32 C
Medan
Wednesday, April 15, 2026
Home Blog Page 13933

Tiga Nama Mencuat untuk Bandara di Kualanamu

LUBUKPAKAM- Tiga nama diusulkan untuk bandara internasional yang sedang dibangun di Kualanamu, Deliserdang. Ketiga nama itu yakni, Bandara Sultan Suleman, Bandara Sultan Serdang dan Bandara Kualanamu Deliserdang.

Usulan ketiga nama ini terungkap dalam seminar sehari yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) bekerjasama dengan Pemkab Deliserdang bertajuk, Bandara Internasional dalam Perspektif Historis, Budaya dan Pembangunan. Seminar itu digelar di Balairung Pemkab Deliserdang, Selasa (28/2).

Direktur Keuangan Angkasa Pura II Laurensius Manurung menyatakan, soal penetapan nama bandara sepenuhnya ada di tangan Kementerian Perhubungan. Namun begitu, kata Laurensius,  bagi masyarakat Sumut yang berkeingginan mengusulkan nama untuk bandara baru itu agar menyampaikannya ke Gubernur Sumut. Kemudian gubernur mengusulkan ke Menteri Perhubungan.

Menyikapi itu, Ketua DPRD Deliserdang Hj Fatmawaty Takrim mengusulkan nama bandara itu Sultan Kerajaan Negeri Serdang dengan sebutan Sultan Serdang. Menurutnya, nama tersebut merupakan ciri khas budaya di Deliserdang, selaku lokasi tempat bandara baru itu berdiri.
Sementara Wakil Bupati Serdangbedagai Ir Soekirman mengatakan, nama Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang yang selama ini disebut-sebut warga, sudah layak dipertimbangkan. Pasalnya, di sana telah terkacup dan menampung aspirasi Kesultanan Serdang dan Kesultanan Deli. Sedangkan kata Kualanamu, merupakan  desa yang ada di sana.

Terpisah, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menjanjikan, pembebasan lahan untuk jalan masuk ke Bandara Kualanamu selesai Maret mendatang. Hal ini diungkapkannya saat  melakukan kunjungan ke lokasi proyek pembangunan Bandara Kuala Namu dan lokasi proyek pembangunan jalan akses menuju bandara, Selasa (28/2).

“Saya sudah pastikan melalui pihak Angkasa Pura II, runway bandara rampung pada November tahun ini,” ujar Gatot.
Usai kunjungan itu, Gatot sempat mendatangi Bupati Deliserdang Amri Tambunan di Kantor Bupati untuk mempertanyakan proses pembebasan tanah yang menjadi domain Pemkab Deliserdang. Dalam pertemuan itu, Asisten I Pemkab Deliserdang Syafrullah yang mendampingi Amri Tambunan menjelaskan, 129 warga yang menempati lahan eks HGU pada rencana jalan sepanjang 3,5 km sudah sepakat, dan tinggal menunggu proses pembayaran yang ditampung Pemprovsu di APBD 2012.(btr/ari)

Pasien Dipungut Uang untuk Pompa Air

Ditelantarkan, Penderita Kusta di RSK Sicanang Demo

BELAWAN- Puluhan penderita kusta berunjuk rasa di halaman Rumah Sakit Kusta (RSK) Sicanang, Belawan, Selasa (28/2) pagi. Mereka menuntut agar pimpinan dan kepala tata usaha (Ka TU) di rumah sakit tersebut dicopot, karena kurang maksimal memberikan pelayanan medis dan telah menelantarkan mereka.

Ketua Pasien Kusta RS Sicanang Damhur Nasution mengaku, selama ini pasien kusta di rumah sakit tersebut sering mendapat kesulitan ketika ingin berobat. Selain, dokter dan perawat jarang di tempat, obat untuk luka ke tulang tidak tersedia.

“Jangankan obat, mobil ambulans untuk merujuk pasien ke RSU Dr Pirngadi Medan pun tak punya,” kata Damhur Nasution. Parahnya lagi, ucap Damhur, para pasien yang semestinya harus diamputasi terpaksa gagal. Hal ini disebabkan ketersediaan biaya amputasi di rumah sakit milik Pemprovsu itu tidak ada. “Dulu biaya untuk amputasi ada disediakan, tapi sekarang sudah tak ada lagi. Buktinya, ada pasien kusta yang hingga kini butuh diamputasi, tapi tak diamputasi. Selain obat yang tidak lengkap, kami minta agar pimpinan dan Ka TU, Lindung Siagian diganti,” bebernya.

