29 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 13959

Budaya Malu Solusi Masalah Tawuran

Firman Allah surat Al-Anfal ayat 27:28: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan RasulNya dan jangan pula kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu adalah ujian bagimu dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

Negara yang kuat adalah negara yang memiliki generasi yang sehat. Generasi yang sehat adalah generasi yang sehat jasmani dan rohani, tanpa terkontaminasi oleh unsur-unsur yang memiliki ketergantungan, terlarang dan berbahaya antara lain tawuran. Generasi yang dimaksud adalah generasi muda harapan bangsa dan negara, sekaligus merupakan generasi penerus pembangunan bangsa dan negara.

Bangsa Indonesia memiliki program pembangunan yang jelas program pembangunan jangka panjang dan jangka pendek, bertujuan mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana prikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

Pembangunan kepemudaaan pada hakekatnya adalah upaya mewujudkan pemuda sebagai pewaris nilai luhur budaya dan penerus cita-cita perjuangan bangsa, serta insan pembangunan yang memiliki serta percaya akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang bersumber dari Pancasila dan kepribadian bangsa. Oleh karena itu, sebagai konsekwensinya adalah bahwa bangsa yang memiliki generasi yang sehat adalah bangsa yang memiliki masa depan yang kuat dan utuh (integral) dan sebaliknya bangsa yang tidak memiliki generasi yang sehat adalah bangsa yang tidak memiliki masa depan yang kuat dan rapuh (desintegral).

Untuk itu, maka harus dilakukan pembinaan generasi muda sedini mungkin, agar mampu menjadi pemikir dan pelaksana (teknokrat) pembangunan bangsa dan negara kelak. Namun apa yang menjadi kendala atau tantangan dalam pembinaan generasi muda agar menjadi sehat, tidak lebih adalah “dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil”. (Al-Maidah: 8).

Demikian juga, kita dianjurkan untuk selalu berhati-hati, bahkan di dalam keseharian bercakap-cakap di antara kita, adalah hal terlarang, bagi kita berkata-kata dusta, menggunjing, ataupun mengatakan hal apapun yang dapat mencelakakan atau melukai perasaan orang lain, ataupun berakibat kerugian materi pada orang lain.

Teladan Faktor Penentu

Teladan merupakan faktor yang besar pengaruhnya dalam memperbaiki anak atau merusaknya. Jika seorang pengasuh atau pendidik itu memiliki akhlak yang baik, mulia, berani dan menjaga kehormatan dirinya, anak akan tumbuh dalam kejujuran, amanah, berakhlak mulia, berani dan menjaga dirinya. Sebaliknya, apabila pendidik itu memiliki sifat pendusta, khianat, memutuskan silaturahmi, pengecut, dan hina, maka anak juga akan tumbuh dalam kebohongan, khianat, memutuskan silaturahmi, pengecut dan hina.

Karena itu, pendahulu kita telah memperhatikan hal ini dengan memilih sebaik-baik pengasuh atau pendidik bagi anak-anak mereka. Umar bin Utbah menulis pada pengasuh anaknya “Hendaklah langkah pertama dalam memperbaiki anakku, adalah memperbaiki dirimu terlebih dahulu, karena mata mereka tergantung pada matamu, sehingga yang baik bagi mereka adalah apa yang engkau tinggalkan. Jadi satu teladan buruk saja adalah sudah cukup berpengaruh bagi seorang anak, dan sebaliknya. Karena itu hindarilah kontradiksi antara ucapan dan perbuatan kita, seandainya kita merenungi Alquran Alkarim, niscaya akan mendapati di dalamnya sangat mengingkari segala sesuatu yang bertentangan antara perbuatan dan ucapannya, termasuk di dalamnya, para ayah, ibu dan pendidik lainnya, serta seluruhnya orang yang di pundaknya memikul tanggung jawab pendidik.

