27 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14152

Dua Hari Hilang, Ditemukan Jadi Mayat

BINJAI- Dua hari menghilang, jasad ibu tiga anak, Yusdiana (38) warga Jalan Sawo, Gang Becek, Kecamatan Binjai Barat ditemukan terapung di sungai yang berada di belakang rumahnya, Senin (12/12) sekitar pukul 10.00 WIB.
Jasad tersebut ditemukan tepatnya di Jalan Kedondong, Binjai Barat oleh seorang warga yang sedang mencari ikan. Setelah ada penemuan itu, suami Yusdiana, Sukardi langsung histeris karena sudah mencari selama dua hari tak kunjung ketemu.

Keluarga menyebutkan, Yusdiana selama ini memang memiliki penyakit ayan, sebelum ditemukan tenggelam di dalam sungai. Ibu satu suami dan tiga anak itu, Sabtu (10/12) masih terlihat di belakang rumahnya yang berdekatan dengan sungai. Warga menduga penyakit yang diduga Yusdiana kambuh dan masuk ke dalam sungai.
Orang tua tiri Yusdiana, Sangkot (52) menuturkan, sebelum hanyut di sungai, Yusdiana masih kelihatan mendekati sungai di belakang rumahnya sambil membawa ember, Sabtu (10/12) sekira pukul 18.00. Ketika itulah, Yusdiana tak kelihatan kembali ke rumah. “Kami sudah mencarinya, tapi kami cuma menemukan pakaian dan dompetnya di bantaran sungai,” katanya.

Hingga larut malam jasadnya tak ditemukan, pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Usaha keluarga dan warga tidak membuahkan hasil. Akhirnya pihak keluarga mendapat kabar, ada warga menemukan jasad Yusdiania di aliran sungai di Jalan Kedondong. (dan)

Kafe Manohara Dibobol Maling

TEBING TINGGI- Kafe Manohara milik Rosmaini (38) warga Jalan Tebing Tinggi-Kisaran Km 10, tepatnya di Dusun 10, Desa Binjai, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai, Senin (12/12) dini hari dibobol kawanan maling. Akibatnya kafe itu mengalami kerugian jutaan rupiah.

Demikian disampaikan Rosmaini ketika ditemui saat membuat laporan pengaduan di Mapolres Tebing Tinggi. Dia menyebutkan, kafe miliknya diketahui dibobol pada saat pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.

“Waktu saya lihat uang di dalam dompet dan ATM sudah tidak ada. Padahal, malamnya masih ada sebesar Rp700 ribu. Uang pekerja saya (Sinta, Desy dan Atik) juga diambil maling,”ucap Rosmaini alias Manohara.

Dia menuturkan, kejadian pencurian itu tidak diketahuinya, malam itu mereka berempat tidur di dalam kamar usai kafe ditutup. Diduga pelaku masuk melewati atas rumah, tetapi yang anehnya, pintu tidak terlihat rusak, begitu juga tanda-tanda bekas pencurian tidak kelihatan.

“Kami tidur nyenyak, kemungkinan pelaku menggunakan ilmu sirep untuk membuat kami tertidur. Uang kami ada sekitar Rp500 ribu juga hilang bersamaan dengan uang milik kak Manohara,” bilang satu pekerja kafe, Atik.
Kepolisian Mapolres Tebing Tinggi yang menerima laporan korban langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, kini petugas sedang meminta keterangan beberapa saksi. (mag-3)

Langkat Jadi Kabupaten Layak Anak

LANGKAT- Kabupaten Langkat dicanangkan sebagai satu Kabupaten Layak Anak (KLA) di Indonesia. Untuk itu, Langkat diharapkan mampu mengemban amanah dimaksud. Menandai pencanangan, sekaligus dikukuhkan 40 dokter remaja pelajar SMP dan 30 anak tergabung di Forum Anak Langkat Berseri.

