28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14

Pemko Diminta Segel Wakita Warkop

RDP: Komisi IV DPRD Medan gelar RDP bersama sejumlah OPD Pemko Medan dan pemilik bangunan di ruang Komisi gedung DPRD Medan, Senin (9/3/2026) sore.
RDP: Komisi IV DPRD Medan gelar RDP bersama sejumlah OPD Pemko Medan dan pemilik bangunan di ruang Komisi gedung DPRD Medan, Senin (9/3/2026) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Kota Medan merekomendasikan bangunan Wakita Warkop di Jalan Setia Jadi, Kelurahan Glugur Darat 1, Kecamatan Medan Timur untuk disegel karena tidak memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Rekomendasi ith ditetapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Medan bersama sejumlah OPD Pemko Medan dan pemilik bangunan di ruang Komisi gedung DPRD Medan, Senin (9/3/2026) sore.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV, Paul MA Simanjuntak bersama para Anggota Komisi Jusuf Ginting, Edwin Sugesti Nasution, Lailatul Badri, Ahmad Afandi, Renville Napitupulu dan Datuk Iskandar Muda. Hadir juga pemilik bangunan Willis Gunawan dan perwakilan Dinas PKPCKTR, pihak lelurahan dan Dinas PMPTSP Kota Medan.

Dalam rapat terungkap, kendati Dinas PKPCKTR Kota Medan sudah memberikan surat peringatan sebanyak dua kali kepada pemilik bangunan untuk mengehentikan bangunan dan mengurus izin, namun pemilik tidak mengindahkan dan melanjutkan pembangunan secara maraton.

Menyikapi hasil rapat, anggota Komisi 4 menyepakati bangunan disegel dan kepada pemilik diwajibkan mengurus PBG nya. “Ikuti saja aturan mengurus izin PBG nya, setelah terbit baru dilanjutkan operasionalnya,” saran Paul.

Kepada Dinas Perkimcikataru, Paul juga menyarankan supaya dilakukan pembinaan dan arahan membantu proses perizinan diterbitkan. (map/ila)

BPJS Ketenagakerjaan Binjai Hadir di Ramadan Rakyat, Serahkan Santunan Rp42 Juta untuk Pekerja Keagamaan

PENERIMA: Para penerima manfaat foto bersama usai menyerahkan santunan jaminan kematian.(Istimewa/Sumut Pos)
PENERIMA: Para penerima manfaat foto bersama usai menyerahkan santunan jaminan kematian.(Istimewa/Sumut Pos)

BINJAI – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai turut ambil bagian dalam kegiatan Ramadan Rakyat yang digelar di area Masjid Al-Fatih Binjai, Jalan Soekarno-Hatta Km 17, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, mulai Sabtu (28/2/2026) hingga 7 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan membuka booth layanan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan serta pentingnya perlindungan bagi pekerja dari berbagai risiko sosial dan ekonomi.

Sebagai penutup rangkaian Ramadan Rakyat, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Binjai menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada sejumlah pekerja layanan keagamaan di Kota Binjai. Santunan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai kepada ahli waris penerima manfaat.

Penerima santunan berasal dari berbagai profesi layanan sosial dan keagamaan, seperti marbot masjid dari Kecamatan Binjai Timur, penggali kubur dari Kelurahan Jati Utomo, serta bilal mayit dari Kelurahan Jatinegara dan Kelurahan Jati Makmur. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai Inggrid Mayasari, mengatakan kehadiran pihaknya dalam kegiatan Ramadan Rakyat merupakan upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mengetahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko sosial yang dapat dialami pekerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih aman dan sejahtera,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga terbuka bagi pekerja sektor informal maupun pekerja layanan masyarakat seperti marbot, bilal mayit, dan penggali kubur.

Melalui kegiatan Ramadan Rakyat ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak masyarakat di Kota Binjai memahami manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dan bergabung sebagai peserta agar memperoleh perlindungan yang optimal. (ted/ila)

Terkait Dana Desa 2024, 6 Kepala Desa di Dairi Dipanggil Kejatisu

Kantor Dispemdes Dairi.(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Kantor Dispemdes Dairi.(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

DAIRI – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Dairi mendapat undangan untuk memberikan keterangan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Dairi Simon Tony Malau. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini ada enam kepala desa yang menerima undangan permintaan keterangan dari pihak kejaksaan.

“Benar, ada enam kepala desa yang menerima undangan untuk dimintai keterangan. Surat undangan itu disampaikan oleh pihak jaksa melalui Dinas PMD,” ujar Simon Tony Malau saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).

Simon menjelaskan, keenam kepala desa tersebut masing-masing Kepala Desa Karing di Kecamatan Berampu, Kepala Desa Sitinjo di Kecamatan Sitinjo, Kepala Desa Bukit Lau Kersik di Kecamatan Gunung Sitember, Kepala Desa Lae Parira di Kecamatan Lae Parira, Kepala Desa Bangun di Kecamatan Parbuluan, serta Kepala Desa Silalahi II di Kecamatan Silahisabungan.