Pertebal Rasa Malu

Dalam masa-masa tawuran antara warga dengan warga, antara mahasiswa dengan mahasiswa, antara alat negera (TNI) dengan alat negara (Polri), antara mahasiswa dengan Polri yang sekarang terjadi di seantro kota-kota besar kita, untuk memberantasnya, solusi yang paling efektif dan efisien, bahwa lebih mendasar adalah dengan cara menyadarkan warga masyarakat yang terlibat maupun yang berlum terlibat, dengan cara mempertebal rasa malu (memberi malu) setiap masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, budaya malu merupakan solusi memberantas masalah tersebut. Islam menggambarkan cara yang benar untuk membentuk kepribadian, hati, akal, pikiran dan perilaku seseorang, supaya ia bisa menjadi manusia yang sehat tubuh, akal dan jiwanya menjadi sebuah kekuatan dan unsur positif yang patut bagi masyarakatnya yang luas dan menjadi pejuang, pemberani yang tidak dapat dikalahkan di medan perang (laga), karena kegigihannya dalam membela agama, kehormatan dan tanah airnya.

Islam juga menggambarkan cara untuk membentuk masyarakat insani yang utama dan ideal. Untuk itu Islam menyiapkan semangat yang kondusif untuk pertumbuhan yang sehat dan pendidikan yang baik, sebagaimana Islam juga memperlihatkan kemampuan-kemampuannya yang tersimpan.
Akhirnya, marilahkita pelajari dan memberi pandangan kepada masyarakat terhadap masalah ini. Indikasi terbesar pemicu tawuran atau perkelahian dan keribuatan adalah disebabkan pengaruh zat narkoba maupun miras, sehingga seseorang memilki keberanian dan kemauan yang tinggi untuk bertindak, yang akhirnya dapat meresahkan dan mengganggu aktivitas atau usaha orang lain, baik untuk mencari nafkah maupun kegiatan masyarakat lainnya, sehingga masyarakat takut berusaha, sebab akan menjadi korban keributan.

Mari kita bermohon kehadirat Allah swt. mudah-mudahan kita selalu dilimpahi petunjuk menuju jalan yang benar dan diridhoi selama kita mengabdikan diri kepada-Nya di dunia ini dan juga semoga mendapatkan nikmat kelak di hari akhir, amin. (*)

Penulis Dosen STAI Sumatera, PTI
Al-Hikmah dan STAI RA Batang Kuis

Kios BBM Eceran Terbakar

LUBUK PAKAM- Diduga karena puntung rokok satu unit rumah merangkap sebagai kios penjual BBM, musnah terbakar di Jalan Lembah, Kelurahan Delitua Barat, Kecamatan Delitua, Kamis (19/1) sore pukul 17.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Tati (40) pemilik rumah semi permanen itu, mengatakan kebakaran hebat melanda rumahnya terjadi, ketika dirinya sedang salat di dalam kamar. “Saat itu api sudah membakar bangian depan rumah,” katanya sembari menagis.

Mengetahui bagian depan rumahnya berbakar, Tati minta tolong kepada warga setempat. Warga yang mengetahui hal itu, langsung memberikan pertolongan dengan menyelamatkan barang-barang dan berupaya memadamkan api.

Setelah api dapam, mobil pemadam kebakaran baru tiba dari Lubuk Pakam, sehingga menjadi bahan cemoohan warga.(btr)

Warga Tuntut Perbaikan Jalan Beringin

LUBUK PAKAM- Sekira 50 orang warga Kecamatan Beringin tergabung dalam Forum Komunikasi Himpunan Pemuda Deliserdang (FKHPDS) menggelar aksi di depan kantor Bupati Deliserdang, Kamis (19/1) pukul 10.30 WIB. Mereka menuntut pemerintah agar mempertanggungjawabkan kelestarian lingkungan serta pemukiman warga sekitar akibat dampak pembangunan proyek Bandara Kuala Namu.

Saat ini, pembangunan bandara bertaraf internasional itu mulai mendekati tahap penyelesaian, namun kerusakan lingkungan di sekitarnya masih belum terpecahkan, serta tidak ada upaya dari pihak pemerintah.

