31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14272

FJPI Gelar Pelatihan Bertema Perempuan

MEDAN- Jurnalis perempuan harus mampu memotivasi kaum perempuan untuk maju, dan ikut terlibat dalam pembangunan. Melalui pemberitaan-pemberitaan yang berperspektif gender, jurnalis diharapkan bisa membentuk citra perempuan Indonesia dengan baik.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Khairiah Lubis mengatakan, media sebagai salah satu unsur yang turut berperan dalam pembangunan bangsa dan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam membentuk kemajuan perempuan. Untuk mencapai tujuan itu, FJPI bekerjasama dengan Dewan Pers, akan melakukan pelatihan jurnalistik bertema “Jurnalisme Perspektif Gender” di Swiss Belhotel Medan, hari ini, Sabtu (3/12).

Menurutnya, selama ini upaya perempuan memperjuangkan hak-haknya dalam setiap lini kehidupan masih terus dilakukan. Meski usaha ini sudah dirintis sejak era Kartini, namun pengakuan atas hak perempuan diberbagai bidang seperti, politik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan sektor lainnya masih jauh dari harapan.

“Pada kenyataannya saat ini masih banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi yang dialami hingga pelecehan terhadap perempuan yang terjadi setiap hari dan dapat ditemukan mana pun. Diharapkan melalui program pelatihan ini FJPI dapat lebih siap dan lebih mampu mengedukasi masyarakat tentang hak perempuan melalui pemberitaan yang berperspektif gender, sehingga meningkatkan kualitas perempuan,” ujarnya, Jumat (2/12).

Dalam pelatihan ini, akan dihadiri Ketua Dewan Pers, Prof Dr Bagir Manan sebagai keynote speaker. Kemudian pemaparan makalah berjudul dilema dan tantangan jurnalis perempuan dalam menjalankan profesinya oleh Helga Worotin (Lentera Indonesia). Lalu paparan bertema Perempuan dan Keadilan Gender (Hak Jurnalis Perempuan dalam Profesi dan Karir) oleh Masruchah (Komnas Perempuan). (mag-11)

Akui Urusan Haji Rawan Pungli

Pertanyakan Indeks Integrasi, Menag Datangi KPK

Menag Suryadharma Ali ternyata begitu resah dengan hasil survei integritas publik yang diluncurkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam survei tersebut, kementerian yang dipimpinnya itu memperoleh nilai terendah diantara kementerian lain.

Kamis (2/12) kemarin, Suryadharma pun mendatangi KPK untuk meminta penjelasan tentang survey tersebut. “Saya belum paham. Makanya saya (ke sini) minta penjelasan,” kata Suryadharma begitu turun dari mobil dinasnya R 33 di depan gedung KPK siang kemarin. Politisi PPP itu merasa kaget dengan hasil survey yang dilansir KPK. Dia pun ngeyel bahwa kementeriannya sudah melakukan tugas-tugas pelayanannya sesuai dengan prosedur.

Dua jam berdiskusi dengan pimpinan Wakil Ketua KPK M Jasin, akhirnya Menag Suryadharma Ali menerima dengan lapang dada hasil survei integritas yang dilakukan lembaga antikorupsi itu.

“Tadi saya bertemu Pak Yasin dan staf. Menanyakan hasil survei Kemenag terkorup. Setelah diberikan penjelasan, akhirnya saya menerima. Karena survei ini dalam rangka program pencegahan dan tentunya kecintaan KPK pada Kemenag,” kata Suryadharma Ali di gedung KPK, Jakarta, Jumat (2/12).

Menurutnya, dari beberapa penjelasan KPK terkait pelayanan izin, seperti pelayanan haji dan Kantor Urusan Agama (KUA) memang masih banyak peluang dalam sistem pelayanan yang memungkinkan terjadinya pungutan liar (pungli).

SDA mencontohkan soal pelayanan KUA. Ia mengaku ada kesulitan. Disebutkan, jumlah KUA yang tersebar di Indonesia sekira 6.000 dan tidak semua memiliki kantor, serta biaya operasional yang kurang memadai. Nanti di 2011 biaya operasional KUA Rp3 juta per bulan. “Selain itu petugas pelayanan KUA tidak mempunyai tunjangan transportasi khusus. Mengingat, kebanyakan acara, seperti perkawinan pada Sabtu dan Minggu. Ini yang membuka peluang,” beber Ali.

