Home Blog Page 14015

Dispora Medan Segera Ferivikasi Klub Olahraga

MEDAN-Tolak ukur sukses tidaknya sistem pembinaan pada sebuah cabang olah raga adalah raihan medali pada sebuah even. Nah, agar harapan meraih prestasi maksimal dapat terpenuhi, tak ayal dibutuhkan keterlibatan para pakar yang benar-benar mengerti tentang asupan gizi maupun fisik sang atlet.
“Tanpa pakar yang benar ahli di dunia olhraga. Atlet pasti takkan tahu kendala yang dihadapi,” bilang Drs Hanas Hasibuan MAP, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan pada rapat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) bersama pelatih dan pembina klub-klub olahraga sekolah yang ada di Kota Medan, di ruang rapat Dispora Medan Jalan Ibus Raya Medan, Senin (13/2).

Lebih lanjut  Hanas mengatakan dunia olahraga adalah dunia kita, untuk itu marilah bersama-sama membangun olahraga di daerah yang kita cintai ini sehingga mampu menorehkan prestasi yang membanggakan.

“Kepada atlet pelajar berprestasi akan diberi beasiswa, sehingga beasiswa yang diberikan tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi para atlet untuk lebih giat berlatih,” Ungkap Hanas

Selanjutnya Hanas menambahkan agar klub-klub binaan Dispora Medan dapat mempersiapkan atletnya dalam menyongsong Popdasu X yang akan digelar di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada bulan Juni 2012.

Untuk mendapatkan hasil maksimal pada Popdasu nanti, Dispora Medan akan melakukan verifikasi terhadap klub-klub olahraga yang ada di Medan. “Dari hasil verifikasi itu nantinya akan diketahui apakah klub itu aktif membina atletnya atau tidak,” kata Hanas. (omi)

Dipukul, Disetrum dan Disekap dalam Mobil

Pengendara Sepeda Motor Dirampok

MEDAN-Robby M Sihotang (25), warga Asrama RSU Rusdi Jalan H Adam Malik Medan menjalani perawatan intensif di Ruang Dahlia 15, Lantai I, RSU dr Pirngadi Medan, setelah dipukuli, disetrum dan disekap orang tak dikenal (OTK) di dalam mobil, saat melintas di Jalan Tuasan.

Paman Robby, Bastian Sembiring (48) mengungkapkan, kejadiannya berlangsung Minggu (12/2) dini hari. Saat itu Robby melintas mengendarai sepeda motor di Jalan Tuasan bersama rekannya Sumarihon Silalahi, usai dari rumah temannya. Tanpa sengaja, Robby  dengan temannya menyerempet mobil Kijang Innova warna silver.

Tak berapa lama kemudian, mobil yang ditumpangi enam pria itu langsung memepet kendaraan mereka dan langsung memberhentikan keduanya.
“Mereka langsung memasukkan keponakan saya ke dalam mobil. Dua dari enam pria itu turun dan membawa kendaraan keponakan saya sementara keponakan saya di dalam mobil bersama dengan temannya. Didalam mobil ada empat pemuda dan tiga di antara dari empat pemuda memukuli, menyekap dan menyetrum keponakan saya bersama dengan temannya,” jelasnya.

Setelah itu pria itu meninggalkan keduanya di perlintasan rel kereta api di sekitar Jalan Bilal Medan. Tak hanya itu, keenam pemuda itu membawa lari sepeda motor milik Robby M Sihotang Suzuki Satria FU 150 bernomor plat polisi BB 5285 MM berwarna merah. “Semua dibawa para pelaku termasuk barang-barang milik keponakan saya seperti uang, dompet, STNK dan handphone,” jelasnya.

Saat keduanya sadar, tambah Bastian, keponakannya bersama dengan temannya pun langsung mendatangi Mapolsekta Medan Timur. Oleh polisi keduanya pun diarahkan ke Mapolsekta Percut Seituan karena lokasi kejadiannya di wilayah Polsekta Percut Seituan. “Keponakan saya bersama dengan temannya sudah melapor ke Mapolsekta Percut Seituan dengan bukti Surat Tanda Laporan Nomor: STPL/400/II/2012 Percut tertanggal Minggu (12/3) dini hari 04.30 WIB,” katanya.