“Bupati Deliserdang, sekali-kali melintas melalui Jalan Beringin menggunakan mobil dinas mewah. Jalan kaki Pak, biar Bapak tahu bagaimana penderitaan warga menikmati jalan yang dirusak truk bandara,” teriak kordinator aksi, Indra Silaban.

Massa meminta bupati agar mencopot Camat Beringin Batara Rivai dan Kadis Cipta Karya dan Pertambangan Deliserdang Abdul Haris Pane karena tidak menjalankan fungsinya mengawasi dampak pembangunan bandara sesuai dengan nota kesepakatan antara Pemkab Deliserdang dengan Kementerian Perhubungan RI, dalam hal ini PT Angkasa Pura II (AP II).

Awalnya, tak satupun pejabat Pemkab Deliserdang yang menanggapi mereka. Merasa kesal, massa sempat berusaha melompati pagar kantor bupati yang dijaga ketaat personel Satpol PP Deliserdang. Namun upaya itu gagal dan akhirnya massa bertahan di depan gerbang kantor bupati dengan duduk bersila.
Berselang satu jam kemudian, Camat Beringin Batara Rivai menemui massa dan menyatakan, muspika akan membicarakan tuntutan masyarakat kepada AP II, hari ini (20/1).  (btr)

Pilkada Aceh Digeser ke 9 April

Buntut Putusan Sela MK

BANDA ACEH- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh memutuskan untuk menggeser jadwal pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) di Aceh dari 17 Februari 2012 ke 9 April 2012. Pengunduran jadwal tersebut didasarkan pada pertimbangan waktu yang dibutuhkan untuk pendaftaran, verifikasi data, pencetakan surat suara, serta pertimbangan teknis lainnya.

Menurut Komisioner KIP Aceh Robby Syahputra, pengunduran jadwal itu diputuskan dalam rapat pleno KIP Aceh bersama perwakilan KIP kabupaten/kota di Aceh.

“Keputusan itu berdasar masukan dari KIP kabupaten/kota. Pertimbangannya, KIP kabupaten/kota tak memungkinkan membuka pendaftaran dan verifikasi dalam tujuh hari. Karena itu, kami semua sepakat untuk menggeser jadwal pemungutan suara menjadi 9 April,” jelas Robby, Kamis (19/1).
Robby mengatakan, meskipun memutuskan menggeser jadwal pemungutan suara, KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota tetap berkomitmen melaksanakan putusan sela MK. Dalam rapat pleno itu disepakati pula untuk membuka pendaftaran bagi calon kepala daerah, terhitung mulai 17 Januari 2012 hingga 24 Januari 2012.

Komisioner KIP Aceh Yarwin Adi Darma mengatakan, KIP Aceh akan mengirimkan draf hasil rapat pleno KIP, khususnya terkait perubahan jadwal pilkada, ke MK, hari ini (20/1). Selanjutnya, KIP Aceh bersama perwakilan KIP di 17 kabupaten/kota akan mendatangi Kantor MK pada 23 Januari nanti.
”Nanti akan kami jelaskan kepada MK pertimbangan teknis mengapa diundur dan apa saja risikonya kalau tak diundur. Sebab, yang mengerti secara teknis pelaksanaan Pilkada Aceh ini adalah KIP kabupaten/kota. Kami sangat berharap MK dapat menyetujui ini,” paparnya.

Putusan KIP Aceh tersebut agak berbeda dengan pernyataan Anggota KPU, Endang Sulastri sehari sebelumnya di Banda Aceh. Endang menyatakan, tidak ada perubahan jadwal pemungutan suara, tetap 16 Februari 2012. “Itu putusan MK. Kalau bergeser, maka berpotensi digugat,” kata dia.
Sementara, saat penutupan rapat kerja pemerintah 2012 di Hall C1, Jakarta Internasional Expo, Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti gangguan keamanan di Aceh. SBY meminta agar persaingan Pemilukada tak mencederai demokrasi dan tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh.