Penegasan itu disampaikan Menteri Negara (Meneg) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Linda Amalia Sari Gumelar, sebelum memukul gong di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin (12/12).
“Kiranya Langkat mampu mengemban amanah menuju KLA,” kata Linda sekaligus sampaikan apresiasi dengan berbagai persiapan dilakukan Pemkab Langkat untuk tercapainya pencanangan.

Menurut dia, hal yang menjadi perhatian pelaksanaan pemberian akte kelahiran dan terkondisinya ruang pendidikan maupun mediasi bagi anak bermasalah agar terus dilakukan percepatannya. Karena anak merupakan bagian masa kini dan harapan masa depan, tentunya membutuhkan perhatian semua pihak, maka pencanangan menuju KLA merupakan sarana lebih memacu keseriusan semua pihak dan lintas instansi untuk memberikan perlindungan bagi anak, serta menjamin ketersediaan anak memperoleh haknya.

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu memaparkan terkait kepercayaan sebagai daerah menuju KLA, ada beberapa hal telah dilakukan antara lain pembuatan Perda akte kelahiran gratis, pelayanan Puskesmas 24 jam, Perda kesehatan ibu bayi baru lahir/anak (KIBLA) serta Ranperda pengobatan gratis anak.

Dia mengurai, kini sudah ada dibentuknya Komisi Perlindungan Anak dan pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Karenanya, diharapkan dukungan semua pihak bagi terwujudnya KLA, dengan masih menyempurnakan beberapa hal. “Tentu amanah ini akan terus kita maksimalkan,” tukasnya. (mag-4)

DPRD Setujui Aset Pemkab Simalungun Dijual

RAYA- Sebanyak lima Fraksi di DPRD Simalungun setujui seluruh aset Pemkab Simalungun di Kota Siantar dijual. Tapi dengan catatan penjualan itu diprioritaskan ke Pemko Pematangsiantar dan hasil penjualan bukan untuk membayar utang tapi digunakan menambah aset baru bagi Pemkab Simalungun.

Kelima fraksi di DPRD Simalungun setuju aset Pemkab yang ada di Kota Siantar dijual ke Pemko, tapi penjualan itu bukan ditetapkan harga yang murah, melainkan harus ada hitungan dari lembaga independen agar harganya tidak seperti menjual sayur mayur.

Seluruh fraksi DPRD Simalungun yang menyetujui penjualan aset itu, disarankan bukan untuk membayar utang tapi harus menambah aset.

Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon, Senin (12/12)  menyebutkan, keputusan apakah aset bisa dijual harus melalui rapat paripurna di DPRD dan Rapat Panitia Khusus. “Secara pribadi saya setuju aset dijual,” tegasnya.
Sementara lima fraksi seperti Fraksi Partai Demokrat,  PDI-P,  Golkar Nusantara, Pembela Amanatdan Fraksi Bersatu setuju aset Pemkab Simalungun di Kota Siantar dijual dengan harga yang sesuai. Baik dijual ke Pemko Siantar atau swasta.  (ral/smg)                          .

Hulman Sah Jadi Ketua PD Siantar

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) membantah anggapan yang menyebut Musyawarah Cabang (Muscab) ke-II Partai Demokrat Kota Pematangsiantar yang digelar di Hotel Alexander, Sabtu (10/12), ilegal.
Ketua DPP PD Sutan Bathoegana menyatakan, hasil Muscab yang secara aklamasi memilih Hulman Sitorus sebagai Ketua DPC PD Siantar, sudah sah. Apabila ada suara-suara yang menyatakan lain, hal itu dinilainya sebagai hal biasa dalam berdemokrasi.

Hanya saja, dia berharap, semua kader PD di Siantar menerima hasil Muscab.  “Biasalah suara-suara minor itu. Tapi berulang kali saya katakan, yang menang harus bersyukur, yang kalah bersabar. Yang menang jangan mabuk, yang kalah jangan ngamuk,” ujar Sutan Bathoegana saat di temui di Jakarta, Senin (12/12).

