Home Blog Page 13951

Dijanjikan Muhaimin Iskandar sebagai Duta Transmigrasi

Suparwono, Manusia Tertinggi Indonesia Sebelum Meninggal

Suasana haru sejak ditinggal pergi oleh Suparwono manusia tertinggi di Indonesia selama-lamanya masih menyelimuti keluarga besarnya. Bahkan, saat wartawan Radar Lampung  (grup Sumut Pos) memasuki halaman rumah almarhum setelah menempuh jalan panjang selama 3 jam dengan jarak 22 km dan kondisi jalan yang memperihatinkan.

“Mari silahkan masuk, Mas,” cetus seorang perempuan paruh baya dan diiringi suara perempuan muda yang tidak lain Salima, kakak almarhum.
Di dalam rumah Sugito (65) ayah almarhum Suparwono pun menyambut dengan hangat. “Silahkan duduk,” katanya.

Selang beberapa menit, Sugito menceritakan kisah karir anaknya yang dikenal masyarakat sebagai manusia tertinggi di Indonesia. Hidup Suparwono sangat banyak tantangan dan rintangan. Sebelum dibawa kerabatnya ke Jakarta, Suparwono malah pernah dibawa orang dan dijual. “Entah siapa yang memprovokasi Bupati Tuba agar menahan almarhum untuk tidak pergi ke Jakarta. Bahkan, saat anak saya tiba di atas kapal dirinya dipaksa untuk pulang ke Lampung dan tidak boleh bekerja di Jakarta,” cetus Sugito.

Bahkan, lanjut Sugito,a anaknya pun sempat dijual orang. Selama itu dirinya telah tiga kali meminta agar anaknya dapat kembali ke sisinya, tetapi tidak diperbolehkan. “Suparwono mulai dikenal orang sebagai manusia tertinggi di Indonesia tidak lain setelah dibawa kakak sepupunya ke Jakarta. Ya, untuk mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu. Tapi, Pemkab Tuba malah mengklaim Suparwono ini berasal dari Tuba. Sayangnya, Pemkab Tuba hanya mengklaim tapi tidak bertanggungjawab,” imbuhnya.

Saat itu, Bupati Tuba pernah berjanji akan memberikan rumah, mobil, dan pekerjaan kepada anaknya semasa hidup. Akan tetapi, hingga almarhum tiada belum ada yang teralisasi.

Sugito juga bercerita kalau anaknya itu sempat diminta untuk menjadi duta transmigrasi. Permintaan itu malah dilakukan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhaimin Iskandar. “Ya, sempat dijanjikan Menteri Tranmigrasi Muhaimin Iskandar bahwa almarhum akan digaji sebesar Rp5juta. Tetapi, hingga saat ini tidak ada,” katanya.

Sugito menjelaskan, almarhum memang tidak memiliki pendapatan tetap. Yang dia dapat tak lain adalah honor saat ada even. Sugito juga menepis bahwa meninggalnya almarhum  dikarenakan ketidakmampuannya berobat. Menurut Sugito, untuk biaya 10-20 juta dia masih mampu. Selama ini, dia memang tidak tahu penyakit almarhum kecuali penyakit kelebihan hormon.

Sebelumnya, keluarga besar Suparwono sempat kerepotan lantaran tinggi badan Suparwono yang mencapai 242 centimeter dan berat 176 kg. Postur tubuh ‘raksasa’ ini membuat masyarakat kesulitan mengangkat jenazahnya. Sementara untuk menutupi tubuh almarhum suparwono dibutuhkan kain kafan sepanjang 39, 21 meter. Bahkan, dibutuhkan 18 orang untuk mengangkat jenazahnya.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah pria kelahiran Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, 4 November 1985 lalu itu tidak dimasukkan dalam keranda maupun peti seperti umumnya. Jasadnya dibawa menggunakan mobil pick up. Suparwono dimakamkan di Kampung Tri Tunggal Jaya SP 8 Kecamatan Gunung Agung, Tuba Barat, sekitar pukul 11.00 Kamis (23/2) siang.