“Untuk Aceh, jaga stabilitas politik dan keamanan daerah yang telah kita capai. Saya serukan agar politisi yang sedang berhadapan bisa menahan diri, jangan korbankan demokrasi, dan ketentraman masyarakat,” kata SBY.
SBY berharapk pelaksanaan Pemilukada di Tanah Rencong dapat berjalan damai dan aman.(net/jpnn)

Wanita Malaysia Simpan Sabu di Kemaluan

BALIKPAPAN- Upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 175 gram senilai Rp400 juta melalui Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, berhasil digagalkan, Rabu (18/1). Pelakunya, perempuan warga negara Malaysia, dengan modus menyembunyikan sabu-sabu yang dibungkus plastik itu dalam kemaluannya.

Perempuan bernama Ling Ting Ting (25) ini ditangkap saat mendarat di Bandara Sepinggan dari Kuala Lumpur Internasional Airport, Malaysia dengan pesawat Air Asia. Petugas bandara menangkap Ling karena melihat perilakunya mencurigakan dan cara berjalannya tidak wajar.

“Ternyata dia menyembunyikan sabu itu dalam tiga plastik pembungkus kedap udara, dan diletakkan di dalam kemaluannya,” kata Oentarto Wibowo, Kepala Kantor Bea Cukai Kalimantan Kalimantan Timur, dalam jumpa pers, Kamis (19/1).(net/jpnn)

Joko Widodo Kalah Perlente dari Ajudan

Sebulan belakangan ini, nama Wali Kota Solo Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi makin popular seiring dengan munculnya mobil nasional Kiat Esemka yang kini disambut positif banyak tokoh di Tanah Air. Namun begitu, dia tetap rendah hati dan selalu tampil sederhana.

Bahkan, Joko Widodo terang-terangan mengaku tidak terlalu memperhatikan penampilan. Meski telah dua periode memimpin Kota Solo, kini penampilannya masih kalah perlente dibanding ajudannya.

“Ajudan saya penampilannya lebih baik dari saya. Kalau ada tamu pasti yang disalami itu ajudan saya,” seloroh Jokowi, di Hall C1, Jakarta Internasional Expo, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Kamis (19/1).

Karena itulah dia mengaku tidak berminat maju sebagai salah satu kandidat bakal calon gubernur DKI Jakarta 2012. “Saya itu enggak ada potongan jadi gubernur,” tegasnya.

Jokowi memang dikenal dikenal sederhana. Disamping banyak disorot soal gayanya memimpin, gayanya merangkul pedagang kaki lima dan baru-baru ini memelopori pemakain mobil nasional Kiat Esemka yang kini disambut positif banyak tokoh di Tanah Air.(net/jpnn)

Soroti Korupsi dan Politik Uang

Raker, SBY Beri 22 Instruksi

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan sejumlah tantangan yang harus dihadapi jajaran pemerintah di tahun 2012. Salah satunya terkait dengan masih adanya penyimpangan dan korupsi, baik di level pusat maupun daerah.

“Termasuk korupsi dan kolusi di sektor perpajakan dan penggunaan APBN,” kata SBY saat menutup Rapat Kerja Pemerintah 2012 di Jakarta International Expo, Kemayoran, kemarin (19/1).

Begitu juga dengan korupsi dan kolusi yang melibatkan anggota DPR dan unsur-unsur pemerintah. Dalam instruksinya, SBY meminta penyimpangan dan korupsi dipastikan berkurang. Dia meminta pemerintah pusat dan daerah tidak ragu dalam memberikan tindakan. Termasuk pengawasan dari BPK, BPKP, dan KPK. “Pencegahan dan penindakan sama pentingnya,” katanya.

Selain soal penyimpangan anggaran, SBY juga menyoroti masih berkembangnya praktik politik uang. KPU diminta membuat aturan untuk mencegah praktek-praktek tersebut. “Fenomena politik uang nampak berkembang, kalau dibiarkan akan menciderai dan merusak demokrasi yang bermartabat,” tegasnya.