Bastian menegaskan, polisi harus menangkap pelaku. “Kalau pun keponakan saya bersalah, kan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Bukan begini caranya. Saya meminta kepolisian khususnya Polsekta Percut Seituan menangkap pelakunya,” bebernya.
Robby saat terbangun dari tidurnya mengaku, mereka malam itu dimasukkan ke dalam mobil dan di dalam mobil diperlakukan tak wajar.
“Yang saya ingat mereka berbadan tegap, menggunakan jaket dan mereka menyiksa kami. Habis itu mereka menurunkan kami di rel kereta api. Saya minta pelakunya segera ditangkap,” ucapnya. (jon)

Makannya Kuat tapi Bobot tak Bertambah

Nur Azizah, Bayi Penderita Gizi Buruk

Malang nian nasib Nur Azizah. Bayi berusia 8 bulan itu hanya memiliki berat 2.5 kg.

Jhonson P Siahaan,  Medan

Putri pasangan Dedi Ariyanto (29) dan istrinya, Dahlia (33), warga Jalan Pelita IV, Gang Sederhana kemarin ditemui Sumut Pos di Ruang Bayi Lantai III RSU dr Pirngadi Medan.

Dahlia, ibu Nur mengaku sangat sedih melihat putri keduanya. Diterangkan Dahlia, dia tak mempunyai firasat buruk sebelum kelahiran putrinya itu.
“Saya sama sekali tak ada firasat buruk. Sama halnya dengan kelahiran putri pertama saya,” ucap ibu beranak dua itu.

Menurutnya, putri keduanya itu lahir normal tanpa ada operasi di klinik. Dahlia mengaku, dirinya hanya sekali memeriksakan kehamilannya selama mengandung dan itupun diperiksanya di klinik dekat rumahnya.

Dahlia menambahkan, dirinya bingung kenapa bisa terjadi terhadap Nur Azizah. Dahlia menuturkan, dia saat ini sangat membutuhkan bantuan orang yang mau membantunya untuk pengobatan anaknya.

“Kalaupun dibantu saya dan suami saya sangat berterima kasih. Jujur saja, dalam memenuhi kebutuhan hidup dirinya meminjam uang dari orangtua, saudara dan tetangganya karena suaminya tak mempunyai pekerjaan tetap,” bebernya.

Dahlia mengaku, untuk biaya perobatan Nur Azizah saja dia menggunakan Jamkesmas dan Medan Sehat karena tak mempunyai biaya.
“Penghasilan suami saya Rp20.000 dan itu pun harus dipotong Rp5.000 untuk sewa becak. Suami saya itu bawa becak tapi itu becak orang dan suami saya menyewanya,” ujarnya.

Sebelum dibawa ke RSU Pirngadi Medan, Nur Azizah sudah dibawa berobat ke pengobatan alternatif, namun hasilnya tak ada perubahan.
Dahlia menambahkan, anaknya ini diberi susu, makanan bayi dan makanan bayi kemasan.

“Kalau makannya saat ini kuat tapi anak saya setiap harinya asal buang air besar selalu mencret (diare). Sudah diberi obat oleh rumah sakit,” jelasnya.
Dahlia menuturkan, dikeluarga mereka tak ada mengalami hal seperti ini.

“Nur Azizah dirawat di RSU Pirngadi Medan ini sudah 21 hari. Saya berharap anak saya cepat sembuh dan ada orang yang mau membantu kesembuhan anak saya ini. Oleh dokter anak saya dibilang menderita gizi buruk dan infeksi paru-paru,” harapnya. (*)

Sektor Perkebunan Masih Menjanjikan

Salah satu gerbang investor adalah Provinsi Sumatera Utara. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan Pengamat Ekonomi dari Unimed, M Ishak.

Sektor apa yang paling menjanjikan bagi investor di Sumut?
Tetap seperti tahun yang lalu, sektor perkebunan tetap paling menarik untukn
dikembangkan di Sumut. Apalagi program MP3EI yang di Sei Mangke. Ini membutuhkan banyak dana, karena pembangunannya merupakan prospek yang sangat besar dan tentu saja banyak yang harus diperhatikan. Prospek yang dapat dilirik oleh investor kesiapan Sei Mangke, infrastruktur dalam Sei Mangke, infrastruktur penunjang, dan tentu saja perhatian pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi investor misalnya, pengurusan izin dan lainnya.

