Home Blog Page 14071

Gelar Kreativitas Anak dengan Buku

TBM Publik Cell Power Indonesia Tingkatkan Budaya Baca dan Tulis Masyarakat

MEDAN-Buku adalah jendela dunia. Dengan buku kita dapat menimba ilmu pengetahuan, informasi tanpa batas. Hal tersebut dikemukakan pengelola Taman Bacaan Nasional (TBM) Publik Cell Power Indonesia Andreas Paranginangin, M.Si saat penutupan Pekan Kreatifitas Anak dengan Buku, yang dikemas dalam rangkaian Program Sejuta Buku beberapa waktu yang lalu (16 Januari s/d 21 Januari 2012) sebagai upaya membudayakan masyarakat dan menciptakan kreatifitas anak agar gemar membaca dan menulis.

Program kreatifitas Anak dengan Buku yang digelar diantaranya: Lomba Buku Tertebal, Lomba Buku Cetakan Terlama, Lomba Membaca Dalam Bahasa Inggris, Lomba Buku Cetakan Terbesar, Lomba Mewarnai untuk SD Kelas I dan II, Lomba Menggambar untuk SD Kelas IV, V, dan VI serta Try Out SD dan SLTP. Kegiatan ini bertujuan menambah kecintaan anak-anak pada buku dan mengasah imajinasi serta kreatifitas anak serta mengukur sejauh mana keberhasilan daya serap ilmu pengetahuan yang dimiliki siswi-siswi terutama dalam menghadapi Ujian Nasional 2012.

TBM Publik Cell Power Indonesia merukana TBM berbasis elektronik pertama di Provinsi Sumatera Utara yang menyediakan layanan baca digital dan informasi kegiatan digital yang dapat dilihat atau diakses di internet pada website: www.tbmcellpower.com sebagai layanan publik pada masyarakat.

TBM Publik Cell Power Indonesia terbuka untuk masyarakat umum khususnya untuk masyarakat Medan Polonia. Dari sekitar 4000 an buku yang saat ini sudah dimiliki sebagian besar adalah buku-buku yang berhubungan dengan motivasi atau pengembangan kepribadian serta buku-buku kewirausahaan. Dengan terus melaksanakan kegiatan, jumlah pengunjung terus meningkat dengan rata-rata 30 orang perhari. Visi TBM Publik Cell Power Indonesia adalah menjadi TBM berbasis kewirausahaan terbaik di Indoneisa. Untuk itu pada Februari ini akan digelar kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat Medan Polinia yang berada di sekitar TBM.

Untuk itulah pengelola TBM Publik Cell Power Indonesia Andreas Paranginangin, M.Si masih mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk menyumbangkan buku-buku baru yang dapat memotivasi anak untuk rajin belajar serta buku-buku kewirausahaan ataupun kegiatan yang berhubungan dengan memasyarakatkan kewirausahaan pada masyarakat.

Setelah terpilih menjadi Juara Nasional TBM kreatif tahun 2011 yang lalu, TBM Publik Cell Power Indonesia terus berupaya memberikan layanan pada masyarakat, tanpa membedakan status social dan usia. Bagi perusahaan yang akan memberikan sumbangan buku dapat hadir langsung di Jalan Adi Sucipto No 4 Medan Polonia, Telp 061 7852441.

Adapun para juara pada kegiatan Kreatifitas Anak dengan buku adalah Lomba buku tertebal, Juwita Hariaty (Juara I) dan Ni Luh Ria (Juara II), Lomba Membaca Dalam Bahasa Inggris, Dwi Delfina (Juara I) dan Rizqia Anggita (Juara II, Lomba Buku Cetakan Terlama, Winda Rizky. Lomba Cetakan Terbesar, Kiki Widysari, Lomba Mewarnai, Tia Mutiara (Juara I) dan Nopi (Juara II), Lomba Menggambar, Rizqia Anggita (Juara I) dan Cici Ramadhani (Juara II), Try Out SD, Achsania (Juara I), Iqbal (Juara II) dan Akbar (Juara III) serta Lomba Try Out SLTP, Annadya (Juara I), Juwita (Juara II) dan Aini (Juara III).

TBM Publik Cell Power Indonesia sebagai salah satu lembaga Pemberdayaan Masyarakat TBM Publik Cell Power Indonesia merupakan lembaga non formal yang bertujuan meningkatkan budaya baca dan tulis masyarakat dari semua golongan. Dengan berkembangnya budaya baca masyarakat, maka masyarakat memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan maju dan mandiri sehingag kesejahteraan hidup lebih meningkat.

Lebih jauh dari itu TBM merupakan lembaga yang sangat berdaya untuk mendukung penggemaran budaya baca masyarakat dan sebagai wadah pembinaan aksarawan baru untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraannya dalam upaya menuntaskan buta aksara di Indonesia, Paradigma yang terindikasi saat ini TBM berkembang sesuai dengan tuntutan para pembaca dan kebutuhan masyarakat. Untuk itu TBM saat ini keberadaannya ada yang terletak di pusat-pusat perbelanjaan, mall di rumah sakit di stasiun bus/terminal. Saat ini TBM menjadi pusat peradaban, gaya hidup bahkan tempat mencari hiburan. TBM yang seperti inilah yang dikatakan TBM Ruang Publik.

