Home Blog Page 14109

Berharap Tuah Zulkarnain

NAMA Zulkarnain belakangan naik lagi. sempat dianggap sudah habis karena cedera, Zul-sapaan akrabnya malah menampakkan kedigdayaan. Meski diplot sebagai penyerang lubang, Zul sejauh ini sudah mengemas dua gol penting bagi PSMS.  Malah striker asing yang kerap jadi andalan, Osas Saha belum sekalipun membobol gawang lawan.
Gol pertama Zul memastikan poin tiga untuk PSMS saat menjamu Persisam Samarinda. Sementara gol kedua nya tercipta saat PSMS Medan menghadapi Pelita Jaya. Gol tersebut pula yang menjadi momentum kebangkitan anak-anak Medan saat tertinggal dua gol lebih dahulu.

Menghadapi Persib Bandung, pemain yang pernah merumput di Persiraja Banda Aceh tersebut berjanji untuk berusaha mempertahankan permainannya. “Kalau urusan mencetak gol itu bukan yang utama. Yang penting, tim bisa bermain baik dan bisa mengambil poin di Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Osas Saha yang gagal mengemas gol dalam tiga laga awal, berjanji akan menunjukkan peforma yang lebih baik dan akan berjuang untuk mencetak gol. “Saya memang belum cetak gol. Saat lawan Persib, saya akan berusaha. Saya ingin bermain baik dan berharap tim ini menang,” harap Saha. (ful)

Geng Motor Berulah Lagi

MEDAN-Geng motor kembali berulah, Minggu (8/1) dini hari 01.00 WIB. Mereka membuat onar di Jalan Mandala By Pass, Tembung, Percut Seituan, dan Jalan Sei Serayu Medan Sunggal.

Hendra (30), warga Jalan Sei Serayu menuturkan, saat warga sedang tertidur, tiba-tiba mereka terganggu dengan ulah remaja yang membuat keribuatan dan mengacung-acungkan senjata tajam berupa kelewang ke arah pemuda setempat yang sedang duduk.

Melihat hal itu, terangnya, warga pun langsung mengambil inisiatif dan berusaha mengejar mereka.
Dari lbeberapa lokasi itu polisi berhasil mengamankan tiga orang geng motor. “Saya anak baik-baik Pak dan saya baru pulang dari rumah teman. Bapak telepon saja Mama saya pak,” kata seorang geng motor.

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak SH mengaku, mereka diamankan karena membuat kerusuhan dan membuat onar serta saling lempar batu.

“Mereka diamankan karena laporan warga. Mereka membuat kerusuhan dan mengganggu ketertiban warga sekitar yang sudah terlelap tidur,” ujarnya.

Di Jalan Sei Serayu, Polsekta Medan Sunggal mengamankan satu orang. “Saya hanya diajak teman saya,” ujarnya.
Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Budi mengaku, pihaknya mendapatkan laporan warga bahwa sejumlah remaja menggunakan sepeda motor membuat keributan di Jalan Sei Serayu, Medan Sunggal. Mendapatkan informasi itu, terangnya, pihaknya langsung turun ke lokasi dan berhasil mengamankan satu remaja. (jon)

Peralatan Cabor Senam Sudah tak Layak

MEDAN-Para pengurus KONI Sumatera Utara, Jumat (6/1) lalu melakukan tinjauan ke tempat latihan cabor senam yang berada di Gedung Jepta Hutabarat Jalan Stadion Teladan.

Hasil tinjauan itu pengurus KONI Sumut mendapati fakta jika seluruh peralatan yang ada disana sudah tak layak lagi dipergunakan. “Matrasnya telah usang, triplek alas matras juga sudah patah. Sementara itu bantalan busa telah mengempis serta banyak bersarang laba-laba disetiap sudut ruangan,” bilang Jhon Ismadi Lubis, Ketua Harian KONI didampingi para penijau lainnya H Sakiruddin SE, Prof Dr Agung Sunarno dan pengurus lainnya.