Tak hanya pelayanan medis yang dikeluhkan para pendemo, mereka juga meminta Ka TU segera mengembalikan uang para pasien yang dipungut untuk keperluan pembelian mesin pompa air. “Sebelumnya pihak rumah sakit melalui Ka TU pernah meminta uang kepada pasien dengan alasan pembelian mesin pompa air, tapi nyatanya kebutuhan air di sini masih bermasalah juga. Belum lagi aliran listrik kerap diputus PLN karena rekening tagihannya belum dibayar,” ungkap para pendemo.

Karena tak mendapat tanggapan dari pimpimnan rumah sakit mapun Ka TU tidak berada di tempat, akhirnya sekira pukul 11.00 WIB massa akhirnya membubarkan diri.

Sementara, Ka TU Rumah Sakit Kusta Pulo Sicanang Belawan Lindung Siagian ketika dihubungi Sumut Pos mengaku, pihak rumah sakit terpaksa menggunakan uang para pasien karena anggaran untuk keperluan pasien di rumah sakit sudah tidak ada lagi. “Uang pasien memang ada kita pakai untuk keperluan membeli mesin pompa air, itu dilakukan karena anggaran rumah sakit tak ada lagi, dan masih menunggu kucuran dana dari Dinas Kesehatan,” kata Siagian.

Namun, Siagian membantah soal tudingan pihak rumah sakit selama ini mempersulit para pasien untuk mendapatkan pelayanan medis. “Kalau kita persulit tidak ada, itu mengada-ngada, dan tidak ada yang diterlantarkan. Tapi kalau soal ketersediaan obat-obatan itu bukan bidang saya, tanyakan saja langsung sama pimpinan rumah sakit karena beliau yang lebih berkompeten untuk menjelaskannya,” dalihnya dari seberang telepon selular.(mag-17)

Lima Bom Masih di Mapolsek Hamparanperak

HAMPARANPERAK- Lima bom jenis mortir yang ditemukan di Dusun II, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparanperak, dan sempat menghebohkan masyarakat sekitar, hingga kemarin masih disimpan atau diamankan di Mapolsek Hamparanperak.

Pasalnya, kelima bom mortir yang sempat dievakuasi tersebut belum diserahkan kepada tim gegana penjinak bom Brimob Polda Sumut, mengingat belum adanya prosedur yang harus dilengkapi oleh petugas Polsek Hamparanperak.

“Bomnya masih kita amankan di kantor, karena persyaratan untuk diserahkan dan diteliti masih kita buat untuk kita ajukan ke Brimob,” kata Kanit Reskrim Polsek Hamparanperak AKP Irsol, Selasa (27/2).

Disinggung, apakah ada rasa kekhawatiran dengan keberadaan bom itu, Irsol menjelaskan pihaknya memang khuatir, karena belum diketahui apakah bom mortir tersebut berstatus aktif atau tidak. “Kita takut juga mana tau tiba-tiba masih aktif, tapi kita sedang membuat pengajuan ke Brimob agar bom itu segera kita serahkan untuk diteliti selanjutnya oleh mereka,” ungkap Irsol.

Terpisah, warga yang berada di sekitaran tempat penemuan bom tersebut yakin masih ada beberapa bom lagi yang tertanam. Pasalnya, setahun lalu pernah juga ditemukan lima bom dengan bentuk jenis yang sama. “Kalau kita liat, pasti ada juga yang tertanam lagi, karena kemarin saja sampai dua kali bisa ditemukan hingga berjumlah lima,” kata Amin, seorang warga.

Dijelaskan Amin, penemuan bom selalu ditemukan di kawasan tersebut, dengan temuan itu warga sekitar pun sedikit resah takut akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Kalau warga pasti resahlah, mana tau ada bom yang belum diambil masih aktif kan berbahay bagi warga,” kata Amin.(ril/smg)

Kejari Binjai Didesak Tangkap Nazri Kamal

BINJAI- Penanganan kasus dugaan penyelewengan dana APBD Kota Binjai 2007 hingga 2009 sebesar Rp19 miliar yang dialokasikan untuk PD Pembangunan Kota Binjai, sampai saat ini belum juga membuahkan hasil. Karenanya, puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Binjai Peduli Aset Negara (AMBPAN), mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Selasa (27/2) pagi pukul 09.00 WIB.

