32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14273

Tono Suratman Terpilih Sebagai Ketua KONI

MATARAM – Kursi Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat kembali ke pangkuan figur dari kalangan militer. Setelah sempat terputus saat era Rita Subowo, tradisi itu terulang setelah Tono Suratman terpilih sebagai Ketum KONI 2011-2015 dalam Musornas di Mataram, Lombok, kemarin (2/12).

Tono adalah figur dari TNI yang terakhir berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen). Sebelum era Rita, kursi Ketum KONI memang menjadi milik sosok militer. Yakni Wismoyo Arismunandar (1995-2003) serta Agum Gumelar (2003-2007). Dari dua figur tersebut, hasil terbaik yang dicapai Indonesia menjadi juara umum SEA Games 1997 saat berstatus tuan rumah.

Pemilihan kemarin memang seolah menjadi milik Tono. Ketua Satlak Prima tersebut menang mutlak setelah mendapatkan dukungan sebanyak 54 suara. Sementara Hendardji Soepandji yang sebelumnya optimistis mampu memenangi pemilihan tersebut hanya kebagian 20 suara. Sedangkan mantan Sekjen KONI Djati Waluyo hanya meraup enam dukungan.

Musornas sendiri sebenarnya melibatkan 85 suara. Namun, dua suara dinyatakan tidak sah. Sementara tiga pemilik suara dari pengurus pusat (PP) tidak menghadiri pemilihan tersebut.
“Kami akan menindaklanjuti empat cabor yang sudah lolos ke Olimpiade. Kami akan berusaha mempertahankan tradisi emas. Tapi kami harus realitis untuk bersaing di Asia memang sangat sulit karena pembinaan atlet muda masih mengalami hambatan,” tegas Tono setelah pemilihan kemarin.

Tono juga menambahkan bahwa pihaknya akan mencari sosok yang tepat untuk menjabat sebagai Ketua Satlak Prima menggantikan dirinya. Namun, figur tersebut tidak akan diumumkan dalam waktu dekat. Pasalnya, pihaknya akan terlebih dahulu menyusun kepengurusan KONI periode mendatang.

Rita Subowo mengharapkan agar Tono mampu mempertahankan prestasi yang sudah dipegang Indonesia saat ini. Dia juga memberikan target agar Tono mampu membawa Indonesia berprestasi di level Olimpiade.

“Pak Tono secara otomatis akan menjadi ketua dewan pelaksana Prima. Target terdekat adalah Olimpiade. Indonesia harus mempertahankan tradisi emas di Olimpiade,” harap Rita. (ru/aww/jpnn)

KONI Medan Gelar Pelatihan Jurnalistik Olahraga

MEDAN-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan menggelar pelatihan jurnalistik olahraga selama tiga hari. Kegiatan yang diikuti wartawan peliput olahraga dari berbagai media cetak dan elektronik di Kota Medan itu, dibuka Kepala Dinas Infokom Kota Medan Zulkifli Sitepu, mewakili Walikota Medan, Jumat (2/12).

Dalam sambutannya Zulkifli memberikan respon positif terhadap kegiatan yang digagas KONI Kota Medan dibawah pimpinan Zulhifzi Lubis (Opunk Ladon) ini.
Menurutnya pelatihan ini akan menambah wawasan bagi wartawan olahraga, dalam menyajikan berita-berita tentang perkembangan olahraga di daerah dan Kota Medan khususnya.

Melalui pemberitaan yang disajikan wartawan, juga akan menjadi motivasi bagi prestasi olahraga di daerah ini.
Hadir juga Wakil Ketua KONI Sumut, Simon Pramono yang juga mantan Ketua Serikat Induk Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumut.

Dia  mengakui masih banyak wartawan olahraga yang belum memahami istilah-istilah yang ada di tiap-tiap cabang olahraga. Padahal, kata Simon istilah-istilah itu sangat penting, sehingga wartawan bisa menyajikan berita yang menarik dan mendalam. (ful)

1.239 Polisi Amankan Natal dan Tahun Baru

MEDAN – Menyambut perayaan Natal 25 Desember 2011 dan Tahun Baru 2012, Polda Sumut menggelar Operasi (Ops) Zebra Kota dan Sikat Toba  selama 14 hari dengan target kelancaran lalulintas dan mengantisipasi berbagai kejahatan. Untuk menggelar razia tersebut Poldasu menurunkan sebanyak 1.239 personel.