Selanjutnya Jhon Lubis mengatakan bahwa kondisi yang sangat memprihatinkan itu akan berdampak buruk terhadap suasana latihan para atlet yang sedang bersiap menatap PON XVIII mendatang.

“Yang paling parah, resiko atlet cedera kapan saja bisa terjadi. Inilah yang harus segera diantisipasi. Apalagi PON XVIII hanya tinggal beberapa bulan lagi,” tandas Jhon Lubis.

Meski mengaku prihatin dengan kondisi yang ada, Jhon Lubis mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan terkait kondisi yang ada.

Menurutnya, yang paling berhak memperbaiki semua sarana dan prasarana yang ada di sana adalah pihak pemerintah provinsi.

“Begitupun, kami tetap akan memerhitungkan apa-apa saja yang kira-kira bisa kami lakukan untuk membenahi keadaan yang ada,” bilangya,
“ Yang jelas, sebagai prioritas pertama kita tentu saja mencari alat ataupun barang yang akan dipergunakan para atlet untuk berlatih. Karena inilah yang paling penting, sehingga program latihan yang diberikan kepada para atlet tidak terganggu,” tuntas Jhon Lubis.

Saat ini beberapa atlet Sumut yang sedang dipersiapkan berlaga pada PON XVIII mendatang, setiap hari berlatih di Gedung Jepta Hutabarat. Adapun atlet yang berlatih di sana adalah Muhammad Fariz Nasution, Septian, Intan Sugiarti, Vega Pratama, Regina Gita Valentine, Tasya SelivyaValentine dan Revinta Dita Valentine. (omi/mag10)

Wim Pantau Pemain di Surabaya

SURABAYA – Laga Persebaya Surabaya versus PSM Makassar ternyata memiliki daya magnet yang kuat. Buktinya pelatih timnas senior Indonesia Wim Risjbergen hadir di Stadion Gelora 10 Nopember kemarin (8/1). Kehadiran pelatih berkebangsaan Belanda itu menegaskan komitmennya untuk mencari pemain dari Indonesia Premier League (IPL).
Ya, sebagai tindak lanjut atas bergulirnya dua kompetisi sepak bola yang berbeda, PSSI memang mengutamakan para pemain yang berkompetisi di bawah naungannya. Karena itulah nama-nama pemain timnas senior seperti Firman Utina atau Boas Salossa yang bermain di level Indonesia Super League (ISL) sepertinya akan tersingkir.

Sayangnya, Wim pelit berkomentar mengenai kedatangannya ke markas Persebaya kemarin. “Saya kesini untuk menonton pertandingan Persebaya lawan PSM. Itu saja. Jadi, tak akan ada pernyataan apapun dari saya sebagai pelatih timnas atau wawancara dengan media,” kata Wim. Agenda terdekat timnas adalah laga lawan Bahrain di Pra Kualifikasi Piala Dunia 2014, 29 Februari mendatang.

Namun menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, setidaknya ada tiga nama yang dipantau Wim kemarin. Yakni Andik Vermansyah, Rendi Irawan, dan Taufiq. Kalau Andik tentunya sudah membuktikan kemampuannya saat membela timnas U-23 di SEA Games XXVI/2011 lalu.

Sedang asisten pelatih timnas Liestiadi mengomentari hal serupa dengan kompatriotnya tersebut. “Kami datang untuk menikmati pertandingan. Tentunya juga mencari pemain baru untuk timnas. Kami tak bisa berkomentar banyak kenapa kami disini hari ini (kemarin, red.),” ucap Liestiadi.

Masuknya tiga pemain Persebaya dalam radar timnas Indonesia tersebut memberikan motivasi berlipat bagi  si pemain. (dra/jpnn)

Perda HIV, Tekan Penularan

Peraturan Daerah  (Perda) HIV disahkan Kamis (22/12) lalu. Bagaimana pelaksanaannya? Berikut petikan wawancara waratwan koran ini, Kesuma Ramadhan dengan dr Umar Zein.