Namun, Ali menegaskan, selama ini bukan berarti pemerintah melegalkan praktik itu. “Kita (Kemenag) bersama KPK sedang mencari cara untuk mengatasi hal itu. Kami akan lakukan pembenahan di semua pelayanan publik di Kemenag. Termasuk dalam pelayanan haji, yang kebanyakan turut memberikan uang kepada pegawai pelayanan,” tukas Ali, sembari berjanji akan mengundang wartawan untuk menjelaskan secara rinci pembicaraan Kemenag dengan pimpinan KPK.

Seperti yang diketahui, Senin (28/11) lalu KPK melansir bahwa Kemenag memiliki integritas terendah. Poinnya hanya 5,37. Nilai tersebut lebih rendah dibanding Kemenakertrans 5,44, dan Kementerian Koperasi dan UKM mencapai 5,52.

Juru bicara KPK Johan Budi pun menyambut baik niat kedatangan Suryadharma ke KPK. “Dia memang menemui pimpinan untuk mengetahui secara lebih detail hasil indeks integritas,” kata Johan di kantornya.

Namun, lanjut Johan, survey yang dikeluarkan lembaganya itu bukan bermaksud untuk memilih lembaga mana yang terjelek dan terbaik. Namun itu bisa digunakan sebagai evaluasi masing-masing lembaga aga bisa menuju yang lebih baik.

Johan pun berharap dengan adanya pertemuan tersebut kementerian yang bersangkutan bisa mendapatkan informasi yang penting sehingga nantinya bisa lebih baik. Tapi saat ditanya apa saja materi perbincangan antara pimpinan dengan Suryadharma, dirinya mengaku tidak mengetahuinya. “Kan saya tidak ikut dalam pertemuan,” katanya. (kuh/fir/jpnn)

DPD Harapkan Peningkatan Hubungan RI–Jepang

MEDAN- Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Utara yang juga Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turki untuk wilayah Sumatera DR H Rahmat Shah, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada kaisar kerajaan Jepang, Akihito dengan harapan semoga Kaisar Akihito tetap diberi kesehatan dan kekuatan untuk tetap melakukan kebaikan dan kemuliaan bagi masyarakat Jepang khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

Hal  tersebut disampaikan staf Ahli DPD RI Bechta Perkasa Asky MA, kepada media usai menghadiri resepsi ulang tahun Kaisar Akihito yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Jepang di Medan, Kamis (1/12).

Rahmat menilai, Kaisar Akihito merupakan sosok yang sederhana namun mempunyai peran penting bagi kemajuan Jepang dan bagi peningkatan hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Jepang.

Sebagai sosok yang sangat dihormati, Kaisar Akihito telah memberikan banyak inspirasi bagi upaya-upaya sosial dan kemanusiaan. Oleh karena itu, Rahmat  mengharapkan, agar upaya-upaya yang telah dilakukan Kaisar Akihito dalam membina hubungan baik dua negara, Jepang dan Indonesia dapat terus diteruskan dan ditingkatkan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat kedua negara.

Sebagai seorang diplomat, Rahmat sangat mengerti dan menghargai hubungan baik yang telah terjalin selama ini antara Indonesia dengan Jepang di dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, Rahmat senantiasa menunjukkan apresiasi dan dukungan terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk memperkuat keharmonisan hubungan baik antara dua negara ini.

Rahmat yang juga pernah melakukan lawatan kenegaraan ke Jepang beberapa waktu lalu mengakui, banyak hal positif yang dapat dipelajari oleh bangsa ini dari bangsa Jepang. Mulai dari tingkat kedisiplinan hingga kearifan mereka menjaga dan memelihara nilai-nilai tradisional di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Dalam sisi pembangunan, Rahmat mencontohkan, Sortir Program sebagai model pembangunan yang melibatkan masyarakat dari awal hingga akhir suatu proses pembangunan. Menurut Rahmat, Sortir Program layak dicontoh dan dilaksanakan di negara ini.

Sementara itu, dalam resepsi yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta Medan tersebut, Konsul Jenderal Jepang di Medan, Mr Yuzi Hamada menyampaikan penghargaan dan terima kasih pemerintah Jepang kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan simpati kepada Jepang, khususnya pada saat Jepang dilanda musibah gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.

Hadir dalam resepsi tersebut beberapa tokoh penting daerah ini, diantaranya, Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Utara, Wakil Wali Kota Medan, para konsul negara sahabat serta beberapa tokoh dari berbagai lapisan dan elemen masyarakat.