Demikian disampaikan Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) AKBP MP Nainggolan, yang di temui Sumut Pos , Jumat (2/12) diruangkerjanya. Dia menjelaskan persiapan menjelang Natal dan tahun Baru Polda Sumut akan menggelar Ops Zebra Kota yang akan dimulai dari tanggal 28 November  hingga 11 Desember  dengan target kelancaran lalulintas pada titik-titik rawan macet.

Nainggolan mengatakan Ops Zebra Kota bertujuan menekan angka kecelakaan agar semakin berkurang dibanding tahun sebelumnya. Selanjutnya, menekan jumlah pelanggaran lalulintas hingga menciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif, meningkatkan disiplin berlalulintas serta sosialisasi UU No 22/2009 tentang lalintas angkutan jalan (LLAJ) dan angkutan jalan.  “Untuk melaksanakan Ops Zebra Kota, sebanyak 1.239 personel  disiapkan. Personel itu berasal dari  59 anggota Poldasu dan 1.180 dari seluruh jajaran,” sebutnya.

Nainggolan mengatakan Ops Sikat dilaksanakan mulai Kamis (1/12) hingga Kamis (15/12) mendatang. Dalam Ops Sikat, yang menjadi target adalah penanggulangan kejahatan jalanan (street crime) dalam bentuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta aksi premanisme.

Dia menyebutkan Khusus Ops Sikat   melibatkan 13 satuan wilayah seperti Medan, Deli Serdang, Tebingtinggi, KP3 Belawan, Sergai, Binjai, Langkat, Simalungun, Siantar, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu dan Tapsel. (mag-5)

Pedansa Medan Perkuat Tim Sumut di Kejurnas

MEDAN- Sebanyak empat pasangan dansa Medan memperkuat tim dansa Sumut yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dansa yang berlangsung di Jogjakarta pada 14-18 Desember 2011 nanti.

Keempat pasangan dansa itu adalah Ahmad Dwisa Indra Fivando Harahap/Trimayzu Lestari Harahap (Beginner Cha cha cha), Ikhawanul Habibi/Roma Victoria (Beginer Cha Cha Cha), Raden Taufik  Setiawan/ Nurjannah ( Cha cha cha Jive rumba),  dan Agus Arianto/ Lina ( Cha cha cha Jive rumba).

“Saat ini keempat pasangan itu berlatih secara intebnsif di Pendopo USU Jalan Dr Mansyur Medan setiap Jumat, Sabtu dan Minggu mulai Pukul 16.00 wib sampai 18.00 WIB,” bilang Hairul SE, pelatih dansa Sumut kepada Sumut Pos, Kamis (1/12).

Dilanjutkannya bahawa pedansa Medan yang mendapat kepercayaan membela tim Sumut pada Kejurnas nanti pernah berprestasi maksimal pada Pekan Olahraga Kota Medan ke-3 beberapa waktu lalu.

Terkait target pada Kejurnas nanti Hairul mengatakan bahwa pihaknya meyakini jika pedansa Kota Medan akan mampu meraih medali emas pada Kejurnas nanti.
“Jika masalah pesaing, kami melihat jika Jawa Timur masih merupakan pesaing terberat. Mereka memiliki beberapa pedansa yang pernah memperkuat timnas,” beber Hairul. (omi)

Sebulan Hilang, Tergantung di Gubuk

MEDAN- Setelah sebulan menghilang Dapot Girsang (38) warga Dusun Suhana Desa Pegaan, Kecamatan Parbuluan, Dairi ditemukan sudah menjadi tengkorak di sebuah gubuk di perladangan kopi, Sigiring-giring, Parbuluan, Dairi milik Saut Simare-mare.

Akibat jasadnya sudah beraroma busuk dan hanya bersisa tengkorak, aparat Polres Dairi membawa jenazah untuk menjalani outopsi di RSU Pirngadi Medan, Jumat (2/12).

Di RSU Pirngadi Medan penyidik Polresta Dairi Aipda JD Saragih menuturkan, korban diketahui sudah menjadi tengkorak, setelah seorang pelaku Saut Simare-mare menceritakan kejadian penganiayaan dan penikaman serta menggantung jasad Dapot di dalam  gubuk kopi miliknya.
“Saut melakukan penganiayaan dan penikaman dikarenakan korban mencuri kopi di kebun milik pelaku,”  ceritanya. “Pelaku sebenarnya ada dua orang, Saut dan anaknya,” tambahnya.