Sementara itu, Anas sendiri, saat dihubungi Sumut Pos tidak mengangkat telepon. Pertanyaan lewat layanan pesan singkat tidak dibalas oleh mantan Ketum PB HMI itu.

Seperti diberitakan, muscab dipimpin plt DPC PD Kota Pematangsiantar Jhon Hugo Silalahi dan Wakil Ketua Umum PD Jhonny Allen Marbun. Ketua Panitia Muscab, Rocky Marbun menilai Muscab ilegal, dengan alasan Muscab tidak diketahui Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

Sutan membantah tudingan itu. Dikatakan, Jhonny Allen Marbun dan AP Pulungan, merupakan utusan resmi dari DPP. Mereka juga mengantongi surat tugas dari Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum.
“Jhonny Allen itu bawa surat resmi dari Mas Anas. Ada perintah dari Mas Anas. Saya tahu kok, saya juga hadir di Muscab,” ujar Suta.

Sutan membantah kabar bahwa Sadewa yang diutus Anas ke Muscab, bukan Jhonny Allen. “Nggak benar itu. Sadewa itu kan Sekretaris Bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi, Kepemudaan). Ketua OKK Pak Moelyono, tapi beliau sudah sepuh, tak mungkin jalan jauh-jauh,” bebernya.

Jadi, posisi Jhonny Alen dan AP Pulungan dari Divisi Pembinaan Organisasi DPP PD, lebih tinggi dibanding Sadewa? Ditanya demikian, Sutan hanya tertawa.

Lagi-lagi, Sutan menegaskan Muscab itu sah. Semua syarat sudah terpenuhi, yakni dihadiri unsur DPP, PDP PD Sumut, DPC, dan PAC. Diakui Sutan, PAC yang hadir di Muscab hanya enam, dari delapan PAC yang ada.
“Waktu saya di sana, pertama ada enam PAC dari delapan PAC di sana. Lima saja yang hadir, sudah memenuhi kuorum kok, apalagi enam. Kalau cuman empat, baru tidak sah,” terang anggota Komisi VII DPR itu. (sam)

Oknum Kasek SMA Negeri Kutip Uang dari Kontraktor

Tender DAK dan BDB Dikjar Ajang Pungli

LANGKAT- Persoalan di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Langkat tak kunjung berhenti. Kini menyeruak dugaan oknum kepala sekolah (Kasek) SMA Negeri di Stabat mengutip uang rekanan (kontraktor, Red), yang mengikuti proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Daerah Bawah (BDB).

“Dugaan terjadinya praktik pengutipan uang proyek DAK dan BDB oleh oknum Kasek, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Semestinya, dugaan itu tak terjadi apabila pemahaman tentang peraturan serta perundangan dikedepankan,” kata Ketua Lembaga Konsumen Indonesia (LKI) Langkat, Ernis SA.

Kepada wartawan di Stabat, Senin (12/12), Ernis berharap penyidik kepolisian dan jaksa segera menyikapinya. Walaupun idealnya, Inspektorat secara keinternalan harus bereaksi tanpa menunggu laporan, bila Inspektorat pasif artinya Ngogesa sebagai pucuk pimpinan tidak mampu belajar dari kesalahan terdahulu.

Berbicara tentang prosedural, bebernya ada peraturan mengatur tata laksana lelang atau tender proyek yakni Keppres No.80/2003 sebelum diubah menjadi Perpres No54/2010. Semestinya, pejabat Dikjar mulai Kadis bahkan Pimpro tender pahami itu, sekaligus tidak memberikan keleluasaan kepada oknum kasek yang mengaku-ngaku orang dekat Kepala Dinas (Kadis) Dikjar memperagakan pengutipan.

