31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13950

Gotong Royong Kebersihan dan Tanam Pohon

MEDAN- Warga beserta  Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai melakukan penanaman 20 bibit pohon melinjo, sekaligus bergotong royong melakukan kebersihan lingkungan,  Sabtu (25/2) pukul 10.00 WIB

Penanaman pohon dilakukan di Jalan Tangguk Bongkar 10 langsung dipantau Lurah Tegal Sari Mandala II, Masati Zebua SH yang dihadiri beberapa Kepling masing-masing Supio,  Rusdi, Wan Ardiansyah, Yasril dan Timbul Sihombing.

“ Kita sangat berterima kasih kepada warga yang dapat meluangkan waktunya untuk dapat melakukan penanam bibit pohon melinjo dan bergotong royong,” terang Masati.

Dalam kegiatan gotong royong merupakan kegiatan rutin yang dilakukan selama dua pekan. “Kagiatan gotong royong rutin dilakukan selama dua minggu. Bertujuan untuk menghindari banjir, dan membuat lingkungan asri,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatan yang dilakukan tersebut, Edi Mulia Matondang Camat Medan Denai menyebutkan dirinya sangat mengapresiasi langkat warganya dan pihak kepling yang hendak melakukan gotong royong membersihkan drainase dan penanam pohon bibit melinjo.
“Memang untuk melestarikan keindahan tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita sama-sama menciptakan keindahan kelestarian lingkungan kita,” serunya.(omi)

Jujur Kekuatan Terbesar

Pelantikan Muslimat, APA dan IGDA Medan

MEDAN-Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Azmyn Yusri Nasution menegaskan, kejujuran merupakan kekuatan paling besar. Bahkan bandit sekalipun mencari seorang teman yang jujur.  “Kenapa mencari teman yang jujur, karena si bandit tersebut tidak mau ditipu,” tegasnya di hadapan ribuan ibu-ibu kader Muslimat Al-Washliyah, Angkatan Putri Al Washliyah (APA) serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Medan, serta Ketua Pimpinan Al Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn, Sekretaris H Yulizar Parlagutan Lubis, Ketua PB Al Washliyah Yusuf Pardamean Nasution dan Ketua PD Al Washliyah Medan Ir Azzam Rizal, Sabtu (25/2).

AY Nasution beserta isteri berada di tengah-tengah kader dan warga Al Washliyah atas undangan menghadiri pelantikan bersama Muslimat Al Washliyah, APA serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Medan serta peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1433 H.

Dia menambahkan, saat ini banyak orang yang menjual dirinya dengan cara menipu, berbohong bahkan selalu bangga dengan ketidakjujurannya. “Saya berharap kitasemua dan pemimpin di Al Washliyah harus jujur karena jujur adalah kekuatan yang besar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu AY Nasution memimpin dan mengajak seluruh kader dan warga Al Washliyah mengumandangkan shalawat. “Ayah saya orang Al Washliyah, sayangnya saya belum dilantik menjadi anggota Al Washliyah,” katanya usai memimpin shalawat.

Ketua PW Al Washliyah H Hasbullah Hadi SH MKn mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang besar, namun saat ini terjadi kemerosotan moral dan jatuh pada tempat yang serendah-rendahnya.” Kemunafikan ada di mana-mana, kejujuran tidak ada lagi,” ungkapnya. Karena itu, lanjutnya, Al Washliyah harus tampil memperbaikinya melalui pendidikan dan gerakan dakwah.

Ketua Muslimat Al Washliyah Kota Medan, Hj Wardaty Nasution mengajak seluruh warga Al Washliyah untuk membangun Al Washliyah sehingga terus Berjaya membawa ummat ke masa yang akan datang. “Al Washliyah senantiasa melahirkan pemimpin yang melanjutkan perjuangan Rasulullah,” katanya.
Pengurus yang dilantik Ketua PW Al Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn.  Ketua Muslimat Al Washliyah Kota Medan, Hj Wardaty Nasution, Sekretaris Hj Juma’iyah, Ketua APA Medan Masjuriatul Bahar S.Sos, Sekretaris Masitah SAg. Ketua IGDA Medan, H A Salim Daulay MA. (*/ila)

DPD RI Dukung Penertiban Pembayar Pajak

MEDAN-Anggota DPD RI DR HRahmat Shah menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak I Sumatera Utara, Estu Budiarto Ak,MBA, Kamis (23/2) di Rahmat Gallery Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat Shah mendukung upaya Ditjen Pajak dalam hal penertiban pembayaran pajak oleh para wajib pajak.
“Sebagai Anggota DPD RI kami mendukung upaya Kakanwil Ditjen Pajak dalam penertiban pembayaran pajak, untuk itu aparatur pajak juga perlu ditingkatkan, karena pajak adalah salah satu sumber pembiayaan pembangunan kita, merupakan tulang punggung sektor pembiayaan,” ujar Rahmat.
Selain itu, kata Rahmat, aparatur pajak juga dituntut untuk profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Jangan seperti selama ini, ada beberapa kasus dimana wajib pajak dikenakan beban pajak yang tidak rasional dan terkesan akal-akalan untuk dijadikan alat posisi tawar dalam mendapatkan keuntungan pribadi,” terangnya.

Selanjutnya, Rahmat meminta agar pihak perpajakan juga harus mengerti kalangan dunia usaha, karena tidak semua wajib pajak itu nakal.

