31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14118

Antonio Nocerino Ingin Bermain di Euro

Gelandang AC Milan, Antonio Nocerino mengungkapkan dua ambisi pribadinya sepanjang tahun 2012 ini, baik bersama klub maupun tim nasional.
Nocerino didatangkan dari Palermo di hari terakhir bursa transfer musim panas kemarin (25/1), dan segera menjadi salah satu figur kunci dalam skuad pelatih Massimiliano Allegri musim ini.

“Saya ingin memenangi scudetto bersama Milan dan kemudian bermain di Euro 2012 bersama Italia,” tuturnya.
“Hingga detik ini, saya selalu dipanggil oleh pelatih Cesare Prandelli, jadi semoga saya mendapatkan tempat di Piala Eropa. Jika tidak maka itu rasanya sama seperti berkunjung ke kota Roma dan tak menemui Yang Mulia Sri Paus,” ungkapnya.

Nocerino juga menegaskan jika ambisi mereka mempertahankan gelar juara Serie A yang mereka raih musim lalu, sama besarnya dengan tim yang kini menjadi rival mereka di papan atas, Juventus.

“Tak benar jika Juve lebih lapar dari kami. Saya pun sama, seperti semua rekan setim saya yang sudah memenangi semuanya, namun mencoba memberikan yang terbaik di setiap laga,” imbuhnya.

“Saya tak tahu apakah saya memiliki kualitas yang dibutuhkan Milan, tapi saya tak pernah puas dan tak akan besar kepala. Saya berharap bisa tampil setidaknya senilai satu persen saja dari kualitas yang ditunjukkan para jawara yang bermain bersama saya,” pungkasnya. (net/jpnn)

Betor Tutup Akses ke Titi Gantung

081361376xxx

Selamat siang Sumut Pos, keluhan saya ini mohon diperhatikan dan dilaksanakan yaitu mengenai semakin liarnya betor-betor yang parkir di stasiun KA Medan. Mereka sudah tidak lagi memikirkan kepentingan orang lain dengan hampir menutup akses ke Titi Gantung. Dahulu jalur untuk naik dan turun teratur tapi sekarang harus saling menunggu karena tertutup sesaknya betor. Bahkan sampai menimbulkan keributan dengan pemilik betor. Sekian dan terima kasih buat Sumut Pos.

Tanggung Jawab Semua Pihak

Terima kasih atas solusi dan saran yang membangun ini. Tentunya Pemko Medan sangat menghargai perhatian dari masyarakat demi terwujudnya pembangunan yang salah satunya mengatasi masalah kemacetan lalu lintas. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Medan. Begitu pun, peran serta dan kesadaran berlalu lintas dari masyarakat sekalian akan sangat membantu karena masalah kemacetan lalu lintas ini merupakan tanggungjawab berbagai pihak.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Pemko Harus Evaluasi Kadishub

Masalah perhubungan, terutama lalu lintas merupakan masalah keindahan kota. Kalau tidak diatur, maka akan membuat wajah Kota Medan menjadi buruk. Memang kita ketahui, sampai sejauh ini belum ada realisasi nyata yang dilakukan khususnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan dalam membenahi keberadaan becak bermotor (betor) sebagai salah satu unsur pengguna jalan raya. Padahal DPRD Kota Medan sudah pernah memberi masukkan, tapi nyatanya kritikan dan masukkan itu tidak dilakukan. Pada akhirnya, terkesan Kepala Dinas Perhubungan Medan ini tidak peduli dengan anggota dewan.