“Kenapa bisa ada pengutipan itu, hebatnya setingkat Kasek pula yang melakukannya. Apa mungkin pejabat di Dikjar tidak mengetahuinya, aneh kalau betul dugaan itu terjadi dan pejabatnya tidak tahu. Apalagi oknum Kasek tadi mengaku orang dekat Kadis, atau mungkin juga sudah ada restu pimpinan karena si Kadis merasa memiliki kedekatan sama bupatinya,” cetusnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan semestinya segenap pejabat Pemkab Langkat memiliki rasa malu melakukan pelanggaran peraturan ataupun perundangan. Sebab, masih segar dalam ingatan publik tidak sedikit pejabatnya tersandung kasus berbau korupsi saat ini menjalani hukuman.

Direktur Investigasi Lembaga Pengkajian Pelayanan Masyarakat (LPPM) Pusat, Misno Adi sangat menyesalkan adanya dugaan ketimpangan tender DAK bahkan BDB di Dikjar. Malah kondisi tersebut dinilai ajang pengkadalan bagi bupati, yang diperkirakan menerima laporan asal bapak senang (ABS) terus dari stafnya.

“Ini saatnya bupati perlihatkan kepada masyarakat Langkat, dirinya mengharamkan permainan kotor sekaligus bukan bagian sistem tidak beres dibangun stafnya. Coba diingat, kemarin dalam tender proyek bersumber dari APBD terpaksa diulang karena panitianya tidak memiliki sertifikasi sebagaimana diharuskan. Termasuk oknum kasek yang mengutip uang itu terlibat di dalam kepanitiannya. Apa bupatinya lupa itu, atau memang apa ya,” herannya.

Kabag Humas Pemkab Langkat H Syahrizal menegaskan kondisi dimaksud akan tetap menjadi perhatian pihaknya. Selain itu, akan tetap menindak setiap kesalahan sesuai ketentuan berlaku. Bahkan, pihak manapun yang merasa dirugikan terkait perbuatan PNS diharapkan melaporkan ke Inspektorat, terkait apa sanksi atau hukuman diberikan maka Inspektorat pula yang memahaminya.

Sementara itu, Arif Gea selaku Pimpro bahkan merangkap kepala salah satu bidang di Dikjar ketika coba dikonfirmasi ke kantor Dikjar sedang tidak ada di tempat. (mag-4)

Beri Solusi Miliki Gadget Terkini

Bank Sumut-Telkomsel Jalin Kerjasama

MEDAN- Memahami kebutuhan pelanggan agar tetap terkoneksi dengan internet melalui komputer tablet, Telkomsel menjalin kerjasama dengan Bank Sumut melalui Divisi Kredit Syariah memberikan kemudahan untuk memperoleh komputer tablet model terkini dengan harga terjangkau dan dapat diperoleh secara kredit.

Kerjasama ini ditandai melalui penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) antara GM Regional Account Management Sumatera Ahmad Sofyan dengan Direktur Marketing dan Syariah Bank Sumut Zenilhar. Kesepakatan ini berupa kerjasama pembiayaan pembelian komputer tabletn (Tablet PC) yang dibundling dengan paket pasca bayar Telkomsel FLASH dengan harga terjangkau dan dapat dicicil hingga 12 bulan.

Dirut Bank Sumut Gus Irawan dalam sambutan yang dibacakan Direktur Marketing dan Syariah Zenilhar menyebutkan, MoU tersebut diyakini akan mendukung bisnis PT Bank Sumut dan PT Telkomsel. Di antaranya meningkatkan pengguna akses cloud computing dengan menggunakan tablet PC dari segmen nasabah Bank Sumut dan pelanggan Small Medium Enterprise (SME).