Ia yakin, jika efektivitas pembayaran pajak aparatur pajak profesional bisa membangun infrastruktur, fasiltas umum dan sebagainya.
Contoh Singapura, yang tidak memiliki sumberdaya seperti di Indonesia. Tapi, karena mereka menerapkan sistem pajak yang baik dan profesional dan transparan, mereka bisa maju seperti saat ini.

“Saya yakin jika wajib pajak tertib menunaikan kewajiban pajaknya, aparaturnya profesional dan transparan, yang selama ini mampu mencapai tagert 80 persen akan terjadi peningkatan yang siginifikan hasil yang diperoleh dari pajak. Oleh karena itu, kepada para wajib pajak kami imbau, untuk sama-sama melaporkan SPT Pribadi yang waktu semakin dekat yakni pada bulan Maret mendatang,” imbau Rahmat.

Kakanwil Ditjen Pajak I Sumatera Utara, Estu Budiarto yang saat kunjungan didampingi Edison Manurung yang juga mantan Ketua KNPI serta kader PP, mengatakan, kagum dengan museum dan gallery yang dibangun oleh Rahmat Shah yang diresmikan oleh Presiden RI. “Salut dan hormat akan kepedulian pak Rahmat pada lingkungan serta beliau untuk member kesempatan anak-anak sekolah untuk turut menikmatinya,” ujar Estu.

Selain bersilaturahmi, pada kesempatan tersebut Rahmat juga menyampaikan bahwa antara PMI dan Ditjen Pajak akan dilakukan kerjasama dalam gerakan kepalangmerahan, seperti Donor Darah, Income Generating, dan Rahmat Shah juga akan melakukan kunjungan balasan ke kantor Kanwil Pajak I Sumatera Utara guna menindaklanjuti pembicaraan-pembicaran hari itu. (*/ila)

Banjir Bandang Landa 27 Desa di Aceh Pidie

Di Tangse 27 Rumah Hilang

Belum lagi pulih luka warga Kecamatan Tangse Aceh Pidie, kini kembali dilanda banjir bandang. Beberapa gampong (desa) di kawasan itu porak-poranda. Sedikitnya, 27 rumah hilang.

Rumah yang hilnag karena terseret air antara lain 8 rumah di Gampong Blang Malo,4 di Alue Calong, 14 rumah di Kebun Nilam, dan 1 rumah di Gampong Ulee Gunong. Selain itu, daerah lain yang terkena bencana bencana antara lain.

Gampong Pulo Kawa, Pulo Sunong, Pulo Masjid, Lubok Badeuk, dan Blang Reumeh. Semuanya berada di Kecamatan Tangse.

Pantauan Rakyat Aceh dilokasi bajir tepatnya di Gampong Blang Malo satu unit jembatan lintas Beureunun-Tangse putus total dan tidak bisa dilewati kenderaan roda dua dan empat, sehingga warga membuat jembatan darurat dengan memasang sebatang kayu, namun bagi warga yang melintas harus berhati-hati sebab sangat berbahaya dan licin, sedangkan kaum perempuan saat melintasi jembatan darurat harus dipapah.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pidie M Iriawan SE kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) Minggu (26/2), ada 27 Gampong yang rumahnya hanyut dibawa arus air. Sementara longsor terjadi di 21 titik dari Gampong Blang Malo hingga ke Gampong Kebun Nilam, namun sedang dalam upaya perbaikan. “Kita Kerahkan 6 unit alat berat untuk membangun dan membersihkan lumpur di jalan yang longsor,” jelasnya.
Tambah dia, untuk membersihkan dan membangun jembatan darurat butuh waktu lama dan waktu darurat selama 12 hari sejak Sabtu (25/2), dan pihaknya menunggu laporan data dulu sehingga akurat dan terpercaya. Sementara aliran listrik juga padam saat banjir melanda Tangse, bahkan putusnya jaringan listrik sangat mempengaruhi jaringan tekomunikasi. Ada beberapa tim saat ini sedang bekerja seperti polisi, TNI, PMI dan dari BPBD. Dari laporan sementara tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Kita masih menunggu evakuasi semua tim dan pendataan,” papar M Iriawan.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, TM Zulfikar menilai, banjir melanda Tangse pada Sabtu (25/2) malam kemarin, membuktikan masih tingginya aktivitas pembalakan liar atau illegal logging serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan di daerah tersebut.

“Pengalaman banjir bandang pada Maret 2011 silam harusnya bisa menjadi pembelajaran bagi semua, khususnya pemerintah,” katanya, Minggu (26/2).
TM Zulfikar menyebutkan, banjir bandang terjadi untuk kedua kalinya di Tangse, Pidie karena luapan Krueng Inong adalah dampak dari semakin parahnya kerusakan lingkungan dikawasan tersebut, baik karena aktivitas pembalakan liar, alih fungsi hutan menjadi areal perkebunan maupun karena kehadiran perusahaan pertambangan.

Banjir tersebut menandakan bahwa aktivitas kerusakan lingkungan tidak mampu dibendung Pemerintah Aceh dan kabupaten setempat. Setelah banjir bandang yang pertama pada Maret silam, tidak terjadi adanya perubahan aksi pengrusakan lingkungan didaerah tersebut bahkan semakin parah saja.
Perlu diketahui, struktur tanah di kawasan tersebut sangat labil dan sangat rentan terhadap longsor , khususnya kala hujan mengguyur. Dan berdasarkan penelitian yang mereka lakukan didapati bahwa beberapa wilayah di daerah tersebut tidak layak untuk dijadikan pemukiman.

