30 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 14100

Nenek-nenek Dihabisi Tukang Botot

Duka Menyelimuti Peringatan Hari Ibu

MEDAN-Duka menyelimuti peringatan Hari Ibu di Kota Medan. Neneknenek berusia 64 tahun Rosmina br Sitanggang, warga Jalan Starban ditemukan tewas mengenaskan di areal persawahan, Jalan Starban, sekitar kawasan landasan pacu Bandara Polonia Medan, Kamis (22/12) pagi.

Warga yang menemukan bermarga Napitupulu mengaku, saat hendak ke ladangnya di tengah jalan tepatnya beberapa meter dari dinding pagar pembatas landasan Bandara Polonia Medan, dia terkejut melihat tubuh seorang wanita dengan kondisi telentang, kaki terkangkang, tak menggunakan celana, dengan baju tersingkap hingga ke atas dada. Napitupulu pun langsung berteriak memberitahukan warga sekitar. Warga yang penasaran langsung berduyun-duyun ke lokasi kejadian.

Warga lainnya, Ana mengaku, wanita itu tunawisma alias gelandangan. “Dia itu gelandangan sudah nenek-nenek,” kata Ana.

Menurutnya, nenek itu selalu melintas dan selalu bertanya kepada warga sama orang kemana anaknya, terus asal ditanya ngakunya nyari anaknya, logatnya bahasa Batak,” terang Anna.

Edo, pemilik doorsmer di sekitar lokasi penuman mayat menjelaskan, Rabu (21/12) malam, dia melihat korban ingin mencari tempat tinggal di kawasan Starban.

“Kemarin malam kami yang sering duduk-duduk di doorsmer melihat perempuan itu (korban) mencari rumah sewa untuk tempat tinggalnya. Tetapi kami tidak terlalu menghiraukan dan pagi sudah menjadi mayat,” jelas Edo.

Selang beberapa menit dari penemuan mayat tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Medan dan Polsekta Medan Baru, yang mendapat informasi kejadian tersebut langsung turun ke lokasi kejadian. Karena lokasi tak bisa masuk kendaraan, petugas berjalan kaki sekitar seratus meter ke ladang belakang Bandara Internasional Polonia Medan.

Aparat kepolisian dari Polsekta Medan Baru dan petugas identifikasi Polresta Medan yang terun ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dan beberapa petugas Reserse Polsekta Medan Baru langsung menyelidiki siapa pelaku dengan mengambil keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Jenazah korban kemudian dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi Medan, Jalan HM Yamin, Medan, untuk diotopsi.

Petugas Reserse dan Kriminal Polsekta Medan Baru kemudian melakukan pengusutan dan mengejar seorang pria yang terlihat bersama korban, Kamis dini hari. Petugas akhirnya berhasil meringkus, Ringgas Aritonang (45), seorang tukang botot di rumahnya di Lingkungan XI, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kamis siang. Turut diamankan sebilah parang sebagai barang bukti.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru AKP Andik yang dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, belum tahu apakah korban sebelum dibunuh lebih dahulu diperkosa. “Kita menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit.

Yang jelas saat kita temukan korban tewas dengan kondisi luka di sekitar selengkangan yang diduga akibat benda tajam,” terang Andik.

Andik mengaku sudah mengamankan tersangka sebagai pelaku. Tapi kita kesulitan menginterogasinya. Dia bernama Ringgas Aritonang. Asal ditanya dengan bahasa Indonesia dia hanya diam, tapi kalau menggunakan bahas Batak kadang dia nyambung kadang tidak,” terang Andik.

Menurut Andik, menurut keterangan beberapa saksi yang kita mintai keterangan, korban tunawisma dan sering nampak di sekitar Jalan Starban Ujung. Menurut keterangan, korban memiliki 5 orang anak dan 4 orang cucu. Kapolsekta Medan Baru, AKP Doni Alexander mengatakan masih mendalami motif pembunuhan tersebut. “Tapi keterangan warga di TKP, kalau tersangka suka mengganggu wanita di sekitar rumahnya,” ujarnya.

