31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14120

Ibu Apriyani Sering Pingsan

JAKARTA- Pihak-pihak tidak bertanggung jawab mulai bermunculan paska ditetapkannya Apriyani Susanti sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Minggu (22/1) lalu. Beberapa orang mulai menawarkan jasa instan agar perempuan berusia 29 tahun itu agar bisa lolos dari hukum. Bayarannya, uang dalam jumlah berlimpah.

Tawaran itu masuk dalam sebuah sambungan telepon ke rumah Apriyani yang berada di Jalan Ganggeng Raya 148, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sadar kalau peristiwa maut yang menewaskan sembilan orang itu rawan untuk disalahgunakan, warga memilih untuk berjaga di depan rumah Apriyani.

Seorang warga yang akrab dipanggil Aco mengatakan, dirinya bersama tiga warga lain sengaja duduk di depan rumah Apriyani. Kebetulan, rumah mereka berada tepat di depan rumah milik perempuan yang bekerja di sebuah production house (PH) perfilman itu. “Sudah ada yang meminta uang lewat telepon. Kami khawatir ada yang aneh-aneh lagi,” ujarnya.

Pemilik nama asli Winson itu menambahkan, penjagaan yang dimaksud juga tidak seseram yang dibayangkan. Beberapa warga duduk-duduk sambil memfalitasi wartawan yang ingin mendapatkan informasi dari empunya rumah. Warga diminta untuk menolak wartawan yang ingin bertatap muka dengan keluarga.

“Bukannya apa-apa, keluarga bilang baru mau ketemu besok (hari ini, Red),” imbuhnya. Saat ini, Yurnelly (ibu Apriyani), menurut Aco, belum siap bertemu banyak orang. Kondisi psikologis perempuan 51 tahun itu disebutnya masih labil dan gampang pingsan. “Kalau mau dapat info lebih banyak, ke Pak RT saja,” terangnya.

Meski sedang “berjaga”, dia mengaku apa yang dilakukan warga tidak lebih dari solidaritas saja. Musibah tersebut bagi warga sekitar memang terasa sangat berat bagi keluarga Apriyani. Apalagi, sudah tidak ada lagi sosok bapak dirumah itu. Ayah Apriani meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu.
Itulah mengapa, Aco mengatakan kalau beban yang ditanggung Yurnelly saat ini sangat berat. Dia harus bisa bertahan tanpa dampingan suami. (dim/nw/jpnn)

Fokus Membangun Ekonomi Kerakyatan

Segenap Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Pujakesuma Sumut resmi dilantik oleh Ketua Umum (Ketum) Pujakesuma Sumut Komjen Pol Drs Oegroseno SH, bersamaan dengan dilantiknya Pengurus Wilayah (PW) Pujakesuma Sumut dan Pengurus Wilayah (PW) Wanita Pujakesuma Sumut di Aula Madinatul Hujjaz, Asrama Haji Medan, Minggu (22/1) lalu.

Tidak ada kata bermalas-malasan bagi segenap Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Pujakesuma Sumut. Program serta rancangan agenda, sudah mulai dipersiapkan demi menunjukkan eksistensi dan jati diri sebagai Pemuda Pujakesuma yang berdedikasi, produktif, profesional serta mandiri.
Apa yang dilakukan nantinya, berlandaskan satu tujuan mulia yakni, mengembangkan dan membesarkan organisasi Pujakesuma hingga ke level nasional, dan bahkan internasional dengan berlandaskan visi Pujakesuma yakni, rukun, raket, regeng dan rumekso.

Ketua PW Pemuda Pujakesuma, Danu Prayitno Siyo SE MM menyatakan, program ke depan yang akan dilakukan PW Pemuda Pujakesuma Sumut adalah melakukan inventarisasi keanggotaan dan KTA-nisasi seluruh Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Daerah serta segenap kader Pujakesuma, agar terdata dengan pasti.