Walhi pun menilai pemerintah Aceh lamban dalam melakukan penanaman kembali hutan-hutan yang gundul atau reboisasi yang dilakukan melalui gerakan menanam pohon di tanah gundul. “Kita sudah jauh-jauh hari memperingatkan ini,” terangnya. (mir/slm/smg)

AKBP Apriyanto Siap Melawan

Dianggap Positif Konsumsi Narkoba Golongan Tiga

Medan-Mantan Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Narkoba Poldasu AKBP Apriyanto Basuki Rahmat menentang penyelidik yang menjeratnya sebagai tersangka keterlibatan narkoba pil happy five. Dia pun siap untuk segera melakukan tes darah milik untuk membuktikan kebenaran kalau dia tidak mengonsumsi narkoba.

Pria yang juluki orang rumahan ini, mengaku sikapnya ini bukan untuk menentang atasan. Hal ini semata-mata untuk mencari kebenaran dan keadilan. “Saya tak pernah melawan pimpinan dan tak akan melawan pimpinan. Saya hanya mencari kebenaran dan keadilan,” katanya kepada Sumut Pos melalui telepon selulernya, Minggu (26/2), kemarin.

Seperti diketahui, sebelum  hasil tes urine keluar Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol  Andjar Dewanto telah menyatakan satatus Apriyanto sudah tersangka atas kasus narkoba. Namun, saat dikonfirmasi ulang, Andjar maupun Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru  Prakoso selalu menyatakan kalau AKBP Apriyanto masih sebagai saksi.

Menariknya, dari informasi  yang didapat Sumut Pos, pernyataan status AKBP Apriyanto yang dikatakannya sebagai saksi, berbeda dengan surat permohonan tes urine. Sesuai dengan nomor Surat permohonan Tes Urine Bernomor Pol/161/II/2012/ Ditnarkoba yang ditandatangani Andjar, tertulis dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Laboratorium (Kalabfor) Polri Cabang Medan kalau AKBP Apriyanto sebagai tersangka.

Di dalam surat permohonan tes urine tersebut ada lima item. Inti dari item pertama tertulis dasar laporan polisi terkait memiliki psykotropika jenis pil. Inti dari Item kedua, tertulis guna kepentingan penyidikan, Dit Narkoba mengirimkan urine AKBP Apriyanto Basuki Rahmad.

Inti Item ketiga, tertulis kronologis kejadian, dalam surat tersebut dijelaskan AKBP Apriyanto diduga keras telah melakukan tindak pidana memiliki psykotropika jenis pil happy five pada hari Minggu tanggal 12 Februari sekira pukul O3.00 WIB di Jalan Merak Jingga, Medan. Sedang Item keempat tertulis, AKBP Apriyanto dilakukan pemeriksaan laboratoris bertujuan untuk menentukan apakah tersangka memiliki atau mempergunakan psykotropika jenis pil happy five untuk pembuktian tersangka di pengadilan atau di persidangan. Sedangkan inti dari item kelima tertulis agar hasil laboratoris jangan terlalu lama.

Kalabfor Dianggap Dalam Tekanan

Sementara itu, belakangan diketahui kalau rumah Apriyanto diintai orang tak dikenal (OTK). Hal itu diakui AKBP Apriyanto kepada kuasa hukumnya, Marudut Simanjuntak SH. Marudut mengatakan dua hari berturut-turut rumah AKBP Apriyanto selalu diintai dua orang pria mengendarai mobil. “Orangnya pakai topi, Kamis (23/2) naik Eterna hari Jumat (24/2) naik Kijang,” ujarnya.

Marudut mengatakan, sejauh ini AKBP Apriyanto belum mendapat teror, hanya saja rumahnya diintai. Ditegaskannya, apabila AKBP Apriyanto mendapat teror telepon dan pesan singkat, pihaknya akan melapor ke pihak yang berwenang. “Kalau diteror ya sudah melaporlah kita Bos,” tegas Marudut.

Menanggapi pernyataan Kalabfor Polda Sumut, Kombes Pol Syafrian yang sempat mengatakan hasil tes urine AKBP Apriyanto negatif, Marudut menduga Kalabfor mendapat tekanan. Sehingga, Syafrian berubah pendirian. “Mungkin saja beliau mendapat tekanan, jadi berubah negatif menjadi positif,” jelasnya.

Terpisah, saat ditanya soal tes urine AKBP Apriyanto yang awalnya negatif menjadi positif,  Kombes Pol Syafrian mengatakan hal itu-itu sah-sah saja dikatakan AKBP Apriyanto kepada kuasa hukumnya. Sebab menurutnya, hasil tes urine hanya dapat diberitahu kepada penyidik. “Tanya saja sama Pak Apriyanto, jangan sama saya. Labfor itu kan nggak boleh ngobral hasil pemeriksaan, Labfor hanya menyampaikan kepada penyidik yang meminta. Kalau Labfor itu apa adanya saja bicara, kalau positif ya positif kalau negatif ya negatif, tak akan bisa berubah-ubah,” ketusnya saat dihubungi, Minggu (26/2) siang.

Ditanya pengakuannya di depan Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Cornelius Hutagaol, Syafrian terbata-terbata menjawab koran ini. “Labfor itu tidak boleh bicara, nanti kalau sudah di depan pengadilan baru boleh. Nanti waktu persidangan wartawan mau blow up terserah saja. Itu kan polemik, saya tidak mau ikut-ikutan. Kalau ada pihak-pihak yang tidak senang, silahkan laporkan saja ke penyidik,” ujarnya.