Anak kelima dari enam bersaudara itu dimakamkan di tengah kebun karet milik orang tuanya yang berjarak sekitar 200 meter dari kediamannya.
Menurut keterangan pihak keluarga, pria yang memiliki tinggi 242 centimeter itu meninggal akibat menderita muntaber. Menurut Sugito, tidak ada tanda-tanda penyakit yang menyebabkan pria raksasa yang menjadi kebanggaan Lampung dan Indonesia itu meninggal. Ibu Suparwono, Siti Aisyah menuturkan, ia sempat punya firasat tidak baik, beberapa hari sebelum Suparwono meninggal. Ia mengatakan, sempat bermimpi di kediamannya ramai dikunjungi orang. “Saya bilang sama Bapak, kok, kayak mau pengajian, banyak orang,” katanya.

Selain itu, kata Siti Aisyah, beberapa hari sebelum meninggal, Suparwono sempat mengatakan kepada teman-teman di kampungnya akan pergi dari kampungnya. “Dia (Suparwono) bilang sama teman-temannya, Saya mau pergi, besok kalau tempat Pak Jumali selesai hajatan saya mau pergi,” ucap Siti Aisyah menirukan ucapan Suparwono kepada teman-temannya. (san)

Terbaik di Mata Anggota

MEDAN- Anuar Shah alias Aweng mampu melakukan perubahan di tubuh Pemuda Pancasila (PP) di seluruh Sumatera Utara. Itu bisa dilihat mulai dari tingkat Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ke tingkat Anak Ranting (AR). Salah satu perubahan yang nyata adalah para seluruh kader PP tidak diperbolehkan menyentuh narkoba.

“Setiap beliau berpidato beliau kerap mengatakan jauhi narkoba, selain itu ia membuat surat edaran yang dilayangkan ke MPC-MPC untuk tidak terlibat narkoba, kebijakannya itu bisa kita bilang berhasil,” kata Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kota Medan Drs Boyke Turangan kepada wartawan, Minggu (26/02) yang meniliai Aweng yang sudah lima tahun memimpin PP Sumut.

Selain itu, lanjut Boyke, tiap kegiatan yang dilakukan PP tidak terlepas kegiatan sosial masyarakat dengan memberikan bantuan pada kaum duafa berupa beras, uang dan laiannya.

“Bantuan yang diberikan keluarga besar PP itu merupakan inisiatif kader PP dengan menyisihkan sebagian rezekinya,” tutur Boyke.
Kata Boyke, sosok Aweng patut kembali dipercaya kembali memimpin PP Sumatera Utara yang akan digelar di kota Padangsidimpuan 28 Februari 2012 mendatang.

Selain itu Aweng dekat dengan instansi pemerintahan baik negeri maupun swasta, serta masyarakat. (*/gus)

Pers Harus Berani

Letjend TNI Azmyn Yusri Nasution

MEDAN- Pelantikan DPD Lembaga Wartawan Indonesia (LWI) Sumut, Rabu (22/2) malam di Hotel Grand Antares disaksikan empat jenderal dari Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) yakni Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Azmyn Yusri Nasution (AY Nasution), Kasdiv I Kostrad Brigjend Inf B Kembaren dan Pangdis II Kostrad Mayjend Inf MRidwan, serta Penasehat LWI Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, SIP.

Juga hadir Ketua Dewan Pembina DPP LWI Pusat Mayjend. TNI. Purn Syamsu Djalal SH, MH yang juga mantan Danpuspom TNI dan Jam Intel Kejagung-RI dan Penasehat LWI Drs H Zulkifli Abidin MBA. Ketua Umum LWI Inan Riau Hasibuan SE dan Sekjend Fian, dan jajaran Pemprovsu
DPD LWI Sumut yang dilantik yakni Ketua  Osriel Limbong, Sekeretaris Mirdadsyah Putra, Wakil Ketua M Arya Pratama ZA, Wakil Ketua Syafruddin Lubis, Sekretaris Arif Tampubolon, Bendahara  Halim Loe, Syahruddin Sianturi SH, Bambang Sri Kurniawan, Ramadhan Saputra, Partono Budy, Togu Hutabarat dan unsur pengurus lainnya. Demikian siaran pers diterima wartawan Minggu (26/2) dari Humas LWI Sumut.