Menurut Anda apakah disahkannya Perda HIV di Kota Medan mampun  mengurangi laju pertumbuhan para penderita HIV?
Kalau saya lihat di beberapa daerah yang telah menerapkan Perda HIV, belum bisa untuk mengurangi penularan. Untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) kita ketahui bahwa penangan HIV sama dengan penanganan penyakit menular lainnya. Penemuan kasus yang ada di tiap daerah memiliki masalah dan penanggulangan yang berbeda.  Jika Perda ini nantinya memang benar-benar menyangkut penanganan maka akan sangat bagus tapi kalau cuma mengulang Perda yang pernah diterapkan daerah lain sama saja, pastinya tidak akan berjalan bagus mengingat tiap daerah memiliki masalah dan penanganan yang berbeda.

Bagaimana sebuah peraturan harusnya disusun hingga benar-benar jalan?
Harus jelas apa langkah yang menjadi target, karena kita ketahui keberhasilan penanggulangan penyakit yang menular yakni ketika tingkat penularan berkurang, menemukan angka kesakitan untuk penanganan, dan mengurangi angka kematian. Karena keberhasilan penanggulanagan penyakit menular ini dianggap berhasil ketika penularan berkurang dan angka kematian bisa ditekan. Karena kalau di luar negeri penanganan dianggap baik ketika kematian pada tingkat nol atau tidak dijumpai lagi.

Apakah Anda optimis dengan adanya Perda HIV mampu mengurangi tingkat penyebaran, hingga tingkat kematian bagi penderita HIV?
Kita harus optimis, karena ini sudah menjadi isu internasional, dan ini juga harus ditindaklanjuti oleh semua intansi dan lembaga. Jadi jangan bergantung pada peran pemerintah saja, namun semua lembaga terkait juga harus turut andil, tidak hanya penemuan kasus namun juga penanganan. Karena para penderita HIV butuh kepedulian semua pihak, agar mereka memiliki kesadaran untuk membuka status dan memiliki komitmen dalam diri untuk menghentikan penularan di dirinya saja, sehingga tidak ada lagi penemuan kasus-kasus berikutnya, apalagi dengan adanya Perda HIV ini, para penderita akan lebih merasa terlindungi khusunya untuk pelayanan kesehatannya.

Apakah Perda HIV ini bisa menjamin para penderita untuk tetap mendapatkan penanganan jika bantuan berhenti?
Untuk hal ini seharusnya Perda telah menjamin hal itu. Karena ketika bantuan dana dari luar negeri seperti Global Fund berhenti, maka pemerintah harus menyiapkan alternatif. Mengingat anggaran untuk penanggulan HIV/AIDS dibutuhkan biaya yang sangat besar. Setidaknya ketika bantuan berhenti pemerintah memiliki antisipasi untuk 5 hingga 10 tahun mendatang. Sehingga jaminan pelayanan dan obat-obatan yang dibutuhkan para penderita HIV/AIDS untuk mempertahankan kestabilan kesehatannnya bisa didapat dengan gratis. (*)

CLS Knights Raih Kemenangan di Detik Terakhir

SOLO- Publik Solo benar-benar disuguhi pertandingan basket  sangat bermutu dalam dua hari pertama penyelenggaraan Flexi NBL Indonesia 2011-2012.

Setelah dibuat tegang dengan pertandingan antara Satria Muda (SM) Britama Jakarta kontra Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta Sabtu(7/1), masyarakat Kota Bengawan, julukan Solo, kembali harus dag dig dug saat menyaksikan laga Dell Aspac Jakarta kontra CLS Knights Good Day Surabaya di Sritex Arena tadi malam (8/1).

Betapa tidak. Laga yang dimenangkan CLS dengan skor 64-62 tersebut memang sangat menegangkan. Kemenangan yang dibukukan CLS baru ditentukan ketika pertandingan hanya menyisakan waktu satu detik! Adalah Rachmad Febri Utomo yang berhasil mencetak dua angka untuk kemenangan tim kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut.