Sebelumnya, AKBP Apriyanto tak senang dengan hasil tes urine yang dikeluarkan laboratorium narkotika Polda Sumut. Melalui kuasa hukumnya, Marudut Simanjuntak SH, mengatakan akan meminta perlindungan hukum kepada Kapolri, Jenderal Timur Pradopo.

Tujuan meminta perlindungan hukum ke Kapolri, lantaran ditemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. “Kita menduga adanya rekayasa dalam kasus ini dan meminta penyidik agar bekerja secara profesional. Itu tujuan surat ke Kapolri,” kata Marudut.

Dijelaskannya, kejanggalan pertama adalah berdasarkan surat pengantar permintaan tes urine yang ditandatangani Kombes Andjar Dewanto ke Labfor disebutkan kliennya sebagai tersangka. (mag-5/ala/smg)

Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Bukan karena merasa sama-sama sebagai ‘penderita cacat organ’ kalau saya dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sering membuat kesepakatan. Berbagai terobosan memang harus kami buat berdua. Terutama untuk mengatasi banyak masalah infrastruktur. Saya memang sesekali bertanya soal operasi jantung kepadanya. Beliau juga sesekali bertanya mengenai operasi ganti hati kepada saya. Tapi, kami lebih sering berbicara mengenai bagaimana bisa mewujudkan jalan tol dengan cepat. Beliau adalah pemegang regulasi jalan tol, sedangkan BUMN memiliki perusahaan jalan tol seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Untuk mewujudkan jalan tol dari Semarang ke Solo, misalnya. Kami berdua membuat terobosan yang belum pernah terjadi. Ruas tol Semarang-Ungaran memang sudah selesai dikerjakan. Lalu Jasa Marga kini juga mengerjakan ruas Ungaran-Bawen yang akan selesai awal tahun depan.
Tapi, bagaimana dengan ruas Bawen-Solo?

Menurut perhitungan bisnis, ruas Bawen-Solo belum menguntungkan. Perlu subsidi negara sampai Rp1,9 triliun. Tapi, sungguh sulit mendapatkan suntikan uang dari pemerintah sebesar itu. Bahkan, mendekati mustahil. Menteri Keuangan sangat keras dalam mendisiplinkan fiskal. Melihat gelagat itu saya memilih mencari jalan memutar. Saya minta Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin menemukan jalan keluar, meski harus agak memutar.

Akhirnya jalan memutar itu ditemukan. Syaratnya, saya harus membicarakannya dengan Menteri PU. Intinya adalah: Jasa Marga bisa mengerjakan jalan tol Bawen-Solo kalau bisa mendapat izin dua jalan tol lainnya. Yakni, jalan tol sepanjang 3 km dari Daan Mogot ke Cengkareng dan jalan tol dari Kawasan Berikat Nusantara ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kalau izin itu bisa diberikan, keuntungannya banyak sekali. Jalan tol Semarang-Solo langsung bisa dikerjakan dan kemacetan ruas Daan Mogot ke Cengkareng serta keruwetan kawasan industri sekitar Bekasi ke Tanjung Priok juga terurai.

Menteri PU langsung merespons dengan cepat. Bahkan, kini deputi saya yang dikejar-kejar untuk segera memproses persyaratannya. Di depan Presiden SBY saya mengemukakan (dan didengar oleh Menteri PU serta menteri lain) bahwa bottle neck pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa diselesaikan dengan pola ‘CD bajakan sepuluh ribu tiga’. Dua ruas yang ‘gemuk’ dipaketkan dengan satu ruas yang ‘kurus’.

Pola ‘CD bajakan sepuluh ribu tiga’ ini merupakan kesepakatan kedua saya dengan Menteri PU. Yang pertama adalah pembangunan jalan tol di Bali. Yakni, jalan tol yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai yang baru ke kawasan wisata Nusa Dua melalui atas laut. Jalan tol di Bali itu akan menjadi jalan tol di atas laut yang pertama di Indonesia. Di tengah laut nanti ada interchange-nya yang meliuk-liuk. Kini jalan tol Bali itu dikerjakan dengan kecepatan tinggi. Dua belas bulan lagi akan bisa dinikmati. Proyek ini tidak bisa berjalan kalau tidak ada terobosan yang kuat antara Menteri PU, Gubernur Bali, dan Kementerian BUMN.

Kemarin malam saya dan Pak Djoko Kirmanto membuat kesepakatan baru lagi. Kali ini untuk menerobos Sumatera. Sudah lebih 10 tahun para gubernur di Sumatera menuntut segera dimulainya pembangunan jalan tol sepanjang pulau itu. Sumatera akan menjadi pulau yang memberikan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa kalau listrik tercukupi dan jalan tol dibangun besar-besaran.

Minggu lalu saya bertemu gubernur seluruh Sumatera. Tuan rumahnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Kami kemukakan bahwa beberapa terobosan sedang dilakukan di Jateng dan Bali. Mestinya terobosan yang sama bisa dilakukan di Sumatera.

Para gubernur di Sumatera memang memiliki kemampuan keuangan lebih besar daripada provinsi lain. Mereka juga ngebet ingin membangun konektivitas di antara provinsi di Sumatera. Maka, kami tawarkan untuk bersama-sama mulai membangun jalan tol di seluruh Sumatera. Tentu banyak ruas di Sumatera yang secara bisnis masih kurang menguntungkan. Tapi, tidak boleh perhitungan bisnis tersebut menghambat pembangunan.