Mereka meminta kepada Kajari Binjai agar mantan Dirut PD Pembangunan Nazri Kamal segera periksa dan ditangkap untuk diproses secara hukum. “Nazri Kamal harus bertangungjawab, karena sudah merugikan Pemerintah Kota Binjai,” teriak Sulaiman, koordinator aksi.

Selain itu, dalam orasinya, Sulaiman juga meminta, agar pihak Kejari Binjai segera mengusut tuntas aset PD Pembangunan. Sebab menurut mereka, ada aset PD Pembangunan yang sudah beralih menjadi milik pribadi Nazri Kamal. “Aset PD Pembangunan yang diduga sudah beralih diantaranya, perusahaan perumahan, perusahaan pengelolaan air mineral, perusahaan batako dan perusahaan pabrik cat. Maka dari itu, kami minta agar Kejari Binjai segara melakukan pengusutan sampai dengan tuntas. Jangan biarkan negara dirugikan oleh orang yang tak bertanggung jawab,” teriak Sulaiman.

Sementara itu, Nazri Kamal, saat dikonfirmasi Sumut Pos via selulernya menegaskan, kalau aksi yang dilakukan masyarakat itu syarat dengan politik. “Ini sudah dutunggangi pihak ketiga. Sebenarnya, ini ulah orang nomor satu di Pemko Binjai dan orang dekatnya,” cetus Nazri Kamal.

Selain itu, Nazri Kamal juga mengatakan, aksi yang dilakukan masyarakat itu, hanya untuk mengalihkan isu. Agar persoalan yang ada di Pemko Binjai tidak terlihat oleh penegak hukum. “Kenapa kasus dugaan tak jelasnya proyek di Kota Binjai tidak disarankan untuk dusut oleh penegak hukum. Dan kenapa proyek pembuatan kantor Dinas Kesehatan yang bermasalah tidak diusut. Jadi, aksi ini hanya pengalihan isu, yang sering kita sebut, maling teriak maling,” tegas Nazri.

Untuk itu, Nazri meminta, agar orang nomor satu di Pemko Binjai, dapat mebuat surat ke penegak hukum. Agar penegak hukum dapat mengusut persoalan lain selain persoalan di tubuh PD Pembangunan.(dan)

124 Armada Disiapkan untuk Distribusi BBM Subsidi

LABUHAN- Menjelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, PT Elnusa Petrofin Medan selaku perusahaan transportasi, telah menyiagakan armadanya guna kelancaran pendistribusian BBM ke SPBU. Tak hanya itu, anak perusahaan PT Pertamina ini juga siap mengoperasikan sedikitnya 124 unit truk tangki yang nantinya akan melayani kebutuhan SPBU di Medan dan Nangroe Aceh Drussalam (NAD).

“Untuk pendistribusian BBM menjelang kenaikan harga sudah kita siapkan, hanya tinggal menunggu intruksi dari PT Pertamina Upms I Medan. Sedangkan untuk armada, dari 124 unit truk tangki yang kita kelola, nantinya akan ditambah dengan armada cadangan dari perusahaan lainnya yang sudah melakukan kerjasama dengan PT Elnusa,” kata Hendrik, Humas PT Elnusa Petrifin Medan kepada Sumut Pos, Selasa (28/2) siang.

Dikatakannya, dari jumlah keseluruhan armada yang telah disiapkan nantinya akan melayani kebutuhan 231 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Dengan jumlah pasokan mencapai 29.000 KL (kiloliter) BBM jenis bensin dan 16.000 KL biosolar pada setiap harinya.

“Hal-hal seperti ini sudah kita antisipasi, termasuk sistem pengawasan distribusi nantinya juga akan dikoordinasikan dengan Pertamina dan aparat penegak hukum. Disamping memonitor pengiriman BBM ke SPBU. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan pendistribusian,” ujarnya.
Hendrik menilai, titik rawan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi yakni di wilayah Utara kota Medan dan kawasan Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. “Kedua titik ini yang dinilai rawan, karena di daerah tersebut  banyak ditemukan agen penampungan tak resmi,” tutupnya.(mag-17)

Siswa SD Tewas Ditabrak Mobil Pengangkut Wortel

KARO- Malang benar nasib Chiko Silalahi, siswa kelas I Sekolah Dasar (SD) , Yayasan Perguruan GBKP Masehi Cabang Berastagi, warga Listrik Atas Berastagi ini. Pasalnya, dia tewas ditabrak mobil pengangkut wortel di depan gerbang sekolahnya, Selasa (28/2) pukul 11.00 WIB.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, korban bersama tiga temannya hendak menyeberang jalan di Jalan Merdeka, kawasan Pasar Buah. Namun di saat bersamaan, dari arah Jalan Gundaling, mobil pick-up BK 9934 SC pengangkut wartel melaju kencang dan menabrak Chiko.