Dengan sikap yang ditunjukkan Kepala Dinas Perhubungan Medan tersebut, baik belum adanya program dan upaya perbaikan dalam bidang perhubungan, maupun terkesan mengacuhkan masukkan anggota dewan, saya pikir, Wali Kota Medan tidak usah berpikir panjang lagi untuk mengevaluasi kepala dinas ini. Bila perlu, ganti dengan orang lain. Tempatkan orang yang tepat atau orang yang lebih pantas, agar persoalan lalu lintas yang kita alami ini bisa teratasi.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

Akta Lahir Ancam Masa Depan Anak Saya

085362122xxx

Pak Gubsu dan Pak Wali Kota Medan saya bertanya gimana selanjutnya masa depan anak saya nanti. Gara-gara urus akta di Disduk kota Medan saya jadi dipecat dari pekerjaan saya. Masak urus akta saja kedua orangtua wajib ikut sidang segala. Kenapa urus akta di Deli Serdang jauh lebih gampang ketimbang di Kota Medan? Padahal masih satu provinsi dan satu negara. Lebih baik dulu saya urus akta tembak di Deli Serdang daripada ikut prosedur namun akhirnya sengsara. Padahal saya urus akta anak saya untuk syarat daftar sekolah karena tak ada akta tak boleh daftar sekolah. Namun sekarang jadi tambah parah jangankan untuk biaya sekolah buat makan tiap haripun sekarang jadi sulit. Tolonglah Pak permudah urusan akta lahir? Jangan tambah lama tambah parah Pak. Sumut Pos semoga tetap punya keberanian menerbitkan setiap keluhan rakyat tertindas, Sumut Pos jaya.

Sulit Urus Akta Lahir di Kota Medan

083198807xxx
Pak wali kota kenapa ya urus akta lahir di Kota Medan tak semudah jika kami urus di Deli Serdang? Apa sih bedanya? Masa iya kami harus urus akta anak kami di Pemkab Deli Serdang?

Segera Urus Akta Lahir Sebelum Anak Berusia 1 Tahun

Perlu untuk diketahui, mengurus akte kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tidak lah sulit, bahkan tidak pernah sulit. Silahkan lapor kepada saya bila ada petugas yang mempersulit masyarakat untuk mengurus akta kelahiran agar dapat saya tindak. Hal itu sesuai instruksi Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Pengadilan Negeri Kota Medan.

Namun, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006, kelahiran yang lebih dari satu tahun harus melalui ketetapan pengadilan dan itu tidak lagi wewenang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ketetapan pengadilan tadi yang menjadi dasar untuk penerbitan akta lahir. Untuk itu kami harapkan warga masyarakat Kota Medan segera mengurus akta lahir sebelum anak berusia satu tahun. Terima kasih.

Drs Darussalam Pohan MAP
Kadis Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Laporan Rakyat Kecil Selalu Dikesampingkan

085361311xxx

Pak Kapoldasu di tempat, saya adalah warga yang tak aktif memperjuangkan keadilan rakyat. Kenapa ya di antara kasus laporan tindakan penganiayaan yang kami laporkan di beberapa Polsek jajaran Poldasu, kami lihat penanganannya lambat dan terkesan tak serius. Pelaku penganiayaan dibiarkan bekeliaran bahkan tak pernah dilakukan pemanggilan hingga sampai berjalan lebih dari 3 bulan dari saat melapor. Apalagi jika yang melakukan penganiayaan adalah orang yang banyak uang. Biasanya laporan pengaduan akan dipeti-es-kan, dibiarkan begitu saja. Bukankah polisi sekarang dalam upaya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat? Namun kenapa laporan dari rakyat kecil selalu dikesampingkan? Sumut Pos harap muat kiriman ini ya! Semoga Sumut Pos juga bisa terus jadi penyambung lidah rakyat.

Polisi adalah Pelayan Masyarakat

Sesuai pasal 13 Undang Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang kepolisian, tugas Polri adalah memelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut, mengacu pada pe-  raturan dan prosedur yang ada. Untuk itu, hendaknya laporan yang disampaikan adalah fakta dengan data yang terpercaya. Hal itu juga diperlukan dalam meningkatkan kinerja kepolisian sebagai pe-layan masyarakat. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

Sulit Urus Akta Lahir di Kota Medan

083198807xxx
Pak wali kota kenapa ya urus akta lahir di Kota Medan tak semudah jika kami urus di Deli Serdang? Apa sih bedanya? Masa iya kami harus urus akta anak kami di Pemkab Deli Serdang?