Yang kami tawarkan adalah membangun perusahaan patungan antara Jasa Marga dan setiap pemda di Sumatera. Akhirnya dalam rapat yang hanya tiga jam itu disepakati banyak hal. Misalnya, kesamaan pandangan bahwa pembangunan jalan tol belum bisa menguntungkan pihak Jasa Marga, tapi sangat menguntungkan wilayah provinsi yang dilewati. Karena itu, beban berat tersebut harus dipikul bersama antara Jasa Marga dan pemda. Caranya, pemda membebaskan tanah dan mencadangkan sejumlah kawasan di sepanjang jalan tol. Kawasan itulah yang kelak dikelola bersama untuk sebuah proyek bisnis di masa depan.

Hari itu juga kami sepakati pembentukan PT Jasa Marga Lampung, PT Jasa Marga Sumsel, PT Jasa Marga Jambi, PT Jasa Marga Riau, PT Jasa Marga Sumbar, PT Jasa Marga Sumut, dan PT Jasa Marga Bengkulu. Jasa Marga memegang saham mayoritas di setiap perusahaan itu. Sedangkan pemda memegang sejumlah saham yang besar kecilnya ditentukan oleh kemampuan daerah.

Terobosan ini segera saya komunikasikan kepada Menteri PU. Beliau pun segera mengamini. Tinggal urusan administrasi yang harus dipersiapkan. Dalam kesempatan menghadap Presiden SBY Jumat siang lalu, terobosan di Sumatera ini juga saya sampaikan. Tentu presiden sangat menghargai kerja sama antara BUMN dan Kementerian PU seperti ini. Secara bergurau presiden menambahkan: kapan dibangun PT Jasa Marga Pacitan?
Di bagian akhir kesepakatan Palembang itu dikonkretkan pula jalan tol mana saja yang akan dibangun. Di Lampung akan dibangun mulai Bakauheni sampai Bandar Lampung ditambah tol di dalam kota. Lalu tol yang menuju Sumsel. Di Sumsel sendiri ditentukan jalur dari Palembang ke Prabumulih, Palembang-Siapi-api, dan Palembang ke perbatasan Jambi.

Di Jambi dibangun jalan tol dari perbatasan Sumsel ke Kota Jambi. Juga dari Kota Jambi ke Tanjung Jabung. Di Riau jalan tol dibangun dari Pekanbaru ke Dumai dan Pekanbaru ke Palalawan. Di Sumbar dibangun jalan tol dari Padang ke Padang Panjang dan langsung ke Bukittinggi terus sambung ke perbatasan Riau. Di Sumut jalan tol dibangun dari Medan ke Tebingtinggi dan terus ke Kuala Tanjung. Juga dari Medan ke Binjai.

Jumat sore lalu saya langsung ke Semarang. Di perkebunan kopi Banaran, kami mengumpulkan para manajer dari 10 pabrik gula yang paling sulit di Indonesia. Ini sebagai kelanjutan dari acara bahtsul masail kubro di Surabaya sebulan sebelumnya. Sampai menjelang tengah malam kami bahas bagaimana 10 pabrik tersulit itu bisa keluar dari ‘asfalas safilin’!

Problem pokok pabrik gula adalah di pertanyaan yang mendasar ini: di manakah gula itu dibuat?

Orang awam tentu menjawab: gula dibuat di pabrik gula!
Itu salah! Yang benar, gula itu dibuat di sawah!

Tanaman tebu yang semula kecil tumbuh menjadi besar lalu berisi gula. Ada tebu yang gulanya sedikit, ada tebu yang gulanya banyak. Bergantung pada bibit, cara tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan seterusnya. Di sinilah ditentukan banyak sedikitnya gula akan diproduksi. Walhasil, pabrik-pabrik gula harus kembali memperhatikan tata cara penanaman tebu yang benar.

Pabrik gula bukanlah pembuat gula. Pabrik gula justru hanya membuang gula. Kadar gula dari sebatang tebu yang, katakanlah 1 kg, setelah digiling hanya keluar gula 0,6 kg. Bukankah ini berarti tugas pabrik gula justru hanya mengurangi gula?

Malam itu, di Banaran, para manajer 10 pabrik gula ‘asfalas safilin’ menyepakati untuk back to basic. Tanaman tebu diperhatikan dan efisiensi pabrik ditingkatkan.

Paginya, setelah ke Universitas Negeri 11 Maret Solo dan Universitas Muhammadiyah Solo, saya menuju Bantul dan Gunung Kidul. Saya diajak melihat program peningkatan produksi beras yang dilakukan dengan model korporasi. Pelaksananya PT Sang Hyang Seri, salah satu BUMN pangan kita.

Di sawah di Bantul inilah untuk kali pertama saya mengemudikan mesin panen padi. Begitu cepat panen padi dengan menggunakan mesin. Rasanya seperti di Amerika Serikat saja. Sore itu kami berdiskusi dengan para petani. Ternyata sudah begitu berubah cara berpikir petani kita. Mereka serba menginginkan modernisasi. Mereka minta traktor, mesin panen, mesin perontok gabah, mesin blower untuk menghilangkan gabuk, dan mesin pengering gabah.

Berbeda sekali dengan ketika saya sering kerja di sawah saat masih remaja dulu. Saya biasa ndaud benih, mencangkul di sawah, nggaruk, dan memegang ani-ani untuk panen. Kembali ke sawah di Bantul kali ini saya melihat kita semua, para pelayan petani, harus berubah pikiran secara total: petani kita sudah menghendaki modernisasi yang paripurna.

