Home Blog Page 14110

Parit Tertutup Warung

0853651617xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Kami minta tolong untuk segera menertibkan warung yang ada di atas parit tepatnya Jalan Sunggal agar dirobohkan. Parit kami tumpat Pak, dan kami warga Jalan Kiwi sudah bosan dengan banjir. Tolong agar ditindaklanjuti. Terima kasih  Sumut Pos.

Kami Koordinasikan

Terima kasih informasinya, kami akan berkoordinasi dengan intansi terkait seperti Sat Pol PP, Dinas Bina Marga Kota Medan, Muspika Kecamatan untuk meninjau lokasi tersebut. Kemudian, kami minta lurah setempat agar segera bertindak. Apabila tak ada izin, sebaiknya lakukan kebijakan untuk kepentingan banyak masyarakat.

Budi Hariono
Kabag Humas Pemko Medan

Segera Bongkar

Parit atau drainase yang ada di Kota Medan merupakan bagian dari fasilitas jalan. Jadi sesuai aturannya ada UU No. 38/2004 tentang jalan menegaskan, setiap fasilitas jalan dilindungi dan dijaga. Apabila fasilitas jalan sengaja di rusak atau ditutup dengan cara mendirikan bangunan ada sanksi pidana yang diatur dengan denda. Untuk itu, bagi warga yang sengaja menutup parit dan menyebabkan kerusakan jaringan drainase atau parit yang lain, maka ada baiknya segera membongkar sendiri bangunannya. Kepada camat setempat segera berkoordinasi dengan aparatur lainnya dan segera bertindak. Hal itu tak boleh dibiarkan, karena dampaknya sangat banyak kepada masyarakat lainnya.

Ahmad Arif SE MM
Anggota Komisi D DPRD Medan

Pemuda Pancasila Ukur Kekuatan Jelang 2014

MEDAN- Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Garuda Plaza, Jalan SM Raja Medan, Jumat (6/1) lalu, menjadi sarana atau momentum bagi Pemuda Pancasila (PP), untuk memetakan kekuatan menghadapi pesta demokrasi tahun 2014 mendatang.

Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Akil Mochtar mengatakan, organisasi Pemuda Pancasila sebaiknya segera melakukan konsolidasi, baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang hingga ranting di seluruh daerah dalam menyongsong pesta demokrasi.

“Perlu dilakukan satu hal untuk merevitalisasi organisasi yang relatif stagnan. Kendati dari sisi usia tergolong mapan, namun perkembangan Pemuda Pancasila tentunya memiliki pasang surut, dalam perkembangannya di masyarakat yang bersifat dinamis,” ujar Akil Mochtar yang didampingi Koordinator Wilayah I PP Pancasila, Sahyan Asmara, dan sejumlah pengurus MPN lainnya seperti Habib Hilal, Piala HS dan Yosep BM.

Lebih lanjut Akil menyatakan, sebagai organisasi yang secara vulgar menyematkan Pancasila sebagai nama organisasi, seharusnya Pemuda Pancasila tampil di depan dan kader Pemuda Pancasila menjadi panutan. Tapi yang terjadi saat ini, Pemuda Pancasila seperti kehilangan spirit, sehingga berbagai peluang dan potensi keanggotaan yang cukup signifikan, belum menjadikan Pemuda Pancasila sebagai elemen penentu kebijakan.

Sedangkan Koordinator Wilayah I PP, Sahyan Asmara menekankan hal yang sama dimana konsolidasi institusi secara maksimal harus berjalan dari tingkat anak ranting sampai wilayah.

“Seperti moto Rakorwil kita, Back To Zero. Maka kita akan melakukan heregritasi seluruh anggota PP malalui kartu organisasi. Memantapkan konsolidasi, meningkatkan SDM para kader seperti memberikan training of trainer (TOT).
Kader Pemuda Pancasila itu harus andal dan bisa mewarnai pembangunan di negeri ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sumut Anuar Shah SE mengatakan,  Rakorwil tersebut merupakan, bagian dari konsolidasi organisasi.