Segera Urus Akta Lahir Sebelum Anak Berusia 1 Tahun

Perlu untuk diketahui, mengurus akte kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tidak lah sulit, bahkan tidak pernah sulit. Silahkan lapor kepada saya bila ada petugas yang mempersulit masyarakat untuk mengurus akta kelahiran agar dapat saya tindak. Hal itu sesuai instruksi Wali Kota Medan Bapak Drs H Rahudman Harahap MM kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Pengadilan Negeri Kota Medan.

Namun, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006, kelahiran yang lebih dari satu tahun harus melalui ketetapan pengadilan dan itu tidak lagi wewenang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ketetapan pengadilan tadi yang menjadi dasar untuk penerbitan akta lahir. Untuk itu kami harapkan warga masyarakat Kota Medan segera mengurus akta lahir sebelum anak berusia satu tahun. Terima kasih.

Drs Darussalam Pohan MAP
Kadis Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Rumah Rp88 Juta ke Bawah Bebas Pajak

JAKARTA-Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengupayakan agar harga rumah bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dinaikkan dari Rp70 juta per unit menjadi maksimal Rp88 juta per unit.

Hal ini juga sebagai solusi terkait kewajiban batas minimal ukuran rumah 36 m2 agar masyarakat berpenghasilan rendah masih bisa berpeluang memiliki rumah. “Kita sedang upayakan, sekarang lagi proses di Menteri Keuangan. Upaya untuk menaikan harga itu salah satunya meminta Menkeu membebaskan PPN (pajak pertambahan nilai). Jika PPN nol, maka harga rumah bisa Rp 88 juta per unit dari sebelumnya Rp 70 juta per unit,” ujar Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera, Pangihutan Marpaung, Rabu (25/1).

Kementerian Keuangan juga bisa memberikan dana PSU (prasarana, sarana, dan utilitas) ke pengembang perumahan yang nilainya sekitar Rp 6,5 juta per unit. Selain itu pemerintah daerah bisa membantu kemudahan kementeriannya dan pengembang, dalam menyelesaikan berbagai izin. “Jika Pemerintah Daerah menghilangkan biaya perizinannya, maka produksi rumah bisa hanya Rp80 juta dan pengembang bisa makin tertarik.

Apalagi ada dana dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp288 miliar untuk sambungan daya listrik bagi rumah sederhana,” ungkapnya.

Namun menurut Pangihutan, bantuan dana sambungan daya listik tadi bisa diberikan selama pengembang dapat menentukan lokasinya di tahun 2012. “Dana bantuan sambungan daya listrik bisa diberikan selama pengembang bisa menentukan lokasinya dimana saja di tahun ini,” tandas-nya. (net/jpnn)

Bersinar Diantara Pesulap Pria

Vivi – eL Bugiardo

MEDAN- Houdini, sang legenda sulap, memang telah tiada dan hidupnya berakhir akibat aksinya. Namun, penerusnya kini banyak bermunculan baik di negara asalnya, Amerika Serikat, maupun di Indonesia.

Kata  sulap  kini semakin familiar di telinga, terutama setelah adanya  acara The Master di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Dari situ, masyarakat kemudian mengenal nama Limbad, Joe Sandy, Demian, Rizuki dan lainnya.

Di dunia sulap ini, pelakunya pun tak lagi didominasi  oleh kaum lelaki, akan tetapi banyak juga perempuan yang turut menekuninya, dengan menjadikan sulap sebagai hobi, kemudian berlanjut sebagai profesi. Salah satunya pesulap muda berbakat dari Medan Vivi.