Kini BUMN memang memiliki tiga program besar di bidang pangan: Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), Proberas, dan Food Estate. GP3K adalah program bantuan untuk petani agar bisa mendapatkan benih unggul, pupuk yang cukup, dan obat hama yang diperlukan. Bantuan itu dikembalikan pada saat panen. Istilahnya yarnen (bayar saat panen).

Proberas adalah program untuk menampung sawah-sawah petani yang kurang produktif. Kini banyak petani yang hanya mengusahakan sawahnya dengan hasil 5,1 ton/ha. Daripada seperti itu lebih baik sawahnya diserahkan ke BUMN. Targetnya, BUMN akan mengerjakannya secara intensif dan akan menghasilkan sekitar 6,7 ton/ha. Petaninya untung, negara pun memiliki produksi beras yang cukup. Sedang program Food Estate adalah pembukaan sawah baru 100.000 ha di Kaltim, yang kini dalam tahap persiapan pengadaan lahan.
Terobosan memang harus banyak dibuat. Di jalan tol maupun di sawah-sawah. (*)

Dua Orang Tewas Dibakar Massa

Diduga Maling Lembu

KUTALIMBARU-Tragis! Dua warga dibakar hidup-hidup. Keduanya diduga mencuri lembu. Ini terjadi di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Minggu (26/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Tiga lainnya kabur, seorang di antaranya diduga oknum TNI.

Mereka dibakar warga yang kesal karena diduga hendak maling ternak warga. Kesadisan warga tergambar dari kondisi mayat kedua pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. Keduanya gosong. Seorang dalam keadaan gosong, berada persis di tengah kolong mobil. Bagian tubuh yang tersisa hanya potongan kaki dan tangan saja, sedangkan tubuh lainnya sudah menjadi abu.

Satu lagi, berada di pinggir mobil. Tinggal kepala dan badannya saja yang terlihat utuh. Sedangkan sebagian kakinya sudah gosong. Info yang dihimpun reporter koran ini, awalnya Kijang hitam BK 1032 HK datang dari arah Medan. Melintasi Desa Sukaraya, Kecamatan Pancurbatu, warga yang melihat mobil berkaca gelap, curiga.

Maklum, warga pernah kehilangan ternak. Kecurigaan warga menguat saat mobil tancap gas saat akan diberhentikan warga. Tak mau kehilangan buruan, warga langsung mengirimkan SMS dan menelepon warga lain di Desa Lau Bekeri dan desa lainnya. Mobil akhirnya berhasil dihentikan warga di Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, sekitar 6 km dari Desa Sukaraya.

Warga langsung melempari mobil. Tiga penumpangnya berhasil kabur. Info berkembang, seorang di antaranya oknum TNI. Sementara, dua lainnya berhasil diamankan. Usai dimassa, kedua pria itu dibakar hidup-hidup bersama mobil yang mereka gunakan.

Kekesalan warga beralasan karena selain pernah kehilangan ternak, sekira 2 sebelumnya, warga juga memergoki 3 pria mencuri baterai.
Kapolsek Pancur Batu Kompol Ruruh yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Bukan di wilayah saya. Memang benar. Dua orang tewas dibakar masa. Warga katanya curiga kalau mereka maling lembu. Mayat dua pria diboyong ke RSU Adam Malik dan satu tersangka berhasil diamankan di Polsekta Kutalimbaru agar tak diamuk massa,” kata Ruruh. (roy/joe/smg/mag-5)

Aura Kasih, Trauma Hubungan Tanpa Status

Sampai sekarang Aura Kasih setia menyandang status jomblo. Apa kesulitan cari pacar gara-gara terkenang mantan nih?
“Ya ada lah beberapa orang yang masih sayang sama mantannya tapi sudah nggak bisa bareng lagi karena harus move on,” ujar Aura saat ditemui dalam pembuatan video klip Bukan Pemain Cinta di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam single terbarunya, Aura mengaku terinspirasi pengalaman pribadinya sama mantan.  “Ini cerita tentang hubungan tanpa status, tapi sama mantan. Kayaknya aku pernahn mengalami situasi seperti ini,” kata Aura.

Namun, si seksi tak ingin terjebak dalam hubungan tanpa status lagi. Ia juga mengingatkan kaum wanita lainnya untuk tegas dan tidak terbuai dalam hubungan seperti itu. “Kita sebagai cewek harus fokus dan tegas dan jangan terganggu dengan masa lalu,” ucapnya.

Daripada pusing cari pacar baru, Aura lebih nyaman fokus sama karier menyanyinya.
“Single dulu aja deh. Kan baru mulai (nyanyi) lagi,” paparnya.

Bintang sinetron Dewa ini juga membantah disebut memiliki kriteria terlalu tinggi, sehingga sulit untuk menemukan pasangan. “Aku tidak terpatok dengan kriteria, yang penting nyaman, dan bisa bikin happy terus,” cetusnya.
Lagi mengenai lagu Bukan Pemain Cinta, proses rekamannya telah dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Namun, untuk pembuatan video klipnya, Aura mengaku mempersiapkannya secara mendadak.

“Jujur, persiapannya cuma seminggu. Tapi, lagu ini sebagai bentuk totalitas aku di dunia musik,” ujarnya
Ia pun bertekad untuk menjaga imej seksi yang melekat pada dirinya. Tak ada satupun kekhawatiran ia akan ditegur oleh, misalnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena berpenampilan vulgar.