Secara lebih terperinci TBM Ruang Publik dapat didefinisikan sebagai lembaga pembudayaan kegemaran membaca masayarakat yang menyediakan dan memberikan layanan dibidang bahan bacaan berupa: buku, majalah , tabloid, koran, komik dan bahan multimedia lain yang dilengkapi dengan ruangan untuk membaca, diskusi, bedah buku menulis dan kegiatan-kegiatan lain yang didukung oleh TBM sebagai motivator.
TBM Ruang Publik adalah TBM yang diselenggarakan ditempat-tempat umum. (*/ila)

Motor untuk Satu Desa Satu Polisi

MEDAN- Puluhan sepeda motor berbagai merek dan tipe diperkenalkan kepada Poldasu untuk digunakan sebagai transportasi pendukung program Badan Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas). Motor-motor itu dijajarkan di depan Aula Kamtibmas Poldasu Jalan SM Raja Medan, Kamis (2/2).

Marketing PT Meganusa Semesta, dealer sepeda motor Kawasaki, Sugianto Ginting mengatakan, kehadiranya bersama dengan dealer sepeda motor lainnya diundang oleh Polda Sumut untuk memperlihatkan berbagai jenis sepeda motor yang akan digunakan Poldasu untuk mendukung program Babinkamtibmas, yakni one village one police (satu desa satu polisi). “Pimpinan Polri di jajaran Polda Sumut akan memilih kendaraan untuk digunakan dalam rangka menunjang tugas kedinasan. Untuk program satu desa satu polisi,” ujar Sugianto saat ditemui Sumut Pos.

Menurut Sugianto, sebelum dimulainya rapat pimpinan (Rapim) Polri jajaran Polda Sumut, Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro didampingi para Kapolres sejajaran Polda Sumut telah melihat kendaraan yang pampangkan itu mulai dari merek Honda, Kawasaki, Suzuki dan Yamaha. “Kapolda belum tentukan pilihan. Katanya mau dirapatkan dulu,” beber Sugianto menceritakan peninjauan Irjen Wisjnu terhadap belasan kendaraan roda dua yang dipamerkan tersebut. (mag-5)

Dan Lanud Medan Optimalkan Kinerja Anggota

MEDAN-Setelah melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik) di Pangkalan Udara (Lanud), Tim (Wasrik) Itjenau menyampaikan hasil kerja pada acara exit briefing di ruang rapat Surya Dharma,Medan, Jum’at (3/2). Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya disfungsi mekanisme kerja.

Di hadapan Komandan Lanud Medan Kolonel Pnb A. Rasyid Jauhari, Irops Itjenau Marsekal Pertama TNI Anang Murdianto yang di wakili oleh Katim Kolonel Adm Syamsu Nasir menjelaskan selama lima hari melaksanakan tugas di Lanud Medan,  tim telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan di bidang operasi, personel, logistik dan bidang khusus.

“Temuan-temuan yang didapat dari pengawasan dan pemeriksaan yang langsung dilakukan di lapangan bukan untuk mencari-cari kesalahan tapi mencegah kemungkinan terjadinya disfungsi mekanisme kerja,” tegas Irops Itjenau.
Lebih lanjut Irops Itjenau menambahkan bahwa tugas pengawasan dan pemeriksan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian kerja dalam pelaksanaan tugas pokok.

Komandan Lanud Medan berharap adanya temuan-temuan dari tim Warsik tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga untuk lebih mengoptimalkan kinerja Lanud Medan dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan.” Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan tugas yang telah di laksanakan, Itjenau di Lanud Medan,” tutur Rasyid Jauhari.

Rasyid menambahkan akan segera menindaklanjuti semua temuan-temuan tersebut dan menjadikannya evaluasi untuk dapat diperbaiki. Rasyid berjanji akan melengkapinya sehingga pelaksanaan tugas-tugas yang mereka laksanakan di Lanud Medan sesuai dengan tujuan organisasi yang telah di tetapkan pimpinan komando. (ila)

Call Center Telkomsel Berubah Menjadi 155

JAKARTA-Mulai 1 Februari 2012, kode akses Call Center 116 untuk pelanggan prabayar Telkomsel (SimPATI dan Kartu AS) yang selama ini digunakan akan berubah menjadi 155. Perubahan ini dilakukan sebagai wujud kepatuhan Telkomsel terhadap Peraturan Pemerintah tentang penataan kode akses layanan di Indonesia.

Perubahan kode akses call center bagi pelanggan prabayar (prepaid) ini merupakan kepatuhan Telkomsel terhadap Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 4 Tahun 2001 tentang Penetapan Rencana Dasar Teknis Nasional 2000 (Fundamental Technical Plan National 2000) Pembangunan Telekomunikasi Nasional sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 9/PER/M.KOMINFO /06/2010.

Dalam Peraturan tersebut pemerintah telah menetapkan bahwa kode akses dengan format penomoran 11X hanya diperuntukkan bagi layanan darurat (emergency call) bagi masyarakat.

Sehingga mulai 1 Februari 2012, Telkomsel akan melakukan perubahan kode akses call center yang diperuntukkan bagi pelanggan produk prabayar (prepaid) Telkomsel, yaitu SimPATI dan Kartu AS dari yang sebelumnya menggunakan kode akses 116, menjadi 155.
Call Center 155 merupakan pusat layanan informasi untuk seluruh pelanggan prepaid (SimPATI dan Kartu AS) yang membutuhkan berbagai macam informasi produk dan layanan Telkomsel. Layanan call center 155, merupakan layanan pelanggan yang tidak berbayar atau gratis seperti layanan 116  sebelumnya.

Bagi Pelayanan pelanggan melalui saluran telepon, selain call center gratis 155, Telkomsel juga telah menyediakan layanan alternatif untuk berbicara langsung dengan petugas (officer) melalui layanan 188.
Layanan 188 ini disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan solusi langsung dari officer  dan untuk menggunakan layanan ini pelanggan hanya dikenakan biaya sebesar Rp300,- per transaksi panggilan/akses.