Di usianya yang tergolong muda, perempuan kelahiran Medan 20 tahun silam ini mampu membuat penonton terkesima dengan kelihaiannya memainkan trik-trik sulap. “Tadinya sih saya kenal sulap sejak tamat sekolah, persis dua tahun lalu. Berawal dari lihat-lihat teman yang kebetulan dia itu magician juga,”  urai Vivi saat ditemui Sumut Pos di kediamannya, Selasa (24/1).

“Teman saya itu show up sulapnya ke saya. Trus saya langsung tertarik, kemudian jadi serius pingin belajar sulap gitu,” tambah Vivi.
Pesulap muda alumni SMA Budisatya ini pun akhirnya bergabung dengan komunitas sulap yang dapat mengajarinya mengenal sulap hingga ia berharap dapat menekuni sulap secara total.

Menurut Vivi, jenis sulap yang biasa ia mainkan adalah Klassic. Sulap Klasik merupakan jenis sulap dimana pesulap mengandalkan kecepatan tangan dan skill yang tinggi dalam penampilannya. Banyak dari mereka yang menggunakan sleight of hand dan manipulasi.
“Kalau lagi ada show untuk tampil, biasanya saya menggunakan kartu atau payung,” ujar Vivi.

Kelihatan sederhana memang. Tapi tidak sesederhana ketika mempraktekkannya. Karena sulap dengan kartu ini, gerakan tangan harus cepat bagaimana memutar, menghilangkan dan mempermainkan kartu. Jika terjadi kesalahan, akibat fatalnya adalah kita gak bakal dipercaya lagi mengikuti pertunjukan. “Makanya saya masih sering belajar dan mengulang trik-trik sulap saya di rumah,” ucap Vivi panjang lebar menjelaskan tipikal sulap klasik.

Anak dari alm arhum Abdi Daniel dan  T. Olfariani ini juga sudah sering tampil di berbagai even di Kota Medan. Seperti saat event launching product komputer, promo product kosmetik, dan yang terakhir Vivi beratraksi di acara Old & New di JW Marriott Hotel Medan. “Gak pilih-pilih event sih. Terserah even apa aja. Pokoknya selagi saya diminta untuk menampilkan sulap, its okey. Karena itu bidang saya,” ungkapnya.

Selama menjalani profesi plus hobi sulapnya, Vivi tak pernah menemui kendala baik dari keluarga maupun dari lingkungan pergaulan. Dukungan dan motivasi yang ia dapatkan dari orang-orang terdekat, membuatnya lebih semangat mempelajari dunia sulap.

“Karena dalam sulap, saya hanya bermain trik dan sedikit mencampurnya dengan ilusi (salah satu jenis sulap). Bukan untuk bermain-main dengan ilmu hitam yang biasanya lebih mengarah pada penipuan public,”tegasnya.

Semestinya memang, pesulap sejati tidak akan membiarkan orang lain berpikir terlalu jauh bahwa pesulap mempunyai kekuatan sihir. Untuk terus mengasah bakatnya, kini Vivi terdaftar di group eL BUGIARDO.

“Kalau misalnya ada even yang mau show up tentang sulap, bisa menghubungi manajer saya di nomor 087867666021  a/n Wan Ventuno  atau bisa kontact ke FB kami di  eL BUGIARDO (http://www.facebook.com/eLBugiardo),” sebutnya. (mag- 11)

Kebaya Spesial Desain di Prestige Butik

Menggunakan busana yang special desain tentunya akan memberi kesan prestisius bagi pemakainya. Menyadari kebutuhan pelanggan yang tidak ingin desain busana yang dikenakannya juga digunakan orang lain, Prestige by Inar House of Kebaya menghadirkan busana – busana  dengan desain special.  Terutama busana kebaya.

Hal ini merupakan trik jitu untuk meraih kepercayaan sekaligus memanjakan pelanggan.

Di moment perayaan Imlek,  butik yang sudah famous di kalangan para fashoinista ini, menghadirkan produk dengan desain spesial buat wanita yang merayakan Imlek. Bertempat di lantai 1 Sun Plaza, Prestige memamerkan desain-desain terkini dengan paduan warna dan style yang unik dan tetap menampilkan kesan elegant.