Selanjutnya, sambung Danu, ke depan PW Pemuda Pujakesuma Sumut juga akan merangkul dan bergandengan tangan dengan organisasi kepemudaan lainnya, serta aparat pemerintah, TNI/Polri untuk bersama-sama membangun pemuda yang produktif di Sumut.

Selain itu, Danu mengimbau, kepada seluruh kader dan pengurus PW Pemuda Pujakesuma Sumut dan daerah, agar dapat menjaga kekompakan guna bersama-sama membesarkan dan mengembangkan organisasi.

“Skala prioritas PW Pujakesuma adalah melakukan inventarisasi data keanggotaan. Sebagai sebuah organisasi, pastinya kita tidak mungkin berdiri sendiri. Artinya, harus ada sinergitas atau komunikasi dengan cara bergandengan tangan dengan organisasi kepemudaan lainnya. Tujuannya adalah untuk sama-sama membangun pemuda yang lebih baik di Sumut. Khusus bagi kader dan pengurus PW Pemuda Pujakesuma, agar selalu menjaga kekompakan. Karena dengan kekompakan, maka kita akan mampu mengembangkan serta membesarkan organisasi yang diamanatkan ini,” ungkap Danu.
Sementara itu, Sekretaris PW Pemuda Pujakesuma Bobby Octavianus Zulkarnaen SE menambahkan, ke depan, Pujakesuma Sumut diharapkan menjadi pioner pengembangan ekonomi kerakyatan dengan jalan wirausaha, dalam rangka meningkatkan kehidupan sosial para pemuda, khususnya kader Pemuda Pujakesuma Sumut.

Tidak sampai di situ saja, menurut Bobby, program yang tak kalah pentingnya dalam agenda PW Pemuda Pujakesuma Sumut ke depan adalah memprogramkan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sebagai wujud menyatukan visi dan misi dalam membangun kepemudaan di Sumut.
“Pemuda adalah ujung tombak pembangunan, begitu pula dengan Pemuda Pujakesuma. Dalam hal ini, Pemuda Pujakesuma akan berupaya mengembangkan ekonomi kerakyatan. Dan agenda yang tak kalah pentingnya, merencanakan pelaksanaan Rakerda sebagai wujud penyatuan visi dan misi. Dan patut digarisbawahi, PW Pemuda Pujakesuma selalu membuka diri untuk konsultasi, kritik maupun masukan sebagai motivator untuk mendewasakan pola pikir pemuda, supaya dapat menjadi pemuda yang profesional dan mandiri,” tuturnya.

Bendahara PW Pemuda Pujakesuma Sumut, Bambang Heru W, SE menegaskan, salah satu fokus untuk membangun dan mengembangkan ekonomi kerakyatan, PW Pemuda Pujakesuma akan secara simultan membuat kegiatan seperti, seminar-seminar serta pelatihan yang diperuntukkan bagi para kader dan pemuda Pujakesuma Sumut dan daerah lainnya.

“Sesuai dengan amanah yang disampaikan Ketua Umum Pujakesuma Pusat, Bapak Komjen Pol Oegroseno, agar Pujakesuma menjadi wadah untuk membentuk dan menempah diri menjadi pemuda yang produktif, profesional dan mandiri,” tuturnya.(ari)

Kompor Meledak, Sekeluarga Luka Bakar

SERGAI- Ledakan kompor minyak tanah mengakibatkan satu keluarga menderita luka bakar dan menghanguskan satu unit kios di Dusun V, Kampung Tempel, Desa Penggalangan, Kecamatan  Sei Bamban, Sergai, Senin (23/1) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban ledakan kompor minyak yaitu, M Yunus (35), Nurhayati (32) dan kakak beradik Intan Fajar Habilah (9) serta  Alif Imam Ramdani (4). Ke empatnya mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan harus mendapat perawatan di RSU Melati, Kampung Pon.