Apa yang harus diperhatikan oleh pemerintah?
Paling penting adalah infrastruktur, sedangkan peraturan lainnya dapat berjalan seiring pembangunan MP3EI. Infrastruktur sangat penting, karena kendala kita dari tahun ke tahun juga tetap di infrastruktur ini. Nah, kalau tidak bisa dengan biaya sendiri, kita bisa kok minjam dana asing, karena saya yakin MP3EI itu sangat potensial, dan hasilnya juga untuk kemakmuran bangsa terutama negara.

Apa lagi yang menarik dari Sumut bagi investor?
Khusus untuk Kota Medan, yang paling menarik adalah jasa keuangan. Medan nantinya menjadi pusat perdagangan, kenapa? Berkembangnya MP3EI, menjadikan Medan pusat untuk transaksinya. Nah, pembangunan yang saat ini sedang terjadi di Medan juga memberikan bukti betapa perlunya jasa keuangan untuk kota Medan. Kalau Pemko Medan tetap pada komitmennya menjadi Medan sebagai kota metropolitan, dipastikan jasa keuangan memiliki potensi yang sangat menjanjikan.

Apakah perbankan juga akan meningkat di Medan?
Tidak harus perbankan, tetapi jasa keuangan kecil juga sangat penting. Kalau sektor besar sudah bergerak, secara tidak langsung sektor besar juga demikian. Nah, saat globalisasi mendatang perputaran uang atau keluar masuk dari dalam dan luar negeri juga akan sangat cepat. Untuk itu dibutuhkan jasa untuk menemp[atkan uangnya.

Apa lagi sektor lainnya?
Jangan lupakan pariwisata yang sangat menjanjikan. Selain danau toba, daya jual di Sumut yang lain adalah etnisnya. Bayangkan ada 8 etnis yang hidup di medan, dan semuanya memiliki akar budaya yang sangat kental. Nah, bagaiman kalau kita kembangkan. Misalnya dalam perayaan besar mereka, jadikan ini sebuah undangan bagi investor. Seperti Amerika, mereka membangun gedung kesenian, dimana semua etnis dapat berpartisipasi. (*)

Belum Ada Pembaharuan Data Peserta Jamkesmas

MEDAN-Dinas Kesehatan Kota Medan sampai saat ini belum melakukan pembaharuan terhadap data warga  yang mendapatkan Jamkesmas, yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Medan.

“Dinkes Medan tetap mengupayakan agar masyarakat miskin dapat terbantu untuk mendapatkan kartu Jamkesmas. Namun, sampai saat ini belum ada pembaharuan peserta dari BPS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Medan, dr Edwin, Senin (13/2).
Dijelaskannya, untuk memperoleh kartu Jamkesmas pihak kecamatan berperan aktif untuk melakukan pendataan terhadap masyarakatnya yang berhak medapatkan.

“Seharusnya mempertanyakannya ke kantor camat karena kecamatan berperan aktif. Jadi, untuk yang berhak mendapatkan kartu Jamkesmas adalah orang miskin dan masyarakat yang tidak mampu yang menjadi peserta ditetapkan camat,” jelasnya.
Dikatakannya, untuk ketentuan masyarakat yang berhak memperoleh sesuai dengan ketentuan dari penyelesian dari tingkat kepala lingkungan sampai lurah untuk mendata.

“Kalau untuk yang berhak akan dilakukan penyeleksian dari kepling, karena dia lebih tahu warganya. Jadi dinkes hanya memberikan pelayanan kesehatan,” bebernya.

Seperti diberitakan, sejumlah warga Medan mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ketika menerima kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, di Kecamatan Medan Barat, tepatnya di Kelurahan Karang Berombak, Rabu (8/2) dan Medan Timur, tepatnya di Kelurahan  Brayan Bengkel, Sabtu (11/2).

Musfiyani, warga Kelurahan Karang Berombak mengeluhkan, sulitnya mendapatkan Jamkesmas dan layanan kesehatan lainnya seperti seperti Kartu Medan Sehat.