Menurut Simon, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi fokus penyelidikan kejaksaan terkait pengelolaan Dana Desa tahun 2024 tersebut.

Namun berdasarkan informasi yang diterimanya dari beberapa kepala desa yang telah memberikan keterangan, pertanyaan yang diajukan penyidik lebih banyak berkaitan dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti oleh kepala desa dan perangkat desa pada tahun anggaran 2024.

“Dari keterangan beberapa kepala desa yang sudah dipanggil, pembahasannya lebih banyak terkait pelaksanaan bimtek kepala desa dan perangkat desa,” jelasnya.

Simon menegaskan, kegiatan bimtek tersebut tidak diselenggarakan oleh Dinas PMD Kabupaten Dairi. Menurutnya, kegiatan itu dilaksanakan oleh lembaga lain, sementara pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2024.

Simon mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari para kepala desa, setiap desa yang mengikuti kegiatan tersebut membayar biaya sekitar Rp5 juta kepada pihak penyelenggara.

“Informasi dari kepala desa, setiap desa yang ikut bimtek membayar sekitar Rp5 juta kepada penyelenggara kegiatan,” ungkapnya.

Meski demikian, Simon menilai kegiatan tersebut secara regulasi tidak melanggar aturan. Pasalnya, kepala desa, perangkat desa, maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki hak untuk meningkatkan kapasitas melalui kegiatan pelatihan atau bimbingan teknis.

Hal tersebut, lanjutnya, juga telah diatur dalam Peraturan Bupati Dairi Nomor 1 Tahun 2024 yang mengatur tentang peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa.

“Secara regulasi tidak ada yang dilanggar. Kepala desa, perangkat desa, serta BPD memang berhak meningkatkan kapasitas melalui pelatihan atau bimtek,” katanya.

Simon juga menambahkan, hingga saat ini baru enam kepala desa dari total 161 desa di Kabupaten Dairi yang menerima undangan permintaan keterangan dari kejaksaan.

Menariknya, dari enam kepala desa tersebut, dua di antaranya justru diketahui tidak mengikuti kegiatan bimtek yang dimaksud. Kedua kepala desa itu adalah Kepala Desa Silalahi II di Kecamatan Silahisabungan serta Kepala Desa Sitinjo di Kecamatan Sitinjo. “Dari enam kepala desa yang menerima undangan, dua di antaranya justru tidak ikut dalam kegiatan bimtek tersebut,” pungkas. (rud/ila)

Kasad Resmikan Jembatan Bailey di Boronadu

RESMIKAN: Kasad Maruli Simanjuntak didampingi istri tercinta bersama Gubernur Sumut dan Bupati Nias Selatan saat meresmikan jembatan Bailey, Nisel, Selasa (10/3). //Foto : Eriusman Duha
RESMIKAN: Kasad Maruli Simanjuntak didampingi istri tercinta bersama Gubernur Sumut dan Bupati Nias Selatan saat meresmikan jembatan Bailey, Nisel, Selasa (10/3). //Foto : Eriusman Duha

NISEL, SUMUTPOS.CO – Jembatan Bailey di Kecamatan Boronadu, Nias Selatan (Nisel) resmi dioperasikan setelah diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak MSc, Selasa, (10/3). Infrastruktur darurat yang dibangun TNI ini menjadi penghubung vital antara Desa Sifalago Gomo dan Desa Balohili Gomo yang sebelumnya terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Jenderal Maruli Simanjuntak didampingi Gubernur Sumut Bobby Nasution, Bupati Nisel Sokhiatulo Laia, Wabup Nisel Yusuf Nache, Danrem 023/Kawal Samudera juga para Forkompinda.

Peresmian dilakukan langsung di lokasi jembatan yang dibangun oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan. Kehadiran jembatan tersebut disambut antusias masyarakat karena selama beberapa waktu terakhir akses transportasi di wilayah itu terganggu, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga menjadi terhambat.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, hingga saat ini pembangunan jembatan yang dikerjakan TNI telah mencapai ratusan unit dan masih terus berlanjut di berbagai wilayah.

“Sudah jadi 220 sebetulnya per hari ini, sudah jadi di seluruh Indonesia. Di wilayah bencana 145 jembatan sudah jadi. Kalau akan dibangun, sekarang yang berproses ada 1.076 jembatan, jadi setiap hari ada saja yang jadi, jembatan ini,” ujar Kasad Maruli Simanjuntak.