“Juga menjadikan Bank Sumut sebagai wadah pertemuan antara penjual dan pembeli untuk bertukar informasi dan transaksi dengan menggunakan media cloud computing Telkomsel. Proses marketing untuk Bank Sumut dan Telkomsel debagai future projection analisis nasabah selaku pembeli produk-produk UMKM Bank Sumut dengan sasaran segmen market youth and netizen,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, MoU tersebut juga diharapkan meningkatkan pertumbuhan revenue bisnis Bank Sumut. Meningkatkan pertumbuhan nasabah, khususnya kelas medium dan premium. Menjadikan Bank Sumut sebagai pioner leader BPD dalam pengembangan industri pembiayaan tablet PC. “Khusus nasabah Prima (perusahaan)memungkinkan untuk mengakses aplikasi cash manejemnt  melalui jaringan khusus Bank Sumut,” ujarnya.

GM Regional Account Management Sumatera – Ahmad Sofyan, mengatakan,  aktivitas bekerja kini telah bertransformasi, dari bekerja sendiri di meja sepanjang hari menjadi bekerja dengan penuh mobilitas sambil berinteraksi dengan mitra bisnis kapan pun dan di mana pun. Apalagi jika menggunakan aplikasi web berbasis cloud computing yang mampu meningkatkan produktivitas kerja. “Untuk mendukung hal tersebut, memiliki komputer tablet merupakan langkah yang sangat tepat, hal inilah yang menjadi salah satu alasan kami menjalin kerjasama dengan Bank Sumut, agar  pelanggan Telkomsel maupun nasabah Bank Sumut memiliki kemudahan untuk memiliki komputer tablet yang dapat digunakan untuk menikmati berbagai layanan broadband yang dimiliki Telkomsel cukup dari genggaman mereka,” ujarnya.

Kesepakatan ini akan memudahkan pelanggan Telkomsel dan nasabah Bank Sumut untuk memiliki komputer tablet yang dibundling dengan paket pasca bayar Telkomsel FLASH. Jenis komputer tablet yang disediakan pada program pembiayaan ini yaitu Samsung Galaxi Tab, iPad 2, LG Optimus Pad dan ZTE.
Produk yang ditawarkan pada program ini dapat diperoleh pelanggan dengan harga terjangkau dan dapat dicicil mulai dari 6 bulan hingga 12 bulan. Pelanggan juga dapat memilih paket pasca bayar Telkomsel FLASH Unlimited mulai dari Paket Basic, Advance hingga Profesional, sesuai dengan pilihan dan kebutuhan pelanggan.
Pelanggan Telkomsel yang diberikan kesempatan untuk menikmati paket bundling komputer tablet ini adalah Pelanggan Priority Telkomsel atau Pelanggan Small Medium Enterprise Telkomsel, sedangkan dari sisi Bank Sumut, nasabah yang diberikan kesempatan adalah Nasabah premium Bank Sumut, atau nasabah Usaha Mirko Kecil Dan Menengah (UMKM) Bank Sumut.

Untuk memperoleh paket bundling tersebut, nasabah Bank Sumut dapat segera melakukan pembelian jenis komputer tablet yang diinginkan di kantor Cabang Utama Bank Sumut Jl.Imam Bonjol Medan.

Kerjasama ini sejalan dengan pemanfaatan fitur Business Connect yang hanya dimiliki oleh Telkomsel, yaitu solusi konektivitas bisnis berbasis web untuk mengoperasikan email, instant messaging, calendar, office operation tools, dan document sharing secara lebih produktif. Business Connect memanfaatkan Google Apps sebagai solusi bisnis bagi pelanggan korporat yang didukung jaringan mobile broadband terluas dan berkualitas Telkomsel. Solusi email dalam Business Connect menyediakan kapasitas penyimpanan 50 kali lebih besar dibandingkan inbox biasa, penyaringan spam terintegrasi, translasi ke lebih dari 40 bahasa, pencarian, dan layanan instant messaging dalam bentuk voice dan video chat yang terintegrasi.