Dikatakannya, tersangka masih menjalani pemeriksaan karena diduga ada kelainan.

“Masih diperiksa lagi, apakah benar atau tidak,” katanya. Menurut Doni, tersangka Ringgas diancam pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati. (mag-5/gus/adl)

 

Tulang Kami Itu Sakit Sarafnya…

SAAT polisi hendak mengamankan tersangka Ringgas Aritonang (40) di rumahnya, kontan saja keluarga korban tidak terima. Tapi, polisi langsung membawa Ringgas ke Mapolsekta Medan Baru untuk di periksa.

“Kami tidak senang atas perbuatan polisi yang langsung main tangkap saja sama tulang (paman, Red) kami. Mana bisa penyelidikan hanya memakai filing dari istri kepling yang curiga dengannya,” ucap boru Manulang, bere (keponakan, Red) tersangka, saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya.

Namun, keluarga tidak bisa berbuat apa-apa karena polisi langsung membawa Ringgas ke dalam mobil.

“Tulang kami itu memang ada sakit sarafnya karena pernah jatuh dari kecil. Tetapi kami tak terima kalau dia dituduh pembunuhnya karena tanpa ada bukti yang jelas,” ucapnya. Dijelaskannya, malam sebelum kejadian, Ringgas memang tidak ada di rumah. Namun, Ringgas memang jarang tidur malam di rumah dan pintu rumah memang tidak dikunci.

“Pintu rumah memang tidak terkunci, tulang sering pulang malam. Kalau pun dia mabuk karena dikasih oleh warga sini,” jelasnya. Tersangka Ringgas yang ditemui Sumut Pos enggan berkomentar.

“Aha, aha (apa, apa, Red),” kata Aritonang.

(mag-5/gus/adl)

Suarez Diskors 8 Laga, Terry Ketar-ketir

Menanggung Derita Rasis

Luis Suarez dan Jhon Terry menjadi contoh terbaru penegakan rasisme di panggung sepak bola. Suarez yang merupakan striker Liverpool itu baru saja dihukum skors delapan laga oleh FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) seiring ucapan rasisnya kepada bek kiri Manchester United Patrice Evra dalam laga di Anfield 15 Oktober lalu.

SEMENTARA kapten Chelsea itu sedang menanti hukuman serius karena mengucapkan kata-kata rasis pula kepada bek Queen Park Rangers, Anton Ferdinan 23 Oktober lalu saat kedua tim berlaga.

Dalam rilisnya, tiga orang panel dari Komisi Regulator Independen yang dibentuk FA menemukan bukti bahwa Suarez telah melontarkan ‘kata-kata bernada menghina’ serta ‘menyebut warna kulit Evra’.

Skorsdelapanlaga termasuk sanksi paling berat yang diterima Suarez sepanjang karinya. Skors itu lebih banyak satu laga dibandingkan saat Suarez mengigit bahu pemain PSV Eindhoven Otman Bakal di ajang Eredivisie pada 20 November 2010.

Kala itu, Suarez masih membela Ajax Amsterdam. Media Belanda pun menjuluki Suarez sebagai ‘Kanibal Ajax’.

Selain skors, Suarez didenda cukup besar, 40 ribu pounds atau sekitar Rp565 juta. Suarez masih beruntung tidak menerima sanksi lainnya terkait acungan jari tengah kepada fans Fulham saat Liverpool kalah 0-1 di kandang Fulham 5 Desember lalu.

Setelah mengetahui sanksi yang diterimanya, Suarez mengungkapkan kesedihannya lewat akun Twitter.

“Hari ini (kemarin, Red) adalah sebuah hari yang sangat sulit bagi saya maupun keluarga saya. Terima kasih atas dukungannya, saya akan tetap bekerja keras,” ungkapnya.