Sebelumnya, kedua tim memang menunjukkan drama yang menegangkan. Kedua tim sama-sama tak mau kalah. Aspac sempat menemukan momentum untuk leading ketika Sigit Harun mendapatkan free throw saat pertandingan hanya menyisakan waktu sepuluh detik. Sayang, mantan pemain CLS tersebut hanya mampu menceploskan satu tembakan untuk mengubah keadaan menjadi imbang 62-62.

“Saya nothing to lose saja waktu mendapatkan bola. Saya melihat waktu hanya beberapa detik. Kalau tembakan saya gagal masih ada overtime. Kalau masuk pasti menang. Ternyata memang masuk,” terang Febri, sapaan karib  Rachmad Febri Utomo, saat ditemui setelah pertandingan tadi malam.

Hasil itu menjadi awal yang bagus bagi CLS setelah tampil buruk di Seri I lalu. Pelatih CLS Risdianto Roeslan menyatakan, anak asuhnya menunjukkan perkembangan mental yang sangat signifikan. Dia menilai, permainan anak asuhnya melesat dibandingkan saat bertanding di Bandung.

“Ini bukan permainan yang terbaik. Tapi anak-anak memang lebih baik dibandingkan saat seri pertama. Secara mental kami memang lebih siap. Saat di Bandung, kami datang dengan over confidence,” bilang Risdianto. (ru/diq/jpnn)

Jadi Kurir Langsung Sial

MEDAN-M Iqbal, warga Jalan Parkit, Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan nekad menjadi kurir sabu-sabun
Akibatnya, Iqbal harus rela menginap di rumah tahanan Direktorat Narkoba Polda Sumut setelah tertangkap polisi, Sabtu (7/1) malam.

Penangkapan Iqbal berawal dari informasi masyarakat yang menyebut kalau tersangka kerap mengedar sabu di kawasan Perumnas Mandala. Berangkat dari informasi itu, polisi pun menyaru sebagai pembeli.

Setelah harga disepakati Iqbal mengantar sabu. Naas bagi Iqbal, saat bertransaksi langsung ditangkap polisi. Dari tangan Iqbal, polisi menyita 15,31 gram sabu-sabu, satu unit timbangan elektrik dan 1 handphone.

Iqbal mengaku hanya disuruh mengantar sabu kepada orang yang tak dikenalnya. Iqbal mau melakukannya agar mendapatkan uang.

Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andjar Dewanto mengaku masih memburu bandarnya. (ala/smg)

PSDS Menang Telak Atas Siantar United

SIMALUNGUN-Dengan menurunkan 19 pemain inti, akhirnya PSDS menang telak 5-1 dalam laga ujicoba melawan Siantar United, yang berlangsung di lapangan sepak bola TS Mardjans Saragih Kodim 0207 Simalungun, Sabtu, (7/1).
Perbedaan “kasta” antara kedua tim sudah terlihat sejak awal pertandingan. Punggawa traktor kuning berhasil menciptakan gol pada menit ke-15 melalui tendangan keras yang dilepaskan striker PSDS Ronald Sinaga, setelah menerima umpan yang diberi Agung.

Pada menit ke-19, PSDS gagal menambah pundi pundi golnya lewat aksi Rinaldo Surya dari luar kotak pinalti, setelah tendangannya hanya mengenai mistar. Tetapi, pada menit ke 20 Angung Surya Wardan menambah gol buat timnya, keunggulan pada PSDS, menjadi 2-1.

Menyadarei timnya tertinggal, pelatih Siantar United memberbenahi lini pertahanannya, sembari sesekali melakukan serangan sporadis ke jantung pertahanan lawan.

Usaha yang dilakukan pemain Siantar United akhirnya membuahkan hasil ketika pemain bawah PSDS melakukan pelanggaran di kotak penalti. Imbasnya, Ari yang diipercaya menjadi eksekutor mampu merubah kedudukan menjadi 2-1.