M Yunus ketika di sambangi Sumut Pos, Selasa (24/1), di RSU Melati Kampung Pon mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, mereka sekeluarga sedang menikmati makan malam. Tiba-tiba kompor minyak di dapur rumah meledak hingga menghanguskan seluruh isi kios sekaligus rumah dan korban.
Warga yang  membantu memadamkan api dengan wadah seadanya, tidak bisa berbuat banyak karena material kios yang mudah terbakar sehingga dalam waktu sekejab bangunan kios beserta isinya hangus terbakar. (mag-16)

Rindu Ibu, Terdakwa Kabur dari Sidang

TEBING TINGGI- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tebing Tinggi, Irwin Zaily SH bersama Muhammad Nuzuli SH serta Nasfi Firdaus SH, menjatuhkan hukuman kepada dua terdakwa kasus pencurian, yaitu Budi (24) warga Jalan Sei Bah Bolon, Kelurahan Durian, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi dan Sofian Lubis alias Fian, warga yang sama. Keduanya divonis masing-masing 1 tahun dan 1 tahun 7 bulan, Selasa (24/1) sore sekira pukul 16.00 WIB.
Putusan tersebut dibawah tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedi Syahputera SH yang mengganjar 1 tahun 3 bulan buat Budi. Namun, usai digelar persidangan, JPU Dedi Syahputera SH yang menggiring kedua terdakwa dikagetkan dengan kaburnya Budi dari ruang PN Tebing Tinggi setelah berhasil mengelabuhi petugas. Terdakwa kabur sejauh 200 meter, namun beruntung, petugas berhasil menangkap terdakwa setelah dikepung oleh sejumlah warga yang hadir di PN Tebing.

“Aku rindu mamak bang, apalagi nggak pernah melihat aku di sidang maupun di Lembaga Pemasyarakatan (LP), jadi aku nekad kabur ingin berjumpa dengan orangtua ku,” kata Budi setelah berhasil diringkus.

Ketua Pengadilan Tebing Tinggi Elyta Ras Ginting SH, yang saat kejadian berada di PN Tebing Tinggi mengharapkan penjagaan tahanan yang menunggu persidangan agar diperketat pihak Kejaksaan bersama kepolisian. “Ini sebagai pelajaran, ke depan penjagaan agar lebih diperketat lagi,” harap Elyta. (mag-3)

Bupati Karo Harus Bertanggung Jawab

Terkait Kasus Pungli di Pos Retribusi

KARO- Terkait aksi pungutan liar (pungli) di Pos Retribusi Pajak Hasil Bumi Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, yang dinilai melanggar UU No 28 Tahun 2009, terus menuai protes dari berbagai kalangan.

Setelah ditanggapi miris anggota DPRD Karo, kali ini tanggapan serupa kembali di lontarkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Karo Medi Juna Sembiring, saat ditemui di Berastagi, Selasa (24/1).

Dikatakannya, pihak kepolisian harus mengusut tuntas orang-orang yang terlibat dalam kasus pungutan liar tersebut. “Siapa saja orang dibalik pungutan liar itu, harus diusut tuntas, walaupun melibatkan pejabat di Pemkab Karo,” tegasnya.

Menurut Juna, Pemkab Karo seharusnya tidak mengelak dari aksi pungli di pos itu, karena petugas retribusi tertangkap tangan melakukan pungutan terhadap kendaraan bermuatan yang melintas saat dilakukan penggerebekan. “Mengapa Pemkab Karo masih coba  mengelak. Bagimana jadinya nanti Karo ini, jika demikian sistem birokrasinya,” kritik Medi.

Lebih lanjut, mantan aktivis yang kerap getol memperjuangkan suara rakyat ini mengatakan, dalam  kasus ini, Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, beserta jajarannya dianggap paling bertanggung jawab. “Karena merekalah pemimpin dan pimpinan di Pemkab Karo,” ucapnya.