Menurut Musfiyani, kesulitan mendapatkan Kartu Medan Sehat itu menyebabkan dia tidak dapat mengobati penyakit anaknya mengalami pembengkakan rusuk.

“Bantulah kami Pak. Bagaimana lagi saya bisa mengobati rusuk anak saya yang mengalami pembengkakan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, yakni Halimatussakdiah Harahap, yang sangat mengharapkan Kartu Medan Sehat. Sebagai warga yang kurang mampu, Halimatusakdiyah Harahap merasa, sangat memerlukan Kartu Medan Sehat agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan jika mengalami penyakit.
(adl)

Jambret untuk Biaya Pacaran

MEDAN-Bayu Pratama (15), warga Jalan Setia Luhur dan Irwansyah (17), warga Jalan Bakti Luhur harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Medan Helvetia.

Pasalnya, keduanya ditangkap warga saat menjambret warga di Jalan Danau Singkarak.

Kedua remaja itu menjamret tas milik seorang wanita yang sedang menumpang becak bermotor. Naas saat hendak kabur kedua remaja  terjebak macet dan berhasil tertangkap warga.

Oleh warga keduanya diserahkan ke Mapolsekta Helvetia berikut sepeda motor Yamaha Mio BK 2439 ABC.

Kedua remaja itu mengaku nekat menjambret karena butuh uang untuk jalan jalan bersama pacarnya ke Berastagi.
“Kami jambret biar ada duit jalan-jalan bang sama cewek ke Berastagi. Uda sering kami beraksi kemarin ketangkap karena macet,” kata Irwansyah, tersangka yang membawa sepeda motor saat melakukan aksi.

Sementara Bayu Pratama mengaku jika dirinya diajak oleh Irwansyah. Dia bertugas melihat korban dan sebagai eksekutor jika sudah ada.
“Aku diajak Bang, tugasku menjambret Bang, si Irwan yang bawa sepeda motor. Nyesal kali aku Bang, minta maaf aku buat orang yang sudah ku jamret,” terang siswa SMA itu.

Kapolsekta Helvetia, Kompol Sutrisno Hady SIk membenarkan penahanan kedua remaja tersebut. (cr-1/smg)

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran

MEDAN-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Senin (13/2).

“Kedatangan Tim Labfor dan penyidik untuk mencari asal api dan penyebabnya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa yang menyebabkan lima orang mengalami luka bakar tersebut,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK saat ditemui di lokasi.
Selain itu, lanjut Sandy, pihaknya juga menginstruksikan agar isi mobil box yaitu tinner segera dikeluarkan sebab berbahaya dan dapat memicu kebakaran baru.

“TKP juga telah diamankan dan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat diminta turut menjaga serta diimbau jangan membuang puntung rokok demi menjaga hal tak diinginkan,” bebernya. Dikatakannya, pihaknya telah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Kepling VI, Mukhlis dan ke depan bakal diminta penjelasan beberapa orang lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kejadian awal diketahui tiga korban luka bakar yaitu Linghua alias Ahwa (46), mengalami luka bakar hingga tidak sadarkan diri, Ahui (58), menderita luka bakar di kedua kaki dan tangan dan paha kanan patah dan Syafrizal (30) luka bakar di wajah, kedua tangan dan kaki masih menjalani perawatan medis.

“Ternyata supir dan kernet mobil box, Rahmat Kurnia Nasution (30) dan M Rafi’i (35) keduanya warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungn VI, Tanjung Mulia, Medan Deli, juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Jika sebelumnya tiga korban dirawat di RS Permata Bunda, tapi Ahwa kini dibawa ke luar negeri. Sedangkan Ahui di bawa ke RS Methodist. Sementara Rahmat Kurnia dan Rafi’i di RS Deli. (adl)

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran

MEDAN-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Senin (13/2).

“Kedatangan Tim Labfor dan penyidik untuk mencari asal api dan penyebabnya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa yang menyebabkan lima orang mengalami luka bakar tersebut,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK saat ditemui di lokasi.
Selain itu, lanjut Sandy, pihaknya juga menginstruksikan agar isi mobil box yaitu tinner segera dikeluarkan sebab berbahaya dan dapat memicu kebakaran baru.