Agar kenyamanan pelanggan terjaga, ketika mengakses layanan 188  akan terdapat informasi di awal menu (disclaimer) ketika pelanggan melakukan panggilan. Apabila pelanggan ingin melanjutkan penggunaan layanan 188, maka pelanggan dapat menekan angka 1 sebagai bentuk persetujuan. Namun jika pelanggan memutuskan tidak melanjutkan dan memutuskan panggilan maka tidak akan dikenakan biaya.

Untuk mendapatkan layanan Telkomsel, selain melalui panggilan telepon, pelanggan juga bisa mengunjungi Grapari, Gerai Halo dan Plaza Telkom dan website Telkomsel di www.telkomsel.com, atau melalui email ke cs@telkomsel.co.id. (sih)

Gelar Ritual Penyucian Kuil dan Sambangi Situs Sejarah

Ribuan Umat Hindu se-Asia Kunjungi Kota Medan

Ribuan umat Hindu dari negara Asia seperti India, Malaysia, Thailand dan Singapura mengunjungi Kota Medan, dalam rangka mengikuti acara penyucian Kuil Maha Samprokshana (Maha Kumbabisheka), yang merupakan kuil terbesar di Asia.

Kegiatan ritual umat Hindu ini akan dipusatkan di Shri Balaji Venkateshwara Koil Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Kecamatan Medan Selayang.   “Bertepatan Visit Medan Years 2012 ini, kita akan menggelar Maha Samprokshana atau Maha Kumbabisheka berupa acara penyucian kuil terbesar di Asia dengan wisatawan yang hadir dari seluruh negara Asia seperti India, Malaysia, Thailand, Singapura dan lainnya, jumlahnya berkisar 3000 orang. Mereka datang secara bertahap melalui kedatangan internasional Bandara Polonia,” papar Wakil Ketua Panitia Acara Gopala Khrisna Naidu SH kepada wartawan, Kamis (2/2), di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan.

Gopala yang membawa rombongan ratusan orang dari Malaysia dan India ini ditemani langsung oleh Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan dan Kabid Promosi Disbudpar Medan Agus. Gopala menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan berupa peletakan arca Dewa Wisnu.

“Kegiatan yang akan dilakukan dengan ritual kesucian, peletakan batu arca yang puncaknya pada, Jumat (3/2). Akan dilakukan percikan air suci dari atas kuil. Jadi, kalau kena air itu kita akan mendapat berkah. Kita targetkan kalau dari wisatawan religi dari Malaysia, Singapura, India sekitar 1000 orang. Ditambah wisatawan dari daerah lain, lokal maupun nasional dengan target ribuan orang mencapai 3000 orang lebih yang mengikuti acara penyucian kuil ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, wisatawan yang usai mengikuti ibadah penyucian kuil. Selanjutnya, para wisatawan akan dibawa keliling Kota Medan sebagai salah satu dukungan Visit Medan Years 2012 dengan mengunjungi pusat-pusat sejarah Kota Medan seperti Rumah Tjong A Fie, Istana Maimun, Masjid Raya dan situs sejarah di Kota Medan lainnya.

“Ini Visit Medan Years, maka mereka akan tour. Mereka akan mengetahui tentang kota Medan. Pensucian kuil ini sendiri akan dilakukan selama enam hari sejak tanggal 29 Januari di Shri Balaji Venkateshawara Koil di Jalan Bunga Wijaya Kusuma Medan Selayang. Jadi, sesudah itu, mereka akan tour dan mencicipi seluruh kuliner Kota Medan. Acara ini juga sudah masuk dalam pemberitaan di koran-koran Malaysia,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan, Busral Manan menuturkan, acara religi keagamaan yang diperkirakan akan diikuti ratusan umat Hindu ini, ternyata melebihi target. Angka awal perkiraan berjumlah 700-an, ternyata mencapai ribuan orang. Ini belum termasuk wisatawan yang datang menyaksikan acara ritual umat Hindu ini, berkisar berjumlah 2 ribu hingga 3 ribu wisatawan, termasuk yang bergabung dalam kegiatan agama tersebut.

“Ini salah satu upaya kita untuk menyukseskan Visit Medan Years 2012. Kalau untuk acara keagamaannya sendiri diikuti, 700 orang, namun wisatawan mancanegara asia dan lokal akan datang menyaksikan acara keagamaan dengan kuil umat Hindu terbesar di Asia ini ribuan orang sekitar 2 ribu lebih. Jadi, kita yakini acara ini akan dikunjungi wisatawan mencapai 3 ribu orang lebih ditambah umat lokal,” terangnya.

Busral menegaskan pihaknya hanya menkoordinir acara hingga sukses dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan Camat Medan Selayang, pihak kepolisian dan pengaturan lalu lintas di kawasan itu termasuk membawa wisatawan keliling tour wisata Kota Medan. “Mereka nantinya akan kita bawa ke Danau Siombak dan tempat wisata lain di Kota Medan termasuk kuliner di Medan. Kita akan mengkordinir mereka sampai acara sukses digelar,” tegasnya.(*/adl)

Enam Warga Ditembak, Empat Brimob Dibacok

Batas Sumut-Riau Berdarah

PADANGLAWAS-Pertumpahan darah terjadi di daerah perbatasan Riau-Sumut, Kamis (2/2), pukul 10.00 WIB. Bentrok terjadi antara masyarakat Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Riau) de ngan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) yang berada di Dusun Kuta Parit Desa Sei Korang Kecamatan Huta Raja Kabupaten Padanglawas (Sumut). Akibatnya enam warga jadi korban tembak dan empat Brimob menjadi korban bacok.
Bentrok ini didasari oleh konflik sengketa lahan yang belum tuntas, akibat belum adanya kesepakatan tapal batas Riau-Sumut yang masih berada di kawasan hutan lindung. Kenyataan memicu enam warga Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai menjadi korban penembakan, yang diduga ditembak oleh oknum BKO Brimob Polda Sumut yang ditugaskan di PT MAI dengan berpakaian lengkap menggunakan senjata laras panjang.