Sayangnya, hukuma penalti bukan hanya diberikan kepada PSDS, Siantar United pun terpaksa pasrah mendapat hukuman penalti setelah pemain melakukan serangan keras terhadap pemain PSDS. Vicky yang dipercaya sebagai algojo mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga menambah keunggulan PSDS menjadi 3-1.
Menjelang, babak pertama berakhir, pada menit ke-58, PSDS kembali menambah keunggulannya menjadi 4-1 lewat aksi Agung Surya Wardana. Gol membuat pemain PSDS kian termotivasi untuk terus melakukan serangan ke lini pertahanan Siantar United, hingga akhirnya Ronald kembali membobol gawang lawan untuk merubah kedudukan menjadi 5-1.

Usai pertandingan, head coach PSDS, Dosman Sagala mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Apalagi, masih menurut Dosman selama pertandingan anak asuhnya mampu mengaplikasikan semua yang diterapkan selama latihan.
“Anak-anak bermain sesuai instruksi yang diberikan. Mereka mampu melakukan apa yang selama ini mereka dapat dapatkan selama berlatih,” bilang Dosman.

Meski menang telak atas Siantar United, Dosman tidak merasa puas, pasalnya menurut pria yang pernah merumput di Pelita Jaya itu, masih ada kelemahan pada timnya. (btr)

Pekan Pertama 2012, Arus Balik Masih Tinggi

MEDAN-Hingga memasuki pekan pertama Tahun Baru lonjakan penumpang arus balik jalur darat dan udara masih tinggi. Seperti di Terminal Amplas lonjakan penumpang mencapai 50 persen dari hari biasa, sedangkan di Stasiun Kereta Api Besar Medan meningkat 27 persen, begitu juga di Bandara Internasional Polonia meningkat 60 persen. Bahkan, harga harga tiket masih mahal.

Kepala Terminal Amplas, Asli Perangin-angin yang ditemui wartawan menjelaskan kedatangan penumpang arus balik masih meningkat karena libur Tahun Baru sudah berakhir.

“Lonjakan arus balik sebenarnya sudah habis sejak Rabu (4/1) kemarin. Namun, masih ada yang memilih kembali Minggu (8/1),” kata Asli.

Dijelaskannya, pihaknya menyiapkan angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 80 unit dengan penumpang berangkat 1.500 orang. Sedangkan  82 unit dengan penumpang tiba 1.000 orang.

Untuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 230 unit dengan penumpang berangkat 1.915 orang, sedangkan yang datang sebanyak 240 unit dengan penumpang 300 orang. Untuk MPU dengan jumlah bus 451 unit penumpangnya 3.200 orang. Kemudian tiba sebanyak 400 unit dengan penumpang 3.000 orang.  “Paling banyak penumpang yang balik dari Siantar ke Medan,” jelasnya.

Untuk harga tiket, seluruh loket menjual dengan harga yang ditentukan tidak ada kenaikan melebihi batas atas. “Persaingan angkutan di Terminal Amplas tinggi jadi tidak ada yang menaikkan harga tiket sangat tinggi,” ujarnya.  Sementara di Terminal Pinang Baris tidak terjadi peningkatan arus balik. Kepala Terminal Pinang Baris Arjani Siregar mengatakan, hal itu disebabkan umumnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

“Seperti ke Langkat, masyarakat pergi dengan kendaraan pribadi jadi tidak banyak yang menggunakan bus angkutan,” pungkasnya.

Agen tiket di Bandara Polonia Medan, Pilion Hutabarat mengaku, meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Internasional Polonia bukan saja karena libur Tahu Baru sudah habis, melainkan libur anak sekolah juga sudah berakhir.