Jasadnya ditemukan, setelah pelaku menceritakan kejadian tersebut kepada kepala desa (kades). Mendengar cerita itu, kades langsung mengecek kebenaran  laporan itu. Melihat benar ada kejadiannya, kades langsung melaporkan kejadian itu kepada Polres Dairi.  Mendengar laporan itu, Polres Dairi langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP, Kamis (1/12).

“Saat petugas datang ke TKP, jasad korban sudah tergantung di dalam sebuah gubuk dan kondisinya sudah membusuk, hanya tersisa tengkoraknya saja,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan pelaku pembunuhan itu merupakan tetangga korban sendiri, yang merasa ladang kopinya dicuri oleh korban.

Di tempat yang sama, keponakan korban Anju (25) mengaku, pelaku sangat kejam dan tidak berperi kemanusiaan. Bila korban punya kesalahan, seharusnya bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, bukan dengan cara seperti ini.

“Jelas ini sudah tidak manusiawi karena sebelum meninggal paman saya dianiaya, ditikam dan digantung. Siapa yang tega melihatnya seperti itu. Sudah sebulan kami cari-cari dan ternyata paman dibunuh dengan cara kejam,” katanya. (jon)

Coret Pemain Karena tak Disiplin

LUBUK PAKAM-Seleksi tahap kedua pembentukan tim PSDS masih berjalan. Kamis (2/12) lalu tim pemandu bakat mencoret dua pemain yakni Reza Zailani dan Ruliandi. Kedua pemain ini dicoret karena tidak disiplin.

Demikian disampaikan Ketua Tim Pemandu Bakat Dosman Sagala, saat ditemui di tanah lapang PU.
Menurut Dosman kedua pemain ini tidak hadir dua hari berturut-turut tanpa alasan yang jelas. Atas sikap keduanya, maka tim pemandu sepakat untuk mencoretnya. “Kami menilai jika keduanya tidak serius untuk bergabung dengan tim ini,” tandas Dosman.

Untuk mengantisipasi terus berkurangnya pemain seleksi tim PSDS, maka tim pemandu bakat berniat memanggil pemain yang pernah memperkuat PSDS Jr tahun 2010 lalu.

“Kebanyakan pemain ini mundur dari seleksi karena merasa tidak sanggup mengikuti materi seleksi yang diberikan tim pemandu bakat. Tak masalah, kita bisa berdayakan pemain yang sudah teruji mental dan kualitasnya, seperti para pemain PSDS Jr tahun 2010,” tandas Dosman.

Apa yang diungkapkan Dosman ini ada benarnya. Pasalnya, ketika Sumut Pos memantau gelaran seleksi ini secara langsung, terlihat para pemain banyak yang tak sanggup menjalani semua materi latihan.

“Berat kali latihan fisiknya bang. Jadi, walaupun kita punya semangat untuk melakukannya, tetap saja badan ini terasa tak mampu,” ungkap Agung, salah seorang peserta seleksi. (btr)

Sepeda Motor Ustad dan PNS Dishub Dicuri Maling

LANGKAT- Aksi pencurian kenderaan bermotor (curanmor) terjadi di parkiran dua instansi pemerintahan secara bersamaa. Pencurian itu terjadi di kantor Kementrian Agama (Kemenag) dan Dinas Perhubungan (Dishub) nyaris bersamaan, Jumat (2/12) sekitar pukul 11.30 WIB. Kedua dua sepeda motor itu sekaligus dicuri maling nyaris secara bersamaan.

Satu korban kehilangan sepeda motor, Herman (32) warga Jalan Sutoyo Kelurahan Sidomulyo kehilangan sepeda motor bebek 125 nopol BK 6133 LL, ketika di parkir di kantor Kemenag, persisnya bersebelahan dengan kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Langkat.

“Hanya hitungan setengah jam saja di tinggal di parkiran, saat mau balik lagi sudah raib sepeda motornya. Memang, tutup kunci stang tak ditutup karena perasaan cuma mau sebentar saja,”ucap ustad sekaligus guru ini.

Tak jauh berbeda, Dedi Tarigan (30) pegawai honorer berdomisili di Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai. Langkat, sepeda motor bebek 125 nopol BK 6271 RAF yang baru dibeli empat bulan lalu beserta surat-surat berharga di dalam bagasi dicuri dari parkiran kantor Dishub sekira pukul 11.40 WIB.