Sedangkan Liverpool menyatakan terkejut dan kecewa dengan keputusan FA. “Ini adalah saat ketika dia (Suarez) membutuhkan dukungan penuh kami. Jangan biarkan dia berjalan sendirian,” tulis pelatih Liverpool Kenny Dalglish di akun Twitter.

Sementara Terry harus menerima tuntutan hukum terhadap yang dilayangkan oleh sebuah badan penuntut umum, Crown Prosecution Service (CPS).

“Saya kecewa dengan keputusan untuk menuntut diri saya dan semoga saya diberi kesempatan membersihkan nama saya secepatnya,” tegas Terry seperti diberitakan Skysports. (dns/bbs/jpnn)

Pajak Reklame dan Retribusi Amdal Rendah

DINAS Pertamanan Kota Medan memiliki serapan pendapatan asli daerah (PAD) paling rendah untuk pajak reklame dan amdal. Kenapa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Kota Medan, Syahrul Harahap.

Kita masih menunggu laporan dari SKPD terakhir untuk serapan PAD. Namun sampai saat ini masih banyak SKPD yang serapannya rendah. Bahkan masih di bawah 50 persen. Dispenda belum mengetahui secara pasti permasalahan yang dihadapi SKPD dalam serapan PAD yang lemah tersebut. Namun, dipastikan kemungkinan serapan bisa meroket naik dalam beberapa minggu ke depan sebelum tutup buku.

SKPD mana saja yang serapannya rendah?

Serapan PAD yang rendah antara lain Dinas Pertamanan Medan untuk pajak reklame 48 persen dari target Rp48 miliar, Badan Lingkungan Hidup Medan untuk retribusi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) baru 12 persen dari Rp1 miliar lebih dan Dinas Kebersihan untuk retribusi kebersihan di atas 50 persen. Selain itu, Dinas Perhubungan Medan untuk retribusi parkir, speksi dan retribusi terminal di atas 50 persen dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan untuk retribusi akte lahir, akte kawin dan akte cerai masih 40 persen.

Bagaimana untuk menindaklanjutinya?

Masalah ini sudah saya laporkan pada pak wali kota Medan secara langsung saat rapat penerimaan PAD. Masalah ini juga sudah menjadi perhatian pak wali kota. Karena secara teknis, saya tidak mengetahui secara pasti persoalan yang dihadapi SKPD. Kita terus tingkatkan koordinasi agar serapan PAD ini dapat diserap maksimal oleh SKPD sesuai target yang ditetapkan.

Apa petunjuk dari wali kota?

Hasilnya, Wali Kota telah memerintahkan Inspektorat Kota Medan untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut dilakukan menyangkut kendala apa saja di hadapi SKPD di lapangan dan mengapa retribusi di bawah serapan target yang sudah ditetapkan.

Sampai saat ini, inspektorat sedang melakukan pemeriksaan. Itu perintah pak wali kota pada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan. Nanti hasilnya dilaporkan ke pada wali kota.(*)

Sudah Diselingkuhi Dipukuli Pula

SRI Ramayani (28), warga Pasar IX, Desa Tembung, Percut Seituan, melaporkan suaminya, JS (35) ke Mapolresta Medan, Rabu (21/12). Sri mengaku dipukuli oleh suaminya.

Sri saat membuat visum di RSU dr Pirngadi Medan mengatakan, dirinya mendengar gosip kalau suaminya selingkuh. Mendapat gosip itu, dirinya pun mencari kebenaran gosip itu. Ternayata benar suaminya JS sedang asyik duduk berdua bersama wanita lain di sebuah warung tidak jauh dari rumah.

“Saat saya datangi suami saya marah-marah dan bilang kalau wanita itu temannya,” katanya.

Tidak hanya disitu, setelah mereka berdua pulang ke rumah, suaminya langsung memukuli dirinya dengan menggunakan sapu dan kayu.