Ditambahkan  Medi, secara kasat mata, aksi pungli di pos jalur Jalinsum Medan-Berstagi itu, selama ini dilihat jelas oleh masyarakat. “Jadi tidak ada gunanya untuk menyatakan bahwa itu tidak ada, apalagi meyudutkan petugas kepolisian, seolah-olah pihak kepolisian melakukan jebakan terhadap petugas retribusi. Apakah masuk diakal polisi melakukan jebakan, terlebih lagi ada anggota DPRD Karo di lokasi kejadian saat penggerebekan,” lanjutnya.
Terkait kejadian ini, Medi Juna berpendapat, pihak Pemkab Karo seakan menentang kinerja Polres Tanah Karo memberantas aksi pungli di daerah Karo dengan menganggap kepolisian menjebak petugas retribusi.

“Tentunya aksi pungli itu disetujui atasan mereka. Untuk itu, kita minta polisi agar tetap eksis, dan tidak melakukan tebang pilih dalam memproses kasus ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Pemkab Karo Jhonson Tarigan, ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, terkait klarifikasi dilakukan Pemkab Karo, atas perintah Bupati Karo.

Inti berita klarifikasi yang dibuat sesuai keterangan keterangan Kapos Retribusi Pajak Hasil Bumi Rasmi Bangun,  kepada  Bupati dan Wakil Bupati Karo di Kantor Bupati sehari sebelum dia menyerahkan diri ke polisi. (wan)

Kasus Suap Dicek Kejagung

JAKARTA – Kabar mengenai adanya dugaan suap sebesar Rp15 miliar dalam kasus bobolnya uang kas Pemkab Batubara Rp80 miliar, sudah sampai ke pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad nampak kaget saat dimintai konfirmasi koran ini terkait masalah ini. Hanya saja, dia belum mau memberikan keterangan, dengan alasan perlu mendapat penjelasan terlebih dahulu dari tim penyidik Kejagung yang menangani perkara Batubara itu.

Noor minta koran ini menulis data terkait dugaan suap tersebut lewat layanan pesan singkat (SMS), yang selanjutnya akan diteruskan ke tim yang menangani perkara ini. “Coba kirim datanya ke saya ya. Itu kejadian kapan?” tanya Noor kepada koran ini, kemarin.
Sayangnya, Noor mengaku belum berani memberikan klarifikasi karena baru mendengar kabar dari koran ini. “Saya baru dengar, belum bisa kasih komentar,” kilahnya. Hingga kemarin sore, belum ada keterangan susulan dari Noor.

Sebelumnya diberitakan koran ini, atas perintah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, pejabat di Dinas Pendapatan (Dispenda) menyerahkan Rp15 miliar kepada utusan oknum di Kejaksaan Agung (Kejagung), dengan tujuan sebagai suap atau sogokan untuk mengamankan kasus tersebut.  Hal itu dibeberkan seorang pria yang mengaku ikut mengantarkan uang kepada dua utusan Kejagung di Hotel Cambridge, Jalan S Parman Medan.
Pria yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada Metro, Senin (23/1) di Limapuluh mengaku, pernah ikut mengantar uang yang dikemas dalam empat kardus kepada utusan dari Kejagung pertengahan tahun 2011 lalu.(sam/jpnn)

Kasus Suap Dicek Kejagung

JAKARTA – Kabar mengenai adanya dugaan suap sebesar Rp15 miliar dalam kasus bobolnya uang kas Pemkab Batubara Rp80 miliar, sudah sampai ke pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Noor Rachmad nampak kaget saat dimintai konfirmasi koran ini terkait masalah ini. Hanya saja, dia belum mau memberikan keterangan, dengan alasan perlu mendapat penjelasan terlebih dahulu dari tim penyidik Kejagung yang menangani perkara Batubara itu.

Noor minta koran ini menulis data terkait dugaan suap tersebut lewat layanan pesan singkat (SMS), yang selanjutnya akan diteruskan ke tim yang menangani perkara ini. “Coba kirim datanya ke saya ya. Itu kejadian kapan?” tanya Noor kepada koran ini, kemarin.
Sayangnya, Noor mengaku belum berani memberikan klarifikasi karena baru mendengar kabar dari koran ini. “Saya baru dengar, belum bisa kasih komentar,” kilahnya. Hingga kemarin sore, belum ada keterangan susulan dari Noor.