“Setelah urusan di kantor Dishub selesai, langsung menuju parkiran tetapi jacket yang tadinya di sepeda motor sudah terletak di tanah. Langsung saja tak tenang jantung saya, setelah dipastikan tidak ada lagi sepeda motor itu. Untuk menyenangkan hati, saya berfikir ada teman iseng menyembunyikan tapi semua menjadi sirna ketika tak satupun orang yang ditanyai mengetahui sepeda motor tadi,” katanya.

Kanit Ranmor Polres Langkat Iptu Ismanto saat ditemui di Masjid Darussalam Mapolres Langkat menegaskan, sepeda motor korban sudah di cek di tempat kejadian perkara (TKP).
“Anggota lagi cek TKP (tempat kejadian perkara), mudah-mudahan ada petunjuk atau saksi mungkin melihat peristiwa itu sekaligus pelakunya,” tegas Ismanto. (mag-4)

Sumut Loloskan Lima Pegulat

MEDAN- Sebanyak lima pegulat Sumut dipastikan lolos berlaga pada PON XVIII mendatang, setelah keliamnya mampu memenuhi kuota yang ditetapkan pada babak Pra PON yang berlangsung pada 18-22 Oktober lalu.

“Dari 12 atlet yang berangkat ke Semarang, kita berhasil meloloskan lima peguulat. Ini prestasi yang sangat bagus, karena lawan yang dihadapi memiliki kemampuan yang mumpuni,” bilang Asmara Dhana, pelatih kepala tim gulat Sumut, kepada Sumut Pos, Kamis (1/12).

Menurutnya, kelima atlet yang lolos pada babak Pra PON itu terdiri dari Eka Maya Sari (gaya bebas 50 kg Pi), Abdul Khodir (gaya greco romawi kelas 50 kg Pa), Andre Tampubolon (gata greco romawi kelas 60 kg Pa), Marwan Rinsani (gaya greco romawi kelas 95 kg Pa) dan Sumurung Siregar (gaya greco romawi kelas 85 kg Pa).

Menanggapi peluang anak asuhnya pada PON XVIII mendatang, Asmara Dhana mengaku jika lawan-lawan yang akan dihadapi pada PON XVIII nanti sangat berat.
“Tapi berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, saya yakin anak-anak akan tampil all out guna memberikan yang terbaik untuk Sumatera Utara,” bilangnya.

Namun, sebelum berangkat ke sana, Asmara Dhana berharap agar para pegulat, selain digenjot secara intensif, juga diberi kesempatan mengikuti pertandingan ujicoba, baik yang bersifat try out, maupun turnamen.
“Diharapkan dengan memmperbanyak latih tanding, maka kemampuan mereka akan semakin terasah,” bilangnya.

Sayangnya, dari pantauan Sumut Pos, semangat serta tingginya mental bertanding pegulat tadi tidak sebanding dengan fasilitas yang ada di aula bekas Universitas Terbuka, Jalan Stadion Teladan Medan.
Di sana-sini terdapat atap yang bocor sehingga jika hujan turun kerap membasahai lantai .
Padahal, sebelumnya Benny Basri, Ketua PGSI Sumut pernah berjanji untuk menyediakan sarana dan fasilitas yang layak bagi tim gulat Sumut.

Itu diucapkannya di hadapan Ketua KONI Sumut H Gus Irawan Pasaribu saat dirinya terpilih memimpin PGSI Sumuut beberapa waktu lalu. Namun, sayangnya, hingga kini tak sekalipun janji yang diucapkannya itu terealisasi. (mag-10)

Mantan Napi Asal Medan Ditangkap Jual Sabu

TEBING TINGGI- Seorang mantan residivis dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Tanjung Gusta, Medan yang baru bebas satu bulan dengan kasus kepemilikan sabu-sabu, Kushendri alias Ucok Tato (30) warga Jalan Alumaniun, Kecamatan Medan Deli, Medan ditangkap Sat Brimob Detasmen B Tebing Tinggi dikompleks Perumahan kampung Pon Indah, Sei Bamban, Serdang Bedagai, Jumat (2/12) sekira pukul 04.30 WIB karena nekad jadi kurir sabu.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil diamankan sejumlah barang bukti seperti sabu-sabu seberat 1,5 gram, timbangan elektronik, telepon seluler, peralatan menyabu dan puluhan kertas plastik transparan.