Melihat bocah SD itu terkapar, pengemudi mobil tersebut tancap gas, melarikan diri menuju Medan. Warga sekitar yang melihat kejadian mencoba melakukan pertolongan. Chiko dibawa ke RSU Amanda, Simpang Korpri Berastagi.

Namun sayang, di tengah perjalanan menuju rumah sakit, anak bungsu dari dua bersaudara itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Sementara, beberapa saat kemudian, kenderaan yang menabrak korban ditemukan Kanit Lantas Polsekta Berastagi Iptu M Yusuf terparkir di jalan menuju Pekuburan Muslim dan Nasrani, Kampung Tempel, Desa Sempa Jaya. Sementara sopirnya melarikan diri.

Kepada wartawan, Iptu M Yusuf mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Selain itu, ujar Yusuf, pihak kepolisian  juga mengimbau sopir pick-up tersebut agar segera menyerahkan diri.(wan)

Satu Tewas Tertimbun Kayu

Dua Hari Pasca Banjir Bandang Madina

MADINA-Banjir yang menerjang Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (26/2) malam lalu, tak hanya menyisakan lumpur dan tumpukan kayu di mana-mana. Di badan sungai Aek Kitang, Desa Gunungmanaon ditemukan seorang warga tewas.

Mayat Amirhan Nasution (56) ditemukan warga tertimbun tumpukan kayu. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai panarik becak itu merupakan warga Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara.

Mayat bapak delapan anak ini ditemukan, Selasa (28/2) sekira pukul 14.15 WIB oleh puluhan relawan yang juga kader Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Madina bersama warga Gunungmanaon, saat gotong-royong mengangkut tumpukan kayu dari badan sungai.
“Awalnya yang kelihatan adalah tangan. Saat ditemukan mayat dalam kondisi telentang dan sudah bugil,” terang Ketua DPC PPP Madina, HM Dahler Nasution.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari keluarga korban, Parhimpunan Nasution menyebutkan, Minggu (26/2) sore, udanya (paman) masih menarik becak mengelilingi Panyabungan. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban ingin melihat kondisi jembatan Gunung Tua yang runtuh. Ketika itu, korban memarkirkan betornya tak jauh dari jembatan atau sekitar 20 meter.

“Ada yang melihat paman kami memarkirkan betornya di pinggir jalinsum. Ia ingin menyaksikan jembatan yang roboh. Namun, tidak ada yang melihat paman jatuh karena pada saat itu listrik padam. Kami perkirakan uda jatuh pada saat itu sehingga tidak diketahui orang lain,” terang Parhimpunan.
Selanjutnya, Senin (27/2) siang setelah memastikan korban tidak pulang ke rumah sementar betornya masih parkir di pinggir jalinsum, pihak keluarga melaporkan kehilangan ke Mapolres Madina. Kemarin siang, keluarga korban menerima kabar Amirhan Nasution telah meninggal tertimpa tumpukan kayu di Sungai Aek Kitang, sekitar 1,5 kilometer dari jembatan roboh.

Kasatreskrim Polres Madina, AKP SM Siregar SH membenarkan laporan pengaduan orang hilang. “Benar ada laporan pengaduan orang hilang yang identitasnya sama dengan mayat yang ditemukan. Untuk sementara kita perkirakan dia hanyut saat melihat jembatan runtuh. Memang di lokasi kita lihat penyangga jembatan di pinggir sungai retak. Mungkin korban terlalu dekat berdiri di pinggir sungai, tetapi kita masih lihat dulu kepastiannya,” tukasnya.
Sementara itu, hingga kemarin air masih menggenangi Desa Gunungmanaon di Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Madina. Ketinggian air mencapai satu meter masih dilihat di mana-mana. Termasuk di Masjid Raya Gunungmanaon. Seluruh rumah warga masih terendam.