Sebelumnya diberitakan koran ini, atas perintah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, pejabat di Dinas Pendapatan (Dispenda) menyerahkan Rp15 miliar kepada utusan oknum di Kejaksaan Agung (Kejagung), dengan tujuan sebagai suap atau sogokan untuk mengamankan kasus tersebut.  Hal itu dibeberkan seorang pria yang mengaku ikut mengantarkan uang kepada dua utusan Kejagung di Hotel Cambridge, Jalan S Parman Medan.
Pria yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada Metro, Senin (23/1) di Limapuluh mengaku, pernah ikut mengantar uang yang dikemas dalam empat kardus kepada utusan dari Kejagung pertengahan tahun 2011 lalu.(sam/jpnn)

Ganja Beredar Di Lapas

TEBING TINGGI- Pihak pengawas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Kota Tebing Tinggi berhasil menemukan narkotika jenis ganja seberat 11,22 gram atau 13 amplop di tempat sampah di depan kamar tahanan nomor 35, Senin (23/1) malam.

Keterangan diperoleh menyebutkan, saat itu petugas jaga LP melakukan razia dan menemukan 13 amplop ganja di ruang kamar tahanan. Namun penemuan barang haram tersebut, tidak disertai penangkapan pemilik ganja, karena di ruang tahanan tersebut, terdapat 59 orang narapidana.
“Kita sudah periksa tahanan, tetapi tidak berhasil menemukan siapa pemilik ganja tersebut,” kata Iwan Kurniawan, penjaga LP yang menemukan ganja, Selasa (24/1) siang.

Sementara itu, Kalapas Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Sukardi Sianturi, ketika ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya mengatakan, selama ini mendengar banyak narkotika jenis sabu-sabu dan ganja marak beredar di Lembaga Pemasyarakatan, untuk itu pihaknya melakukan razia di kamar-kamar tahanan. “Kemungkinan masuknya barang haram tersebut melalui pengunjung, lewat binatang, dan telepon seluler, tanpa terditeksi pegawai lapas,” jelas Sukardi.
Untuk penemuan 13 amp ganja tersebut, pihak lapas mulai melakukan penjagaan dengan memperketat semua pengunjung yang masuk ke dalam Lapas. Semua barang bawaan pengunjung juga diperiksa secara teliti dan untuk barang elektronik seperti telepon seluler milik pengunjung  disimpan di dalam loker Lapas untuk menghidari kontak langsung dengan para tahanan. “Untuk 59 orang warga binaan itu masih kita periksa dan kita juga memeriksa air seni para tahanan, apabila mengandung narkotika,akan diserahkan kepihak kepolisian,” ujar Sukardi.

Kalapas juga akan merazia kembali ruang tahanan dan para napi, karena diduga masih banyak para warga binaan menggunakan telepon seluler saat bertransaksi narkoba dengan dengan pihak luar. Untuk para penjaga dan pegawai lapas, apabila ditemukan terlibat bermain dengan narkotika, pihaknya memecat dan memproses secara hukum.

Kasubag Humas Polres Tebing Tinggi AKP Ngemat Surbakti menjelaskan, penemuan ganja seberat 11,22 gram di LP Kelas II B Kota Tebing Tinggi itu, atas laporan pihak Lapas sendiri. (mag-3)

Waria Tewas Digorok

BRANDAN- Sahrum Lubis (28), seorang waria sekaligus pemilik salon rias pengantin di Lingkungan Karya Bukit I, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok, Selasa (24/1) sore.

Menurut Ardian Lubis (70), ayah kandung korban mengatakan, diketahuinya korban meninggal dunia, setelah seorang ibu mendatangi kediaman korban dengan maksud untuk memakai busana pengantin korban. Namun, karena berulangkali digedur-gedur tidak kunjung dibuka, Ardian Lubis langsung mendobrak pintu belakang rumah. Begitu pintu terbuka, dia melihat anak kandungnya telah tewas bersimbah darah dengan kondisi telentang di dalam kamar korban.