Jembatan Bailey yang dibangun di Desa Sifalago Gomo memiliki panjang sekitar 33 meter dengan lebar 3,65 meter dan mampu menahan beban hingga 10 ton. Struktur jembatan dilengkapi papan lantai serta balok pengapit yang dirancang untuk memastikan keamanan pengguna, baik kendaraan maupun pejalan kaki.

Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting karena menjadi jalur utama penghubung antar desa di Kecamatan Boronadu. Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat kondisi cuaca buruk.

Pembangunan jembatan dilakukan secara intensif oleh personel TNI dari Zidam I/Bukit Barisan dan Yonzipur 1/DD dengan dukungan Kodim 0213/Nias. Proses pengerjaan melibatkan berbagai peralatan konstruksi serta material khusus agar pembangunan dapat selesai dalam waktu relatif singkat.

Selain memastikan akses kembali normal, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang sempat terdampak akibat terputusnya jalur transportasi. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas pelajar menuju sekolah kini dapat berjalan lebih lancar.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan TNI Angkatan Darat atas upaya percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terdampak bencana.

Ia menilai keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung konektivitas antarwilayah serta mempermudah akses pendidikan dan pelayanan publik.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan TNI sangat dibutuhkan dalam mempercepat pemulihan daerah, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis sulit seperti di Kabupaten Nias Selatan.

Dengan selesainya pembangunan jembatan Bailey di Kecamatan Boronadu, diharapkan mobilitas masyarakat kembali normal dan kegiatan ekonomi dapat tumbuh lebih baik dibanding sebelumnya.

Bupati Nisel  Sokhiatulo Laia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, TNI AD dan Pemerintah Provinsi atas percepatan pembangunan jembatan ini. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan anak-anak di Sifalago Gomo. (eri/azw)

Launching 218 Jembatan Garuda di Bandara Binaka Gunungsitoli, Pangdam I/BB Ikuti Vidcon

VIDCOM: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa saat mengikuti Vidcon Launching 218 Jembatan Garuda, di Bandara Binaka Gunungsitoli, Senin (9/3). (Istimewa/Sumut Pos)
VIDCOM: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa saat mengikuti Vidcon Launching 218 Jembatan Garuda, di Bandara Binaka Gunungsitoli, Senin (9/3). (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pangdam I/Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa mengikuti video conference (vidcon) launching 218 Jembatan Garuda, yang digelar secara nasional dari Bandara Binaka, Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut), Senin (9/3).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Dr Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo secara resmi meresmikan 218 jembatan yang terdiri dari 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Armco dan 82 Jembatan Perintis di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, apresiasi kepada Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan atas keberhasilan membangun ratusan jembatan dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah hingga ke wilayah terpencil di seluruh penjuru tanah air.

“Komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang membuka akses wilayah yang sebelumnya terisolasi. Ia menilai keberadaan jembatan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas ekonomi serta aktivitas sosial masyarakat,” katanya.

Turut hadir mendampingi Pangdam I/BB dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdam I/BB, Asintel Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Aster Kasdam I/BB, Dandim 0205/Tanah Karo serta Dandeninteldam I/BB. (dwi/azw)

Menjaga Ramadan Tetap Aman, Brimob Bersinergi Patroli Asmara Subuh di Tebingtinggi

PATROLI: Personel Satbrimob Polda Sumut saat melaksanakan Patroli Asmara Subuh, di Tebingtinggi. Istimewa/Sumut Pos
PATROLI: Personel Satbrimob Polda Sumut saat melaksanakan Patroli Asmara Subuh, di Tebingtinggi. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Bulan Suci Ramadan terus dilakukan oleh aparat keamanan. Pada Senin (9/3), personel Batalyon B Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Satbrimob Polda Sumut) melaksanakan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) gabungan bersama Polres Tebingtinggi dan Koramil 13/Tebingtinggi Kodim 0204/Deliserdang.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Patroli Asmara Subuh (Asbuh), yakni patroli pada waktu menjelang subuh yang difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman,” kata Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan, patroli dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Tebingtinggi, di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja Bandar Sono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gunung Leuser depan Balai Kartini, Jalan Gunung Leuser BP7, serta beberapa ruas jalan lainnya di seputaran Kota Tebingtinggi.

“Selama patroli berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi di lapangan sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama menjalankan aktivitas sahur hingga menjelang waktu subuh,” imbuhnya.

Kehadiran patroli gabungan ini, jelasnya, menjadi bagian dari upaya preventif aparat keamanan untuk mencegah berbagai potensi gangguan, seperti aksi balap liar, kerumunan yang berpotensi menimbulkan keributan, maupun tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat selama Ramadan.

“Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan suasana Kota Tebing Tinggi selama bulan Ramadhan tetap kondusif, serta masyarakat dapat merasakan kehadiran aparat keamanan yang siap menjaga ketertiban demi terciptanya lingkungan yang aman dan damai,” tandasnya. (dwi/azw)

Komisi C Usul PT AIJ Ubah Status Jadi Perseroda

Ketua Komisi C DPRD Sumut, Rony Reynaldo Situmorang
Ketua Komisi C DPRD Sumut, Rony Reynaldo Situmorang

MEDAN – Komisi C DPRD Sumatera Utara mendorong PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk bertransformasi menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Langkah ini dinilai penting guna memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi C DPRD Sumut, Rony Reynaldo Situmorang, mengatakan perubahan status tersebut diharapkan mampu memperluas ruang gerak perusahaan dalam mengembangkan bisnis serta meningkatkan potensi pendapatan bagi daerah.

“Transformasi AIJ menjadi Perseroda merupakan upaya untuk memperbesar kontribusi deviden dan PAD bagi Provinsi Sumatera Utara di masa mendatang,” kata Rony saat memberikan keterangannya, Selasa (10/3).

Menurutnya, rencana tersebut juga sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2018 yang mengatur mengenai rencana bisnis, kerja sama, serta mekanisme pelaporan Badan Usaha Milik Daerah. Regulasi tersebut menjadi pedoman penting dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih profesional, transparan, dan memiliki orientasi bisnis yang sehat.

Ia menjelaskan, jika AIJ berstatus Perseroda, perusahaan akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan berbagai strategi bisnis, termasuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan.

Rony juga menilai transformasi ini penting untuk memperkuat peran BUMD di Sumatera Utara, sehingga tidak hanya bergantung pada kontribusi satu perusahaan saja. Selama ini, Bank Sumut dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar PAD bagi pemerintah provinsi.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Aneka Industri dan Jasa, Swangro Lumbanbatu, menyatakan pihaknya terbuka terhadap rencana perubahan status perusahaan tersebut. Menurutnya, transformasi menjadi Perseroda dapat menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing bisnis.

“Secara prinsip kami siap jika AIJ ditingkatkan statusnya menjadi Perseroda. Ini bisa menjadi peluang untuk memperbaiki sistem manajemen, meningkatkan profesionalitas, dan memperluas jaringan kerja sama usaha,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, manajemen AIJ saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah strategi pengembangan usaha. Di antaranya dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang dikelola perusahaan, mengembangkan unit usaha di sektor jasa dan industri, serta membuka peluang kerja sama dengan investor dan pelaku usaha swasta.

 

Swangro menegaskan, AIJ diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar menjalankan fungsi administratif sebagai BUMD.

“Dengan manajemen yang lebih modern dan inovatif, kami optimistis AIJ dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan PAD Sumatera Utara,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta manajemen perusahaan menjadi kunci keberhasilan transformasi BUMD agar mampu berkembang lebih profesional dan kompetitif di masa depan.(san/azw)

RSU Haji Medan Siaga Lebaran, IGD Buka 24 Jam untuk Layani Masyarakat

RSU Haji Medan.
RSU Haji Medan.

MEDAN— Menyambut libur Hari Raya Idulfitri, RSU Haji Medan memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengaturan tenaga medis hingga kesiapan fasilitas penunjang.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan drg Fitrady Ulianda Siregar, MKes, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh memberikan pelayanan kesehatan selama masa libur Idulfitri.

“Pada prinsipnya, kami siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama libur Idulfitri. Seluruh tenaga kesehatan sudah dijadwalkan piket, sehingga pelayanan tetap berjalan, terutama untuk layanan kegawatdaruratan,” ujarnya.

Selama periode libur, layanan poli rawat jalan akan ditutup sementara mulai 18 hingga 25 Maret 2026. Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan tetap tersedia melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Pasien yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis dapat langsung datang ke IGD untuk mendapatkan pelayanan,” jelas Fitrady.

Ia memastikan bahwa layanan IGD akan tetap beroperasi penuh selama 24 jam, seperti hari biasa. Untuk mendukung hal tersebut, RSU Haji Medan telah menyiagakan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dengan sistem jadwal piket yang terstruktur.

Tak hanya itu, ketersediaan obat-obatan juga dipastikan aman dan mencukupi selama masa libur Lebaran. Bagi pasien yang rutin menjalani pengobatan, penyesuaian jumlah obat dapat dilakukan sebelum libur agar terapi tetap berjalan tanpa hambatan.

“Pemberian obat tetap sesuai resep dokter. Dalam kondisi tertentu, jumlah obat bisa disesuaikan agar pasien tetap dapat melanjutkan pengobatan selama libur,” ujarnya.

Informasi terkait pelayanan selama libur juga akan terus diperbarui melalui media sosial resmi RSU Haji Medan agar mudah diakses masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Fitrady mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Lebaran, mulai dari menjaga pola makan hingga segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.

Kesiapan ini menjadi wujud komitmen RSU Haji Medan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang responsif dan berkelanjutan, bahkan di tengah suasana libur panjang. (ila)