Sementara lima warga Batang Kumu lainnya termasuk salah seorangnya kaum ibu yang belum ditemukan pihak keluarganya, dituding oleh korban ditahan oleh Oknum BKO Brimob PT MAI.

Pantauan Riau Pos (grup Sumut Pos) di Rumah Sakit Umum Daerah Pasirpengaraian, enam warga Batang Kumu Kecamatan Tambusai yang mengalami luka tembak tersebut, sebelum dilarikan ke RSUD Pasirpengaraian, sempat dibawa ke Puskesmas Tambusai. Lima dari enam warga Batang Kumu tersebut, dirujuk ke RSUD Pasirpengaraian untuk mendapatkan perawatan intensif. Korban bernama Rantau Sirait (27), Johanes Sitorus (35), Nomus Sihombing (34), Frangky Dolok Saribu (30), dan Osmar Sihombing (30).

Sedangkan korban Joni Sihotang (28) yang mengalami luka tembak di bahu kiri, kini dirawat di Puskesmas Tambusai Dalu-dalu.

Salah seorang korban bernama Frangky Dolok Saribu, menyebutkan, tujuan warga ke lahan konflik sengketa lahan seluas 5.800 hektar untuk melakukan perdamaian kesepakatan di lahan tersebut. Sekitar 150 masyarakat Batang Kumu Kecamatan Tambusai berkumpul di salah satu bukit, begitu juga karyawan, security PT MAI, termasuk BKO Brimob dan massa yang digerakkan perusahaan berada di bukit yang berbeda.

Dalam mediasi di lahan konflik itu, pihak perusahaan memasukkan satu unit alat buldozer untuk menumbangkan pohon sawit dan sawah masyarakat yang sudah ditanam.Aksi perusahaan itu, lanjutnya masyarakat tetap bersabar. Kemudian, jelang beberapa menit, pihak perusahaan kembali memasukan satu unit lagi alat berat Buldozer untuk merusak tanaman masyarakat. Tak pelak, masyarakat Batang Kumu habis kesabarannya. Lalu masyarakat beramai-ramai menghalau dan menyerang kernet buldozer, termasuk masyarakat yang diberdayakan PT MAI untuk melakukan perlawanan.

Kondisi memanas, baku hantyam tak terelakan. Bahkan, oknum BKO Brimob Polda Sumut di bawah komando Polres Tapanuli Selatan, sempat melepaskan tembakan ke udara, bahkan mengejar dan menembak warga hingga mengejar ke perkampungan dan lahan perkebunan.

‘’Saya terkejut, melihat darah dan rasa sakit yang kuat di bagian paha bagian kiri. Saya tak bisa berlari dan terjatuh hingga berusaha kabur dari lokasi. Ada sekitar 10 oknum BKO Brimob berpakaian lengkap dengan menggunakan laras panjang,’’ ujar korban luka tembak di belakang paha bernama Osmar Sihombing.

Ditambahkan Frangky Dolok Saribu (30), suasana memanas di daerah perbatasan sudah berlangsung 4 hari. Namun, baru kemarin terjadi bentrok karena perusahaan tidak memenuhi sepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Suedi Husein SH MH mengatakan bahwa dia sudah menugaskan Kapolres setempat untuk memeriksa kebenaran adanya penembakan tersebut. Sementara Kabid Humas Polda Riau, AKBP Syarif Pandiangan SH menegaskan bahwa Polda Riau sudah mengirimkan tim intelijen untuk melakukan investigasi terkait permasalahan perselisihan tersebut. ‘’TKPnya di wilayah orang, bukan wilayah Polda Riau, memang korbannya warga Rohul, jadi saya tidak bisa memberikan statemen,’’ kata Pandiangan.

Ditanya bagaimana penjelasan Polda Riau untuk mengatasi konflik perbatasan yang menjadi permasalahan berlarut-larut dari beberapa tahun lalu, Pandiangan mengatakan belum bisa memberikan pernyataan.

‘’Yang saja jawab, Sekarang intel sudah kita kerahkan, jadi kita tunggu laporan, soal konflik saya tidak bisa statemen,’’ kata Pandiangan.

Sedangkan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro mengaku mengetahui kejadian tersebut melalui Polsek setempat. Menurut Wisjnu, laporan yang ia terima sampai tadi malam, korban jiwa akibat bentrok tersebut berjumlah 8 orang, 4 dari masyarakat 4 dari anggota Brimob. Bentrok berawal saat PT MAI mengerjakan lahan, tiba-tiba masyarakat yang mengklaim tanah yang dikelola PT MAI datang dan melarang. Melihat kejadian itu, petugas Brimob yang melakukan pengamanan. Akibatnya empat petugas Brimob mengalami luka bacok di kepala dan di tangan. Kini keempat anggota brimob tersebut dirawat di klinik rumah sakit PT MAI.

Sementara itu, karena mengalami luka-luka, anggota Brimob yang melakukan pengamanan melepaskan tembakan dan mengenai 4 warga. “Rencananya saya besok (hari ini, Red) usai melantik Wakapolda yang baru akan langsung berangkat melalui Pekanbaru untuk melihat korban di Rumah Sakit Pasirpengaraian,” ujar Wisjnu.

Wisjnu meminta dalam masalah tanah perlu perhatian semua pihak, Pemda, DPR, Kehutanan, pengusaha duduk bersama membahas masalah tanah. “Semua harus perhatian dalam mengatasi masalah tanah, bukan hanya polisi saja,” kata Wisjnu.