Di desa lain, seperti Manyabar, Sabajambu, Pagaran Tonga dan desa lainnya, warga sudah mulai membersihkan rumah masing-masing. Rumah yang rusak juga mulai diperbaiki. Sejauh ini, Pemkab Madina belum bisa memastikan besaran kerugian akibat banjir ini, tetapi diperkirakan lebih dari Rp20 miliar.
“Kita belum bisa memastikan jumlah kerugian karena kita masih terus melakukan pendataan. Perkiraan sementara lebih Rp20 miliar,” sebut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Madina, Rizpan.

Sementara itu, ambruknya jembatan mengakibatkan suplai berbagai kebutuhan masyarakat seperti bahan bakar minyak (BBM) terhambat. Untuk mensuplai BBM ke Madina, Pertamina mengambil stok dari Terminal BBM Sibolga, dengan jarak tempuh 6 jam. Tetapi, putusnya jembatan ini, membuat Pertamina harus mengalihkan pengiriman.

“Ini salah satu upaya untuk mengantisipasi faktor penghambat distribusi,” ujar Asisten Manager External Relation PT Pertamina Fuel Retail Marketing Regional Sumbagut, Fitri Erika.

Menurutnya, kegiatan pengalihan suplai BBM ini, merupakan strategi Pertamina yang memiliki pola Supply RAE (Regular, Alternatif, dan Emergency). Suplai ini dilakukan bila terjadi hambatan dalam distribusi. (wan/smg/ram/jon)

Minum Miras Oplosan, Dua Tewas Lima Kritis

LANGKAT- Meregang nyawa akibat mengkonsumsi minuman keras (miras) kembali terjadi. Kali ini dua orang warga tewas usai mengkonsumsi miras adalah Deni Kazana alias Dedi (19) dan Irma Huda (28) warga Dusun VIII, Desa Mekar sawit, Kecamatan Sawit Seberang, Langkat. Kedua korban masih bertalian keluarga karena masih sepupu.

Informasi yang dihimpun, Selasa (28/2) menyebutkan, peristiwa berujung kematian ini berawal dari digelarnya hiburan keybord di salah satu desa di Kecamatan Sawit Seberang. Semacam jadi tradisi, tanpa kehadiran miras rasanya acara pesta tersebut tidak lengkap. Oleh sebab itulah, kedua korban langsung mencari miras untuk dinikmati sambil menikmati tontotan organ tunggal tersebut.

Minuman yang dipilih jenis Mansion. Minuman tersebut lalu dicampur Pepsi Blue. Selanjutnya, minuman itupun ditenggak sedikit demi sedikit hingga keduanya teler. Selain mereka, beberapa rekan mereka yang lain juga ikut ambil bagian, mereka adalah Anggi (17), Andi (17), Prima (21) dan Yogi (20). Menjelang tenggah malam, suasana yang dinggin bagi sebagian warga, tapi hanggat bagi para pemuda ini karena terus meminum minuman keras tadi. Menjelang dini harinya, keybord berakhir dan merekapun bergerak pulang ke rumah masing-masing. Namun, tak lama setelah itu, kedua korban mengalami rasa sakit yang luar biasa di dada dan perutnya. Mereka langsung muntah-muntah, hingga tak sadarkan diri. Keduanya langsung dibawa ke Klinik Keluarga untuk diobati secara medis. Naas, belum lama ditangani petugas medis, keduanya sudah menghembuskan nafas terakhir. “Mereka keracunan minuman keras dan kami sudah mencoba melakukan pertolongan, tapi takdir berkata lain,” kata Dr Dahlia, pemilik Klinik Keluarga.

Keesokan paginya, keempat remaja lainnya juga ikut keracunan akibat meminuman miras oplosan tersebut. Lalu, keempatnya dibawa ke Klinik Keluarga untuk diberikan perawatan secara serius. Nasib baik, kondisi keempatnya sudah berangsur pulih dan dalam tahap penyembuhan. “Gitu bangun tidur pagi, dadaku terasa sesak bang, terus aku merasa pusing dan mual-mual, padahal aku malam itu minumnya cuma sikit, tapi kalau kedua temanku yang meninggal itu memang paling banyak minumnya dan sudah dua hari mereka minum terus ditempat pesta itu, karena yang pesta itu kawan kami juga,” kata Anggi, salah seorang korban yang dirawat.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang, Iptu Firman PA saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Kata Firman, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya kedua remaja tersebut yang diduga akibat miras oplosan tersebut. “Kita masih selidiki dan kami akan segera memanggil pemilik warung yang menjual miras itu,” katanya.

