta agar bisa secara terus membina komunitas yang ada di Tebingtinggi dan itulah faktor utama untuk membuat suasana menjadi kondusif,” lugas Safwan.

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andi Rian Djajadi mengatakan, bangga atas prestasi yang dibina Wakapolres Kompol Safwan Khayat, dimana masa kepemimpinannya banyak prestasi yang diukir, polri bisa menjadi dekat dengan masyarakat hanya gara-gara menggalakkan sepeda ontel dan semua komunitas sepeda motor dijadikan satu menjadi Bikers Mitra Polri (BMP). “Semoga di Kabupaten Langkat nantinya beliau bisa menjadikan contoh Kota Tebingtinggi untuk mempersatukan berbagai komunitas yang ada,” ujar Andi Rian. (mag-3)