Pegawai Prestige, Wirda mengatakan, busana spesial desain ini sengaja dihadirkan untuk wanita berkelas. Busana Imlek di butik ini bukan saja mengedepankan warna merah, tetapi ada juga warna lainnya.

Karena sasaran pasarnya adalah para pembeli kelas atas, maka harganya pun disesuaikan untuk kantong pemakainya. Seperti busana aplikasi kain brokat  dipatok seharga Rp1.750.000.  ‘’Busana ini  the one and only di Prestige,”ujar Wirda.

Selain mengeluarkan disain busana bertema Imlek, Prestige juga menghadirkan aneka kebaya dan kaftan yang juga sangat pas dipakai saat perayaan. Jika  umumnya kaftan terfokus pada satu desain polos dengan bordir di dada dan  itupun hanya digunakan saat acara resmi keagamaan maupun acara formal, namun, kebaya dan kaftan menjadi ‘berbeda’ ketika jatuh di tangan para disigner di Prestige. Inar dari Prestige memodifikasi jaftan dengan model yang lebih berani. Jika biasanya kaftan dibuat dengan bahan polos, kaftan di Prestige dibuat dengan motif abstrak dan natural. Motif-motif ini, dipadu dengan kerah aplikasi brokat dan berpayet. “Tanpa menghilangkan ciri khas kaftan dengan model ‘kelelawarnya’, Inar  juga membuat hiasan dari aplikasi brokat dan payet yang berpusat pada bagian dada,” terang Wirda.   (mag-11)

April, Premium Rp6.500

Besok, Menteri ESDM Bahas dengan DPR

JAKARTA-Sinyal bakal naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi (premium), makin menguat. Berbagai opsi digadang, termasuk kenaikan bertahap. Per 1 April mendatang, harga premium bisa dipatok Rp6.500.

Setidaknya, pemerintah yang diwakili kementerian ESDM dijadwalkan melakukan rapat dengan Komisi VII DPR, Kamis (26/1), besok. Agendanya, membahas opsi terkait dengan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi. Selama ini, banyak opsi yang muncul sebagai usulan. Antara lain penerapan harga tengah premium dan kenaikan secara bertahap.

Dengan opsi kenaikan bertahap, harga premium bisa menjadi Rp6.500. Perhitungannya, harga ekonomis premium Rp8.200 per liter dikurangkan biaya alpha dan pajak yang ditanggung pemerintah. Biaya alpha adalah biaya distribusi ditambah margin.

Kenaikan menjadi Rp8.200 per liter dilakukan bertahap. Misalnya, 1 April mendatang Rp6.500, kemudian 1 April 2013 menjadi Rp7.200 per liter dan tahun berikutnya Rp8.200 per liter.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, apapun opsi yang akan diambil, strategi untuk mengurangi ke tergantungan terhadap BBM tetap harus dijalankan dengan mendorong penggunaan gas. “Jangan menunggu April. Sekarang saja mulai digerakkan untuk gunakan gas,” kata besan Presiden SBY di kompleks Istana Kepresidenan, kemarin (24/12).

Sebelumnya, Hatta Rajasa menilai, rencana pembahasan kembali Undang-undang APBN 2012 antara pemerintah dengan DPR sebagai langkah yang tepat. “Saya kira sudah benar jika Komisi VII DPR ingin membahas itu kembali,” kata.