Selain itu, Rakorwil yang digelar tersebut selain sebagai konsolidasi struktural dan lembaga, heregistrasi dan registrasi serta kaderisasi, tapi juga beragendakan untuk menggali pemikiran baru demi memperkokoh organisasi, tanpa adanya pengkotak-kotakan.

“Berdasarkan data yang kita miliki di Sumut saja ada 120 ribu orang kader PP. Kalau seandainya data tersebut falid dan ditambah kader PP di seluruh Indonesia bukan tidak cukup diperhitungkan pada pemilu 2014 nanti,” ujar Aweng.
Terkait pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2013 mendatang, Aweng dengan tegas menyatakan, dirinya belum siap untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara. “Saya tidak akan maju dibursa pemilihan Gubsu,” tegasnya.(ari)

Atur Zona Pasar Tradisional

MEDAN-Direksi PD Pasar diminta melakukan zonasi pasar tradisional yang ada di Kota Medan. Pasalnya, posisi pasar tradisional di Kota Medan berdekatan sehingga tidak merata.

“Ini seharusnya menjadi perhatian ke depan, sehingga pasar tradisional yang ada di Medan bisa tertata dengan baik dan zonasinya bisa diatur sedemikian rupa,” kata anggota DPRD Medan Drs Godfried Effendi Lubis, kemarin (8/1).
Dijelaskan Godfried, ada beberapa pasar tradisional seperti Pasar Jalan Halat dan Pasar Jalan Bakti serta Pasar Sukaramai, posisinya berdekatan.

“Kita melihat di beberapa kecamatan ada hingga tiga pasar yang posisinya berdekatan, sementara di kecamatan lain seperti Amplas tidak ada pasar. Silahkan anda lihat sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional di Medan perlu ditata kembali terutama zonasinya sehingga masyarakat bisa menjangkau semuanya.

“Bayangkan saja, seperti Pasar Simpang Limun banyak diantaranya masyarakat dari Kecamatan Medan Polonia, Johor dan Amplas berbelanja ke pasar ini. Seharusnya pemerintah membangun kembali pasar seperti di kawasan Marendal,” ungkapnya.

Selain itu, Godfried juga meminta Pemko Medan menata pasar tradisional yang dikelola swasta, karena banyak masalah yang timbul dan belum bisa diselesaikan.

Tempuh Jalur Hukum

Sementara Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (P3T) Simpang Limun, Rusli Tanjung mengaku, pemilik perusahaan pasar Simpang Limun, Lusi Nadeak sangat tidak manusiawi terhadap pedagang ikan yang sudah puluhan tahun berjaualan di lahannya  milik mereka. Karena sebelum mengusir pedagang, pemimpin perusahanaan tidak ada melakukan kompromi.

Menurut Rusli, pedagang merasa dirugikan karena PT Inatex juga tidak mengahargai pertemuan dengan DPRD Sumut tanggal 27 Desember 2011, di kantor DPRD Sumut bersama perwakilan pedagang dan PT Inatex. Rusli berharap kepada penyidik dari Polsekta Medan Kota segera melakukan penyelidikan terhadap perkembangan laporan 20 pedagang ikan yang sudah dirusak lapaknya oleh PT Inatex.

Pemilik PT Inatex, Lusi Nadeak yang dikonfirmasi wartawan koran ini membantah kalau dirinya yang menyuruh melakukan pengrusakan. “Itu tidak benar, karena saat melakukan pembongkaran lapak pedagang saya sedang berada di Jakarta,” jelasnya. (adl)

Pengedar Narkoba di Kelurahan Sukaraja

081377258xxx

Yang terhormat Pak Kapolda Sumut, para pengedar narkoba sabu-sabu dan ganja di Kelurahan Sukaraja Gang Warna Ujung Linkungan 8 kok tidak ditangkap-tangkap? Mereka ini sudah sangat meresahkan sekali, mereka sangat bebas menjualnya. Tolonglah Pak ditindaklanjuti. Mereka ini preman-preman yang ditakuti. Bravo SumutPos.