Humas KA Divre I Sumut, Irwan menjelaskan jumlah penumpang Kamis (5/1) sebanyak 53.381 orang. Sedangkan Jumat (6/1) 11.536 dan Sabtu (7/1) sebanyak 11.662 orang. Pantauan wartawan di Stasiun Kereta Api Besar Medan kebanyakan penumpang dari Tanjung Balai, Siantar, Rantau Prapat dan Binjai. (adl)

Enjoy Ditonton dari Amerika, Jadi Tujuan Pengisi Liburan

Berbagai inovasi yang terus dikembangkan di Flexi NBL Indonesia kian mendapat pengakuan masyarakat luas. Para pencinta basket Indonesia juga kian dimudahkan untuk menyaksikan seluruh pertandingan.?

RAGIL UGENG, Solo

OWNER Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta Syailendra Bakrie bisa bernapas lega meski tidak menyaksikan secara langsung laga tim miliknya di Sritex Arena, Solo. Pria yang sedang berada di Amerika Serikat (AS) tersebut tetap bisa memantau permainan Erick Christopher Sebayang dkk. Dia menikmati layanan streaming internet yang memang menjadi terobosan baru PT DBL Indonesia selaku pengelola Flexi NBL Indonesia.

Meski baru diluncurkan musim ini, layanan tersebut bisa membuat Eda “sapaan karibnya” puas. “Secara keseluruhan, saya puas dengan layanan pay per view perdana NBL. Kualitas gambarnya stabil walaupun saya nonton dari belahan dunia lain,” terangnya.

Setidaknya, itu menjadi pelipur lara atas kekalahan yang diterima PJ dari Satria Muda Jakarta. Jika sibuk dengan kegiatan bisnisnya, Eda kini tinggal menikmati laga NBL di depan komputer. Hal tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.

Sebagai bukti dukungan terhadap layanan itu, Eda memberikan beberapa saran kepada PT DBL Indonesia. Salah satunya adalah adanya replay serta zoom in di paint area. Selain itu, dia menganggap keberadaan 24 shot clock di samping skor lebih mengasyikkan.

“Kalau ada dua komentator, mungkin, lebih seru. Kemarin komentatornya sudah sangat informatif. Secara keseluruhan, saya senang banget. Walaupun tim saya kalah, saya bisa menyaksikan mereka dari mana saja,” ungkap Eda.

“Layanan streaming hanya sebagian hal yang membuat masyarakat Indonesia puas dengan kompetisi basket tertinggi di tanah air itu. Hal lain yang membuat pencinta basket kian mabuk kepayang adalah penyelenggaraannya.
Kemasan di setiap seri yang sangat total dari PT DBL Indonesia membuat banyak masyarakat antusias. Nuriy Zulfah Zakiyyah, misalnya, siswi SMA 1 Sidoarjo, menjadikan NBL Indonesia sebagai ajang pengisi liburan. “Seru banget pertandingannya. Apalagi saat game antara PJ dan SM. Penontonnya juga banyak. Keren pokoknya,” ungkapnya.
Perasaan yang sama diungkapkan para orang tua pemain. Mashari dan Siti Lestari, contohnya. Keduanya rela datang dari Magelang untuk menyaksikan Galank Gunawan beraksi. Selain senang karena SM memenangi pertandingan, keduanya juga semringah saat melihat perkembangan yang ditunjukkan sang buah hati.

“Galank menunjukkan perkembangan yang bagus. Saya hanya pesan terus berlatih keras. Jangan cepat puas dengan apa yang diperoleh sekarang,” tutur Mashari. Galank memang menjadi salah satu mesin poin anyar bagi SM. Hingga pertandingan keenamnya, dia menceploskan 47 angka. Dia menjadi salah satu pemain yang paling diburu untuk diajak foto bareng oleh para fans.

Menanggapi hal itu, Mashari dan istrinya tidak terlalu khawatir. Asal, Galank tetap bisa menjejakkan kaki di bumi. “Saya memang memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan penonton. Saya senang karena anak saya terkenal. Tetapi, jangan sampai besar kepala. Saya percaya bahwa Galank pasti akan menjawabnya dengan hasil terbaik,” paparnya. (*/c12/diq)