Pembahasan tersebut untuk mendapatkan opsi lain terkait dengan kebijakan pembatasan dan pengaturan BBM bersubdisi yang rencananya akan berlaku per 1 April nanti. Seperti diketahui, UU APBN 2012 tidak memberikan ruang untuk diberlakukannya opsi kenaikan harga BBM. Sehingga, opsi yang tersedia adalah menggunakan pertamax atau beralih ke bahan bakar gas (BBG) seperti yang tengah disiapkan pemerintah.
Hatta berpendapat, dua opsi yang tersedia itu dirasa tidak cukup. “Kalau menurut saya, kalau tidak ada opsi (lain), masyarakat kita menggunakan pertamax atau menggunakan gas. Itu tidak pas juga,” katanya. Namun hal itu juga tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. “Maka harus dilakukan bertahap pula,” sambungnya. (fal/nw/jpnn)

Nonton TV Baterai, Ngecas HP Rp1.000

Puluhan Tahun, 25 KK  di Tanjung Beringin Sergai tanpa Listrik

Warga Sumatera Utara pada umumnya akan menikmati laga El Clasico antara FC Barcelona melawan Real Madrid dengan gampang. Namun, tidak dengan warga Dusun V Penggatalan, Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai (Sergai). Pasalnya, hingga kini aliran listrik belum juga masuk ke kawasan mereka.

Darmawan, Sergai

Meski begitu, bukan berarti gocekan maut Lionel Messi dan atraksi yahud Cristiano Ronaldo tidak bisa mereka nikmati. Tetap saja laga kedua di even Copa del Rey itu bisa mereka tonton, tapi dengan menggunakan tenaga baterai. Maksudnya, televisi di rumah-rumah mereka harus memakai tenaga baterai agar menyala, tidak seperti warga Sumut pada umumnya yang sudah manja dengan listrik.

“Untuk menonton TV kami harus menggunakan tenaga baterai yang mampu bertahan tiga hari saja. Setelah habis baterainya, harus diisi kembali dengan biaya Rp8 ribu,” jelas Kaeran (65), warga setempat.

Karean pun menambakan, sejak 1986 lalu ketika program listrik masuk desa bergulir, dusun itu belum juga menikmati aliran listrik hingga saat ini. Tak pelak, ketika matahari terbenam, warga hanya menggunakan lampu teplok dengan minyak tanah. “Kami warga dusun ini sangat berharap agar Pemerintah Sergai mendengarkan keluhan kami,” harap Kaeran.

Harapan Kaeran tentunya menjadi harapan 24 KK lainnya. Bagaimana tidak, selain terbatas untuk menikmati tayangan televisi, benda-benda bertenaga listrik lainnya juga tersendat penggunaannya. Misalnya, handphone (HP) yang sudah digunakan oleh warga dusun tersebut. Bukan masalah jaringan, tapi masalah baterai HP. Mau bagaimana mereka ngecasnya? Beruntung, soal ngecas bisa diatasi. Namun, tetap saja membutuhkan biaya lebih. “Untuk mengecas baterai HP saja kita harus bayar seribu,” keluh warga lainnya, Sukirman (45).

Tetangga Kaeran ini mengungkapkan kalau usaha mereka untuk mendapatkan listrik sudah banyak. Selain itu, mereka juga sudah bolak-balik mendapat janji. Baik itu saat Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada.). Bahkan, mereka juga mendapat janji saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). “Kami justru hanya diberi harapan hingga sekarang belum juga bisa menikmati aliran listrik,” jelas Sukirman.

Kenyataan ini langsung dikonfirmasi ke Kecamatan Tanjung Beringin. Camat Tanjung Beringin Aminuddin jelas-jelas tak membantah. Dia membenarkan kalau 25 KK warganya di dusun tersebut memang belum mendapat fasilitas listrik. “Ya, benar. Tapi pihak kecamatan sudah mengusulkan kepada pihak terkait. Kita tunggu saja,” kata Aminuddin, Selasa (24/1).

Kembali bersabar adalah langkah yang harus diambil oleh warga Dusun V Penggatalan. Termasuk bersabar untuk bisa nyaman menonton televisi serta tanpa mengeluarkan biaya ekstra untuk ngecas HP. “”Kami sangat berharap agar Pemerintah Sergai mendengarkan keluhan kami,” harap Kaeran lagi. (*)