Dua persoalan tersebut merupakan bagian dari 16 instruksi khusus presiden dalam raker tersebut. Selain instruksi khusus, SBY juga memberikan enam instruksi umum. Raker tersebut diikuti seluruh jajaran Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, gubernur, bupati/ wali kota, komite ekonomi nasional, dan komite inovasi nasional. Saat penutupan, para kapolda dan pangdam juga ikut mendengarkan instruksi presiden.

Dua persoalan itu, tampaknya, juga masih menjadi perhatian serius sejak tahun lalu. Catatan koran ini, saat raker 2011 yang dilangsungkan 10 Januari 2011 di Jakarta Convention Center, SBY juga memberikan perhatian pada penyimpangan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan politik perseorangan dan korupsi di sektor pajak.

Dalam bagian instruksinya yang lain, SBY meminta jajaran pemerintah melaksanakan program kerja pemerintah, baik sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2012 dan APBN. Presiden juga meminta potensi yang ada pada BUMN lebih dimaksimalkan. Agenda pengurangan angka kemiskinan tak luput dari bagian instruksi SBY.

Bahkan, saat ini tengah disiapkan kebijakan baru, yakni Masterplan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) yang akan pararel dengan Masterplan Percepatan, Perluasan, dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). (fal/wir/jpnn)

Akhiri Perselingkuhan, Guru Tikam Ibu Guru

GIRSANG- Diduga  terlibat perselingkuhan, Tomson D Butarbutar (47) yang berprofesi sebagai guru SD di SD 091467 Girsang II, nekat menghujamkan pisau belatinya hingga puluhan tusukan dan sayatan kepada rekan seprofesinya Julietta br Silalahi  (47) yang juga Guru di SD tersebut.

Peristiwa ‘Guru Tikam Guru’ ini terjadi dikompleks Perumahan Guru SD 091467 Girsang II, Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Parapat), Kamis (19/1) sekitar pukul 05.15 WIB.

Walau kejadian yang menghebohkan di pagi dinihari itu tidak memakan korban jiwa, namun anak kandung dari Julietta br Silalahi, Hendra Sinaga (20) yang sempat menyaksikan dan melerai kejadian tersebut turut terkapar setelah perutnya dihujami belati dapur milik tersangka, membuat Hendra terlebih dahulu dilarikan ke RS Horas Insani Siantar setelah sempat mengalami pertolongan pertama di RSU Parapat dengan 14 jahitan di sebelah kiri perut.

Sementara sejumlah luka yang dialami Julieta br Silalahi, mengalami luka robek di bagian dagu dengan 6 jahitan, pergelangan tangan kanan 18 jahitan, pergelangan tangan kiri 15 jahitan, jari kelingking kanan 15 jahitan, jari jempol kiri 17 jahitan, jari telunjuk kiri 7 jaringan, jari tengah kiri 28 jaringan, jari manis kiri 10 jaringan, luka sayat di perut sebelah kanan 8.5 Cm dan sejumlah luka sayat dijemari tangan kanan, dengan luka tak beraturan antara 4-10 jahitan di bagian tubuh.

Tak ada yang mengetahui secara persis awal dari kejadian guru tikam guru ini. Warga sekitar dan teman-teman guru sekolah juga bungkam dengan alasan tidak mengetahui kejadian karena berlangsung cepat dan masih gelap. “Suara gaduh dan minta tolong terdengar sekitar pukul 05.00 WIB,” ujar salah seorang suami guru, seprofesi korban dan tersangka.

Namun dari tempat kejadian perkara (TKP), kedua korban bertetangga dan hanya bersebelahan dengan gang jalan disekitar lokasi perumahan guru tersebut. Jarak rumah keduanya hanya berkisar 8 meter.

Tersangka Tomson D Butarbutar kelahiran Taput 01 Oktober 1965 dan lulusan SPG dikenal pendiam dan tinggal menyendiri di perumahan sekolah tersebut. Guru Kelas VI dengan NIP 19580226198082001, pangkat III/c ini, mulai bekerja sebagai guru sejak tanggal 1 Agustus 1986 di SD tersebut dan tidak tinggal satu atap dengan sanak keluarganya.