Lebih lanjut Wisjnu mengatakan sampai malam ini situasi sudah terkendali. Masyarakat meminta sebelum masalah tanah ini selesai pihak PT MAI tidak boleh mengerjakan lahan. Atas permintaan tersebut Wisjnu mengaku telah menyuruh pihak PT MAI tidak mengerjakan lahan.
“Sudah terkendali, masyarakat minta pihak PT MAI tidak melakukan pengerjaan lahan sebelum masalah sengketa tanah ini diselesaikan. Kita sudah minta pihak PT MAI untuk tidak mengerjakan lahan,” pungkas Wisjnu. (epp/rul/rpg/mag-5/jpnn)

Kerusuhan Sepak Bola di Mesir, 74 Orang Tewas dan 1.000 Luka

KAIRO-Sembari membopong dua fans klub tamu, Al-Ahly, yang sudah tewas, Mamdouh Eid setengah berlari dengan sisa tenaga menuju pintu keluar Stadion Port Said, Port Said, Mesir, dini hari kemarin WIB. Suasana di stadion berkapasitas 18 ribu orang itu sudah mendidih: fans klub tuan rumah, Al-Masry, memburu dan menghajar pendukung serta pemain Al-Ahly dengan batu, botol, tongkat, bahkan senjata tajam.

Sial bagi Eid, sampai di depan pintu keluar, petugas tak mau membuka pintu. Manajer eksekutif Komite Suporter Al-Ahly itu pun akhirnya mengikuti langkah para pemain  Al-Ahly menuju ruang ganti dan meletakkan jenazah dua suporter tersebut di sana. “Polisi hanya diam dan ambulans datang sangat terlambat,” ujarnya geram kepada CNN yang menemuinya di Kairo.

Kesaksian serupa datang dari banyak fans Al-Ahly lainnya yang selamat dari kerusuhan yang menewaskan total 74 orang (ada yang menyebut 79 orang) serta melukai sekitar 1.000 orang lainnya itu. Salah satunya adalah Amr Khamis, anggota Ultras, suporter garis keras Al-Ahly. “Polisi membiarkan kerusuhan itu. Mereka menolak membuka pintu keluar. Padahal, kami dikejar ribuan suporter Al-Masry,” kata Khamis.
Sebuah tayangan video amatir memperlihatkan seorang petugas keamanan malah sibuk menelepon saat suporter saling beradu fisik. Jadilah, pasca kerusuhan terburuk terkait sepak bola sejak 80 orang tewas dalam laga kualifikasi Piala Dunia Zona CONCACAF antara Guatemala versus Kosta Rika di Guatemala City pada Oktober 1996 itu, berkembang kabar bahwa tragedi di Port Said tersebut sudah “diskenario”. Yakni, oleh militer yang bekerja sama dengan polisi.

Targetnya adalah Ultras Al-Ahly. Sebab, kelompok itulah yang berada di garis depan dalam “Revolusi Lapangan Tahrir” yang berbuntut pada lengsernya Presiden Hosni Mubarak pada Februari tahun lalu.

Dengan pengalamannya “bertempur” menghadapi suporter klub lain, Ultras memandu para demonstran menghadapi kebrutalan aparat serta para preman bayaran yang dikerahkan rezim Mubarak. Jadi, kerusuhan seusai laga Liga Mesir antara Al-Masry melawan Al-Ahly yang berakhir 3-1 untuk kemenangan tuan rumah itu dirancang sebagai balas dendam.

Kerusuhan tersebut terjadi setelah wasit meniup peluit akhir laga yang mempertemukan klub peringkat keempat (Al-Masry) dengan peringkat kedua (Al-Ahly) Liga Mesir itu. Suasana yang memanas sejak pertandingan dimulai tersebut langsung meledak begitu suporter kedua tim berhamburan masuk ke lapangan.

Suporter Al-Ahly yang hanya berjumlah 1.200 orang tak kuasa menghadapi suporter tuan rumah yang mencapai 13 ribu orang. Apalagi, banyak laporan menyebutkan, para suporter tuan rumah dibiarkan membawa berbagai macam “amunisi” ke dalam stadion. Tak sedikit pula suporter tim tamu yang terpojok di beberapa sudut stadion yang telah dibakar pendukung tuan rumah.

Para pemain dan pendukung Al-Ahly pun harus bersembunyi di ruang ganti, bercampur dengan jenazah para suporter klub tersukses di Mesir dan Afrika yang berbasis di Kairo tersebut. Tiga pemain Al Ahly dikabarkan terluka. Salah seorang di antaranya adalah kiper Sharif Ikrami.
Mohammed Abou Trika, striker Al-Ahly dan timnas Mesir, menyebut kejadian dalam stadion itu sebagai “perang”. Sementara itu, Sharif Ikrami menegaskan, dirinya dan rekan-rekan setimnya tak akan bermain sepak bola lagi. “Bagaimana kami bisa memikirkan sepak bola lagi setelah menyaksikan apa yang terjadi?” ungkapnya seperti dikutip Daily Mail.

Federasi Sepak Bola Mesir memang sudah mengumumkan bahwa Liga Mesir ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Afrika yang tengah menghelat Piala Afrika 2012 di Guinea Khatulistiwa dan Gabon mewajibkan pengheningan cipta di semua laga perempat final ajang dua tahunan tersebut yang dihelat mulai Sabtu besok.

Semula, kerusuhan itu diduga murni terjadi karena sengitnya rivalitas antara dua klub yang sejak dulu memang bermusuhan. Tapi, seiring dengan pengakuan para saksi dan tayangan video kejadian, dugaan yang menguat adalah adanya skenario oleh aparat tersebut. Apalagi, tragedi itu hanya berselang sehari setelah Kementerian Dalam Negeri gagal meyakinkan parlemen agar kembali memberlakukan undang-undang kondisi darurat yang akan memberikan wewenang lebih luas kepada polisi dan militer.