Sebagaimana diketahui, pada Desember 2011 ini, baginda Kaisar Akihito yang merupakan kaisar kerajaan Jepang ke-125 genap berusia 78 tahun. Kaisar Akihito bertahta di kerajaan Jepang sejak tahun 1989 menggantikan ayahnya Kaisar Hirohito.(*/ila)

USU dan Kodam I BB Lakukan MoU

Dukung Toba Go Green

MEDAN- USU dan Kodam I/BB lakukan kerjasama mendukung Program Toba Go Green sebagai bentuk kepedulian dan kebersihan terhadap lingkungan.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus dalam kesempatan itu, melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Rektor USU Prof Syahril Pasaribu untuk suksesnya kegiatan Toba Go Green dan kegiatan bersih-bersih kampus di kampus USU Medan, Jumat (2/12).
Lodewijk mengatakan, dalam pembinaan teritorial ada yang namanya  karya bakti, diantaranya bersih-bersih.

“Sesuai program Wali Kota Medan clean and green dan hari ini kita mulai dari kampus USU sebagai kampus kebanggaan kita bersama. Karena belum lama ini, saya ke Jakarta, kalau ditanya tentang Sumut, orang mengidentikkan dengan USU,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dan  dibutuhkan bentuk kerjasama yang sinergi.
“Kami punya program Toba Go Green, yang butuh bantuan dari guru besar dan  mahasiswa, karena sesuai harapan kita, apa yang ditanam akan tumbuh dengan bibit unggul, sehingga kelak masyarakat ikut menikmati dan makmur dari hasil tanaman tersebut,” ujarnya.

Masih menurutnya, seluruh prajurit Kodam I/BB berkisar 22 ribu orang, dan di Sumut sekitar 18 ribu, dan yang bertugas hanya sekitar 650 orang.
Daripada di asrama, bilang Lodewijk, lebih baik diarahkan ke luar untuk Toba Go Green dan bersih-bersih seperti ini.

“Di Danau Toba sebentar lagi ada hajatan besar, sekitar tanggal 27 Desember, sebelum mulai saya harapkan Parapat itu sudah bersih di darat dan di air yang kini banyak sampah. Sehingga bila turis datang  sudah terlihat yang kita canangkan, bahwa Medan ini bersih dan kampus bersih, sehingga bila mereka balik ke negaranya, akan bercerita bahwa Medan ini bersih,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor USU Syahril Pasaribu  menyatakan, gerakan bersih-bersih ini memberi masukan yang positif. Tak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, namun juga semakin menguatkan rasa kebersamaan.

“Kegiatan ini menunjukan kebersamaan. Militer itu teman kita (kampus). Kita jadi lebih baik bila kita bersama,” tambah Syahril. (uma)

Gerah Dikritik, SDA Diminta Tabayyun

Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan  DPR memiliki kewajiban mengawasi  jalannya pemerintahan, termasuk mengkritik pelaksanaan haji.

Namun kritikan Marzuki tersebut dinilai Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai bentuk pelecehan terhadap pemerintah. Atas pernyataan itu, Marzuki Alie mengatakan kalau Suryadharma Ali tidak tahu tugas dan kewenangan DPR.

“DPR memiliki kewajiban mengawasi jalannya pemerintahan, sehingga kalau memang pelaksanaan haji belum berjalan seperti yang diharapkan oleh masyarakat, wajar jika saya  sebagai anggota DPR, pimpinan DPR dan sebagai ketua tim pengawas haji melontarkan kritik,” tegas Marzuki Alie kepada wartawan di gedung DPR, Kamis (1/12).

Menurut Marzuki, kritikan terhadap pelaksanaan haji bukan asal cuap alias tanpa dasar, tapi didasarkan laporan dari temuan tim pengawas haji dan sudah dirapatkan, termasuk dengan Komisi VIII, pimpinan DPR dan pimpinan fraksi.

“Saya dari partai pemerintah pasti bahasa saya normatif dan tidak akan provokatif. Kalau penilaian haji baik, yang baik Pemerintah SBY. Sebagai sahabat, seharusnya menteri agama bisa tabayyun dulu,” tegasnya.

Sebelumnya dalam rapat dengan komisi VIII DPR, Menteri Agama meminta, agar penyelenggaraan ibadah haji tidak dijadikan komoditas politik atau panggung politik bagi para pengkritiknya. Pengkritik yang dimaksud Surya tentunya tidak lain dimaksudkan kepada Ketua Tim pengawas haji, yang juga Ketua DPR. Politisi PPP itu beranggapan, penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah selama tiga tahun ini berjalan dengan baik. Meski ada kekurangan, namun menurutnya hal itu masih dalam batas wajar.