Tidak Ada Kompromi

Terima  kasih atas informasinya. Sesuai instruksi Kapoldasu Bapak Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro, Polda dan jajarannya tetap komit terhadap kasus narkoba yang sudah merusak generasi penerus bangsa. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Polres terkait agar ditindaklanjuti. Kami juga mengharapkan informasi yang jelas untuk dilidik dan diungkap lebih lanjut karena peran dan partisipasi masyarakat sangat mendukung terhadap pengungkapan kasus narkoba selama ini.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

Tergelincir, Roda Merpati Keluar Runaway

Terjadi saat Mendarat dan Berbelok di Ujung Landasan

SAMPIT – Pesawat Merpati jenis MA- 60 PK-MZM tergelincir saat hendak memutar balik di landasan Bandara H Asan Sampit, Sabtu (7/1) sore sekira pukul 15.45 WIB. Tidak ada korban dalam kecelakaan ini, seluruh penumpang berhasil di evakuasi ke apron.

Pantuan di lokasi kejadian, pesawat buatan Cina ini salah satu dari roda bagian kiri keluar runway. Akibatnya, roda amblas masuk ke dalam tanah, tepatnya sekitar 600 meter mendekati Turning Area (tempat berputar) sebelah barat.

Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Supian Hadi mengatakan pesawat baru tiba dari Surabaya tujuan Sampit dengan mengangkut jumlah penumpang 46 orang dewasa, 10 anakanak, 6 bayi serta 6 kru pesawat MA-60.

“Kalau kita lihat, tidak ada apa-apa, bukan kesalahan landasan atau pesawat itu sendiri. Namun, mungkin kesalahan teknis ketika pilot hendak balik arah di landasan,” kata Bupati Kotim di lokasi kejadian, kemarin sore.

Supian Hadi menambahkan kejadian ini dengan cepat di tangani, seluruh penumpang tidak ada masalah, semuanya selamat dan sudah langsung di evakuasi ke ruang tunggu Apron Bandara H Asan Sampit. “Untuk sementara, hari ini (kemarin) bandara sementara di tutup untuk aktifitas penerbangan,” ujarnya.

Terpisah, Sales Area PT Merpati Nusantara Airline (MNA) cabang Sampit Masykur Majazi menegaskan pesawat dengan nomor penerbangan MZ 536 rute Surabaya – Sampit – Surabaya ini dalam posisi sudah mendarat mulus di Bandara H Asan Sampit.

Hanya saja pada saat hendak berputar (belok) di ujung landasan, mau menurunkan penumpang di Apron, rodanya sebelah kiri terlalu ke kiri, sehingga keluar dari runway beberapa cm. Roda amblas masuk ke dalam tanah. “Penumpang rute Sampit-Surabaya full, namun flight di cancel. Mereka (penumpang) banyak yang beralih lewat Palangkaraya,” ujar Maskur.

Sekadar di ketahui, Bandara H Asan Sampit memiliki panjang runway 1850 meter dengan diameter lebar 30 meter.

Serta terdapat dua turning area (tempat berbelok). Pesawat MA-60 landing dari arah timur dan tergelincir sekitar 600 meter mendekati turning area bagian barat atau tepat posisi di 1300 meter.

Akibat musibah tergelincirnya pesawat MA-60 milik Merpati, telah berakibat kacau kepada rute penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Penumpang tujuan Sampit – Surabaya dengan Merpati akhirnya dibatalkan.

Sementara, seyogyanya sore kemarin akan mendarat pesawat jenis Boeing 737-500 Kalstar Aviation, akibat kejadian rute pendaratan terpaksa dialihkan ke Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Rencana Boeing Kalstar dengan nomor penerbangan PKKSM 711 dari Surabaya akan tiba di sini (Sampit) dengan membawa 76 penumpang dewasa, 12 anak dan 4 bayi, karena ada kejadian ini pendaratan dialihkan ke Banjarmasin,” ujar karyawan PT Kalstar Aviation Cabang Sampit.