Akhirnya tersangka digelandang ke Sat Brimob Detasmen B Tebing Tinggi untuk menjalani pemeriksaan, selanjutnya petugas Brimob menyerahkan tersangka ke Mapolres Sergai
Kushendri mengakui melakukan perbuatan itu karena desakan ekonomi, pasalnya semenjak keluar dari Lapas Gusta, dirinya mengaku tidak mempunyai pekerjaan. “ Baru satu bulan keluar dari Lapas terpaksa jadi kurir sabu karena tak punya uang memenuhi hidup sehari-hari,” ucapnya.” Baru sekali ini menjual, bukan pembeli yang datang bang, melainkan petugas langsung menangkapku,” akuinya.

Petugas Brimob Detasmen B Kota Tebing Tinggi yang berpangkat Bripka tidak mau menyebut namanya mengatakan ketika itu dirinya mendapat informasi dari warga akan terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu di Kompleks Perumahan  Kampung Pon Indah. “Tersangka ditangkap tanpa melakukan perlawanan, langsung tersangka kami boyong ke Kantor Brimob Detasmen B Kota Tebing Tinggi untuk diperiksa,” ucap Brimob itu. (mag-3)

Racer dan Rider Yamaha Gelar Touring

MEDAN-Sekitar 350 pemilik motor Yamaha, baik yang tergabung dalam klub olah raga otomotif maupun dalam tim balap, akan merayakan akhir tahun 2011 dengan menyelenggarakan touring yang bertajuk “Yamaha Jambore Bikers 2011” Medan-Sibolangit yang berlangsung 10-11 Desember.

Manajer Promotion & Motorsport PT Alfa Scorpii, Yong Ting Lee kepada wartawan di Medan, Kamis (1/12) mengatakan, peserta selain wajib memakai motor Yamaha (Scorpio, Jupiter, Jupiter MX, Byson, Vega, Mio, Mio Soul, dan Xeon), juga harus mematuhi seluruh peraturan yang telah ditentukan panitia.

Yong Ting Lee mengatakan, para peserta setelah memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan panitia, maka akan mendapatkan berbagai fasilitas diantaranya jaket matic ekslusive dari Yamaha plus kaos cantik, penginapan, serta konsumsi sesuai kupon selama acara berlangsung.
Menurut Yong Ting Lee, touring selain sebagai sarana olahraga otomotif, juga merupakan wujud kepedulian sosial para bikers.

Sebab dalam kegiatan yang startnya dilaksanakan di halaman PT Alfa Scorpii ini, Sabtu (10/12) pukul 09.00 WIB, juga diwarnai oleh berbagai aktifitas sosial di tiap titik pemberhentian seperti Panti Asuhan Gelora Kasih Sibolangit. Di panti asuhan tersebut, rombongan akan menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, sirup, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya.

Dalam touring kali ini Yamaha memberikan suguhan yang berbeda, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini akan diisi dengan beberapa rangkaian acara yang menarik seperti kompetisi antara tim bikers (fun games, edukasi, reptile), tracking, flying fox game, dan rappelling.

“Begitu sampai di lokasi, sejumlah acara yang sangat menarik telah disiapkan diantaranya band, dancers, organa tunggal, lucky draw, api unggun, batu goncang, dan sebagainya,” ujar Yong Ting Lee
Tujuan dari diadakannya touring ini adalah untuk memberikan pengalaman baru, bahwa touring tidak selalu harus dalam kota, akan tetapi touring dengan menjelajahi sejumlah kota, ternyata lebih menantang. Selain itu dengan dipilihnya kota Sibolangit dapat menambah sajian pesona khas alam pegunungan dan bisa lebih mencintai  kultur Indonesia yang kaya akan budaya.

Yong Ting Lee menyebutkan, kegiatan touring sekaligus melakukan kunjungan ke beberapa panti asuhan merupakan kegiatan rutin yang digelar PT Alfa Scorfii pada setiap tahunnya. “Melalui even ini kita bukan saja memberi kesempatan kepada para pembalap dan rider Yamaha untuk mencoba ketangguhan mesin motor Yamaha, tapi lebih dari itu, kita ingin berbaur dengan masyarakat yang selama ini telah menaruh kepercayaan kepada motor Yamaha,” bilang Yong Ting Lee.

Pihak panitia sudah membuka pendaftaran peserta di Yamaha Sentral, Jalan H Adam Malik, Medan, dan pendaftaran ditutup  jika pesertanya sudah memenuhi kuota. (jun)