Sambutan AY Nasution menyatakan jurnalis harus berani dan independen dengan menyatakan yang benar, karena peluru wartawan bisa mengenai 1000 sasaran dalam satu kali tembak.  “Keberanian bekal utama dan saya mengajak rekan-rekan wartawan atau pers dari berbagai media untuk sama-sama menjaga bangsa ini dari perpecahan,” serunya.

Pangkostrad dan menandaskan, tugas wartawan bukan hanya mengkritisi persoalan yang sedang dihadapi bangsa, tetapi harus mampu memberi pemikiran positif, kontruktif, dan terukur agar negara ini terhindar dari perpecahan dan ketidakharmonisan. Akhir-akhir ini, aku Pangkostrad, jurnalis gencar memberikan perhatian dan sumbangsihnya menyikapi persoalan, terutama di bidang politik. “Media cetak, elektronik menurut saya cukup agresif menyorot persoalan mutahir, tetapi insan pers sesungguhnya juga harus mampu menghindari, mencegah dan meminimalisir efek dari problema yang dihadapi bangsa itu sendiri, sehingga tidak menjadi bias dan merugikan kita semua,” tegas Pangkostrad.

Sementara itu, Ketua LWI Sumut Osriel Limbong dalam sambutannya meminta pemerintah untuk tidak sebelah mata memandang kalangan jurnalis atau wartawan. “Kita ini (wartawan) merupakan mitra, bukanlah musuh yang harus ditakuti. Saya minta marilah kita bergandengan tangan, bermitra, kompak dan bersatu-padu membangun bangsa dan negara ini ke depan,” ujar Osriel. Ketua Panitia Mirdadsyah Putra menyatakan, sebelum pelantikan, diselenggarakan rangkaian kegiatan yakni dialog interaktif bertajuk “Profesionalisme Pers menuju bangsa Indonesia yang bermartabat. Dalam acara ini, nara sumber mantan Danpuspom TNI Mayjen CPM (Purn) Syamsu Djalal mengaku pena pers sangat berbahaya. “Dengan peranan yang penting ini, diharapkan dapat  diatasi kelompok yang disebut Ucok (Uang Cukup Otak Kosong), Khianat, Munafik dan Bejat (Kimunajat). “Wartawan harus berani, tetapi juga harus adil dan satu lagi jamu (jaga mulut,” ujar Mayjen (Purn) Syamsu Djalal didampingi pengacaranya Rafles Situmeang.(*/ari)

Lima Pejabat Eselon II Dilantik

LUBUK PAKAM- Lima pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Deliserdang dilantik serta diambil sumpahnya di Balairung Pemkab Deliserdang, Jumat (24/2). Pelantikan itu dilakukan Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars.

Kelima pejabat yang dilantik yakni Ir Hj Eka Rezeki Yanti Danil MM sebagai Kadis Pertanian menggantikan Ir Wirdan Yusuf, Drs Rahmad MAP sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata menggantikan Drs Haris Binar Ginting, Ir Anda Subrata MSi sebagai Kadis Perhubungan definitif, Manginar Silaen SSos sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Hj Rosita Siregar SE sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan.

Dalam pidatonya, Zainuddin Mars mengatakan, seorang pejabat eselon II selaku pimpinan SKPD adalah pemegang jabatan strategis sebagai pembantu utama bupati dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan. Diharapkan, kehadiran seorang pejabat kepala SKPD dituntut memiliki kreativitas tinggi untuk menghadapi arus perubahan dengan berbagai macam tantangan yang ada.

Kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat ditekankan agar pengalaman yang dimiliki selama bertugas di PMD dapat melakukan inovasi baru. “Saya tidak ingin melihat adanya desa yang tidak tertata dengan baik, bahkan terkesan kumuh, karena kurangnya upaya pembinaan yang dilakukan secara terpadu bersama camat dan instasi sektoral lainnya seperti pembinaan PKK, PNPM perdesaan dan lainnya harus menjadi skala proritas,” kata Zainuddin.

Kepada Kadis Perhubungan, Zainuddin meminta agar dilakukan penertiban dan tindakan tegas kepada semua kenderaan yang melanggar ketentuan tanpa ragu-ragu. Diharapkan agar mampu dalam mengatur dan menertibkan trayek lalulintas kenderaan sesuai dengan peruntukan jalan.(btr)

Suzy ‘miss A’ Rahasia Wajah tanpa Jerawat

Suzy ‘miss A’ dikenal dengan wajahnya yang sangat mulus. Ternyata ia punya rahasia khusus untuk mempertahankan wajah mulusnya itu.
Ia memang punya cara khusus untuk wajah mulus tanpa jerawat. “Aku punya metode spesial untuk menyingkirkan jerawat,” ucap Suzy.
Caranya ternyata cukup mudah meskipun memang sedikit merepotkan. Bagaimana ya caranya?

“Pertama, pijat dengan menggunakan oil massage untuk menghentikan pembengkakan, kemudian bersihkan muka selama 2 menit. Busanya akan mengurangi iritasi. Kemudian tahap terakhir adalah pakai pelembab selama 4 menit. Basuh dengan air hangat untuk membuka pori dan tutup dengan air dingin untuk menutup pori sehingga kotoran tak bisa kembali lagi,” papar Suzy panjang lebar. (net)

Cincin Tunangan Warisan Ibu

Anang – Ashanty

Acara lamaran pasangan Anang dan Ashanty berjalan secara lancar sesuai dengan yang diren canakan. Kedua belah keluarga mengiringi prosesi di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2) malam. Tidak lama lagi mereka akan membicarakan penentuan tanggal pernikahan.

“Tadi adalah acara lamaran aku diterima oleh keluarga Ashanty. Senang dan lega rasanya. Keluarga diterima dan sudah selesai, ramah tamah juga selesai, bicara tanggal pernikahan mudah-mudahan dalam waktu dekat,” ungkap Anang Hermansyah.

Anang yang didampingi Ashanty dan keduanya anaknya, Aurel dan Azriel, usai acara lamaran mengungkapkan, soal rencana pernikahan masih akan dibicarakan dengan keluarga. Pihaknya merasa belum saatnya untuk bercerita lebih jauh.  Namun Ashanty menegaskan kalau resepsi akan digelar setelah acara akad nikah, namun sekali lagi Ashanty merasa belum saatnya untuk bicara.

“Pasti akan jarak sehari saja, kapannya kita belum bisa ngomong, enggak lama katanya pamali ya kalau diomongin. Kita penginnya sesuatu yang berbeda dari yang lain bukan dari nominal, harus dikenang sama orang,” ungkap Ashanty.

Sementara soal munculnya tanggal 11 Mei 2012, menjadi tanggal pernikahan mereka, baik Anang maupun Ashanty meminta untuk menunggu apa yang akan disampaikannya. Kalau pun ada tanggal yang dikeluarkan orang lain, belum tentu benar, karena prosesnya sendiri masih dibicarakan antar keluarga.

Seperti pasangan lainnya, Anang Hermansyah dan Ashanty ingin orang yang dituakannya atau dianggap spesial menjadi saksi pernikahannya. Pasangan itu pun berharap Prabowo Subianto jadi saksi pernikahan mereka.

Anang mengaku sangat mengenal Prabowo dan mengagumi sosoknya. Hal itulah yang membuatnya ngebet meminta politisi Partai Gerindra itu untuk jadi saksi pernikahannya.

“Aku berkeinginan aku pribadi, Pak Prabowo untuk jadi saksi,” tutur Anang usai acara lamaran. Untuk memenuhi keinganannya itu, ia pun tak ragu-ragu untuk meminta tolong sahabatnya, pengacara Hotman Paris Hutapea untuk membujuk Prabowo. Hotman mengaku saat ini sedang berusaha membujuk yang bersangkutan.