“Dengan kerjasama ini menjadikan Bank Sumut dan Telkomsel sebagai satu-satunya BPD dan operator telekomunikasi di Indonesia yang fokus terhadap pertumbuhan bisnis UMKM di Sumatera Utara khususnya dan Indonesia pada umumnya dengan pendekatan online”, ungkap Sofyan. (sih)

Rajab Lubis Ditenggat Tiga Bulan

Wali Kota Medan Lantik Kadisdik Baru

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap akhirnya mencopot Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Hasan Basri yang digantikan oleh M Rajab Lubis, Senin (12/12) siang pukul 14.00 WIB. Hasan Basri dimutasi menjadi staf di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan, sementara M Rajab Lubis merupakan Kepala Badan Pengabdian Universitas Medan (Unimed).

Selain itu, wali kota juga melantik Affan Siregar sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan defenitif yang sebelumnya menjabat staf di Balitbang.

Dikatakan Rahudman, mutasi, rotasi maupun promosi pejabat di lingkungan Pemko Medan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pemibanaan aparatur dan penataan struktur organisasi secara berkesinambungan.
“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus pelayanan publik yang semakin berkualitas. Pendidikan merupakan dimensi sosial yang harus dibangun secara sungguh-sungguh dan total serta mendapat porsi perhatian yang baik dan konsisten. Ditambah lagi kemampuan kompetitif dipengaruhi kualitas pendidikan,” kata Rahudman.

Dalam kesempatan itu, Rahudman juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Hasan Basri. Selama menjabat sebagai Kadis Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri dinilai sudah banyak berupaya untuk memajukan pendidikan di Kota Medan. Sedangkan kepada Rajab Lubis yang dilantik menjadi Pj Kadis Pendidikan, diberi waktu tiga bulan untuk melakukan pembenahan sehingga pendidikan di kota ini semakin bermutu dan berkualitas.
“Masih banyak aspek-aspek yang harus kita benahi, tarmasuk fisik sekolah, masalah guru, serta kepemimpinan kepala sekolah. Semua harus dievaluasi. Untuk itu saya minta ada tim yang akan melakukan evaluasi. Jadi kita punya data dan peta pendidikan di Kota Medan,” ujarnya.
Sementara, Rajab Lubis usai pelantikan yang ditemui wartawan mengatakan, langkah awal yang akan dilakukannya adalah memartabatkan guru. Begitu martabat guru meningkat, maka semua pembelajaran di sekolah dan stakeholder pendidikan akan bergerak. “Jika martabat guru naik, maka dia akan semangat bekerja. Tanpa semangat bekerja saya kira tidak bisa apa-apa.,” ungkapnya.
Hasan Basri yang ikut menghadiri acara pelantikan tersebut terlihat biasa dan tidak ada yang disesalinya. Hanya saja, Hasan tidak lagi duduk bersama kepala SKPD Medan yang juga hadir dalam pencopotan tersebut. Kepalanya terus mengangguk-angguk ketika Rahudman mengucapkan terimahkasih kepadanya yang sudah 7 tahun menjadi Kadisdik Medan.
“Apa yang dilakukan wali kota ini merupakan yang terbaik,” kata Hasan usai pelantikan di lantai IV.
Setelah itu, Rahudman yang langsung meninggalkan ruangan langsung menuju ruangannya di lantai II dengan menggunakan lift. Sedangkan Hasan Basri juga langsung bergegas meninggalkan ruangan pelantikan tersebut.
Terlihat Hasan Basri yang sedang berdiri di depan pintu masuk Kantor Kota menemui Rahudman yang saat itu sudah berada didalam mobil dinas Wali Kota dengan nomor polisi BK 1 D jenis Landcruiser Prado langsung mencium pipi kanan dan kiri Rahudman melalui jendela pintu mobil tersebut.
“Saya percaya pada Wali Kota untuk mutasi, rotasi dan promosi jabatan. Jabatan itu berlalu terus, saya ikhlas. Ini semua saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada keberatan saya dengan adanya pelantikan ini. Saya ihklas, saya serahkan semuanya pada Wali Kota,” katanya dengan senyum tipis dibibirnya.(adl)

Rajab Lubis Ditenggat Tiga Bulan

Wali Kota Medan Lantik Kadisdik Baru

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap akhirnya mencopot Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan Hasan Basri yang digantikan oleh M Rajab Lubis, Senin (12/12) siang pukul 14.00 WIB. Hasan Basri dimutasi menjadi staf di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan, sementara M Rajab Lubis merupakan Kepala Badan Pengabdian Universitas Medan (Unimed).