“Ini bukan lagi sepak bola. Ini plot untuk menghancurkan negara,” ujar Manajer Al-Masry Kamal Abu Ali yang langsung menyatakan mundur setelah kerusuhan.

Sejumlah suporter Al-Masry juga menegaskan bahwa yang pertama memicu kerusuhan bukan pihak mereka. “Ada sejumlah kelompok tak dikenal yang menyusup dan merekalah yang memicu kerusuhan. Mereka bukan dari Port Said. Mereka mirip para preman yang biasa disewa Partai Nasional Demokrat (partainya Mubarak) pada masa-masa pemilu dulu,” ujar Farouk Ibrahim, suporter Al-Masry yang hadir dalam laga tersebut.

Keyakinan akan adanya skenario itu juga disuarakan Partai Keadilan dan Kebebasan, sayap politik Ikhwanul Muslimin yang memenangi pemilu legislatif yang baru lalu. “Kerusuhan tersebut dimaksudkan untuk mengganjal proses transisi demokrasi yang damai yang dilakukan partai-partai yang terkait dengan rezim lama,” ujar Partai Keadilan dan Kebebasan dalam rilis resminya seperti dikutip Bloomberg.

Pemerintahan sementara Mesir di bawah kendali Dewan Agung Militer langsung membantah tudingan tersebut. “Ada kelompok-kelompok terorganisasi yang secara sengaja memprovokasi polisi sepanjang pertandingan dan mengeskalasikan kerusuhan dengan masuk ke lapangan seusai peluit terakhir wasit,” ujar Menteri Dalam Negeri Mesir Mohamed Ibrahim Youssef.

“Polisi sudah berusaha mencegah tanpa terlibat dalam kerusuhan,” lanjutnya.

Hussein Tantawi, ketua Dewan Agung Militer, juga memastikan tak ada rekayasa dalam kerusuhan yang disebut Presiden FIFA Sepp Blatter sebagai “hari kelam bagi sepak bola” tersebut. “Insiden ini tak akan menghancurkan Mesir. Kejadian seperti ini bisa terjadi di mana saja. Kami tidak akan menindak semua yang terlibat,” tegasnya sebagaimana dikutip Associated Press.

Militer mengerahkan dua pesawat untuk menjemput para pemain Al-Ahly di Port Said dan menerbangkan mereka ke Kairo. Sampai tadi malam, aparat telah menangkap 47 orang yang diduga terlibat kerusuhan itu. Kepala Kepolisian Port Said Essam Samak juga telah dipecat.

Dewan Agung Militer pun telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Tapi, semua itu tetap sulit meredakan tingginya tensi. Negeri yang dialiri Sungai Nil tersebut berada di ambang revolusi kedua setelah yang pertama berhasil melengserkan Mubarak tahun lalu. Dewan Agung Militer bakal menghadapi tantangan sangat berat untuk mempertahankan kekuasaan.

Sebagaimana dilaporkan BBC, ketegangan kini merebak di berbagai penjuru Mesir. Di Suez, misalnya, 500 orang berdemonstrasi mengutuk polisi dan militer di depan kantor pusat kepolisian setempat. Ultras Al-Ahly juga sudah kembali ke Lapangan Tahrir, Kairo, dan merencanakan demonstrasi besar-besaran dini hari tadi.
“Orang-orang sangat marah kepada rezim yang berkuasa. Anda bisa melihat kemarahan itu di mata mereka,” ujar Mohammed Abdel Hamid, suporter Al-Ahly di Kairo. (c5/ttg/jp/jpnn)

A Hok Maju Pilgubsu

Golkar Berkoalisi dengan PDS

JAKARTA-Bidak catur perpolitikan di Sumut bergerak cepat. Sejumlah petinggi partai di Jakarta pun ambil peran jelang Pilgub Sumut 2013 ini. Anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil A Hok pun dikabarkan akan maju berpasangan dengan Chairuman Harahap.

A Hok memang belum bisa dimintai konfirmasi. Saat dihubungi, pria beragama Kristen Protestan yang memiliki nama Tionghoa, Zhong Wan Fu ini, tak mengangkat telepon.

A Hok merupakan warga etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Belitung Timur. Pada Pilgubsu 2008, dia juga sempat ancang-ancang ikut maju. Dia kelahiran Belitung Timur, namun istrinya, Veronica ST,  kelahiran Medan.

Kabar ini beredar setelah Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung, menggelar pertemuan dengan petinggi Partai Damai Sejahtera (PDS) Sahat Sinaga. Pertemuan digelar di Jakarta beberapa hari lalu, dihadiri juga Chairuman Harahap.

Dikonfirmasi kabar itu, Sekjen PDS Sahat Sinaga tidak membantah. Hanya saja dia menampik pertemuan itu disebut sebagai langkah partai. Menurutnya, pertemuan itu bersifat pertemuan pribadi. “Itu sifatnya pribadi,” ujar Sahat kepada Sumut Pos di Jakarta, Kamis (2/1). Dia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai isi pertemuan itu.

Malahan, Sahat menceritakan, belum lama ini dia juga bertemu secara pribadi dengan A Hok. “Jadi pertemuan-pertemuan itu pribadi, saya juga baru saja bertemu dengan A Hok, mantan Bupati Belitung Timur itu,” ujar Sahat.

Entah bagian dari strategi politik atau bukan, Sahat tidak mau menjelaskan lebih lanjut. Bisa saja, Golkar sedang melakukan penjajakan koalisi dengan PDS. Barangkali, PDS mau diajak koalisi, syaratnya A Hok yang jadi pendamping Chairuman. Sahat tidak membantah soal pentingnya kombinasi pasangan berdasar aspek agama itu.