“Kami tidak tahu, kenapa bapak itu tinggal sendiri disini dan sudah menahun, kalaupun ditanya dia bilang keluarganya di kampung,” ujar teman gurunya di SD 091467 Girsang II.

Lalu korban Julietta br Silalahi  juga salah seorang guru kelas , pangkat II/a, kelahiran Parapat, 6 Juni 1964 ini adalah DII tahun 2008, tinggal bersama suaminya bermarga Sinaga dan anak-anaknya. Hanya saja sang suami, sudah lama mengalami terapi kaki. “Bapak ku kurang sehat dan saat ini semakin trauma setelah kejadian ini,” ujar Dewi br Sinaga, anak korban yang turut menyaksikan kejadian itu.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Parapat Aiptu Benton Tambunan menyebutkan, antara Tomson Dariatman Butarbutar sudah 3 tahun menjalin asmara terselubung alias selingkuh dengan Julietta Br Silalahi. Sementara tersangka ingin sekali mengakhiri hubungan asmara gelapnya itu.

Lebih lanjut, penyebab penganiayaan terhadap kedua korban dengan cara menikam ke 2 ( Dua ) perut korban dikarenakan pelaku sudah emosi dengan SMS korban Julietta Silalahi pada hari  Rabu (18/1) lalu sekira pukul 20.00 WIB, yang dikirim korban. “Jadi na so boi be ro tu jabum, aha do huroa nasalah hubaen tu ho asa sogo roham tu au“ yang artinya “ jadi tidak bisa lagi aku datang ke rumah mu, apa ada yang salah perbuatanku samamu sehingga kau sakit hati samaku“ dan pada pukul 21.30 WIB korban mencoba menghubungi pelaku melalui selulernya. Hal inilah yang membuat pelaku marah hingga terjadi penikaman.(jes/smg)

Lagu Titanic Antar Karamnya Costa Concordia

GENEWA- Lagu film Titanic “My Heart Will Go On” dikabarkan mengiringi detik-detik akhir nasib penumpang berikut kapal pesiar Costa Concordia yang karam di lepas pantai Itallia pada Jumat pekan lalu. Sebelum bencana melanda, lagu yang dinyanyikan Celine Dion itu sempat terdengar diputar di salah satu restoran kapal.

Koran La Tribune de Geneve meyakini kebenaran informasi berdasar pengakuan korban selamat asal Swiss bernama Yannic Sgaga. Yannic menyebut lagu yang sama populernya dengan film Titanic di tahun 1997 itu, didengarnya saat menyantap hidangan bersama saudaranya.

“Lebih realistik dibanding film Titanic yang pernah Anda bayangkan. Bencana itu terus terbayang dalam ingatanku,” kata Yannic seperti dikutip dari news.com, Kamis (19/1).  Acara santap bersama bubar setelah kapal menabrak karang kemudian miring menyusul robeknya lambung kiri kapal.

Sementara kapten kapal Francesco Schettino mengklaim berhasil menyelamatkan ratusan atau bahkan ribuan penumpang, dengan terus mengarahkan kapal mendekati pantai dalam kondisi kemudi yang rusak. Pengakuan Schettino diucapkan pada hakim yang akhirnya memutuskannya menjalani tahanan rumah. Pengacara Shettino, Bruno Leporatti, menyebutkan, kliennya kini sudah bisa berkumpul keluarganya di Naples.