Ditambahkan, adanya pengalihan pendaratan ini juga berimbas kepada calon penumpang asal Sampit tujuan Jakarta. Penerbangan nomor PKKSM 701 Sampit-Jakarta yang rencana mengangkut 101 penumpang terpaksa dibatakan sementara waktu.

“Kami belum bisa memastikan, apakah bandara kita (Sampit) kapan bisa berjalan normal. Apabila pesawat ini (MA-60) sudah dievakuasi, penerbangan akan kembali berjalan seperti biasa,” kata Kasi Keamanan dan Keselamatan Bandara H Asan Sampit, Haryanto.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, Fadliannor menegaskan sementara ini kondisi Bandara H Asan Sampit kurang memungkinkan, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka rute flight Kalstar Surabaya – Sampit – Jakarta terpaksa berubah.

“Pesawat Kalstar dari Surabaya – Sampit harus dialihkan pendaratan ke Banjarmasin. Sore tadi (kemarin) pesawat seharusnya sudah mendarat di Sampit, akibat musibah ini terpaksa dialihkan,” kata Fadliannor di Bandara H Asan Sampit. (fm/jpnn)

Tabrakan Beruntun di Jalinsum Tebing Tinggi-Seirampah

Enam Luka-luka, Jalan Macet Total

TEBING TINGGI- Tabrakan beruntun terjadi di jalan lintas Sumatera Tebing Tinggi-Seirampah, tepatnya di areal Perkebunan PTP Nusatara III Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai , Sabtu (7/1) sekira pukul 13.30 WIB.

Dalam tabrakan ini tiga kendaraan rusak parah dan mengakibatkan kemacetan total. Enam korban dalam tabrakan dilarikan ke Rumah Sakit Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi.

Tiga kendaraan tabrakan itu, mobil mini bus Madan Raya Tour (MRT) BK 1038 FT nomor 408 dengan mobil truk colt diesel Mitsubishi BK 9062 SE dan satu kendaraan sepeda motor Suzuki Skinave BK5361 XY.

Sepeda motor saat itu dikendarai Jumat (43) dan istrinya Supriani (43) warga Dusun II, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai menghantam bagian belakang truk. Sepeda motor yang dikendarai mereka terpental ke aspal. Keduanya mengalami luka robek bagian kepala luka memar di tangan.

Korban luka-luka penumpang mobil mini bus MRT, Ponika Br Hutajulu (63), Refan Girsang (31), Herlina Br Sitorus (17), Rotua Berlian Br Regar (26) warga Kabupaten Tobasa langsung dirawat di RS Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi. Sayangnya kedua supir kendaraan mini bus MRT dan truk colt diesel tidak diketahui keberadaan setelah terjadinya tabrakan beruntun tersebut.

Saksi mata di kejadian, Manan menyebutkan bahwa melihat mobil bus MRT datang dari Tebing Tinggi menuju Medan dengan kecepatan tinggi langsung memotong jalur sebelah kanan untuk mendahului sebuah truk.

Tak sanggup memotong, dari arah berlawanan datang mobil truk colt diesel dan langsung menghantam bagian depan mobil mini bus tersebut. “Brak, tabrakanpun terjadi, kemudian dari belakang truk colt diesel, melaju sepeda motor berboncengan dan menghantam bagian belakang truk tersebut hingga terjatuh,” bilang Manan yang biasa menjual lemang di pinggir jalinsum itu.

Kata Manan, usai kejadian tabrakan itu kemacetanpun terjadi, tak lama kemudian petugas Sat Lantas Polres Tebing Tinggi datang mengamankan jalur lalulintas dan mengevakuasi korban tabrakan untuk diselamatakan ke rumah sakit. “ Mobil MRT penyok di bagian depan, penumpangnya terjepit, sementara truk colt diesel hanya penyot sedikit bagian depan. Warga dan petugas mengevakuasi korban tabrakan untuk diselamatakan ke rumah sakit. Banyak penumpang MRT pergi melanjutkan perjalanan menggunakan bus lainnya yang tidak mengalami luka-luka,” jelas Manan. (mag-3)

Tidak Semua Kasus Pidana Harus Disidang

MEDAN -Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa SH, MH mengatakan tidak semua kasus pidana harus sampai pada proses persidangan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kejahatan anak-anak atau remaja. Adapun kasus lainnya yakni seperti pencurian tiga buah kakao.