“PDS merupakan partai nasionalis-kristiani. Kita mencari calon yang memenuhi kriteria ideologis itu, yakni mengenai komitmen kebangsaannya dan bagaimana komitmennya membesarkan partai,” kata Sahat, yang juga pentolan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia itu.

Ketum PDS Denny Tewu juga merasa yakin bahwa sikap partainya akan sangat mewarnai peta pergulatan politik menjelang Pilgub Sumut ini. “Kami bukan penentu utama, tapi penentu yang menentukan,” ujarnya.

Diakui, saat ini partainya sudah melakukan pendekatan-pendekatan. “Karena, kalau tak kenal, maka tak sayang,” ucapnya.

Hanya saja, dia tidak menyebut nama-nama kandidat yang mulai mendekat. “Kita tunggu usulan resmi saja dari pengurus daerah. Kalau sudah masuk DPP, kita akan proses sesuai mekanisme yang ada di kita,” terang Denny.

Sama seperti disampaikan Sahat, Denny juga menegaskan bahwa PDS akan memperjuangkan agar kombinasi pasangan calon ‘berwarna’, yakni mewakili unsur muslim-kristen atau sebaliknya. “Kehadiran PDS akan memberikan warna, warna yang pelangi, indah,” kata Denny.

Sebelumnya, Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto mengatakan, komposisi pasangan yang pelangi akan sangat membantu kestabilan roda pemerintahan tatkala pasangan tersebut nantinya berkuasa. Jika tidak pelangi, maka kelompok masyarakat yang tidak terwakili dalam komposisi pasangan, bisa merecoki pemerintahan dibawah kendali pasangan itu.

“Pemilukada sebetulnya bisa menjadi sarana mengakomodir perbedaan-perbedaan. Pasangan harus merepresentasikan muslim-nonmuslim atau sebaliknya, sehingga nantinya tercipta keharmonisan,” ujar Didik saat diskusi di Jakarta, Rabu (1/2). (sam)

Latah

Oleh : Ramadhan Batubara
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Beberapa kalangan sempat mengatakan kalau Medan tidak memiliki rencana besar dalam perkembangan kotanya. Pembangunan di Medan tak lain adalah copy paste dari Jakarta.

Karena itu, apa yang terjadi di Jakarta akan terjadi di Medan. Contohnya, soal banjir dan macet. Dua hal ini bukan lagi kejadian yang langka di Medan bukan?

Begitu juga soal gaya hidup. Medan sebagai metropolitan tentu tak berbeda dengan Jakarta. Kaum hedonis berbaris seimbang dengan kaum miskin kotanya.

Sekali lagi mirip Jakarta, Medan mulai didominasi pendatang. Tidak percaya? Coba cari tahu, pemilik usaha di Medan ini, adakah benar-benar orang Medan? Jika memang benar, tarik perbandingannya; mana lebih banyak pendatang dan asli Medan. Tidak itu saja, pejabat yang mengisi posisi penting di Medan, benarkah sosok asli Medan? Coba cari tahu, di mana dia tinggal sebenarnya.

Tapi sudahlah, jika memang terbaik untuk Medan, kenapa harus dipermasalahkan. Yang jadi masalah di sini bukanlah soal pendatang atau tidak, tapi bagaimana Medan bisa menjadi latah dengan apa yang dibuat oleh kota lain. Padahal, sudah jelas-jelas kalau Medan memiliki karakter yang berbeda dan tentu memiliki fungsi yang berbeda dengan kota lain.

Menurut literatur, ada beberapa teori penyebab latah. Pertama, teori pemberontakan. Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal-hal yang dilarang tanpa merasa bersalah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih ke arah obsesif karena ada dorongan yang tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.

Kedua, teori kecemasan. Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata-rata, dalam kehidupan pengidap latah selalu terdapat tokoh otoriter, entah ayah atau ibu. Bisa jadi, latah merupakan jalan pemberontakannya terhadap dominan orangtua yang sangat menekan. Walau demikian tokoh otoriter tidak harus berasal dari lingkungan keluarga.

Sedangkan yang terakhir, teori pengondisian. Inilah yang disebut latah gara-gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan oleh lingkungannya, misalnya gara-gara latah, seseorang merasa diperhatikan dan diperhatikan oleh lingkungan. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut ‘latah gaul’.

Nah, untuk Medan kira-kira masuk ke teori yang mana? Adakah Medan meniru Jakarta karena teori pemberontakan? Bisa saja, bukankah Medan sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa cenderung kurang mendapat peran dalam kancah nasional. Setidaknya, even-even seperti pertemuan bilateral atau multilateral yang digalang Indonesia belum pernah dilaksanakan di Medan?

Latah karena teori kecemasan bisa juga diidap Medan. Setidaknya, Jakarta memiliki kekuasaan penuh terhadap daerah. Nah, Medan sebagai kota yang di daerah pun kena imbasnya. Bisa juga Medan latah karena teori pengondisian. Nah, kalau ini lebih mengarah latah dengan sukarela. Ya, melihat segala keindahan dan kemudahan Kota Jakarta, Medan pun menjelma seperti Jakarta agar bernasib sama. Untuk teori terakhir ini, warga Medan pun ikut latah seperti warga Jakarta. Maka, kata ‘lah’ mulai berganti dengan ‘dong’;  ‘kereta’ menjadi ‘motor’, ‘kak’ menjadi ‘mbak’, ‘kau’ menjadi ‘loe’ dan sebagainya. Tidak itu saja, beberapa waktu ke depan, mungkin sosok Afriani sang supir ‘Xenia Maut’ pun akan ada di kota ini.