“Buat aku seksi itu banyak ya, ada beberapa kriteria yang membuat orang keliatan seksi. Ada orang yang suka tidak bisa membedakan antara seksi sama seronok, itu kan jelas beda. Itu gimana cara kita bawainnya saja,” jelas Aura.
Ia pun mengaku tidak pernah merasa seksi, meskipun masyarakat sering mengidentikkannya seksi. “Imej seksi itu kan masyarakat yang nilai. Kalau masih ada yang bilang aku seksi, ya terima kasih,” tutupnya. (ins/jpnn)

Gubernur Mendatang Harus Sumut Asli

Jelang Pilgubsu 2013

MEDAN-Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) terus ramai dibincangkan. Setelah beberapa nama ramai mewarnai bursa bakal calon, sekian harapan untuk sosok yang pas sebagai gubernur Sumatera Utara juga banyak disuarakan. Salah satu yang tegas diungkapkan beberapa kalangan adalah gubernur mendatang haruslah putra daerah.

Setidaknya hal ini diungkapkan Daudsyah dari Organisasi Sosial Kemasyarakatan (Ormas) Sumut Cemerlang. “Orang Sumut asli. Putera daerah yang mengerti dengan geografis Sumut. Terserah dari birokrasi, politisi, atau kalangan profesional. Terlebih bagi putera daerah yang bermukim di Sumut,” ungkapnya, usai deklarasi ormas tersebut akhir pekan lalu.

Selain itu, sosok pemimpin Sumut untuk periode 2013-2018 mendatang, juga mesti memiliki sejumlah kriteria lainnya. Pertama, sosok atau figur pemimpin mesti memiliki sifat jujur. Kriteria jujur ini, bukan hanya digembar-gemborkan saja, tapi harus sesuai fakta dan kenyataan yang ada. Kriteria lainnya adalah cerdas. “Apa ukuran cerdas dan berprestasi itu. Apa sudah bekerja atau memimpin satu instansi selama dua tahun, sudah dibilang berprestasi? Bagaimana kalau instansi itu colaps dan lain sebagainya? Apa sosok seperti ini layak untuk maju pada Pilgubsu nanti?” terangnya.

Kriteria lainnya harus mampu membangun kriteria pertumbuhan ekonomi yang baik. “Untuk mencari figur itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak begitu saja untuk menjadi seorang pemimpin. Kami akan melakukan tabulasi serta melakukan konsolidasi di 33 kabupaten/kota, guna melakukan survey dan penjaringan untuk sosok-sosok yang layak untuk menjadi pemimpin Sumut ke depan sesuai dengan kriteria itu.

Perlu digarisbawahi, kita juga akan memantau atau menelisik, silsilah keluarga dari para tokoh-tokoh itu. Jangan sampai, ada yang tersangkut-sangkut masalah kriminal, hukum dan masalah lainnya. Pertengahan tahun ini, kita akan mendeklarasikan siapa tokoh atau sosok yang nantinya, layak untuk menjadi pemimpin Sumut 2013-2018 mendatang,” ungkapnya.

Ketika Sumut Cemerlang masih mencari figur, ormas lainnya Al Jamiyatul Washliyah Sumut, mengaku tengah mempersiapkan kadernya, untuk menjadi kandidat pada pesta rakyat Sumut lima tahunan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Majelis Siasyah Pengurus Wilayah (PW) Al Jamiyatul Washliyah Sumut H Haidil A Hadi. “Memang, kita lagi melakukan persiapan ke arah itu. Di antaranya, Gerakan 500.000 fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) kader Al Washliyah se-Sumut. Al Washliyah Sumut pada prinsipnya, sudah berdenyut dan siap dengan kadernya ke depan memimpin Sumut. Untuk ini seluruh kader dan simpatisan Al Washliyah solid dan akan satu bahasa maupun satu sikap” ujar H Haidil A Hadi.

Mengenai figur, Haidil menyebutkan, ada beberapa sosok kader Al Washliyah yang layak dan berpotensi antara lain, Hasbullah Hadi, Yulizar P Lubis, Hardi Mulyono, Yunus Rasyid dan Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Sumut, Asren Nasution.

Siapa di antara nama itu yang paling berpotensi dan kredibel, Haidil tidak bersedia berasumsi terlalu berlebihan.”Jelasnya, nama untuk ini banyak dan tidak akan sulit mendapatkannya,” ujarnya.

Ditegaskannya juga, Al Washliyah dalam kaitan Pilgubsu 2013 tidak terlibat dalam upaya dukung mendukung calon gubernur maupun calon bupati atau calon walikota, kecuali kader Al Washliyah yang tampil sebagai calon.

“Manifestasinya, kita sedang melakukan Gerakan Al Washliyah dengan 500.000 fotokopi KTP kader untuk mengusung calon independen. Tapi, kita juga tetap menjalin komunikasi dengan parpol. Meski gerakan ini focusnya untuk calon independen namun kita tetap berkomunikasi dengan parpol,” jelas Haidil.

500.000 fotokopi KTP kader tersebut, diharapkan calon dari Al Washliyah mulus untuk independen. Itu didaasarkan asumsi penduduk Sumut yang berjumlah lebih kurang 13 juta jiwa, untuk memenuhi dukungan 3 persen atau 390.000 fotokopi KTP, sehingga ditargetkan tercapai 500.000 fotokopi KTP.