Namun Harifin mengakui kasus-kasus tersebut ada yang berlanjut ke proses hukum, sehingga muncul berbagai tanggapan bahwa penegak hukum tidak memandang rasa keadilan. Padahal ada manfaat jika kasus-kasus tersebut ditindaklanjut agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan tidak terjadi terus menerus.

Menurutnya, dalam hukum ada yang dikatakan restoratif juctice dimana semua penegak hukum bisa melihat kejahatan dengan jernih. “ Artinya suatu tindak pidana yang tidak terlalu menganggu kepentingan masyarakat luas, sebaiknya diselesaikan di luar pengadilan saja,” terang Hakim Agung ini.

Begitu juga dalam kasus tindak pidana korupsi. Tidak semua kasus layak dinaikan di persidangan. Umpanya hanya satu juta yang dikorupsi, apakah perlu sampai ke pengadilan? “Oleh karena itu, kita semua harus satu persepsi,” imbuhnya.

Menurut Harifin, kalau kasus tersebut sampai ke pengadilan mau tidak mau harus memutuskan perkara tersebut.

“Justru yang berkembang pada saat ini adalah bahwa pengadilan tidak memperhatikan rasa keadilan karena memutuskan anak di bawah umur seperti sandal jepit yang melibatkan pelakunya anak remaja,” ujarnya.

Maka dalam kasus ini, kata Harifin akan muncul pertanyaan apakah masyarakat menginginkan anak-anak yang melanggar hukum tidak perlu dihukum?“Inilah yang menjadi kendala dalam penegakan hukum,” katanya. (rud)

Diunggulkan di New Hampshire, Romney Didukung 42 Persen

Dua Debat Jadi Bukti Kualitas Capres Republik Kalahkan Obama 

PERSAINGAN calon presiden (capres) dari Partai Republik semakin ketat. Sebelum bertarung lagi dalam primary (pemilihan kedua di Negara Bagian) New Hampshire pada Selasa lusa (10/1), seluruh kandidat harus melewati dua kali babak debat. Hingga menjelang debat pertama kemarin (7/1), survei masih menempatkan mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, 64, pada urutan pertama.

Debat pertama yang dijadwalkan pada Sabtu malam waktu setempat atau pagi ini WIB (8/ 1) bakal dihelat di kampus Saint Anselm College di Kota Goffstown, Negara Bagian New Hampshire. Menjelang debat pertama tersebut, NBC-Marist merilis hasil polling mereka dalam beberapa hari terakhir. Dalam survei itu, Romney masih unggul. Sesuai prediksi, di New Hampshire dukungan bagi putra mantan Gubernur Michigan mendiang George W. Romney, itu diperkirakan lebih dominan.

Jika dalam Kaukus Iowa pada 3 Januari lalu dia unggul delapan suara (24,6 persen) dari pesaing terdekatnya, Rick Santorum, 53, kali ini dukungan terhadap Romney lebih tinggi.

Politikus 64 tahun itu dilaporkan mengantongi 42 persen dukungan dari publik New Hampshire. Sedangkan Ron Paul, 76, menempati posisi kedua dengan dukungan 22 persen. Dalam Kaukus Iowa yang lalu, anggota parlemen (Kongres) asal Texas, itu berada di peringkat ketiga.

Sebaliknya, kali ini Rick Santorum berada di peringkat ketiga dengan dukungan 13 persen. Dalam pertarungan di Iowa pada Selasa lalu (3/1), mantan gubernur Pennsylvania itu berada di posisi kedua (24,5 persen).

“Saya siap menghadapi apapun yang akan diangkat para kandidat lainnya dalam debat.