Pertanyaannya, apakah latah itu salah? Sayangnya, di sini tidak membahas benar atau salah. Yang dibahas, hanya latah dan bagaimana Medan akan menyikapinya. Itu saja. (*)

Sembilan Pelancong Hanyut Dihajar Air Bah

MEDAN-Bencana air bah terjadi di kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang kemarin petang. Bencana yang tepatnya terjadi di Sungai Lau Mentar, Desa Durian Sirugun menghanyutkan sembilan pengunjung objek wisata tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kemarin siang kesembilan korban berangkat menuju lokasi Sungai Lau Mentar yang tidak jauh dari air terjun dua warna di kaki pegunungan Bukit Barisan itu.

Kesembilannya asyik bermain air sejak pukul 15.00. Mereka tidak juga berhenti ketika di kawasan itu turun hujan.

“Kondisi saat itu hujan biasa dan kesembilan orang itu sedang mandi-mandi. Tiba-tiba saja air bah datang,” kata Joni Superiadi selaku Kepala Operasi Basarnas Medan.

Meluapnya sungai secara mendadak itu menyapu rombongan korban dan terbawa arus sungai yang cukup deras. Dalam hitungan menit para korban hilang ditelan derasnya air sungai. Namun enam dari kesembilan korban yang hanyut berhasil diselamatkan. Mereka adalah Suyadi (28) warga Jl Keramat Indah Gang Harapan No 7 Medan Denai, Ardiansyah Arifin Sinaga (22) warga KL Yossudarso Lingkungan II Kelurahan Jati Utomo Binjai Timur, Barda (21) dan Mai (27) keduanya warga Jl Pelajar Ujung Medan, Ami (22) warga Tandem Binjai, dan Erik (25) warga Medan. Sedangkan tiga korban yang belum ditemukan masing-masing Hadi (25) warga Tanjung sari Medan, Samrati (30) warga Medan dan Gadis (26) yang alamatnya belum sempat diketahui. Korban ini sebagian besar pegawai Ace Hardware yang terletak di Jalan Juanda Medan.

Hilangnya para korban membuat pengunjung lainnya tersentak hingga akhirnya sampai ke warga yang tinggal di desa yang berdekatan dengan sungai tersebut. Warga pun segera berduyun-duyun menuju lokasi kejadian. Tak lama kemudian aparat Polsek Pancurbatu segera tiba di lokasi kejadian.
“Sekitar pukul 20.30 WIB kita mendapat informasi dari Syaiful, ranger di Sibolangit. Ada pengunjung hanyut diseret air bah saat mandi-mandi di Sungai Lau Mentar. Tim langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian,” jelas Joni.

Bersama tim gabungan dari Polsek Pancur Batu, ranger sibolangit, Medan Rescue, dan Basarnas Medan melakukan pencarian sampai ke Sungai Betinus. “Dengan mengerahkan alat-alat yang sudah dipersiapkan untuk melakukan evakuasi kepada korban seperti montenering, alat gulung untuk turun dari ketingian. DPS (mengetahui kordinat di lapangan), tandu, perlengkapan water rescue (light jacket/alat apung). Tim gabungan menemukan enam pemuda dalam kondisi mengalami luka ringan dengan lecet dibahagian tubuh akibat terkena benda disungai,” jelasnya.

Dijelaskan Joni, aliran sungai yang melewati lokasi pemandian alam Sembahe itu mempunyai kondisi sungai yang tidak rata dan berbatu. “Kalau kondisi sungai ada yang dalam, dangkal, dan berbatu. Untuk malam ini (tadi malam), pencarian menelusuri sungai kita hentikan dulu dan dilanjutkan esok (hari ini, Red) sekitar pukul 06.30 WIB. Tim gabungan tetap standby di lokasi dan paginya lagsung bergerak melakukan pencariuan kembali di mulai dari sungai Betinus,” bebernya. (adl/wan/btr/roy/nang/smg)

Air Bah Sibolangit

Lokasi: Sungai Lau Mentar, Desa Durian Sirugun, Kecamatan Sibolangit
Kondisi Sungai: Tidak rata dan berbatu
Hari: Kamis (2/2)

Kronologis
1.    Pukul 15.00

  • Sembilan korban tetap mandi-madi di Sungai Lau Mentar meski cuaca sedang hujan.
  • Kesembilannya tidak menyangka kalau di atas (gunung) sedang hujan deras.

2.    Pukul 17.00

  • Tiba-tiba, tanpa ada tanda-tanda, air bah turun dengan deras.
  • Korban sontak hanyut.

3.    Pukul 20.30

  • Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Medan mendapat informasi
  • Tim gabungan dari Polsek Pancurbatu, ranger Sibolangit, Medan Rescue, dan Basarnas Medan melakukan pencarian hingga ke Sungai Betimus

4.

  • Enam korban ditemukan di tempat terpisah dengan masing-masing luka ringan.

Enam Korban yang Berhasil Diselamatkan

  1. Suyadi (28) warga Jl. Keramat Indah Gang Harapan No 7 Medan Denai,
  2. Ardiansyah Arifin Sinaga (22) warga KL Yossudarso Lingkungan II Kelurahan Jati Utomo Binjai Timur,
  3. Barda (21) warga Jl Pelajar Ujung Medan
  4. Mai (27) warga Jl Pelajar Ujung Medan
  5. Ami (22) warga Tandem Binjai dan
  6. Erik (25) warga Medan.

Tiga Korban Hilang

  1. Hadi (25) warga Tanjung sari Medan,
  2. Samrati (30) warga Medan
  3. Gadis (26) yang alamatnya belum sempat diketahui.

Catatan:

  • Sebagian besar korban adalah pegawai Ace Hardware yang terletak di Jalan Juanda Medan.
  • Pencarian korban dilanjutkan hari ini sekitar pukul 06.30 WIB