“Penyelenggaran haji tahun 2009, 2010, dan 2011, saya katakan sukses. Mengalami kemajuan-kemajuan. Tetapi bukan berarti tidak ada masalah atau kekurangan. Masalah dan kekurangan pasti ada. Tapi jangan jadikan soal haji sebagai panggung politik,” ujar Suryadharma.

Suryadharma mengaku merasa gerah melihat gelagat para pengkritik, yang cenderung memanfaatkan penyelenggaraan ibadah haji untuk berkomentar negatif demi mendapat popularitas politik. (dry/rm/jpnn)

Speksi Becak Harus dari Yayasan atau Koperasi?

085371782xxx
Kepada Dinas Perhubungan Kota Medan, kenapa mengurus speksi becak harus melalui yayasan atau koperasi? Sementara koperasi banyak meminta biaya.

Speksi Boleh Tanpa Yayasan atau Koperasi
Terimakasih untuk pertanyaannya. Pengusaha dan pemilik becak bermotor memang harus memiliki kartu pengawasan sendiri yang harus diurus melalui yayasan atau perusahaan betor. Kartu pengawasan tersebut, menjadi surat jalan atau izin pengendara betor karenanya suar ini wajib dimiliki. Namun untuk sepeksi boleh diurus tanpa yayasan atau koperasi.

Armansyah Lubis
Kadis Perhubungan Kota Medan

——-

Lepas Semua Birokrasi
Mengurus speksi atau perpanjangan surat lainnya itu kan hak pribadi pengendara becak motor (betor).
Mereka membayar dengan menggunakan uang pribadi kok, bukan uang koperasi atau yayasan. Jadi seharusnya hal-hal seperti itu sudah dilepas yaitu birokrasi yang kaku seperti itu. Mungkin selama ini pengurusan melalui yayasan atau koperasi untuk penjamin terhadap pengendara betor tadi.

Hanya perlu juga diingat kalau ada sesuatu permasalahan toh yang bertanggungjawab pengendara betor itu tadi. Pihak bank juga sebagai satu korporasi punya aturan yang baku kok kalau untuk pinjaman. Junjung tinggi lah hak pribadi dari pengendara betor tadi.

Aripay Tambunan
Anggota DPRD Medan

Tertibkan Pedagang di Simpang Griya

085658094xxx
Bapak Wali Kota Medan saya sebagai pengguna jalan tolong ditertibkan pedagang yang di Simpang Griya Jalan Gaperta agar kursi-kursi tidak diletak di atas trotoar dari pukul 18.00 WIB sampai 08.00 WIB kursi masih beserak. Jadi sangat mengganggu pejalan kaki. Tolong Pak Wali Kota segera ditertibkan.

Diteruskan
Terimakasih atas laporannya. Akan kami teruskan sembari berkoordinasi dengan camat setempat.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Peredaran Narkoba dan Judi di Perumnas Mandala

081378789xxx
Pak Kapolresta Medan Yth, tolong berantas peredaran narkoba dan judi di Jalan Kiwi 12 Perumnas Mandala. Para pengedar dan pemakai sering mangkal dekat Mesjid Al Ikhlas sehingga menggangu warga yang hendak ke Mesjid.

Segera Dilidik
Terimakasih, kami akan tindak lanjuti dengan meneruskan laporan ini ke Polres setempat untuk dilidik. Sudah banyak orang  jatuh korban akibat narkoba, sekarang ini negara kita tidak ada yang menjajah, tapi pemudanya dirusak narkoba. Untuk itu, Polri berharap kepada masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan kepada kita semua tetap bertanggungjawab terhadap peredaran narkoba ini.

AKBP Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Poldasu

Guru SD Negeri 100/23 Menekan Siswa

081973174xxx
Pak Kadis Pendidikan di tempat. Kami orangtua murid SD Negeri 100/SD Negeri 23 di kawasan Sisingamangaraja Kelurahan Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas merasa terganggu dengan sikap sejumlah guru di SD tersebut sebab setelah kedatangan wartawan ke sekolah itu, sekarang masing-masing murid mendapatkan tekanan dari beberapa guru di sekolah tersebut. Akibatnya para orangtua murid yang suka kumpul-kumpul di sekolah jadi saling tuding-menuding antara satu dan lainnya. Kami sangat menyayangkan sikap mereka sebagai pendidik.