Dalam acara lamaran yang digelar tersebut,  Anang dan Ashanty bertukar cincin sebagai tanda cinta mereka. Cincin yang dikenakan Ashanty ternyata menyimpan sejarah.

Cincin milik Ashanty terbuat dari emas dan bermahkotakan batu giok. Ashanty pun mendapat cincin tersebut dari sang ibunda.
“Ini cincin mama, cincin dan batu ada historisnya. Ini batunya dapat di Srilanka waktu papa tugas di sana, giok. Kebetulan juga mas Anang suka warna hijau batu gioknya. Mama menikah sama suaminya cincin kawinnya ini,” ujar Ashanty. Di acara lamaran itu, Ashanty terlihat sangat cantik dengan mengenakan kebaya bernuansa kuning. Kebaya itu pun bertabur kristal Swarovski.
“Ini baju full Swarovski. Banyak yang bilang seperti baju resepsi,” tutur Ashanty. (net/bbs)

Lolos Kasus Perdata, Dijerat Kasus Pencurian

MEDAN- Nasib naas dialami Amir Tarigan (49), warga Dusun VI Tembangen, Desa Periaria, Kecamatan Birubiru. Setahun lalu dia dilaporkan ke Mapolres Deli Serdang atas penyerobotan lahan milik orang lain. Karena tak cukup bukti, Amir pun bebas.

Tetapi awal September 2011 lalu, dia kembali di laporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di lahan yang di sengketakan tersebut.
Seperti yang disampaikan Muhamad Hamid Sebayang (48), warga Bingkatan, Kecamatan Pegajahan, Serdang Bedagai, yang merupakan sepupu Amir saat mendatangi Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja Km 8,5 Medan Amplas, kantor Posmetro Medan (Grup Sumut Pos), Jumat (24/02) sore.

Menurut Hamid, Amir dilaporkan Udin Tarigan ke Mapolsek Birubiru dengan tuduhan melakukan pencurian jengkol di ladang almarhum kakek mereka. Padahal menurut Hamid, ladang tersebut adalah milik kakek mereka yang belum dihibahkan.

Karena merasa ada yang aneh dengan status yang di tetapkan kepada Amir, Hamid pun langsung mendatangi Polsek Birubiru, namun dia malah diarahkan ke Kejaksaan Negeri Pancurbatu.

Di sana, Hamid pun menemukan kejanggalan lagi, karena saat penyerahan tersangka, ternyata kepolisian membohongi Amir. Saat itu dia diajak Juper dengan alasan ada keperluan ke Pancurbatu. Sesampainya di Kejaksaan dia langsung ditahan.

“Udin dan Amir itu masih saudaraku, karena mereka berdua anak bibikku, dan tempat tumbuhnya pohon jengkol itu di ladang kakek kami yang bernama Jering Sebayang. Aku tak menyangka Udin tega melaporkan Amir yang juga sepupunya gara-gara tanah warisan kakek kami,” jelas Hamid.(roy/smg)

Asmirandah Kangenin Dude

Asmirandah (Andah) mengaku  masa bodoh dengan kabar Dude tengah dekati Naysilla Mirdad.
Asmirandah  nampak tegar saat memutuskan berpisah dengan Dude Harlino. Tapi kini, dara cantik ini mulai goyah. Ia teringat kenangan indah saat pacaran dengan Dude yang sekarang dikabarkan dekat kembali dengan Naysilla Mirdad. Kangen, Andah melampiaskannya lewat lagu Aku Jatuh Hati yang dinyanyikannya dalam sebuah acara di Jakarta, kemarin.

“Bukan gitu juga sih (kangen). Single ini tentang orang yang sedang jatuh cinta, diciptainnya kan dulu dan baru sekarang dinyanyikan. Sebenarnya sih lagu ini nggak mesti hari ini saat kita merasakan hal yang sama. Memang kebetulan lagu ini tentang jatuh cinta,” kilahnya. Meski begitu, sosok Dude belum bisa hilang dari ingatan dan kehidupannya sehari-hari. Buktinya, Andah masih komunikasi dan silaturahmi dengan sang mantan.