Terpisah, Lesmari (19) warga Dusun Bukit Harapan, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, harus dilarikan ke RSU Tanjung Pura, Selasa (28/2), karena kritis usai meminum minuman keras.

Sebelumnya di lokasi berbeda, Minggu (26/2) sekira pukul 05.00 WIB, Endre Balation (47) musisi asal Hongaria tewas di dalam perjalanan saat hendak dilarikan ke RSU Dr Djoelham Binjai. Diduga korban tewas akibat meminum miras jenis Mansion House disebuah penginapan Plain Stonn Inn di lokasi wisata alam Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Langkat. (mag-4/wis/smg)

Aklamasi, Anuar Shah Kembali Pimpin PP Sumut

Hasil Muswil PP Sumut ke-XII di Padangsidimpuan

SIDIMPUAN- Dalam Musyawarah Wilayah Pemuda Pancasila (Muswil PP) Sumut ke –XII yang dilangsungkan di Padangsidimpuan, Selasa (28/2), kembali terpilih sebagai Ketua MPW PP Sumut Anuar Shah SE.

Anuar Shah atau akrab disapa Aweng, terpilih secara aklamasi melalui 30 MPC dari 33 kabupaten/kota se-Sumut yang masing-masing memiliki 1 hak suara. Soalnya, MPC Binjai tidak memiliki hak suara karena dibekukan, sedangkan 2 dari 5 kabupaten/kota di Pulau Nias belum terbentuk pengurus MPC-nya. Kemudian 1 suara dari MPW dan 1 suara dari MPN.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP), H Japto Sulistyo Soerjosoemarno SH, secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) PP Provinsi Sumut ke-XII, bertempat di auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidimpuan (Psp), Selasa (28/2).

Sebelum dibuka, Japto bersama Sekjen MPN, TM Nurlif, Kabid Pemberdayaan Perempuan MPN, Camelia Malik, Koorda Sumatera, Sakhyan Asmara, bersama HB Horas Hutahean, Ajib Shah, dan Anuar Shah di ulosi oleh unsur muspida se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) dan tokoh adat, SS Baginda Tambangan.

“Penyematan ulos merupakan kegiatan adat yang sakral, sebagai bentuk penghormatan tertinggi tuan rumah kepada tamu yang datang,” ucap Baginda Tambangan yang juga Ketua MPO PP Kota Psp ini.

Ketua MPN PP, H Japto Sulistyo Soerjosoemarno dalam sambutannya mengatakan, kagum atas pelaksanaan Muswil PP Sumut ke-XII. Selain di langsungkan di luar Kota Medan selaku ibukota Provinsi Sumut, Muswil di langsungkan dengan meriah, dan juga diyakininya akan berjalan demokratis, lancar dan penuh rasa kekeluargaan.

“Saya haramkan Muswil ini menjadi ajang pertentangan di kalangan kita. MPN punya hak untuk tidak mensahkan dan tidak melantik ketua yang tidak sesuai AD/ART yang ditetapkan,” tegasnya.

Japto juga menjelaskan, posisi PP saat ini Back to Zero. Dirinya tidak menampik beberapa anggotanya di rekrut dari pemuda yang kurang baik pada awalnya, tapi begitu masuk PP, mereka jadi tahu etika, bermartabat dan bersahaja.(neo/smg/jun)
serta beradat.

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah

DAIRI- Hujan es disertai angin kencang melanda Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, merusak puluhan rumah warga, Senin (27/2).
Informasi diperoleh Sumut Pos, angin kencang disertai hujan es tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kerusakan terparah terjadi di Desa Sihorbo, Desa Adian Gupa, Desa Sinampang dan Desa Adiannangka.

Kondisi rumah warga akibat musibah itu, sebagian besar atap rumahnya terbang diterjang angin. Seperti rumah Ayen Pandiangan, warga Desa Sihorbo, seluruh atap rumahnya terangkat dan terbang hingga puluhan meter, sehingga seluruh perabot yang ada di dalam rumah ikut rusak. Beruntung, bencana alam itu tidak menelan korban jiwa, namun diperkirakan kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah.

Camat Siempat Nempu, Sahala Siagian, yang dihubungi di tempat kejadian menjelaskan, pihaknya segera melaporkan kejadian itu kepada instansi terkait di Pemkab Dairi. Untuk sementara, tim dari kecamatan masih melakukan pendataan. (mag-14)