“Kalau dia selingkuh saya masih maklum tapi dia memukuli saya dengan sapu dan kayu. Ini kejadian kedua kalinya dia memukuli saya makanya saya membuat laporan ke Mapolresta Medan,” sebutnya.

Ditambahkannya, dia melaporkan suaminya setelah terlebih dahulu merembukkan kejadian yang menimpa dirinya itu kepada keluarganya.

“Keluarga semua setuju agar suami saya itu dilaporkan ke polisi karena perbuatannya itu tidak terpuji dan sudah dua kali,” ujarnya.

Ditegaskannya, dirinya juga mengalami luka yang cukup serius. “Lihat saja, akibat dipukul suami saya wajah, tangan, kaki dan lengan saya merah dan lebam semuanya. Dasar tidak ada prikemanusiaan. Sudah selingkuh malah memukuli saya,” ungkapnya. (jon)

Program e-KTP tak Sesuai Target

Peralatan Banyak yang Belum Bisa Digunakan

MEDAN-Program kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan dipastikan tak sesuai target selesai tahun 2011. Berdasarkan data jumlah wajib e-KTP yang sudah entri data hanya 414.439 jiwa dari 2.170.400 wajib e-KTP.

Kadisdukcapil Kota Medan, Darussalam Pohan mengakui program tidak akan terlaksana sesuai target. Bahkan untuk mencapai separuh dari target juga tidak bisa.

“Kami akui tidak bisa mencapai target. Hingga akhir tahun, kami memperkirakan baru 481.639 wajib KTP yang sudah entri data dengan perkiraan setiap kecamatan berhasil mengentri 400 orang wajib KTP setiap harinya,” kata Darusalam di gedung DPRD Medan, Kamis (22/12).

Dikatakannya, kendala pencapaian target dikarenakan belum lengkapnya peralatan pada masing-masing kecamatan sehingga proses entri data berjalan lambat. Total 106 alat e-KTP yang akan dipinjamkan dari pemerintah pusat belum diterima seluruhnyaolehpihakkecamatan.

Walaupunbeberapa waktu lalu sudah ada penambahan 48 alat lagi, namun tidak bisa dioperasionalkan karena peralatannya belum lengkap.

“Untuk alat e-KTP yang berjumlah 106 dan merupakanpinjamandaripusat, sampaisaat ini baru 48 alat saja yang sudah masuk. Itu pun tidak bisa digunakan karena alatnya masih belum lengkap,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah Darusalam, program e- KTP ini akan dilanjutkan hingga tahun depan.

Untuk sementara, pihaknya memperkirakan bisa selesai pada April 2012 apabila peralatan yang dijanjikan telah diterima lengkap jadi pelaksanaan entri data bisa lebih cepat.

“Kekurangan alat ini benar-benar menjadi kendala karena dari segi lain tidak ada masalah.

Seperti konsorsium yang terdiri dari PT Indosat, PT Sucofindo, PT Lintas Arta dan PT Kuadran sudah menyatakan kesiapannya tapi tetap menunggu peralatan,” ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, lhamsyah menyakini kalau sejak awal dilaunchingnya e-KTP di Kota Medan tidak akan tercapai seperti yang diharapkan Pemko Medan. “Keyakinan itu terlihat ketika perlatan yang belum lengkap juga dan kesiapan operator serta undangan bagi wajib e-KTP yang terlalu dipaksakan tanpa ada kajian yang lebih dalam,” jelas Ilhamsyah.

Menurutnya, kalau program e-KTP merupakan proyek yang terlalu dipaksakan. Namun demikian, Ilhamsyah juga memberikan saran kepadaDisdukcapil untuklebihseriuslagi.“Saran ke depan agar kajian tentang kelengkapan e-KTP lebih diperhatikan dengan serius, selain itu untuk undangan wajib e-KTP juga mengarah secara proporsional,” bebernya. (adl)

MPI Sumut Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Berantas Korupsi

MEDAN-Guna memberantas praktik-praktik korupsi yang membuat masyarakat Sumatera Utara, khususnya Medan semakin menderita, seluruh anggota dan pengurus MPI Sumut berkomitmen mem brantas korupsi.

Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pancasila Indonesia (DPN MPI), Marjuki P mengajak seluruh elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan di Sumatera Utara bersama-sama ikut memberantas korupsi.

Marjuki merasa sangat prihatin dengan penanganan yang dilakukan aparat penegak hukum dalam melakukan penahanan dan memberantas pelaku-pelaku korupsi yang ada di Sumatera Utara, khususnya Medan.

Marjuki menambahkan, dalam penanganan korupsi yang melibatkan orang penting maupun pejabat, aparat penegak hukum, khususnya Kejatisu seperti enggan menangani hingga pelaku-pelaku korupsi tersebut kemungkinan akan kembali melakukan aksi kejahatannya yang bisa membuat rakyat banyak menderita.

Marzuki P Hutasuhut didampingi Plt Wakil Sekjen DPN MPI, DR Zul Iskandar, mewakili unsur pengurus DPN, Sopian, Direktur LBH DPN MPI, Anay Tulah,SH,Mhum, Ketua DPP MPI Sumut, Muhammad Ridwan, Ketua OKK DPP Sumut Heri Manurung, Ketua DPC Medan Johor, Busor dan DPC Khusus Percut Seituan, Abdul Rahman mengatakan, mereka akan terus memonitor setiap penanganan kasus korupsi.

Marjuki P dan seluruh anggota dan pengurus MPI akan terus mem pertanyakan dan memonitor kinerja aparat penegak hukum dan mem berantas korupsi.

Ketua DPP MPI Sumut, M Ridwan mengatakan, MPI sebagai salah satu organisasi masyarakat hadir untuk mengawal roda pemerintahan khususnya di Sumut dan Kota Medan dalam praktik korupsi serta kasus penindasan lainnya yang merugikan masyarakat banyak.

“Kita meminta Kementrian Hukum dan HAM melalui Kejaksaan Agung untuk segera menggantikan Kejati Sumut yang tidak berani menegakkan keadilan untuk memeriksa pejabat daerah yang telah jelasjelas memiliki bukti melanggar hukum,”ujar Ridwan.

Ridwan juga mengatakan, MPI mewakili seluruh elemen masyarakat di Sumut khususnya Medan, meminta aparat penegak hukum untuk serius memberantas pelaku korupsi tanpa tebang pilih. Jika pemberantasan korupsi tidak segera diselesaikan, maka kepercayaan masyarakat akan pudar kepada para petugas penegak hukum,” tegas M Ridwan.

Zul Iskandar menyebutkan proses penyelesaian kasus harus mengedepankan kepentingan orang banyak dan menjunjung tinggi supremasi hukum dengan tegak. Selain itu, Iskandar meminta ke depan Ketua KPK yang baru saja dilantik menepati janjinya dalam memberantas korupsi khususnya yang melibatkan para pejabat daerah. (mag-5)

Laporkan Pengusaha tak Bayar Tunjangan Natal

MEDAN-Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan kembali mengingatkan perusahaan, untuk membayar tunjangan hari raya (THR) Natal paling lama seminggu sebelum 25 Desember.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan, Marah Husin Lubis sudah menyampaikan surat edaran No 506/2475/DSTKN/2011, tentang pelaksanaan tunjangan perayaan hari besar 7 Desember 2011 lalu.

“Dengan adanya surat edaran tersebut, seluruh perusahaan diminta untuk segera melaksanakannya.