“Kalau aku bukan tipe orang yang kalau sudah selesai, ya sudah. Tetap menjaga komunikasi dan hubungan,  tapi ada batasannya,” tutur artis multitalenta ini.

Andah dan Dude bertemu di lokasi syuting sebuah sinetron. Awalnya, keduanya berteman dan selanjutnya memutuskan untuk pacaran. Ketika keduanya tak lagi menjalin kasih, Andah dan Dude pun kembali seperti saat awal mereka bertemu.

“Yang pasti kita tetap berteman dengan baik sampai sekarang,” tukasnya. Sudah menemukan lelaki pengganti Dude? “Jatuh cinta sama siapa? Nggak lah. Lagi nggak memikirkan itu,” jawab artis berwajah boneka itu.

Andah pun menolak menanggapi kabar Dude sedang pedekate dengan ‘cinta lamanya’, Naysilla Mirdad. “Tanya yang lain aja deh,” elaknya.
Dude dan Naysilla kedapatan sering mesra saat rehat syuting sinetron Dewa. Dude dan Nay terpaksa back street karena terhalang masalah perbedaan keyakinan. Namun, hal itu langsung disanggah Dude.

“Saya nggak pernah dengar itu. Apa ya, semua baik. Dalam arti silaturahminya baik, tak pernah ada masalah apapun,” ujar Dude.
Beberapa waktu lalu, Nay mengaku sudah punya pacar dan cuma berteman dengan Dude. Tapi ia tetap membuka hati untuk mantan pacar Andah itu.
“Kita nggak menutup kemungkinan kalau masing-masing dari kita punya pacar. Tapi begitu kita nggak punya pacar, kita akan membuka diri juga kalau memang kita merasa cocok. Tapi begitu kita dekat sama orang, kita akan jelaskan sebenarnya karena mereka kan pasti bertanya,” tuturnya.

Sebaliknya Andah sempat berharap ada kesempatan untuk bisa memperbaiki hubungan dengan Dude. “Kalau waktu bisa diputar sih, pasti banyak hal yang kita perbaiki. Kalau bisa diperbaiki, pasti tidak akan ada apa-apa,” ujar bintang Ketika Cinta Bertasbih ini.

Namun, mengharapkan waktu bisa diputar ulang merupakan sesuatu yang mustahil. Karenanya, ia sudah menerima kenyataan tersebut dengan lapang dada. Baginya, sudah tidak lagi ada masalah meskipun sempat menyayangkan hubungannya asmaranya itu berakhir.

“Yang penting gini ya, aku nggak ingin mencari orang yang sempurna karena kesempurnaan milik Allah,” serunya.
Asmirandah juga tidak menyesal pernah mengenal dan dekat dengan Dude. Malahan, menurut Andah, hidupnya sangat bahagia saat menjalin asmara bersama Dude. “Buat aku, yang kemarin-kemarin tetap happy, tetap bahagia,” tandasnya. (rm/jpnn)

Empat Kali Kabur, Sering Ngamen di Lampu Merah

Trauma Disiksa Ibu Tiri, Remaja 12 Tahun Menghilang

Diduga trauma disiksa ibu tiri, Muhammad Sabda Lubis (12), kabur dari rumahnya sejak setahun lalu. Hal ini diungkapkan Nety (30), sepupu Sabda saat ditemui wartawan Posmetro Medan (grup Sumut Pos) di rumahnya, Jalan Tanjung Raya, Gang Kapuk, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Jumat (24/2).

Menurut Nety, sejak tahun 2000 ibu kandung Sabda bernama Lilis Heriawaty telah bekerja di Malaysia. Kepergian Lilis ke Malaysia meninggalkan lima anaknya termasuk Sabda bersama Nety. Nah, sejak Lilis berada di Malaysia, ternyata ayah kandung Sabda bernama Herman Lubis menikah lagi dengan Nursiah, janda beranak satu.