Proses ini memang butuh kesabaran. Seperti sudah saya katakan, politik bukanlah karung kacang,” tegas Romney dalam wawancara dengan Bloomberg TV menjelang debat. Dia mengaku sudah sangat siap menghadapi debat.

Debat merupakan peluang terbaik bagi Romney dan para pesaingnya untuk mengungkapkan program secara panjang lebar sebagai kandidat capres Republik. Juga, mengkritisi kelemahan program yang diusung lawan mereka (Presiden Barack Obama dari Demokrat). Biasanya, debat kandidat capres tersebut selalu sukses menyedot perhatian pemilih. Apalagi, debat terbuka itu disiarkan pada jam tayang utama stasiun-stasiun televisi di New Hampshire.

Setelah debat Sabtu malam, para kandidat akan kembali dipertemukan dalam putaran kedua pada Minggu pagi atau malam ini WIB (8/1). Santorum dan para pesaing Romney yang lain bakal memanfaatkan ajang debat tersebut untuk mencuri simpati para pemilih di New Hampshire. Santorum yang kalah tipis di Kaukus Iowa kabarnya bakal membalas kekalahannya dalam primary Selasa nanti.

“Hanya satu membuat Republik kalah, yakni bila kita kembali memberikan kesempatan kepada kandidat moderat yang tak pernah jelas memosisikan dirinya dalam berbagai kasus.

Setidaknya saya bukan orang yang begitu,” papar Santorum menyindir Romney. Dia juga menyebut dukungan John McCain terhadap Romney sebagai indikasi saingan utamanya itu adalah tokoh moderat. (dwi/jpnn)

Si Junkiee Bikin Candu Pemakainya

Kata ‘junkiee’ seringkali diartikan sebagai seseorang yang kecanduan terhadap sesuatu. Tapi yang kami maksud kali ini adalah alas kaki (sepatu) bernama Junkie Shoes.

NAH, mengawali tahun 2012 ini, koran ini coba mengintip trend fashion alas kaki yang sedang diminati, baik pria maupun wanita. Junkiee Shoes merupakan simple casual shoes collection.

Bentuknya memang sengaja dibuat mengikuti struktur kaki sehingga akan sangat pas dan nyaman ketika dipakai. Di balik namanya, terdapat harapan bahwa para pemakai sepatu Junkiee akan kecanduan dengan model stylish dan kenyamanan yang ditawarkan sepatu ini. Begitulah kirakira.

Sepatu teplek yang bentuknya seperti sepatu sepatu pemain kungfu ini hadir di kalangan anak muda dengan berbagai tawaran warna cerah dan natural yang tersedia. Bentuk sepatu yang mengikuti struktur kaki dipastikan akan membuat si pemakai nyaman.

Sepatu yang unisex ini (bisa dipakai untuk wanita atau pria) ini merupakan hasil karya dari remaja Indonesia.

Walaupun model yang ditawarkan selayaknya model sepatu kungfu yang sedang trend di Thailand dan Malaysia, tetapi ada jelas perbedaan. Perbedaan yang terletak dari tingkat kenyamanan pemakai. “Karena ini pada umumnya sepatu fashion, jadi tidak ada perbedaan yang mencolok, kecuali kualitas,” ujar sang pendesain sepatu Irmad Zaky Mubarak, warga Jakarta kepada wartawan koran ini saat berkunjung ke Sun Plaza Medan, Jumat (5/1), kemarin.

Sepatu yang sedang trend di kalangan anak muda ini, sangat digemari karena warna yang ditawarkan, dan tentu saja harga yang terjangkau untuk ukuran anak muda. Berbagai warna dihadirkan untuk menggoda minat remaja, baik warna merah, tosca, putih, hitam, pink, dan lainnya. “Warna cerah yang kita tawarkan karena sesuai dengan konsep anak muda yang memiliki jiwa ceria,” tambah Irmad.

Walau mengeluarkan sepatu dengan warna cerah, tetapi warna netral seperti hitam dan coklat tetap tersedia dalam sepatu ini. Keunikan sepatu ini, dapat menampilkan kesan santai dan elegan, sesuai dengan penampilan dari sang pemakai. Tergantung atasan atau pakaian yang digunakan oleh sipemakai sepatu.