Selain itu, wali kota juga melantik Affan Siregar sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan defenitif yang sebelumnya menjabat staf di Balitbang.

Dikatakan Rahudman, mutasi, rotasi maupun promosi pejabat di lingkungan Pemko Medan merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pemibanaan aparatur dan penataan struktur organisasi secara berkesinambungan.
“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus pelayanan publik yang semakin berkualitas. Pendidikan merupakan dimensi sosial yang harus dibangun secara sungguh-sungguh dan total serta mendapat porsi perhatian yang baik dan konsisten. Ditambah lagi kemampuan kompetitif dipengaruhi kualitas pendidikan,” kata Rahudman.

Dalam kesempatan itu, Rahudman juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Hasan Basri. Selama menjabat sebagai Kadis Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri dinilai sudah banyak berupaya untuk memajukan pendidikan di Kota Medan. Sedangkan kepada Rajab Lubis yang dilantik menjadi Pj Kadis Pendidikan, diberi waktu tiga bulan untuk melakukan pembenahan sehingga pendidikan di kota ini semakin bermutu dan berkualitas.

“Masih banyak aspek-aspek yang harus kita benahi, tarmasuk fisik sekolah, masalah guru, serta kepemimpinan kepala sekolah. Semua harus dievaluasi. Untuk itu saya minta ada tim yang akan melakukan evaluasi. Jadi kita punya data dan peta pendidikan di Kota Medan,” ujarnya.

Sementara, Rajab Lubis usai pelantikan yang ditemui wartawan mengatakan, langkah awal yang akan dilakukannya adalah memartabatkan guru. Begitu martabat guru meningkat, maka semua pembelajaran di sekolah dan stakeholder pendidikan akan bergerak. “Jika martabat guru naik, maka dia akan semangat bekerja. Tanpa semangat bekerja saya kira tidak bisa apa-apa.,” ungkapnya.

Hasan Basri yang ikut menghadiri acara pelantikan tersebut terlihat biasa dan tidak ada yang disesalinya. Hanya saja, Hasan tidak lagi duduk bersama kepala SKPD Medan yang juga hadir dalam pencopotan tersebut. Kepalanya terus mengangguk-angguk ketika Rahudman mengucapkan terimahkasih kepadanya yang sudah 7 tahun menjadi Kadisdik Medan.

“Apa yang dilakukan wali kota ini merupakan yang terbaik,” kata Hasan usai pelantikan di lantai IV.
Setelah itu, Rahudman yang langsung meninggalkan ruangan langsung menuju ruangannya di lantai II dengan menggunakan lift. Sedangkan Hasan Basri juga langsung bergegas meninggalkan ruangan pelantikan tersebut.
Terlihat Hasan Basri yang sedang berdiri di depan pintu masuk Kantor Kota menemui Rahudman yang saat itu sudah berada didalam mobil dinas Wali Kota dengan nomor polisi BK 1 D jenis Landcruiser Prado langsung mencium pipi kanan dan kiri Rahudman melalui jendela pintu mobil tersebut.