“Ini sangat memungkinkan karena Al Washliyah mempunyai struktur organisasi yang begitu luas sampai ke tingkat ranting, desa dan kelurahan. Selain itu ada 624 institusi pendidikan dan lima  perguruan tinggi Al Washliyah di Sumut, belum lagi dari simpatisan dan warga secara umum,” urainya. (ari)

Dijanjikan Muhaimin Iskandar sebagai Duta Transmigrasi

Suparwono, Manusia Tertinggi Indonesia Sebelum Meninggal

Suasana haru sejak ditinggal pergi oleh Suparwono manusia tertinggi di Indonesia selama-lamanya masih menyelimuti keluarga besarnya. Bahkan, saat wartawan Radar Lampung  (grup Sumut Pos) memasuki halaman rumah almarhum setelah menempuh jalan panjang selama 3 jam dengan jarak 22 km dan kondisi jalan yang memperihatinkan.

“Mari silahkan masuk, Mas,” cetus seorang perempuan paruh baya dan diiringi suara perempuan muda yang tidak lain Salima, kakak almarhum.
Di dalam rumah Sugito (65) ayah almarhum Suparwono pun menyambut dengan hangat. “Silahkan duduk,” katanya.

Selang beberapa menit, Sugito menceritakan kisah karir anaknya yang dikenal masyarakat sebagai manusia tertinggi di Indonesia. Hidup Suparwono sangat banyak tantangan dan rintangan. Sebelum dibawa kerabatnya ke Jakarta, Suparwono malah pernah dibawa orang dan dijual. “Entah siapa yang memprovokasi Bupati Tuba agar menahan almarhum untuk tidak pergi ke Jakarta. Bahkan, saat anak saya tiba di atas kapal dirinya dipaksa untuk pulang ke Lampung dan tidak boleh bekerja di Jakarta,” cetus Sugito.

Bahkan, lanjut Sugito,a anaknya pun sempat dijual orang. Selama itu dirinya telah tiga kali meminta agar anaknya dapat kembali ke sisinya, tetapi tidak diperbolehkan. “Suparwono mulai dikenal orang sebagai manusia tertinggi di Indonesia tidak lain setelah dibawa kakak sepupunya ke Jakarta. Ya, untuk mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu. Tapi, Pemkab Tuba malah mengklaim Suparwono ini berasal dari Tuba. Sayangnya, Pemkab Tuba hanya mengklaim tapi tidak bertanggungjawab,” imbuhnya.

Saat itu, Bupati Tuba pernah berjanji akan memberikan rumah, mobil, dan pekerjaan kepada anaknya semasa hidup. Akan tetapi, hingga almarhum tiada belum ada yang teralisasi.

Sugito juga bercerita kalau anaknya itu sempat diminta untuk menjadi duta transmigrasi. Permintaan itu malah dilakukan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhaimin Iskandar. “Ya, sempat dijanjikan Menteri Tranmigrasi Muhaimin Iskandar bahwa almarhum akan digaji sebesar Rp5juta. Tetapi, hingga saat ini tidak ada,” katanya.

Sugito menjelaskan, almarhum memang tidak memiliki pendapatan tetap. Yang dia dapat tak lain adalah honor saat ada even. Sugito juga menepis bahwa meninggalnya almarhum  dikarenakan ketidakmampuannya berobat. Menurut Sugito, untuk biaya 10-20 juta dia masih mampu. Selama ini, dia memang tidak tahu penyakit almarhum kecuali penyakit kelebihan hormon.

Sebelumnya, keluarga besar Suparwono sempat kerepotan lantaran tinggi badan Suparwono yang mencapai 242 centimeter dan berat 176 kg. Postur tubuh ‘raksasa’ ini membuat masyarakat kesulitan mengangkat jenazahnya. Sementara untuk menutupi tubuh almarhum suparwono dibutuhkan kain kafan sepanjang 39, 21 meter. Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk mengangkat jenazahnya.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 lalu itu tidak dimasukkan dalam keranda maupun peti seperti umumnya. Jasadnya dibawa menggunakan mobil pick up. Suparwono dimakamkan di Kampung Tri Tunggal Jaya SP 8 Kecamatan Gunung Agung, Tuba Barat, sekitar pukul 11.00 Kamis (23/2) siang.

Anak kelima dari enam bersaudara itu dimakamkan di tengah kebun karet milik orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya.
Menurut keterangan pihak keluarga, pria yang memiliki tinggi 242 centimeter itu meninggal akibat menderita muntaber. Menurut Sugito, tidak ada tanda-tanda penyakit yang menyebabkan pria raksasa yang menjadi kebanggaan Lampung dan Indonesia itu meninggal. Ibu Suparwono, Siti Aisyah menuturkan, ia sempat punya firasat tidak baik, beberapa hari sebelum Suparwono meninggal. Ia mengatakan, sempat bermimpi di kediamannya ramai dikunjungi orang. “Saya bilang sama Bapak, kok, kayak mau pengajian, banyak orang,” katanya.

Selain itu, kata Siti Aisyah, beberapa hari sebelum meninggal, Suparwono sempat mengatakan kepada teman-teman di kampungnya akan pergi dari kampungnya. “Dia (Suparwono) bilang sama teman-temannya, Saya mau pergi, besok kalau tempat Pak Jumali selesai hajatan saya mau pergi,” ucap Siti Aisyah menirukan ucapan Suparwono kepada teman-temannya. (san)