Selain itu, karena tertutup pada bagian depan sepatu, bagi pemilik kaki yang sedikit agak lebar, bisa juga memakai dan menggunakan sepatu ini.

Bahkan kaki yang lebar dan besar juga dapat disembunyikan. “Hampir 3/4 bagian depan kaki akan tertutup, jadi bisa menyembunyikan kaki yang gemuk, besar atau lebar,” ungkap Irmad.

Keunikan lain, dengan kenyamanan atau kualitas yang bisa diacungi jempol, sepatu ini juga memiliki harga yang sangat kompetitif, bahkan bisa dikatakan terjangkau. Hanya Rp150 ribu harga yang ditawarkan sepatu fashion ini. Tetapi, untuk saat ini, sepatu ini hanya dapat ditawarkan secara online, karena untuk toko khusus yang menjual belum ada. “Kita jual masih secara online, belum ada toko di Medan tetapi di Bekasi ada,” ungkap Irmad. Ukuran yang ditawarkan juga bervariasi dan lengkap, mulai dari ukuran 35 hingga 43. Dan bisa pesan dengan ukuran special.

Sebagian pemakai sepatu dengan model ini, biasanya membelinya via online. Atau beli sepatu dengan model yang sama, tetapi beda keluaran. Pada umumnya, yang beredar di mall atau plaza di kota Medan merupakan sepatu keluaran dari Thailand, dengan harga yang ditawarkan tidak beda jauh dengan harga sepatu junkiee.

Pemilihan nama junkiee untuk sepatu ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta pemakai sepatu ini akan sepatu ini. “Junkie kan artinya pecandu, jadi dengan nama yang hampir mirip, kita harapkan pemakai kecanduan dengan sepatu ini,” tambah Irmad.

Pada umunya, anak muda kota Medan biasanya menggunakan sepatu ini dengan memadu madakan dengan pakaian santai, seperti kaos, dan celana pendek. Akan tetapi, sepatu tersebut juga bisa digunakan dan dipadu padankan dengan kemeja dan celana jeans. Selain itu, sepatu ini juga sangat cocok untuk digunakan oleh semua usia. (juli ramadhani rambe)

Dua Biksu Bakar Diri

BEIJING -Aksi biksu bakar diri di Tibet kembali terjadi. Kali ini para biksu memprotes ketatnya pengawasan praktik beragama oleh pemerintah Cina. Seperti dikutip dari situs Guardian, Sabtu (7/1), dua biksu membakar dirinya di dekat Biara Kirti di Aba, Provinsi Sichuan.
Menurut saksi mata, yang dikabarkan oleh kelompok aktivis Tibet di London, Free Tibet, aksi pembakaran diri dilakukan pada Jumat (6/1) kemarin. Awalnya para pengunjuk rasa berbaring meminta pemimpin spiritual Dalai Lama dikembalikan dari pengasingan ke Tibet. Namun tak berapa lama mereka membakar dirinya.

Kobaran api pun segera dipadamkan oleh para tentara dan kedua biksu tersebut dibawa pergi. Masih menurut kelompok tersebut, biksu kedua yang membakar dirinya dikabarkan tewas dan jasadnya diurus oleh pejabat berwenang.

Sayangnya kabar tersebut belum bisa diverifikasi oleh pemerintah setempat. Seperti diketahui, sebanyak 14 biksu dan biksuni sudah melakukan aksi bakar diri dalam setahun terakhir.

Dari jumlah itu setidaknya enam orang meninggal. Direktur Free Tibet, Brigden Stephanie pun meminta meminta dunia internasional untuk lebih peduli dengan hal ini.

“Apa yang kita saksikan saat ini di Tibet adalah penolakan berkelanjutan dari pendudukan Cina. Ini adalah kejadian berat di mana 14 orang Tibet kini memilih untuk menyalakan api dan membakar diri sementara masyarakat internasional gagal menanggapinya “ujar Stephanie.(net/jpnn)