Selaku orang yang paling bertanggung jawab, Schettino terancam hukuman 12 tahun penjara atas tuduhan pembunuhan dan meninggalkan kapal tanpa prosedur. (pra/jpnn)

Kapos Menyerahkan Diri, Pemkab Karo Bantah Pungli

Pasca Penangkapan Lima Pegawai Restribusi

KARO- Dua hari pasca penangkapan kelima anggotanya pegawai Dinas Perhubungan Karo di Pos Retribusi  Pajak Hasil Bumi, di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, dan sempat dicari pihak kepolisian, akhirnya, Kepala Pos (Kapos) Retribusi Hasil Bumi Doulu Rasmi Bangun, menyerahkan diri ke Polres Tanah Karo, , Kamis (19/1) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Hingga kemarin malam, Rasmi Bangun, masih diperiksa secara intensif di ruang Idik 2, Unit Tipiter Polres Tanah Karo.  Pemeriksaan pria yang sempat kabur saat penangkapan bawahannya, Selasa (17/1) dini hari lalu di pos dimana ia di tugaskan Pemkab Karo, diyakini akan menambah sejumlah deretan nama lainnya, yang terlibat kasus pungli.

Rasmi Bangun, saat diperiksa polisi menyebutkan, dia  pernah menyetorkan uang kepada seseorang di lingkungan Pemkab Karo  tanggal 1 Januari 2012 lalu. Namun kepada siapa diberikan, belum  diperinci oleh petugas.

Kapolres Tanah Karo AKBP Ig Agung Prasetyoko  didampingi Kasat Reskrim AKP Harry Azhar,  jumlah  uang belum dapat dijawab saat ini, karena Rasmi Bangun, masih dimintai keterangannya lebih lanjut. Sementara  untuk pengembangan kasus, pihak Polres Karo, telah melayangkan surat panggilan kedua terhadap  Bendaharawan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Asli daerah (PPKAD) Kabupaten  Karo.

Sementara itu, Pemkab Karo melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan PDE mengklarifikasi tentang penangkapan lima pegawai pos retribusi tersebut.

Menurut Plt Kadis Kominfo dan PDE M Hanafiah,SH menyebutkan, kronologis terjadinya penangkapan kelima pegawai Pos Retribusi Doulo seperti disampaikan kepada Bupati Karo, Wakil Bupati Karo dan Asisten II Setdakab Karo dan pejabat lainnya, Pada hari Minggu (15/1)  sekitar pukul 21.00 WIB, sejumlah pengawas pos retribusi sedang tidur-tiduran dan tidak mengadakan pengutipan retribusi sesuai dengan Surat Edaran Bupati Karo, No 973/0002/Huk-Orta/2012 tentang “Penghentian Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah” dengan alasan, Peraturan Daerah belum disahkan DPRD Karo.
Kemudian, datang beberapa oknum Polisi yang berjumlah sekitar 25 orang dan anggota DPRD Karo berjumlah 6 orang ke Pos Pengawasan Doulu.

Saat itu juga, semua kendaraan yang lintas membawa barang hasil bumi menuju ke arah Medan distop oknum-oknum Polisi dan menyuruh membayar uang ke pos penjagaan melalui loket pos jaga sebagaimana selama ini dan saat itu tidak ada penjaga melakukan pengutipan retribusi.

Setelah proses lebih kurang 2-3 jam pemungutan secara paksa oleh oknum-oknum polisi kepada supir-supir yang membawa hasil bumi dengan cara uang tersebut dilemparkan ke dalam loket sehingga berserakan diatas meja didalam pos jaga.

Selanjutnya, oknum Polisi menyuruh petugas pos pengawasan untuk merapikan dan menghitung uang yang berserakan diatas meja.
Pada saat petugas jaga pos menghitung uang tersebut, oknum polisi mengadakan pemotretan berkali-kali seolah petugas jaga pengawasan sedang melakukan kegiatan pemungutan retribusi malam itu.

Setelah selesai menghitung uang dan oknum-oknum polisi yang melakukan pemotretan berhenti melakukan pemotretan, oknum-oknum Polisi langsung membawa petugas penjaga pos beserta uang yang telah dirapikan naik ke mobil.

Kepala Pos Pengawasan Doulu tidak tahu kemana mereka (5 petugas penjaga pos) dibawa seketika malam itu dan Kapos langsung lari menyembunyikan diri karena ketakutan terhadap kejadian tersebut.

Atas kejadian tersebut, sampai saat ini Kepala Pos Pengawasan Doulu sangat trauma dan menyesalkan kejadian tersebut.(wan)