Akibat pernikahan itu, Lilis dan Herman pun bercerai pada 2002. Sejak perceraian itu, Herman membawa Sabda tinggal bersamanya. Sejak itulah, kakak dan abang kandung Sabda berangkat ke rumah nenek mereka yang berada di Padang. Sabda pun tinggal bersama ibu tirinya sejak berusia 3 tahun. Nah, lambat laun usia Sabda bertambah. Tepat di usia 9 tahun, Sabda merasakan kekerasan dari ibu tirinya. Perlakuan kasar seperti penyiksaan dialami remaja 12 tahun tersebut.

Kekerasan yang dialami Sabda tak pernah diceritakan kepada ayah kandungnya, sejak usia 9 tahun, Sabda yang merasa tersiksa maka sering pergi meninggalkan rumah hingga berbulan-bulan. Setiap kali Sabda pergi meninggalkan rumah selalu ditemukan oleh uwak atau saudara sepupunya di kawasan persimpangan lampu merah.

Ternyata sejak usianya 9 tahun, Sabda sudah empat kali kabur dari rumah ibu tirinya yang beralamat di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat. Setiap Sabda kabur, keluarga dari ibu kandungnya menanyakan apa motif kaburnya. Sabda yang sedikit terutup selalu mengatakan tak ingin tinggal bersama ibu tirinya, karena mengalami penyiksaan tak wajar.

“Tapi kami tanya ibu tirinya, dia tak pernah ngaku,” kata Nety didampingi kakak kandung Sabda bernama Siska, Jumat (24/2).
Dijelaskannya, sejak itu Sabda pun mereka ajak tinggal bersama di rumah uwaknya. Namun, Sabda selalu mengeluhkan ingin bertemu ibu kandungnya. Karena keinginannya tak dipenuhi, maka sejak awal 2011 lalu, Sabda pun kembali kabur tak kembali lagi hingga kini. “Sejak setahun ini kami terus mencari dia, ke pinggiran jalan dan tempat lokasi anak jalanan,” kata Nety.

Sejak kepergian Sabda selama setahun belakangan ini, ayah kandungnya Herman dan ibunya, Lilis kembali rujuk pada akhir 2011 lalu. Sedangkan kakak dan abangnya telah kembali ke Medan. Kepergian Sabda pun telah dilakukan pencarian oleh bapak dan ibunya, namun tidak juga ketemu. “Baru saja ibu dan bapaknya ini rujuk lagi, makanya harapan keluarga, Sabda bisa balik ke rumah lagi,” kata Nety.

Sejak dua bulan belakangan ini Sabda terus di cari, namun tidak juga ditemukan. Sedangkan ibu kandungnya terpaksa kembali ke Malaysia guna melanjutkan kontrak kerjanya. “Ibunya baru saja dua minggu ini pulang ke Malaysia, ibunya juga minta dengan bersatu lagi keluarga, Sabda dapat kembali pulang,” kata Nety.

Hal itu dibenarkan oleh Lilis yang menghubungi kru koran ini melalui SMS mengharapkan Sabda yang selama ini tidak pernah berada di pangkuannya dapat kembali pulang dalam keadaan sehat, dan tak ada lagi ibu tiri yang akan menyiksanya. “Saya sudah kembali dengan bapaknya, saya harap Sabda bisa pulang, sudah capek kami mencarinya,” kata Lilis kepada kru koran ini.

Menurut Nety, Sabda hanya mengecap pendidikan kelas 4 SD dan ternyata memiliki kepintaran dalam bernyanyi. “Sabda itu pandai sekali menyanyi. Suaranya sangat bagus kalau nyanyi,” kata Nety.