“TKP juga telah diamankan dan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat diminta turut menjaga serta diimbau jangan membuang puntung rokok demi menjaga hal tak diinginkan,” bebernya. Dikatakannya, pihaknya telah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Kepling VI, Mukhlis dan ke depan bakal diminta penjelasan beberapa orang lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kejadian awal diketahui tiga korban luka bakar yaitu Linghua alias Ahwa (46), mengalami luka bakar hingga tidak sadarkan diri, Ahui (58), menderita luka bakar di kedua kaki dan tangan dan paha kanan patah dan Syafrizal (30) luka bakar di wajah, kedua tangan dan kaki masih menjalani perawatan medis.

“Ternyata supir dan kernet mobil box, Rahmat Kurnia Nasution (30) dan M Rafi’i (35) keduanya warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungn VI, Tanjung Mulia, Medan Deli, juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Jika sebelumnya tiga korban dirawat di RS Permata Bunda, tapi Ahwa kini dibawa ke luar negeri. Sedangkan Ahui di bawa ke RS Methodist. Sementara Rahmat Kurnia dan Rafi’i di RS Deli. (adl)

Mayat Pria Telentang di Pinggir Selokan

Berlumuran Darah, Ada 8 Bekas Luka Tikaman

MEDAN-Warga Jalan Benteng, Sari Rejo, Medan Polonia mendadak heboh. Pasalnya, warga menemuan mayat di pinggir selokan, Senin (13/2).
Saat ditemukan mayat pria dengan posisi telentang dengan kondisi tubuh berlumaran darah dan terdapat 8 luka tikaman di sekujur tubuhnya.
Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi, jasad pria yang belum diketahu identitasnya itu pertama kali ditemukan seorang siswa SMA yang baru pulang dari sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu siswa itu melintasi gundukan tanah yang berbukit di sekitar lokasi, dia melihat sesosok mayat. Kemudian dia langsung memberitahukan kepada warga yang lain. Warga yang mengetahui langsung menghubungi Polsekta Medan Baru.

“Anak sekolah yang pertama kali melihat mayat itu, kondisinya seram kali aku lihat tadi,” ungkap seorang warga. Menurutnya, warga tidak ada yang mengenal mayat itu.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung menerjunkan personel untuk melakukan identifikasi. Hasil identifikasi sementara polisi ditemukan sepasang sendal jepit milik korban, lem kambing, telur lalat hijau dan bercak darah.

Ciri-ciri mayat kulit putih, tinggi badan 175 cm, kurus dan rambut ikal. Usia diperkiraan 35 tahun. Korban sementara diduga dibunuh, karena selain luka tikam di perut, leher dan tangan sebelah kanan, dari mata dan mulut korban mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Kepala Lingkungan XII Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Fauzi saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan dirinya tidak mengenal korban. “Saya tidak mengenal mayat itu dan bukan warga saya,” ungkapnya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander mengatakan polisi masih terus melakukan penyeledikan serta menurunkan tim identifikasi dari Polresta Medan.

“Kita tidak menemukan kartu identitas atau KTP korban,” katanya. Setelah dilakukan identifikasi mayat korban dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi.

Donny mengungkapkan korban tewas beberapa hari yang lalu. Dirinya mengimbau agar warga yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke Mapolsekta Medan Baru. (gus/mag-5)

Bawa Sajam, 5 Pemuda Diamankan

MEDAN-Lima pemuda diamankan polisi saat berada di Jalan Asmara, simpang Gaperta, Minggu (12/2) dini hari. Kelima masing-masing Reza Wibowo (16), warga Jalan Setia Luhur Gang Banteng, Zainal Arifin (16), warga Jalan Kemiri, I Made Bagus Riwayan (17), warga Jalan Pemasyarakatan, Andhi Surya (18), warga Jalan Pasar VII Martubung, Willy Kasim (15), warga Jalan Pasar VII Martubung. Dari kelimanya polisi menyita sebuah tas berisi parang, kapak, pisau, rantai, gear sepeda motor dan 6 unit sepeda motor.

Kapolsekta Medan Helvetia, Kompol Hadi Sutrisno mengatakan akan terus melakukan patroli saat akhir pekan. Dirinya mengimbau kepada seluruh pemuda yang mengendarai sepeda motor untuk tidak melakukan aksi brutal dan hindari menjadi anggota geng motor. (gus)