Paling lama seminggu sebelum hari Natal sudah diberikan kepada karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, adapun ketentuan besaran THR telah diatur pada Peraturan Menteri (Permen) Tenaga Kerja RI No 04/MEN/1994, tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja di perusahaan. Sesuai dengan aturan, perusahaan harus memberikan THR kepada karyawan yang sudah bekerja selama tiga bulan atau lebih dengan besaran sesuai masa kerja.

Diketahui, untuk masa kerja selama 12 bulan lebih menerima satu bulan upah. Sedangkan bagi pekerja dengan masa kerja tiga bulan ke atas tapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah. Ditegaskannya, bagi pengusaha yang melanggar ketentuan Permen akan diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dimana, pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan ini dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan/ PPNS Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan.

Sampai saat ini, lanjutnya, pihaknya belum ada menerima laporan pengaduan dari karyawan. Berarti seluruh perusahaan telah memberikan THR sesuai ketentuan.(adl)

Tak Sanggup Biaya Rumah Sakit, Ortu Bayi Kembar Empat Pulang

MEDAN- Setelah melahirkan empat bayi kembar berjenis kelaminperempuandiRSIAStellaMaris Medan melalui program bayi tabung, pasangan suami istri Denny Kusyanto (31) dan Mardiana (29) warga Subulussalam kembali pulang kerumahnya, Kamis (22/12). Sedangkan keempat bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar ini masih menjalani perawatan di ruang inkubator.

“Kita pulang hari ini, karena kita juga nggak sanggup menanggung biaya perawatan di rumah sakit. Kondisi istri saya mulai membaik. Keempat bayi kita juga sehat-sehat saja, tapi masih di inkubator. Meskipun istri saya rawat jalan, tapi keempat bayi kita akan terus dipantau kesehatanya.

Kita tidak mau terjadi apaapa, jadi untuk sementara, bayi nya masih dirawat di rumah sakit,” kata Denny Kusyanto.

Memiliki bayi kembar empat sekaligus, merupakan anugerah terbesar yang diperoleh pasangan suami istri tersebut. Betapa tidak, setelah enam tahun lamanya menanti kebahagaiaan tersebut, barulah dirinya dan istri dapat merasakan arti sebuah keluarga dengan kehadiran si buah hati. Mardiana melahirkan empat bayi perempuan tersebut pada Senin (19/12) dinihari.

“Pasca dilahirkan, dua dari empat bayi kami nggak menangis seperti bayi lainnya. Jadi oleh medis, langsung dilakukan penanganan seperti dipasang alat bantu pernapasan CPAP, oksigen dihidung pada bayi. Bayi pertama yang dilahirkan berat badannya 900 gram, bayi kedua 1.035 gram, ketiga 1.020 gram dan bayi keempat 985 gram. Nama bayi nya belum dibuat, masih kita rembukkan dengan keluarga besar,” ungkap Denny. (mag-11)

79 Jenazah Dievakuasi

Tragedi Kapal Imigran Gelap di Tulungagung  

TULUNGAGUNG – Berapa jumlah penumpang kapal naas tersebut memang masih belum bisa dipastikan.

Namun, jumlahnya dipastikan bisa mencapai lebih dari 150. Ini setelah tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan 38 jenazah lagi. 37 ditemukan di Banyuwangi, dan satu lagi ditemukan di Pantai Popoh, Tulungagung.

Dengan demikian total jenazah yang berhasil dievakuasi dari laut mencapai 79 orang. “Ditambah dengan korban selamat 49 orang, maka jumlahnya mencapai 128 penumpang,” ucap penanggung jawab wilayah Satgas imigran Brigjen Pol Eddi Sumantri. Hanya, Eddi belum berani memastikan berapa jumlah penumpang yang naik kapal tersebut.