Dijelaskannya juga, dugaan keluarga Sabda hidup di jalanan dengan bermodalkan kepandaiannya bernyanyi, maka Sabda hidup di jalanan sebagai pengamen untuk hidup bersama anak jalanan. “Dulu waktu empat kali kabur, si Sabda ngakunya mengamen sama anak-anak jalanan,” kata Nety.
Selain itu juga, sejak empat kali kabur, Sabda selalu ditemukan di kawasan pinggiran lampu merah sambil bernyanyi. “Kami yakin dia pasti hidup di jalanan dengan mengamen. Kata anak-anak jalanan yang kami tanyai, Sabda memang sering ngamen bersama mereka,” kata Nety.

Harapan keluarga, walaupun Sabda hidup di jalanan, diharapkan bisa pulang untuk berkumpul bersama keluarga. “Kini mamak dan ayahnya sudah bersatu kembali dan kakak dan abangnya juga sudah di Medan, harapan kami Sabda bisa kembali pulang untuk kumpul bersama keluarga,” harap Nety.(ril/smg)

Apa Adanya Jadi Resep Utama

Jeremy Thomas dan Ina

Di tengah maraknya kabar perceraian di kalangan pelakon dunia hiburan, masih ada rumah yang bertahan hingga belasan tahun. Salah satunya adalah rumah tangga Jeremy Thomas dan Ina Thomas yang memasuki tahun ke-17 pada 2012. Selama itu, jarang terdengar berita yang tidak sedap tentang kehidupan mereka. Bahkan, hingga kini, mereka terlihat penuh cinta satu sama lain.

Ketika JPNN berkunjung ke kediaman mereka di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, hal itu semakin terlihat dengan jelas. Ketika diminta bergaya untuk foto, secara refleks, mereka menunjukkan kemesraan dengan memeluk atau bersandar.

Menurut Jeremy, tanpa disadari, ada keintiman dalam keluarga mereka. ‘’Kami terbiasa hidup di lingkup keluarga yang kecil. Secara tidak langsung, kami terbentuk untuk saling berinteraksi satu sama lain. Interaksinya antara saya dan Ina serta antara kami dan anak,” kata aktor yang dulu membintangi banyak judul sinetron tersebut. Jeremy dan Ina memiliki dua anak, Axel Matthew Thomas dan Valerie Teresa Thomas.

Bagi pria yang sekarang berbisnis tersebut, Ina bukan hanya seorang istri. Ina adalah teman, sahabat, dan partner bisnis. ‘’Dia teman berantem juga, tapi untuk hal positif. Berbeda pendapat itu kan wajar,” ujarnya.

Ketika tidak sepaham, mereka tidak lantas melihat hal itu sebagai sarana untuk memperlihatkan bahwa mereka adalah sosok yang berbeda. ‘’Kalau ada yang tidak sepaham, artinya, kami kurang memperkaya diri. Jadi, kami yang harus memperkaya diri kami. Pemahaman itu terus saya jalani sampai sekarang sehingga intimasi yang terlihat di antara kami datang dari perasaan, tidak palsu,” jelasnya.

Ina mengungkapkan bahwa mereka merupakan karakter yang apa adanya. Kelebihan dan kekurangan masing-masing menjadi makanan sehari-hari. Mereka melewati masa-masa tersebut. ?Menyikapi kekurangan dan kelebihan pasangan adalah makanan kami tiap hari. Kadang, kalau ada pasangan lain yang berantem hebat, ujung-ujungnya berantakan. Kami tidak begitu. Masa-masa itu sudah kami lalui,” ungkap perempuan yang berprofesi sebagai desainer tersebut.

Pemilik label clothing Ina Thomas itu bilang bahwa dirinya dan Jeremy kenal sejak masih ABG. ?Dia tahu saya A sampai Z. Begitu juga saya. Secara emosional, kalau ribut, dia lebih mengalah. Jimmy itu lebih matang daripada saya. Harus begitu, ada yang mengerti dan mengalah. Kalau nggak, bisa repot,” katanya.

Pasang surut dalam berumah tangga, menurut Ina, tidak berasal dari permasalahan pribadi antara keduanya. Bagi mereka, pasang surut itu bisa terjadi karena masalah anak. (jan/c12/any/jpnn)