Saya Cek
Terimakasih atas informasinya. Saya akan cek ke sekolah bersangkutan yaitu SD Negeri 100/SD Negeri 23 ini. Mengenai kedatangan wartawan ke sekolah tidak ada hubungannya dengan siswa. Wartawan tentu harus dilayani sesuai dengan undang-undang transparansi informasi.

Drs Hasan Basri MM
Kadis Pendidikan Kota Medan

Bungkusan Plastik di Masjid Disangka Bom

SIANTAR- Ratusan warga di Jalan Naga Huta Blok I Kelurahan Setia Negara, Siantar Sitalasari dihebohkan dengan penemuan kantungan hitam persis di depan pintu utama Masjid Nurul Ihsan, Jumat (2/12). Warga curiga, isi kantungan tersebut merupakan bom buku. Namun, warga yang curiga tetap melaksanakan Salat Subuh dan mengabaikan kantungan seukuran bantal bayi itu.

Penemuan itu pertama kali ditemui seorang penjaga masjid, Sarman (64). Ketika itu, pukul 04.00 WIB Sarman yang sudah mempersiapkan masjid untuk salat subuh melihat bungkusan hitam terbuat dari kain bertuliskan aksara Cina dan bentuknya menyerupai bantal bayi.

Teringat seperti apa yang pernah ditontonnya, bapak lima anak ini mengurungkan niatnya menyentuh bungkusan tersebut.
“Teringat bapak ketika nonton berita terot bom, makanya tak kusentuh itu bungkusan. Tapi memberitahu Ustad Drs Abdul Hakim Lubis yang merupakan penanggungjawab Masjid Nurul Ihsan,” ujarnya.

Atas perintah Ustad Akim sapaan Ustad Abdul Hakim Lubis, Sarman memberi tanda di sekitar bungkusan persis berada di depan pintu utama masjid. Sehingga jamaah yang hendak masuk melaksanakan salat subuh masuk melalui pintu samping, karena di depan masjid ada benda aneh.

“Memang sebagian tetap melaksanakan salat, beberapa diantaranya tidak mengetahui dan dua atau tiga orang memilih meninggalkan masjid,” ujar pria yang telah mengabdi 15 tahun di masjid tersebut.

Usai salat subuh, warga melaporkannya ke Mako Rindam I/BB Pematang Siantar yang jaraknya 500 meter dari masjid tersebut dan Mapolres Pematang Siantar. Mendengar kabar itu, belasan personel TNI-AD dan polisi langsung melihat lokasi. Tak ayal, warga berkerumun untuk menyaksikan langsung temuan kantungan hitam tersebut.

Berdasarkan amatan sekitar pukul 07.30 WIB, personel polisi tak banyak bertindak, hanya sekedar pengamanan hingga membuat garis Polis Line. Sekitar pukul 09.30 WIB, 8 personel Jihandak Brimob KI 2 DEN B Pematangsiantar tiba dengan peralatannya. Selanjutnya mendatangi bungkusan yang diduga bom dan membawa satu alat detektor. Setelah di pastikan, alat tersebut tidak mengeluarkan bunyi sebagai tanda hingga diyakini tidak mengandung unsur logam.

Tim Jihandak Brimob, Bripka Bambang dengan tanpa pengamanan tubuh langsung mendekati bungkusan seraya mengevakuasinya ke dalam kantungan besar berwarna kuning. Setelah radius aman, petugas membuka isi kantungan dan ternyata berisi sarung berwarna merah kombinasi ungu petak-petak, Al Quran yang tidak ada sampul, tasbih warna putih gelap serta satu buku doa ajaran agama Islam.

Melihat itu, masyarakat langsung bersorak syukur, satu diantaranya dengan nada kuat berucap lhamdulillah hingga memberi tepuk tangan pada petugas. Begitupun, oleh tim Jihandak langsung menyerahkan bungkusan tersebut ke Wakapolresta Pematangsiantar, Kompol Anggi Siregar. Oleh Waka secara formil selanjutnya menyerahkan bungkusan kepada Ustad Akim.

Akim menegaskan tidak ada mencurigai siapa-siapa yang usil ataupun sengaja. Melainkan anggapannya hanya kepada seorang jamaah yang bungkusannya tertinggal di masjid. “Jangan terpancing dengan hal-hal yang tidak masuk akal,” ujarnya di hadapan masyarakat. (mag-5/smg)