Tanpa buang waktu, ayah korban bersama seorang wanita yang hendak memakai gaun pengantin korban melaporkan kasus ini ke polisi lalu lintas (Polantas) Bukit 1 Pangkalan Brandan. Karena jarak rumah korban ke Poslantas hanya 100 meter.

Kaposlantas Bukit I Aiptu Risman Tambunan mengatakan, sekira pukul 17:00 WIB, orangtua korban, Ardian Lubis datang ke kantor dan melaporkan bahwa anak kandungnya telah tewas bersimbah darah di dalam kamarnya.

Oleh Risman Tambunan, setelah mendapat informasi dari keluarga korban, langsung melaporkan kasus ini ke Kapolsek Pangkalan Brandan AKP HMKosim S. Kapolsek Pangkalan Brandan AKP H Kosim S ketika dikonfirmasi di lokasi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyidikan terkait tewasnya Sahrum Lubis.(jok/smg)

Website Rahudman Harahap Diluncurkan, Sebagai Ruang Aspirasi Masyarakat Medan

Seluruh warga Medan sudah dapat mengakses Website Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, dengan mengklik www.rahudmanharahap.com. Lewat dunia maya ini, warga dapat melihat dan mengetahui lebih dekat sosok orang nomor satu di Pemko Medan ini, termasuk segala aktivitas yang dilakukannya dalam menjalankan roda pemerintahan di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Website ini resmi diluncurkan di Balai Kota Medan, Selasa (24/1) siang.

Peluncuran website Wali Kota Medan ini, dihadiri Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Medan, Asisten serta sejumlah pimpinan SKPD.

Pada kesempatan itu, Rahudman menyambut baik diluncurkannya website tersebut, di mana sebagai salah satu upaya untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara jelas apa saja yang telah dilakukan Wali Kota dalam rangka membangun kota Medan.

“Saya sangat menyambut baik dan menyatakan apresiasi atas diluncurkannya website ini. Semoga website ini dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang semua kegiatan yang kita (Pemko Medan) lakukan dalam rangka membangun Kota Medan,” kata Rahudman.

Dalam peluncuran website, ditandai dengan dikliknya www.rahudmanharahap.com. Dalam layar monitor langsung tersaji seluruh kegiatan yang telah dilakukan wali kota dalam bentuk berita maupun foto. Website ini juga bisa menyambung langsung dengan website Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, website Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan website Pemko Medan.

Peluncuran website www.rahudmanharahap.com digagas komunitas Ayo Sekolah sebagai hadiah ulang tahun Rahudman ke-53. Dengan begitu, akan membantu masyarakat mengenal lebih dekat sosok Wali Kota Medan. “Dalam website ini, terangkum seluruh info mengenai Wali Kota,” ujar Fitri dari Ayo Sekolah.

Di samping itu, lanjutnya, website ini juga dapat menerima pesan dari masyarakat baik mengenai masukan maupun kritikan terhadap jalannya roda pemerintahan maupun pembangunan yang sifatnya membangun. Karenanya, masyarakat dapat menyampaikan langsung  keluhannya melalui website ini.

“Selain menyampaikan keluhan, masyarakat juga akan mengetahui apa saja agenda kerja yang akan dilaksanakan Wali Kota. Pokoknya website ini akan memuat seluruh aktifitas Wali Kota dengan lengkap,” ungkapnya.(adl)

Sensus Sekolah

Selain memakai website www.AyoSekolah.com, Dinas Pendidikan Kota Medan juga akan melakukan sensus terhadap sekolah-sekolah yang ada, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan yang telah dicapai sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan M Rajab Lubis mengatakan, pihaknya terus berupaya agar kualitas pendidikan di daerah itu terus mengalami peningkatan, terutama mutu lulusan agar nantinya siap pakai.