“Saya percaya pada Wali Kota untuk mutasi, rotasi dan promosi jabatan. Jabatan itu berlalu terus, saya ikhlas. Ini semua saya serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada keberatan saya dengan adanya pelantikan ini. Saya ihklas, saya serahkan semuanya pada Wali Kota,” katanya dengan senyum tipis dibibirnya.(adl)

20 Hari, Denda Tilang Rp139 Juta

Operasi Zebra Toba 2011

MEDAN- Hingga Senin (12/11), Pengadilan Negeri Medan mengumpulkan uang tilang sebesar Rp139.885.000 dari 8.480 kasus tilang yang disidangkan Jumat (9/11) lalu. Menurut Humas PN Medan Achmad Guntur, dari 8.408 pengurus tilang tersebut, sekitar 90 persen melakukan pelanggaran berupa tidak menyalakan lampu pada siang harin
Selain itu, ada sekitar 2.468 orang pelanggar tilang yang sudah diputus perstek (putus tanpa kehadiran si terdakwa atau tergugat) oleh pengadilan karena tidak menghadiri persidangan. Untuk yang sudah di putus perstek, maka dianjurkan langsung diambil di kejaksaan.

“Tadi pagi kita sudah menyerahkan berkasnya ke kejaksaan untuk di proses. Bagi yang sudah diputus perstek dapat mengambilnya langsung di kejaksaan. Dalam pengurusan surat-surat tilang tersebut, petugas pengadilan harus bekerja secara lembur untuk menangani ribuan surat tilang,” ujarnya.

Lanjutnya, kesemua uang yang terkumpul akan diserahkan langsung ke pihak kejaksaan dan akan masuk sebagai kas negara. “Petugas kita mulai dari Kamis (8/11) lalu bekerja lembur hingga pukul 01.00 WIB, karena melakukan registrasi ribuan surat tilang” tandasnya.

Sementara itu, selama melakukan Operasi Zebra sejak 21 November hingga 11 Desember, Polresta Medan melalui Satuan Lalulintas Polresta Medan berhasil mengeluarkan 29.487 set surat tilang terhadap pengemudi kenderaan bermotor. Barang bukti yang diamankan SIM sebanyak 13.733 lembar, STNK sebanyak 14.768 lembar, sepeda motor 906 unit, becak motor (betor) 72 Unit dan mobil sebanyak 8 unit.

Selain itu, petugas Sat Lantas Polresta Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan yang melakukan penertiban terminal liar mengeluarkan surat tilang sebanyak 14 set milik dishub dan menyita kenderaan bus sebanyak 13 unit serta satu buku speksi.

Sedangkan pembongkaran papan pool bus liar sebanyak 81 lokasi di sejumlah pool bus liar di Kota Medan, diantaranya dibongkar oleh petugas sebanyak 78 papan pool bus, sedangkan dibongkar sendiri yang dilakukan oleh pemilik pool bus sebanyak 3 papan pool bus.

Untuk jumlah kecelakaan lalulintas selama dilakukan operasi Zebra dari data yang di Peroleh sebanyak 46 kasus mati ditempat (MD) sebanyak 5 orang, Luka berat (LB) 27 orang, Luka ringan (LR) sebanyak 21 orang, sedangkan kerugian materi mencapai Rp.99.150.000.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga melalui Kasat Lantas Polresta Medan  Kompol I Made Ari kepada sejumlah wartawan di Mapolresta Medan mengatakan, dari analisis dan evaluasi yang dilakukan terhadap kesadaran pengemudi menyalakan lampu di siang hari dan menggunakan helm, menurutnya sudah mengalami peningkatkan. “Kesdaran penguna kenderaan bermotor sudah meningkat, namun semua sifatnya perlu tetap dilakukan pengawasan petugas di lapangan,” ucap I Made.

Saat disinggung mengenai petugas yang menerima reward Rp10.000 terbanyak, I Made mengatakan, petugas itu adalah Bripka HG Saragih, anggota Unit Gatur 2. Dia tercatat menjadi petugas yang terbanyak melakukan penindakan langsung pada pengendara yang melakukan pelanggaran dengan mengeluarkan sebanyak 875 set tilang selama dua pekan operasi. Dengan reward senilai Rp10.000 per tilang, berarti Saragih mengantongi sekira Rp8.750.000.(mag-11/gus)