Rincian penemuan jenazah ini sebagai berikut. Pencarian di Pantai Rowo Biru, Siliragung menemukan tiga jenazah pria, dan tiga perempuan. Di Pantai Kelampok Grajakan, Purwoharjo ditemukan empat pria, dua perempuan, dan satu anak. Kemudian di Pantai Trianggul Asri Tegaldlimo ditemukan 33 jenazah. Selanjutnya, KRI Untung Surapati mengevakuasijenazah enam pria dan dua perempuan, serita KRI Oswald Siahaan menemukan 16 jenazah pria, tiga perempuan, dan dua anak. Sisa empat orang lagi ditemukan di Pantai Popoh dan Sine, Tulungaung.

Eddi mengatakan bahwa dengan perkembangan ini, pencarian tidak lagi diberi deadline seminggu seperti sebelumnya. “Kami tidak akan kaku dengan aturan yang ada. Kami akan terus mencari sampai batas waktu yang tak ditentukan,” tutur pria yang juga Wakapolda Jatim tersebut. Selain itu, radius pencarian pun juga diteruskan di sepanjang pantai Selatan Jawa-Bali.

Di bagian lain, perkembangan penyelidikan kasus people smuggling belum menunjukkan perkembangan berarti. Setelah empat nelayan, dua PNS, dan empat oknum tentara (tiga dari Koramil Besuki, Tulungagung, dan satu dari Kodim Sampang), masih belum ada tambahan pemeriksaan.

“Semuanya kini sudah ditangani oleh Satgas Imigran,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Agus Wijayanto. Menurut perwira dengan dua melati di pundak tersebut, Satgas tersebut merupakan tim gabungan dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Jatim. Juga ada kerjasama koordinasi dengan pihak terkait lainnya, seperti TNI-AD.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos menyebutkan bahwa para oknum tentara tersebut mendapat upah sekitar Rp 5 juta.

“Boleh dibilang ini sebenarnya merupakan sambilan dari mereka saja. Mereka juga mengaku terkejut dan kaget, sekaligus panik, ketika tahu kapal tersebut tenggelam,” terang sumber di Satgas.

Hanya, penyidikan atas kasus tersebut kini sedikit terhambat oleh birokrasi. Karena korlapnya adalah anggota militer aktif, maka penanganannya dilakukan oleh Denpom. Kendati TNI-AD sendiri sudah kooperatif. (ono/jpnn)

Perampok di Jalan Veteran Ditangkap

MEDAN- Kepolisian Sat Reskrim Polresta Medan membekuk tiga dari lima kawanan perampok, yang menyatroni rumah San Saiya alias Hasan (75) warga Jalan Veteran No 18 AE/62 lingkungan IX Kelurahan Buntu Kecamatan Medan Timur, Rabu (21/12). Ketiganya adalah MS (30), MP (58) dan JRG (43). Selain mengamankan tiga tersangka petugas juga meringkus penadah barang curian tersangka, AA (30) warga Jakarta.

“Pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi dari masyarakat pada Rabu jam 15.00 WIB yang menyebutkan ada mobil kijang Inova bewarna hitam yang mengganti kaca mobil yang pecah di bengkel aksesoris di Jalan Gandi Medan” kata Kasat Reskrim Polresta Medan Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Yoris Marzuki, di Mapolresta Medan, Kamis (22/12) sore.

Polresta Medan langsung menurunkan tim khusus berjumlah 20 personil, untuk mengejar orang yang dicurigai tadi. petugas memulai perburuan lima kawanan bandit yang melakukan aksi perampokan sekitar 7 jam yang lalu. “Namun sesampainya di sana, kami sedikit terlambat karena kawanan perampok diketahui mengganti kaca mobilnya sekitar pukul 12.00 lalu” terang Yoris.

Dari bengkel asesoris mobil itu polisi mengantongi plat kendaraan kawanan pelaku yakni BK 1035 E, yang sebelumnya memakai plat palsu BK 1168 ZY. Setelah plat kendaraan kawanan pelaku diketahui, petugas melakukan pengecekan di Samsat Polda, hasilnya diketahui mobil itu milik warga Jalan Stadion Teladan. (gus)