Sebagai salah satu upaya yang dilakukan adalah mensensus sekolah, dengan tujuan akhirnya untuk mengetahui kekurangan sekolah untuk dicarikan solusinya. Dengan adanya sensus tersebut, selain melengkapi data yang ada tentang keberadaan sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) juga dapat mengetahui sekolah mana saja yang masih butuh perhatian pemerintah, sehingga dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Sensus yang akan dilakukan mencakup berbagai hal, terutama diselaraskan dengan delapan standar nasional pendidikan, yakni standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar proses, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan serta standar pengelolaan.

“Hasil dari sensus ini nantinya juga akan memudahkan kita dalam penyaluran bantuan dari pihak lainnya. Misalnya ada bantuan buku dari pihak lain, dengan adanya data itu kita akan tahu sekolah mana yang masih membutuhkannya, sehingga penyalurannya menjadi tepat sasaran,” katanya.
Menurut dia, sensus tersebut akan memiliki dampak yang cukup baik bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Medan di masa-masa yang akan datang. Selain akan mengetahui keadaan fisik, sarana dan prasarana.

Namun yang paling penting adalah dapat mengukur kinerja guru dan kepala sekolah mana yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik, apalagi terhadap guru-guru yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi.

“Dengan data itu, kita tahu mana guru yang memang benar-benar sudah menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik atau belum. Jadi, semua kinerja di sekolah dijalankan sesuai dengan sistem,” katanya.

Ia mengatakan, sensus tersebut kemungkinan mulai dilaksanakan awal Februari 2012 dengan menggunakan tenaga dari Disdik Medan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan menjalankan sensus tersebut dengan baik.

“Baik yang dimaksud adalah dapat melaksanakan pendataan dengan baik, kemudian melaporkannya dalam bentuk data tertulis yang baik pula,” katanya.(adl)

Pasang Video Conference di Setiap Dinas

Dalam mendukung transparansi pemerintah dan masyarakat khususnya di bidang pelayanan publik, Pemko Medan akan meluncurkan video conference di 9 titik. Video conference akan dilaunching awal Januari 2012. Demikian disamapikan Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Medan Ir H Zulkifli Sitepu.

Dijelaskannya, 9 titik video conference dipasang di Dinas Bina Marga Medan, Dishub Medan, Pertamanan Medan dan Dinas Kebersihan Medan. Video conference juga akan dipasang di ruang khusus Wali Kota Medan.

“Ini ide Pak Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM. Video confrence dipasang di 9 titik dengan anggaran P-APBD 2011 mencapai Rp1 miliar,” bebernya.

Menurut Zulkifli, video confrence dibuat tak lain agar kecepatan, ketepatan dan akurasi data informasi pelayanan publik bisa dilihat secara langsung dan tak perlu rapat-rapat lagi. Setiap instansi pemerintahan cukup menyaksikan langsung dari dinas yang dipasang video confrencenya.

“Semuanya ini sebagai tindaklanjut seiring diterimanya piala ICT (Information Communication Technology) Pura tahun 2011 dari Kementerian Kominfo RI di Surabaya, Senin (5/12) lalu. Dengan dibuatnya video conference menunjukkan jika Medan mampu dan siap bersaing dari segi ICT,” bebernya.
Masih kata Zulkifli, pihaknya akan membuat layanan internet dan WiFI gratis di 151 kelurahan dan 21 kecamatan, juga akan membenahi SDM yang ada di instansinya dan berharap Camat maupun Lurah membagi-bagikan stiker layanan internet dan WiFI gratis supaya warga bisa mengetahui keberadaannya.
“Layanan ini dibuat agar warga betul-betul mengetahui teknologi dan tidak gugup lagi mempergunakannya. Bahkan, jarak 100 meter dari layanan internet dan WiFI, bisa digunakan untuk mengakses internet. Rancangan ini juga ide Pak WAli,” terangnya.

“Layanan internet dan WiFi akan dibuat offline di atas jam 12 malam. Itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Jika memang ada internet dan jaringan WiFi rusak, agar pihak Kecamatan dan Kelurahan memberitahukan ke Dinas Kominfo Medan,” tambahnya.(adl)